Bakorkamla Luncurkan Kapal Patroli Senilai Rp 60 Miliar
16 April 2012, Batam: Jika tidak ada aral melintang, Rabu (25/4/2012) mendatang, Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Republik Indonesia akan meresmikan pengoperasian sebuah kapal patroli pertama yang berukuran 48 meter.

Kabag Persidangan, Humas dan Protokol (PHP) Bakorkamla Kolonel (KH) Edi Fernandi mengatakan bahwa pengoperasian kapal yang ditujukan untuk mendukung pengamanan di perairan Indonesia tersebut akan diresmikan langsung Ketua Bakorkamla RI, Menko Polhukam Djoko Suyanto, di galangan kapal PT Palindo Marine Batam.
Peluncuran kapal itu juga akan dihadiri pejabat 12 stakeholder Bakorkamla dan pemerinatah daerah setempat.
Sebelumnya Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksamana Madya Y Didik Heru Purnomo, pada melihat dari dekat proses pengerjaan kapal tersebut. Kapal senilai Rp 60 miliar yang mulai dikerjakan sejak November 2011 menggunakan mesin berkecepatan 22 knot per jam dan mampu mengantisipasi cuaca yang terbilang ekstrim di laut.
"Dengan kecepatan tersebut, kapal ini mampu bergerak hingga batas 200 mil laut (sekitar 370 kilometer) dari lepas pantai sehingga efektif untuk pengamanan laut di perairan Indonesia," terang Didik.
”Kalau ukuran 48 meter jauh lebih berani dan aman menghadapi cuaca,” pungkasnya. Kapal ini bermesin penggerak 3 buah masing-masing bertenaga 1400 HP, berbadan bawah kapal baja dan berbadan atas kapal aluminium dan direncanakan diawaki 35 anak buah kapal (ABK).
- sumber Tribun News -
Posted in: Alutsista,Indonesia Teknologi,Kapal,Palindo
★ Bakorkamla Utamakan Kapal Buatan Dalam Negeri
Batam, Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Laksamana Madya Didik Heru Purnomo menyatakan pengadaan kapal patroli kini diutamakan buatan dalam negeri karena kualitasnya sepadan dengan produk luar negeri yang harganya lebih mahal.
"Kualitas kapal patroli buatan lokal sudah memadai. Sederhana dan mampu melaksanakan tugas pengamanan di laut," kata dia di Batam, Selasa. Ia mengatakan, saat ini Bakorkamla juga tengah memesan kapal di PT Palindo Marine Batam dengan ukuran 48 meter yang bisa digunakan untuk berlayar hingga 200 mil laut.
"Kapal-kapal jenis seperti itu yang kita butuhkan. Harganya murah dan kualitasnya sudah mumpuni untuk melakukan pengamanan seluruh perairan. Termasuk saat cuaca ekstrem sekalipun," kata dia.Didik berharap, dengan penambahan kapal-kapal tersebut akan memperkuat pengamanan perairan seluruh Indonesia dari berbagai kejahatan dan gangguan keamanan lain.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro di Batam pada pertengahan Februari 2012 mengatakan, Kementerian Pertahanan menargetkan pembangunan 14 kapal cepat rudal (KCR) untuk menunjang pengamanan perairan Indonesia selesai pada 2014.
Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan Indonesia setidaknya membutuhkan 44 KCR hingga 2024 untuk mengamankan seluruh wilayah laut NKRI dari gangguan-gangguan.
"Setidaknya dibutuhkan 44 kapal hingga tahun 2024 untuk keperluan penegakan hukum di laut, termasuk pengamanan terhadap pencurian terhadap kekayaan alam Indonesia, dan mencegah penyelundupan," kata dia. (KR-LNO/A013)(Antara)
Posted in: Kapal,Palindo
★ Prototype Intercept Combat Boat Palindo Batam
Batam - Selain sibuk mengerjakan Kapal Cepat Rudal, PT. Palindo Marine Shipyard juga mempunyai segudang proyek lainnya. Diantaranya, mengerjakan prototipe Combat Boat ukuran 16 meter. Saat ARC berkungjung ke galangan PT. Palindo Marine Shipyard, tampak Combat Boat itu sudah mulai berwujud. Karena belum memiliki nama resmi, untuk sementara kami menyebutnya Combat Boat 16M.
Layaknya Combat Boat, Kapal ini mengutamakan kecepatan untuk misi patroli wilayah dangkal dan penyusupan pasukan khusus. Karenanya untuk menekan bobot, Combat Boat 16M dibuat dari bahan alumunium. PT. Palindo sendiri berpengalaman banyak membuat Kapal berbahan alumunium. Beberapa kapal patroli ukuran 40 meter yang dioperasikan TNI AL merupakan kapal berbahan alumunium buatan PT. Palindo, seperti KRI Krait dan Kapal patroli 36 meter sekelas KRI Tedung Naga.
Dengan bobot yang ringan, kapal ini diharapkan mampu melaju hingga kecepatan maksimum 50 knot. Untuk menghela combat boat 16m, terpasang 2 mesin berkekuatan 900 HP. sementara untuk kapasitas angkut, Combat Boat diawaki 8 ABK dan mampu menampung 16 personel pasukan. Meski kecil, Combat Boat 16M mampu menjelajah hingga 1000 km.
Untuk persenjataan, Combat Boat dirancang membawa Senapan mesin berat atau Kanon pada haluan. Namun pengoperasiannya tidak lagi manual, melainkan bisa dari dalam kapal dengan alat semacam Remote Weapon System. Jika anda penasaran dengan wujud asli Combat Boat 16M, datang saja pada ajang Indodefence 2012. PT. Palindo Marine akan memboyong kapal ini ke pameran tersebut.
© ARC
Posted in: Alutsista,Indonesia Teknologi,Kapal,KRI TNI-AL,Palindo
Kemhan Lakukan Press Tour Kunjungi PT. Palindo Batam
Batam - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kapuskom Publik) Mayjen TNI Hartind Asrin, Selasa (9/10) memimpin rombongan Press Tour Kemhan RI mengunjungi PT. Palindo Marine, perusahaan galangan kapal swasta nasional di Batam yang memproduksi Kapal Cepat Rudal (KCR) pesanan TNI Angkatan Laut. Dalam kunjungan ini, Kapuskom Publik Kemhan beserta rombongan diterima secara langsung oleh oleh Direktur Utama PT. Palindo Marine Shipyard Harmanto dengan didampingi beberapa stafnya.
Kapuskom Publik Kemhan dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa kegiatan Press Tour Kemhan ke PT. Palindo Marine Shipyard ini dilaksanakan dalam rangka mengenalkan industri pertahanan dalam negeri kepada wartawan. Lebih lanjut dikatakannya, dengan lahirnya Undang-undang (UU) Industri Pertahanan dipercaya akan mempercepat perkembangan industri pertahanan dalam negeri. Sebab, UU yang ditandatangani Presiden bertepatan dengan HUT TNI ke-67 pada 5 Oktober lalu, itu akan mengatur sinergi antar industri strategis maupun industri pertahanan dalam memproduksi Alustsista.
“UU Industri Pertahanan memberikan jaminan adanya pembelian produk pertahanan maupun pemerintah yang selama ini dikhawatirkan industri pertahanan adalah masalah konsistensi pembelian dari user”, tambah Kapuskom Publik Kemhan.
Sementara itu Dirut PT. Palindo Marine Shipyard menuturkan, bahwa PT. Palindo Marine Shipyard secara total menerima pesanan pembuatan empat KCR pesanan TNI AL, dua diantaranya telah diserahterimakan yakni KRI Celurit-641 dan KRI Kujang-642. Sedangkan untuk KCR ketiga dalam waktu dekat siap untuk diserahterimakan.
Kapal ketiga ini sudah berada di galangan kapal dari pabrik tersebut dan menjalani penyempurnaan. Setelah penyempurnaan, selanjutnya akan dilakukan pengujian di laut. “KCR yang ketiga sekarang ini tinggal tahap finishing yang minggu lalu sudah dilaunching dan akhir tahun ini mungkin bisa diserahterimakan”, jelasnya.
Dirut PT. Palindo Marine Shipyard menambahkan, dengan berjalannya penyelesaian kapal ketiga, PT. Palindo Marine Shipyard juga sudah mulai tahapan pengerjaan kapal keempat.
Saat ini selain membuat KCR dan PC, PT. Palindo Marine Shipyard juga merampungkan kapal dua lambung (katamaran) pesanan Malaysia dan pesanan Basarnas. Untuk mesin kapal, biasanya PT. Palindo Marine Shipyard membeli dari Jerman.
Kunjungi Lanal Batam
Kegiatan Press Tour Kemhan yang mengikutsertakan sejumlah wartawan dari media massa cetak dan elektronik ini, berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 9 sampai dengan 11 Oktober 2012. Selain melihat secara langsung pembuatan KCR di PT. Palindo Marine Shipyard, pada kesempatan hari pertama, rombongan Press Tour Kemhan juga berkunjung ke Markas Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam.
Di Lanal Batam, Kapuskom Publik dan rombongan diterima oleh Komandan Lanal Batam, Kolonel Laut (P) Nur Hidayat yang memberikan penjelasan terkait dengan tugas pokok Lanal Batam serta penjelasan tentang potensi ancaman dan kerawanan yang dihadapi oleh Lanal Batam.
Dalam kunjungan ini, Kapuskom Publik Kemhan dan rombongan di pandu Danlanal Batam juga diberikan kesempatan melihat secara langsung alat pemantau dan sejumlah radar yang berfungsi untuk memantau lalu lintas kapal di Selat Singapura.
© DMC
Posted in: Alutsista,Kapal,Palindo
★ KCR Jadi Andalan Pertahanan Laut RI
Kapal cepat rudal (KCR) yang dipesan pemerintah dari industri galangan kapal PT Palindo Marine, Batam, segera diserahterimakan.Keberadaan kapal jenis tersebut penting untuk pengamanan wilayah laut.
Dari empat KCR yang dipesan, dua di antaranya telah diserahterimakan, yakni KRI Celurit 641 dan KRI Kujang 642. Ini merupakan bagian dari program pengadaan KCR secara besar-besaran TNI Angkatan Laut (AL). Managing Director PT Palindo Marine Harmanto mengungkapkan, KCR yang ketiga sekarang ini tinggal tahap finishing. ”Minggu lalu sudah di-launching dan akhir tahun ini mungkin bisa diserahterimakan,” katanya kepada SINDO kemarin.
Kapal ketiga itu sudah berada di galangan kapal dari pabrik tersebut dan menjalani penyempurnaan. ”Setelah penyempurnaan, akan dilakukan pengujian di laut,” sebut dia. Sembari menyelesaikan kapal ketiga, lanjut Harmanto, pihaknya juga sudah mulai tahapan pengerjaan kapal keempat. ”Kita membuat kapal lengkap, kecuali persenjataannya,” imbuh dia. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Mayjen TNI Hartind Asrin menuturkan, pemerintah akan membeli total sekitar 35 KCR untuk memenuhi kebutuhan sesuai program pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF).
