Pemerintah Bangun jembatan Merah Putih di Ambon
Jakarta � Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan jembatan Merah Putih di Kota Ambon, Maluku, rampung pada 2014.
"Saat ini progres pembangunan fisiknya mencapai 70 persen pada bagian jembatan pendekat arah Galala dan Poka," kata Kepala Satuan Kerja Jembatan Merah Putih Balai Pelaksanaan Jalan nasional Wilayah IX Ambon, Chris Lasmono, Rabu, 26 Desember 2012. Adapun bagian bentang tengah, kata dia, masih 10 persen.
Jembatan Merah Putih merupakan jembatan yang akan menghubungkan Desa Pokka dan Desa Galala, Ambon, Maluku yang dipisahkan oleh Teluk ambon. Jembatan sepanjang 1,06 kilometer ini terdiri dari jembatan pendekat arah Galala sepanjang 300 meter, pendekat arah Pokka 320 meter dan bentang tengah 300 meter.
Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat meringkas jarak tempuh tempuh ke pintu keluar Bandara Pattimura, serta kawasan Jazirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Sehingga waktu tempuh kendaraan juga dapat lebih cepat. Jembatan ini nantinya memiliki dua jalur ke arah Pokka dan Galala, yang masig-masing jalur terdiri dari dua lajur mobil dan satu lajur motor.
Walau pembangunan jembatan diperkirakan tepat waktu, yaitu selesai pada 2013 dan beroperasi pada 2014, Chris mengatakan tetap ada hambatan dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menjelaskan, satuan kerjanya kesulitan dalam mendatangkan bahan material yang masih diproduksi dan harus dibeli dari luar Maluku.
Bahkan, lanjut dia, 100 persen bahan material jembatan harus didatangkan dari luar Maluku akibat ketiadaaan bahan baku di sana. "Kami masih memesan dari Pulau Jawa, sedangkan semen dari Makassar, supplier lokal tidak mampu memenuhi jumlah permintaan kami," kata Chris.
Jembatan Merah Putih digarap oleh PT Wijaya Karya, PT Pembangunan Perumahan dan WIKA KSO melalui dua kontrak pembangunan yang berbeda. Bagian jembatan penghubung, dikerjakan oleh WIKA dengan nilai kontrak Rp 249,61 miliar. Sedangkan bagian bentang tengah jembatan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya, PT Pembangunan Perumahan dan WIKA KSO dengan nilai kontrak Rp 416,75 miliar.
» Tempo.Co

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Infrastruktur
Dana Besar Mega Proyek Jakarta
Belanja pemerintah Jakarta 2013 Rp 49,97 Triliun. Untuk apa saja?
Pencanangan Persiapan Pembangunan MRT
Jakarta � Sejumlah mega proyek bakal digeber Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 disahkan. Sidang paripurna DPRD 28 Januari kemarin mengetok APBD senilai Rp 49,97 triliun. Jumlah itu naik sebesar 20,84 persen dibanding APBD tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 41,34 triliun.
Selain dari pendapatan daerah, anggaran tahun ini diperoleh dari sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2012 dan pinjaman untuk program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).
Alokasi terbesar berada pada sektor pendidikan mencapai Rp 12,6 triliun disusul bidang pemerintahan Rp7,9 triliun, Pekerjaan Umum (PU) sebesar Rp 4,9 triliun, bidang kesehatan Rp 4,1 triliun dan sektor perhubungan sebesar Rp 3,3 triliun.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan konsentrasinya pada penanganan banjir, macet, serta penataan kampung. Jokowi menjelaskan, saat ini APBD sudah masuk ke Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, untuk disetujui.
"Dari Mendagri muncul, saya langsung gerakkan manajemen organisasi yang ada untuk segera bergerak," ujar Jokowi di Balai Kota, Selasa, 29 Januari 2013.
Menurut Jokowi, untuk mengurai kemacetan, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran penambahan armada angkutan umum. Bus Transjakarta akan ditambah 450 unit, dan metromini ditambah 1.000 unit.
”Pokoknya kami mau konsentrasi ke busway dan metromini dulu. Ini yang menyangkut masyarakat," ujarnya.
Kemudian, untuk mengurangi banjir, kata Jokowi, pos anggaran yang diberikan dalam APBD 2013 cukup banyak. Mulai dari pembebasan tanah untuk normalisasi sungai sampai pembelian alat sedot air dengan teknologi terbaru.
"Untuk pembebasan tanah, pengerukan, beli alat semuanya. Sekarang sudah beda. Misalnya cara pengerukan tidak dikeruk pakai cangkul, tapi pakai alat, kemudian ngeruknya tidak pakai eskavatornya darat tapi amphibi, bisa darat bisa air," ujar dia.
Jokowi mengungkapkan pengesahan APBD yang molor membuatnya kelimpungan ketika tiba-tiba Jakarta dikepung banjir. Setelah APBD disahkan, proyek-proyek raksasa segera digarap.
"MRT masuk, kalau monorel itu yang investasi swata. Kemudian deep tunnel juga swasta. Sudah kami hitung semuanya. Jadi tidak semua pakai APBD, sebagian cari dari luar," kata Jokowi.
Proyek MRT
Rencana proyek ini sudah berjalan sejak era Gubernur Fauzi Bowo. MRT adalah singkatan dari Mass Rapid Transit yang secara harafiah berarti angkutan yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara cepat.
Pembangunannya dibagi tiga tahap. Tahap I koridor selatan. Menghubungkan Lebak Bulus - Bundaran Hotel Indonesia. Tahap II koridor Selatan - Utara menghubungkan Bundaran HI - Kampung Bandan. Tahap III yang menghubungkan Jakarta Timur - Barat, alternatif jalurnya Balaraja - Cikarang.
Biaya pembangunan proyek ini ditanggung pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Rasio skema pembiayaannya, kata Jokowi, adalah 49 persen dana hibah pemerintah pusat, dan 51 persen pinjaman lunak ke Pemerintah DKI.
Rupanya, proyek itu selama ini menuai pro dan kontra. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan MRT tahap I: Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Untuk itu, Gubernur Jokowi akan kembali menggelar uji publik (public hearing) terkait rencana pelaksanaan mega proyek tersebut.
Monorel
Berbeda dengan MRT yang dibiayai hibah dari Pemerintah Jepang, monorel dikerjakan swasta. Proyek ini bergulir di era Gubernur Sutiyoso. Onggokan tiang beton terlihat di sejumlah ruas jalan di Jakarta mangkrak tak berfungsi. Tiang-tiang itu merupakan tonggak penyangga kereta rel tunggal (monorel) yang pembangunannya terhenti karena sejumlah kendala.
Rencana awal proyek ini memiliki 3 fase. Fase I: Koridor Jakarta (27km) terbagi Stage I: Jalur hijau (14km) dan Stage II: Jalur biru (13km). Fase II: Jakarta ke Bekasi dan Cikarang (18-30km), serta Fase III: Jakarta ke Tangerang dan Karawaci (16-25km).
Setelah terhenti beberapa tahun, Gubernur Jokowi menyatakan akan melanjutkan proyek itu. Angin segar itu kontan disambut oleh sejumlah penawaran pembangunan. Akhir tahun 2012 lalu ada dua proposal yang datang ke meja Pemprov DKI untuk kelanjutan pembangunan monorel.
Proposal pertama dari konsorsium PT Jakarta Monorail, sebuah konsorsium lama dengan investor swasta penuh. Yang kedua dari konsorsium Adhi Karya, sebuah konsorsium baru terdiri dari gabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Yaitu, PT Adhi Karya, PT Telkom, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Jasa Marga, PT INKA, PT Lembaga Elektronika Negara.
Pekan lalu, penawaran serupa disampaikan Hadji Kalla Group. Pemilik Hadji Kalla Group, Jusuf Kalla, merasa terpanggil meneruskan proyek yang kurang diminati, karena memakan waktu yang lama dan sulit ini.
"Tidak mungkin kota apa pun yang penduduknya jutaan tidak ada angkutan umum yang efisien. Coba kayak sekarang Jakarta banjir. Kalau ada monorel, sebanjir apa pun bisa jalan," ujar Jusuf Kalla saat ditemui di PMI Pusat, Jakarta, Selasa 22 Januari 2013.
Pemerintah Jepang juga berminat terlibat dalam proyek monorel di Indonesia. Jika mendapat tawaran kerjasama dalam proyek ini, Jepang tak akan menolak. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Jepang, Shigeru Kikukawa, di Jakarta hari ini, Selasa 29 Januari 2013, menyatakan komitmennya membantu pembangunan sarana transportasi massal itu dapat terwujud di Indonesia.
Deep Tunnel
Akibat kaget meninjau gorong-gorong yang hanya berdiameter 60 sentimeter, Gubernur Jokowi mencetuskan ide membangun terowongan raksasa. Terowongan multifungsi (deep tunnel) juga dipaparkan Jokowi sebagai solusi banjir Jakarta. Menurut dia, opsi ini sedang dikaji oleh kementerian terkait, dan segera dikerjakan. Untuk rute deep tunnel ini dirancang melewati Jalan MT. Haryono hingga Pluit.
Ini juga bukan gagasan baru dari Jokowi. Tetapi konsepnya sudah ada sejak era Gubernur Sutiyoso. Menurutnya, konsep itu tinggal dimatangkan, lalu dilaksanakan. Dia yakin banyak investor berminat membiayai proyek pembangunan terowongan air yang membentang dari Jalan MH. Thamrin sampai Pluit. Proyek itu senilai Rp 16 triliun.
Jokowi mengaku ide ini datang dari Malaysia. Negeri jiran itu memang telah membangun smart tunnel (Stormwater Management and Road Tunnel) untuk menampung air hujan. Proyek ini mulai dibangun pada 2003. Kemudian resmi dibuka empat tahun kemudian, tepatnya 14 Mei 2007.
Smart tunnel ini menjadi terowongan terpanjang dengan teknologi paling maju di Malaysia. Smart tunnel mampu mengalihkan banjir, menjauh dari pertemuan dua sungai besar--Sungai Klang dan Kerayong--yang mengalir melalui pusat Kota Kuala Lumpur.
Wakil Menteri Kementerian Umum Hermanto Dardak mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin membangun terowongan multiguna itu. Menurutnya perlu dipertimbangkan adalah utilitas untuk bangunan di bawah tanah.
Halangan pertama yang harus diatasi adalah kemiringan terowongan yang tidak terlalu tajam. Dengan sudut kemiringan nyaris datar, maka akan terjadi penumpukan sendimentasi yang cepat sehingga dapat menghambat kerja tunnel ini saat terjadi hujan. Ditambah, masalah sampah yang selalu timbul di setiap aliran air di Jakarta. "Dalam satu sungai, jumlah sampah mencapai 30 ton," katanya 4 Januari 2013.
Namun demikian, teknologi pembuatan terowongan ini bukan hal baru di Indonesia. Proses yang sama pernah dikerjakan oleh Kementerian PU dalam pembuatan Waduk Jatibarang dan Jatigede. "PU membuat terowongan untuk mengalirkan air sungai agar waduk bisa dikerjakan. Namun untuk dilalui mobil memang belum pernah dicoba."
Giant Sea Wall
Gubernur Jokowi juga akan melanjutkan mega proyek semasa Gubernur Fauzi Bowo tanggul laut raksasa (giant sea wall untuk mengatasi banjir akibat air pasang laut (rob) di kawasan utara Jakarta. Tanggul ini diyakini bisa menahan pasang air laut, sekaligus membuang air dari daratan ke laut.
Jokowi menyadari biaya pembangunan sangat besar. Waktunya pun bakal panjang. Tapi, untuk jangka panjang, pembangunan mega proyek tersebut dirasakan perlu. Kalkulasi biaya membangun tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall akan memakan dana sekitar US$ 5 miliar (Rp 47,65 triliun).
”Saya sudah suruh kepala dinas terkait untuk mendalami gagasan itu. Kalau hanya menunggu terus, sudah 26 tahun ya masih rencana terus. Saya gak mau disuruh buat rencana terus. Saya mau eksekusi saja,” kata Jokowi.
Bagaimana dan siapa yang bakal membangun, Jokowi belum menjelaskan lebih rinci.
Enam ruas jalan tol
Ini megaproyek yang belum jelas kepastiannya. Gubernur Jokowi masih gamang memutuskan apakah menyetujui atau tidak proyek Rp 42 triliun itu. Jokowi belum mengambil keputusan lantaran belum puas dengan penjelasan yang disampaikan PT Jakarta Toll Road Development selaku pihak yang akan mengerjakan proyek tersebut. Selain itu, masing-masing pihak masih memperjuangkan keinginan mereka sendiri-sendiri.
"Hasilnya belum bisa diputuskan. Ya belum nyambung. Masa belum nyambung sudah mau diputuskan," kata Jokowi usai melakukan pertemuan dengan pemangku kepentingan pembangunan enam ruas jalan tol di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 29 Januari 2013.
Menurut Jokowi, enam ruas jalan tol tidak akan disetujui bila pembangunannya hanya berorientasi untuk menambah pendapatan daerah, dan keuntungan bagi investor. Padahal, orientasi Pemprov DKI, kata Jokowi, untuk memberikan pelayanan dan tidak mencari keuntungan. "Orientasi kita bukan pendapatan daerah," ujarnya.(np)
© VIVA.co.id

