Gempa 8,9 SR Landa Aceh
Gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami.

Informasi yang dikumpulkan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami. Kedalaman pusat gempa ada di 10 kilometer.
Gempa ini terasa di Bengkulu, Lampung, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. (umi)
• VIVAnews
Posted in: Breaknews
Gunung Gamalama Meletus, Ternate Tertutup Abu
"Jarak pandang 50 meter di Ternate," kata Humas BNPB, Sutopo Purwo.
| Gunung Gamalama meletus |
Gunung Gamalama di Maluku Utara meletus Minggu 16 September 2012 pukul 13.22 WIT. Asap abu vulkanik dari letusan ini mencapai 1.000 meter.
Kepala Pusat Data, informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan letusan kembali terjadi pada pukul 14.15 WIT. "Letusan disertai suara gemuruh sedang," kata dia dalam rilisnya, hari ini.
Adapun ketinggian abu dari letusan mencapai 1.000 meter ke arah tenggara - selatan. Debu sudah turun di Selatan Kota Ternate. "Jarak pandang 50 meter di Ternate," kata Sutopo.
Tim BPBD Provinsi Maluku Utara saat ini sudah berada di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk penyediaan masker. Sejauh ini, kata Sutopo, belum ada warga yang mengungsi. "Masyarakat diimbau untuk tidak keluar rumah karena debu sudah menutup seluruh Kota Ternate," ujarnya.
Terhitung sejak pukul 14.30 WIT, Gunung Gamalama dinaikkan statusnya dari "Waspada" atau Level II ke status "Siaga" atau Level III.
Pada Sabtu malam pukul 20.27 WIT Gunungapi Gamalama meletus. Hujan abu terjadi semalam di bagian timur-selatan Kota Ternate.
© VIVA.co.id
Posted in: Breaknews
[HOT] KRI Klewang Terbakar !!!
Banyuwangi - KRI Klewang jenis Trimaran terbakar di Pangkalan AL Banyuwangi sekitar pukul 15.15 WIB, Jumat (28/9/2012). Asap hitam mengepul hingga ketinggian 25 meter.
Warga yang mengetahui kebakaran itu berjubel di pinggir dermaga. KRI Klewang ini baru diresmikan sekitar 1 bulan lalu oleh pejabat AL.
Dari pantauan detiksurabaya.com, terlihat api masih membumbung tinggi. Sesekali terdengar suara ledakan kecil. 1 Unit kapal PMK dan perahu karet milik TNI AL serta mobil PMK berupaya memadamkan api.
"Api diketahui usai salat ashar. Taoi belum diketahui di titik mana," kata seorang anggota TNI AL yang enggan disebut namanya kepada detiksurabaya.com di lokasi.
© Detik
Berikut foto dari Formil kaskus diposkan brahmana.tnt, kenyot10:
Bodi KRI Klewang Terbelah Saat Terbakar
Banyuwangi - Api yang membakar KRI Klewang sulit dijinakkan. Upaya petugas memadamkan api seperti sulit dilakukan. Selain api terlanjur membakar semua bagian Kapal, hembusan angin laut yang kencang juga membuat api makin membesar.
Dari pantauan detiksurabaya.com, api melumat semua bodi kapal perang siluman tersebut. Bahkan kapal terbelah menjadi dua bagian. Ledakan kecil sesekali terdengar dari kobaran api. Meski petugas sudah berupaya untuk memadamkan si jago merah, namun upaya itu seolah sia-sia belaka.
Sejumlah petugas AL hanya bisa mengamankan lokasi. Warga dilarang mendekat sekitar radius 100 meter. Hingga pukul 16.00 WIB, api masih terus berkobar.
Asap hitam pekat membumbung tinggi. Belum ada pernyataan resmi dari pihak AL terkait kejadian ini. Sementara ratusan warga masih memadati lokasi untuk melihat.
© Detik
Penyebab Kebakaran KRI Klewang Masih Diselidiki
Banyuwangi - Kepala Pusat Penerangan Umum TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati mengatakan penyebab terbakarnya KRI Klewang 625 di galangan TNI AL Banyuwangi masih diselidiki. "Saya baru terima informasi, semua masih diselidiki," katanya saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 September 2012.
Menurut Untung, kapal yang baru selesai 30 Agustus lalu itu belum diserahterimakan ke TNI AL sehingga masih menjadi tanggung jawab PT Lundin, perusahaan yang memproduksi kapal itu.
Direktur PT Lundin Industry Invest Lizza Lundin mengatakan terbakarnya KRI Klewang akibat korsleting listrik. "Korslet di darat," kata dia saat dihubungi pada kesempatan terpisah.
Namun, Lizza enggan menjelaskan secara terperinci penyebab kebakaran itu. Dia hanya mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. "Semua selamat," kata dia.
Menurut Lizza, PT Lundin siap bertanggung jawab dengan membuat kapal dengan jenis yang sama. "Ya, namanya saja kecelakaan," katanya.
Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar di galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi, sekitar pukul 15.00.
Kapal ini pesanan TNI AL yang dibuat dengan anggaran Rp 114 miliar dan baru saja diluncurkan pada 30 Agustus lalu. Kapal yang diklaim berteknologi tinggi ini dibuat dari bahan komposit karbon yang tidak mampu terdeteksi radar.
