Garuda Terpilih Jadi "The World's Best Regional Airline"
Survei melibatkan lebih dari 18 juta penumpang dari seluruh dunia
Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk ditetapkan sebagai The World's Best Regional Airline oleh Skytrax, lembaga pemeringkat penerbangan independen yang berkedudukan di London. Penetapan itu diberikan dalam ajang Farnborough Airshow 2012 di London, Inggris, hari ini.
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengungkapkan, penghargaan itu menunjukkan kinerja Garuda Indonesia semakin diakui di tingkat internasional. Setelah sebelumnya berhasil menjadi maskapai bintang empat dan pada 2010 ditetapkan sebagai The World's Most Improved Airline oleh Skytrax.
“Selain ditetapkan sebagai The World's Best Regional Airline, Garuda juga terpilih sebagai The Best Regional Airline in Asia,” kata Emirsyah dalam siaran persnya.
Penyerahan award sebagai The World's Best Regional Airline tersebut dilakukan oleh CEO Skytrax Edward Plaisted kepada Emirsyah Satar pada acara yang dilaksanakan di Cody Room Hall 1 Farnborouh Airshow.
Penetapan tersebut didasarkan pada survei kepuasan pelanggan yang melibatkan lebih dari 18 juta penumpang dari 100 kewarnegaraan yang berbeda-beda.
Survei dilaksanakan terhadap lebih dari 200 perusahaan penerbangan internasional terbesar hingga penerbangan tingkat domestik dan mengukur lebih dari 38 aspek produk dan layanan yang diberikan oleh perusahaan penerbangan. Survei dilaksanakan mulai bulan Juli 2011 hingga Juni 2012.
“Ini adalah hasil kerja keras seluruh karyawan Garuda. Ini juga mendorong Garuda untuk terus melanjutkan program Quantum Leap dimana Garuda akan menjadi airline bintang lima, dan akan mengoperasikan 194 pesawat pada tahun 2015 nanti,” kata Emirsyah.
Sumber : BeritaSatu
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Transportasi
Mulai 1 September Bus Transjakarta Dilengkapi Wifi

Tidak ada hubungan dengan pemilihan gubernur DKI Jakarta
Kabar gembira untuk para pengguna layanan Transjakarta, mulai 1 September nanti bus TransJakarta akan dilengkapi dengan pemancar WiFi sehingga para penumpang bisa menikmati internet gratis sambil berkendara.
“Kabar bagus buat warga Jakarta, mulai 1 September bus TransJakarta sudah menggunakan WiFi gratis,” kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, usai menggelar rapat pimpinan di Balaikota, Jakarta, Senin (27/8).
Layanan WiFi gratis ini, dipasang pada sepanjang Halte Bundaran Indonesia hingga ke Halte Senayan dan juga Halte S. Parman dan Halte Grogol. Jadi para penumpang yang melewati jalur itu bisa mengakses internet gratis ketika menggunakan layanan Transjakarta.
Layanan WiFi gratis ini merupakan lanjutan dari pelayanan serupa yang telah diterapkan di Monumen Nasional (Monas), Taman Menteng, Taman Ayodya Kebayoran Baru, Halte Busway Harmoni, dan Halte Dukuh Atas.
“Awal September, dari sepanjang itu akan menjadi daerah dengan hotspot gratis,” sambung lelaki yang akrab disapa Foke itu.
Layanan ini disebutnya sebagai usaha untuk membuat Jakarta semakin maju dari sebelumnya dan tidak berkaitan dengan dengan pemilihan gubernur.
“Kamu mau Jakarta maju atau mundur? Pikirannya jangan ngeres mulu,” ketus Foke kepada seorang rekan wartawan yang bertanya kemungkinan langkah itu diambil sebagai strategi jelang pemungutan suara putaran kedua.
( Berita Satu )
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Transportasi
Hidayat: Proyek Monorel Serahkan ke Swasta
Pembangunan monorel sampai saat ini belum pasti kapan dilanjutkan.
Realisasi pembangunan monorel sampai saat ini belum pasti kapan akan dilanjutkan. Bahkan, karena proyek ini dipegang Pemerintah Daerah DKI Jakarta, kelanjutannya harus menunggu pemilu daerah yang sekarang sedang dilakukan.
Namun, Menteri Perindustrian MS Hidayat berpendapat lain. Menurutnya, mega proyek transportasi umum di Ibukota tersebut jika ingin cepat terealissi seharusnya diserahkan kepada swasta.
"Kala saya, monorel itu hanya bisa dilakukan kalau dikomersialkan. Jadi, nggak ada unsur pemerintah," kata dia di Jakarta, Selasa 28 Agutus 2012.
Hidayat menambahkan, Pemda DKI juga telah memberi sinyal positif bahwa keterlibatan swasta nantinya akan dominan dalam proyek tersebut.
Namun demikian, menurutnya, pada waktu itu proses pembangunannya terhambat audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait realisasi awal pengerjaan proyek tersebut.
"Mudah-mudahan bisa segera, tetapi monorel secara komersial itu wise," tuturnya.
Menurut Hidayat, realisasi transportasi umum masal ke depannya harus menjadi prioritas utama pemerintah, karena dengan terwujudnya hal tersebut, kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi akan berkurang dan kemacetan di Jakarta dapat terurai.
© VIVA.co.id
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Transportasi
Pemerintah Gelontorkan Rp 40 Triliun untuk MRT di Jakarta
JAKARTA - Pemerintah berencana menganggarkan investasi sebesar Rp40 triliun untuk pembangunan "mass rapid transit" (MRT) di Jakarta.
Menurut Direktur Jenderal Kereta Api Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan, dana pembangunan MRT ini berasal dari APBN. MRT ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan jalan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Jakarta, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
"Dananya sepenuhnya berasal dari APBN dan diimplementasikan oleh pemerintah daerah," kata Tundjung pada acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition 2012 di Jakarta, Kamis.
Ia memaparkan pembangunan MRT di Jakarta dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama, rute Lebak Bulus-Bundaran HI dengan pengerjaan dimulai awal 2013 hingga akhir 2016, yang diperkirakan sepanjang 15,1 kilometer
Tahap kedua, rute Bundaran HI-Kampung Bandan yang dimulai pengerjaannya awal 2014 hingga akhir 2018, sepanjang 8,2 kilometer.
Kepala Biro Humas PT MRT, Rega Chandra Gupta Sitorus, menambahkan tahap pertama pengerjaan proyek MRT diperkirakan menelan biaya Rp 15 miliar, yang termasuk pembangunan fisik, kereta, elektrikal, mekanikal dan konsultan.
Dalam tahapan ini, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memulai beberapa pekerjaan fisik berupa pelebaran jalan Fatmawati, pemindahaan utilitas, pemindahan Terminal Lebak Bulus, serta pemindahan Stadion Lebak Bulus.
"Diharapkan pekerjaannya selesai sebelum pembangunan dimulai," kata Rega. Ia memperkirakan tahap pertama ini membutuhkan pasokan listrik sebesar 60 MVA, yang berasal dari PT Perusahaan Listrik Negara Persero. Untuk itu, MRT dan PLN sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman.
"Kami mengharapkan pemancangan tiang pertama (ground breaking) dapat dilaksanakan pada akhir 2012 atau awal 2013," tuturnya.
Selanjutnya, pihaknya akan mengumumkan pemenang tender pekerjaan pembangunan proyek MRT pada pertengahan September atau Oktober 2012.
