Loading Website
Tampilkan postingan dengan label PLTU. Tampilkan semua postingan

PLTU Tanjung Jati B Unit 4, Resmi Beroperasi

Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional - Ilustrasi PLTU.Jurnas.com | MENTERI ESDM Jero Wacik,Senin (6/2) ini meresmikan beroperasinya PLTU Tanjung Jati B ekspansi Unit 4 dengan kapasitas 660 megawatt (MW) di Desa Tubanan, Kecamatan kembang, Jepara Jawa Tengah.Pada kesempatan itu, Dirut PLN Nur Pamudji mengungkapkan, keberadaan PLTU Tanjung Jati B ini memberikan sumbangsih yang signifikan dalam kelistrikan di Indonesia, khususnya pada sistem kelistrikan Jawa Bali. “Dari total kapasitas PLTU Batubara yang mencapai 13.000 MW, lebih dari 20 persennya merupakan sumbangan dari PLTU Tanjung Jati B dengan total kapasitas 2.640 MW,” kata Nur Pamudji, dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/2).Kehadiran PLTU Tanjung Jati B ini, lanjut Pamudji, diharapkan dapat lebih meningkatkan kepercayaan dan keyakinan investor untuk menanamkan investasinya di Jawa Tengah. “Ketersediaan listrik di Jateng itu sudah surplus, sehingga hal ini diharapkan bisa lebih mendorong tumbuhnya investasi dan industri-industri besar di wilayah Jateng. Dengan demikian akan dapat meningkatkan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.Sebagai informasi, PLTU Tanjung Jati B Unit 4 dibangun bersamaan dengan Unit 3 di atas lahan 150 hektar. Sedangkan pembangunannya memakan waktu sekitar 35 bulan dengan kontraktor pelaksana joint operation Sumitomo Corporation-Wasa Mitra Engineering. Pembangunan dua unit PLTU ini, membutuhkan nilai investasi 160 miliar yen dengan pendanaan dari JBIC dan bank komersial lainnya.Listrik yang dihasilkan dari PLTU ini akan dialirkan ke sistem interkoneksi Jawa Bali melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 500 kilovolt (kV) yakni dari GIS 500 kV Tanjung Jati ke Gardu Induk (GI) 500 kV Ungaran.Dengan demikian pengoperasian PLTU Tanjung Jati B Unit 4 secara signifikan akan menambah pasokan listrik ke sistem interkoneksi Jawa Bali sehingga meningkatkan keandalan sistem, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan listrik khususnya di Jawa Bali yang meningkat pesat.Saat ini beban puncak rata-rata di sistem kelistrikan Jawa Bali mencapai sekitar 19.700 MW. Sementara itu, sampai akhir tahun 2011 daya mampu di sistem Jawa Bali menjadi 23.000 MW. Selain itu, pengoperasian PLTU Tanjung Jati B Unit 4 yang kebutuhan konsumsi batubaranya mencapai dua juta ton per tahun itu, diperkirakan akan mampu mengurangi pemakaian BBM hingga 650 ribu kiloliter (kl) per tahunnya.Hal tersebut akan memberikan penghematan sebesar Rp8,6 triliiun per tahunnya jika dibanding dengan menggunakan bahan bakar minyak. PLTU Tanjung Jati B Unit 3 dan 4 juga didisain sebagai pembangkit listrik yang ramah lingkungan yang menggunakan FGD flue gas disulfurization yang ditempatkan di sisi gas buang.Dengan teknologi ini, asap hasil pembakaran batu bara yang menghasilkan gas sulfur yg berbahaya terhadap lingkungan ditangkap oleh lime stone atau batu kapur yang dicampur air laut pada FGD, sehingga asap yg terbuang lewat cerobong tinggal uap air saja yang ramah lingkungan.• Jurnas.com

Posted in: Energi,PLTU

#Tag : Energi PLTU

Ada PLTU Paiton, Ratusan Dusun di Probolinggo Masih Gelap

TEMPO.CO, Probolinggo - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Dewi Qorina, menjelaskan hingga kini sebanyak 137 dusun yang tersebar di sejumlah desa belum memperoleh aliran listrik dari PLN. Bahkan ada sejumlah dusun di Kecamatan Paiton, lokasi PLTU Paiton.

Menurut Dewi, sebagian dusun-dusun tersebut mengandalkan pasokan dari program listrik desa serta program listrik tenaga surya. Tahun 2012 sebanyak lima dusun mendapat listrik desa.

Dewi menuturkan sebagian besar dusun yang belum mendapatkan listrik PLN karena secara geografis letaknya jauh dari jangkauan jaringan listrik PLN. Bahkan ada yang berlokasi di lereng gunung. ”Faktor ini menjadi kendala bagi PLN,” kata Dewi, Senin, 11 Juni 2012.

Warga di Pulau Gili Ketapang juga masih banyak yang belum bisa menikmati listrik. Sejumlah dusun di pulau tersebut memang sudah dialiri listrik PLN, tapi hanya menyala selama 12 jam. Untuk mengatasinya tahun ini mulai dikerjakan proyek kabel bawah laut menuju pulau tersebut menggunakan biaya dari anggaran pendapatan dan belanja negara. ”Diharapkan tahun 2013 seluruh warga di Gili Ketapang sudah menikmati listrik 24 jam,” ucap Dewi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, ketika meresmikan beroperasinya PLTU Paiton 3, Selasa, 5 Juni 2012, mengingatkan pihak perusahaan menggencarkan program community social responsibility (CSR), termasuk memberikan aliran listrik kepada masyarakat setempat.

