Loading Website
Tampilkan postingan dengan label BMKG. Tampilkan semua postingan

Begini Cara BMKG Tentukan Potensi Tsunami

Bagaimana cara BMKG menentukan potensi terjadinya tsunami sebelum mengeluarkan peringatan dini ke publik?

Deputi Bidang Geofisika BMKG Prih Harjadi mengatakan BMKG memonitor aktivitas gempa menggunakan seismograf yang terpasang dalam stasiun pemantau seismik. Seismograf berfungsi memantau gelombang seismik yang dipancarkan sumber gempa bumi. Jumlahnya ada 162 unit di seluruh perairan Indonesia.

Begitu terjadi gempa, stasiun pemantau seismik terdekat akan menangkap gelombang seismik. BMKG segera bisa menentukan parameter gempa tersebut, meliputi lokasi (lintang, bujur, dan kedalaman) dan waktu, serta menghitung kekuatannya pada skala Richter.

"Lalu kami bisa melihat apakah gempa ini memenuhi kriteria berpotensi menimbulkan tsunami atau tidak," kata Prih ketika ditemui di kantornya, Kamis 12 April 2012.

Prih mengatakan, ada tiga kriteria terjadinya tsunami. Pertama, lokasi gempa berada di laut. Kedua, kedalaman sumber gempa kurang dari 100 kilometer dari dasar laut. Ketiga, kekuatan gempa di atas 7 skala Richter. Ketiga kriteria terjadinya tsunami dapat langsung dideteksi dari jaringan seismograf.

"Setelah menentukan parameter gempa telah memenuhi kriteria menimbulkan tsunami, maka kami harus mengisu (mengumumkan) peringatan dini tsunami dalam waktu 5 menit sejak gempa," kata Prih menerangkan ketentuan mengeluarkan peringatan dini tsunami ke publik.

Ia mengatakan, parameter gempa di pantai barat Sumatera dua hari lalu terbukti memenuhi tiga kriteria terjadinya tsunami. Dengan kekuatan 8,5 pada skala Richter di kedalaman 10 kilometer dari dasar laut, gempa yang terjadi pada pukul 15.38 WIB itu berpotensi menimbulkan tsunami. Dalam waktu 4 menit 50 detik dari gempa utama, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami. [MAHARDIKA SATRIA HADI]

• TEMPO.CO

Posted in: BMKG

#Tag : BMKG

Alat Deteksi Tsunami akan Diganti Lebih Canggih

Menurut Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta alat deteksi tsunami model baru itu dikerjakan bersama oleh Kemenristek Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Amerika. Rencananya alat tersebut akan diujicobakan di perairan Papua bersama dengan radar cuaca.

Namun, Gusti tidak menyebutkan kapan alat canggih itu akan mulai dipasang. Begitu pula Kepala BPPT Marzan A Iskandar yang juga hadir di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/4). "Saat ini baru disiapkan," imbuh Marzan

Gusti menilai, alat deteksi tsunami model baru tersebut akan lebih aman. Setidaknya lebih sulit dirusak oleh tangan-tangan jahil seperti yang banyak terjadi pada alat deteksi model apung.

Kendati demikian, monitoring dan penyadaran masyarakat atas fungsi peralatan itu harus tetap dilakukan. Jangan sampai alat yang berfungsi untuk menyelamatkan jiwa mereka itu, justru dirusak sendiri. "Banyak yang seperti itu. Alat yang sudah terpasang dipreteli. Masyarakat kita ini rupanya rasa penasarannya terlalu besar," kelakar Gusti. (FR/OL-01)

Sistem Peringatan Dini Tsunami tidak Berjalan Baik

JAKARTA--MICOM: Pemerintah mengakui beberapa sistem penanganan dini bahaya tsunami terkait gempa berkekuatan 8,5 SR di pantai barat Sumatra tidak berjalan dengan baik.

"Dari 6 sirene peringatan dini tsunami yang ada di Aceh, ketahuan hanya 2 yang bisa berfungsi dengan baik, ujar Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono, di Jakarta, Kamis (11/4).

Selain sirene yang tidak berfungsi, Agung juga mengakui pengetahuan masyarakat perihal jalur evakuasi juga sangat minim. Imbasnya karena kepanikan, lalu lintas menjadi macet dan bahkan banyak terjadi kecelakaan.

