Loading Website

Panser dan Pesawat N219 Berada di ITB

Teknisi menguji panser Anoa 6x6 di lapangan uji PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/11). Panser tersebut akan melengkapi 165 unit panser yang telah dibeli oleh pemerintah dan negara lain. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah panser Anoa buatan PT Pindad menutup Jalan Ganesha, Bandung, Sabtu, 4 Februari 2012. Mobil komando itu dipamerkan pada ITB Fair yang berlangsung 3-5 Februari 2012.

Posted in: Alutsista,DI,ITB,PINDAD

• TEMPO.CO

Puluhan pengunjung terlihat mengerumuni kendaraan berbahan baja tersebut yang ditempatkan tepat di seberang gerbang kampus ITB. Sebagian memanfaatkan untuk memotret dan menaiki kabin belakang panser yang dibuka.Tak jauh dari situ, PT Dirgantara Indonesia memamerkan purwarupa pesawat N219. Pesawat berpenumpang 19 orang itu dirancang untuk digunakan di daerah terpencil sekaligus sebagai pengangkut barang.ITB Fair merupakan acara rutin dua tahunan. Acara ini menampilkan berbagai karya mahasiswa ITB yang tergabung dalam puluhan himpunan kampus, dosen, juga sejumlah produk BUMN dan swasta.Menurut salah seorang panitia acara, Adelia, beberapa wahana yang bisa dinikmati pengunjung tanpa tiket itu adalah planetarium kecil, gua ITB, dan alunan musik angklung yang dimainkan oleh robot alias Klungbot. "Ada juga festival kuliner mulai jam makan siang nanti," ujarnya, Sabtu, 4 Februari 2012.Acara yang dimulai pukul 10 pagi hingga 10 malam itu tersebar dari depan gerbang hingga tengah kampus. Malam nanti, juga akan digelar Pasar Malam dengan iringan musik. (ANWAR SISWADI)

Mahasiswa UMY Ciptakan Alat Ukur Tubuh Ideal

Alat itu akan mengukur apakah orang punya tubuh ideal, terlalu kurus, atau terlalu gemuk.

Alat ukur tubuh ideal otomatis (VIVAnews/Juna Sanbawa)

VIVAnews - Pengukuran tubuh ideal secara manual draws merepotkan karena harus ada operator yang mengukur berat dan tinggi badan. Untuk mengukur tubuh ideal, misalnya saat seleksi calon TNI, Polisi, atau para pencari kerja, tentunya akan lebih praktis jika dilakukan dengan alat digital.Bila ada alat yang dapat secara otomatis melakukan pengukuran bobot tubuh yang ideal, selain lebih praktis, datanya pun akan lebih akurat.Melihat kebutuhan tersebut, Yudi Kristian, salah seorang mahasiswa jurusan Teknik Elektro, Univeritas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan penelitian tentang Implementasi Micro Controller pada Alat Deteksi Postur Tubuh Ideal.Yudi, mahasiswa yang akan diwisuda pada Februari tahun ini berhasil mengembangkan alat digital yang berfungsi mengukur postur tubuh seseorang. Micro controller atau pengendali mikro adalah sistem mikroprosesor lengkap yang terkandung di dalam sebuah chip.Menurut Yudi, alatnya akan mengukur secara otomatis apakah seseorang memiliki tubuh ideal, terlalu kurus, atau terlalu gemuk.“Dalam alat tersebut ada dua macam sensor. Yang pertama, sensor tinggi badan, dan yang kedua adalah sensor berat badan,” kata Yudi, Sabtu 4 Februari 2012. “Alat pengukur tinggi dan berat badan konvensional terlebih dahulu dimodifikasi dengan diberi potensiometer multiturn,” ucapnya.Nantinya, kata Yudi, data yang diterima oleh sensor tersebut akan terkonversi otomatis dan muncul dalam bentuk angka pada layar LCD. “Kedua sensor tersebut dihubungkan dengan timbangan, berat badan, dan tinggi badan,” paparnya.Penelitiannya tersebut, lanjut Yudi, berhasil ia selesaikan selama kurang lebih delapan bulan. “Termasuk kegagalan selama proses penelitian," ucapnya.Yudi menambahkan, alat itu juga dapat langsung disambungkan ke PC, sehingga data yang muncul dapat terekam secara otomatis. “Kalau disambungkan ke komputer, dengan software tertentu, data itu dapat terekam otomatis menjadi file. Sehingga kita dapat langsung mencetaknya, tanpa harus mencatat terlebih dahulu,” ujarnya. (art)

• VIVAnews

Posted in: Ristek,UMY

#Tag : Ristek UMY

Startup Indonesia Dilirik Investor Singapura

JAKARTA - Sribu.com telah menerima investasi dari East Ventures, perusahaan investasi yang berbasis di Singapura, yang berfokus pada pemberian investasi bagi perusahaan-perusahaan di industri Internet.