Diakuinya, dana pembangunan MRT ini akan berasal dari pinjaman luar negeri, yakni Japan International Corporation Agency (JICA).
( Republika )
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Transportasi
Dahlan Tawari Jokowi Proyek Anti Macet dari BUMN
Proyek infrastruktur ini tinggal menunggu persetujuan Pemda DKI.
| Kereta monorel |
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, siap menggandeng gubernur baru DKI Jakarta, Joko Widodo, untuk membangun ibukota. Sejumlah proyek BUMN sudah menunggu persetujuan Pemda DKI Jakarta untuk mulai tahap pemancangan tiang atau ground breaking.
Dahlan Iskan mengungkapkan, sejumlah proyek BUMN yang siap untuk digarap tersebut di antaranya monorel, contra flow, kereta layang, dan jalan tol dalam kota.
"Untuk monorel, saya sudah minta Adhi Karya untuk melakukan penyempurnaan dan akan segera kami ajukan kepada Pemda DKI Jakarta," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat 21 September 2012.
Menurut Dahlan, pembangunan proyek monorel wajib terlaksana, mengingat sudah ada bangunan berupa tiang-tiang beton yang mangkrak bertahun-tahun. Proyek ini tinggal membutuhkan izin dari Pemda DKI Jakarta. Untuk dana investasi, Kementerian BUMN mengaku optimistis tak memerlukan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Selain monorel, Kementerian BUMN juga akan mengajukan proposal proyek contra flow PT Jasa Marga Tbk.
Di samping proyek-proyek yang sudah memperoleh persetujuan BUMN, Dahlan juga mempersilakan PT Hutama Karya untuk mengajukan proposal kepada Pemda DKI Jakarta terkait pembangunan kereta layang Bekasi-Slipi.
"Saya tidak menyetujui, namun juga tidak menolak. Kalau Hutama Karya memang mau menjalankan, silakan saja," katanya.
Mantan direktur utama PT Perusahaan Listrik Negara ini juga menyatakan siap menyerahkan aset lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) kepada Pemda DKI Jakarta yang berencana membangun jalan tol dalam kota. Namun, Dahlan meminta Pemda DKI Jakarta untuk membangun underpass di 24 titik jalan yang dilintasi oleh jalur kereta.
"Berbagai proyek ini realistis dan langsung bisa dirasakan oleh masyarakat luas kegunaannya. Bagi pengendara mobil, tidak sering terlambat, jumlah KRL bisa diperbanyak, sehingga penumpang berjubel bisa dikurangi serta ruas tol dalam kota bertambah," katanya. (art)
© VIVA.co.Id
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Transportasi
Jokowi Menang, Adhi Karya Ajukan Lagi Proyek Monorel
Monorel yang diusung kembali ini bernama Jakarta Link Transportation.
| Tiang monorel yang terbengkalai |
PT Adhi Karya Tbk menyambut baik kemenangan pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta. Langkah cepat pun dilakukan Adhi Karya dengan segera mengajukan proposal bisnis monorel yang akan bernama Jakarta Link Transportation (JLT).
"Alhamdulillah, yang potensi menang Pak Jokowi-Ahok, yang notabene tidak menolak ide tersebut, malah mendukung," kata Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan, di Jakarta, Jumat 21 September 2012.
Kiswo mengakui, Adhi Karya memang menunggu selesainya perhelatan Pilkada DKI Jakarta sebelum mengajukan proposal monorel kepada Pemda DKI Jakarta sebagai regulator. Program bernama Jakarta Link Transportation ini akan dijadikan feeder dari moda transportasi yang ada.
Rencananya, perusahaan akan menggandeng PT LEN Industri, PT Industri Kereta Api (Inka), dan pemda untuk membentuk konsorsium dengan bantuan dukungan dari sektor perbankan. Setidaknya dua skema pembiayaan telah dipikirkan perusahaan, yaitu menyerahkan sepenuhnya pembangunan kepada swasta dengan konsekuensi tarif menjadi komersial.
Pilihan kedua adalah Pemda DKI Jakarta mengalokasikan subsidi atau membangun substruktur dengan skema kerja sama swasta dan pemerintah atau public private partnership.
"Ini nanti yang akan kami ajukan untuk dibahas dengan Pemda DKI Jakarta dengan gubernur barunya, sehingga jika JLT terealisasi, Jakarta dapat menjadi modern dan masyarakat juga diuntungkan," katanya.
Proyek monorel yang diusung Adhi Karya berbeda dengan Jakarta Monorel zaman Fauzi Bowo. Konsep monorel Adhi Karya ini 100 persen produk dalam negeri. Mulai dari rel kereta yang dibangun Adhi Karya, gerbong dibangun oleh Inka, serta tiket dan operator akan dibangun oleh LEN Industri.
"Sehingga betul-betul produk Indonesia seperti mobil Esemka," katanya. (art)
© VIVA.co.I'd
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Transportasi
Dahlan: Pelayanan Bandara Soetta Jauh Dari Bintang Lima
Pelayanannya harus lebih bagus dari mewah dan fasilitas ruang direksi.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai bahwa pelayanan Angkasa Pura II, yang pengelola Bandara Soekarno-Hatta masih jauh dari bandara bintang lima. Pelayanan mereka, kata Dahlan, harus lebih bagus dan lebih mewah dari fasilitas ruang direksi AP II.
Dahlan menjelaskan bahwa selama angkutan Lebaran 2012, hanya dua BUMN yang mengalami kemajuan pesat yaitu PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Angkutan Sungai Dan Penyeberangan (ASDP). Sedangkan pelayanan penumpang di bandara Soekarno-Hatta masih belum baik.
"Angkasa Pura sudah seharusnya melayani lebih bagus, karena melayani penumpang yang bisa membayar. Sedangkan KAI dan ASDP untuk penumpang yang mendapatkan subsidi," katanya di Jakarta, Selasa 4 Agustus 2012.
Menurut Dahlan, pelayanan Angkasa Pura II, khususnya bandara Soekarno-Hatta masih belum baik dan jauh dari harapannya sebagai bandara bintang lima. Ia mencontohkan, banyaknya penerbangan yang antre untuk lepas landas dan mendarat menjadi ukurannya dan menyebabkan banyak penerbangan menjadi terlambat.
Ia meminta agar pelayanan AP II, dalam melayani penumpang harus selevel bintang lima dan harus lebih bagus dari ruang direksinya itu sendiri. "Penilaian saya untuk terminal I bintang dua, sedangkan terminal II itu baru bintang tiga setengah," kata Dahlan.
Namun, Dahlan mengaku bahwa manajemen AP II masih terus berbenah untuk meningkatkan pelayanannya. "Akses masuk sudah lancar menjadi tiga jalur dan parkir untuk penumpang juga sedikit lebih baik. Itu harus diakui sebagai prestasi," ujarnya.
Sementara itu, untuk penggabungan airport tax dalam biaya tiket pesawat menurutnya, belum bisa dilaksanakan per 1 September 2012. Dahlan akan mencari tahu, di mana letak kesalahan sehingga ide yang dirinya usung untuk memudahkan penumpang belum berjalan.
"Saya akan lihat apa kecanggihan manajemen yang kurang atau sistem IT. Kalau memang karena IT belum siap, tidak usah dipaksakan karena akan amburadul," katanya.
© VIVA.co.id
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Transportasi
Adhi Karya Siap Lanjutkan Pembangunan Monorel

Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk siap melanjutkan proyek monorel Jakarta yang sudah lama mangkrak. Untuk itu, perusahaan konstruksi pelat merah ini berencana membentuk konsorsium baru bernama Jakarta Link Transportation untuk menggarap proyek tersebut.