"Kejadian ini mirip seperti yang terjadi pada peringatan potensi terjadinya tsunami di Manado. Tsunaminya tidak jadi, tetapi korban berjatuhan di jalan akibat kecelakaan," paparnya.

Dari hasil rapat evaluasi dengan berbagai lembaga/kementerian terkait, terungkap, arah jalur evakuasi menuju ke daratan yang lebih tinggi dengan menempuh jarak yang cukup jauh dinilai tidak ideal dan cenderung malah menimbulkan korban kecelakaan.

Menurutnya untuk mengurangi dampak kecelakaan, idealnya perlu dibangun sebuah shelter yang kokoh dalam setiap radius 5 kilometer. Setiap shelter, lanjutnya, harus bisa menampung minimal 5 ribu orang.

Shelter tersebut nantinya akan dibangun dalam 2 model yaitu yang dibangun di pusat pemukiman warga dan di bukit. Selain berfungsi sebagai shelter bencana, sehari-hari juga bisa digunakan sebagai tempat aktivitas masyarakat. (Tlc/OL-04)

• MediaIndonesia

Posted in: BMKG,BPPT,Teknologi Informasi

Gempa 6 SR Guncang Pandeglang Banten

Informasi yang dihimpun dari akun twitter @infoBMKG, Minggu (15/4/2012), gempa terjadi pukul 02.26 WIB. Pusat gempa ada di 95 Km barat daya Pandeglang, Banten, pada kedalaman 10 Km di bawah permukaan laut.

"Gempa Mag:6.0 SR,15-Apr-12 02:26:39 WIB,10 Km,(95 km BaratDaya PANDEGLANG-BANTEN )," tulis akun @infoBMKG.

Belum ada laporan kerusakan akibat dari gempa ini. Gempa ini juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami.(trq/trq)

Gempa Banten Terasa di Jakarta

Jakarta Gempa berkekuatan 6 skala richter mengguncang Pandeglang, Banten. Goyangan gempa terasa di Jakarta sekitar pukul 02.26 WIB, Minggu (14/4/2012) dini hari.

Resa, karyawan di Gedung Aldevco Octagon mengaku merasakan getaran selama 5 detik. "Getarannya terasa," katanya yang tengah bertugas malam.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika merilis gempa 6 SR terjadi di kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.. Belum diketahui kerusakan ataupun korban akibat gempa ini.(fdn/trq)

• detik

Posted in: BMKG

#Tag : BMKG

Gempa Guncang Jakarta

Jakarta Sekitar pukul 18.17 WIB, Senin (4/6/2012) gempa mengguncang Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, gempa juga dirasakan hingga Bandung.

Belum diketahui berapa kekuatan gempa tersebut dan di mana pusat gempanya. Yang jelas, getaran gempa terasa sekitar 5 detik.

Beberapa pembaca detikcom menginformasikan bahwa getaran gempa dirasakan di kantor-kantor bergedung tinggi di Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto. Getaran juga terasa di kawasan Buncit, Jakarta Selatan.

Pembaca detikcom juga menginformasikan getaran dirasakan juga di Bandung. Pembaca di Sukabumi juga menginformasikan merasakan getaran gempa.(asy/gah)

Gempa di Jakarta Berkekuatan 6.1 SR Berpusat di Sukabumi

Jakarta Gempa berkekuatan 6.1 Skala Richter mengguncang Sukabumi, Jawa Barat. Pusat gempa berada di kedalaman 24 kilometer.

Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Senin (4/6/2012), gempa terjadi sekitar pukul 18.18 WIB dan berjarak 121 kilometer dari Sukabumi.(fiq/gah)

detik

Posted in: BMKG

#Tag : BMKG

Fenomena Awan Terbelah, Komentar BMKG?

Fenomena Awan Terbelah, Komentar BMKG?

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta menegaskan fenomena munculnya awan yang berbentuk seolah-olah terbelah tidak ada hubungannya dengan munculnya bencana alam lain.

"Memang muncul awan yang unik di luar kebiasaan. Tetapi, hal itu tidak ada kaitannya dengan munculnya bencana alam lain," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tony Agus Wijaya.