Posted in: Infrastruktur,Metro,Transportasi
Pemerintah Kebut 18 Proyek Pinjaman Jepang
Total pinjaman itu US$ 2,821 miliar.
Jakarta � Kementerian Pekerjaan Umum akan mengebut 18 proyek yang menggunakan pinjaman dari Jepang senilai proyek US$ 2,821 miliar.
"Kita punya 18 proyek yang menggunakan pinjaman dari Jepang dan itu kita percepat realisasinya," kata Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, di Jakarta Selasa 29 Januari 2012.
Djoko menjelaskan mayoritas yang memakai pinjaman Jepang itu milik Ditjen Sumber Daya Air. Sisanya proyek jalan seperti akses Tanjung Priok dan proyek sanitasi.
Detailnya, di Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga sebanyak 3 proyek, Ditjen Cipta Karya 5 proyek, dan Ditjen Sumber Daya Air sebanyak 10 proyek.
Diantara proyek yang dibiayai Jepang itu decentralization irrigation system improvement management project in East Region (DISIMP), proyek reduksi dampak bencana Gunung Merapi, akses jalan Tanjung Priok tahap I dan II, proyek rekonstruksi Aceh, Denpasar Sewerage Development Project, dan sanitasi di wilayah Mamminasata di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, Jepang juga memberikan 7 proyek yang merupakan hibah. Di antaranya terkait irigasi, bencana banjir bandang, proyek peningkatanan jembatan di Nias, pembangunan jembatan di Nusa Tenggara Barat, serta proyek peningkatan pelayanan air minum di wilayah Mamminasata di Sulawesi Selatan.(umi)
© VIVA.co.id