© Tempo.Co
Suara Ledakan dari KRI Klewang, Pemadam Menyerah
Jakarta - Dua mobil pemadam kebakaran yang berupaya menjinakkan api menyerah. KRI Klewang yang terbakar nyaris tenggelam di perairan Selat Bali. Pemadam tak mampu menghentikan amukan api meski sudah berupaya maksimal.
Beberapa saat kemudian, suara ledakan terdengar dari dalam kapal. Personel TNI Angkatan Laut yang berjaga di lokasi meminta warga yang menonton memadati lokasi menyingkir. Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar di galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi.
Menurut Remon, saksi mata, api menjalar dari dalam kapal mulai pukul 15.00. Dia melihat, sebelum api membesar, ada banyak pegawai yang bekerja di dalam kapal. "Tapi tidak tahu ada korban atau tidak," kata dia.
Kapal milik TNI AL yang dibuat dengan anggaran Rp 114 miliar ini baru saja diluncurkan 30 Agustus lalu. Kapal yang diklaim berteknologi tinggi ini dibuat dari bahan komposit karbon yang tidak mampu terdeteksi radar.
© Tempo.Co
Pemicu Kebakaran KRI Klewang Versi Produsen
| KRI Klewang 625 waktu peluncuran |
Namun Lizza enggan menjelaskan rinci penyebab pasti kebakaran itu. Dia hanya mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. "Semua selamat," katanya.
Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar di galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi. Menurut Remon saksi mata, api menjalar dari dalam kapal mulai pukul 15.00 WIB setelah itu api cepat membesar dan membakar habis kapal yang baru dibeli TNI itu.
Kapal perang TNI AL dibuat dengan anggaran Negara Rp 114 miliar ini baru saja diluncurkan 30 Agustus lalu. Kapal yang diklaim berteknologi tinggi ini dibuat dari bahan komposit karbon yang tidak mampu terdeteksi radar.
Dua mobil pemadam kebakaran yang dikirim ke galangan TNI AL tak mampu memadamkan api yang membakar KRI Klewang 625. Badan kapal buatan PT Lundin Industry Invest itu nyaris hancur dilalap jago merah.
Dua mobil pemadam kebakaran akhirnya menghentikan menyemprotkan air karena tak mampu meredam api. Kerangka kapal pun nyaris tenggelam di perairan Selat Bali. Sempat terdengar ledakan dari dalam kapal. Personel TNI AL yang berjaga di lokasi meminta warga yang memadati lokasi menyingkir.
© Tempo.Co
KRI Klewang Belum Dimiliki TNI AL
Jakarta - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Untung Suropati membenarkan adanya insiden terbakarnya Kapal Perang RI Klewang di Selat Bali, Jumat (28/9/2012) pukul 15.00. PT Lundin Industry Invest, kata Laksamana Untung, belum menyerahkan KRI senilai Rp 114 miliar ke TNI AL.
"Kapal tersebut masih full control PT Lundin," kata Laksamana Untung ketika dihubungi Kompas.com, Jumat sore.
Kapal ini diluncurkan dari galangan kapal di PT Lundin pada 31 Agustus 2012. Selanjutnya akan diselesaikan oleh TNI. Kapal Cepat Rudal Trimaran ini rencananya akan ditempatkan di Armada Kawasan Timur, Surabaya, Jawa Timur.
Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari TNI AL terkait peristiwa itu.
© Kompas
Sebelum Terbakar, KRI Klewang Mau Diuji Coba

Jakarta - Menurut Direktur PT Lundin, Lizza Lundin, KRI Klewang sedianya akan menjalani uji coba di perairan Selat Bali. "TNI AL meminta (Jumat) hari ini kapal diuji coba," kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 September 2012.
Untuk mempersiapkan uji coba, ada 70 karyawan PT Lundin Industry Invest di dalam kapal seharga Rp 114 miliar itu. Menurut salah satu karyawan PT Lundin yang ikut di dalam kapal, kebakaran itu didahului dengan padamnya listrik. Kemudian, muncul percikan api di tengah kapal.
Api menjalar dengan cepat. Semua karyawan langsung berhamburan dan tiga orang lainnya berusaha memadamkan api. Namun, karena api membesar, ketiga karyawan langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. "Satu orang dibawa ke rumah sakit karena kram," kata lelaki yang tidak mau menyebutkan nama ini.
Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar di galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi, sekitar pukul 15.00 WIB. Kapal ini merupakan pesanan TNI AL yang dibuat dengan anggaran Rp 114 miliar dari APBN 2009-2011. Kapal dengan kecepatan 30 knot ini baru saja diluncurkan 30 Agustus lalu. Kapal yang diklaim berteknologi tinggi ini dibuat dari bahan komposit karbon yang tidak dapat terdeteksi radar.
© Tempo.Co
Panglima Armatim Pimpin Investigasi KRI Klewang
| (Audrey) |
Surabaya - Panglima Armada TNI AL Kawasan Timur, Laksamada Madya TNI Agung Pramono, memimpin langsung investigasi kasus terbakarnya salah satu kapal perang teranyar yang dimiliki TNI AL, KRI Klewang 625. Begitu mendengar peristiwa itu, sore tadi, Panglima segera meluncur langsung ke galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi.
