Loading Website
Tampilkan postingan dengan label PLN. Tampilkan semua postingan

PLN Gandeng PIP Kembangkan Pembangkit Listrik Micro Hydro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — PT PLN (Persero) menggandeng Pusat Investasi Pemerintah (PIP) guna mendukung pengembangan proyek-proyek pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan.

Kerjasama ini tertuang dalam MoU yang ditandangani dua belah pihak, antara Kepala PIP Soritaon Siregar dan Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, Rabu (16/5/2012) di Kantor PIP, Jakarta.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyambut baik tekad PIP untuk terjun ke renewable energi. Menurutnya, bisnis di bidang renewable akan semakin marak saat ini dan ke depan.

Trend harga energi renewable juga terus turun sehingga semakin menarik. “Saat ini ada 300 proposal pembangunan PLTMH yang masuk ke PLN,” sebut Nur Pamudji.

Ia mengatakan, salah satu proyek kelistrikan dengan energi terbarukan yang terus dikembangkan oleh PLN adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mini/Micro Hydro (PLTMH) yang ramah lingkungan.

Sayangnya, hingga kini, jumlah proyek PLTMH yang telah didanai masih relatif sedikit jika dibandingkan dengan potensi PLTMH yang ada di Indonesia.

Sampai bulan April tahun ini, total kapasitas PLTMH yang sudah memiliki kesepakatan jual beli listrik (Power Purchase Agreement) oleh PLN sebesar 211 MW.

Lebih lanjut, PLN mencatat hingga sekarang ini, potensi PLTMH yang masih bisa dikembangkan di berbagai lokasi secara tersebar diperkirakan mencapai 500 Mega Watt (MW).

Sementara total kapasitas PLTMH yang sudah dioperasikan oleh PLN maupun pengembang swasta (IPP) baru sekitar 36 MW, sedangkan yang tengah dalam tahapan konstruksi oleh pengembang swasta tercatat sebesar 138 MW.

• Tribunnews

Posted in: Energi,PLN,PLTMH

#Tag : Energi PLN PLTMH

Pembangkit Listrik Arus Laut akan Dibangun di Natuna

BATAM--MICOM : Provinsi Kepulauan Riau mengembangkan pembangkit listrik tenaga arus laut untuk mengaliri listrik di pulau-pulau terluar.

"Sedang dikembangkan pembangkit energi laut untuk listrik, menggunakan tenaga arus laut," kata Pakar Marine Eddywan, Sabtu (9/6).

Berdasarkan penelitian bersama ahli kelautan Provesor Hasyim Djalal, diketahui arus laut di perairan Kepri dapat menghasilkan ribuan giga volt sehingga sayang jika tidak dimanfaatkan.

"Energinya besar sekali, bisa membangkitkan turbin," kata dia yang meraih gelar master dari Tokyo University untuk bidak kelautan.

Kepri, kata dia, akan menggunakan teknologi sederhana dalam pembangkit ocean energy itu, agar bisa digunakan masyarakat pedesaan dan dengan anggaran yang murah. "Anggaran hanya sekitar Rp 100 jutaan," kata dia.

Pengembangan, kata dia, akan dilakukan awal 2013. "Kami sudah ajukan anggaran Rp 600 juta untuk APBD 2013, tidak besar-besar," kata dia.

Pada awal 2013, kata dia, tim akan mencari titik potensial untuk marine energy, lalu pemetaan pusat pembangkit energi alternatif. Pertengahan tahun akan dikaji teknologi sederhana aplikasi masyarajat kemudian akan diuji coba. Dan pada akhir tahun didistribusikan ke masyarakat.

"Awal 2014 sudah mulai diterapkan," kata dia.

Sebenarnya, teknologi pembangkit listrik arus laut sudah banyak dikenal di internasional, namun, karena menggunakan teknologi tinggi yang relatif mahal, maka sulit diterapkan di Indonesia.

Kepri, berupaya menekan biaya dan berusaha menggunakan teknologi sederhana agar bisa digunakan masyarakat.

Sebagai tahap awal, teknologi itu akan diterapkan di pulau-pulau terluar NKRI yang berpenghuni. "Seperti Pulau Keramut dan Pulau Laut di Kabupaten Natuna dan daerah yang sulit menjangkau listrik PLN," kata alumni Boston University itu. (Ant/OL-9)

MediaIndonesia

Posted in: Energi,Inovasi,PLN

#Tag : Energi Inovasi PLN

Merintis Jaringan Cerdas

Dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan dan menerapkan jaringan listrik ”cerdas”, pemadaman listrik bergiliran di Sumba tidak akan terjadi lagi. Pemerintah daerah di pulau kecil di Nusa Tenggara Timur ini bahkan mencanangkan akan bebas bahan bakar minyak pada tahun 2025.

Penduduk Sumba, seperti banyak pulau kecil lain di Indonesia, selama ini mengalami pemadaman listrik bergiliran. Paling tidak dalam seminggu ada satu hari tiap kampung akan mengalami pemadaman listrik. Ini karena terbatasnya daya listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dan terganggunya pasokan bahan bakar solar oleh kapal laut akibat cuaca buruk.

Masalah kelistrikan itu berpangkal dari ketergantungan yang tinggi pada pembangkit berbahan bakar fosil. Untuk mengurangi penggunaan BBM, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat bekerja sama dengan Pusat Konversi dan Konservasi Energi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memanfaatkan potensi energi terbarukan.

Pulau di NTT ini dapat menjadi pulau yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi karena memiliki beragam sumber daya energi terbarukan, terutama energi matahari, angin, air, dan biogas kotoran ternak.

Alternatif pembangkit yang akan didirikan adalah pembangkit listrik tenaga hibrida, yaitu menggabungkan pemanfaatan sel surya fotovoltaik, mikrohidro dan angin sebagai sumber energi pembangkit. Namun, hal itu belum menjamin kestabilan pasokan listrik ke permukiman penduduk. Penyebabnya, energi matahari hanya dapat diserap pada siang hari dan energi mikrohidro yang berasal dari sungai bawah tanah hanya bisa dipasok di musim hujan. Karena itu, PLTD tetap diperlukan sebagai cadangan.

Untuk mengoptimalkan kapasitas pembangkit listrik dari energi terbarukan ke dalam jaringan sistem kelistrikan diterapkan teknologi jaringan cerdas skala mikro (smart micro grid/SMG). Pengoperasian instalasi listrik yang berbasis SMG ini merupakan yang pertama di Indonesia. Peresmian dilakukan Menteri Riset dan Teknologi Prof Gusti Muhammad Hatta, Minggu (3/6).

”Teknologi ini mampu mengintegrasikan semua energi terbarukan, seperti sel surya fotovoltaik skala besar, minihidro, dan diesel. Pasokan listrik dari tiap pembangkit ini akan diatur secara otomatis oleh smart grid disesuaikan dengan tingkat kebutuhan listrik dari waktu ke waktu,” ujar Unggul Priyanto, Deputi Teknologi Informasi Energi dan Material BPPT.

Penerapan SMG selain memberikan sumbangan energi ke jaringan kelistrikan (grid), juga berkontribusi dalam penghematan bahan bakar serta mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan di daerah terkait.