Posted in: Infrastruktur
Sumber Petaka Banjir Jakarta
Dari vila di Puncak sampai sungai dangkal. Apa aksi selanjutnya?
Jebolnya Kanal Banjir Barat di Jalan Latuharhary, Menteng, menenggelamkan Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin.
Jakarta � Tri Susanto, dan tiga rekannya sibuk mematikan panel listrik di basement satu di Gedung United Overseas Bank (UOB), Kamis pagi, pekan lalu. Hujan mengguyur Jakarta sejak malam. Di pekarangan gedung 48 lantai itu, air mulai tergenang. Para pekerja listrik itu harus bekerja cepat, agar kabel basah tak membawa petaka.
Baru saja kelar, Tri dan kawan-kawannya kaget. Dari luar, air menerjang ke basement itu, seperti ditumpahkan dari bejana raksasa. Coklat. Keruh. Tiap sudut ruang bawah itu disapu air, yang lalu mengucur ke empat lapis kolong lainnya. Sebentar lagi, pikir Tri, empat tingkat ruang bawah itu pasti jadi kolam raksasa.
Tanpa pikir panjang, Tri dan rekannya lari menyelamatkan diri. Mereka berkejaran dengan derasnya gelombang air. Ketiganya berhenti berlari, ketika melihat seorang pengemudi terjebak. Mobilnya terhalang tembok. Tri dan rekannya menolong dengan menarik mobil itu pakai selang hidran.
Tapi Tri dan tiga temannya itu justru diseret arus. Tri dan Tito Fitrianto terdampar di pojok. Dua rekan lain, tetap di tengah koridor, dan beruntung bisa meraih tali yang diulurkan petugas keamanan. “Dua teman saya berhasil selamat, dan keluar dari basement satu," kata Tri kepada VIVAnews di rumahnya, Cilodong, Depok, Kamis 23 Januari 2013.
Saat itu, Tri dan Tito terancam tamat. Air sudah setinggi leher. Tri panik, karena tak bisa berenang. Ruang basement itu gelap. Tito mencari jalan keluar melalui salah satu cerobong. Tapi Tri tertinggal. "Saya menangis, dan bilang ke Tito supaya tidak meninggalkan saya," ujar Tri dengan mata berkaca-kaca.
Tri meraba setiap benda. Dia mencari jalan menuju tangga eskalator. Dia menyelam. "Butuh empat kali percobaan bagi agar bisa menyelam, karena saya tidak bisa berenang, dan nafas sudah mulai sesak," ujarnya. Tri akhirnya selamat, setelah dia merangkak menaiki tangga eskalator itu.
Tapi dua cleaning service lain yang terjebak, Abdul Arif Agus dan Hardianto Eko alias Eris, tak seberuntung Tri dan Tito. Kedua orang itu ditemukan dalam kondisi tak lagi bernyawa.
Hari itu banjir membenam Jakarta. Ibukota dalam kondisi darurat.
Kombinasi ekstrem
Hujan deras mengguyur pekan lalu itu membuat debit air melonjak. Kanal Banjir Barat di Jalan Latuharhary, Menteng, tak kuat menahan arus. Tanggul buatan tahun 2002 itu pun jebol.
Itu sebabnya, air meluber di jalan utama Jakarta, dan menerjang sampai menyisakan tragedi di Gedung UOB itu.
Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin tenggelam. Kawasan Dukuh Atas hingga Sarinah menjadi 'sungai'. Gedung pencakar langit dikepung air bah. Lalu lintas lumpuh. Bahkan, air menorobos “ring 1” Istana Negara.
Menteri Koordinator Kesejahteraan, Agung Laksono, pun menyatakan Jakarta Siaga I. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, menetapkan tanggap darurat bencana banjir sampai 27 Januari.
Selain menggasak jantung Ibu Kota, banjir melumpuhkan kawasan utara Jakarta. Waduk Pluit meluap merendam rumah warga. Sedikitnya 4.000 jiwa di Kelurahan Pluit kebanjiran. Begitu juga daerah elit Kelapa Gading. Jalan Boulevard Raya depan Mal Kelapa Gading terendam sekitar satu meter.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Muhamad Hasan, mengatakan banjir lima tahunan itu adalah kombinasi hujan ekstrem, dan kondisi sungai Ibukota yang tak lagi memadai.
Misalkan, kata dia, Rabu malam itu hujan turun sampai 218 milimeter. Itu mendekati puncak hujan pada 2007, yang mencapai 220 milimeter. Gawatnya lagi, kali ini durasinya lebih lama.
Di Depok, Bogor dan Puncak, hujan juga turun menggila, tiga hari mengucur dengan curah 100 milimeter. Di Pintu Air Katulampa, air membuncah. “Jakarta tak siap menerima beban itu," kata Hasan. Air kiriman itu pun lolos karena sistem drainase yang buruk. Sedimentasi yang parah, membuat sungai kian dangkal.
Hasan juga menjelaskan, sejumlah waduk juga tak berfungsi baik. Sebagian besar menjadi dangkal. Sedimen Kanal Banjir Barat kian tebal. Pintu air Manggarai turun mencapai 760 senti, masuk siaga tiga. Perbaikan permanen baru dilakukan jika turun mencapai 750 senti.
Jebolnya tanggul di Latuharhary adalah akibat daerah itu menjadi bagian hulu Kanal Banjir Barat. Terjangan air paling kuat di sana. "Selain itu, masih pakai tanggul tanah," ujar Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Pitoyo Subandrio. Tanggul jebol itu, kata dia, akan segera diganti.
Ada empat lokasi yang patut diwaspadai, kata Pitoyo. Antara lain, Stasiun Tanah Abang. Di sana, ada penurunan tanggul, dan dicemaskan penampungan air bisa tak maksimal. Lalu kali dekat Season City. Ada jalan inspeksi untuk lalu lintas umum di sana, dan itu sudah retak.
Kali Ciliwung pun kini hanya mampu menampung air hingga 50 persen, akibat bantaran kali itu sudah padat oleh pemukiman.
Kurang pengawasan
Banjir tak hanya terjadi di aliran sungai Ciliwung melalui Kanal Banjir Barat. Tapi juga di sejumlah daerah yang dilindungi oleh Kanal Banjir Timur. Contohnya Kelapa Gading, Jakarta Utara. Juga daerah perindustrian Pulogadung. Kawasan ini kebanjiran meski telah dilindungi KBT.
Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna, menilai tak berfungsinya KBT dan KBB karena soal pengawasan dan perawatan. Bisa juga akibat volume kanal tak terlalu besar. Apalagi, diganggu oleh hal-hal lain. "Saya melihat kala itu ada pekerjaan konstruksi terkait reklame," kata Yayat.
Dia mengatakan, penanganan struktural saja tak akan mempan untuk soal banjir. Misalnya, soal drainase yang tidak optimal. Hal itu sebagian besar akibat tersumbat, alias penyempitan karena banyaknya sampah.
Pendekatan struktural tanpa aspek penataan ruang di kawasan hulu Ciliwung itu, Yayat menabahkan, tak akan efektif. Apalagi sodetan. Soalnya, air yang tumpah di Puncak membawa efek tambahan run off . KBT dan KBB pun tak kuat menampung limpahan air. Tengoklah, kata Yayat, apalagi kini sedimentasi amat tinggi di kedua tempat itu.
Artinya, kata Yayat, pendekatan non struktural, yang melibatkan masyarakat perlu diperbesar. Sejak zaman Belanda, pendekatan struktural itu gagal terus. Selain itu, perlu dibuat peta mikrodrainase di Jakarta lebih rapi. Apalagi, kini pemukiman kian pesat berkembang.
Bagi pengamat kebijakan publik Andrinof Chaniago, soal solusi banjir sudah kerap dibicarakan. Pemerintah tinggal mewujudkan rencana itu. "Sekarang kita tinggal menunggu aksinya saja," kata dia. Dia menyarankan, ada pembagian peran antara pemerintah pusat dan DKI untuk mengatasi banjir.
Misalnya, daerah aliran sungai itu adalah urusan pemerintah pusat. Termasuk mengeruk sungai, dan memelihara waduk. Lalu Pemprov DKI mengurusi warga, dan relokasi untuk menormalisasi sungai.
Rencana Jokowi
Semua itu, kata Andrinof, sangat tergantung peran gubernur. Lalu apa langkah Jokowi?
Sang gubernur DKI Joko Widodo, melihat faktor terpenting penyebab banjir adalah adaunya intensitas hujan yang tinggi. Dengan menjamurnya vila-vila di hulu, kata Jokowi, daya serap air semakin kecil. "Percuma kita buat sisi KBT dan lainnya, kalau itu tidak dibenahi," ujarnya.
Itu sebabnya, tahun ini Pemprov DKI tak lagi banyak menunggu. Kata Jokowi, mereka akan konsentrasi mengeruk semua waduk, termasuk di Pluit. Waduk tambahan seperti Waduk Ciawi dan Waduk Cimanggis segera dirampungkan. Normalisasi Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, Sunter juga akan dimulai. Tentu, turut dipikirkan pula relokasi warga di sekitar waduk.
Ongkos proyek ini juga besar. Untuk normalisasi Kali Ciliwung, misalnya, dananya Rp250 miliar. Untuk pembebasan tanah di Pesanggarahan, Kali Angke dan Sunter juga sudah dianggarkan sebesar Rp400 miliar. Di Jakarta Utara, pompa-pompa baru akan dibangun, di antaranya di Muara Baru dan Ancol. "Semoga kelihatan lah itu hasilnya," ujarnya. (np)
Menangkal Bah dengan Terowongan Pintar dan Pipi Monyet
Jakarta diprediksi OECD bakal didera banjir dahsyat di tahun 2070.
SMART adalah terowongan dengan teknologi paling maju di Malaysia untuk mengalihkan banjir.
Medio Desember 2007 pernah menjadi saat yang mengerikan bagi beberapa negara bagian di Malaysia. Sebanyak 12 orang tewas, 20 ribu warga lainnya mengungsi ke tempat aman. Negeri Jiran kebanjiran.