Nah, di konsorsium tersebut, Adhi Karya mengincar kepemilikan sebesar 30%. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Amrozi Hamidi menuturkan, saat ini, Adhi Karya sedang menyiapkan proposal monorel untuk diajukan ke gubernur terpilih setelah pelantikan pada 7 Oktober mendatang.
"Kami akan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD). Saat ini masih konsolidasi," ungkap Amrozi, Senin (24/9/2012). Sedangkan untuk penyediaan listrik buat monorel, Adhi Karya bakal menggandeng PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Tak hanya konsorsium yang baru, perusahaan berkode saham ADHI ini pun telah menyiapkan desain baru. Kata Amrozi, Adhi Karya telah merombak desain monorel yang semula merupakan proyek PT Jakarta Monorail. Panjang monorel yang dalam desain awal hanya 13 kilometer (km) direvisi menjadi 14,6 km.
Perubahan desain dilakukan berdasarkan kajian engineering. "Nantinya, semua stasiun monorel akan menjadi feeder untuk moda transportasi yang lain seperti mass rapid transit (MRT), Trans Jakarta, dan kereta bandara," papar Amrozi.
Sayang, dia belum bisa menjelaskan titik-titik yang akan dilalui monorel lantaran kajian masih berlangsung. Sebagai catatan, dalam desain lama, ada 16 stasiun yang bakal dilewati MRT.
Investasi membesar
Lantaran panjang rel bertambah, perkiraan investasi pun membengkak dari semula Rp 3,7 triliun menjadi sekitar Rp 3,9 triliun-Rp 4 triliun. Investasi tersebut sudah mencakup gerbong monorel yang akan dibuat sendiri oleh Adhi Karya. Sumber pendanaan bakal diperoleh dari bank-bank BUMD.
Kata Amrozi, jika proposal konsorsium Jakarta Link Transportation sudah disetujui, konstruksi akan langsung dimulai tahun depan. Pembangunannya diperkirakan memakan waktu dua tahun, sehingga monorel diharapkan bisa beroperasi pada 2014.
Sekadar kilas balik, pada 2005 silam, Adhi Karya bergabung dengan konsorsium Jakarta Monorail dengan nilai proyek sebesar US$ 224,20 juta. Pada 2007 ini, proyek itu terhenti setelah meninggalkan pembangunan fisik senilai 14,02 juta dollar AS. Di Jakarta Monorail ini Adhi Karya hanya mengempit 7,5% saham.
Semula Adhi Karya berniat melanjutkan pembangunan monorel dengan memanfaatkan tiang pancang yang sudah terlanjur berdiri. Namun, karena desain berubah, Amrozi belum bisa memastikan apakah akan membangun tiang pancang baru atau tidak.(Kontan/Adisti Dini Indreswari)
Adhi Karya Garap Megaproyek Monorail 14,6 Km
Kendaraan melaju di antara tiang beton proyek monorel yang mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (18/6/2010). Hingga menginjak usia ke-483, kota Jakarta belum memberi transportasi publik yang murah dan nyaman.[Foto: KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN]
Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk siap melanjutkan proyek monorel Jakarta yang sudah lama mangkrak. Perusahaan konstruksi pelat merah ini berencana membentuk konsorsium baru bernama Jakarta Link Transportation untuk menggarap proyek tersebut.
Pada konsorsium tersebut Adhi Karya mengincar kepemilikan sebesar 30%. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Amrozi Hamidi menuturkan, saat ini, Adhi Karya sedang menyiapkan proposal monorel untuk diajukan ke gubernur terpilih setelah pelantikan pada 7 Oktober mendatang.
"Kami akan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD). Saat ini masih konsolidasi," ungkap Amrozi, Senin (24/9/2012) kemarin.
Sementara itu, untuk penyediaan listrik buat monorel, Adhi Karya bakal menggandeng PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bahkan, tak hanya konsorsium baru, perusahaan berkode saham ADHI ini pun telah menyiapkan desain baru.
Amrozi menuturkan, Adhi Karya telah merombak desain monorel yang semula merupakan proyek PT Jakarta Monorail. Panjang monorel yang dalam desain awal hanya 13 kilometer (km), kini direvisi menjadi 14,6 km. Perubahan desain dilakukan berdasarkan kajian engineering.
"Nantinya, semua stasiun monorel akan menjadi feeder untuk moda transportasi yang lain seperti mass rapid transit (MRT), Trans Jakarta, dan kereta bandara," papar Amrozi.
Sayangnya, dia mengaku belum bisa menjelaskan titik-titik yang akan dilalui monorel lantaran kajiannya masih berlangsung. Sebagai catatan, dalam desain lama, ada 16 stasiun yang bakal dilewati MRT.(Adisti Dini Indreswari)
( Kompas )
Posted in: Transportasi
ADHI Naikkan Investasi Proyek Transportasi
Aksi Korporasi
Jakarta - Emiten konstruksi, PT Adhi Karya Tbk, menaikkan dana investasi pembangunan proyek Jakarta Link Transportation menjadi 3,9 triliun - 4 triliun rupiah. Nilai investasi ini melonjak 200 - 300 miliar rupiah lantaran sebelumnya perseroan menganggarkan dana investasi 3,7 miliar rupiah.
"Penambahan dana investasi itu disebabkan jalur Jakarta Link Transportation lebih panjang dan ada perubahan desain bangunan," kata Amrozi Hamidi, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, saat dihubungi di Jakarta, Senin (24/9). Lanjut Amrozi, penambahan dana investasi bersumber dari pinjaman salah satu bank BUMD.
Soal desain, Amrozi menambahkan sebelumnya perseroan akan membangun Jakarta Link Transportation sepanjang 13 kilometer. "Kemudian menjadi 14,6 kilometer," papar dia. Pihak perseroan kini sedang mengerjakan perubahan desain sekaligus dalam pengajian engineering. "Selain itu, kami juga sedang melakukan revisi proposal dengan desain baru dan jalur yang lebih panjang," terang dia.
Amrozi mengungkapkan pada perinsipnya pihaknya dan beberapa BUMN lain sudah siap dan tinggal menghadap gubernur baru yang terpilih. "Kemungkinan kami menghadap pemerintah Provinsi DKI Jakarta pertengahan Oktober setelah pelantikan gubernur baru," ujar dia.
Kontrak Baru
Emiten berkode ADHI berhasil membukukan kontrak baru 6,9 triliun rupiah sepanjang periode Januari-Agustus 2012. Kontrak tersebut mencapai sekitar 51 persen dari incaran kontrak pada tahun ini yang 13,48 triliun rupiah. "Hingga Agustus ini, kami sudah mendapatkan kontrak baru senilai 6,9 triliun rupiah," ungkap dia, beberapa waktu lalu.
Amrozi menjelaskan pencapaian kontrak baru sampai Agustus kontribusi terbesarnya dari proyek pemerintah dan BUMN, sedangkan sisanya dikontibusikan oleh swasta. Lanjut Amrozi, dengan pencapain itu pihaknya belum akan melakukan revisi target. Karena perseroan akan melakukan kajian terlebih dahulu. "Kajian pencapain selama delapan bulan ini akan dilakukan pada minggu pertama bulan Oktober," terang dia.