Sribu.com secara resmi diluncurkan pada tanggal 11 Juli 2011. Sebagai situs di Indonesia yang menyediakan platform desain dengan metode crowd-sourin. Dalam usia yang belum mencapai satu tahun, Sribu.com meraih penghargaan sebagai tiga besar website dengan Best User-Generated Content dari SparxUp Award 2011. Kini, Sribu.com menerima investasi dari perusahaan investasi yang prestisius, East Ventures.Hingga saat ini, komunitas Sribu.com telah mewadahi sekitar 7.000 desainer, dan telah melayani lebih dari 60 klien dengan berbagai permintaan jasa desain. Sribu.com menawarkan 16 kategori desain, dari logo, flyer, web, packaging sampai dengan interior dan brand naming.“Selama ini, Sribu.com selalu bekerja keras untuk memberikan pelayanan yang terbaik, baik bagi para desainer yang tergabung dalam komunitas kami, maupun para klien yang menggunakan jasa kami. Dan, dengan investasi ini, kami akan semakin mengembangkan diri dan bekerja keras untuk menjadi situs penyedia platform crowd-sourcing terkemuka di Indonesia,” kata Ryan Gondokusumo selaku founder dari Sribu.com, melalui keterangan resminya, Sabtu (4/3/2012).“East Ventures, dengan reputasinya yang luar biasa dan pengalamannya bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan start-up berbasis Internet dari banyak negara, akan menjadi rekanan yang sangat berharga bagi Sribu.com.” tambah Ryan.(tyo)

Posted in: Ilmu Pengetahuan

• Okezone

Medco Kuras Rimau 60 Juta Barel Minyak

Jurnas.com | PT Medco E&P Indonesia menargetkan pengurasan cadangan sekitar 60 juta barel setara minyak yang berada di Lapangan Kaji Semoga, Blok Rimau, Sumatera Selatan, dengan memakai teknologi injeksi surfaktan mulai 2013.Direktur Produksi Medco E&P Indonesia Hartono Nugroho saat temu media di Serpong, Banten, Sabtu (4/2), mengatakan saat ini pihaknya masih melanjutkan proyek percontohan pemanfaatan bahan kimia untuk meningkatkan produksi di lapangan tersebut. "Pada April 2012, kami akan mulai menginjeksikan surfaktan dan Juli 2012 menambahkan bahan polimer, sehingga akhir tahun diharapkan sudah terlihat hasilnya dari pilot project ini dan 2013 mulai diterapkan pada skala penuh," katanya.Menurut dia, saat ini produksi Rimau sudah menurun hingga menjadi 16.000 barel per hari dari sebelumnya pernah mencapai 80.000 barel per hari saat puncaknya.Namun, ia mengharapkan, produksi Rimau bakal kembali mencapai di atas 30.000 barel per hari setelah pemanfaatan injeksi bahan kimia berhasil.Blok Rimau yang mulai diproduksikan 1996 sudah melalui tahapan produksi tingkat primer dan dilanjutkan sekunder dengan menggunakan teknologi banjir air (waterflood).Saat ini, Medco tengah mengerjakan pilot project untuk tahapan produksi tingkat tersier dengan memakai bahan kimia berupa surfaktan dan polimer di Lapangan Kaji Semoga.Medco sudah melakukan studi peningkatan produksi (enhance oil recovery/EOR) di Blok Rimau sejak 2005. Pemanfaatan surfaktan nantinya menjadi pertama yang diterapkan di Indonesia. "Kami ingin tidak hanya menambah produksi dari ladang yang ada dan baru, namun juga mengupayakan dari lapangan dan sumur tua," kata Hartono.Sementara, Dirut Medco E&P Indonesia Frila Berlini Yaman mengatakan, target produksi 2012 mencapai 57.000 barel setara minyak per hari serta menambah cadangan 100 juta barel setara minyak dari hasil eksplorasi di dalam dan luar negeri."Kami akan membor 29 sumur di Indonesia yang terdiri dari 20 produksi dan sembilan eksplorasi," katanya.Lalu, menurut Frila, yang juga menjabat Chief Operating Officer E&P PT Medco Energi Internasional Tbk, kegiatan pengeboran di luar negeri tahun 2012 mencakup 30 sumur di Oman, dua di AS, serta penyelesaian satu sumur dan persiapan satu eksplorasi baru di Libia.Belanja total Medco Energi Internasional pada 2012 dialokasikan US$1,174 miliar yang terdiri dari modal US$356 juta dan operasi US$818 juta.Belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk operasional dan pengembangan proyek utama senilai US$206 juta, kegiatan eksplorasi US$77 juta, dan nonmigas US$73 juta. Khusus Medco E&P Indonesia, menurut Frila, akan dialokasikan belanja modal dan operasi sekitar US$630 juta. Antara• Jurnas.com