”Sejauh ini baru empat yang kita pesan,” ujarnya. Indonesia butuh kapal-kapal jenis ini untuk pengamanan wilayah laut, terutama di kawasan barat. ”Perairan wilayah barat sangat cocok untuk kapa-kapal kecil seperti ini (panjang di bawah 100 meter) karena perairannya dangkal. Kalau di timur, kita butuh kapal-kapal besar yang panjangnya di atas 100 meter,” terang dia. Untuk kapal berukuran di atas 100 meter, kata dia, Kemhan memesan ke PT PAL Surabaya.
![]() |
| PC-48 m Palindo |
”Kita juga punya program korvet nasional,” sebut Hartind yang juga staf ahli Menteri Pertahanan Bidang Keamanan itu. Komandan Satgas KCR-40 dan PC-43 TNI AL Kolonel Nurwahyudi menambahkan, butuh waktu sekitar 12 bulan untuk merampungkan satu unit KCR terhitung sejak penandatanganan kontrak. ”Nanti sebelum diserahterimakan ada uji kelaikan laut dulu oleh TNI AL,” sebut dia.
Kapal ini, kata Nurwahyudi, memiliki spesifikasi yang relatif sama dengan dua kapal sebelumnya, KRI Celurit 641 dan KRI Kujang 642. Untuk diketahui, kapal yang didesain sebagai kapal patroli tersebut memiliki spesifikasi panjang sekitar 44 meter, lebar 7,4 meter, berbobot 250 ton, dan mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 30 knot. Kapal dipersenjatai rudal C-705, meriam kaliber 30 mm enam laras, serta meriam anjungan dua unit kaliber 20 mm.
KSAL Laksamana TNI Soeparno sebelumnya menuturkan, program penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL 2012 adalah pengadaan kapal selam dan kapal permukaan. ”Ada tiga kapal selam, dua kapal permukaan frigat jenis perusak kawal rudal (PKR) dan 20 kapal patroli cepat dan kapal cepat torpedo,” tuturnya.
Hingga 2024, TNI AL butuh 24 unit kapal jenis ini. Kapal ini akan dioperasikan di wilayah armada barat dan Sulawesi Utara. Dalam pemesanan kapal ke PT Palindo itu, diketahui harga per unit kapal sekitar Rp 75 miliar. Pada pengadaan pertama, KRI Celurit, pemerintah bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk pembiayaannya.
Kemandirian Alutsista
Lahirnya Undang-Undang (UU) Industri Pertahanan dipercaya bakal mempercepat perkembangan industri pertahanan dalam negeri. Sebab, UU yang ditandatangani Presiden saat hari ulang tahun TNI ke-67, 5 Oktober lalu, itu mengatur sinergi antar industri strategis maupun industri pertahanan dalam memproduksi alutsista.
Perkara sinergi ini yang selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi perusahaan. Menurut Hartind, UU Industri Pertahanan memberikan jaminan adanya pembelian produk pertahanan maupun oleh pemerintah. ”Selama ini yang dikhawatirkan industri pertahanan adalah masalah konsistensi pembelian dari user,” beber dia.
© Seputar Indonesia
Posted in: Alutsista,Indonesia Teknologi,KRI TNI-AL,PAL,Palindo
★ PC-43 Kapal Patroli Pesanan TNI AL Dari Palindo Marine Shipyard
Tanpa banyak gembar-gembor serta publikasi, PT. Palindo Marine Shipyard ternyata tengah membangun berbagai jenis kapal pesanan Pemerintah serta TNI-AL. Mereka kini sedang mengejar target menyelesaikan 2 buah kapal patroli milik TNI AL dari jenis PC-43, kapal patroli 48 meter pesanan Bakorkamla serta Catamaran pesanan BASARNAS.
Kapal patroli cepat jenis PC-43 seolah luput dari perhatian dan tenggelam oleh kemunculan Kapal Cepat Rudal 40 meter. Padahal, secara fisik pembangunan 2 kapal patroli ini telah mencapai lebih dari 50 persen. Jika tidak ada aral melintang, 2 buah kapal sekaligus akan diserahterimakan pada maret atau april 2013 mendatang.
| PC-43 |
Namun demikian, PT. Palindo tampaknya masih enggan membeberkan secara terbuka desain dan spesifikasi PC-43. Namun, menurut Managing Director PT. Palindo marine shipyard, Hermanto, secara fisik dan desain, PC-43 mirip dengan KCR-40. Keduanya pun menggunakan bahan campuran yaitu baja serta alumunium alloy. Bisa diduga, PC-43 juga memiliki kecepatan yang sama dengan KCR-40M, yaitu berkisar antara 28-30 knot.
| Bakorkamla 48m |
Yang membedakan antara PC-43 dan KCR-40 tentunya adalah kapabilitas menggotong senjata. Sebagai Kapal Patroli murni, PC-43 tidak dirancang membawa peluru kendali. Masih menurut Hermanto, PC-43 nantinya hanya akan membawa Kanon kaliber 30 mm sebagai senjata utama di haluan. Persenjataan lainnya kemungkinan dari jenis Senapan Mesin Berat kaliber 12,7mm bisa ditempatkan pada buritan kapal. Persenjataan ini dinilai sudah cukup untuk menghadapi maling ikan atau perompak. Namun demikian, PC-43 selayaknya juga diberikan perangkat navigasi serta radar yang mumpuni, sehingga keberadaan kapal-kapal nelayan asing bisa terdeteksi dengan mudah.
| Basarnas Catamaran |
Spesies lainnya yang kini dalam proses pengerjaan adalah kapal patroli Bakorkamla ukuran 48 meter, serta Catamaran pesanan Basarnas.
© ARC
Posted in: Indonesia Teknologi,KRI TNI-AL,Palindo
★ Wakasal Luncurkan Kapal Pintar di Kepri dan Kalbar
Jakarta – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio, M.M., bersama Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman meluncurkan Kapal Pintar di Galangan Palindo Marine, Batam pada Senin (22/10).
Kapal Pintar tersebut dilengkapi buku-buku pengetahuan, alat peraga, perangkat IT dan terkoneksitas dengan jaringan internet guna memberikan akses pada sarana pendidikan yang merata bagi anak-anak usia sekolah di pulau-pulau terpencil, terutama di Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat.
Pembangunan Kapal Pintar merupakan realisasi dari penandatanganan Piagam Kesepakatan Bersama antara TNI AL dengan Bank Mandiri yang disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno serta Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Zulkifli Zaini, dimana Perjanjian Kerjasama tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama TNI Sugianto Suwardi selaku pihak kesatu dan Direktur PT Bank Mandiri Persero Tbk Abdul Rachman selaku pihak kedua pada 26 Januari 2012 yang lalu.
Perjanjian Kerjasama tersebut merupakan momentum penting dalam upaya mendukung program pembangunan nasional, melalui pemberdayaan sumber daya manusia yang diimplementasikan dalam bentuk pengadaan Kapal Pintar di wilayah Lantamal IV sebagai pengembangan sumber daya perpustakaan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, serta pemanfaatan prasarana milik negara.
Dalam kesempatan tersebut Wakasal Laksdya TNI Marsetio, M.M., berharap dengan adanya Kapal Pintar, para pelajar akan menjadi lebih bergairah dan gemar membaca, selain menjadi kapal pintar nantinya juga akan difungsikan sebagai kapal patroli terbatas yang pengoperasiannya dilakukan oleh Lanal atau Lantamal. Selain itu, kapal ini juga akan difungsikan sebagai alat transportasi oleh dokter/bidan untuk menyinggahi pasien di daerah-daerah terpencil. “Bisa dikatakan kapal ini sebagai kapal multifungsi” tegas Wakasal.
Kapal pintar yang berukuran panjang 22 meter ini, dilengkapi buku-buku pengetahuan, alat peraga, dan perangkat IT yang terkoneksi dengan jaringan internet bagi anak-anak usia dini hingga sekolah menengah atas di wilayah yang selama ini belum terjangkau secara maksimal, dan dapat digunakan secara gratis. Pembangunan Kapal Pintar sendiri menghabiskan dana senilai Rp 1,5 miliar yang di bangun oleh Galangan Palindo Marine, Batam.
Kapal pintar tersebut nantinya akan menyinggahi pulau-pulau terpencil di Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat secara reguler dan terjadwal, dengan tujuan anak-anak setempat memiliki kesempatan untuk secara berkesinambungan mendapatkan ilmu pengetahuan dan mengakses informasi yang dibutuhkan.
Menurut data Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV, sebagian besar Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat merupakan wilayah perairan yang memiliki sekitar 2.750 pulau dan kawasan pesisir. Sementara data BPS wilayah menyebutkan bahwa pada 2010 jumlah penduduk berusia 0-19 tahun di Kepulauan Riau sebanyak 427.133 jiwa dan di pesisir Kalimantan Barat sekitar 730.000 jiwa.
(dispenal/sir)
Teks Gbr- Wakasal Laksdya TNI Marsetio,M.M., saat berinteraksi dengan murid Sekolah Dasar di atas “Kapal Pintar”, seusai acara peluncuruan Kapal Pintar, Senin (22/10) di Galangan Kapal Palindo Marine, Batam. (dispenal)
© Poskota
Posted in: Indonesia Teknologi,Kapal,Palindo
Wamenhan Meninjau Kesiapan KCR Ke-3
Jakarta | Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Kabaranahan Kemhan RI Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan sejumlah pejabat Kemhan serta TNI lainnya, Kamis (17/1), melakukan kunjungan kerja ke Batam, dalam rangka meninjau kesiapan Kapal Cepat Rudal (KCR) 40 ketiga, yang akan diserahkan pada akhir bulan ini.
Kapal yang diberi nama KRI Beladau-643 tersebut, memiliki spesifikasi teknologi tinggi dengan panjang 44 meter, lebar 8 meter, tinggi 3,4 meter dan sistem propulasi fixed propeller 5 daun serta mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot.
KCR - 40 terbuat dari baja khusus bernama High Tensile Steel pada bagian hulunya (lambung). Baja High Tensils Steel ini merupakan produk dalam negeri dari PT. Krakatau Steel. Sementara untuk bagian atasnya, kapal ini menggunakan Aluminium Alloy sehingga memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi saat berlayar. Kapal yang sepenuhnya di buat di PT. Palindo Marine Shipyard itu, juga dilengkapi sistem persenjataan modern (Sewaco/Sensor Weapon Control), diantaranya meriam kaliber 30 mm enam laras sebagai Close in Weapon System (CIWS) atau sistem pertempuran jarak dekat dan Rudal C-705 buatan China
Selain melihat secara langsung KRI Beladau-643, Wamenhan beserta rombongan juga berkesempatan meninjau Combat Boat hasil produksi PT Palindo Marine Shipyard bekerjasama dengan Balitbang Kemhan RI, yang pengerjaannya sudah memasuki tahap penyelesaian.
● DMC