Dalam acara tersebut Jero Wacik mendapat laporan bahwa masih banyak dusun di Paiton yang belum dialiri listrik. ”Perlu dicek dan dibuat daftar dusun-dusun mana saja yang masih gelap serta harus mendapat prioritas. Di Paiton ada pembangkit listrik yang bisa dinikmati warga di Jawa dan Bali, tapi di Probolinggo dan Situbondo masih ada dusun-dusun yang gelap,” tuturnya.[DAVID PRIYASIDHARTA]

♣ TEMPO.CO

Posted in: Energi,PLTU

#Tag : Energi PLTU

Ratusan Petani Batang Tolak Pembangunan PLTU

Jurnas.com | RATUSAN petani asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (18/6), menolak rencana pembangunan PLTU(Pembangkit Listrik Tenaga Uap).

Rencananya, area PLTU tersebut akan dibangun di atas lahan pertanian mereka. Para petani tersebut berasal dari lima desa yang ada di Kecamatan Batang, antara lain Desa Karanggeneng, Ujungrejo, Pomowareng, Roban, dan Wonokerso. "Kami menolak pembangunan PLTU," kata para petani yang secara khusus datang ke Jakarta dengan menggunakan 21 Bis dari Jawa Tengah.

Para petani juga membawa atribut seperti topi petani, alat-alat pertanian dan juga padi. "Sebelum kesini, kami juga sudah melakukan demo di kantor DPRD di sana," ujar Mustaqim, salah seorang pendemo.

Aksi yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut berlangsung aman. Aksi demonstrasi para petani ini baru berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Demo ini dikawal seratus lebih anggota polisi.

Jurnas

Posted in: Energi,PLTU

#Tag : Energi PLTU

10 PLTU Baru Beroperasi Awal Tahun Ini

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/01/03/134085/250x125/molor-dari-target-10-pltu-baru-beroperasi-awal-tahun-ini.jpg Jakarta � Pemerintah memastikan, pada periode Januari-Maret 2013 akan ada tambahan pasokan listrik sebanyak 1.400 Mega watt (MW) dari 10 PLTU.

PLTU tersebut merupakan proyek program percepatan (fast track production/ftp) 10.000 megawatt (MW) tahap I yang seharusnya mulai beroperasi tahun lalu. Tapi meleset dari target.

"Karena keluarnya Januari ini jadi seolah-olah di 2012 itu kurang atau mundur," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Kamis (3/1).

Rudi menyebutkan, salah satu penyebab mundurnya penyelesaian proyek kelistrikan tersebut adalah, proyek Sarulla yang masalah asetnya belum selesai. Selain itu perizinan Bupati terkait penggunaan tanah juga masih belum selesai.

"Sebenarnya tahun 2013 ada 19 pembangkit yang selesai. 10 pembangkit selesai pada Januari hingga Maret," tegas dia.

Rudi menargetkan, tahun ini akan banyak pembangkit listrik yang selesai. Pihaknya akan berupaya agar tidak ada yang proyek listrik 10.000 mW yang molor lagi hingga 2014.

"Makanya 2013 paling banyak nanti. Karena 2014 fix dicoba tidak akan ada yang mundur di 2014," katanya.

Sebelumnya, Direktur Konstruksi PLN, Nasri Sebayang mengatakan tahun 2013 merupakan tahun yang baik buat PLN, menurutnya pada tahun 2013 ini akan ada banyak proyek 10 ribu MW tahap I yang akan selesai.(mdk/noe)

• Merdeka

Posted in: Energi,PLN,PLTU

#Tag : Energi PLN PLTU

PLN Siap Operasikan PLTU Sebalang

Lampung - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang di Lampung pada Desember tahun ini. Proyek senilai sekitar 2 triliun itu memiliki kapasitas total 2x100 megawatt (mw). Manajer Proyek PLTU Sebalang, Ahmad Daryanto Ariyadi, mengatakan saat ini progres pengerjaan telah mencapai 95,98 persen.

"Pembangkit unit pertama sedang memasuki fase low test, yaitu uji ketahanan termasuk unsur safety selama satu minggu," kata dia di Lampung, Kamis (18/10). Selanjutnya, bakal dilakukan reliability test selama satu bulan. Pada fase ini, PLN memastikan tidak ada gangguan. Terakhir, akan menggelar performance test selama satu pekan.

Pada fase ini, perseroan menguji kemampuan pembangkit mencapai kapasitas maksimal. "Dengan commisioning on date akhir tahun ini, kami siap mengoperasikan pembangkit unit pertama," jelas dia. Unit kedua dijadwalkan memasuki tahap operasi sekitar kuartal III tahun depan.

Investasi proyek ini terdiri dari dua jenis mata uang, yaitu 154,27 juta dollar AS dan 595,1 miliar rupiah. Daryanto menuturkan penyerapan anggaran telah mencapai 85 persen untuk investasi bermata uang dollar AS dan 90 persen untuk dana bermata uang rupiah.

Proyek ini juga merupakan sinergi antar-BUMN lantaran PLN memercayakan pekerjaan engineering, procurement, and construction (EPC) pada PT Adhi Karya Tbk. Effective date kontrak ditandatangani pada Oktober 2007 silam. Sejatinya, tenggat pengoperasian unit pertama PLTU Sebalang ini dipatok pada November tahun lalu alias mundur satu tahun menjadi akhir 2012.