Posted in: Ekonomi,Tambang

#Tag : Ekonomi Tambang

500 anak ikuti Regional Robot Olympiad 2012

Regional Robot Olympiad 2012 (Foto suarakawan.com)Surabaya (ANTARA News) - Sebanyak 500 anak dari berbagai kota di Jawa Timur mengikuti "Regional Robot Olympiad 2012" di Surabaya pada 3-5 Februari 2012, wujud besarnya minat anak-anak di daerah itu dalam keahlian merakit robot."Setiap tahun para peserta yang mengikuti kegiatan ini selalu meningkat. Apalagi, tahun lalu total pesertanya mencapai 380 anak," kata "Center Manager ROBO Kidz" Area Surabaya Pusat, Yuliana Yenny, ditemui dalam "Regional Robot Olympiad 2012" di West Atrium Grand City, Surabaya, Jumat.Menurut dia, pada agendanya yang memasuki tahun keenam ini pada umumnya para peserta berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, dan Kediri. "Bahkan, ada beberapa peserta lomba yang datang dari Semarang, Solo, dan Bali," ujarnya. Dengan besarnya minat dari para peserta, ia menilai, kondisi tersebut membuktikan bahwa kemampuan merakit dan pemrograman robot kian berkembang di Tanah Air, termasuk di Surabaya. "Selain itu, sejumlah anak yang beruntung memiliki bakat dan mendapatkan dukungan sangat besar dari orang tua mampu mempunyai `softskill` yang makin bertambah," ucapnya. Apalagi, kata dia, selama ini banyak sekolah favorit di sejumlah daerah memiliki ekstra kurikuler merakit dan memprogram robot. "Akibatnya, kini persaingan melakukan hal tersebut semakin ketat," katanya. Ia optimistis, kegiatan yang ideal ditekuni tiap anak sejak usia tiga tahun tersebut dapat membantu mereka untuk belajar membuat robot. Bahkan, membangun wawasan berpikirnya agar tidak menjadi individu yang mudah menyerah dengan segala tantangan hidup. "Kedepan, dengan keahlian tersebut mereka mudah mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi," katanya. Mengenai lomba itu, lanjut dia, memiliki sejumlah kategori seperti "Robot Programming" Tingkat SMP, "Programming" SMA, dan "Prerobotic 4" (Pemrogramman dengan WeDo). Lomba tersebut, salah satunya merakit robot seperti "Ghost Rider". "Sementara, dalam babak penyisihan soal yang kami berikan sama terhadap setiap peserta, tetapi saat final mereka dibebaskan berkreasi. Dari masing-masing kategori diambil enam finalis," ujarnya.(KR-DYT/C004)

• ANTARA News

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Robot

Sangkuriang II, Bakal Gusur Popularitas Lele Dumbo?