"Sore ini, Panglima langsung meluncur untuk melihat sendiri kebakaran kapal," kata Kepala Dinas Penerangan Armatim, Letnan Kolonel Laut Yayan Sugiana, kepada tempo, Jumat 28 September 2012.
Menurut Yayan, kebakaran yang menimpa KRI Klewang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran, Armatim bersama PT Lundin Industry Invest saat ini membentuk tim investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran.
Untuk mempercepat proses penyelidikan, Panglima Armatim, kata Yayan, ke banyuwangi dengan menggunakan kendaraan darat sehingga lebih cepat tiba di Banyuwangi dari pada mengendarai kendaraan laut.
Sekedar diketahui, kapal seharga Rp 114 miliar ini baru saja selesai dikerjakan oleh PT Lindan dan diluncurkan pada 30 Agustus 2012 silam. Kapal sendiri diklaim berteknologi tinggi dengan bahan dasar komposit karbon sehingga tak terdeteksi radar.
TNI AL menyatakan KRI Klewang belum diserah terimakan kepada pihak TNI AL. Sehingga, tanggung jawab kapal sepenuhnya masih di tangan PT Lundin Industry Invest sebagai produsennya. Saat kejadian, kata Yayan, juga tak ada satupun personel TNI AL yang ada di atas kapal tersebut.
© Tempo.Co
Posted in: Breaknews,KRI TNI-AL
Gunung Lokon Meletus, Warga Diminta Waspada
Diharapkan tidak ada aktivitas warga dalam radius 1,5 km.
Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara meletus pada Sabtu (15/9) pukul 18.53 WITA dan mengeluarkan asap setinggi 1.500 meter.
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari PVMBG Badan Geologi, letusan Gunung Lokon diawali letusan dari Kawah Tompaluan dengan ketinggian asap 1.500 meter.
"Letusan ini menggetarkan kaca-kaca Pos Gunung Lokon, yang berjarak sekitar lima km dari Kawah Tompaluan dan disusul letusan lontaran material pijar dengan ketinggian sekitar 600 m dari kawah," ujar Sutopo.
Ditambahkannya bahwa PVMBG Badan Geologi sebelumnya juga sudah menyampaikan peringatan dini bahwa sejak Sabtu (15/9) pagi telah terjadi peningkatan intensitas gempa.
PVMBG mencatat sampai pukul 12.00 WITA ada 56 kali gempa vulkanik dalam, 91 kali gempa vulkanik dangkal, dan 11 kali gempa embusan asap, dan jika peningkatan kegempaan kegempaan Gunung Lokon terus berlangsung dengan ritme yang sama, maka dapat diikuti letusan.
"Rekomendasinya adalah agar tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 1,5 km dari Kawah Tompaluan," ujar Sutopo.
Meskipun Gunung Lokon meletus, status tetap Siaga atau di level 3, Sutopo mengatakan bahwa masyarakat setempat belum perlu mengungsi, namun masyarakat diminta tetap tenang dan waspada.
Sejak ditetapkan status Siaga pada 24 Juli 2011 oleh PVMBG, Gunung Lokon telah beberapa kali meletus dan tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan yang besar.
Sutopo mengatakan bahwa sudah menjadi tipikal Gunung Lokon dengan adanya peningkatan aktivitas yang cepat dan diikuti meletus namun akan menurun hingga periode tertentu dan pola ini sudah dikenali oleh masyarakat setempat.
"BNPB telah meminta BPBD Sulawesi Utara dan BPBD Kota Tomohon untuk mengambil langkah-langkah antisipasinya," tutup Sutopo.
(Berita Satu)
Posted in: Breaknews
Gempa 6,3 SR Guncang Maluku Tengah
Gempa berpusat di kedalaman 10 kilometer.
Ilustrasi gempa
Gempa berkekuatan 6,3 skala Richter sore ini mengguncang wilayah Maluku Tengah. Gempa berpusat di 145 kilometer tenggara Maluku Tengah.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa terjadi pukul 18.43 WIB, Senin 8 Oktober 2012. Gempa berpusat di kedalaman 10 kilometer.
Hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Selain itu juga belum ada laporan apakah gempa ini akan diikuti gelombang tsunami atau tidak.
© VIVA.co.id
Posted in: BMKG,Breaknews,Ilmu Pengetahuan
Gempa 7 SR Goncang Tual Maluku
Pusat gempat terjadi di 168 kilometer arah Timur Laut Tual dengan kedalaman 22 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menginformasikan terjadi gempa berkekuatan 7 Skala Richter dengan pusat 168 kilometer timur laut Tual, Maluku.
Gempa yang terjadi Jumat pukul 09.31 WIT itu di kedalaman 22 kilometer dan berlokasi di 4,92 Lintang Selatan (LS)-134,07 Bujur Timur (BT).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan dari instansi berwenang terkait kerusakan atau korban.
@ Berita Satu
Posted in: Breaknews
Rangkaian Gempa Guncang Lembata, NTT
Dirasakan di Pulau Adonara, Larantuka, Flores Timur, dan Alor.
Sebanyak empat kali gempa bumi berkekuatan 4,3 hingga 5,4 skala richter (SR), hari ini, mengguncang Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang Margiono mengakui adanya gempa bumi di Lembata yang berlangsung empat kali. Gempa pertama terjadi pada sekitar pukul 14.00 WITA.