Oleh karena itu, lanjut Tony, masyarakat tidak perlu khawatir apabila sewaktu-waktu muncul fenomena awan berbentuk unik di luar kebiasaan.

Menurut Tony, fenomena munculnya awan dengan bentuk unik tersebut dapat disebabkan oleh dua aspek, yaitu awan "cirrus" yang berada di ketinggian 3.000 meter. Awan tersebut mengandung kristal-kristal es.

Sedangkan kemungkinan lain yang menyebabkan terjadinya fenomena tersebut adalah adanya pesawat yang melewati daerah berawan.

"Interaksi antara mesin pesawat yang bersuhu panas dengan awan yang bersuhu dingin menyebabkan terbentuknya awan unik itu," lanjutnya.

Mengenai gerhana bulan yang terjadi pada Senin malam (4/6) dan gempa bumi di Sukabumi pada Senin (4/6), lanjut dia, juga tidak berhubungan dengan munculnya fenomena awan vertikal yang terlihat di Padang. "Kejadian-kejadian tersebut tidak saling berhubungan. Hanya kebetulan saja terjadi berurutan," tuturnya.

Tony mengatakan, wilayah DIY bagian selatan, adalah wilayah yang berpotensi gempa bumi karena merupakan daerah pertemuan dua lempeng tektonik.

Sementara itu, dampak dari gerhana bulan adalah adanya gaya tarik maksimal terhadap air laut, sehingga terjadi pasang paling tinggi. "Gerhana bulan juga sama sekali tidak berhubungan dengan gelombang laut. Tingginya gelombang laut disebabkan oleh embusan angin," ujarnya, menjelaskan.

Selama satu pekan ini, lanjut dia, tinggi gelombang air laut di selatan DIY adalah sekitar 1,5 meter hingga 2,5 meter karena terkena dampak tekanan udara rendah di sekitar Australia.

REPUBLIKA.CO.ID

Posted in: BMKG

#Tag : BMKG

Aceh Diguncang Gempa Berkekuatan 6,6 SR

TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan 6,6 SR mengguncang kawasan Aceh. Gempa terjadi pada Sabtu (23/05/12) tepat pukul 11:34:52 WIB.

Laporan BMKG, lokasi gempa berada di 2,81LU - 97,71 BT atau 24 km barat laut Kota Subulussalam, Aceh dengan kedalaman 103 km.

Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, tidak ada dampak dari gempa tersebut. "Kondisi mutakhir, gempa tersebut dirasakan lemah oleh warga dan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," jelas Sutopo. Saat ini aktivitas warga normal, aman dan terkendali. Serta cuaca cerah.

Tribunnews

Posted in: BMKG

#Tag : BMKG

BMKG: Terdapat 631 Titik Api Menyebar di Sumatera

http://www.jurnas.com/fototmp/detail/55741-71567-3203952-0-43d294f31cde327c9f47222d39fa4deb.jpg?1348026196 BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ketaping, Padang, menyatakan, Satelit NOAA mendeteksi sedikitnya telah terjadi 631 titik api (hotspot) di daratan Pulau Sumatera. "Titik api terdapat di lima wilayah Sumatera meliputi Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, dan Lampung," kata analis BMKG Ketaping Padang, Budiman di Padang, Rabu (19/9).

Ia mengatakan, jumlah titik api terbanyak terdapat di Sumatera Selatan yang mencapai 315 titik, dan paling sedikit di Sumatera Barat yang hanya 20 titik. "Di Sumatera Barat titik api, berada di hutan Dharmasraya, dan perbatasan Riau-Jambi," ujar Budiman.

Saat ini, kabut asap terjadi hampir merata di 19 kota dan kabupaten di Sumbar dengan jarak pandang berkisar 3.000 – 5.000 meter baik di darat, laut maupun, udara.

Di kota Padang, kabut asap terlihat cukup jelas terutama jika memandang ke arah pegunungan atau dari ketinggian yang sudah sejak pukul 06.00 WIB. Meski demikian, kondisi ini masih aman bagi penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau, pelayaran di laut, atau kendaraan di jalan raya.

Menurutnya, keberadaan titik api di Sumatera cenderung mengalami peningkatan, hingga 400 titik jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya yang hanya sekitar 200-an titik.