 ”Smart grid” Sumba

Jaringan kelistrikan cerdas di Sumba ini memiliki pusat pengendali/kontrol yang berlokasi di Billa Cenge, Kabupaten Sumba Barat Daya. SMG mengintegrasikan PLTS fotovoltaik berkapasitas 500 kilowatt peak yang dirancang BPPT dan dibangun bekerja sama dengan Surya Energi Indotama atau PT LEN Industri ke jaringan listrik 20 kilovolt milik PLN, demikian Ferdi Armansyah, Kepala Program Smart Grid BPPT.

Selama ini jaringan listrik PLN di kabupaten itu hanya didukung dua PLTD, di Waikabubak (7 unit berkapasitas 4,5 MW) dan di Waitabula (4 unit kapasitas 2,1 MW ). PLTD ini masing-masing berjarak 60 km dan 20 km dari pusat kontrol SMG. Dalam SMG juga terjaring pembangkit energi terbarukan, yaitu mikro hidro di Lokomboro (5 unit berkapasitas 2,3 MW) yang berjarak 50 km.

Untuk mengantisipasi fluktuasi keluaran daya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan efisiensi energi digunakan perangkat baterai generasi baru disebut smart storage berkapasitas 500 kwh per hari. Baterai ini berfungsi sebagai kompensator untuk mengantisipasi fluktuasi keluaran daya PLTS sehingga penetrasi pembangkit dapat dioptimalkan. Ketika PLTS tidak dapat memasok listrik pada malam hari, baterai yang akan memasok listrik, demikian Dewayana A Nugroho dari Surya Energi Indotama.

Untuk mengoptimalkan pasokan daya listrik, seluruh pembangkit dilengkapi perangkat remote terminal unit yang berfungsi memantau parameter kelistrikan setiap pembangkit, mengendalikan, dan mengirimkan data ke pusat pengendali. Selanjutnya, pusat pengendali yang akan menentukan pembangkit-pembangkit yang paling optimal beroperasi.

 Keunggulan teknologi

Instalasi percontohan SMG Sumba memiliki beberapa keunggulan teknologi dibandingkan jaringan pembangkit konvensional, antara lain menggunakan modul PV jenis thin film yang relatif stabil keluarannya terhadap perubahan radiasi dibandingkan PV jenis kristalin, kata pakar sel surya dari BPPT Chalid.

Penggunaan teknologi baterai alir dengan proses elektrolisa menggunakan material vanadium memiliki kapasitas kecepatan charge/discharge 10 kali lipat dibandingkan baterai umumnya (lead acid battery/LAB) serta memiliki masa pakai hingga 100.000 siklus. Adapun LAB hanya 5.000 siklus.

Jaringan listrik cerdas juga menggunakan sistem supervisory control and data acquisition berbasis komunikasi data satelit VSAT. Sistem ini digunakan untuk mengoptimalkan pasokan daya listrik dari seluruh pembangkit listrik yang terdapat di Sumba bagian barat.

Menurut Gusti, langkah BPPT perlu ditindaklanjuti dengan kajian aspek pemanfaatan teknologi smart grid yang lebih luas dan mendorong pengembangan industri nasional. Teknologi smart grid harus didukung berbagai teknologi maju di bidang elektronika serta teknologi informasi dan komunikasi.

Terbangunnya SMG sebagai proyek percontohan, demikian Kepala BPPT Marzan A Iskandar, dapat menjadi acuan dalam kajian teknologi smart grid berikutnya. Hal ini dapat mendorong lahirnya peraturan serta standardisasi terkait pemanfaatan teknologi tersebut.

Selain itu, SMG juga dapat memacu industri nasional dalam menyediakan teknologi di dalam negeri. ”Mendirikan industri itu tidak saja untuk menggantikan produk impor, tetapi juga untuk meningkatkan kemandirian,” kata Gusti. (Kompas, 13 Juni 2012/ humasristek)

Posted in: BPPT,Energi,Ilmu Pengetahuan,PLN

PLN Investasikan Rp 4,9 T Bangun PLTA di Papua

http://www.jurnas.com/fototmp/detail/52815-67846-3268818-0-313e129c5a9a2292382735b332444ce0.jpg?1343827842 PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) mengalokasikan investasi sekitar Rp4,9 triliun untuk membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Baliem 2, di Wamena, Papua yang untuk tahap pertama berkapasitas 50 megawatt (MW). Pengerjaannya terdiri dari dua tahap, yaitu pembangunan akses jalan (access road) dan pembangunan utama (civil work, metalwork, electric mechanical work, transmission lines and sub stations).

"Total dana investasi yang dibutuhkan untuk kedua pekerjaan itu mencapai hampir Rp4,9 triliun yang menggunakan pembiayaan anggaran PLN atau APLN," kata Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Nur Pramudji, di Papua, Rabu (1/8).

Dalam keterangan resmi PLN yang diterima Jurnal Nasional dijelaskan, awal pembangunan infrastruktur jalan menuju proyek PLTA Baliem 2 memanfaatkan jalan yang ada (existing road) sepanjang 20 km dengan menyusuri daerah lereng pegunungan. Selain membangun jalan akses, PLN juga akan membangun jaringan transmisi 70 kV sepanjang kurang lebih 35 kilometer (km) yang akan mengalirkan listrik dari PLTA Baliem ke Gardu Induk Wamena.

Selanjutnya ini akan disalurkan kepada pelanggan PLN yang ada di Wamena, Kurulu dan daerah sekitarnya. Listrik yang dihasilkanoleh PLTA Baliem 2 ini juga akan dapat dinikmati masyarakat di beberapa daerah sekitar PLTA.

Untuk mengalirkan listrik dari PLTA Baliem ke tujuh kabupaten lainnya, PLN akan membangun jaringan listrik 20 kV pula. Dengan kehadiran PLTM Walesi yang saat ini beroperasi untuk memasok listrik pada sistem kelistrikan Wamena dan nantinya PLTA Baliem 2 pada 2017.

"Ini merupakan upaya dan kerja keras PLN dalam melistriki Papua, khususnya Wamena dan kota-kota sekitarnya dengan sepenuhnya memanfaatkan potensi sumber daya air," imbuh Nur Pramudji.

Pembangunan PLTA ini merupakan upaya PLN untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan BBM sebagai sumber penghasil listrik. "Dengan PLTA Baliem 2 ini tentunya rasioelektrifikasi akan terus tumbuh, masyarakat dapat memanfaatkan listrik untuk kegiatan perekonomian, pemerintah daerah dapat terbantu dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Nur Pamudji.

(Jurnas)

Posted in: Energi,PLN,PLTA

#Tag : Energi PLN PLTA

PLN Segera Lelang PLTG Aceh

PT PLN (Persero) akan segera melelang proyek pengadaan pembangkit listrik tenaga gas di Provinsi Aceh dengan kapasitas 200 MW.

"Lelang akan dilakukan setelah Lebaran ini," kata Kepala Divisi BBM dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki di Jakarta, Jumat (3/8).

Menurut dia, perkiraan nilai proyek pembangkit gas adalah sekitar US$1 juta per MW atau totalnya mencapai US$200 juta.

Suryadi menambahkan, pembangunan pembangkit direncanakan berlangsung selama delapan bulan. "Proyek pembangkit gas ini kami harapkan sudah beroperasi mulai tahun depan," katanya.

Ia juga mengatakan, pembangunan pembangkit gas bisa lebih cepat dibandingkan batu bara, karena lebih sederhana dan tidak memerlukan fasilitas yang kompleks seperti batu bara.