Daerah terparah yang dilanda banjir adalah Johor bagian selatan. Sebanyak 13 ribu orang warganya mengungsi. Sementara di Pahang, 10 ribu orang terusir dari rumah mereka yang nyaman dan tinggal seadanya di tenda pengungsian.
Trengganu dan Kelantan tidak kalah sengsaranya. Harian New Straits Times (NST) lima tahun lalu memberitakan Malaysia dalam keadaan darurat. Pemerintah berburu dengan waktu membagikan makanan dan kebutuhan lainnya, sementara level air semakin tinggi.
Geger itu tak santer di Kuala Lumpur. Sebelumnya, di bulan Juni, pusat bisnis Malaysia ini sempat dilanda bajir bandang saat Sungai Gombak meluap. Namun, di saat negara bagian lain terendam, Kuala Lumpur kering.
Bagaimana bisa?
Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada 14 Mei 2007, Kuala Lumpur selesai membangun terowongan yang jadi senjata pamungkas mereka menghadapi banjir. Terowongan sepanjang 9,7 kilometer itu terbentang dari Danau Kampung Berembang dan berakhir di Danau Taman Desa.
Dinamai SMART (Stormwater Management and Road Tunnel), terowongan “ajaib” semacam inilah yang ingin dibuat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan dana nauzubillah, Rp16 triliun. Kuala Lumpur saat itu merogoh kocek RM1,9 miliar atau setara Rp6 triliun. Jokowi mengatakan, Rp16 triliun lebih murah dibanding kerugian akibat banjir dahsyat di tahun ini yang mencapai Rp20 triliun.
SMART adalah terowongan terpanjang dengan teknologi paling maju di Malaysia, atau bahkan di Asia Tenggara. Terowongan ini mampu mengalihkan banjir, menjauh dari pertemuan dua sungai besar --Sungai Klang dan Kerayong-- yang mengalir melalui pusat Kota Kuala Lumpur. Jalur sepanjang empat kilometer di terowongan ini bisa berfungsi sebagai jalan tol jika kondisinya kering. Sekali dayung dua-tiga pulau terlampau--banjir reda, macet pun terurai.
Kepala Operasi SMART, Mohammad Fuad Kamal Ariffin, kepada NST mengatakan sejak dibuka tahun 2007 hingga akhir 2012, terowongan pintar ini telah 236 kali digunakan menangkal banjir. Tahun lalu, SMART digunakan 29 kali untuk mencegah air bah.
Menurut studi Departemen Irigasi dan Drainase Malaysia, SMART telah mencegah banjir yang bisa mengakibatkan kerugian hingga RM500 juta, atau setara Rp1,5 triliun.
SMART, masih papar Fuad, dijalankan dengan empat sistem operasi, tergantung intensitas air di Sungai Klang dan Ampang, dekat Kampung Berembang. Debit dan arus air dihitung dengan meter kubik per detik (cumec). SMART mampu menampung 3 juta cumec, setara dengan volume air hujan badai.
Jika pencatatan cumec kurang dari 70, maka SMART akan berfungsi sebagai jalan tembus kendaraan. Ini disebut Mode 1. Jika cumec tercatat di atas 70 dan di bawah 150, maka SMART akan masuk ke mode 2, sebagai jalan tol. Air yang berlebih di kolam penampungan Kampung Berembang akan dialihkan melalui gorong-gorong ke penampungan di Taman Desa, lalu dibuang ke Sungai Kerayong.
Jika level air mencapai di atas 150 cumec, maka SMART akan masuk ke Mode 3 dan memerintahkan evakuasi secepatnya bagi kendaraan di dalam terowongan dalam waktu satu jam. Setelah itu, terowongan akan ditutup untuk publik.
"Penutupan diperlukan demi mempersiapkan terowongan, untuk mengantisipasi penggunaannya guna menampung kelebihan air dan mencegah banjir di Kuala Lumpur," kata Fuad.
Jika air belum juga surut, atau semakin bertambah volumenya, SMART memasuki Mode 4. Gerbang banjir akan dibuka untuk mengalihkan air bah ke dalam terowongan. Selain itu, ada pula cekungan untuk resapan. SMART tunnel juga dilengkapi dengan ventilasi di setiap 1 kilometer. Ventilasi ini memungkinkan sirkulasi udara, sehingga kualitas udara di jalan tol tetap terjaga.
Terowongan ini juga dilengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran, telekomunikasi, dan kamera pengintai. Masing-masing peralatan tersebut diletakkan pada titik-titik di setiap 1 kilometer.
Pipi monyet
Beda Malaysia, beda lagi Thailand. Kuala Lumpur punya terowongan panjang mengular, sementara Bangkok mengandalkan “pipi monyet”. Dengan sistem ini, hujan dan banjir dialihkan ke berbagai bendungan dan penampungan air. Air berlimpah ini akan disimpan selama musim penghujan. Pada musim kemarau, air ini dialirkan untuk keperluan irigasi pertanian, yang berguna dalam mendongkrak produksi padi.
Konsep ini persis seperti monyet yang sedang makan. Primata ini biasanya menyimpan makanan di pipinya, dan baru menelannya kemudian jika lapar. Orang Bangkok menamakannya Kaem Ling (pipi monyet).
Sistem penanggulangan banjir ini dikembangkan atas saran Raja Bhumibol Adulyadej setelah banjir besar tahun 1995. Saat itu, badai Lois menghantam, menyebabkan hujan lebat mengguyur wilayah utara. Sungai Chao Phraya meluap, dan Bangkok kebanjiran lebih dari dua bulan.
Sejak itu, Bangkok berbenah. Kota ini membuat lebih banyak danau, rawa, dan penampungan air. Total, terdapat lebih dari 20 rawa penampung air bah di seluruh Bangkok.
Tameng
Inggris tidak kalah canggihnya. Pemerintah kota London memiliki tameng banjir terbesar kedua di dunia untuk mencegah air Sungai Thames meluber ke kota dan menghalau gelombang tinggi mengempas London.
Tameng ini terdiri dari 10 baja setebal 40 milimeter, terbentang 520 meter melintangi Sungai Thames dengan Woolwich. Tiap baja memiliki bobot 3.300 ton. Saat tameng ditegakkan, tingginya setara gedung lima lantai.
Berkat tameng ini, 125 kilometer persegi wilayah London terlindungi dari gelombang tinggi dan banjir. Pelindung London ini diresmikan pada 8 Mei 1984 oleh Ratu Elizabeth II. Konstruksinya sendiri menghabiskan biaya hingga 534 juta pound, setara Rp8,156 triliun.
Lain lagi dengan Belanda. Memiliki daratan yang 25 persennya berada di bawah permukaan air laut, negeri ini harus ekstra waspada terhadap ancaman banjir. Sejak abad pertengahan, Belanda telah memiliki banyak tanggul dan dam. Selain itu, kincir angin yang menjadi ikon negara ini juga berfungsi memompa air dari daratan untuk dialirkan kembali ke Laut Utara.
Namun, sistem anti banjir ini masih jebol juga. Tahun 1953, Belanda dilanda bah nan hebat, yang mengempas hingga ratusan mil ke daratan. Bencana ini menewaskan 2.000 orang. Sejak itulah pemerintah Belanda mulai serius mengerjakan proyek raksasa penanggulangan banjir.
Bermodalkan US$700 juta, Belanda membangun Maeslant, tameng anti banjir terbesar di dunia. Tameng ini berupa tiga dinding laut raksasa sepanjang 213 meter dan tinggi enam meter. Letaknya di sisi New Waterway, jalur pelayaran dari Laut Utara menuju jantung kota Rotterdam.
Jika cuaca sedang tenang, tameng ini akan terbuka. Bila cuaca memburuk, sistem komputer canggih Maeslant akan memantau secara otomatis kondisi cuaca dan meningkatnya permukaan air laut. Dan bila air laut meningkat, 63 gerbang air yang digerakkan oleh hidrolik raksasa akan menutup.
Teknologi pertahanan banjir termutakhir yang dipadukan dengan sistem yang dibuat 2000 tahun lalu, menjadikan Belanda memiliki beberapa lapis sistem anti banjir yang handal. Beberapa kanal di negara ini yang dibuat sejak zaman Rennaissance masih berfungsi dengan baik. Stasiun pompa sejak Revolusi Industri juga berhasil mendukung kinerja bendungan dan tameng banjir abad ke-20.
* * *
Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2011 lalu mencatat ada 20 wilayah di dunia yang rentan didera banjir besar di tahun 2070-an. Dua kota di peringkat teratas adalah Kalkuta dan Mumbai di India. Di urutan berikutnya berturut-turut adalah Dhaka di Bangladesh, Guangzhou di China, Ho Chi Minh City di Vietnam, Shanghai di China, Bangkok di Thailand, Rangoon di Myanmar, Miami di Amerika Serikat, Hai Phong di Vietnam, Alexandra di Mesir, Tianjin di China, Khulna di Bangladesh, Ningbo di China, Lagos di Nigeria, Abidjan di Pantai Gading, New York di AS, Chittagong di Bangladesh, dan Tokyo di Jepang.
Bagaimana dengan Jakarta?
Ibukota menempati posisi ke-20. Diprediksi, nanti di tahun 2017 ada sekitar 2,25 juta orang penduduk Ibukota yang direndam banjir.
OECD mengingatkan banyak kota besar di dunia berkembang terlalu cepat, namun tak diiringi dengan pembangunan teknologi penangkal banjir yang memadai. Jakarta adalah salah satunya, sebagaimana yang telah kita rasakan ketika dikepung air bah, Kamis, 17 Januari lalu. (kd)
© VIVA.co.id