Dari perolehan kontrak itu terdapat tiga proyek besar yang sudah dikantongi BUMN jasa konstruksi ini di bulan Agustus 2012, antara lain proyek lanjutan pembangunan Apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta senilai 759 miliar rupiah, proyek jalan perbatasan di Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 140 miliar rupiah, dan proyek jalan tol yang menghubungkan Solo-Kertosono 5 miliar rupiah.
Proyek Adhi Karya dikontribusi dari sektor konstruksi dan EPC pembangkit listrik sebesar 87 persen dan 3 persen sisanya berasal dari proyek properti. Dia optimistis pihaknya mampu mencapai target yang telah dipatok perseroan hingga akhir tahun ini. Dengan waktu tersisa, perseroan harus mengejar perolehan kontrak baru 6,58 triliun rupiah. pas/E-7
( Koran Jakarta )
Posted in: Investasi,Transportasi
Dana Rp 110 M bagi Percontohan Sistem Transportasi
Jakarta - Kementerian Perhubungan mengalokasikan Rp 110 miliar untuk pilot project sistem transportasi cerdas atau Intelligent Transport System (ITS). Proyek percontohan tersebut akan dilaksanakan di 22 kota di Indonesia.
"Pemerintah menyediakan dana Rp 5 miliar untuk satu kota," kata Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, di Jakarta International Expo (JIE), Kemayoran, Kamis, 27 September 2012. Kebutuhan dana selebihnya akan dipenuhi pemerintah provinsi setempat dan swasta.
Bambang menjelaskan, ITS merupakan aplikasi teknologi yang mencakup komponen elektronik, komputerisasi, serta telekomunikasi. Sistem tersebut bertujuan memberikan informasi mengenai sarana dan prasarana transportasi di kota setempat. Informasi yang disediakan antara lain mengenai kondisi arus lalu lintas serta ketersediaan lahan parkir di suatu tempat.
Pemerintah sebelumnya telah melakukan penelitian untuk melihat penghematan dengan diterapkannya ITS. Hasilnya, para pengguna jalan dapat menghemat biaya perjalanan hingga 33 persen. Penghematan tersebut mencakup efisiensi perjalanan, waktu dan bahan bakar minyak (BBM).
Dengan adanya ITS, para pengguna bisa memilih jalur alternatif jika di suatu ruas jalan terjadi kemacetan. Ia mengatakan, nantinya informasi real time yang disediakan oleh ITS dapat diakses masyarakat dengan gratis, baik melalui internet maupun ponsel cerdas.
Lebih jauh Bambang menjelaskan, secara umum ada lima fitur dalam ITS. Kelima fitur itu adalah advanced navigation system, 'advanced traffic management system, incident management system, electronic toll collection, dan advanced system for safe driving.
Pada Juni silam, Wakil Menteri Infrastruktur dan Transportasi Jepang, Naoyoshi Sato, mengatakan Indonesia dan Jepang menjalin kerja sama untuk mengatasi kemacetan melalui ITS. Saat itu Sato menuturkan intelligent transport system telah diimplementasikan di Jepang dan memberikan manfaat.
Adapun Menteri Perhubungan, Evert Erenst Mangindaan, menyatakan akan ada konsep bersama di Indonesia untuk mengimplementasikan sistem tersebut. Namun, untuk kebutuhan teknologi, Indonesia harus bekerja sama dengan Jepang.
Dia menambahkan, masih harus ada nota kesepahaman yang ditandatangani untuk mengimplementasikan sistem tersebut. Sistem ini diharapkan dapat diimplementasikan secepatnya.
Sistem tersebut menggunakan pendekatan lalu lintas melalui suatu alat pengaturan. Pasalnya, pembangunan jalan saat ini yang belum mampu mengimbangi pertumbuhan kendaraan bermotor dan menimbulkan kemacetan di banyak titik di Jakarta harus diantisipasi.
© Tempo.Co
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Transportasi
Satu Lagi Janji Jokowi, Benahi KRL
Apa solusi calon Gubernur DKI Jakarta ini?
Joko Widodo berjanji membenahi moda transportasi Jakarta
Belum juga dilantik, namun calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sudah banyak menjanjikan berbagai hal untuk masalah Jakarta. Salah satunya adalah berjanji membenahi sistem moda transportasi massal.
Bukan hanya akan melakukan penataan dan pengembangam busway, Jokowi juga bakal membenahi moda transportasi masal Kereta Rel Listrik (KRL).
Jokowi berencana membangun jalur underpass di jalur perlintasan kereta. "Nanti kalau underpass sudah digarap semuanya, jumlah KRL pasti akan ditambah. PT KA menyetujui penambahan itu," kata Jokowi sapaan akrabnya kepada VIVAnews.
Hanya saja rencana penambahan itu, kata dia, belum bisa direalisasikan sebelum pembangunan underpass itu selesai. "Ya, karena masih pakai palang pintu perlintasan jelas belum bisa. Masak setiap tiga menit palang pintunya ditutup? Kan nggak bisa," ujarnya.
Selanjutnya, ia kembali menegaskan bahwa PT KA sejak awal sudah siap untuk menambah jumlah unit KRL. "PT KA itu sudah siap untuk meluncurkan dengan jumlah yang cukup tapi karena tidak ada underpass yang menjadi masalah," tuturnya.
Berkaitan dengan dana yang diperlukan, Jokowi merinci dana yang dibutuhkan untuk pembangunan underpass sebesar Rp 400 miliar. "Itu hitung-hitungan detailnya untuk pembangunan underpass ya sebesar itu. Pembangunan itu memang yang tidak segera dilakukan oleh DKI Jakarta," ucap dia.
Dengan penambahan jumlah KRL dipastikan akan berdampak terhadap lonjakan jumlah kendaraan yang parkir di stasiun. Untuk itu, ia pun mengatakan bahwa PT KA pastinya akan memperluas kantong-kantong parkir.
"Kanan kiri stasiun kan lahannya luas. Tinggal penataan tata ruang saja. Apalagi masterplan jaman Belanda itu sudah mikir sampai sejauh itu. Nanti coba kami balikkan sistem penataan stasiun seperti masterplan awalnya," paparnya. (adi)
© VIVA.co.id
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Transportasi
Jokowi Diminta Teruskan Proyek Monorel
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa berharap agar proyek pembangunan monorel diteruskan. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi kemacetan ibu kota yang semakin parah.
"Pembangunan monorel harus tetap berjalan, masa tiang-tiang yang sudah begitu didirikan dibiarkan saja. Ini akan mengganggu. Harus diselesaikan, dituntaskan, itu kan aset," ujar Hatta di gedung DPR Jakarta, Senin (1/10/2012).
Menurut Hatta, pembangunan tiang-tiang Monorel yang sudah dibuat Pemprov DKI Jakarta dan sempat terbengkalai selama kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo, harus direalisasikan oleh Joko Widodo yang akan dilantik 7 Oktober mendatang.
"Sebetulnya Pemprov DKI sudah punya planning waktu itu membentuk semacam elevated busway atau monorel. Apapun namanya ya itu harus tetap berjalan,” sambungnya.
Hatta menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI harus optimistis, meski berbagai kendala pembangunan infrastruktur terus terjadi. Sehingga proyek ini bisa dinikmati masyarakat Jakarta ini terhenti sejak tahun 2004 lalu. Padahal, tiang-tiang penyangga monorel tersebut sudah dibangun di sejumlah titik seperti di kawasan Kuningan hingga Senayan.(ded)
© Okezone
Hatta Rajasa Minta Proyek Monorail Dilanjutkan
Pemerintah daerah diminta segera mengurus kembali kontrak yang terbengkalai dengan perusahaan kontraktor
Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Radjasa meminta agar proyek monorail dilanjutkan. Menurutnya, pemerintah DKI Jakarta paling tidak sudah membuat aset saat memulai memancang tiang-tiang monorail yang hampir lima tahun ini ditelantarkan.