Begitu juga dengan unit kedua yang dijadwalkan beroperasi pada Februari 2012 lalu. "Keterlambatan karena faktor teknis karena kami juga harus memastikan instalasi dan kualitas dapat bekerja optimal," tegas Daryanto. Meski mundur, hal itu tidak mengganggu sistem kelistrikan PLN wilayah Lampung.

Dia memerinci, saat ini cadangan listrik masih mencapai 63 mw. Jika PLTU Sebalang beroperasi, justru akan memperkuat pasokan listrik Lampung. "Bahkan jika terjadi trip atau gangguan, misalnya pada PLTU Tarahan, tidak ada defisit dan masih sanggup menambah nett 26 mw," papar dia.

 Kebutuhan Industri

PLN juga memperhitungkan sebagian besar tambahan aliran listrik PLTU Sebalang sebanyak 100 mw itu bakal langsung terserap oleh para pelanggan, terutama kalangan industri yang telah mengajukan permintaan listrik hingga total 83,4 mw.

"Dari cabang Tanjung Karang sendiri kan ada permintaan 60 mw dari pelanggan besar," papar Daryanto. Angka itu berasal dari 27 industri dan belum termasuk dari dua cabang di bawah tanggung jawab PLN Wilayah Lampung. Permintaan juga datang dari dua cabang lainnya, yaitu Metro sebanyak 20 perusahaan yang membutuhkan 21 mw dan beberapa industri di Kota Bumi yang menunggu pasokan listrik 2,4 mw.

Lampung menjadi basis bagi produksi industri berbahan baku alam seperti CPO, kakao, kopi, kelapa, dan semen. "Salah satunya permintaan terbesar dari produsen semen PT Holcim Indonesia Tbk yang ingin investasi di tahun 2013," kata Manajer Bidang Niaga PLN Lampung, Indra Bungsu, sebelumnya. nig/E-11

© Koran Jakarta

Posted in: Energi,PLN,PLTU

#Tag : Energi PLN PLTU

PLTU Tello Meledak, PLN Sulselbar Pemadaman Bergilir

Ilustrasi. (Foto: Pebrianto Eko Wicaksono/Okezone)
Ilustrasi. (Foto Pebrianto Eko Wicaksono/Okezone)
MAKASSAR - Efek meledaknya trafo di PLTU Tello mulai terasa. Sejak kemarin hingga berita ini diturunkan, warga kota Makassar mulai merasakan pemadaman bergilir.

"Saya tinggal di Jalan Hertasning belakang DPRD Makassar, mati lampu sejak pukul 18.30 sampai 20.30 wita. Saat di sini menyala, kawasan Tamalate mulai mati lampu," urai Riny Svinndall kepada Okezone, Kamis (1/11/2012) malam.

Warga Jalan Haji Kalla Suwarny mengaku kompleks perumahannya mengalami pemadaman lampu selama dua jam. "Padamnya mulai pukul 08.00 sampai jam 22.00 wita. Kami kepanasan. Soalnya angin tidak bertiup, gerah," katanya.

Tak hanya itu, Andi Hajra warga Jalan Daeng Tata juga mengeluhkan padamnya lampu di kompleks perumahannya. Lampu padam pada pukul 08.00 hingga 20.00 Wita. "Kami kepanasan, walaupun sore tadi sempat hujan sebentar tapi tidak cukup. Ada anak tetangga, masih kecil sampai menangis meraung-raung karena kepanasan," ujar Hajra.

Saat dikonfirmasi, pihak PLN mengakui hingga Kamis malam belum semua pembangkit listrik dalam sistem kelistrikan Sulselbar masuk ke dalam sistem. Itu karena beberapa di antaranya harus menjalani pendiingan boiler  pembangkit listrik lalu kemudian di-restart lagi.

"Itu pun untuk dipanaskan kembali membutuhkan waktu delapan jam. Waktu pendinginan bolier butuh 30 jam. Ini memang karakteristik pembangkit berbahan bakar batu bara," jelas Manajer Transmisi dan Distribusi PLN Sulselbar Andi Lakipadada.

Lakipadada mengemukakan, saat ini daya mampu PLN Sulselbar sebesar 491 megawatt (mw). Terjadi pengurangan daya mampu dari sebelumnya sebesar 784 mw.

"Ini terjadi sejak terjadinya gangguan sistem dengan terbakarnya trafo step up di PLTU Tello Rabu malam. Saat ini PLN sudah tidak mensuplai lagi Semen Tonasa dan Semen Bosowa, tapi daya mampu tetap menurun," imbuh Lakipada.

Data yang diungkapkan PLN Sulselbar menyebutkan, ada dua pembangkit besar yang belum bisa masuk sistem karena sedang proses pendinginan boiler untuk di-restart lagi. Keduanya adalah PLTU Barru dengan daya terpasang 35 mw, PLTU Jeneponto 200 mw.