Posted in: KRI TNI-AL,Palindo
Kontrak Kapal Perang dengan Palindo Berlanjut
![]() |
| KRI Beladau 643 (Foto Tribunnews Batam/Argyanto) |
Jakarta | Kementerian Pertahanan berencana untuk menyerahkan sisa kontrak kebutuhan kapal cepat rudal 40 kepada PT. Palindo Marine, Batam. Sebelumnya perusahaan ini sukses memproduksi KRI Clurit 641, KRI Kujang 642 dan KRI Beladau 643.
Palindo masih punya 'hutang' satu unit KCR 40 lainnya yang ditargetkan rampung akhir tahun ini. Jika selesai, TNI AL akan memiliki empat unit kapal dari 16 unit KCR 40 yang ditargetkan hingga tahun 2019 mendatang.
"Dari kajian TNI AL, kami cenderung untuk menyerahkan kontrak produksi KCR 40 kepada Palindo," ujar Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Mayor Jenderal Ediwan Prabowo kepada Tempo, Jumat, 25 Januari 2013 usai menerima protocol of delivery KRI Beladau 643 dari Palindo.
Palindo Marine sendiri baru menandatangani kontrak untuk produksi empat unit kapal cepat rudal dari 16 kapal yang ditargetkan dalam target minimum pengadaan alat utama sistem persenjataan. "Pertimbangan untuk meneruskan kontrak dengan Palindo antara lain masalah perawatan kapal," ujar dia.
Direktur Utama Palindo Marine Harmanto mengaku siap untuk meneruskan kontrak produksi KCR 40. "Kami tidak masalah jika target pengadaan kapal dipercepat," kata Harmanto.
Pembuatan KCR 40, ujar dia, membutuhkan waktu 12 bulan untuk setiap unit. "Tapi tidak masalah karena kami bisa kerjakan secara paralel." Ahak--panggilan akrab Harmanto, mengaku mampu membangun lima kapal cepat rudal sekaligus.
Namun Kementerian Pertahanan mengakui masalah pendanaan masih menghambat percepatan produksi KCR 40. Tiga unit kapal yang sudah diproduksi, seluruhnya menggunakan skema pinjaman dalam negeri. Bank Mandiri selaku bank milik pemerintah ikut membiayai pembuatan kapal senilai Rp 75 miliar per unit.
Kapal cepat rudal sepanjang 44 meter ini terbuat dari high tensile steel pada bagian lambung dan aluminium alloy di bagian atas. KCR 40 dapat melaju hingga 30 knot, atau kurang lebih 60 kilometer per jam.
● Tempo.Co