Menurut dia, PLTG tersebut akan menggantikan pembangkit berbahan bakar solar (PLTD) berkapasitas 150 MW yang saat ini masih disewa PLN.

"Nanti, kalau turbin gas ini sudah beroperasi, maka PLTD-nya akan dimatikan," ujarnya.

Untuk pasokan gasnya, Suryadi melanjutkan, direncanakan berasal dari Proyek LNG Tangguh, Papua Barat.

LNG Tangguh, lanjutnya, akan masuk ke pembangkit melalui terminal penerima di Arun, Aceh yang akan dibangun PT Pertamina.

"Jadi, setelah pembangkit beroperasi 2013, gas dari Tangguh sudah mulai masuk," katanya. (Ant/OL-9)

(MediaIndonesia)

Posted in: PLN,PLTG

#Tag : PLN PLTG

2016, PLN Ekspor Listrik ke Malaysia

JAKARTA - PT PLN (Persero) berniat mengadu nasib ke negara tetangga untuk melakukan ekspor listrik ke Semenajung Malaysia sebesar 600 megawatt (mw) pada 2016.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyebut saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap renegosiasi harga.

"Ekspor ke Semenanjung Malaysia masih dalam tahap negosiasi harga," kata Pamudji, di kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (6/8/2012).

Sedangkan terkait dengan harga jual listriknya, Pamudji menjelaskan, PLN akan memberikan harga jual di atas harga jual listrik di Indonesia.

"Yang jelas harganya lebih mahal dan pastinya menguntungkan. Tidak boleh rugi untuk harga listrik yang akan diekspor berkisar sembilan sen dolar per kwh," jelas Pamudji.

Menurut Pamudji, saat ini PLN masih melakukan ground breaking jaringan listriknya yang dananya dibiayai oleh Asian Development Bank (ADB). (gna) (rhs)

(okezone)

Posted in: Energi,PLN

#Tag : Energi PLN

Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid

 Menristek tinjau workshop pembangkit listrik tenaga hibrid

http://img.antaranews.com/new/2012/10/ori/20121005PLTneaga_Hibrid_Pandansimo_Yogya.jpg Bantul - Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Menristek) Gusti Muhammad Hatta, Jumat siang meninjau Workshop Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid di Desa Trimurti, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ditemani sejumlah pejabat Kementerian Ristek (Kemenristek) dan pejabat pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat, Menteri melihat-lihat aktivitas para teknisi yang ada di workshop pembuatan kincir angin dan panel surya bantuan Kementrian sejak dua tahun lalu.

"Saya kaget juga, ternyata di sini berkembang sekali, karena kalau misalnya ada kerusakan dalam kincir angin bisa diperbaiki sendiri, seperti dinamo maupun baling-baling itu kan bisa dibuat di sini," kata Menteri disela kunjungannya.

Menteri berharap, setelah mendapat kunjungan dapat semakin berkembang, sehingga bisa menjadi bengkel bagi keberadaan kincir angin yang terdapat di Pantai Pandansimo Baru atau sebelah selatan sekitar satu kilometer dari workshop ini.

"Ini juga akan menjadi bahan saya agar dapat dikembangkan ditempat lain, dan saya maunya beda-beda seperti kalau disini bisa berguna untuk nelayan karena menghasilkan es untuk pengawetan ikan, jadi itu terserah anda nantinya," kata Menristek.

Menurut menteri, Kemenristek menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan energi hibrid yang berbasis pada potensi panas matahari dan kekuatan angin.

Sebagai pilot project beberapa lokasi di Kabupaten Bantul juga dijadikan tempat pengembangan energi baru dan terbarukan ini, antara lain di Pantai Pandansimo, dengan seluas 37 hektar.

Saat ini pembangkit listrik energi hibrid atau kincir angin sudah terpasang di Pantai Pandansimo yakni di blok timur enam unit berkapasitas 1 KW, dua unit berkapasitas 2 KW, dua unit berkapasitas 2,5 KW, satu unit berkapasitas 5 KW, dua unit berkapasitas 10 KW sedangkan di blok barat ada 21 unit dengan kapasitas 1 KW.

Dalam kesempatan itu Menteri juga mengunjungi lokasi kincir angin di Pantai Pandansimo dan menyempatkan berdialog dengan perwakilan masyarakat, petani dan nelayan yang merasa terbantu dengan keberadaan kincir itu.(ANTARA)

 Menristek apresiasi energi hibrid di Bantul

http://img.antaranews.com/new/2012/10/ori/20121006Tinjau-Workshop-Tenaga-Hibrid-051012-SK-1.jpg Bantul - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta, memberikan apresiasi atas keberhasilan masyarakat Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terhadap pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) melalui kincir angin.

"Ide awalnya hanya sederhana, yakni dengan niat ingin menolong nelayan agar bisa mengawetkan ikan melalui tenaga hibrid, namun saat ini telah dampaknya berkembang macam-macam," katanya usai berkunjung ke Workshop PLTH di Desa Trimurti, Bantul, Jumat.

Kementerian Riset dan Teknologi menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sejak tiga tahun lalu guna mengembangkan energi hibrid yang berbasis pada potensi panas matahari dan kekuatan angin dengan memilih Pantai Pandansimo, Bantul, sebagai tempat pengembangan energi baru dan terbarukan ini.

Menurut dia, setelah berkembang selama tiga tahun setidaknya sampai saat ini bisa untuk mengangkat air untuk membantu pertanian di lahan pasir, bahkan menjadi tempat pariwisata dan memunculkan kesempatan kerja seperti jualan aneka kuliner.

"Saya tidak menyangka menjadi begini luasnya, yang mendukung keberhasilan ini karena kemauan masyarakat yang tinggi sekali, karena di awal kita serahkan dan selanjutnya terserah masyarakat, jika masyarakat kurang menerima, maka programnya cepat bubar," katanya.

Ia berharap, suatu program bersama juga dapat dikerjakan secara bersama-sama baik itu oleh masyarakat maupun pemerintah daerah, sehinggaa nantinya bisa berkembang dan menjadi contoh atau model bagi pengembangan di daerah lain.

"Seperti di Aceh itu, sebelumnya masyarakat jual biji kopi, supaya bisa meningkat pendapatan, maka kita kasih alat-alat, lalu kita latih terus, dan sampai saat ini tidak menjual biji kopi lagi melainkan jual serbuk. Harapan saya disini Bupati terus meneruskan," katanya.

Saat ini kincir angin sudah terpasang pesisir Pantai Pandansimo Bantul yakni di sebelah blok timur ada enam unit berkapasitas 1 KW, dua unit berkapasitas 2 KW, dua unit berkapasitas 2,5 KW, satu unit berkapasitas 5 KW, dua unit berkapasitas 10 KW, sedangkan di blok barat ada 21 unit dengan kapasitas 1 KW.

Selain itu, di Bantul juga terdapat Workshop PLTH yang memproduksi kincir angin dan panel surya sebagai bengkel, jika kincir angin yang terpasang di pantai selatan Bantul mengalami kerusakan baik baling-baling, kumparan maupun tiang penyangganya.(*)

@ Antara

Posted in: Energi,PLN,UGM

#Tag : Energi PLN UGM

Utang ke China, PLN Terbebani Syarat Ketat

 China banyak mengajukan persyaratan untuk pinjaman yang diberikan.