"PLTU Barru dan Jeneponto masing-masing butuh waktu 30 jam untuk pendinginan boiler dan delapan jam untuk pemanasan. Jadi keduanya efektif masuk ke sistem kelistrikan PLN Sulselbar 2 November 2012 pukul 24.00," pungkas Lakipadada.(ade)

© Okezone

Posted in: Energi,PLN,PLTU

#Tag : Energi PLN PLTU

PLTU Jeneponto Siap Beroperasi

http://www.investor.co.id/media/images/medium2/20111204003546381.jpg Presiden Direktur Bosowa Corporation Erwin Aksa (dua dari kiri) didampingi Komisaris Utama PT Bosowa Energi Dewi Kam (dua dari kanan), Komisaris Bosowa Energi Yasin (kanan), dan Kepala Divisi Bisnis Umum PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Zainuddin Mappa (kiri) saat berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto, Makassar, Kamis (1/12). PLTU Jeneponto dengan investasi US$ 220 juta ini siap memasok listrik pada Maret 2012 atau lebih cepat sebulan dari yang dijadwalkan. Foto: Investor Daily/ ANTARA/HO-Bosowa/hp/11

Jakarta � Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik dijadwalkan akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto dengan kapasitas 2x125 Megawatt (MW), di Desa Punagaya, Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Rabu (19/12).

“Insya Allah, Bapak Menteri Jero Wacik ESDM akan meresmikan PLTU milik PT Bosowa Energy ini hari Rabu besok,” kata Chief Executive Officer (CEO) Bosowa Erwin Aksa dalam siaran persnya, Minggu.

Menurut dia peresmian PLTU ini juga akan dihadiri oleh Duta Besar China untuk Indonesia, Liu Jianchao.

PT Bosowa Energy merupakan anak usaha Bosowa dan PT SSP (Sumberenergi Sakti Prima) yang mengoperasionalkan PLTU Jeneponto.

PLTU Jeneponto tahap pertama ini dibangun dengan nilai investasi sekitar 250 juta dolar AS. Erwin mengatakan, pembangunan PLTU ini hingga masuk ke sistem jaringan distribusi PLN lebih cepat enam bulan dari target yang direncanakan 30 bulan.

Erwin mengatakan, setelah menjalani firing dan steam blowing atau uji coba mesin beberapa kali, PLTU ini telah dinyatakan beroperasi secara penuh dan berfungsi dengan baik.(tk/ant)

● Investor Daily

Posted in: Energi,PLTU

#Tag : Energi PLTU

Antam Bangun PLTU Batu Bara Senilai US$ 145 Juta

Jakarta � PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan membangun PLTU batu bara di Pomalaa yang berkapasitas 2 X 30 MW dengan nilai US$ 145 juta.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (17/12/2012). Untuk mendukung proyek di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara terebut, perseroan telah menandatangani kontrak EPC (engineering, procurement and construction) dengan Sumitomo Corporation.

PLTU batu bara ini memiliki tipe circulating fluidised bed (CFB). Setelah PLTU batu bara ini beroperasi, biaya energi feronikel Antam diharapkan dapat turun sekitar 15-20%.

PLTU batu bara Pomalaa diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik fasilitas pendukung pabrik FeNi I, II dan III. Perseroan saat ini tengah melakukan modernisasi dan optimasi pabrik FeNi I di Pomalaa yang sudah beroperasi sejak 1976.

Pembangunan PLTU batubara Pomalaa akan memerlukan waktu 25 bulan untuk Unit-1 dan 28 bulan untuk Unit-2. PLTU batubara Pomalaa membutuhkan sekitar 300.000 ton batubara kalori rendah setiap tahun dengan nilai kalori 4.200 kcal/kg (GAR).

● Inilah

Posted in: PLTU

#Tag : PLTU

[Foto] Pembangunan Proyek PLTU Tidore Dikebut

Pembangunan proyek PLTU Tidore, Maluku Utara, terus dikebut. PLTU Tidore dengan berkapasitas 2 X 7 MW ini akan selesai pada bulan September 2013 dan akan dipercepat pekerjaannya bulan Agustus 2013 agar segera beroperasi.

Pembangunan Proyek PLTU Tidore Dikebut

Sekretaris Perusahaan PLN, Adi Supriono (kiri) didampingi General Manajer PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ikhsan Asaad (tengah) dan Manajer PLN Area Ternate, Dwi Murwanto (Kanan) berbincang, Saat meninjau Pembangunan Proyek PLTU Tidore, Maluku Utara, Kamis (9/5). Agus Trimukti/Humas PLN.

Pembangunan Proyek PLTU Tidore Dikebut

PLTU Tidore dengan berkapasitas 2 X 7 MW merupakan bagian dari proyek percepatan 10000 MW tahap pertama luar Jawa. Agus Trimukti/Humas PLN.

Pembangunan Proyek PLTU Tidore Dikebut

Direncanakan PLTU Tidore ini akan selesai pada bulan September 2013  dan akan dipercepat pekerjaannya bulan Agustus 2013. Agus Trimukti/Humas PLN.

Pembangunan Proyek PLTU Tidore Dikebut

Saat ini beban puncak di Ternate mencapai 22 MW sedangkan daya produksi hanya 21 MW yang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Agus Trimukti/Humas PLN.

Pembangunan Proyek PLTU Tidore Dikebut

Dengan beroperasinya PLTU Tidore PLN akan menghemat penggunaan BBM sebesar Rp 1 milayard/perhari. Agus Trimukti/Humas PLN.

  ● detikFoto

Posted in: Foto,PLTU

#Tag : Foto PLTU

Palu akan tambah PLTU

Palu - Pemerintah Kota Palu berencana menambah pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2 x 18 megawatt untuk menambahi kapasitas terpasang saat ini 2 x 15 megawatt.

"Kita mau tambah investasi pembangkit lagi, tapi masyarakat sekitar masih menolak. Makanya sekarang kami masih sosialisasikan dulu kepada masyarakat," kata Wali Kota Palu Rusdy Mastura di Palu, Minggu.

