Loading Website
Tampilkan postingan dengan label Bapeten. Tampilkan semua postingan

Bapeten gandeng Bakorkamla awasi peredaran bahan nuklir

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bekerja sama dengan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) untuk mengawasi dan menanggulangi peredaran ilegal bahan nuklir khusus dan radioaktif lainnya di wilayah laut Indonesia.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahamahan oleh Kepala Bapeten, Natio Lasman dan Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksamana Madya TNI Y Didik Heru Purnomo yang disaksikan oleh Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, di Kantor Bapeten, Jakarta, Selasa.

Kepala Bapeten, Natio Lasman, mengatakan, penandatangan nota kesepahaman ini akan dilanjutkan dengan pembuatan prosedur tetap tentang mekanisme pemeriksaan kapal dari zat radioaktif dan bahan nuklir, sebagai petunjuk bagi petugas pelaksana operasi Bakorkamla.

"Ini diperlukan agar Bakorkamla sebagai petugas pelaksana dapat melaksanakan pemeriksaan dengan prosedur dan peralatan yang benar, sehingga pelaksanaannya memenuhi standar keselamatan bagi petugas maupun lingkungan," katanya.

Tak hanya itu, lanjut dia, Bapeten juga akan memberikan program pelatihan yang ekstensif untuk mengoperasikan peralatan dan merespon alarm adanya radiasi yang dipicu oleh upaya-upaya ilegal.

"Bapeten dan Bakorkamla pun akan melakukan pertukaran informasi untuk menunjang pelaksanaan operasi dan pemanfaatan sarana dan prasarana bersama. Bapeten juga akan ikut serta dalam pelaksanaan on board Bakorkamla dan melakukan operasi lapangan bersama," katanya.

Kepala Pelaksana Harian  Bakorkamla Laksamana Madya TNI Y Didik Heru Purnomo mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan perdagangan gelap zat radioaktif yang berpotensi disalahgunakan sebagai bagian dari dirty bomb.

"Pengawasan ini merupakan langkah strategis karena peredaran zat radioaktif dilakukan melalui laut. Namun sayangnya, jalan masuk ke Indonesia seperti mie diatas piring, ruwet sekali," katanya.

Menurut dia, terdapat 58 ribu kapal melewati Selat Malaka setiap tahunnya, yang 80 persennya menuju negara industri di Asia Timur dan 60 persennya membawa bahan bakar.

Didik pun mengaku pengawasan zat radioaktif ini belum pernah dilakukan oleh Bakorkamla karena selama ini hanya berurusan dengan kejahatan konvensional. "Kami juga belum menemukan pembuangan limbah yang ditujukan untuk kejahatan misalnya terorisme," katanya.

Sementara itu, Menristek Gusti Muhammad Hatta, menyambut positif kerja sama ini karena sebagai bukti komitmen Indonesia terhadap pengawasan penggunaan radioaktif nuklir.

"Wilayah laut kita luas, banyak pintu masuk dari luar. Ini membuka banyak potensi masuknya limbah dengan kandungan material nuklir atau radioaktif lainnya, sehingga perlu pengawasan lebih," katanya.(S037)

ANTARA News

 Bapeten Bekali Bakorkamla Alat Pendeteksi Zat Radioaktif

Jurnas.com | KEPALA Badan Pengawas Tenaga Nuklir Natio Lasman menyatakan, material nuklir yang terkandung di bumi Nusantara tak boleh didistribusikan ke luar negeri. Kandungan radioaktif yang dapat diolah menjadi material nuklir harus dicatat sejak didalam tanah hingga peredaran dan penggunaannya.

Karenanya Bapeten akan memberikan alat pendeteksi radioaktif pada Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) agar dapat mengawasi peredaran radioaktif yang beredar di wilayah laut Indonesia.

"Kami meminta bantuan pada Bakorkamla agar dapat mengakomodasi pengawasan lalu lintas radioaktif dan mineral yang mengandung bahan di laut. Karena begitu masuk ke laut, kami kesulitan,"kata Kepala Bapeten Natio Lasman usai menandatangani nota kesepahaman Bapeten-Bakorkamla di kantornya di Jakarta, Selasa (3/7).