Dirut PT PLN (Persero), Nur Pamudji

PT Perusahaan Listrik Negara terus berupaya untuk mengurangi pembiayaan proyek dari negara China yang dianggapnya justru mempersulit gerak perusahaan. Pembiayaan yang selalu diiringi syarat menggunakan produk China, justru membuat PLN sulit memilih alternatif produk untuk material proyek.

"China itu masih minta (syarat), kalau Anda pinjam, kamu harus beli barang dari dia. Itu kebijakan dari negaranya," kata Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2012.

Nur Pamudji mengakui, pengajuan pinjaman ke lembaga keuangan China memang lebih ketat dibandingkan lembaga lain. Kreditor seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Japan International Cooperation Agency (JICA) umumnya tak mengikat.

Persyaratan yang lebih longgar dari kreditor selain China ini membuat PLN lebih leluasa membeli sejumlah produk dari Eropa.

Dari catatan PLN, selama ini, sejumlah proyek yang dibiayai kreditor China di antaranya pembangkit listrik 10 ribu Megawatt dan proyek pembangunan PLTU di Kalimantan Barat serta Sulawesi Selatan.

"Itu sepaket dengan Jembatan Suramadu dan rel ganda," tambahnya.

Nur Pamudji menegaskan, dengan peringkat layak investasi atau investment grade yang disandang Indonesia, PLN kini dapat memilih investor yang bisa diajak kerja sama. Nantinya, perusahaan akan lebih memprioritaskan skema terbaik guna pembiayaan proyek.

"Sekarang PLN sudah investment grade, Indonesia sudah investment grade," tambahnya.(art)

© VIVA.co.id

Posted in: Bisnis,PLN

#Tag : Bisnis PLN

GE dan PLN Gagas Proyek Energi Terbarukan di NTT

Hal itu menjadi model pengembangan pembangkit listrik yang menggunakan serpih kayu sebagai bahan bakar

General Electric (GE) dengan PT PLN (Persero) menandatangani letter of intent (LOI) untuk bekerja sama mengembangkan program energi terbarukan berupa pemanfaatan teknologi integrated biomass gasification sehingga dapat diterapkan sebagai proyek percontohan pembangkit tenaga listrik di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami yakin bahwa teknologi dan ahli dari GE dapat memainkan peranan penting dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga biomassa di Indonesia," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji, di Nusa Dua, hari ini.

Kesuksesan proyek percontohan pembangkit listrik di Sumba dan pulau-pulau lainnya ini akan menunjukkan kelayakan teknis dan ekonomi dari perluasan jaringan listrik ke daerah terpencil dengan menggunakan bahan bakar biomassa.

Hal itu menjadi model pengembangan pembangkit listrik yang menggunakan serpih kayu sebagai bahan bakar, di wilayah lain di Tanah Air.

Proyek tersebut diharapkan dapat menghasilkan tenaga listrik sebesar satu Megawatt untuk masyarakat dan industri kecil di daerah terpencil itu.

"Proyek tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen kami dengan GE yang akan menggunakan bahan bakar terbarukan untuk menghasilkan tenaga listrik guna memanfaatkan banyaknya sumber daya energi," ujarnya.

Sementara itu CEO GE Indonesia Handry Satriago mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membawa teknologi terdepan dan solusi untuk membantu Indonesia mengatasi tantangan dalam membangun negara.

"Kami sangat senang dapat mendukung PLN, dalam usaha mereka untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan listrik secara berkelanjutan, serta memberikan tenaga listrik yang dibutuhkan bagi jutaan masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah perdesaan," ucapnya.

Menurut dia, teknologi dalam proyek percontohan itu adalah solusi yang telah terbukti dapat mengolah gas sintetis dari bahan baku biomassa menjadi tenaga listrik.

Teknologi ini mendukung target Pemerintah Indonesia untuk mengurangi target emisi karbon sebesar 26 persen pada tahun 2020, serta meningkatkan penggunakan energi terbarukan dalam jaringan tenaga listrik di Indonesia.

© Berita Satu

Posted in: Energi,PLN

#Tag : Energi PLN

Tarif Listrik Naik Per Tiga Bulan

Tak Berlaku Bagi Pelanggan 450-900 Watt

Jakarta � Pemerintah menyiapkan kado spesial buat masyarakat di tahun 2013. Mulai 1 Januari 2013, setiap tiga bulan sekali tarif dasar listrik (TDL) akan dinaikkan secara bertahap hingga mencapai 15 persen hingga akhir tahun. Kenaikan tahap pertama, direncanakan rata-rata 4,3 persen.

"Sudah ditandatangani (Peraturan Menteri soal tarif listrik naik 15 persen) oleh Menteri ESDM pada 21 Desember kemarin. Mekanisme kenaikannya per tiga bulan, (tahap pertama) 4,3 persen, selanjutnya menyesuaikan. Pokoknya rata-rata 15 persen," ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman di kantornya, Rabu (26/12).

Meski begitu, pihaknya ingin kenaikan TDL itu tidak membebani rakyat kecil. Karenanya, keputusan itu hanya berlaku untuk pelanggan PLN dengan daya diatas 1.300 watt (volt ampere/VA), sementara pelanggan daya 450 watt dan 900 watt dibebaskan dari kenaikan ini. "Yang 450 watt dan 900 watt itu tidak termasuk karena mereka belum mampu," tukasnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengaku sudah menandatangani Permen kenaikan tarif listrik 15 persen itu. Keputusan itu dilakukan setelah mendapat lampu hijau dari DPR. Dia mengaku, ada beberapa opsi yang mengemuka. "Seperti naik sekaligus 15 persen per Januari, atau naik per bulan sampai terakumulasi 15 persen," terangnya.

Opsi pertama, menurut Jero, dinilai terlalu memberatkan masyarakat. Sedangkan opsi kedua dianggap terlalu merepotkan karena setiap bulan harus menghitung rata-rata kenaikan tariff listrik.

Akhirnya pilihan terbaik yang diambil adalah kenaikan per tiga bulan sekali dengan akumulasi tetap 15 persen. "Tahun depan disepakati"kenaikan tarif listrik per tiga bulan," lanjutnya.

Namun dia menegaskan, kenaikan 15 persen itu adalah rata-rata, artinya ada beberapa golongan yang naik lebih 15 persen dan ada yang kurang dari 15 persen. Mekanisme seperti itu terutama diterapkan untuk golongan pelanggan bisnis dan industri. "Industri yang dianggap lemah seperti garmen naikknya di bawah 15 persen. Tapi kalau seperti spa, tentu tidak dibawah," ketusnya.

Seperti diketahui, DPR sebelumnya telah menyetujui usulan pemerintah untuk mengalokasikan subsidi listrik tahun 2013 sebesar Rp 78,63 triliun. Hitungan ini diperoleh dengan asumsi tahun depan ada kenaikan tarif listrik sebesar 15 persen. Soal mekanisme kenaikan tarif listrik itu, DPR menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah, apakah naik bertahap atau sekaligus.(wir)

Penjualan Listrik PLN

Sektor

Giga Watt

Persentase

Rumah Tangga40.90541%
Komersial17.65918%
Industri34.76335%
Penerangan1.8202%
Sosial2.5603%
Pemerintah1.7792%

Sumber : Kementerian ESDM

» JPNN

Posted in: PLN

#Tag : PLN

10 PLTU Baru Beroperasi Awal Tahun Ini

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/01/03/134085/250x125/molor-dari-target-10-pltu-baru-beroperasi-awal-tahun-ini.jpg Jakarta � Pemerintah memastikan, pada periode Januari-Maret 2013 akan ada tambahan pasokan listrik sebanyak 1.400 Mega watt (MW) dari 10 PLTU.