Posted in: Indonesia Teknologi,KRI TNI-AL,Palindo
Batam Kembali Produksi Kapal Perang, Besok 1 KRI dan 2 KAL Diresmikan
Batam ☆ Satu lagi kapal perang (KRI) dan 2 kapal angkatan laut (KAL) buatan Batam diluncurkan untuk memperkuat armada jajaran TNI Angkatan Laut. Kapal produksi PT. Palindo Marine Shipyard, Batam ini akan diresmikan penggunaannya oleh Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro.
KRI yang dioperasikan hari ini (20/12) adalah kapal cepat rudal (KCR) Alamang-644. Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (P) Denih Hendrata mengatakan, Alamang-644 adalah jenis KCR-40.
Kapal yang keseluruhan proses pembuatannya di PT Palindo Marine Industries, ini akan dilengkapi dengan sistem persenjataan modern berupa Sensor Weapon Control (Sewaco), meriam kaliber 30 MM 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS) serta peluru kendali.
“KRI dengan sistem pendorongan handal ini mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot,” ujar Denih Hendrata.
Sebelumnya KCR dengan tipe yang sama yakni KRI Kujang-642 dan KRI Clurit 641 juga diluncurkan dari Batam.
Selain peluncuran KRI, menhan juga akan meresmikan pengoperasian dua kapal Angkatan Laut (KAL) yakni KAL Bireun dan KAL Kumai dengan panjang kurang lebih 28 meter.
KAL merupakan kapal patroli yang berfungsi untuk mendukung Pangkalan TNI AL (Lanal) dalam melaksanakan tugas-tugas patroli keamanan laut dan tugas-tugas dukungan lainnya.(spt)
♞ Batampost