Guncangan gempa yang cukup keras tersebut. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Hanya saja, belum ada laporan mengenai adanya kerusakan yang timbul akibat guncangan gempa tersebut.
"Pada gempa kedua dan ketiga, masyarakat dilaporkan berhamburan keluar rumah karena cukup keras. Barang-barang di meja juga pasti terjatuh," katanya.
Dia menambahkan, gempa pertama berada pada daerah dengan koordinat 8.13 derajat Lintang Selatan (LS), dan 123.46 derajat Bujur Timur (BT), berada 32 km barat laut Lembata, dengan kedalaman pusat gempa (episentrum) 10 km.
Gempa kedua terjadi pula di 34 km barat laut Lembata, berkekuatan 5,1 SR, pukul 13.34 WIB, berada pada lokasi dengan koordinat 8.11 derajat Lintang Selatan (LS) dan 123.48 derajat Bujur Timur (BT).
Gempa yang kedua ini di 34 km di barat laut Lembata, dengan kedalaman pusat gempa 10 km. Gempa terakhir tercatat terjadi pada posisi 40 km, barat laut Lembata, terjadi pada pukul 15.40 WITA.
Lokasinya gempa berada pada 8,06 Lintang Selatan (LS) dan 123.46 Bujur Timur (BT) atau 40 kilometer Barat Laut Lembata, dengan kedalaman 10 ribu km. Dia menambahkan, gempa bumi yang terjadi di Lembata tidak berkaitan dengan aktivitas di Gunung Ile Ape.
"Tidak ada kaitan dengan aktivitas di Gunung Ile Ape. Gempa itu terjadi di permukaan dan terasa di beberapa daerah tetangga," katanya.
Khusus untuk wilayah Lembata, gempa dirasakan 2-3 MMI. Anggota DPRD Lembata Ipi Bediona melalui telepon genggam mengatakan, guncangan gempa sangat keras terjadi di Lembata. Masyarakat berhamburan keluar rumah karena takut.
Saat ini kata dia, warga masih berada di luar rumah karena takut akan terjadi gempa susulan yang lebih kuat, kata Bediona.
© Berita Satu
Posted in: Breaknews
Gempa Bumi 5,8 SR Goyang Cianjur, Dirasakan Hingga Jakarta
| Ilustrasi gempa. (Foto: AFP) |
Gempa berlokasi di 7.25 LS-107.35 BT dengan kedalaman 163 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami.
Gempa bumi berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Kamis (1/11) malam, pukul 21.12 WIB.
Gempa berlokasi di 7.25 LS-107.35 BT dengan kedalaman 163 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami.
Sementara itu menurut Lembaga Geologi AS (USGS), gempa berpusat di 16 km arah Baratlaut Bandung dengan kedalaman episentrum 138,8 km. Pusat gempa itu berada 96 km dari Jakarta.
Sejauh ini belum diketahui adanya kerusakan, ataupun korban akibat bencana itu. Namun, yang jelas, gempa dirasakan hingga ke Jakarta dan Bandung.
Sementara Santi (38) warga Kelapa Gading, Jakarta ikut merasakan getaran seperti gempa yang besar.
"Lampu-lampu di ruang tamu berayun keras. Saya sudah lama tidak merasakan gempa di Jakarta. Berapa besaran gempa tersebut," tanya Santi kepada Beritasatu.com, Kamis (1/11).
© Berita Satu
Posted in: Breaknews
Gempa 5,8 SR Guncang Ende
Kupang - Gempa berkekuatan 5,8 skala Richter mengguncang Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 2 November 2012, sekitar pukul 09.22.14 Wita.
Sisko, petugas Badan Meterologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) Kupang, mengatakan bahwa gempa tersebut berlokasi di 802 lintang selatan (LS), 121,60 bujur timur, 272 kilometer, dan berpusat di laut 74 kilometer barat laut Ende.
"Gempa ini dirasakan hingga Kupang hingga 3 MMI," kata Sisko kepada Tempo.
Gempa tersebut membuat pegawai negeri sipil di Kupang panik saat merasakan guncangan itu. Di kantor Gubernur, misalnya, sejumlah pegawai negeri berhamburan ke luar ruangan dan meninggalkan gedung kantor. "Ada gempa, ada gempa," teriak pegawai itu sambil meninggalkan gedung itu.
Gempa yang dirasakan selama beberapa detik itu pun reda. Para pegawai negeri mulai tenang dan kembali beraktivitas seperti biasa.
© Tempo
Posted in: Breaknews
Lokon Meletus, 34 Kali Gempa
Warga tetap waspada dan tidak boleh beraktivitas di zona 2,5 km.
Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, berstatus awas mengeluarkan abu vulkanik, pada 13 Juli.
Tomohon � Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara kembali mengimbau warga Kota Tomohon untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas dalam zona larangan radius 2.5 kilometer dari pusat kegiatan Kawah Tompaluan, Gunung Lokon, Rabu 5 Desember 2012.
Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Utara Hoyke Makarawung menuturkan, catatan laporan dari Pos Pemantau Gunung Lokon, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG) di Kota Tomohon mencatat terjadi 34 kali gempa vulkanik dangkal, 14 seismik, dan sembilan kali hembusan abu vulkanik di Gunung Lokon. "Tremor vukanik masih terus menerus terjadi, artinya masih tetap menyuplai energi yang tinggi terhadap gunung itu," kata Hoyke kepada VIVAnews.