Rusdy Mastura mengatakan, pembangkit itu akan dibangun di area PLTU yang ada karena lokasinya masih mencukupi.

Dia mengatakan investor yang akan berinvestasi masih tetap investor yang sama pada pembangkit sebelumnya, yakni dari China.

Cudi mengatakan investasi itu dibutuhan karena kebutuhan listrik akan terus berkembang meskipun nanti PLTA Sulawena, Poso sudah terkoneksi dengan jaringan PLN Palu.

Masyarakat di sekitar lokasi pembangkit di Kelurahan Mpanau, Palu Utara, beberapa waktu lalu memprotes perusahaan dan pemerintah daerah karena menganggap limbah hasil pembakaran batubara berbahaya bagi lingkungan.

"Hasil penelitian hasil pembakaran batu bara itu bukan bahan berbahaya, justru lebih berbahaya limbah rumah sakit," kata Cudi.

Dia mengatakan pemerintah Kota Palu sedang melakukan sosialisasi rencana pemanfaatan limbah hasil pembakaran batu bara menjadi bahan baku batako ringan karena itu bukan bahan berbahaya.

Dia mengatakan rencana pembuatan batako ringan tersebut sedang dalam penelitian agar bisa mendapatkan hasil yang berkualitas dan ringan melalui proses campuran bahan-bahan tertentu. Selain itu juga bisa ditambah dengan sekam padi.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah itu mengatakan jika limbah hasil pembakaran itu sudah dimanfaatkan maka akan menambah penghasilan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Ia mengatakan dirinya juga sudah meminta PT Pusaka Jaya Palu Power selaku operator PLTU tersebut agar menanami pohon bakau di sekitar lokasi pembangkit sehingga bisa membantu menghalau debu hasil pembakaran PLTU.

Selain itu, kata dia, perusahaan juga diminta membeli mobil mbulance agar bisa digunakan masyarakat setempat. "Itu kalau mereka setuju," katanya.

Cudi mengatakan rencana penambahan pembangkit tersebut tergantung dari kesiapan masyarakat sekitar karena pemerintah kota sendiri tidak bisa memaksakan mereka untuk menerimanya.

Dia mengatakan penambahan pembangkit tersebut tidak lagi melakukan pembebasan lahan karena lahan yang ada saat ini cukup untuk penambahan pembangkit baru.

  ● Antara

Posted in: Energi,PLTU

#Tag : Energi PLTU

[Foto] PLTU Pacitan Mulai Beroperasi

PLTU 1 Jawa Timur, Pacitan telah beroperasi secara komersil. PLTU ini merupakan bagian dari Proyek Percepatan PLTU 10.000 MW.

http://images.detik.com/content/2013/09/02/461/pltu1.jpg

Petugas PLTU Pacitan sedang memindah batu bara di Coal Yard/coal shelter sebagai bahan bakar mesin pembangkit, Pacitan, Jawa Timur. Agus Trimukti/Humas PLN.

http://images.detik.com/content/2013/09/02/461/pltu2.jpg

PLTU 1 Jawa Timur, Pacitan dengan kapasitas 2X315 MW terletak di Desa Sukorejo, Kec. Sudimoro, Pacitan. Agus Trimukti/Humas PLN.

http://images.detik.com/content/2013/09/02/461/pltu3.jpg

Dioperasikan menggunakan batu bara kalori rendah sebesar 1.900.000 tetrix ton per tahun, PLTU 1 Jawa Timur, Pacitan ini merupakan bagian dari Proyek Percepatan PLTU 10.000 MW. Agus Trimukti/Humas PLN.

http://images.detik.com/content/2013/09/02/461/pltu4.jpg

Selesai Commercial Operation Date (COD) unit 1 pada 24 Juni 2013 dan unit 2 pada 21 Agustus 2013. Dengan beropeasinya PLTU Pacitan ini PLN dapat melakukan penghematan 4 trilyun pertahun. Agus Trimukti/Humas PLN.

  ● detik

Posted in: Foto,PLTU

#Tag : Foto PLTU

Proyek Pembangkit Listrik Terbesar ASEAN di Jateng Rp 40 T Dikebut

http://images.detik.com/content/2013/09/12/1034/171818_listrik.jpg Jakarta - Proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah dengan nilai US$ 4 miliar atau sekitar Rp 40 triliun akan mulai dibangun dalam waktu dekat. Proyek akan dimulai pada lahan-lahan yang sudah dibebaskan.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan, proses pembebasan lahan belum selesai secara keseluruhan. Sehingga langkah yang diambil adalah dengan memulai pembangunan pada lahan yang sudah tersedia.

"Kalau persiapan diharapkan segera. Bahkan untuk tanah yang telah dibebaskan sudah mulai dikerjakan dalam waktu dekat di samping sertifikasi tanah yang akan difinalisasi," ujar Mahendra usai pertemuan dengan CEO Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Hiroshi Watanabe di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/9/2013).

Mahendra mengatakan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah sepakat untuk terus mendorong proyek ini. Diketahui PLTU Batang memiliki kapasitas 2x1.000 megawatt (MW) dengan luas lahan 192 hektar. Ini adalah salah satu pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara.

"Dukungan pemerintah pusat dan pemda itu kuat sekali karena menyadari arti strategis dari proyek tadi yang terutama tentu juga untuk penyediaan pasokan listrik yang dihasilkan karena memang besar dan juga kesempatan kerja pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pada wilayah dan lingkungan di sana," jelas Mahendra.