Posted in: Kapal,KRI TNI-AL,Palindo
Satu KRI dan 2 KAL Amankan Perairan Indonesia
BATAM ♼ Tentara Nasional Indonesia (TNI) AL kembali mendapatkan penambahan armada perang untuk menjaga perairan Indonesia. Armada tersebut terdiri dari satu kapal perang (KRI) Alamang-644 dan 2 kapal angkatan laut (KAL) Kumai I-6-58 dan KAL Bireun II-1-63 produksi PT Palindo Marine Shipyard, Batam.
Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia (RI), Purnomo Yosgiantoro menegaskan kedepan tidak ada lagi cemoohan untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), sebab saat ini TNI sudah memilik armada perang yang cukup bagus dan patut diandalkan.
Bahkan yang membanggakan lagi, armada perang yang baru ini, KRI Alamang-644, KAL Kumai I-6-58 serta KAL Bireun II-1-63 merupakan produksi anak dalam negeri.
"Jadi kedepan tidak perlu lagi kita minder, sebab kualitas armada perang kita juga tidak kalah dengan tentara yang ada di luar sana," tegas Purnomo.
KRI Alamang-644 ini, menurut Purnomo merupakan kapal perang jenis Kapal cepat rudal (KCR-40) dan mampu dipersenjatai rudal anti kapal C-705 dengan jarak tembak rudal mencapai 80 km.
"KRI Alamang-644 KCR-40 merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul serta mampu menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula," kata Purnomo.
Kapal yang berukuran panjang 40 meter, lebar 7,35 meter dan berat 250 ton ini, memiliki sistem pendorong handal yang mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 27 knot, serta memiliki daya tembak atau hancur yang besar karena dilengkapi persenjataan rudal C-705.
"Kelebihan kapal perang ini, dilengkapi dengan sistem persenjataan canggih berupa sensor weapon control (Sewaco), meriam caliber 30 mm, 6 laras sebagai close in weapon system (CIWS) kaliber 30 mm serta meriam anjungan 2 unit caliber 20 mm," terang Purnomo.
Selain itu, kapal Alamang-644 ini mampu menampung bahan bakar sampai 50 ton, air tawar 15 ton, 35 orang anak buah kapal dan masih mampu memuat 13 personel pasukan Khusus.
"Kapal ini juga memiliki peralatan navigasi yang akurat, sehingga memberikan keyakinan keamanan bernavigasi," katanya.
Begitu juga dengan alat komunikasi,KRI Alamang-644 juga sudah dilengkapi peralatan komunikasi yang mampu digunakan untuk melaksanakan komunikasi antar kapal permukaan dan pesawat udara dalam satu kesisteman.(mau)
♞ Tribunnews

Posted in: KRI TNI-AL,Palindo
★ Sea Trial Kapal patroli Bakorkamla 4801 dan 4802
Batam • Kalakhar Bakorkamla Laksdya TNI Bambang Suwarto melaksanakan uji coba (sea trial) dua kapal patroli Bakorkamla 4801 Bintang Laut dan 4802 Singa Laut yang merupakan produksi galangan kapal PT. Pelindo Marine Shipyard dan PT. Citra Shipyard. Dalam kegiatan sea trial tersebut 4801 dan 4802 membawa rombongan Kalakhar Bakorkamla didampingi oleh Seslakhar Laksma Maritim Dr. Ir. Dicky R. Munaf, Kapus Ops Laksma Maritim Roedy Santoso dan Kapus Pusipjak Laksma Maritim Satria F. Maseo beserta pejabat eselon III di Bakorkamla. Kalakhar beserta Kapus Siapjak berada di kapal 4801 dan Seslakhar beserta Kapus Ops berada di kapal 4802.

Kedua kapal bertolak dari Tanjung Uncang untuk melakukan sea trial. Adapun kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengecek kesiapan dan kelayakan dua kapal patroli dengan panjang 48 meter ini, sebelum dioperasikan di satgas I Batam dan Satgas II Manado untuk melengkapi kekuatan dalam menjaga ALKI 1 dan 2 pada khususnya dan pengamanan laut Indonesia pada umumnya. Kurang lebih selama 2 jam kapal di coba dengan pengecekan performa mesin serta manufer dilaut, di coba pula perlengkapan kapal seperti water canon.
Kapal 4801 dan Kapal 4802 adalah kapal jenis patroli, dengan panjang keseluruhan 48 meter. Konstruksi dua kapal baru itu terbuat dari gabungan bahan baja dan aluminium alloy, pada hull dan super struktur dengan rancang bangun futuristik. Kapal yang diawaki 25 ABK ini dapat melaju dengan kecepatan maksimum 25 knots.
Helikopter milik TNI AL dengan kapten pilot Mayor Buyung dan co-pilot Lettu Waluyo membantu mendokumentasikan selama kegiatan berlangsung, turut serta Letda Maritim Donny Nova mengabadikan melalui video langsung dari udara di perairan sekitar jembatan Barelang.
● Bakorkamla

Posted in: Indonesia Teknologi,Kapal,Palindo
Besok Dua Kapal Patroli Bakorkamla Diresmikan
BATAM - Kalahar Bakorkamla Laksamana Madya Bambang Suwarno--sebelumnya direncanakan akan diresmikan oleh Menkopolhukam--dipastikan akan meresmikan dua kapal patroli milik Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) di Pangkalan Armada Laut Bakorkamla di Jembatan 3, Barelang, Batam, Kepri, Selasa (3/9/2013) besok.
Peresmian dua kapal patroli masing-masing Kamla 4801 (Bintang Laut) dan Kamla 4802 (Singa Laut) tersebut guna meminimalisir dan mencegah terjadinya aksi ilegal yang kerap terjadi di perairan Indonesia.
Kapal yang memiliki ukuran panjang 48 meter, dan berbahan aluminium aloy tersebut, merupakan sebuah kapal induk yang memiliki berbagai fungsi sebagai kapal pengumpul informasi dan komunikasi modern yang terintegrasi ke seluruh radar milik Bakorkamla mulai dari Sabang hingga Merauke.
Peresmian Kapal tersebut juga akan dihadiri Kepala Bakorkamla yang diwakili Kalahar Bakorkamla serta 12 stakeholder lainnya.
Dari data yang dihimpun Tribun Batam (Tribunnews.com Network), kapal yang memiliki nilai masing-masing Rp 58 miliar tersebut, mampu melaju dengan kecepatan maksimal 200 mil laut atau 370 km, dengan mesin mampu menggerakkan kapal hingga 25 Knot perjam, dan mampu mengatasi cuaca ekstrim ini, diyakini sangat efektif untuk pengamanan perairan laut Indonesia.
Berikut sepesifikasinya:
1 Panjang : 48 meter
2. Panjang garis air : 44,25 meter ( KN Bintang laut) dan 44,50 meter (KN singa laut)
3. Lebar : 7,4 meter (KN BL), 7,6 meter (KN SL)
4. Tangki bahan bakr : 50.000 liter
5. Main Engine : 3x1400 hp (marine diesel). (Isu)
● Tribunnews