PLTU tersebut merupakan proyek program percepatan (fast track production/ftp) 10.000 megawatt (MW) tahap I yang seharusnya mulai beroperasi tahun lalu. Tapi meleset dari target.

"Karena keluarnya Januari ini jadi seolah-olah di 2012 itu kurang atau mundur," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Kamis (3/1).

Rudi menyebutkan, salah satu penyebab mundurnya penyelesaian proyek kelistrikan tersebut adalah, proyek Sarulla yang masalah asetnya belum selesai. Selain itu perizinan Bupati terkait penggunaan tanah juga masih belum selesai.

"Sebenarnya tahun 2013 ada 19 pembangkit yang selesai. 10 pembangkit selesai pada Januari hingga Maret," tegas dia.

Rudi menargetkan, tahun ini akan banyak pembangkit listrik yang selesai. Pihaknya akan berupaya agar tidak ada yang proyek listrik 10.000 mW yang molor lagi hingga 2014.

"Makanya 2013 paling banyak nanti. Karena 2014 fix dicoba tidak akan ada yang mundur di 2014," katanya.

Sebelumnya, Direktur Konstruksi PLN, Nasri Sebayang mengatakan tahun 2013 merupakan tahun yang baik buat PLN, menurutnya pada tahun 2013 ini akan ada banyak proyek 10 ribu MW tahap I yang akan selesai.(mdk/noe)

• Merdeka

Posted in: Energi,PLN,PLTU

#Tag : Energi PLN PLTU

PTBA dan PLN Garap Pembangkit 1.200 Mw

Sinergi BUMN

Jakarta - PT Bukit Asam Tbk dan PT Perusahaan Listrik Negara kembali memperkuat sinergi. Keduanya sepakat menandatangi joint development agreement (JDA) proyek PLTU dengan kapasitas 800 sampai 1200 Megawatt di Riau. Proyek itu juga melibatkan perusahaan asal Malaysia, Tenaga Nasional Berhad. Ketiganya menandatangani JDA di Nusa Dua Bali, Senin (15/10).

Menurut Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono, kesepakatan JDA ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan MoU untuk proyek PLTU tersebut pada Juni lalu. "Dalam JDA ini menyebutkan sebagian dari energi listrik diekspor ke Malaysia melalui kabel bawah laut dari lokasi PLTU di Peranap, Indragiri Hulu, Riau," papar dia dalam keterangan tertulis, Senin (15/10).

Dia juga menambahkan, secara umum PTBA akan bertanggung jawab dalam penyiapan pengembangan tambang batu bara. Lantas, PLN mendapat porsi dalam pengembangan PLTU Mulut Tambang dan pihak TNB dari Malaysia menyiapkan pembangunan jaringan listrik menuju Telok Gong, di Melaka, Malaysia.

Ketiga pihak juga memperkuat komitmen dengan rencana membentuk tiga perusahaan patungan yang bergerak di tiga bidang usaha, yaitu pertambangan, PLTU, dan pembangunan transmisi listrik. "Dari ketiga perusahaan itu, PTBA menempati pemegang saham mayoritas untuk perusahaan patungan di sektor pertambangan dan penyediaan batu bara," ulas Joko.

Perseroan juga mempersiapkan sebagian wilayah tambang di Peranap untuk memasok kebutuhan batu bara pembangkit tersebut. PTBA memperhitungkan volume batu bara yang dibutuhkan per tahunnya mencapai 5-6 juta ton.

PTBA wilayah Peranap memiliki sumber daya batu bara sebesar 792 juta ton dan cadangan tertambang sebesar 367 juta ton. "Ini merupakan bagian dari total sumber daya batu bara yang dimiliki PTBA sebesar 7,29 miliar ton dan cadangan tertambang 1,99 miliar ton. PTBA mencatat, jenis kalori di Peranap termasuk rendah dan saat ini paling ekonomis untuk memasok pembangkit.

Pembangkit Banko Tengah

Sebelum JDA ini diteken, PTBA juga menjalin kesepakatan dengan PLN. Pertengahan September lalu, anak usaha perseroan, PT Huadian Bukit Asam Power, menandantangai power purchase agreement atau perjanjian jual beli listrik dengan PLN. Huadian Bukit Asam bakal membangun PLTU 2 x 620 MW di Banko Tengah, Tanjung Enim, Sumatra Selatan.

PTBA siap memasok kebutuhan batu bara 5,4 juta ton per tahun ke pembangkit senilai 15 triliun rupiah ini. Bukit Asam juga tengah memacu proses akuisisi satu unit tambang batu bara. Sejauh ini sudah ada pembicaraan akuisisi tambang yang telah mengerucut.

Perseroan memastikan bakal menggunakan dana internal dalam memuluskan aksi non-organik ini. Keyakinan ini ditopang dengan posisi kas dan setara kas per 30 Juni 2012 yang mencapai 4,26 triliun rupiah.[nig/E-7]

© Koran Jakarta

Posted in: BUMN,Energi,PLN

#Tag : BUMN Energi PLN

PLN Lampung Bangun 12 Pembangkit Listrik

 PLN Lampung Bangun 12 Pembangkit Energi Baru dan Terbarukan

pembangkit-listrik Lampung – PLN Distribusi Lampung akan membangun 12 pembangkit yang menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT) seperti tenaga panas bumi, tenaga surya, angin, biomassa dan jarak.

“Kami berupaya membantu agar kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi,” kata Plh General Manajer PLN Distribusi Lampung, Indra Bungsu, kepada wartawan, Selasa (16/10).

Saat ini kebutuhan listrik di Lampung dilayani 3 unit cabang/area masing-masing PLN Cabang Tanjung Karang, PLN Cabang Metro, PLN Cabang Kota Bumi.

Pasokan listrik di wilayah Lampung bersumber dari 17 unit gardu induk (GI) dengan tujuh mesin pembangkit.

Sementara pertumbuhan permintaan listrik di Lampung cukup tinggi. Hingga beban puncak mencapai 617 MW. Masih ada cadangan 63 MW.

Namun kalau ada gangguan pembangkit besar hingga kehilangan daya 680 MW, pasokan listrik akan defisit 26 MW.

“Kami berupaya mengoptimalkan pembangkit yang ada di Lampung,” jelas Indra.

Mengenai daerah yang belum teraliri listrik, ia mengemukakan kalau memang lokasi sedikit terisolir termasuk suatu pulau atau jauh dari jaringan yang ada, pihaknya tentu akan memikirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Kami masih mempertimbangkan, karena ada beberapa yang dilewati kawasan hutan lindung, seperti Lampung Barat,” katanya.

Menurut Indra, sampai September 2012 jumlah pelanggan listrik di Lampung tercatat 1,31 juta.