Pada kesempatan yang sama, Watanabe menjelaskan, informasi terkait PLTU Batang sudah diterima. Watanabe mengaku akan terus berupaya untuk mendorong percepatan proyek tersebut.

"PLTU Batang sudah dijelaskan dan akan dilakukan segera. kami mendapat informasi yang sama. Memang kami memperhatikan itu molor dari jadwal yang ditentukan dan kami terus mendorong untuk lebih cepat lagi. Kami akan mengikuti governance yang akan dibawa oleh Indonesia," ujar Watanabe.

PLTU Batang menjadi pembahasan antara Mahendra dan Watanabe, karena anggaran proyek PLTU Batang hampir keseluruhan dari JBIC. Selain itu pembahasan juga dilakukan untuk proyeksi kerjasama ke depan.(mkl/dnl)

  ● detik

Posted in: Energi,PLTU

#Tag : Energi PLTU

Indonesia siap ekspor listrik ke Papua Nugini

Dahlan ungkap Indonesia siap ekspor listrik ke Papua Nugini Jakarta ☆ Akhir tahun ini, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 20 Megawatt di Holtekamp, Papua akan rampung pengerjaannya. Pada tahap awal, PLTU akan mengaliri listrik sebanyak 1 Megawatt ke kota-kota kecil sekitar Papua. PLTU tersebut merupakan bagian dari proyek listrik pemerintah 10.000 Megawatt. "Pembangunannya sudah hampir jadi. Tunggu finishing. Saya kira akhir tahun ini selesai," ujar Menteri BUMN, Dahlan Iskan di kantornya, Jakarta, Selasa (11/3). Rencananya, PLTU tersebut juga diminta oleh pemerintah Papua Nugini untuk mengaliri listrik di perbatasan Papua-Papua Nugini. Selanjutnya, pemerintah Papua Nugini yang akan menyambung distribusi ke kota Vanimo, Aitape hingga ke Wewak. Keinginan tersebut telah diungkapkan oleh Menteri BUMN Papua Nugini, Been Micah saat menemui Dahlan. Untuk itu, besok pagi di kantor PLN akan dibahas lebih lanjut mengenai kerja sama tersebut. "Besok jam 8 akan ada bicara kelistrikan Papua Nugini dan PLN di kantor PLN bicarakan tarif. Itu teknis di PLN, biarlah enggak ikut campur," jelasnya. Menurut dia, pengaliran listrik akan menggunakan kabel berkapasitas 70 Kilo Volt agar dapat memenuhi listrik hingga jarak 100 Km. "Tadi pembicaraannya ditambahkan kirim listrik ke kota berikutnya dan kota berikutnya, 3 kota," jelasnya.[bim]

  ♞ Merdeka

Posted in: Energi,PLTU

#Tag : Energi PLTU

Investor Cina Bangun Pembangkit Listrik Rp 9 Triliun di Bali

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpg Hari ini, secara resmi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang mulai beroperasi. PLTU ini terletak di Kabupaten Buleleng, sekitar 150 km dari Kota Denpasar, dengan kapasitas tahap I mencapai 3 x 142 MW.

PLTU ini dibangun oleh China Huadian Engineering Co, Ltd (CHEC) sebagai mayoritas pemegang saham. Investor lain yang terlibat dalam pembangunan PLTU ini adalah Merryline International Pte. Ltd (MIP) dan PT General Energy Indonesia (GEI).

"Hari ini, penyelesaian PLTU Celukan Bawang Proyek Tahap I telah menjadi kisah sukses lain. PLTU ini akan dioperasikan oleh China Huadian Operation Company," kata Chairman of China Huadian Corporation Sung Qingsong, dalam sambutannya di PLTU Celukan Bawang, Bali, Selasa (11/8/2015).

Pada tahap I ini, tiga generator berkapasitas 142 MW dibangun sehingga total listrik yang dapat dipasok saat ini mencapai 426 MW, dan masih terdapat ruang untuk tambahan dua generator berkapasitas 300 MW. Berdasarkan Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN, PLTU Celukan Bawang akan memasok listrik hingga 30 tahun dengan suplai per tahun sebanyak 2.831 GWh.

Total dana yang digelontorkan untuk proyek pembangunan PLTU Celukan Bawang mencapai USD 700 juta atau kurang lebih Rp 9 triliun. "Sejauh ini, ini adalah investasi terbesar di luar negeri yang pernah dilakukan oleh Huadian Corporation, perusahaan induk CHEC," kata Qingsong.

Dia menambahkan, pihaknya menginvestasikan dana tambahan sebesar USD 10 juta US$ untuk membangun bidang batubara melingkar penuh tertutup pertama di Indonesia untuk mencegah polusi debu. "Dan air limbah telah diperlakukan dengan cara yang terpusat dan daur ulang," ucapnya.

PLTU Celukan Bawang dapat memenuhi 40 persen dari kebutuhan listrik Pulau Bali sehingga tidak terjadi lagi krisis listrik di pulau dewata. Selain itu, PLTU ini juga mengurangi ketergantungan Bali terhadap pembangkit-pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM). "Dengan demikian membawa manfaat untuk pengembangan ekonomi lokal serta kehidupan masyarakat Bali," tutupnya.Penampakan PLTU Buatan China Rp 9 Triliun di Bali http://images.detik.com/content/2015/08/11/1034/125517_celukanbawangii.jpg Investor asal China yakni China Huadian Engineering Co, Ltd (CHEC) berhasil menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang, di Bali dengan nilai investasi US$ 700 juta, atau sekitar Rp 9 triliun.