"Harus berjalan dong, masak tiang-tiang begitu saja dibiarkan mengganggu. Harus diselesaikan, dituntaskan, enggak boleh dibiarkan begitu saja, itu kan aset," kata Hatta Radjasa di gedung Nusantara II, Senayan, Senin (1/10).
Dia mengatakan, secara teknis seharusnya pemerintah provinsi sudah menyiapkan rencana pembangunan monorail.
Dia meminta pemerintah daerah segera mengurus kembali kontrak yang terbengkalai dengan perusahaan kontraktor.
"Tiang-tiang tanpa ada satu kelanjutan penyelesaian itu kan mengganggu, itu enggak benar, harus dijalankan," pungkasnya.
© Berita Satu
Posted in: Transportasi
MRT Jakarta Akan Menjadi yang Tercanggih
Pembangunan MRT melibatkan pakar transportasi dari Jepang dan Indonesia.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyatakan, studi kajian kelayakan transportasi massal berbasis rel seperti Mass Rapid Transit (MRT) yang akan dibangun di Jakarta, sudah sangat matang..
Bahkan kajian pembangunan MRT tersebut sudah melibatkan pakar transportasi dari Jepang dan Indonesia. Karena itu, MRT Jakarta dipastikan akan lebih canggih dibandingkan dengan transportasi massal berbasis rel di kota-kota metropolitan di negara lainnya.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selamat Nurdin mengatakan, pembangunan MRT di Jakarta harus segera direalisasikan. Ini dikarenakan transportasi massal ini sudah menjadi kebutuhan angkutan umum warga Jakarta yang sangat mendesak.
Lagipula, kajian studi kelayakan pembangunan MRT sudah melewati persetujuan Jepang, yang juga telah membangun MRT di negaranya.
“Kajian studi kelayakan MRT Jakarta sudah sangat matang sekali. Kalau pun memang ada perbedaan besar nilai anggaran pembangunan MRT dengan negara lain, ya harus dilihat dengan data masing-masing negara tersebut. Yang jelas MRT di Jakarta akan lebih canggih dari MRT di kota-kota negara lain,” kata Selamat di Jakarta, Selasa (2/10).
Mengapa sudah sangat mendesak keberadaan MRT? Selamat menegaskan tren mobilitas masyarakat kota di masa akan datang lebih banyak di bawah tanah, karena keterbatasan lahan, sementara dinamika kehidupan warganya berkembang pesat.
Kota Jakarta harus mengikui pola tersebut, bila tidak, kota ini akan tertinggal dengan kota-kota megapolitan lainnya di dunia ini.
“Makanya, MRT harus dipastikan dapat dibangun untuk fasilitas publik. Karena itu, proyek pembangunan infrastruktur transportasi massal ini tidak mungkin ditinjau ulang lagi, apalagi sampai dihentikan. Sebab, kehadiran moda transprotasi ini sangat dibutuhkan bagi kota metropolitan seperti Jakarta,” ujarnya.
Menurut Selamat, Jakarta akan terus mengalami pertubuhan penduduk, bila tidak diberikan perluasan lahan dan penyediaan transportasi massal yang berkapasitas daya angkut besar, maka Kota Jakarta akan mengalami stagnasi pembangunan. Masyarakat akan terus berebut menggunakan ruas jalan untuk beraktivitas.
“Bila tidak disediakan transportasi massal yang memadai, maka warga tidak mau beralih dari kendaraan pribadinya. Ini akan membuat jalan di ibu kota tidak dapat bergerak alias macet total. Untuk menghindari hal itu, pemerintah harus memberikan layanan transportasi MRT,” tegasnya.
Selamat menjelaskan nilai proyek proyek MRT Jakarta sebesar Rp15 triliun atau 120 miliar Yen dari pinjaman Japan International Coorporation Agency (JICA) tidak dapat disamakan dengan nilai pembangunan MRT di negara lain.
Waktu pembangunan moda transportasi berbasis rel itu di kota besar lain dilakukan lebih awal dari Jakarta. Dana pembangunan di kala itu dipengaruhi tingkat inflasi dan nilai satuan spesifikasi angkutannya.
"Tidak mungkin disamakan MRT Singapura dengan Jakarta. Singapura memulai pada 2002. Tentu nilainya lebih murah dari saat ini," tuturnya.
© Berita Satu
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Transportasi
Tebus Kesalahan, KAI Sebar Tiket Commuter Line Gratis
Jakarta - PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) memberikan layanan tiket gratis pada pengguna KRL Commuter Line hari ini. Tiket gratis tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 07.15 WIB di Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut.
Manager Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek Eva Chairunisa mengatakan, kompensasi diberikan sebagai bentuk pelayanan atas musibah yang menimpa KA 435 di Stasiun Cilebut sehingga perjalanan KRL pada Kamis 4 Oktober 2012 terhambat dan kenyamanan perjalanan para pengguna KRL terganggu.
"Kompensasi juga telah diberikan mulai Kamis 4 Oktober 2012 karena perjalanan KRL dari Stasiun Bojong Gede menuju Stasiun Bogor belum dapat dilakukan hingga pukul 20.00 WIB," demikian disampaikan dalam laporan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Eva menambahkan, PT KCJ memberikan pelayanan angkutan gratis menggunakan sarana angkutan publik lainnya. Tercatat 182 angkot telah disewa dan mengangkut sekira 2.184 penumpang KRL dari Stasiun Bojong Gede menuju Kota Bogor. Menurut Eva, musibah ini akan menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki layanan KRL Commuter Line.
"Pada pagi hari sebelumnya para pengguna kartu commet di Stasiun Bogor telah mendapatkan refund sebesar Rp 9.000, sedangkan penumpang yang telah membeli tiket dapat menukarkan kembali tiketnya," ungkap Eva.(mrt)
@ Okezone
Posted in: Transportasi
Kereta Layang Bekasi-Slipi, Ini Keunggulan Moda LRT
Hutama Karya tengah mengkaji konsep LRT kereta layang Bekasi-Slipi.
Pencanangan Persiapan Pembangunan MRT |
Kebutuhan Ibukota DKI Jakarta terhadap moda transportasi massal sudah semakin mendesak. Masalah kemacetan akibat volume kendaraan yang tak sebanding dengan dukungan infrastruktur menjadi pemicunya.
Kondisi itu pun ditanggapi sejumlah perusahaan konstruksi dengan menyodorkan solusi moda transportasi yang dianggap paling mumpuni. Salah satu di antaranya adalah PT Hutama Karya dengan konsep kereta layang Bekasi-Slipi.
Walau sempat terkendala biaya investasi, karena dianggap terlalu mahal, Hutama Karya kembali mengusulkan ide kereta layang dengan konsep Light Rail Transit (LRT).
Mengutip laporan dari Asosiasi Transportasi Publik Internasional (UITP), moda transportasi LRT dianggap memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan konsep lainnya. Saat ini, tercatat 400 moda transportasi LRT dan sistem trem telah digunakan di 50 negara.
Berikut adalah keunggulan LRT menurut versi UITP:
1. Kapasitas
Tantangan sebuah negara atau kota untuk membangun transportasi yang sesuai adalah nilai investasi yang tinggi. LRT dianggap sistem ideal, karena mampu mengangkut 3.000-11.000 penumpang per jam per jurusan. Untuk kapasitas lebih besar dibutuhkan sistem yang lebih besar lagi. Kalaupun dipaksakan, imbasnya adalah polusi yang lebih banyak ditambah gangguan kebisingan.