BMKG tidak bisa memastikan asal titik api ini muncul. "Yang pasti, memang terdapat titip api di sejumlah hutan," kata Budiman.

Diperkirakan, ujarnya melanjutkan, kabut asap akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Akan tetapi, kabut asap bisa berkurang jika terjadi hujan dengan dalam jangka waktu yang lama. "Untuk beberapa hari ke depan, Sumbar masih berpeluang hujan ringan," katanya. Antara

( Jurnas )

Posted in: BMKG

#Tag : BMKG

Dalam 30 Menit, 3 Gempa Menggetarkan Nusantara

Gempa berkekuatan ringan terjadi di Mamasa, Banyuwangi, dan Sigi.

Peta bahaya gempa Indonesia 2010
Peta rawan Bencana

Tiga gempa berkekuatan ringan terjadi dalam waktu berdekatan, Selasa 4 September 2012 malam. Seperti dimuat situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lindu dengan kekuatan 5,0 Skala Richter terjadi pada pukul 20.27 WIB, lokasinya di 41 km Barat Laut Mamasa, Sulawesi Barat. Terjadi di kedalaman 10 kilometer.

Gempa kedua, dengan kekuatan 5,1 SR terjadi di Barat Daya Banyuwangi, Jawa Timur pada pukul 20.31 WIB. Juga, di kedalaman 10 kilometer. Ini adalah gempa susulan dari lindu sebelumnya yang relatif besar.

Sementara, gempa teranyar terjadi pada pukul 20.38 WIB, berkekuatan 5,2 SR, lokasinya di 109 km Barat Daya Sigi, Sulawesi Tengah, pada kedalaman 30 kilometer.

Sebelumnya, gempa dengan kekuatan 6,5 Skala Richter mengguncang Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa dini hari.

Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa itu berada di laut 301 kilometer Barat Daya Banyuwangi, dengan koordinat 11.07 derajat Lintang Selatan (LS) dan 113.86 derajat Bujur Timur (BT).

Gempa tersebut terjadi pukul 01.23 WIB, dengan kedalaman pusat gempa (episentrum) mencapai 10 km, namun tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh warga Banyuwangi. Untungnya tak ada korban jiwa yang melayang.

© VIVA.co.id

Posted in: BMKG

#Tag : BMKG

Gempa 6,3 SR Guncang Maluku Tengah

 Gempa berpusat di kedalaman 10 kilometer.

Ilustrasi gempa

Gempa berkekuatan 6,3 skala Richter sore ini mengguncang wilayah Maluku Tengah. Gempa berpusat di 145 kilometer tenggara Maluku Tengah.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa terjadi pukul 18.43 WIB, Senin 8 Oktober 2012. Gempa berpusat di kedalaman 10 kilometer.

Hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Selain itu juga belum ada laporan apakah gempa ini akan diikuti gelombang tsunami atau tidak.

© VIVA.co.id

Posted in: BMKG,Breaknews,Ilmu Pengetahuan

BMKG minta warga Jakarta waspadai puting beliung

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca di Jakarta. BMKG menyebut, cuaca malam ini berpotensi terjadi hujan lebat dan angin kencang.

"Peringatan hujan lebat dan potensi angin kencang. Kriteria kita angin kencang di atas 20 knot-25 knot, 45 km/jam dari awan-awan yang ada di langit," kata Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrem BMKG Pusat Kukuh Ribudianto kepada merdeka.com, Rabu (7/11).

Menurut dia, dengan melihat kondisi awan yang hitam pekat, maka berpotensi menimbulkan hujan lebat dan angin kencang, bahkan angin puting beliung. Kejadian alam ini akan berlangsung selama dua jam mulai pukul 18.00 WIB sampai 20.00 WIB.

"Biasanya pendek durasinya tergantung kejadian hujan di satu wilayah. Untuk prakiraan, lihat perkembangan, setiap ada potensi akan di update," lanjutnya.

Berdasarkan citra satelit, wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem ini terjadi di hampir seluruh Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur bagian selatan.