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Infrastruktur,Metro
Jembatan Selat Malaka Segera Dibangun
Karimun � Jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia sepanjang 41,45 kilometer dengan nilai investasi ditaksir 58 triliun rupiah segera dibangun setelah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Proyek itu diyakini dapat membawa pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.
"Pelaksanaan proyek prestisius ini telah disampaikan ke pemerintah pusat dan saat ini tinggal menunggu sinyal dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata Bupati Kabupten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun, di Karimun, Senin (4/2).
Munurut Nurdin, Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, dan Pemerintah Kabupaten Palelawan, Provinsi Riau, telah menggagas rencana bersama untuk membangun jembatan yang nantinya terhubung antara Indonesia dan Malaysia.
Sebagai tahap awal, Pemkab Karimun dan Pelalawan telah mempersiapkan rencana program merangkai pulau pulau yang akan dilalui jembatan tersebut. Selain itu, tambah Nurdin, telah dilakukan koordinasi dengan instansi terkait dan beberapa tokoh Riau dan Kepri di pusat dan daerah untuk merespons positif rencana itu. Berdasarkan kajian sementara, Jembatan Selat Malaka akan menghubungkan sembilan pulau.
● Koran Jakarta

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Infrastruktur,Transportasi
Pemerintah Kebut Pembangunan Bandara dan Hotel
Tahun ini akan diselesaikan pengerjaan 11 bandara di seluruh Indonesia
JAKARTA Pemerintah merencanakan pembangunan proyek infrastruktur yang akan meningkatkan dunia industri pariwisata Indonesia dan investasi.
"Tahun ini akan diselesaikan pengerjaan 11 bandara di seluruh Indonesia," kata Menteri Pariwisata dan Ekononi Kreatif, Mari Elka Pangestu, saat ditemui di Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu 13 Februari 2013.
Salah satu bandara yang dikebut adalah Bandara Ngurah Rai, Bali yang akan digunakan saat acara Asian Pacific Economic Cooperation November 2013 mendatang. Selain itu, pemerintah juga tengah menyelesaikan empat hotel berbintang di Nusa Dua, Bali dan akan menyelesaikan proyek sepuluh kapal pesiar (cruise ship).
"Tahun 2013-2014, akan dibangun tujuh hotel dan sepuluh cruise ship," kata dia.
Mari menambahkan, industri pariwisata Indonesia pada 2012 memang menggembirakan. Sebab, investasi tahun lalu meningkat hingga 200 persen dan diharapkan tahun ini juga meningkat.
"Kami berharap tahun ini juga cukup besar dan tetap double digit," kata dia.
Peningkatan sektor ini, menurutnya, karena permintaan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara naik sekitar enam persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, pertumbuhan wisatawan domestik naik sekitar 23 persen dari tahun lalu.
"Masyarakat kelas menengah kita yang liburan atau jalan-jalan tumbuh pesat, karena didukung konektivitas dan budget airlines," ujar Mari. (eh)
• Vivanews

Posted in: Bisnis,Infrastruktur,Investasi
Jepang Serahkan 6 Jembatan Bantuan untuk Nias
| Ilustrasi Jembatan |
Medan - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori menyerahkan enam jembatan bantuan pemerintah Jepang untuk Kepulauan Nias senilai Rp 131 miliar, Sabtu 9 Maret 2013. Penyerahan itu sekaligus peresmian pengoperasionalan jembatan penghubung antarpulau di Kepualauan Nias.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita pada salah satu proyek yakni Jembatan Nou sepanjang 41 meter di jalan Diponegoro, Kota Gunung Sitoli, Sumatera Utara, sekaligus penandatangan penyerahan aset antara Pemerintah Jepang lewat Japan International Cooperation Agency (JICA) kepada Pemerintah Nias.
Pelaksana tugas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengatakan, bantuan pemerintah Jepang itu diharapkan meningkatkan 'connectivity' atau keterhubungan wilayah di pulau-pulau Nias yang saling berjauhan letaknya. "Sehingga dengan bantuan jembatan Jepang ini akan dapat menekan biaya operasional dan mempercepat arus transportasi barang dan orang." kata Gatot.
Gatot mengakui kondisi sebagian besar jalan dan jembatan di Sumut saat ini dalam keadaan memperihatinkan akibat terbatasnya anggaran pemeliharaan, apalagi untuk membangun infrasturktur baru. "Pemerintah Provinsi Sumut mengakui jalan dan jembatan banyak yang rusak. Anggaran negara maupun APBD Provinsi Sumut tidak cukup memperbaiki yang rusak," kata Gatot.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, jembatan yang diresmikan itu adalah jembatan rusak akibat bencana gempa dan tsuanami yang melanda Nias pada 2004 silam. "Pasca bencana lalu itu wilayah ini (Nias) menjadi terisolasi menyebabkan kesenjangan perekonomian antara pusat kegiatan di perkotaan ke bebera desa di Kepulauan Nias," kata Menteri Djoko.
Proyek jembatan di Pulau Nias ini merupakan kesepakatan hibah antara pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia yang telah dikerjakan sejak 1 Juni 2010 dan selesai pada 15 Februari 2013.
Jembatan yang diresmikan adalah Jembatan Nou A sepanjang 48,5 meter; Jembatan Idano Gawo sepanjang 151 meter; Jembatan Sowa sepanjang 53 meter; Jembatan Mezaya sepanjang 94 meter, dan Jembatan Gido Si'ite sepanjang 40 meter.
"Jembatan yang diresmikan ini adalah jembatan yang membentang sepanjang jalan nasional di Pulau Nias yang rusak dihantam tsunami. Jembatan yang diperbaiki Jepang menggunakan konstruksi tahan gempa," kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum Wijaya Seta.
● Tempo

Posted in: Infrastruktur,Transportasi
Malaysia Minat Garap Infrastruktur di Indonesia
Kuala Lumpur • The Malaysia External Trade Development Corp (Matrade) meminta konsultan bahan bangunan, kontraktor dan pemasok di negaranya untuk mencari peluang bisnis pada sektor infrastruktur yang sedang digalakkan di Indonesia.
Matrade mengatakan banyak perusahaan asal Malaysia tertarik untuk berpartisipasi dalam peluang bisnis infrastruktur di Indonesia.
"Atau mengembangkan kemitraan dengan perusahaan konstruksi lokal, bisa mencari saran dari kantornya di Jakarta," penjelasan Matrade seperti dilansir media Malaysia the Star, Sabtu (16/3/2013).
Dalam pernyataannya, Matrade mengatakan Indonesia telah meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur hampir 15%, senilai Rp 216 triliun rupiah di 2013.
Baru-baru ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sepakat untuk meningkatkan belanja modal pemerintah pada infrastruktur.
"Ini merupakan bentuk pergerakan untuk memajukan pembangunan yang sangat dibutuhkan seperti jalan, jembatan, bandara dan pelabuhan untuk memfasilitasi pembangunan ekonomi," pernyataan Matrade.
Dia mengatakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional di Indonesia juga memproyeksikan akan ada alokasi anggaran tambahan ke daerah untuk infrastruktur.
Pemerintah Indonesia juga mengantisipasi dengan menawarkan investasi swasta senilai US$ 150 miliar untuk merombak infrastruktur.(Nur)
● Liputan 6