2. Kecepatan dan Reguleritas
Berkat kinerja yang tinggi, kereta LRT dapat bergerak dengan cepat dan tetap memberikan kenyamanan. Didukung desain yang baik hingga rel terpisah, LRT bisa melesat dengan kecepatan 20-30 kilometer per jam.
3. Andal
Transportasi anti kemacetan ini dapat beroperasi secara reguler dan bisa diandalkan. Berkat keandalan ini pula, jadwal LRT bisa didesain lebih tepat, sehingga arus penumpang bisa lebih teratur. Kereta LRT ini juga bisa beroperasi di tengah kondsi cuaca yang kurang menguntungkan.
4. Kenyamanan dan kemudahan akses serta penggunaan
Kendaraan dengan suspensi yang mumpuni, ditambah trek yang dirawat teratur, menjadikan perjalanan kendaraan menjadi halus. Kereta yang lebih rendah digabungkan dengan titik boarding tanpa celah membuat akses penumpang menjadi lebih baik.
5. Keamanan
LRT diklaim lebih aman dibandingkan perjalanan menggunakan mobil. Trek yang terpisah dari jalur kemacetan dan prioritas utama di saat melewati lampu merah, mengurangi risiko kecelakaan dari moda transportasi ini. Upaya untuk mengurangi kekhawatiran penumpang bisa dikurangi dengan desain stasiun dan pemberhentian yang lebih baik.
6. Ramah lingkungan
Dengan menggunakan tenaga listrik, LRT tak menghasilkan emisi sama sekali. Sistem traksi yang lebih modern membuat energi pengereman lebih hemat dan ramah lingkungan. LRT diklaim merupakan transportasi yang tak menimbulkan kebisingan jika dirawat dengan baik.
7. Adaptif
Moda tranportasi LRT diklaim bisa beroperasi di berbagai kondisi, baik di perdesaan maupun perkotaan. Moda ini cocok untuk diterapkan guna memisahkan jalur pejalan kaki di kota-kota besar.
8. Membuat citra kota menjadi lebih baik
Secara estetika, moda transportasi LRT dianggap menyenangkan, sehingga memberikan kesan positif bagi kota. Sejumlah pengalaman menunjukkan penumpang lebih antusias menggunakan LRT dibandingkan bus. Moda ini merupakan cara membangun citra untuk sarana transportasi publik.
9. Imbas pada kehidupan kota
LRT bukan hanya proyek transportasi, melainkan proyek kota secara keseluruhan. Berbeda dengan bus dan rute-rutenya, jalur LRT dibangun secara permanen dan langsung bisa dilihat. LRT adalah moda transportasi yang membutuhkan komitmen tinggi dari otoritas setempat.
LRT juga diklaim bisa berkontribusi pada upaya regenerasi sekaligus modernisasi sebuah pusat kota. Tak hanya itu, LRT bisa membantu mempercepat pengembangan sebuah kawasan. Sebab LRT bisa memicu tumbuhnya kawasan perumahan, perkantoran, dan areal komersial.(art)
© VIVA.co.id
Posted in: Transportasi
AirAsia Batal Akusisi Batavia Air
Alasan Utama AirAsia Batal Beli Batavia Air
"Kami berpikir, waktunya mungkin kurang tepat".
| Maskapai AirAsia |
Maskapai penerbangan berbiaya murah, AirAsia Berhad dan mitranya PT Fersindo Nusaperkasa akhirnya mengumumkan secara resmi pembatalan akuisisi saham PT Metro Batavia. Walau batal, AirAsia masih akan menjalin kerja sama dalam bentuk lain.
"Kami berfikir, waktunya mungkin kurang tepat, karena dapat menimbulkan banyak risiko serta dapat mempengaruhi para pemegang saham kami," kata Chief Executive Officer (CEO) Group AirAsia, Tony Fernandes, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Senin, 15 Oktober 2012.
Semula, AirAsia akan membeli seluruh saham Metro Batavia yang mengoperasikan maskapai penerbangan Indonesia, Batavia Air, dan Aero Flyer Institute (AFI) yaitu sebuah sekolah pelatihan penerbangan.
Menurut Tony, pihaknya sejak awal mengakui transaksi pembelian saham ini memang tidak akan mudah. Namun, AirAsia memperoleh pengalaman dan pelajaran berharga terutama dalam hal pengembangan usaha.
"Kami tidak akan menyerah untuk melebarkan sayap kami di negara yang sangat potensial ini, serta mengusahakan rencana IPO dari AirAsia Indonesia dapat terlaksana secepatnya," kata Tony.
Pemegang saham Fersindo, Muhamad Riza Chalid, menambahkan, pihaknya sebetulnya telah berusaha menemukan solusi terbaik dari rencana akuisisi itu. Namun, Fersindo menganggap akuisisi tersebut tidak akan dapat memenuhi tujuan tersebut.
Sementara itu, Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Dharmadi, menyatakan, perusahaannya akan mempercepat penambahan jumlah armada pesawatnya mulai 2013. Perusahaan bahkan menargetkan lebih dari tiga kali lipat pertumbuhan jumlah pesawat dalam kurun waktu lima tahun mendatang untuk mengakomodasi pertumbuhan penumpang dengan rata-rata sebesar 24 persen bagi pasar domestik dan 28 persen untuk pasar internasional.
Menanggapi pembatalan akuisisi tersebut, Managing Director Batavia Air, Alice Tansari, mengakui kedua pihak telah bekerja keras untuk mewujudkan transaksi akuisisi itu.
Namun, langkah akuisisi tampaknya bukan menjadi pilihan yang tepat. Kedua perusahaan sepakat untuk menjalin perjanjian kerja sama dalam penanganan operasional di darat, distribusi, dan sistem inventaris.
Kerja sama terpisah untuk pelatihan penerbangan dalam ruang kelas, fixed-wing, serta fasilitas pelatihan simulasi untuk membantu meningkatkan kemampuan para pilot di Indonesia akan segera diluncurkan oleh Batavia Air dan AirAsia Indonesia.(art)
© VIVA.co.id
Batal Akuisisi, AirAsia Kerja Bareng Batavia Air
Jakarta - AirAsia Berhad (AAB) mengkonfirmasi batal mengakuisisi PT Metro Batavia, operator maskapai Batavia Air. CEO Grup AirAsia, Tony Fernandes, mengatakan korporasi telah mengevaluasi secara menyeluruh rencana ini. "Kami berpikir, waktunya mungkin kurang tepat karena dapat menimbulkan banyak resiko serta dapat mempengaruhi para pemegang saham kami.” kata Tony dalam siaran pers yang diterima Tempo, Senin, 15 Oktober 2012.
Menurut dia, perbedaan budaya menjadi salah satu faktor batalnya aksi korporasi ini. "Proses menyatukan dua perusahaan dengan budaya berbeda ini ternyata akan memerlukan waktu dan usaha yang lebih banyak dari perkiraan sebelumnya."
Meski batal, Managing Director Batavia Air, Alice Tansari, mengungkapkan kedua perseroan mengalihkan kerja sama akuisisi menjadi kerja sama dalam bidang operasional. Dengan kerja sama model baru ini, "Dapat memberikan kontribusi dan manfaat seperti yang diharapkan dari rencana akuisisi sebelumnya," ujarnya.