Terkait bahaya, Kukuh meminta agar warga sekitar Jabodetabek untuk berhati-hati terhadap petir dan angin kencang. "Kalau hujan tergantung wilayahnya, kalau rendah maka bisa tergenang," pungkasnya.(mdk/tyo)

© Merdeka

Posted in: BMKG

#Tag : BMKG

BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Lebat Hingga Minggu

Sampah dapat menyebabkan banjir(GATRAnews/Adi Wijaya)

Jakarta � Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan wilayah Jakarta masih akan diiguyur hujan lebat hingga hari Minggu lusa, sehingga masyarakat Jakarta dan sekitarnya diminta selalu waspada.

"Di DKI Jakarta dilaporkan oleh Bapak Arfan selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, jumlah pengungsi masih berkisar 18.018 jiwa," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Samsul Maarif, pada konferensi pers penanggulangan bencana di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (18/1).

Menurutnya, banjir telah menggenangi 32 kecamatan, 102 kelurahan, 337 RW dan 910 RT. 97.600 kepala keluarga (KK) terdampak banjir sehingga 18.018 jiwa terpksa mengungsi. Selain itu, banjir juga merengut 12 orang korban jiwa.

"Kita berharap, ini tidak terjadi lagi. Kami mohon bantuan wartawan agar masyarakat sangat 'aware' terhadap pengumuman akan adanya banjir yang disampaikan pemerintah. Hendaknya masyarakat tidak terjebak pada hal-hal konservatif yang selama ini telah mereka lakukan," ujarnya.

Menurutnya, karena warga sudah terbiasa dengan bencana banjir, sehingga kadang menyebabkan warga tidak peduli dengan himbauan bencana banjir yang disampaikan pemerintah.

"Kita ketahui, saya sempat keliling, rata-rata  mereka sudah tinggal 23 tahun. Jadi kalau kita beri peringatan, biasanya mereka tidak hirau. Harus kita bantu agar masyarakat perhatikan warning pemerintah pusat," pungkasnya. (IS)

Gatra

Posted in: BMKG

#Tag : BMKG

BMKG: Awas, JABODETABEK Bakal Hujan Lebat Hari Ini

Jakarta � Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi akan turun hujan lebat hingga ringan, pada hari ini, Jumat (25/1/2013).

Berdasarkan data pada laman BMKG memprakirakan, hujan lebat akan turun di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta, Selatan, Jakarta Timur, dan Tangerang, pada Jumat pagi hingga siang.

Wilayah lainnya, yakni Jakarta Jakarta Barat, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Bogor, Depok, dan Bekasi, diprakirakan turun hujan sedang pada pagi hingga siang ini.

Pada sore hingga malam hari di seluruh wilayah Jabodetabek diprakirakan akan turun hujan ringan.

Adapun, warga yang masih mengungsi akibat banjir antara lain terdapat di RW 10 dan RW 03 Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Lurah Rawajati, Sanwani megatakan jumlah pengungsi sudah menurun jauh tinggal 110 jiwa dari semula yang 2.440 jiwa. (Antara/spr)

• Bisnis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbuuz_SZ7cKCwhpqa99bDUTs8z7eBdTBJgWOAzt77XI8cD84x5m60kJ97F5cSaRXGxcpzOzYYlOIYFY-3yJVAxLe-NvnjGPY8xy-QDlIMaL_2BIwAgbZjGA-BkFOT_TPB5x3WJfqI7IX0/s35/cinta-indonesia.jpg

Posted in: BMKG

#Tag : BMKG

Gempa 6,5 SR di Papua Nugini Dirasakan di Sentani & Jayapura

Seismograf (Ilustrasi, Dok: Sindo TV)
 Seismografi
Jayapura • Gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter bertitik pusat di Papua Nugini, Rabu (17/4/2013), pukul 07.55 WIT juga dirasakan warga Kabupaten Kerom, Papua.

Seperti ditutukan Yudi, warga Distrik Wutung, Kerom, getaran gempa dirasakan sangat kuat dengan durasi sekira 10 detik.

“Warga panik keluar rumah, perabot pada goyang,” tutur Yudi.

Gempa juga dirasakan di Kota Sentani, Ibu Kota Kabupaten Jayapura, selama sekira tiga detik. Jarak Sentani ke Kerom sekira 10 kilometer.

Belum ada informasi terkait kerusakan atau korban dalam gempa.

BMKG Wilayah V Provinsi Papua menyebut, gempa bumi bertitik pusat di 3,3 derajat Lintang Selatan dan 142,29 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 37 kilometer.