Menurut Natio, kekayaan bahan tambang Indonesia khususnya yang banyak mengandung zat radio aktif banyak diminati negara lain. Dia mencontohkan, Bangka Belitung dan Kalimantan memiliki material nuklirnya yang berlimpah seperti uranium, thorium. "Sumber energi yang luar biasa, 1 gram uranium itu setara dengan 3 ton batubara,"ujarnya.

Selain memiliki potensi energi yang luar biasa, material nuklir dan zat radioaktif juga dapat menjadi bahan senjata pemusnah massal. Limbah bahan-bahan ini juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi alam.

Karena memiliki letak geografis yang strategis, Indonesia menjadi daerah lintas antar negara dalam pengangkutan bahan radioaktif. Laut Indonesia yang luas juga berpotensi menjadi lokasi pembuangan limbah radioaktif. "Karenanya kami akan memberikan alat yang dapat mendeteksi radioaktif di kapal-kapal Bakorkamla agar pengawasan radioaktif ini bisa dilakukan lebih ketat,"jelas Natio.

Menurut dia, alat tersebut akan dikirim pada 2013. Sayangnya, Natio tidak merinci alat pendeteksi radioaktif tersebut. Dia enggan menyebut jumlah, anggaran, dan produsen alat tersebut. "Belum dapat kami informasikan,"tandasnya.

Jurnas.com

Posted in: Bapeten,Nuklir

#Tag : Bapeten Nuklir

Sistem Safety dan Security Nuklir Indonesia Jadi Percontohan

Sistem Safety dan Security Nuklir Indonesia Jadi Percontohan Jakarta — Bicara nuklir tentu saja tidak melulu tentang bahaya bom atom, kebocoran radiasi atau pemanfaatan teknologi bagi aspek kehidupan manusia di berbagai bidang.

Satu hal mesti diketahui adalah masalah safety dan security di mana letak reaktor nuklir dan bahan nuklir itu berada.

Bagaimanapun,safety dan securityuntuk mencegah agar bahan nuklir tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Demikian pula dengan keberadaan fasilitas nuklir seperti reaktor nuklir harus dijaga keamanannya 24 jam dalam sehari. Tidak bisa dan tidak boleh diakses oleh orang-orang yang tidak berkepentingan apalagi dengan maksud yang tidak baik.

Safety di bidang nuklir sangat terkait hubungannya dengan security. Safety adalah salah satu komponen utama yang selalu yang ditekankan di dalam pelaksanaan permanfaatan teknologi nuklir. “Masalah safety dan security pada penggunaan teknologi nuklir, akhir -akhir ini menjadi perhatian dari masyarakat dunia yang mengelola dan bergerak memanfaatkan teknologi nuklir.

Intinya safety dan security ini dimaksudkan bagaimana melindungi masyarakat dan lingkungan dari bahaya radiasi,”ungkap Kepala Pusat Kemitraan Teknologi Nuklir (PKTN) Ferly Hermana yang ditemui di kantornya di kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Lebih jauh dijelaskan Ferly, security adalah menjaga agar sumber radioaktif dan bahan nuklir tidak berpindah tangan ke orang yang tidak bertanggung jawab. Keterkaitan safety dan security, intinya bila security lemah otomatis akan berdampak padasafety-nya.

Masalah safety dan security itu sudah diatur dalam peraturan International Atomic Energy Agency (IAEA) yang mengikat bagi setiap anggotanya. Dan, Indonesia juga telah mengatur hal yang sama dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Perka BAPETEN) No.1 Tahun 2009 tentang Sistem Proteksi Fisik untuk Instalasi dan Bahan Nuklir.

BAPETEN selaku badan pengawas yang intinya mengatur keamanan sumber radiasi dan keamanan fasilitas nuklir. ”Untuk fasilitas nuklir itu adanya di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Sedangkan bahan nuklir adanya di BATAN Pasar Jumat, Jakarta,”tutur Ferly yang baru saja pulang dari Malaysia. Di sana dia mempresentasikan tentang safety dan security fasilitas dan bahan nuklir.