Kerjasama yang dimaksud meliputi bidang penanganan operasional di darat, distribusi, dan sistem inventaris. Selain itu terdapat juga kerja sama terpisah untuk pelatihan penerbangan dalam ruang kelas, fixed-wing, serta fasilitas pelatihan simulasi untuk membantu meningkatkan kemampuan para pilot di Indonesia. "Semua pihak berkomitmen penuh untuk memastikan kolaborasi baru ini berjalan sesuai dengan peraturan persaingan usaha yang berlaku."
Presiden Direktur AirAsia Indonesia Dharmadi menyatakan, maskapai penerbangan AirAsia Indonesia kini fokus mempercepat penambahan jumlah armada pesawatnya mulai tahun depan. Targetnya, AirAsia Indonesia akan menambah jumlah pesawat sebanyak tiga kali lipat dalam lima tahun mendatang. Upaya ini penting untuk menopang penumpang domestik yang rata-rata tumbuh sebesar 24 persen dan pasar internasional dengan pertumbuhan 28 persen per tahun.
Diwawancarai terpisah Direktur Komersial Batavia Air Sukirno Sukarno mengatakan pembatalan tidak terlalu berpengaruh bisnis Batavia. "Kami melakukan nota kesepahaman pada saat bisnis kami normal, jadi tidak ada masalah," ujarnya, Sabtu, 13 Oktober 2012.
Batal Akuisisi, AirAsia dan Batavia Jalin KSO
Jakarta - AirAsia Berhad (AAB) akhirnya mengkonfirmasi pembatalan akuisisi dengan PT Metro Batavia.
"Berdasarkan evaluasi secara menyeluruh dari berbagai pihak, kami berpikir, waktunya mungkin kurang tepat karena dapat menimbulkan banyak risiko serta dapat mempengaruhi para pemegang saham kami,” ujar CEO Grup AirAsia, Tony Fernandes, dalam rilis yang diterima Tempo, Senin, 15 Oktober 2012.
Ia pun menyebutkan bahwa perbedaan budaya menjadi salah satu faktor. "Proses menyatukan dua perusahaan dengan budaya yang berbeda ini ternyata akan memerlukan waktu dan usaha yang lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya."
Meski batal, Managing Director Batavia Air Alice Tansari mengungkapkan, keduanya mengalihkan kerja sama akuisisi menjadi kerja sama dalam bidang operasional. "Perjanjian kerja sama baru ini diharapkan akan dapat memberikan kontribusi dan manfaat pada usaha AirAsia Indonesia dan Batavia seperti yang diharapkan dari rencana akuisisi Grup Metro Batavia oleh AirAsia dan Fersindo sebelumnya," ujarnya.
Adapun kerja sama yang dimaksud adalah bidang penanganan operasional di darat, distribusi, dan sistem inventaris. Selain itu, terdapat juga kerja sama terpisah untuk pelatihan penerbangan dalam ruang kelas, fixed-wing, serta fasilitas pelatihan simulasi untuk membantu meningkatkan kemampuan para pilot di Indonesia, yang akan segera diluncurkan oleh Batavia Air dan AirAsia Indonesia. "Semua pihak berkomitmen penuh untuk memastikan kolaborasi yang baru ini akan berjalan sesuai dengan peraturan persaingan usaha yang berlaku," kata Alice.
Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Dharmadi, menyatakan, maskapai penerbangan AirAsia Indonesia kini fokus mempercepat penambahan jumlah armada pesawatnya mulai tahun depan. "Kami menargetkan lebih dari tiga kali lipat pertumbuhan jumlah pesawat dalam kurun waktu lima tahun mendatang untuk mengakomodasi pertumbuhan penumpang, dengan rata-rata sebesar 24 persen untuk pasar domestik dan 28 persen untuk pasar internasional," ujar Dharmadi.
Diwawancarai terpisah, Direktur Komersial Batavia Air Sukirno Sukarno mengatakan, pembatalan tidak terlalu berpengaruh pada bisnis Batavia Air. "Kita melakukan MoU pada saat bisnis kita normal, jadi tidak ada masalah," ujarnya, Sabtu, 13 Oktober 2012.
© Tempo.Co
Posted in: Bisnis,Transportasi
2015, Pesawat Garuda Indonesia Tembus 194 Unit
"Dari keseluruhan pesawat, 50 di antaranya untuk Citilink."
PT Garuda Indonesia Tbk mengungkapkan rencana perusahaan yang terus menambah jumlah pesawat baru, sehingga pada 2015 mendatang maskapai akan memiliki 194 unit pesawat.
"Dari keseluruhan pesawat, 50 di antaranya untuk Citilink yang akan menggunakan pesawat jenis Airbus 320," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, ketika ditemui dalam acara World Export Development Forum, Jakarta, Senin 15 Oktober 2012.
Selebihnya, Emirsyah menambahkan, untuk Garuda dengan jumlah keseluruhan 144 unit. Hingga saat ini, maskapai penerbangan pelat merah tersebut baru memiliki 94 pesawat.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani kontrak untuk pembelian 10 pesawat Boeing 777-300 E yang nantinya akan digunakan guna melayani rute penerbangan Jakarta-London dan penerbangan langsung Jakarta-Paris.
"Dari 10 unit yang dibeli, empat di antaranya akan datang tahun depan," ujar Emirsyah. Harga per pesawat, menurut dia, sekitar US$150-160 juta.
Selain empat pesawat Boeing tersebut, Emirsyah menuturkan, akan datang juga empat pesawat jenis Airbus yang tiba tahun depan. "Pokoknya, total pesawat yang akan datang untuk Garuda tahun depan ada 24 pesawat," katanya.
Sementara itu, dia mengatakan bahwa pesawat Bombardier yang juga dibeli Garuda sebelumnya akan digunakan untuk penerbangan jarak pendek. "Nanti akan ditempatkan di Makassar lima unit, lima lagi di Medan, lima di Balikpapan, dan Bali. Itu untuk penerbangan regional," ujarnya. (art)
© VIVA.co.I'd
Posted in: Pesawat,Transportasi
RI Harus Belajar dari Kereta Cepat China
Transportasi Massal
Jakarta � Keputusan China mengembangkan sistem transportasi kereta cepat patut dicontoh Pemerintah Indonesia. Apalagi langkah China tersebut menjadi solusi dari permasalahan transportasi massal sekaligus pembuktian kepada dunia tentang kemampuan China memodernisasi sistem perkeretaapian.
"Untuk memiliki kereta cepat seperti di China, Indonesia harus segera memodernisasi sistem perkeretaapian. Selain itu, Indonesia bisa belajar dari China, terutama tentang sistem dan kebijakan perkeretaapiannya," kata Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, saat dihubungi, Rabu (26/12).
Djoko mengaku pernah mencoba salah satu kereta cepat di China, yakni jalur Shanghai-Huangzhou, dengan jarak sekitar 200 km dan ditempuh dalam waktu 1 jam 10 menit. "Kereta api cepat di China sangat nyaman, bersih, dan mudah dijangkau. Kondisinya seperti berada di dalam pesawat terbang," Djoko menceritakan.
Dia menambahkan sesungguhnya bangsa Indonesia mampu mengembangkan kereta api cepat seperti China. Indonesia memiliki banyak tenaga ahli yang dapat mewujudkan cita-cita tersebut. "Ini hanya soal berani mengambil keputusan atau tidak," kata Djoko.