Posted in: Indonesia Teknologi,Kapal,Palindo
Bakorkamla Resmikan Penggunaan Kapal Patroli Buatan Indonesia
Jakarta - Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) meresmikan penggunaan dua kapal patroli di Pangkalan Armada Laut Bakorkamla, Barelang, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (3/9). Dua kapal yang diresmikan masing-masing KN Bintang Laut 4801 dan KN Singa Laut 4802.
Pascadiresmikan, kedua kapal tersebut akan segera bertugas untuk mengamankan perairan laut Indonesia. Salah satu dari kedua kapal bahkan akan berada di Selat Lombok dalam rangka pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Nusa Dua, Bali pada Oktober 2013.
Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) Bakorkamla Laksamana Madya Bambang Suwarto, menjelaskan, Dua kapal patroli yang dioperasikan merupakan buatan asli Indonesia. Hampir 70 persen komponen perakitan dan pembuatan kapal dilakukan di Indonesia.
"Dalam pembuatan, komponen lokal hampir 70 persen. Hanya mesin yang dari luar," kata Bambang.
Dua kapal patroli merupakan kapal induk karena dilengkapi fasilitas informasi dan komunikasi yang modern dan terintegrasi ke salah satu radar Bakorkamla dari Aceh sampai Merauke. Peresmian tersebut itu sendiri disaksikan perwakilan dari 12 anggota stakeholder (pemangku kepentingan) Bakorkamla RI.
Ke-12 pemangku kepentingan Bakorkamla RI masing-masing Menteri POLHUKAM (Ketua Bakorkamla – diwakili oleh Laksamana Madya TNI Bambang Suwarto, Kalakhar Bakorkamla), Menteri Luar Negeri (anggota), Menteri Pertahanan (anggota), Menteri Hukum & HAM (anggota), Menteri Dalam Negeri (anggota), Menteri Keuangan (anggota), Menteri Perhubungan (anggota), Menteri Kelautan dan Perikanan (anggota), Jaksa Agung (anggota), Kapolri (anggota), Panglima TNI (anggota), Kepala BIN (anggota), serta Kepala Staf TNI AL (anggota).
Kalakhar menjelaskan, Kapal Patroli KN Bintang Laut dan KN Singa Laut mulai dibangun pada Mei 2012. Angka 4801 dan 4802 untuk menunjukkan panjang kapal yakni 48m, sementara 01 dan 02 menunjukkan seri jumlah kapal.
Menurut Kalahar, hingga 2014, Indonesia akan diperkuat kehadiran enam kapal patroli serupa. Seluruh kehadiran kapal patroli tersebut diharapkan juga dapat memberi arti penting bagi pengamanan laut, terutama untuk mencegah aksi-aksi ilegal di perairan.
Kedua kapal yang masing-masing bernilai sekitar Rp 58 miliar ini sesuai standar DIPA yang berlaku, menggunakan mesin berkecepatan 25 knot per jam dan mampu mengantisipasi cuaca yang terbilang ekstrim di laut. Dengan kecepatan tersebut, KN Bintang Laut dan KN Singa Laut mampu bergerak hingga batas 200 mil laut (370 km) dari lepas pantai sehingga sangat efektif untuk pengamanan perairan laut Indonesia.
KN Bintang Laut 4801 dibuat PT Palindo Marine, Tanjung Uncang, Batam, Kepri dengan masa pengerjaan 476 hari hari kalender dan KN Singa Laut 4802 dikerjakan PT Citra Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, Kepri dengan masa pengerjaan 480 hari kalender.
Kapal patroli dilengkapi mesin penggerak masing-masing 3x1400hp (marine diesel) dan telah dilakukan uji Hidrodinamik di Laboratorium Hidrodinamik BPPT di Surabaya pada awal Februari 2013.
Menteri/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana, menjelaskan, pembuatan kapal patroli sudah direncanakan dua tahun lalu. Untuk memperkuat industri pertahanan, kedepannya diharapkan Indonesia dapat lebih memanfaatkan produksi dalam negeri.
"Kedepannya mudah-mudahanan bisa lebih memanfaatkan produksi dalam negeri. Bakorkamla sebagai badan koordinasi dari berbagai instansi, sudah menerapkan hal itu," kata Armida.
Pembangunan kedua kapal patroli sudah disesuaikan dengan RPJM dan Rencana Strategis (Renstra) Bakorkamla RI 2010 sampai 2014, khususnya untuk mencapai amanat turunnya illegal activities sebanyak 70% dan peningkatan ketertiban di laut sebanyak 80% dalam rentang waktu 2010 - 2014.
Spesifikasi KN BINTANG LAUT 4801 - KN SINGA LAUT 4802
- Panjang seluruhnya (LOA)48.00 m48.00 m
- Panjang garis air (LWL)44.25 m - 44.50 m
- Lebar max (B.max)7.40 m - 7.60 m
- Lebar garis air (B.WL)6.80 m - 6.80 m
- Tinggi Tengah Kapal (DMLD)2.40 m - 4.00 m
- Tangki bahan Bakar (HSD)50.000 Liter
- Main Engine3 unit x 1400 hp (marine diesel)
- Endurance 3 (tiga) hari
- Kontraktor PT Palindo Marine - PT Citra Shipyard
- Mulai Dibangun24 April 2012 - 5 Juli 2012
- Harus Selesai Dibangun 31 Agustus 2013 - 27 Oktober 2013
- Jumlah Hari Kerja 476 hari - 480 hari
- Biaya Rp 57.888.000.000-Rp 57.998.000.000
● Berita Satu