Koordinat tersebut berada di 206 kilometer sebelah timur Kabupaten Kerom atau masuk wilayah Papua Nugini. Getaran gempa dirasakan II MMI di Sentani dan II sampai III MMI di Jayapura.

Hari ini dua gempa dirasakan warga Papua. Teranyar, gempa berkekuatan 5,9 SR mengguncang sebelah tenggara Mamberamo Raya pukul 12.05 WIB atau 14.05 WIT. Titik pusat berada di 96 kilometer sebelah tenggara Mamberamo Raya.

  ● Okezone

Posted in: BMKG,Ilmu Pengetahuan

Stasiun pemantau atmosfer Indonesia diakui dunia

Jakarta - Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diakui sebagai salah satu stasiun pemantau kualitas udara dengan peralatan terbaik di dunia.

"Ini menunjukkan kontribusi Indonesia pada dunia semakin diakui," kata Kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, MEng uaai acara International Workshop on GAW Activities 2013, serta Inagurasi kerjasama CATCOS antara BMKG dan MeteoSwiss, di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, di masa lalu BMKG hanya dapat mengukur dan mengirimkan data ke pusat data global, sekarang bisa menganalisnya, meski pada akhirnya tetap dikirim ke pusat data global.

Pusat Data Global yang dimaksud seperti World Data Centre for Greenhouse Gases (WDCCG), World Radiation Data Centre (WRDC), East Asia Network on Acid Deposition (EANET), dan Carbon Cycle Green-house Gases (CCGG).

Stasiun GAW Bukit Kototabang di Sumatera Barat ini dioperasikan sejak 1996 sebagai stasiun global GAW. Stasiun ini menjadi satu-satunya stasiun di Indonesia yang dijadikan sebagai acuan kondisi udara murni dengan ketersediaan data pengukuran fisika dan kimia atmosfer yang lengkap dan berkelanjutan.

"Pengukuran yang dilakukan di stasiun ini di antaranya radiasi matahari, rasio percampuran gas di udara, karakteristik aerosol dan pengamatan cuaca di permukaan," katanya.

Andi mengingatkan pentingnya memantau konsentrasi kimia atmosfer di kawasan Asia Tenggara dan dunia. Pengamatan jangka panjang dari semua jenis gas rumah kaca menunjukkan adanya kenaikan yang konsisten di seluruh penjuru dunia.

"Kita harus sama-sama menjaga jangan sampai kadar CO2 naik mencapai 450 ppm. Jika sampai batas yang mengkhawatirkan ini, dunia akan mengalami `free ice age`, es-es di kutub mencair dan tidak ada lagi es di kutub itu," katanya.

Andi mengingatkan, aktivitas manusia terbukti salah satu penggerak utama dari naiknya konsentrasi CO2 di atmosfer.