Ferly juga memaparkan bahwa tugas dari PKTN mengkoordinasi-kan keamanan di kawasan nuklir Serpong bila ada kedaruratan nuklir. “Sistem keamanan dan keselamatan di kawasan ini termasuk yang terbaik di regional Aseandan akan menjadi percontohan di kawasan Asia Pasifik. Bahkan, para pengamat nuklir mengatakan bahwa infrastruktur di Kawasan Nuklir Serpong sudah menyelenggarakan sistem proteksi fisik yang baik sebagai pusat nuklir di Indonesia,” ungkap Ferly. Diibaratkan oleh para ahli nuklir dan pengamat nuklir, infrastruktur Kawasan Nuklir Serpong seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam skala yang kecil.

Sejauh ini di kawasan Puspiptek Serpong diterapkan physical protection atau proteksi fisik yang memiliki tiga fungsi yakni Detection,Delay, dan Response. Deteksi dengan menggunakan alat-alat deteksi diperuntukkan melihat ruangan berbagai kegiatan dan aktifitas baik indoor maupun outdoor. Dari sebuah ruangan yang berisi belasan monitor terpantau berbagai kegiatan di sana.

Sedangkan Delay, pagar- pagar yang dibuat sesuai dengan aturan dan dibuat berlapis. Ketika memasuki Kawasan Nuklir Serpong, maka disebut zona atau limited area. Bila sudah memasuki kawasan BATAN disebut protected area. Protected area yang dibatasi pagar kuning hanya orangorang yang berkepentingan saja yang bisa memasuki area itu dan dengan menggunakan kartu khusus yang tidak dimiliki semua orang.

Area lebih ke dalam lagi yaitu area yang lebih dekat ke pusat bahan nuklir, yang disebut inner area. Untuk bisa masuk ke area ini pengawasan keamanan lebih ketat lagi.”Jadi, pengamanan berlapis-lapis, kelihatannya kaku dan keras, tapi lebih baik kami mencegah dari pada menanggulangi jikasudah ada kejadian,” ungkap Ferly.

Fungsi physical protection yang ketiga adalah Respon yang diselenggarakan oleh Unit Pengamanan Nuklir (UPN). “Kita punya tim-tim UPN tim rescue, tim damkar, tim medis, tim lingkungan,tim keteknikan,”jelas Ferly. Ferly juga menjelaskan ketika memasuki area Puspiptek, siapa saja yang akan memasuki kawasan yang dikelolanya akan ditanyakan keperluan dan mau bertemu dengan siapa.

”Nah ketika mobil berhenti, sebelum masuk ke dalam, di perhentian mobil atau kendaraan motor itu sudah ada kamera pemantau hingga ke bagian bawah kendaraan. Jadi, di bawah mobil itu tersedia kamera,” paparnya. Jalur jalan pun tidak dibuat lurus tapi berbelok-belok agar tidak langsung, dan menghambat ke tempat tujuan, agar apabila ada yang bermaksud tidak baik bisa dicegah terlebih dahulu.

Prosedur keamanan, setiap kendaraan baikmobil maupun motor yang masuk diperiksa dan harus mempunyai pass ranmor yang mencantumkan nama pemilik kendaraan dan nomor plat kendaraan. Demikian juga setiap pegawai harus menggunakan badge selama di dalam kawasan.

Untuk yang masuk lokasi pagar kuning ada alat magnetic card reader yang dapat memonitor keluar masuk karyawan, masuknya kapan dan jam berapa? Jadi bila ada kejadian, bisa didetek siapakah pegawai tersebut masih ada di dalam pagar kuning atau sudah ada di luar. Dan, tidak semua yang bisa masuk pagar kuning kemudian bisa masuk reaktor nulklir. Ada pagar dan lapisan lagi yang harus dilewati dengan ketentuan yang makin ketat.

Kondisi yang agak ribet itu disadari oleh Ferly sebagai penanggung jawab. Namun, demi safety dan security tadi harus ditegakkan.”Semua itu kami lakukan demi keamanan dan keselamatan kita semua, termasuk kami yang menjadi pengelola di kawasan sini maupun masyarakat di luar sana,” tutur Ferly lagi.