Posted in: Infrastruktur,Investasi
WIKA Akan Ikut Bangun Infrastruktur Irak Setelah Perang
Jakarta • PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berencana untuk melebarkan sayap bisnisnya ke Irak. WIKA berniat untuk membangun infrastruktur jalan, sekolah dan perumahan telah yang hancur akibat perang di negara timur tengah tersebut.
"Kami memang berniat bangun fasilitas Rumah Sakit, perumahan, sekolah, yang hancur kemarin, jalan juga," ujar Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo di Kantor Pusat AP II Cengkareng, Tangerang, Senin (18/3).
Bintang menegaskan pihaknya juga akan membantu Pertamina dalam melakukan eksploitasi ladang minyak di Irak dengan membangun fasilitas infrastruktur milik Pertamina.
"Kalau Pertamina sudah dapat ladang minyak di sana, nanti fasilitas infrastruktur, kita yang kerjain, kalau kita yang kerjain, kita nanti dibayarnya oleh pemerintah Irak melalui Pertamina," tegas dia.
Selain di Irak, WIKA juga dalam waktu dekat akan menggarap proyek properti di negara Aljazair senilai Rp 500 miliar. Namun, lanjut Bintang, pihaknya memang sangat berhati-hati dalam melakukan ekspansi ke luar negeri.
"Di luar negeri, kita harus hati-hati, soal undang-undangnya, perpajakannya, banyak negara-negara di sana (target ekspansi), gak ada tax treaty, kita enggak bisa kirim uang dari sana ke sini. Kita harus hati-hati," pungkas dia.(mdk/rin)
● Merdeka

Posted in: Infrastruktur
22 Proyek Infrastruktur Pemerintah yang Siap Beroperasi di 2014
Jakarta - Pemerintah menargetkan ada 22 proyek infrastruktur yang siap beroperasi pada tahun 2014. Proyek tersebut bertujuan untuk menunjang sistem logistik Sumatera-Jawa-Indonesia Timur.
Berdasarkan data Kementerian PPN/Bappenas yang dikutip oleh detikFinance, Rabu (17/4/2013). Sebanyak 22 proyek tersebut terdiri dari pelabuhan, bandar udara, jembatan dan jalan tol.
- Pembangunan Rel Kereta Api untuk ruas Bandar Tinggi-Kuala Tanjung di Sumatera Utara.
- Perkembangan Terminal di Bandara Sultan Thaha di Jambi.
- Pembangunan Dermaga Merak-Bakauheni VI Lampung.
- Pembangunan Kapal Penyeberangan 5000 GT (3 unit) Lampung.
- Proyek pembangunan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
- Pembangunan fisik jalan bebas hambatan akses tanjung priok, Jakarta.
- Pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Jawa Barat.
- Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya Segmen I, Jawa Tengah.
- Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Solo-Kertosono, Jawa Tengah.
- Pengembangan Pelabuhan Pasean, Jawa Timur.
- Pengembangan pelabuhan Taddan, Madura.
- Pembangunan Jembatan Tayan, Kalimantan Barat.
- Satker Sementara Pembangunan Faspel Laut Garongkong, Sulawesi Barat.
- Pembangunan Bandara Baru Buntu Kunik Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
- Lanjutan pembangunan fasilitas pelabuhan laut Bungkutoko, Sulawesi Tenggara,
- Pelabuhan Bau Bau, Sulawesi Tenggara.
- Rehabilitasi bandara termasuk perpanjangan Runway Bandar Udara Morotai, Maluku Utara.
- Penanganan jalan Masohi-Haya-Laimu, Maluku.
- Pembangunan Dermaga terminal penumpang dan peti kemas pelabuhan Depapere, Papua.
- Penanganan dan perluasan bandara Sentani, Papua.
- Pembangunan Pelabuhan Bade, Papua.
- Perpanjangan bandara Mopah Merauke, Papua.
(hen/hen)
● detikFinance

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Infrastruktur
13 Bendungan Akan Dibangun PU Tahun Ini
Jakarta • Pada tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merencanakan pembangunan bendungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut rencana, setidaknya sekitar 13 bendungan bakal dibangun. Daftar 13 Bendungan yang akan dibangun PU 2013 :
1. Kreureuto (waduk) - NAD
2. Kuningan - Jawa Barat
3. Diponegoro - Jawa Tengah
4. Pedeksi - Jawa Tengah
5. Gondang - Jawa Tengah
6. Gongseng - Jawa Timur
7. Tukul - Jawa Timur
8. Teritip - Kalimantan Timur
9. Lolak - Sulawesi Utara
10. Karalloe - Sulawesi Selatan
11. Tanju - NTB
12. Mila - NTB
13. Lausimeme - Sumatera Utara
● Republika

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Infrastruktur
Pembangunan Jembatan Tumbang Nusa Segera Rampung
Dibangun dengan biaya sekitar Rp 265,5 miliar.
| Jembatan Tumbang Nusa |
Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan hingga kini pembangunan Jembatan Tumbang Nusa di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, nyaris rampung. Pembangunan sudah mencapai 92,3 persen pada Maret 2013.
Dalam kunjungan bersama Wakil Presiden Boediono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, menyatakan pembangunan jembatan tersebut lebih cepat dari yang ditargetkan. Dalam siaran persnya, Jumat 19 April 2013, Hermanto mengatakan, "Capaian tersebut lebih cepat dari rencana semula yaitu sekitar 84 persen."
Hermanto menambahkan, jembatan sepanjang 10 km tersebut berada di lahan gambut. Jembatan dibangun dengan biaya sekitar Rp 265,5 miliar. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII, Adriananda, mengatakan, jika mengukur dari perkembangan yang telah dicapai, ia optimistis Jembatan Nusa Dua rampung dua bulan mendatang.
Jembatan ini sebetulnya telah mulai dibangun pada 2000 dan secara bertahap diselesaikan hingga saat ini. Tahap I pembangunan dimulai dari 2000 hingga 2004 sepanjang 3,37 km. Tahap II dari 2005 hingga 2006 sepanjang 3,72 km.
Tahap III pada 2011 hingga Januari 2014 sepanjang 3 km. Dalam tahap III, kini mengerjakan 500 m jalan yang akan terhubung dengan jalan lama.(art)
● Vivanews

Posted in: Infrastruktur,Transportasi
Proyek Jalan Layang Kampung Melayu-Tanah Abang Dihentikan Sementara
Jakarta • Suasana pembangunan proyek Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/14/2013). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan untuk sementara pengerjaan proyek jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang yang telah mencapai 90 persen karena akan dilakukan audit terhadap anggaran pembangunan jalan tersebut.[Foto:VIVAnews/Anhar Rizki Affandi]
Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang Dihentikan
● Vivanews

Posted in: Infrastruktur,Transportasi
Tahun Ini Tiga Ruas Tol Akan Dioperasikan
Jakarta • PT Jasa Marga tahun ini mengoperasikan tiga ruas tol baru yaitu JORR W2 Utara, sebagian ruas tol Semarang-Solo, dan Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua-Tanjung Beno, Bali.
“Meski masih terdapat kendala pembebasan lahan tetapi kami siap membuka ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W2 dari Kebon Jeruk-Ciledug-Ulujami di DKI Jakarta tahun ini juga,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman di sela-sela acara RUPS di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, perlunya pembukaan JORR W2 Utara secepatnya karena akan memiliki dampak besar bagi pengurangan kemacetan di Jakarta dan sekitarnya. Sebab jika jalan tol ini selesai maka sebagian arus lalu lintas di tol dalam kota bisa dialihkan.
Ruas kedua yang akan dioperasikan tahun 2013 adalah tol Semarang-Solo seksi Ungaran-Bawen. Seksi ini sudah bisa dibuka dalam waktu tidak lama lagi karena tanah sudah dibebaskan dan dibuka semua.
Sedangkan ruas ketiga yang akan dioperasikan adalah tol Bali. Pekerjaan fisik ruas ini sudah diatas 90 persen. Dalam waktu dekat diuji coba dan sebelum pertemuan APEC Oktober mendatang jalan sudah bisa dioperasikan.
Selain ketiga ruas diatas Jasa Marga juga akan mengebut pembangunan ruas Gempol-Pandaan. Komisaris meminta direksi untuk merealisasikan tahun ini mengingat pembebasan lahan sudah sudah 99 persen.
“Karena pembebasan lahan tinggal 1% itu maka dalam waktu dekat diharapkan ruas ini akan terbangun,” katanya. (faisal)
● Poskota