Status Gunung Lokon dengan ketinggian 1.579 meter itu hingga kini masih siaga alias level III. Alat tremor vulkanik mencatat hingga malam ini masih berlangsung dengan amplituda 40 mm. Peningkatan aktivitas gempa vulkanik yang terjadi sejak pukul 09.00 WITA masih terjadi hingga malam ini. "Peningkatan gempa masih tetap tinggi, hingga malam ini masih terlus berlangsung, Lokon masih berpotensi erupsi," ujar Hoyke.
Untuk itu hingga kini ia terus berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang ada di lokasi, sebab gunung itu menggeliat pada pukul pukul 06.00 hingga 12.00. "Tampak asap kawah putih tipis-tebal dengan tinggi 25-300 meter dari kawah Tompaluan," katanya.
Sebelumnya Gunung Lokon sempat mengalami erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 4 kilometer Senin, 3 Desember 2012. "Condong abu vulkanik mengarah ke bagian tenggara" ujarnya.
Terkait letusan Lokon hingga kini warga Kota Tomohon belum ada yang diungsikan. "Warga belum perlu mengungsi, namun tetap waspada," kata Hoyke. (eh)
VIVA.co
Posted in: Breaknews
Jakarta Siaga Banjir
Jakarta | Bendungan Katulampa sudah memasuki Siaga I akibat hujan deras sepanjang hari di Bogor, Senin (4/3/2013).
Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dikhawatirkan bisa terjadi banjir seperti tanggal 15 Januari lalu di Jakarta. "Tempo hari banjir melanda Jakarta ketika posisi permukaan air di Katulampa 210 cm. Saat ini ketinggian muka air di Katulampa mencapai 250 cm," kata Sutopo.
Pada pukul 17.40 WIB ketinggian air posisi 220 cm dan pukul 18.00 WIB naik menjadi 250 cm. Dengan kondisi level siaga tertinggi itu, kewenangan pengendaliannya langsung menjadi kewenangan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU.
Sutopo menambahkan, diperkirakan pada Selasa (5/3) pagi, yaitu sekitar pukul 03.00-05.00 WIB banjir bakal menggenangi permukiman sekitar Sungai Ciliwung. Tinggi banjir ini dapat lebih besar daripada banjir pada pada 15 Januari 2013 yang saat itu tinggi muka air Bendung Katulampa mencapai 210 cm.
Daerah yang berpotensi terkena banjir adalah daerah sekitar bantaran Sungai Ciliwung: Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus/Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.
Masyakarat diminta meningkatkan kesiapsiagaannya terkait Siaga I untuk memantau dan merespons banjir yang berpotensi terjadi di Jakarta Timur: Kel Cililitan, Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu, Kebon Manggis; Jakarta Selatan: Kel Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Kebon Baru, Bukit Duri.BNPB telah melakukan koordinasi dengan BPBD DKI Jakarta. Kepala BNPB telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dengan menyiapkan logistik dan peralatan pada titik rawan banjir.
● Kompas

Posted in: Breaknews
Lion Air Tercebur ke Laut
Mendarat di Ngurah Rai, pesawat Lion Air tercebur ke laut
Pesawat Lion Air tercebur ke laut setelah gagal landing di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (13/4). Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Umum Lion Air Edward Sirait.
"Iya benar mengalami kecelakaan di Denpasar," ujar Edward kepada merdeka.com, Sabtu (13/4).
Edward menceritakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WITA atau 14.00 WIB. Pesawat Lion AIr tersebut mengangkut penumpang rute Bandung menuju Bali.
"Dari Bandung ke Denpasar. Kejadian jam 15.00 WITA," jelasnya.(mdk/noe)
Lion Air: Semua penumpang selamat
Pesawat Lion Air rute Bandung-Denpasar mengalami gagal landing di Bandara Ngurah Rai, Bali, dan mendarat di laut. Dari foto yang menyebar badan pesawat tersebut patah akibat pendaratan darurat tersebut. Meski demikian seluruh penumpang selamat.
"Semua penumpang selamat. Alhamdulillah," ujar Direktur Utama Lion Air Edward Sirait kepada merdeka.com, Sabtu (13/4).
Edward enggan menjelaskan lebih detail mengenai kecelakaan tersebut termasuk jumlah penumpangnya. Saat ini Lion Air masih fokus mengevakuasi penumpang.
"Nanti kami akan jumpa pers pukul 18.00 WIB. nanti saja yah," tutupnya.
Pesawat dengan kode penerbangan JT 960 berangkat dari Bandung pukul 12.000 WIB. Dijadwalkan mendarat di Bali pukul 14.45 WITA. Pesawat jenis Boeing 737-800 ini tercebur ke laut setelah gagal landing di Bandara Ngurah Rai.(mdk/hhw)
Gagal landing, bangkai pesawat Lion Air masih mengambang di laut
Bangkai pesawat Lion Air rute Bandung-Denpasar yang mengalami gagal landing di Bandara Ngurah Rai, Bali, masih berada di laut.
"Pesawatnya masih di Laut belum dievakuasi. Karena mengangkatnya kan tidak mudah," ujar Direktur Utama Lion Air Edward Sirait kepada merdeka.com, Sabtu (13/4).