Untuk tetap waspada dengan keamanan dan keselamatan setiap tahunnya Tim Respon melakukan latihan dengan rutin dan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan. "Alhamdulillah sejak reaktor riset ini berdiri hingga dua puluh enam tahun kemudian, kita tetap aman dan selamat. Bahkan mendapat pujian dari berbagai negara untuk masalah safety dan security” Ferly mengungkapkan.(adv. media ind)

  ● BATAN

Posted in: Bapeten,BATAN,Energi,Nuklir

Bapeten Nonatifkan Reaktor Nuklir di Bandung

Gempa bumi disusul tsunami yang mengganggu reaktor nuklir Fukusima, Jepang, 2011 lalu, membuka mata bagi setiap negara untuk meningkatkan keselamatan dalam penelitian teknologi nuklir. Pascaperistiwa Fukusima, Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) meminta tiap negara untuk menginvestigasi keselamatan reaktor nuklirnya.

Reaktor nuklir di Bandung menjadi salah satu yang diinvestigasi. Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), As Natio Lasman, mengungkapkan sesuai keputusan IAEA pihaknya segera melakukan investigasi terhadap reaktor-reaktor nuklir yang ada di Indonesia, yakni reaktor nuklir untuk riset dan eksperimen di Serpong dan dua reaktor nuklir untuk pendidikan di Yogyakarta dan Bandung.

"Jadi setelah kejadian Fukusima maka seluruh dunia sepakat di bawah IAEA untuk menginvestigasi ulang seluruh keselamatan nuklir masing-masing negara pada semua reaktornya. Kita investigasi di Yogya, Bandung, Serpong. Alhamdulillah semua baik," kata Lasman, di Bandung, Selasa (13/11).

Khusus untuk reaktor nuklir di Bandung yang berlokasi di Jalan Tamansari, untuk sementara dinonaktifkan. Karena hasil investigasi merekomendasikan bahwa bangunan reaktor ini harus dilakukan penguatan-penguatan.

  ● Koran Jakarta

Posted in: Bapeten,Nuklir

#Tag : Bapeten Nuklir

Bapeten Telah Siapkan Standar Keamanan Kebocoran Nuklir

Selama ini pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terhambat kecemasan berlebihan jika terjadi kebocoran. Padahal, disampaikan oleh disampaikan oleh Kepala Biro Hukum Humas dan Kerjasama Batan, Totti Tjiptosumirat, sebenarnya PLTN sangat aman.

“Kita lihat saja negara-negara yang sudah membangun PLTN seperti China, Amerika, Jepang, dan lainnya. Kehidupan mereka baik-baik saja dan perekonomiannya berjalan baik,” ucap Totti.

Ia menambahkan, Indonesia telah belajar dari Jepang mengenai cara menangani kebocoran nuklir melalui kunjungan kerja bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dilakukan pada beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, reaktor nuklir Negeri Sakura pernah rusak akibat bencana tsunami pada 2011.

“Jepang mematikan 48 PLTN miliknya sewaktu terjadi nuklir tersebut dan menunda penggunaannya hingga saat ini sebagai langkah antisipatif,” beber Totti, di Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Namun, lanjut Totti, pasokan listrik harus tetap berjalan, jadi mereka menggantinya dengan energi fosil. Ternyata akibat konversi tersebut, mereka harus membayar senilai Rp 400 triliun.

Menurut Totti, Batan telah menyiapkan teknologi untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebocoran seperti di Jepang. Selain itu, regulator dalam hal ini Bapeten telah menyiapkan standar keamanan untuk pembangunan PLTN.

“Di dalam standar keamanan menyinggung semua prosedur keselamatan dari mulai langkah antisipasi, operasi, dan persiapan apabila terjadi kecelakaan. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir lagi mengenai kebocoran nuklir tersebut,” demikian jelas Totti.

  ★ Okezone

Posted in: Bapeten

#Tag : Bapeten