  ● Antara

Posted in: BMKG,Ilmu Pengetahuan

AirAsia QZ8501 Berhadapan dengan Awan Kumulonimbus hingga 48.000 Kaki

Citra tutupan awan di Indonesia berdasarkan MTSAT dalam 6 jam terakhir, Minggu (28/12/2014). Pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 dari Surabaya tujuan Singapura yang hilang kontak pada Minggu (28/12/2014) tak lama setelah lepas landas dari bandara Juanda. Flightradar24 merilis data sementara perkiraan lokasi pesawat berdasarkan waktu pesawat hilang kontak yang dirilis oleh Angkatan Laut Indonesia. Perkiraan posisi pesawat hilang bisa dilihat pada gambar di atas, yakni di Laut Jawa, antara Belitung dan Kalimantan. Menurut Flightradar24, pesawat hilang kontak saat terbang pada ketinggian 32.000 kaki dan terbang dengan kecepatan 469 knots. Di situsnya, Flighradar24 menyatakan, status pesawat "landed". Status itu biasa diterima ketika pesawat hilang kontak. Prakiraan posisi Air Asia QZ 8501 hilang kontak menurut FlightRadar24. Pelaksana tugas Dirjen Perhubungan Udara Joko Murdjatmojo mengatakan pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 itu sempat melakukan kontak terakhir dengan ATC di Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.12 WIB. Saat itu pesawat melaporkan akan menghindari awan dengan berbelok ke arah kiri. Pesawat yang terbang dengan ketinggian 32.000 kaki dan minta izin untuk menaikkan ketinggian pesawat menjadi 38.000 kaki. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andi Eka Sakya, saat menyatakan bahwa usaha pesawat untuk terbang dengan ketinggian lebih tinggi masuk akal melihat kondisi cuaca di lokasi. "Berdasarkan data kami, di lokasi hilangnya pesawat memang tampak awan yang sangat tebal. Itu awan kumulonimbus. Ketebalannya bisa sampai 5 - 10 kilometer," ungkap Andi saat dihubungi Kompas.com, hari ini. Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG Jakarta, Syamsul Huda, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, sepanjang perjalanan dari Surabaya ke Jakarta, pesawat memang terbang dalam kondisi cuaca berawan. "Kemudian pesawat menghadapi awan yang sangat tebal di lokasi (antara Belitung dan Kalimantan). Berdasarkan data, ketinggian puncak awan kumulonimbus yang dihadapi pesawat 48.000 kaki," kata Syamsul. Ketinggian minimum biasanya tidak dinyatakan. Menilik ketinggiannya saja, pesawat mungkin masih akan berhadapan dengan awan bila naik ke ketinggian 38.000 kaki. Namun, apakah pesawat bisa menghindar dari awan atau tidak, hal itu sangat tergantung pada besarnya awan itu sendiri. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, mengungkapkan bahwa masalah cuaca seperti awan adalah hal biasa yang dihadapi dalam penerbangan modern saat ini. "Sebelum terbang juga kita sudah mengisi flight plan dan melihat cuaca sepanjang jalur penerbangan. Pesawat A320 yang dipakai Air Asia sendiri adalah pesawat canggih yang sudah dilengkapi dengan radar cuaca yang baik," ungkapnya. Dengan teknologi dan perencanaan penerbangan yang baik, Chappy mengungkapkan, "Kasus pesawat hilang atau jatuh akibat faktor cuaca itu sudah jarang terjadi dalam penerbangan modern." Pesawat yang hilang kontak dapat terjadi karena berbagai sebab, mulai kesengajaan hingga masalah teknis. Tapi Chappy mengatakan, saat ini masih terlalu dini untuk memprediksi apa yang terjadi pada Air Asia QZ 8501. Masih diperlukan lebih banyak data. QZ 8501 membawa 155 penumpang, di mana 149 diantaranya adalah warga negara Indonesia. Pesawat itu seharusnya tiba di Changi Airport pada pukul 8.30 WIB. Hingga kini, posisinya secara pasti belum diketahui. Pesawat yang hilang adalah jenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC. Dalam keterangan di akun Facebook-nya, Air Asia telah mengonfirmasi hilangnya pesawat tersebut dan akan segera menginformasikan kepada publik bila telah ada kabar.   ★ Kompas

Posted in: BMKG,Ilmu Pengetahuan,OMSP

Peringatan dini hujan lebat disertai petir di DKI Jakarta

http://img.antaranews.com/new/2011/12/ori/2011123017.jpg Ilustrasi (FOTO ANTARA/ Fikri Adin)★ Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi terjadinya hujan lebat disertai petir di beberapa wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir terjadi pada pukul 09.00 WIB di wilayah: Tangerang, Kalideres, Cipondoh, Serpong, Pamulang, Bintaro, Pondok Cabe, dan Ciputat. Selain itu, cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di Cilandak, Pasar Minggu, Jagakarsa, Pasar Rebo, Lebak Bulus, Ciracas, Depok, Pancoran, Bojonggede, Cibinong, Semplak, Cileungsi, Parung, Rumpin, dan Bogor. Diperkirakan, hujan lebat disertai petir masih akan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB dan meluas ke wilayah Koja, Cilincing, Tarumajaya, Tanjung Priok, Sawah Besar, Grogol, Tambora, Gambir, Palmerah, Tanah Abang, Setiabudi, Tebet, Mampang, Pancoran, Kramat Jati, Ciracas, Halim, Cipayung, Sukmajaya, Gunung Putri, Cikeas, Ciawi, Cisarua dan sekitarnya.

  ★ Antara

Posted in: BMKG,Ilmu Pengetahuan