Edward menuturkan, proses evakuasi terhadap penumpang sudah dilakukan. hanya saja, bangkai pesawat masih berada di lokasi kejadian.
"Yang dievakuasi penumpang dulu," kata Edward. Namun, dia tidak menyebutkan jumlah penumpang dalam pesawat tersebut.
"Kita masih kumpulkan informasi," singkatnya.
Pesawat dengan kode penerbangan JT 960 berangkat dari Bandung pukul 12.000 WIB. Dijadwalkan mendarat di Bali pukul 14.45 WITA. Pesawat jenis Boeing 737-800 ini tercebur ke laut setelah gagal landing di Bandara Ngurah Rai.(mdk/noe)
Petugas masih evakuasi penumpang Lion Air
Pesawat Lion Air tercebur ke laut setelah gagal landing di Bandara Ngurah Rai Bali. Hingga saat ini, evakuasi masih dilakukan petugas yang sudah tiba di lokasi kejadian.
"Saya masih di TKP, masih dievakuasi," kata Dirut Angkasa Pura 1, Tommy Soetomo kepada merdeka.com, Sabtu (13/4).
Tommy belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait penyebab, maupun kronologi kejadian tesebut. Akibat kejadian nahas itu, badan pesawat patah jadi dua.
Sebelumnya, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan pesawat tercebur ke laut setelah gagal landing di Bandara Ngurah Rai, Bali.
"Iya benar mengalami kecelakaan di Denpasar," ujar Edward kepada merdeka.com, Sabtu (13/4).
Edward menceritakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WITA atau 14.00 WIB. Pesawat Lion Air tersebut mengangkut penumpang rute Bandung menuju Bali.
"Dari Bandung ke Denpasar. Kejadian pukul 15.00 WITA," jelasnya.
Pesawat dengan kode penerbangan JT 960 berangkat dari Bandung pukul 12.000 WIB. Dijadwalkan mendarat di Bali pukul 14.45 WITA. Pesawat jenis Boeing 737-800 ini tercebur ke laut setelah gagal landing di Bandara Ngurah Rai.(mdk/cob)
Lion Air kecelakaan, Garuda Indonesia pantau situasi bandara
Garuda Indonesia mengaku terus memantau perkembangan penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai, Bali, akibat kecelakaan pesawat Lion Air, sekitar pukul 13.00 WITA.
"Kami belum dapat informasi lanjutan, apakah bandara di tutup total atau tidak, yang pasti biasanya saat penerbangan ke Bali, saat hari libur seperti ini padat," kata Juru Bicara Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan pada merdeka.com, Sabtu (13/4).
Dia mengatakan pihaknya akan mengikuti arahan pihak otoritas bandara, jika semua penerbangan dari dan ke Bali ditutup total. "Ini kejadian baru saja, kami belum dapat informasi lengkap," katanya.
Ikhsan menegaskan pihaknya belum mendapatkan arahan untuk mengantisipasi jika terjadinya penutupan bandara yang berakibat penumpukan penumpang. "Nanti kami sampaikan perkembangan lebih lanjutnya, kami masing menunggu," ungkapnya.
Pesawat dengan kode penerbangan JT 960 berangkat dari Bandung pukul 12.00 WIB. Pesawat dijadwalkan mendarat di Bali pukul 14.45 WITA. Tetapi naas, pesawat jenis Boeing 737-800 ini tercebur ke laut setelah gagal landing di Bandara Ngurah Rai.(mdk/arr)
● Merdeka

Posted in: Breaknews,Transportasi
Gempa Aceh berkekuatan 6,2 SR
Gempa Aceh, Jalur Bireun-Takengon Lumpuh Total
Kementerian PU kerahkan alat berat membantu memperbaiki jalan rusak.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satgas Bencana Alam Ditjen Cipta Karya, Rabu 3 Juli 2013, menyatakan mengerahkan dua unit alat berat berupa excavator, dua unit mobil tangki air, dan 20 hidran umum untuk membantu para korban bencana alam di Banda Aceh.
"Saat ini, peralatan yang sudah tiba dilokasi dua mobil tangki air beroperasi di RSUD Bener Meriah, Banda Aceh," kata Danis H Sumadilaga, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU, di Jakarta.
Selain itu, Danis mengatakan bahwa bantuan peralatan mobil tanki air dan 20 buah hidran umum juga di tempatkan di Bener Meriah. Sedangkan untuk peralatan berat berupa dua buah excavator, saat ini masih dalam perjalanan ke lokasi, mengingat medannya sangat sulit.
Sesuai laporan Satgas Bencana Alam Cipta Karya, saat ini, Kementerian PU masih memiliki stok peralatan di Medan, Sumatera Utara berupa lima unit mobil tangki air, 40 unit hidran umum, dan 40 WC knock down yang sewaktu-waktu siap dimobilisasi.
Kondisi jalan
Sementara itu, data yang dihimpun dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) I Medan, kondisi ruas jalan nasional yang rusak yakni Ruas Bireuen-Takengon KM 94 (sekitar 6 kilometer dari Takengon) lumpuh macet total dan terjebak longsoran akibat gempa susulan.
"Selain itu, beberapa titik longsor di sta 90-95 lainnya, kondisi jalan Bireun Takengon pasca-gempa semakin parah. Ada dua titik longsoran di KM 82, tetapi bisa dilalui kendaraan km 91 + longsoran di km 82," tutur Kepala BBPJN, I Medan Wijaya Seta, dalam keterangan tertulisnya.