Posted in: Indonesia Teknologi,Kapal,Palindo
★ Menhan Resmikan 2 Kapal Perang Buatan Dalam Negeri
Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro meresmikan dua kapal cepat KRI Pari-849 dan KRI Sembilang-850 yang akan bertugas menjaga keamanan dan kedaulatan di perairan NKRI.
"Tipe kapal patroli cepat, dalam upaya pemenuhan KCP secara bertahap," kata Menteri usai meresmikan kapal di Batam, Kamis.
Ia mengatakan kapal yang dibangun perusahaan nasional PT Palindo itu merupakan rangkaian pemesanan dan pengadaan yang memiliki arti penting bagi industri pertahanan nasional.
Penambahan alutsista amat penting untuk menambah daya tempur dan dukungan pelatihan serta operasi di laut, katanya.
"Penambahan alutsista merupakan jawaban konsekuensi atas karakteristik geografis Indonesia yang memiliki keanekaragaman kekayaan alam di laut, potensi keragaman hayati, warisan dunia yang patut dijaga," kata dia.
Indonesia, kata Menhan, memiliki banyak selat dan perairan yang merupakan alur perairan utama dan penting bagi bangsa lain, karenanya perlu penjagaan maksimal.
"Ini memiliki makna penting dan strategi pembangunan TNI AL menuju kekuatan pokok angkatan laut, meningkatkan kekuatan angkatan laut menjaga NKRI," kata Menteri.
KRI Pari-849 dan KRI Sembilang 850 berbahan aluminium marine grade, buatan anak-anak Indonesia dan dibuat dengan bahan-bahan produksi dalam negeri.
Nantinya, kapal yang menelan biaya masing-masing sekitar Rp75 miliar itu akan memperkuat armada TNI AL.
KRI Pari-849 di Satuan Kapal Patroli Komando Armada RI Kawasan Timur, sedangkan KRI Sembilang-850 untuk Armada RI Kawasan Barat di wilayah Lantamal II Palembang.
● Antara

Posted in: Indonesia Teknologi,KRI TNI-AL,Palindo
Bank Mandiri Biayai 2 Kapal Patroli TNI AL
Jakarta - Bank Mandiri membantu pembiayaan pembangunan dua kapal TNI AL jenis patroli cepat buatan dalam negeri, guna memperkuat Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) nasional. Pinjaman yang disalurkan besarnya Rp 77,87 miliar, yang dikucurkan kepada PT Palindo Marine, berupa kredit modal kerja (KMK) Rp 33,52 miliar dan bank garansi Rp 44,35 miliar, untuk pembangunan dua kapal tersebut.
Peresmian dua kapal patroli cepat bernama KRI Pari – 849 dan KRI Sembilang – 850 tersebut, dilakukan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, disaksikan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio, Kepala staf TNI Angkatan Darat Letjen TNI Budiman, dan Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman, di Dermaga Batu Ampar, Batam, Kamis (5/9).
Sebelumnya, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 123,78 miliar untuk membangun tiga unit kapal cepat rudal pertama, kedua dan ketiga produksi dalam negeri, yaitu KRI Clurit – 641 , KRI Kujang – 642 dan KRI Beladau – 643.
Direktur Institutional Banking Abdul Rachman mengatakan, Bank Mandiri ingin terus mendukung industri strategis nasional dalam mengembangkan teknologi alutsista sehingga menciptakan kemandirian bangsa dalam memperkuat kedaulatan nasional.
“Kami bangga dengan kemampuan putra-putra bangsa di PT Palindo Marine yang telah menghasilkan kapal patroli cepat buatan dalam negeri ini. Untuk itu, kami juga telah memberikan komitmen untuk mendukung pembangunan kapal lainnya guna memperkuat Alutsista nasional,” ungkap Abdul Rachman, sebagaimana dilaporkan dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, Kamis (5/9), di Jakarta.
Secara keseluruhan, Abdul Rachman menjelaskan, sampai saat ini Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 243,28 miliar untuk membantu PT Palindo Marine membangun dua kapal patroli cepat dan empat kapal cepat rudal. Dari jumlah tersebut, Rp 113,53 miliar merupakan kredit modal kerja (KMK), sedangkan Rp 129,75 miliar adalah fasilitas bank garansi.
Abdul Rachman menambahkan bahwa hingga saat ini, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan untuk alutsista yang disalurkan kepada beberapa industri strategis, seperti PT Pindad dan PT Dok Kodja Bahari. Untuk pengadaan alutsista yang didatangkan dari luar negeri, Bank Mandiri telah menandatangani komitmen pembiayaan dengan nilai sekitar Rp 6,5 triliun.
“Penyaluran pembiayaan untuk pembangunan kapal patroli cepat ini merupakan salah satu komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pengadaan alutsista. Dengan keberhasilan ini, kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia telah mampu membangun dan mengembangkan alutsista secara mandiri di dalam negeri,” ujar Abdul Rachman.
Kapal Patroli Cepat (PC) KRI Pari – 849 dan KRI Sembilang - 850 dibangun oleh PT Palindo Marine, Tanjunguncang – Batam. Kapal yang memiliki panjang 43 meter ini sepenuhnya dikerjakan putra-putri Indonesia. Sebagian besar material kapal perang tersebut pun di produksi di dalam negeri. Sehingga, peresmian kapal patroli cepat berbahan baja-alumunium ini ikut menandai sejarah baru industri perkapalan di Indonesia.(TMA)
● Gatra