Posted in: Infrastruktur,Transportasi
Australia Bantu Pengembangan Infrastruktur di Indonesia
JAKARTA - Untuk lebih meningkatkan perkembangan sektor jasa konstruksi di Indonesia lembaga di Australia (Austrade) siap membantu Indonesia mengembangkan proyek-proyek bidang infrastruktur.
“Beberapa hal yang kami tawarkan antara lain pemberian bantuan dibidang rapid urban transportation, penghematan energi, hingga upaya jalan keluar bagi pendanaan proyek-proyek infrastruktur,” kata Senior Trade Commissioner Kim Hewett di sela-sela acara “Innovation and New Frontier in Infrastruktur” kemarin.
Bentuk komitmen jangka panjang, Austrade akan mempromosikan dan memberikan fasilitas bagi pelaku usaha dari Australia yang ingin menjajaki peluang investasi di pasar mancanegara, termasuk Indonesia. Pembangunan infrastruktur di Indonesia cukup pesat dan Austrade mengaku memiliki solusi-solusi penting dalam permasalahan proyek infrastruktur di Indonesia.
“Dalam forum ini kami telah datangkan 4 pakar dari 4 perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur di Australia supaya dapat menyumbangkan ide atau gagasan dalam teknologi infrastruktur di Indonesia,” katanya.
Kim menegaskan Indonesia perlu memiliki solusi teknologi inovatif dalam proyek-proyek infrastrukturnya. Selain itu, hal yang tak kalah penting diperhatikan adalah model pembiayaan untuk menjamin pendanaan dan manfaat ekonomi dari proyek yang dijalankan.
Proyek infrastruktur juga memerlukan aplikasi model desain standar terbaik, perubahan iklim, sumber daya alam dan kepedulian terhadap lingkungan. Menurut dia perusahaan infrastruktur di Australia sangat berpengalaman dengan itu semua, dan berharap ilmu yang dimiliki bisa diaplikasikan di Indonesia.
Managing Director META Bernandus Djonoputro menjelaskan, kerja sama dengan Austrade ini memang tidak bernilai investasi. Namun, kerja sama ini merupakan bagian dari usaha pengembangan infrastruktur di Indonesia.
“Ini hanya bagian dari pengembangan infrastruktur di Indonesia saja. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan akan mempercepat infrastruktur di Indonesia. Indonesia perlu membuka hubungan yang lebih baik dengan pihak luar termasuk Australia,” kata Bernadus.(faisal)
● Poskota

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Infrastruktur
Jembatan Selat Sunda Terpanjang di Dunia
BANDUNG - Jika jembatan Selat Sunda jadi dibangun, maka jembatan yang rencannya membentang sekitar 2,2 kilometer ini akan menjadi jembatan terpanjang di dunia. Saat ini jembatan terpanjang dimiliki oleh Jepang.
“Jika sudah jadi, jembatan ini akan menjadi jembatan dengan bentang terpanjang di dunia. Hal ini diyakininya sebagai tantangan yang bisa diwujudkan dengan adanya sinergis elemen bangsa, salah satunya diharapkan civitas akademik dan elemen-elemen lainnya. Salah satunya dengan forum diskusi seperti ini yang diharapkan dapat menjadi wadah informasi dan sumbang saran bagi pengembangan kawasan,” ujar Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak akhir pekan lalu.
Dikatakannya, meski masih dalam tahap perencanaan, namun pemerintah sudah merinci pembiayaan, “Kita memaksimalkan biaya dari swasta sedangkan pemerintah sifatnya hanya memfasilitasi dan sebagai pemilik otoritas tetap oleh publik,”, paparnya.
Sementara itu, Rektor ITB Prof Akhmaloka menyebutkan jika pembangunan jembatan Selat Sunda ini sudah ada sejak tahun 1960-an. “Ini sebagai upaya agar Pulau Jawa dan Sumatra ini segera terkoneksi dengan adanya Jembatan Selat Sunda. Meskipun diskusi ini terdapat kebaikan dan keburukannya itu hal biasa karena pasti ada pro-kontranya,” tuturnya.
Ditegaskannya, koneksi yang harus ada di Pulau Jawa dan Sumatra ini merupakan hal yang sangat penting. Karena seperti contoh fenomena yang sampai saat ini terjadi sehingga menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak, “Dimana sebenarnya kesatuan Republik Indonesia ini jika harga-harga kebutuhan pokoknya berbeda,” jelasnya.
Sementara itu, Sekertaris Dewan Pengarah Badan Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda Hermanto menyatakan bahwa konstitusi mengenai pembangunan ekonomi harus mampu mensejahterakan rakyat.
“Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional(RSJP Nas) 2005-2050 mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan akan menjadi kekuatan 12 besar dunia di tahun 2050 melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kita mencoba untuk menemukan solusinya yaitu dengan koridor-koridor ekonomi, perkuatan konektivitas nasional dan sumber daya manusia (SDM) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) Nasional,” paparnya.
Sedangkan manfaat dari pembangunan Jembatan Selat Sunda ini yaitu dapat mengembangkan kawasan ekonomi baru, mempercepat perkembangan Pulau Sumatra, mengurangi sentralisasi ekonomi di Pulau Jawa dan menciptakan kesempatan kerja.(job1)
● JPNN

Posted in: Infrastruktur,Transportasi
Proyek Jalan Pantura Mencurigakan
Jakarta -Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan menggelar audit khusus proyek pemeliharaan jalan di Pantai Utara Jawa. Anggota IV BPK, Ali Masykur Musa, menyatakan pemeriksaan diperlukan karena besarnya anggaran mencurigakan. “Anggaran perawatan sangat besar dan dipersiapkan setiap tahun,” katanya kepada Tempo Rabu, 17 Juli 2013.
Menurut Ali, audit proyek yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum ini ditargetkan selesai dalam beberapa bulan mendatang. Audit juga menyangkut alasan kenapa proyek dianggarkan setiap tahun. “Kami akan melihat apakah pengerjaannya sesuai atau tidak,” katanya.
Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013, dana perbaikan jalan di Pantura mencapai Rp 1,2 triliun. Dana ini untuk ruas sepanjang 1.300 kilometer.
Koordinator Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, menilai perbaikan jalan itu sengaja dijadikan proyek abadi. Buktinya, selama empat tahun terakhir, dari total anggaran Rp 1,2 triliun, sebesar Rp 256 miliar digunakan untuk memperbaiki jalur yang sama dalam tiga tahun terakhir. Jalur tersebut berada di daerah Karawang hingga Losari, Cirebon.
Menurut dia, potensi penyimpangan bisa terjadi karena longgarnya pengawasan. Apalagi setiap tahun anggaran yang diajukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum selalu disetujui Dewan Perwakilan Rakyat tanpa dilakukan evaluasi. “DPR tak bersikap kritis, padahal seharusnya DPR melakukan evaluasi realisasi anggaran setiap tahun,” katanya kemarin.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto berdalih kerusakan jalan di Pantura Jawa disebabkan oleh muatan truk yang melebihi kapasitas. Seharusnya beban kendaraan yang melewati jalur tersebut tak boleh lebih dari 10 ton. “Faktanya, banyak yang di atas 10 ton, sehingga wajar bila jalan cepat rusak,” katanya kemarin.
Dia mengklaim tidak ada penyimpangan anggaran dalam perbaikan jalan. Agar tidak muncul perbaikan jalan setiap tahun, kata dia, Kementerian Pekerjaan Umum akan mengganti dengan konstruksi beton yang mampu bertahan hingga 10 tahun.
Djoko mempersilakan BPK memeriksa instansi yang dipimpinnya. “Itu memang tugas BPK,” katanya.
Wakil Ketua Komisi V DPR yang membidangi pekerjaan umum, Muhidin Mohammad Said, mengatakan akan meminta keterangan Menteri Djoko Kirmanto setelah masa reses. “Kami akan mengadakan rapat untuk melakukan evaluasi,” katanya kemarin.
Muhidin menegaskan, biaya perawatan jalan di jalur Pantura tetap harus dianggarkan. Sebabnya, “Jalur Pantura itu adalah jalan negara yang harus dirawat. Anggarannya harus ada,” katanya.
● Tempo

Posted in: Infrastruktur,Transportasi
Insinyur Myanmar Belajar Teknologi Beton ke Indonesia
JAKARTA -- Myanmar memastikan bakal mengirim empat orang tenaga ahli ke Indonesia untuk belajar teknologi beton pra-cetak.
"Mulai September tahun ini, empat orang insinyur kami akan belajar teknologi beton pra-cetak di WIKA selama dua bulan," kata Menteri Konstruksi Myanmar, Kyaw Lwin kepada pers, usai kunjungan ke sejumlah proyek PT Wijaya Karya (WIKA) di Jabodetabek, Jumat (19/7).
Menurut Kyaw, sebagai negara berkembang dan sedang bertumbuh, Myanmar membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur. "Kami menilai, kualitas kontruksi dan teknologinya di Indonesia lebih berkembang, misalnya beton pra-cetak," ucapnya.
Oleh karena itu, tegasnya, pihaknya perlu belajar kepada Indonesia."Tidak hanya itu, kami juga memerlukan masuknya investasi langsung ke negara kami, khususnya di sektor konstruksi," ujarnya.
Ia juga mendukung langkah WIKA yang berniat membentuk perusahaan patungan dengan United Mercury Group (UMG) dari Myanmar.
Direktur Operasional IV PT WIKA Tbk, Destiawan Soewardjono mengakui, adanya ketertarikan Myanmar untuk mengirim tenaga ahlinya ke Indonesia. "Itu disampakan Menteri Kyaw saat berkunjung ke proyek WIKA di 'BORR' (Bogor Outer Ring Road) tadi (19/7)," papar Destiawan.
● Republika