Ikan leleREPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), Kota Sukabumi berhasil mengembangkan lele unggulan yang diberi nama Sangkuriang II.Instansi yang berada di bawah Kementerian dan Kelautan (KKP) tersebut berhasil menemukan varietas ikan lele unggulan, Sangkuriang pada 2004 lalu. Ikan lele sangkuriang merupakan jenis varietas baru menggantikan lele dumbo.Pada 2012 ini, ikan lele sangkuriang satu pun akan dikembangkan genetiknya agar lebih baik. Proses perbaikan genetik dilakukan dengan menyilangkan pejantan lele Sangkuriang I keturunan ke enam (F6) dengan lele betina keturunan kedua (F2) dari Sungai Nil, Afrika. Hasil perkawinan lele ini dinamai Lele Sangkuriang II.‘’Perkembangan lele terbaru lebih cepat,’’ terang Kepala BBPBAT, M Abduh Hidajat, kepada wartawan, Ahad (5/2). Produksi ikan lele Sangkuriang I normalnya sekitar 130 hari dengan bobot rata-rata sekitar 250 gram. Sedangkan Sangkuriang II bisa lebih cepat dari itu.Ukuran dan bobot Sangkuriang II bisa lebih besar dari Sangkuriang I. Hal ini dimungkinkan karena induknya yang dari Afrika mempunyai berat hingga tujuh kilogram. Keunggulan lainnya dapat dilihat dari rasa ikan yang lebih nikmat dibandingkan sebelumnya.Saat ini, ikan lele Sangkuriang II tengah uji multilokasi di sejumlah daerah. Pengujian dilakukan di sentra lele yaitu Kabupaten Bogor, Jawa Timur, dan Yogyakarta.Hasil pengujian nantinya akan memberikan gambaran pasti terkait lama perkembangan dan ukuran lele. Jika berhasil dikembangkan di daerah, maka Sangkuriang II segera diluncurkan pemerintah pusat sebagai varietas baru lele.Abduh mengatakan, pengembangan Sangkuriang II diharapkan mampu meningkatkan kualitas ikan lele di Indonesia. Selain itu menjadi potensi budidaya rakyat yang menjanjikan. Selama ini, benih Sangkuriang I saja telah disebar ke seluruh Indonesia, bahkan hingga ke Provinsi Papua.Luasnya penyebaran Sangkuriang I dipengaruhi tingginya permintaan. Terlebih, warga yang mengembangkan budidaya Lele Sangkuriang mulai meningkat.Munculnya varietas lele Sangkuriang II ternyata sejalan dengan perkembangan budidaya ikan air tawar di Sukabumi. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir budidaya ikan lele lebih marak dibandingkan dengan jenis ikan tawar lainnya.‘’Budidaya ikan emas mulai tergusur lele dan nila,’’ terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi, Dedah Herlina. Fenomena ini salah satunya disebabkan adanya potensi pasar yang cukup besar.Dedah menerangkan, pengembangan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Sukabumi belum tergarap maksimal. Pasalnya, potensi perikanan air tawar yang tergarap baru sekitar 30 persen saja. Luasan areal perikanan ikan air tawar mencapai sekitar 6.000 hektare.• REPUBLIKA.CO.ID

Posted in: Budidaya,Fauna

#Tag : Budidaya Fauna

Korban Pencurian Pulsa Akan Somasi Telkomsel

Ini kasus baru lagi. Kartu SIM sudah disita polisi dari Oktober, tagihan masih datang.

Gedung Telkomsel (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - Merasa masih terus dirugikan, korban pencurian pulsa, Feri Kuntoro, akan melayangkan somasi ke perusahaan operator seluler, Telkomsel. Rencananya, pada Senin besok, 6 Februari 2012, surat somasi akan dikirimkan pihak Feri ke Telkomsel."Pak Feri merasa dirugikan, karena sejak melapor hingga saat ini, kartu SIM sudah disita oleh penyidik Bareskrim Polri, tapi pihak Telkomsel masih mengirimkan surat tagihan," kata kuasa hukum Feri, Didit Wijayanto, kepada VIVAnews.com, Sabtu malam, 4 Februari 2012. Feri sendiri sudah melapor ke polisi awal Oktober 2011 lalu.Didit mengatakan, kliennya tidak terima dengan sikap Telkomsel tersebut sehingga bersikeras hendak meminta penjelasan. "Telkomsel harus memberikan penjelasan kenapa hal itu bisa terjadi. Ini aneh," ujarnya.Sebelumnya, Feri Kuntoro, sepakat berdamai dengan perusahaan pihak terlapor, PT Colibri Networks, dan mencabut laporan di Bareskrim Polri bernomor 3409/X/2011/pmj/Ditreskrimsus. Perdamaian ini, menurut Didit adalah atas permintaan dari pihak Colibri. Namun, Didit mengatakan laporan kliennya terhadap Telkomsel masih terus berjalan.General Manager Corporate Communication Telkomsel Ricardo Indra tidak dapat dihubungi VIVAnews melalui telepon selulernya. Pesan singkat yang dikirimkan VIVAnews pada Sabtu pukul 21.15 WIB juga belum direspons. (kd)

• VIVAnews

Posted in: Cyber,Seluler,Telkomsel