Letak PLTU ini berada di Kabupaten Buleleng, atau sekitar 150 km dari Kota Denpasar. CHEC tidak sendirian, ada lagi keterlibatan investor lainnya, yakni Merryline International Pte. Ltd (MIP) dan PT General Energy Indonesia (GEI), namun CHEC memegang saham mayoritas di PLTU Celukan Bawang.

Dengan hadirinya PLTU Celuk Bawang ini, berdampak pada penghematan bagi PLN sekitar Rp 5 triliun per tahun. Karena tak lagi menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan pantauan detikFinance, Selasa (11/8/2015) PLTU ini memiliki tiga generator berkapasitas 142 MW dibangun, sehingga total listrik yang dapat dipasok saat ini mencapai 426 MW, dan masih terdapat ruang untuk tambahan dua generator berkapasitas 300 MW. Berdasarkan Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN, PLTU Celukan Bawang akan memasok listrik hingga 30 tahun dengan suplai per tahun sebanyak 2.831 GWh.

Dengan beroperasinya PLTU ini, membuat Bali akan mengurangi ketergantungan Bali akan pasokan listrik dari jaringan listrik sistem Jawa-Bali. PLTU ini juga dapat memenuhi 40% dari kebutuhan listrik Bali, sehingga Bali tidak lagi mengalami kekurangan listrik.

 Berikut penampakannya :

  ★ detik

Posted in: Energi,Investasi,PLN,PLTU

PLTU Terbesar ASEAN Akhirnya Dibangun

♙ Dirut PLN: Prosesnya Berat http://images.detik.com/content/2015/08/28/1034/092354_pltubatang.jpg Maket PLTU Batang (Foto: Dana/detikFinance) ♙

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir lega akhirnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah dibangun juga. Pembangkit berkapasitas 2x1.000 MW ini molor 4 tahun dari rencana semula.

"Ini kan untuk bangsa. Memang prosesnya berat. Tapi kita tetap usahakan supaya ini jadi‎ jalan." katanya ditemui di lokasi pembangunan, Jumat (28/8/2015).

Pembangunan PLTU terbesar di ASEAN ini akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini. Jokowi akan didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

PLTU ini dibangun dan dikelola oleh PT Bimasena Power Indonesia, yang merupakan perusahaan patungan dari konsorsium J-Power, Itochu, dan‎ Adaro.

Kebutuhan dana investasi untuk membangun PLTU ini diperkirakan mencapai US$ 4 miliar, atau Rp 56 triliun. PLTU berdiri di atas lahan seluas 226 hektar di 3 desa, yakni Ujungnegoro, Karanggeneng, dan Ponowareng. (ang/ang)9 Hektar Lahan PLTU Terbesar di ASEAN Belum Bebas http://images.detik.com/content/2015/08/28/1034/094019_pltubatang1.jpg Maket PLTU Batang (Foto: Dana/detikFinance) ♙

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah akhirnya dibangun juga meski masih ada lahan yang belum bebas. PT PLN (Persero) akan membawa masalah lahan ini ke pengadilan.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menyatakan sampai saat ini masih ada sekitar 9 hektar lahan di area pembangkit berkapasitas 2x1.000 MW itu yang belum bebas.

"Sekarang sudah semakin kecil. Kita musyawarah terakhir minggu lalu untuk tinggal yang 9 hektar. Dari yang 9 hektar itu akhirnya kita putus untuk taruh di pengadilan," ujar Sofyan ditemui di lokasi pembangunan, Jumat (28/8/2015).

Ia mengatakan, rata-rata nilai pembebasan lahan dihargai Rp 100.000 per meter. Jadi untuk 9 hektar kira-kira butuh 9 miliar.

"Ini titip di pengadilan, tapi sepertinya juga mereka setuju. Nggak ada masalah," katanya.

Pembangunan PLTU terbesar di ASEAN ini akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini. Jokowi akan didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (ang/ang)4 Tahun Mangkrak, PLTU Terbesar ASEAN Ini Akhirnya Dibangun http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpg Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terbesar di ASEAN berkapasitas 2 x 1.000 MW‎ di Batang, Jawa Tengah akan diresmikan pembangunannya pada hari ini. Pembangunan ditandai oleh peresmian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Acara hari ini penting sebagai penanda dimulainya megaproyek yang mangkrak sejak 4 tahun lalu tersebut.

PLTU ini dibangun dan dikelola oleh PT Bimasena Power Indonesia, yang merupakan perusahaan patungan dari konsorsium J-Power, Itochu, dan‎ Adaro.

Kebutuhan dana investasi untuk membangun PLTU ini diperkirakan mencapai US$ 4 miliar, atau Rp 56 triliun. PLTU berdiri di atas lahan seluas 226 hektar di 3 desa, yakni Ujungnegoro, Karanggeneng, dan Ponowareng.

Sebelumnya megaproyek ini sempat tertunda pembangunannya akibat proses pembebasan lahan yang tak kunjung usai. Hingga Maret 2015 tercatat, dari 226 hektar lahan yang dibutuhkan, sekitar 12,5 hektar atau 5% belum bisa dibebaskan.