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Infrastruktur
Jembatan Kelok 9 Sudah Bisa Digunakan Seminggu Jelang Lebaran
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Jembatan Kelok 9 di Sumatera Barat siap digunakan H-7 atau seminggu menjelang Lebaran 2013.
Saat ini jembatan sepanjang 959 meter ini belum boleh digunakan oleh pengendara, masyarakat hanya boleh menggunakan jalur lama. Terlihat masih ada aktivitas pekerja di jembatan yang menghubungkan wilayah Riau dengan Sumatera Barat itu.
"Saat ini progres Jembatan Kelok 9 sudah mencapai 99,5%, tinggal penerapan asesoris jalan dan diharapkan H-7 kita sudah bisa memfungsikan untuk arus mudik Lebaran," kata Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, Dahler dikutip dari Kementerian PU, Senin (22/7/2013)
Sementara itu Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Maruasas Panjaitan mengungkapkan rencananya awal Agustus akan dilakukan soft opening Jembatan Kelok 9.
"Tahun ini juga diharapkan jembatan Kelok 9 bisa diresmikan oleh Presiden RI," tambah Maruasas.
Kementerian PU mencatat lalu lintas pada hari biasa melalui jalur kelok 9 bisa mencapai 10 ribu kendaraan per hari dan pada saat libur atau perayaan hari besar volumenya bisa bertambah mencapai 2 sampai 3 kali lipat.
Proyek jembatan kelok 9 menelan dana sekitar Rp 580,8 miliar dan dikerjakan dalam 2 tahap pembangunan. Proyek ini memiliki 6 jembatan dengan panjang 959 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.981 meter.
Jembatan ini merupakan jembatan yang sangat indah karena dibangun berkelok-kelok dengan ditopang pilar setinggi 60 meter di atas permukaan jalan di bawahnya.
Kelok 9 adalah jalan lintas tengah Sumatera yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat. Jalan ini terletak di kabupaten 50 kota, sekitar 25 km dari kota Payakumbuh ke arah Pekanbaru, Riau. Julukan kelok 9 karena jalan ini bentuknya berkelok-kelok berjumlah 9 buah.(hen/ang)
● detikFinance

Posted in: Infrastruktur,Transportasi
Proyek 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta
Apa Kabar Proyek 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta?
Jakarta - Rencana proyek 6 ruas tol dalam kota Jakarta senilai Rp 41 triliun sempat tak terdengar lagi kabarnya. Bagaimana kini nasib kelanjutan proyek yang sempat menuai pro kontra tersebut?
Saat ini, perkembangan proyek ini masuk ke dalam tahap pra konstruksi meliputi survei lapangan, penentuan titik-titik kritis yang dilewati trase jalan tol, dan pekerjaan teknis lapangan lain sebelum konstruksi
"Ini kita jalankan terus dan diharapkan rampung (pra konstruksi) akhir tahun ini," kata Head of Corporate Communication PT Jakarta Tol Development Ngurah Irawan kepada detikFinance, Rabu (31/7/2013).
Ngurah mengatakan, tahun depan semua persiapan akan rampung, termasuk dana dari sindikasi perbankan, juga kontraktor yang telah siap mengikuti tender. Sehingga konstruksi sudah bisa dilakukan setelahnya.
Pembangunan keenam ruas tol tersebut dibagi ke dalam beberapa tahap. Tahap pertama akan dibangun ruas tol Semanan - Sunter sejauh 20,23 kilometer dilanjutkan pembangunan tol Sunter - Pulo Gebang yang jaraknya 9,44 kilometer dan ditargetkan selesai pertengahan 2014.
Pembangunan kemudian dilanjutkan di ruas tol Duri Pulo- Kampung Melayu dengan jarak 12,65 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,60 kilometer senilai Rp 6,95 triliun.
Tahap terakhir adalah pembangunan ruas jalan tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,15 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun dan pembangunan tol Tanah Abang-Ulujami. Kontraktor menargetkan awal 2020 enam ruas tol ini sudah selesai pembangunannya dan pertengahan 2020 sudah bisa digunakan.(zul/hen)
Syarat Jokowi untuk Proyek 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta
Proyek 6 ruas tol dalam kota Jakarta dipastikan berlanjut sejalan lampu hijau yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Namun orang nomor satu di Jakarta itu meminta syarat khusus untuk proyek tol itu.
PT Jakarta Tol Development (JTD) yang dipimpin oleh Mantan Dirut Jasa Marga, Frans Sunito selaku pelaksana proyek 6 tol dalam kota kini masih melakukan persiapan konstruksi dan pendanaan proyek.
Salah satunya mempersiapkan persayaratan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pembangunan tol dalam kota. JTD sedang menetapkan lajur prioritas untuk TransJakarta dilengkapi dengan shelter tinggi sebagai syarat dari Jokowi.
"Jangan cuma mikir jalan untuk kendaraan pribadi. Kami sedang matangkan itu, moga-moga ini juga akan rampung tahun ini (kajiannya) dan kita harapkan hasil survei lapangan bisa rampung tahun ini. Sehingga tahun depan, bisa dibangun," kata Head of Corporate Communication PT Jakarta Tol Development Ngurah Irawan kepada detikFinance, Rabu (31/7/2013).
Menurut Ngurah, Gubernur DKI Jakarta Jokowi sudah mengizinkan proyek senilai Rp 41 triliun dengan syarat dilengkapi akses transportasi massal. Proyek 6 tol ini akan menjadi pelengkap proyek transportasi massal MRT dan Monorel di Jakarta.
"Kita menunggu arahan dari Pak Gubernur saja, karena juga salah satu pemegang saham terbesar adalah BUMD," jelasnya.
Rencananya untuk tahap awal, 2 ruas utama akan dibangun yakni Semanan-Sunter dan Sunter-Pulogebang dengan struktur melayang (elevated). Diperkirakan konstruksi akan memakan waktu 2 tahun.(zul/hen)
Proyek 6 Ruas Tol Dalam Kota Dimulai 2014
Proyek 6 ruas tol dalam kota Jakarta akan mulai dibangun 2014. Ada 2 ruas prioritas yang akan dibangun yaitu ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulogebang dengan struktur melayang (elevated).
Ruas Semanan-Sunter akan menghubungkan wilayah Kalideres, Jakarta Barat dengan wilayah Sunter di Jakarta Utara, sedangkan ruas Sunter-Pulogebang menghubungkan Jakarta Utara dengan Pulogebang Jakarta Timur. Untuk membangun 2 ruas awal tersebut dibutuhkan investasi sebesar Rp 21 triliun.
"Dari Semanan-Sunter, Sunter-Pulo Gebang itu kira-kira dibutuhkan Rp 21 triliun hanya 2 ruas tahap awal," kata Head of Corporate Communication PT Jakarta Tol Development Ngurah Irawan kepada detikFinance, Rabu (31/7/2013).
Ngurah mengatakan, alasan tol yang digarap PT Jakarta Tol Development ini dibangun secara bertahap karena proyek ini merupakan infrastruktur yang besar. Jika dibangun secara serentak, bisa dipastikan lalu lintas di sekitar pembangunan jalan tol tersebut akan lumpuh.
"Proyek besar semacam ini kita rencanakan bertahap, bayangin kalau kita serentak pasti macet. Kita membangun sesuai dengan kesiapan kota," jelasnya.
Pembangunan keenam ruas tol tersebut dibagi ke dalam beberapa tahap. Tahap pertama akan dibangun ruas tol Semanan - Sunter sejauh 20,23 kilometer dilanjutkan pembangunan tol Sunter - Pulogebang yang jaraknya 9,44 km.
Pembangunan kemudian dilanjutkan di ruas tol Duri Pulo- Kampung Melayu dengan jarak 12,65 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,60 kilometer senilai Rp 6,95 triliun.
Tahap terakhir adalah pembangunan ruas jalan tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,15 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun dan pembangunan tol Tanah Abang-Ulujami. Kontraktor menargetkan awal 2020 enam ruas tol ini sudah selesai pembangunannya dan pertengahan 2020 sudah bisa digunakan.(zul/hen)
● detikFinance

Posted in: Infrastruktur,Transportasi