Posted in: Alutsista,Indonesia Teknologi,KRI TNI-AL,Palindo
Anambas Perlu Kapal Patroli lebih Banyak untuk Amankan Laut
Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Sulistiyanto menegaskan, sebentar lagi Angkatan Laut (AL) akan memiliki lima KRI. Empat di antaranya Kapal Cepat Rudal (KCR) dan satu lagi kapal patroli. Kapal ini produksi dalam negeri yang pembuatannya di Batam. ”Tanggal 26 September nanti akan diresmikan dan mulai beroperasi,” kata Sulistiyanto, usai upacara serah terima jabatan (Sertijab) komandan lanal Tarempa di lapangan Sulaiman Abdullah Tarempa, Selasa (9/9) lalu. Kapal tersebut memperkuat jajaran Angkatan Laut dan dioperasikan di wilayah Armada Barat. Namun, sayangnya tidak ada yang dioperasikan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Kata Sulistiyanto, kapal tersebut tidak ditempatkan Anambas karena pengoperasian perlu dukungan besar, baik personel maupun lainnya. Meski demikian, keberadaan Lanal di Tarempat sudah bagus. Apalagi juga didukung pos-pos di Jemaja dan Tambelan. Namun, untuk menjaga wilayah laut yang luas, Lanal tidak bisa berdiri sendiri, tapi juga memerlukan instansi terkait seperti Polisi, BC, dan juga masyarakat nelayan. Sementara itu Bupati Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin menilai, Anambas masih kekurangan sarana dan prasarana untuk patroli wilayah laut. Saat ini, Lanal Tarempa hanya memiliki kapal Kalbaruk. Kapal tersebut sudah terlalu tua digunakan mengamankan laut Kabupaten perbatasan ini. Usia sudah lebih dari 20 tahun. Menurutnya, Kalbaruk sudah saatnya mendapatkan “Suntikan Vitamin”. “Saya ingat Kalbaruk ini dibuat ketika saya masih Camat di Uban tahun 1990-an. Sekarang sudah 2014, sudah sangat lama sekali,” ujar Tengku dihadapan Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, dan seluruh jajaran Danlanal di bawah komando Lantamal IV, Selasa (9/9). Karena Kalbaruk sudah tua, Tengku meminta Danlantamal IV menambah armada patroli di Kabupaten maritim ini. Penambahan ini dinilai penting untuk tujuan pengamanan, karena seluruh potensi unggulan Anambas terletak di laut. Salah satu potensi unggulan Anambas adalah sektor perikanan, yang hingga kini masih menjadi lirikan pembajak-pembajak ikan asal negara tetangga. Perampok ikan semakin marak ketika musim utara yang bergelombang tinggi. Semakin tinggi gelombang, semakin ramai mereka berdatangan merampok ikan di Perairan Anambas. Tengku juga heran dengan bentuk kapal yang digunakan nelayan asing mengapa lebih kuat dibandingkan dengan kapal nelayan di Anambas. ”Kapal mereka seperti sabut, jadi gelombang sebesar apapun kapal mereka tidak tenggelam. Selama 6 tahun di Anambas, belum pernah saya dengar kapal mereka tenggelam,” katanya. Sementara itu, yang terjadi di lapangan, maraknya penjarahan ikan di areal Laut Cina Selatan, terutama perairan Anambas membuat penghasilan ikan di negara seperti Thailand meningkat pesat, bahkan menjadi yang terbaik di dunia, padahal hasil ikannya diambil dari Anambas. Tengku mengatakan, hasil perikanan negara Tahiland itu 65 persennya merupakan hasil penjarahan di Laut China Selatan, terutama di perairan Anambas. ”Tapi kita bisa lihat, dari hasil tersebut mereka jadi penghasil ikan terbanyak di dunia,” ungkapnya. Alasan-alasan tersebut hendaknya menjadi pertimbangan serius bagi seluruh pihak untuk menambah kekuatan patroli pengawasan di Anambas. ”Penguatan pengawasan di Laut harus kita tingkatkan. Kita juga membantu patroli melalui DKP,” jelasnya.(sya)
★ batampos

Posted in: KRI TNI-AL,Palindo
[Foto] KRI Kujang 642
Kapal Cepat Rudal 40 M produksi Palindo, Batam







⚓️ Garuda Militer

Posted in: Foto,KRI TNI-AL,Palindo
★ Kapal Patroli 110 Bakamla
Penampakan Desain Kapal Patroli Bakamla
Desain Kapal Patroli 110 Bakamla [pengamatliar @kaskuser]☆
Baru baru ini beredar foto jepretan pengamatliar (kaskuser) mengenai desain pengembangan kapal patroli nasional untuk Bakamla.
PT Palindo Batam kembali dipercaya untuk membuat kapal patroli Bakamla dengan panjang 110 meter.
Sebelumnya PT Palindo telah berhasil membuat kapal patroli Bakamla dengan panjang 43 meter. Bukan hanya Bakamla saja, TNI AL pun telah memesan beberapa unit kapal yang telah dioperasikan di perairan barat di bawah komando Armabar. Kapal dengan panjang sekitar 40 meter yang dikenal luas sebagai kapal Clurit class.
Dengan peraturan pemerintah memberdayakan kapasitas dalam negeri, galangan kapal Indonesia terlihat bergeliat membangun beberapa macam kapal untuk keperluan perairan nusantara.
Menguping obrolan warung sebelah, ternyata kapasitas galangan kapal Indonesia setelah pemerintah mencanangkan poros maritim terlihat penuh pesanan, sampai ada penolakan pesanan karena tidak bisa memenuhi ketepatan waktu dalam pengiriman.
Kembali ke kapal patroli 110 meter, ini merupakan sebuah terobosan untuk galangan kapal swasta dan merupakan pertama buat galangan kapal PT Palindo untuk menyelesaikannya tepat waktu kedepan.
Menganalisa ala kadarnya perihal bentuk desainnya, seperti kapal dengan konsep SIGMA produksi DAMEN, namun ada pembenahan kapasitas dan fungsi lainnya. Bila nantinya telah rampung, merupakan hal menarik untuk dilihat, bila disejejerkan dengan kapal lain seperti kapal SIGMA Diponegoro class, atau PKR 10514 yang dalam proses penyelesaian PT PAL Indonesia.
★ Garuda Militer

Posted in: Bakamla,Indonesia Teknologi,Kapal,Palindo
[Video] KN 4801 Bakamla
Kapal KN Bintang Laut 4801 milik Bakamla RI KN 4801 Bintang Laut [tribunnews] ★
Badan Keamanan Laut (Bakamla) mempunyai kapal patroli yang siap dipergunakan untuk Patroli di perairan NKRI.
Kapal ini memiliki panjang 48 meter dan sudah dilegkapi dengan alutsista untuk menjaga kedaulatan NKRI dari ancaman luar.
Selain ini juga memiliki system keamanan yang canggih sehingga kapal ini terkoneksi langsung dengan masing-masing puskodal dan antara kapal satu dengan kapal yang lainnya juga terkoneksi.
KN Bintang Laut 4801 buatan PT Palindo Marine, Batam, merupakan kapal patroli Bakamla pertama yang didanai APBN. Sedang kapal-kapal Bakamla yang lain merupakan bantuan dari instasi lain.
Bertikut video KN 4801 Bintang Laut :
★ Garuda Militer

Posted in: Artikel,Bakamla,Hankam,Ilmu Pengetahuan,Kapal,Palindo,Video