Sedangkan rasio elektrifikasi saat ini sudah mencapai 66,57 persen. “Sampai akhir tahun 2012, kami harapkan elektrifikasi bisa di atas 70 persen,” ujarnya.(setiawan/dms)

 PLN Lampung Minta Anggaran Rp 516 Miliar

pln1

Demi memenuhi kebutuhan listrik yang terus meninggi seiring laju aktivitas kalangan industri dan bisnis, PLN Distribusi Lampung berharap direksi mengabulkan usulan anggaran investasi tahun depan Rp 516 miliar.

“Kami berharap pusat mengabulkan usulan anggaran tersebut,” kata Manajer bidang Keuangan PLN Distribusi Lampung, Pardamaean Matondang, Rabu (17/10/2012).

Saat ini PLN Distribusi Lampung berupaya keras memenuhi kebutuhan yang makin meningkat terutama dari calon pelanggan industri dan bisnis.

Plh General Manajer PLN Distribusi Lampung, Indra Bungsu, menjelaskan sekarang ini ada permohonan dari 27 calon pelangan industri besar yang ingin berinvestasi di area Tanjung Karang yang mencapai total 60 MW. Salah satunya produsen semen Holcim yang ingin investasi di tahun 2013.

Demikian di wilayah Metro, pihaknya juga menerima permintaan dari 20 calon pelanggan bisnis dengan total 21 MW. Selanjutnya, beberapa industri di Kota Bumi menunggu pasokan listrik 2,4 MW. “Ini perlu investasi,” katanya.

Jika manajemen mengabulkan usulan anggaran Rp 516 miliar, PLN Distribusi Lampung bisa memperluas jaringan dan distribusi untuk meningkatkan kualitas dan keandalan pasokan listrik. Selain itu juga pengadaan dan perawatan sarana.

Indra juga menegaskan saat ini tengah berupaya mengatasi susut jaringan (losses), baik teknis maupun non teknis.

Upaya yang terus digarap antara lain penyesuaian beban trafo, pembenahan administrasi dan penertiban jaringan listrik.(setiawan/sir)

© Poskota

Posted in: Energi,PLN

#Tag : Energi PLN

PLN Siap Operasikan PLTU Sebalang

Lampung - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang di Lampung pada Desember tahun ini. Proyek senilai sekitar 2 triliun itu memiliki kapasitas total 2x100 megawatt (mw). Manajer Proyek PLTU Sebalang, Ahmad Daryanto Ariyadi, mengatakan saat ini progres pengerjaan telah mencapai 95,98 persen.

"Pembangkit unit pertama sedang memasuki fase low test, yaitu uji ketahanan termasuk unsur safety selama satu minggu," kata dia di Lampung, Kamis (18/10). Selanjutnya, bakal dilakukan reliability test selama satu bulan. Pada fase ini, PLN memastikan tidak ada gangguan. Terakhir, akan menggelar performance test selama satu pekan.

Pada fase ini, perseroan menguji kemampuan pembangkit mencapai kapasitas maksimal. "Dengan commisioning on date akhir tahun ini, kami siap mengoperasikan pembangkit unit pertama," jelas dia. Unit kedua dijadwalkan memasuki tahap operasi sekitar kuartal III tahun depan.

Investasi proyek ini terdiri dari dua jenis mata uang, yaitu 154,27 juta dollar AS dan 595,1 miliar rupiah. Daryanto menuturkan penyerapan anggaran telah mencapai 85 persen untuk investasi bermata uang dollar AS dan 90 persen untuk dana bermata uang rupiah.

Proyek ini juga merupakan sinergi antar-BUMN lantaran PLN memercayakan pekerjaan engineering, procurement, and construction (EPC) pada PT Adhi Karya Tbk. Effective date kontrak ditandatangani pada Oktober 2007 silam. Sejatinya, tenggat pengoperasian unit pertama PLTU Sebalang ini dipatok pada November tahun lalu alias mundur satu tahun menjadi akhir 2012.

Begitu juga dengan unit kedua yang dijadwalkan beroperasi pada Februari 2012 lalu. "Keterlambatan karena faktor teknis karena kami juga harus memastikan instalasi dan kualitas dapat bekerja optimal," tegas Daryanto. Meski mundur, hal itu tidak mengganggu sistem kelistrikan PLN wilayah Lampung.

Dia memerinci, saat ini cadangan listrik masih mencapai 63 mw. Jika PLTU Sebalang beroperasi, justru akan memperkuat pasokan listrik Lampung. "Bahkan jika terjadi trip atau gangguan, misalnya pada PLTU Tarahan, tidak ada defisit dan masih sanggup menambah nett 26 mw," papar dia.

 Kebutuhan Industri

PLN juga memperhitungkan sebagian besar tambahan aliran listrik PLTU Sebalang sebanyak 100 mw itu bakal langsung terserap oleh para pelanggan, terutama kalangan industri yang telah mengajukan permintaan listrik hingga total 83,4 mw.

"Dari cabang Tanjung Karang sendiri kan ada permintaan 60 mw dari pelanggan besar," papar Daryanto. Angka itu berasal dari 27 industri dan belum termasuk dari dua cabang di bawah tanggung jawab PLN Wilayah Lampung. Permintaan juga datang dari dua cabang lainnya, yaitu Metro sebanyak 20 perusahaan yang membutuhkan 21 mw dan beberapa industri di Kota Bumi yang menunggu pasokan listrik 2,4 mw.

Lampung menjadi basis bagi produksi industri berbahan baku alam seperti CPO, kakao, kopi, kelapa, dan semen. "Salah satunya permintaan terbesar dari produsen semen PT Holcim Indonesia Tbk yang ingin investasi di tahun 2013," kata Manajer Bidang Niaga PLN Lampung, Indra Bungsu, sebelumnya. nig/E-11

© Koran Jakarta

Posted in: Energi,PLN,PLTU

#Tag : Energi PLN PLTU

Mengapa PLN Tak Tertarik Nuklir?

 Keuangan PLN yang terbatas, sehingga memilih yang termurah.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji

Hingga saat ini PT Perusahaan Listrik Negara masih memilih menggunakan pembangkit listrik tenaga gas uap daripada pembangkit tenaga nuklir. Alasannya, pembangkit berbahan bakar batu bara jauh lebih murah ketimbang nuklir.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji menghitung, biaya pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir lebih mahal hingga dua kali lipat dibandingkan pembangkit listrik tenaga uap. Biaya pembangunan PLTN mencapai US$ 3.500 - 4.000 per kilowatt, tergantung dari tingkat teknologi, sedangkan untuk membangun PLTU, membutuhkan biaya investasi sebesar US$1.500 per kilowatt.

"Jadi satu PLTN bisa membangun dua atau lebih pembangkit listrik batu bara dengan ukuran yang sama," kata Direktur PLN, Nur Pamudji, Senin malam, 22 Oktober 2012.

Ia menjelaskan dengan kemampuan keuangan PLN yang terbatas, PLN lebih memilih untuk membangun PLTU dibandingkan PLTN. "Jika ditanya, jawaban kami adalah membangun PLTU yang sesuai dengan kemampuan keuangan PLN," katanya.

Walaupun begitu, PLN tidak menutup kemungkinan untuk membangun PLTN. Pemerintah, bisa saja menugaskan PLN untuk membangun PLTN. Jika seperti itu, mau tidak mau PLN wajib mengerjakan penugasan itu.