Seperti diketahui, China secara resmi mengoperasikan jalur kereta cepat terpanjang di dunia, kemarin. Jalur itu menghubungkan ibu kota Beijing dengan kota bisnis Guangzhou di pesisir selatan yang berjarak 2.298 km. Kereta cepat tersebut melaju dengan kecepatan rata-rata 350 km per jam sehingga jarak Beijing-Guangzhou akan ditempuh dalam waktu delapan jam. Padahal, dengan kereta api konvensional, butuh 22 jam untuk menempuh jarak yang sama.
Sepanjang perjalanan, terdapat 35 perhentian di sejumlah kota besar, seperti ibu kota Provinsi Hebei, Shijiazhuang; ibu kota Provinsi Henan, Zhengzhou; ibu kota Provinsi Hubei, Wuhdan; dan ibu kota Provinsi Hunan, Changsa.
Terpanjang di Dunia
Sejauh ini, Pemerintah China tidak mengungkap besarnya biaya pembangunan rute kereta cepat itu. China saat ini memiliki 8.600 km jalur rel kereta api cepat. Panjang jalur kereta api China saat ini adalah yang terpanjang di seluruh dunia. Pada 2020, Pemerintah China berharap sudah bisa membangun 16.000 km jalur kereta api.
Rute Beijing-Guangzhou terwujud setelah diselesaikannya jalur antara Zhengzhou dan Beijing. Jalur kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan Zhengzhou-Wuhan dan Wuhan-Guangzhou sudah dioperasikan sebelumnya. Media pemerintah melaporkan dipilihnya tanggal 26 Desember untuk memulai layanan penumpang di jalur Beijing-Guangzhou adalah dalam rangka memperingati kelahiran pemimpin China yang dihormati, Mao Zedong, pada 1893.
Otoritas setempat menjelaskan telah mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan perawatan dan melakukan inspeksi terhadap sarana infrastruktur. Tak hanya itu, mereka juga berkomitmen memperbaiki upaya menghadapi keadaan darurat. "Kami tidak bisa memastikan kesalahaan di masa depan. Kami telah menjadi bulan-bulanan dari publik," kata Zhao Chunlei, wakil menteri perkeretaan China di Beijing, seperti dikutip The Global Times, kemarin.
Sebelumnya, pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, Tjuk K Sukiadi, menyatakan Indonesia harus bisa maju seperti China yang dengan cepat dapat bangkit dari negara konsumen menjadi negara produsen. "Kalau ingin seperti itu, kita harus mengerahkan seluruh kebijakan kita ke arah penguasaan teknologi," tegas dia.
● Koran Jakarta

Posted in: Transportasi
Lokasi dan Waktu Car Free Night
Jakarta � Car free night akan diberlakukan menyambut Tahun Baru 2013 di Jakarta. Pada tanggal 31 Desember 2012, Jalan Sudirman-Thamrin akan ditutup sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB.
"Saat car free night, pada ruas Jalan Sudirman-MH Thamrin nantinya akan steril dari kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat," ujar Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Wahyono, saat dihubungi, Jumat (28/12).
Namun, kata Wahyono, pada pukul 16.00 WIB sudah dilakukan pembatasan kendaraan yang menggunakan lalu lintas Sudirman-Thamrin. "Pada pukul 02.30 WIB, tanggal 1 Januari-nya diharapkan kepada masyarakat untuk meninggalkan jalan tersebut," kata dia.
Berikut tahapan-tahapan pemberlakuan car free night:
1. Pukul 16.00 WIB: Pembatasan kendaraan secara selektif yang akan melintas Jalan Sudirman-Thamrin.
2. Pukul 18.00 WIB: Penutupan ruas Jalan Sudirman dari Bundaran Senayan-Patung Jenderal Sudirman pada jalur cepat dan Patung Sudirman (Jalan Sudirman)-Bundaran Air Mancur/Patung Kuda (Jalan Thamrin)
3. Pukul 19.00 WIB: Penutupan arus lalin mulai dari Bundaran Senayan Jalan Sudirman (jalur cepat dan lambat)-Jalan Thamrin (Bund Air Mancur/Patung Kuda).
Catatan : masyarakat yang akan hadiri giat di hotel/tempat hiburan sepanjang Sudirman-Thamrin masih diberikan akses masuk secara selektif.
4. Pukul 20.00-02.00 WIB: Penutupan secara total ruas Jalan. Sudirman-Thamrin (Pelaksanaan Jakarta Festival Night/Jakarta Car Free Night).
5. Pukul 02.00 WIB: Ruas Jalan Sudirman-Thamrin dibuka secara normal secara selektif untuk memberikan kesempatan penyelenggara hiburan panggung dan pengunjung untuk mempersiapkan diri.
6. Pukul 02.30 WIB: Himbauan untuk segera meninggalkan ruas Jalan Sudirman-Thamrin.
(mdk/ded)
» Merdeka

Posted in: Metro,Transportasi
Merpati Beli 20 Pesawat Amphibi
Jakarta • PT Merpati Nusantara Airlines tahun depan akan mengoperasikan 20 pesawat amphibi buatan PT Dirgantara Indonesia (DI). Pesawat yang sanggup mendarat di air itu digunakan untuk membuka penerbangan di 300 Kabupaten.
"Pesawat itu nantinya beroperasi di wilayah yang ada pantainya, dan belum ada bandaranya. Kita menggunakan sistem lease purchase (sewa beli)," ujar Direktur Utama Merpati, Rudy Setyopurnomo, Jumat (28/12). Di pasaran, harga pesawat jenis itu antara USD 4-8 juta per unit.
Rudy mengatakan 20 pesawat amphibi tersebut akan beroperasi di 300 Kabupaten untuk wilayah barat maupun wilayah timur Indonesia. Dia mengaku saat ini pengadaan 20 pesawat amphibi tersebut masih dalam bentuk kajian, "Merpati memposisikan sebagai pasar PT DI," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan (Sekper) Merpati, Herry Saptanto mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) perusahaan siap memberikan beasiswa ikatan dinas untuk mahasiswa terbaik dari Yayasan Pendidikan Telkom (YPT). "Mereka bisa magang dan juga kerja di Merpati," ungkapnya.
Kesiapan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MOU) yang telah ditandatangani Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo dan Ketua YPT Johny Girsang, "Jadi mahasiswa baru YPT ketika lulus nanti akan diserap sebagai calon karyawan Merpati, karena mereka ikatan dinas," tukasnya
Sedangkan Merpati juga mendapatkan nilai tambah dari kerjasama itu. YPT akan menyertakan karyawan Merpati sebagai mahasiswa pada Program Magister (S2) di Institut Manajemen Telkom dan Institut Teknologi Telkom, "Kerjasama akan berlangsung selama tiga tahun dan bisa diperpanjang lagi nanti," cetusnya
Di tempat yang sama, Herrry juga mengatakan kerjasama yang telah direalisasikan lainnya adalah dengan Bank Jabar Banten (BJB). Dalam kerjasama itu, setiap nasabah BJB bisa mendapatkan gratis satu tiket jika membeli satu tiket (buy one get one free) untuk penerbangan yang sama.
Tiket gratis tersebut akan diperoleh, jika memesan tiket pesawat Merpati melalui kartu debit BJB atau melalui ATM (Automatic Teller Machine) BJB, "Ini berlaku untuk pemesanan tiket dari tanggal 12 Desember 2012 hingga 16 Januari 2013 untuk penerbangan Merpati dari tanggal 1 Februari hingga 30 April 2013," jelasnya.(wir)
• JPNN

Posted in: Pesawat,Transportasi