Lima titik lagi longsoran pada km 93-94 memakan separuh bahu jalan, tetapi masih bisa dilalui sehingga tidak mengganggu lalu lintas dan saat ini sedang diupayakan pembersihan agar tidak mengganggu lalu-lintas.
"Saat ini, kami sedang menangani KM 93 dari arah Takengon, masih ada dua titik yang kondisinya berat," ujar Wijaya.
Dia menambahkan, badan aspal jalan terjadi retak berongga dua centimeter dan pada bahu jalan berongga 10 cm. Selain itu, KM 91 + 800 dapat dilalui tapi masih rawan longsoran.
Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera I, saat ini menurunkan tim untuk memantau kondisi insfrastruktur sumber daya air guna penanganan lebih lanjut.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga kini sudah 22 orang dilaporkan meninggal dunia dan 210 orang luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 SR.
Aceh Digoyang Gempa, PLN Pulihkan Gangguan Jaringan Listrik
Gempa berkekuatan 6,2 SR menggoyang Aceh Tengah, Selasa 2 Juli 2013.
Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan beberapa jaringan listrik terganggu akibat gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter yang menggoyang Aceh Tengah, Selasa 2 Juli 2013. Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, Rabu 3 Juli 2013, mengatakan, perusahaan saat ini tengah berupa memulihkan gangguan listrik itu.
"Kerusakan yang terdata itu saluran listrik utama dan menengah, yang ke arah Korda Angkup. Ini yang terganggu," kata Nur dalam pesan tertulisnya kepada VIVAnews.
Pamudji mengatakan, gangguan di daerah Takengon itu menyebabkan adanya pemadaman listrik untuk 9.200 pelanggan. Lalu, ada jaringan SUTM yang ke arah Korea Blang Mancung di kabupaten tersebut, juga mengalami gangguan karena bukit longsor.
"Ini menyebabkan pemadaman untuk 3.400 pelanggan," ujarnya.
Sementara itu, dia menjelaskan, empat unit trafo di daerah Takengon terganggu, dan menyebabkan pemadaman listrik bagi 1.500 pelanggan. Satu unit trafo di daerah Janarata, tepatnya di Sp Teritit, Bener Meriah, Aceh Tengah, juga mengalami gangguan. Kondisi ini membuat 1.200 pelanggan bergelap gulita di daerah itu.
Menurut Pamudji, kini perusahaan pelat merah tersebut tengah memperbaiki aliran listrik ini. "Semuanya sedang dipulihkan," kata dia.
Seperti diketahui, kemarin, gempa menggoyang daerah Serambi Mekkah. Gempa susulan sempat terjadi malam hari, yakni pertama pada pukul 20:55 WIB dengan kekuatan 5,5 SR, berlokasi di 27 kilometer barat daya Kabupaten Bener Meriah dengan kedalaman 10 kilometer.
Sementara itu, gempa kedua terjadi pukul 22:36 WIB dengan kekuatan 5,3 SR, berlokasi di 26 km barat daya Kabupaten Bener Meriah dengan kedalaman 10 kilometer.
Akibat gempa ini, puluhan orang tewas dan ada yang mengalami luka-luka. Dari 22 orang yang tewas, 10 berasal dari Aceh Tengah dan 12 lainnya dari Kabupaten Bener Meriah.
Sementara itu, dari 210 orang yang terluka, 140 merupakan warga Aceh Tengah dan 70 lainnya warga Bener Meriah. Mereka yang terluka dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat dan puskesmas.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) memperkirakan, 1.500 unit rumah rusak, termasuk masjid, meunasah, dan kantor pemerintah.
Beberapa ruas jalan juga longsor. Lokasi pengungsian di Aceh Tengah tersebar di 10 titik. Sedangkan kerusakan bangunan di Kabupaten Bener Meriah masih didata. Di daerah ini juga mengalami gangguan listrik dan telekomunikasi.(art)
Jaringan Operator Sempat Terganggu
Terjadi kelangkaan suplai listrik di satu BTS, dekat lokasi gempa.
Selasa, 2 Juli 2013, telah terjadi musibah gempa bumi yang berkekuatan 6,2 SR yang terjadi pada jam 14:37 WIB, berpusat di Bener Meriah, Aceh Tengah.
Setelah itu, terjadi lagi gempa susulan berkekuatan 5,5 SR, menggetarkan daerah yang berada sekitar 27 kilometer sebelah barat daya Bener Meriah. Pusat gempa berada di kedalaman 10 Km.
Tak lama setelah kejadian, Kementerian Kominfo telah melakukan koordinasi dengan para komunitas telekomunikasi. Dapat dilaporkan bahwa, 10 menit setelah terjadinya gempa bumi hingga sekitar dua jam berikutnya, terjadi lonjakan trafik telekomunikasi yang cukup tinggi, baik yang incoming maupun outgoing.
"Itu sangat dimungkinkan karena terjadi komunikasi antaranggota keluarga, koordinasi antarinstansi, koorrdinasi lintas internal media, dan berbagai komunikasi lainnya," ujar Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, dalam keterangan tertulis.