Meski lahan yang terbebas sudah mencapai 95%, sayangnya proses pembangunan belum bisa dimulai. Karena, lokasi tanah yang belum dibebaskan adalah lokasi penting yang nantinya akan menjadi lokasi berdirinya bangunan utama PLTU ini. (dna/dnl)PLTU Terbesar di ASEAN Pakai Teknologi Jepang http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan dimulainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah berkapasitas 2 x 1000 Mega Watt (MW). PLTU ini bakal yang terbesar di ASEAN, dengan teknologi pembangkit berbasis batu bara dari Jepang.

"Kita pakai teknologinya namanya ultra super critical. Di Jepang, teknologi ini yang punya J-Power yang sekarang juga menjadi salah satu konsorsium di PT Bimasena Power Indonesia (BPI) ini," kata Direktur Utama‎ BPI Mohammad Effendi ditemui di lokasi acara, di Batang, Jumat (28/8/2015).

Ia mengatakan ada dua keunggulan utama dari teknologi ini dibandingkan dengan tenknologi pembangkitan yang selama ini sudah diterapkan di Indonesia. Pertama adalah konsumsi batubara yang lebih minim ketimbang teknologi terdahulu yakni teknologi super critical.

"Kalau super critical untuk menghasilkan 1 kwh membutuhkan sejumlah 'X' batubara. Sedangkan teknologi ultra super critical hanya membutuhkan sejumlah 'X' minus batubara.‎ Artinya untuk menghasilkan daya yang sama teknologi kita pakai batu bara yang lebih sedikit," katanya.‎

Keunggulan kedua, adalah emisi atau limbah sisa pembakaran yang lebih sedikit. Sehingga bagi lingkungan, teknologi ini jelas lebih aman dan lebih ramah lingkungan.‎

"Teknologi ini mamp‎u menghasilkan panas tinggi. Komponennya pun mampu menahan panas yang sangat tinggi beda dengan yang lain yang batas panasnya lebih rendah dari teknologi kita. Karena batu bara ini dibakar dalam panas tinggi sehingga pembakarannya sempurna dan sisa pembakarannya itu‎ lebih sedikit," katanya.

Diharapkan proses pembangunan bisa cepat dilakukan dan dapat lebih cepat mengaliri listrik Pulau Jawa dan sekitarnya.‎ Pada 2018, Jawa-Bali terancam mengalami krisis listrik bila tak ada tambahan pembangkit baru.‎ (dna/hen)Sejarah Panjang Proyek PLTU Batang, Terbesar di ASEAN

http://images.detik.com/albums/detikfinance/PLTU_Batang_Infografis_Detikfinance1.jpg

Hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dimulainya pembangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 1.000 MW, Batang, Jawa Tengah. Pembangkit ini diklaim terbesar di kawasan ASEAN.

Namun, perjalanan proyek ini cukup panjang, di rencanakan dibangun pada 2010, tapi selama 4 tahun mandek karena permasalahan pembebasan lahan yang tidak berujung selesai. Apalagi proyek PLTU ini sangat vital, karena bila tak selesai pada 2018, wilayah Jawa-Bali terancam krisis listrik. Proyek PLTU Terbesar di ASEAN Bakal Serap 5.000 Pekerja Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang, Jawa Tengah diharapkan bisa menggerakkan roda perekonomian di sekitar kawasan proyek. Karena, Proyek PLTU berkapasitas 2 x 1.000 MW ini akan melibatkan sekitar 5.000 tenaga kerja.

Direktur Utama PT Bimasena Power Indonesia Mohammad Effendi mengatakan, penyerapan tenaga kerja akan diprioritaskan dari masyarakat di sekitar lokasi proyek.

"4.000-5.000 orang dalam konstruksinya. Pada saat konstruksi terbuka luas dari mulai pekerjaan kecil, pasang batu hingga yang besar itu terbuka bagi orang-orang di sini untuk terlibat. Untuk mereka yang ingin bekerja kita persilakan," kata dia di lokasi proyek, Jumat (28/8/2015).

Bukan hanya dalam kegiatan konstruksi, perusahaan juga akan memberikan prioritas penyerapan tenaga kerja untuk keperluan operasional saat pembangkit ini sudah mulai beroperasi di sekitar 2018 atau 2019.

Mengingat teknologi yang diterapkan pada pembangkit ini adalah teknologi tinggi‎, perusahaan pun tidak segan untuk memberikan pendidikan ke pada masyarakat calon pekerja di PLTU ini nantinya.

"Setelah nanti menjelang pengoperasian, dua tahun sebelum operasi sudah mulai kita arahkan untuk mendidik orang-orang dari sini yang nantinya bisa masuk. Jadi dua tahun sebelumnya kita mulai lakukan pendidikan," kata dia.

Adapun jumlah tenaga kerja yang akan diserap khusus untuk kegiatan operasi diperkirakan adalah 500 orang.

"Tapi itu yang inti saja. Kalau sudah beroperasi nanti, industri penunjang pasti akan banyak. Bisa itu warteg, laundry, dan penunjang lainnya. 1.000 orang lebih akan dihidupi kalau sudah beroperasi," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa kehadiran pembangkit listrik ini sangat penting bagi bergeraknya roda perekonomian. Bukan hanya industri besar seperti Pabrik-pabrik raksasa hingga perhotelan.

"Tetapi juga ibu-ibu yang punya usaha jait kecil-kecilan, nelayan kita untuk menghidupkan freezer supaya ikan mereka awet, dan anak-anak kita yang bleajar di malam hari," tegas Jokowi. (dna/rrd)

  ♙ detik

Posted in: Energi,PLN,PLTU

#Tag : Energi PLN PLTU