Sedangkan untuk pembangkit listrik lainnya, seperti pembangkit listrik tenaga matahari serta hydro masih mahal, sehingga untuk jangka pendek PLN masih melirik PLTU dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) untuk jangka menengah dan panjang.

"PLTP yang dibangun swasta masih lama dan kami harapkan daya beli masyarakat sudah naik saat PLTP telah selesai," katanya. (eh)

© VIVA.co.id

Posted in: PLN

#Tag : PLN

PLTU Tello Meledak, PLN Sulselbar Pemadaman Bergilir

Ilustrasi. (Foto: Pebrianto Eko Wicaksono/Okezone)
Ilustrasi. (Foto Pebrianto Eko Wicaksono/Okezone)
MAKASSAR - Efek meledaknya trafo di PLTU Tello mulai terasa. Sejak kemarin hingga berita ini diturunkan, warga kota Makassar mulai merasakan pemadaman bergilir.

"Saya tinggal di Jalan Hertasning belakang DPRD Makassar, mati lampu sejak pukul 18.30 sampai 20.30 wita. Saat di sini menyala, kawasan Tamalate mulai mati lampu," urai Riny Svinndall kepada Okezone, Kamis (1/11/2012) malam.

Warga Jalan Haji Kalla Suwarny mengaku kompleks perumahannya mengalami pemadaman lampu selama dua jam. "Padamnya mulai pukul 08.00 sampai jam 22.00 wita. Kami kepanasan. Soalnya angin tidak bertiup, gerah," katanya.

Tak hanya itu, Andi Hajra warga Jalan Daeng Tata juga mengeluhkan padamnya lampu di kompleks perumahannya. Lampu padam pada pukul 08.00 hingga 20.00 Wita. "Kami kepanasan, walaupun sore tadi sempat hujan sebentar tapi tidak cukup. Ada anak tetangga, masih kecil sampai menangis meraung-raung karena kepanasan," ujar Hajra.

Saat dikonfirmasi, pihak PLN mengakui hingga Kamis malam belum semua pembangkit listrik dalam sistem kelistrikan Sulselbar masuk ke dalam sistem. Itu karena beberapa di antaranya harus menjalani pendiingan boiler  pembangkit listrik lalu kemudian di-restart lagi.

"Itu pun untuk dipanaskan kembali membutuhkan waktu delapan jam. Waktu pendinginan bolier butuh 30 jam. Ini memang karakteristik pembangkit berbahan bakar batu bara," jelas Manajer Transmisi dan Distribusi PLN Sulselbar Andi Lakipadada.

Lakipadada mengemukakan, saat ini daya mampu PLN Sulselbar sebesar 491 megawatt (mw). Terjadi pengurangan daya mampu dari sebelumnya sebesar 784 mw.

"Ini terjadi sejak terjadinya gangguan sistem dengan terbakarnya trafo step up di PLTU Tello Rabu malam. Saat ini PLN sudah tidak mensuplai lagi Semen Tonasa dan Semen Bosowa, tapi daya mampu tetap menurun," imbuh Lakipada.

Data yang diungkapkan PLN Sulselbar menyebutkan, ada dua pembangkit besar yang belum bisa masuk sistem karena sedang proses pendinginan boiler untuk di-restart lagi. Keduanya adalah PLTU Barru dengan daya terpasang 35 mw, PLTU Jeneponto 200 mw.

"PLTU Barru dan Jeneponto masing-masing butuh waktu 30 jam untuk pendinginan boiler dan delapan jam untuk pemanasan. Jadi keduanya efektif masuk ke sistem kelistrikan PLN Sulselbar 2 November 2012 pukul 24.00," pungkas Lakipadada.(ade)

© Okezone

Posted in: Energi,PLN,PLTU

#Tag : Energi PLN PLTU

PLN Miliki 96 Tim 'Pasukan Khusus'

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Jakarta - PT PLN (Persero) menambah 14 Tim 'Pasukan Khusus' untuk Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Yakni terdiri dari dua Tim PDKB Tegangan Tinggi, lima Tim PDKB Gardu Induk dan tujuh Tim PDKB Tegangan Menengah.

Dengan dikukuhkannya 14 Tim PDKB tersebut, maka PLN saat ini telah memiliki 96 Tim PDKB sejak sejak pertama kali dibentuk tahun 1993. Mereka tersebar di seluruh unit PLN dari Aceh hingga Papua dengan total 1.000 anggota dengan kompetensi melakukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan.

Ketua Komite PDKB PLN, Agoes Priambodo menyatakan bahwa keberadaan PDKB adalah untuk membantu meningkatkan kinerja perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Tim PDKB dapat bekerja dalam keadaan bertegangan, yaitu aliran listrik tetap dapat disalurkan kepada pelanggan tanpa harus dipadamkam. Ini berarti pelanggan dapat terus melakukan aktifitasnya tanpa terganggu padamnya listrik dan di satu sisi PLN juga tidak kehilangan potensi pendapatannya karena listrik dapat terus disalurkan kepada pelanggan,” ujar Agoes Priambodo yang juga adalah Kepala Divisi Transmisi pada Direktorat Operasi PLN Jawa Bali dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/11/2012).

Tahun 2011 lalu, kontribusi Tim PDKB secara nasional bagi kinerja PLN adalah melakukan pekerjaan dalam keadaan bertegangan sehingga saat pekerjaan berlangsung pelanggan tidak mengalami pemadaman dan mampu menyelamatkan energi yang disalurkan kepada pelanggan, baik untuk Tegangan Tinggi (TT) maupun Tegangan Menengah (TM) adalah Rp228 miliar.

Sedangkan hingga Semester I tahun 2012, telah dilakukan pekerjaan PDKB dengan nilai penyelamatan energi yang disalurkan kepada pelanggan mencapai Rp650 miliar. (wdi)

© Okezone

Posted in: PLN

#Tag : PLN

PLN gandeng Bank New Zealand bangun 3 PLTA

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2012/12/07/124158/250x125/pln-gandeng-bank-new-zaeland-bangun-3-plta.jpg Jakarta � PT PLN (Persero) menggandeng Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) untuk mengembangkan 3 proyek pembangkit listrik hidro untuk dikembangkan di Sulawesi dan Sumatera.

Proyek-proyek ini mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Karama 450 megawatt (MW) di Sulawesi, Batang Toru 510 MW di Sumatera Utara dan Merangin 350 MW di Sumatera Utara. Proyek tersebut akan dilaksanakan dengan skema Public Private Partnership (PPP) atau kerja sama pemerintah dan swasta. Proyek PPP merupakan proyek yang cukup kompleks dan sangat krusial. Menurutnya, keberhasilan pengadaan proyek PLTA ini sangat penting karena sangat dibutuhkan untuk mendukung sistem daya Sulawesi dan sistem Sumatera. Pembangunannya pun memerlukan perencanaan yang matang.

"Setelah melalui analisa dan penilaian yang kompetitif dan transparan, PLN menunjuk ANZ dalam memainkan perannya sebagai penasehat kunci dalam mendukung proyek-proyek pembangkit listrik hidro kami," ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (7/12).

Sementara ANZ Global Head, Project & Structured Finance Paul Finn mengatakan, pembangkit listrik hidro dapat memainkan peran penting dalam memberikan listrik yang murah dan rendah karbon bagi pelanggan PLN. "Tugas sebagai penasehat akan memanfaatkan keberadaan ANZ di Indonesia, pengalaman dalam pembiayaan tenaga listrik, dan keahlian dalam tenaga air pada khususnya," pungkasnya.(mdk/rin)

Merdeka

Posted in: Kerjasama,PLN,PLTA

#Tag : Kerjasama PLN PLTA

PLN Bangun PLTG di Tanjung Karang

Mataram PT PLN (persero) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Peaker (pemikul beban puncak) di Mataram. Pembangunan PLTG yang berlokasi di wilayah Tanjung Karang tersebut akan dimulai tahun ini.

Terkait itu, kemarin jajaran PT PLN melakukan sosialisasi pada Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dan jajarannya di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota. ‘’PLTG ini akan digunakan ketika beban puncak, sekitar pukul 18.00-22.00,’’ kata Manajer Perencanaan Unit Induk Pembangunan Pembangkit dan Jaringan PLN Hariyadi K dalam sosialisasi itu.

Lokasi PLTG Peaker letaknya 800 meter dari PLN Sektor Ampenan atau selatan Kali Ancar. PLTG tersebut nantinya juga dilengkapi dengan labuh sandar kapal pengangkut gas.

Lahan yang dibutuhkan untuk PLTG, ini sekitar 6,5 hektare. Kebetulan disebelah Kali Ancar ada 11 haktare, sehingga bisa bergeser ke darat. Sementara, pinggir pantai tetap bisa digunakan untuk pembangunan jalan, sesuai program Pemkot Mataram untuk membangun jalan di sepanjang pesisir pantai. ‘’Tinggal pembebasan lahan saja,’’ kata Hariyadi.

Pembebasan lahan sendiri, akan dilakukan dalam waktu dekat. Itu sejalan dengan rencana pelaksanaan pembangunan yang dilakukan dua bulan ke depan. ‘’Pembangunannya saja yang mulai tahun ini. Untuk operasinya tidak tahun ini,’’ sambungnya.

Pembebasan lahan dilakukan panitia yang dibentuk Pemkot Mataram. PLN hanya membuatkan surat. ‘’Yang bayar tetap PLN,’’ tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dijabarkan rencana penggunaan saluran udara tegangan tinggi (SUTT). Namun, penggunaan SUTT ditolak oleh pemkot. Pemkot menyarankan penggunaan saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) yang ditanam di dalam tanah. ‘’SKTT sendiri ini butuh biaya yang cukup tinggi. Jadi akan kembali diusulkan ke PLN pusat,’’ kata Hariyadi.

SUTT sendiri memakai tower-tower di atas, sementara SKTT memakai kabel besar di dalam tanah. Beda harganya puluhan kali lipat dibanding SUTT. Secara ekonomis penggunaan SUTT memang lebih baik. ‘’Hanya saja, seperti yang dibilang oleh Pak Wali tadi, biaya sosial untuk SUTT ini bakal lebih tinggi,’’ sambungnya.

Sementara itu, Wali Kota H Ahyar Abduh mengatakan, penentuan lokasi PLTG Peaker memang harus diperhatikan serius. Pasalnya, pesisir Pantai Kota Mataram menjadi kawasan yang akan dikembangkan oleh pemerintah. Keberadaan PLTG tidak harus mengganggu perencanaan tersebut. ‘’Hal tersebut sudah saya sampaikan kepada lurah maupun camat,’’ kata Ahyar.

Keberadaan SUTT sendiri, kata pria yang akrab di sapa Pak Ustad, ini membutuhkan sosialisasi yang panjang kepada masyarakat. Jangan sampai ketika semua perlengkapan sudah ditender, pembangunannya ditentang oleh masyarakat. ‘’Sebaiknya memang yang dipakai adalah SKTT. Tapi tetap saja harus berkomunikasi dengan Dinas PU, PDAM, maupun Telkom. Jangan sampai mengganggu jaringan pipa maupun kabel,’’ terangnya.(feb)

• JPNN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbuuz_SZ7cKCwhpqa99bDUTs8z7eBdTBJgWOAzt77XI8cD84x5m60kJ97F5cSaRXGxcpzOzYYlOIYFY-3yJVAxLe-NvnjGPY8xy-QDlIMaL_2BIwAgbZjGA-BkFOT_TPB5x3WJfqI7IX0/s35/cinta-indonesia.jpg

Posted in: Energi,PLN,PLTG

#Tag : Energi PLN PLTG

Slovakia-Indonesia Bangun Pembangkit Listrik di Batam

http://www.investor.co.id/media/images/medium2/20120704121842198.jpg Batam � Slovakia dan Indonesia kembali melakukan pembicaraan pembangunan pembangkit listrik bertenaga batu bara di Batam senilai 1,4 miliar dolar Amerika yang ditargetkan beroperasi mulai 2018. Hal itu seiring rencana penjualan tenaga listrik ke Singapura.

"Menurut Energy Market Authority (EMA) Singapura, mereka akan butuh tambahan suplai listrik pada 2018. Jadi ditargetkan pada 2018 pembangkit ini kemungkinan sudah bisa menyuplai kebutuhan Singapura," kata Senior Advisor PT Pembangunan Kota Batam, Pungky BB Priambodo seusai kunjungan Menteri Ekonomi Slovakia Tomas Malatinsky di Batam, Selasa.

Proyek pembangkit listrik bertenaga batu bara yang digagas lewat kerja sama antara PT Tria Talang Emas dan YTL Power Seraya PTe Limited of Singapore dan konsorsium BP Batam, PT Pembangunan Kota Batam, PT Tria Talang Emas, Saratoga Group, serta Pemerintah Kota Batam itu akan berkapasitas minimal 600 megawat hingga 1.200 megawatt.

Ia mengatakan, Pemerintah Slovakia sudah menunjukkan komitmen untuk berinvestasi membangun pembangkit listrik di Batam dengan melakukan penandatangan dua naskah kesepahaman kerja sama (MoU).

Sebelum merealisasikan kemungkinan menjual listrik ke Singapura, pihak Slovakia juga sudah bersedia membiayai pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2x60 megawat senilai 185 juta dolar AS di kawasan Kabil yang diperuntukkan untuk memasok industri di Batam. "Untuk pembangkit yang akan memasok industri Batam akan mulai dibangun pada 2013 dan 2015 diharapkan mulai beroperasi," kata dia.

Duta Besar Slovakia untuk Indonesia Stevan Rozkopal yang juga hadir di BP Batam mengatakan pihaknya memang mengincar proyek pembangunan pembangkit listrik di Indonesia. Sebab, mereka memiliki teknologi dan kemampuan untuk pengembangan pembangkit listrik.

Kedekatan Kota Batam dengan Singapura, kata dia, menjadi satu alasan pemilihan pembangunan. "Iklim investasi di kawasan Batam juga kami nilai memadai dan kondusif. Sehingga kami memilih Batam," kata dia.

Ia mengatakan, Slovakia siap membiayai proyek pembagkit listrik di Batam.

Menteri Ekonomi Slovakia Tomas Malatinsky mengatakan negaranya akan menyediakan serta memasok kebutuhan untuk membangun pembangkit listrik di Batam guna dijual ke Singapura. "Dana dan teknologi untuk proyek ini akan kami sediakan," kata dia. (tk/ant)

● Investor Daily

Posted in: Energi,PLN

#Tag : Energi PLN