"Komunikasi telekomunikasi sempat terganggu adalah benar, namun tidak sampai terputus total, dan tidak ada kerusakan infrastruktur telekomunikasi yang berarti," tambahnya.
Dia menjelaskan, gangguan komunikasi semata-mata hanya karena sempat terjadi kelangkaan suplai catu daya listrik di satu BTS saja, berada tidak jauh dari lokasi gempa bumi. Namun, kemudian dapat di-back up dengan penggunaan genset dan baterai yang tersedia.
Namun, tidak disebutkan pada layanan seluler apa gangguan sempat terjadi. "Kami akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan para komunitas telekomunikasi terhadap komunikasi," ucap Gatot.
Sementara itu, XL Axiata dalam keterangan pers melaporkan, jaringannya aman dan bisa digunakan normal oleh pelanggan. Layanan telekomunikasi via XL juga bisa dimanfaatkan oleh aparat yang melakukan tugas penanganan bencana.
Di wilayah Takengon dan Bener Meriah, terdapat 11 BTS XL yang beroperasi, yang semuanya di-backup oleh genset sehingga telekomunikasi bisa tetap berjalan.
"Tim XL di NAD, bersama-sama turun langsung ke wilayah yang memerlukan bantuan. Perangkat Telepom Umum Gratis (TUG) sudah dipasang di daerah Pasar Sukaramai, serta membagi kartu XL ke masyarakat di sepanjang perjalanan dari Lhokseumawe ke Kab Bener Meriah," ujar VP West Region XL, Bambang Parikesit.
● Vivanews

Posted in: Breaknews
Mentawai Diguncang Gempa 6,1 SR, Tak Berpotensi Tsunami
Di kecamatan Pagai Selatan, gempa dirasakan kuat.
| Retakan Jalan akibat Gempa Bumi |
Lokasi gempa berada di 3.41 Lintang Selatan - 100.26 Bujur Timur dengan kedalaman 36 KM atau 149 KM Tenggara Kepulauan Mentawai Sumatera Barat atau 164 KM barat daya Muko-Muko (Bengkulu) atau 184 KM barat daya Sungai Penuh (Jambi).
Informasi gempa dilaporkan sekitar pukul 12.05 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan bahwa berdasarkan peta guncangan gempa USGS, intensitas gempa di Desa Sinaka, Kecamatan Pagai Selatan yang berjarak 30 kilometer dari pusat gempa sebesar VI MMI dirasakan kuat.
Penduduk Desa Sinaka berjumlah 2.095 jiwa dan menyebar di Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan, di mana berjarak 30 km barat laut dari pusat gempa yang memiliki intensitas V-VI MMI atau gempa yang dirasakan sedang hingga kuat.
Sebagian besar wilayah Kecamatan Pagai Selatan adalah hutan dan berbukit.
Posko BNPB mengonfirmasi bahwa dampak gempa ke beberapa daerah terdekat. "Di Sikakap Kepulauan Mentawai dan Pagai Utara dilaporkan gempa dirasakan lemah. Di Padang dan Pesisir Selatan, gempa dirasakan sangat lemah. Di Muko-Muko dan Bengkulu Utara, gempa dirasakan cukup keras selama 10-15 detik," kata Sutopo.
Saat kejadian, warga langsung keluar rumah tapi tidak menimbulkan kerusakan. BPBD Mentawai hingga saat ini masih melakukan pengecekan di Kecamatan Pagai Selatan dimana daerah tersebut salah satu dari Kepulauan Mentawai.
"Posko BNPB terus melakukan pemantauan dan akan dilaporkan jika ada perkembangan," kata dia.(asp)
● Vivanews

Posted in: Breaknews
Korban Awan Panas Rokatenda Bertambah Jadi Enam
| Gunung Rokatenda Dilihat dari Udara (Wikipedia) |
Jakarta - Pencarian, penyelamatan serta evakuasi korban akibat letusan Gunung Rokatenda di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, masih terus dilakukan hingga Sabtu (10/8) sore. Data sementara menyebutkan bahwa korban tewas akibat tersapu awan panas berjumlah enam orang, empat sudah ditemukan sedangkan dua diantaranya masih dalam pencarian. Demikian pernyataan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.
"Semua korban tersapu oleh awan panas saat tidur di pantai Punge, Desa Rokirole," jelasnya.
Korban meninggal akibat terkena awan panas yaitu, Aloysius Lala, 65 tahun, Wea Lala (58), Petrus Ware (69), dan Aluysius, sedangkan korban yang belum ditemukan adalah Lengga (5), dan Pio (7).
Jumlah pengungsi, sambung Sutopo masih dilakukan pendataan sedangkan BNPB telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penanganan darurat. "Tim Reaksi Cepat BNPB telah berangkat tadi siang untuk memberikan pendampingan dalam penanganan darurat Rokatenda," kata dia.
Letusan gunung terdengar keras disertai semburan kerikil, abu vulkan, serta gempa vulkanik, dengan tinggi abu letusan fluktuatif antara 1500-2000 meter dari Puncak Gunung Rokatenda.
Masyarakat sekitar panik karena dilaporkan letusannya lebih besar daripada letusan sebelumnya.
Status Gunung Rokatenda masih ditetapkan Siaga oleh PVMBG dan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 3 KM. Bupati Sikka bersama BPBD telah berada di lokasi dan melakukan penanganan darurat.
Gunung Rokatenda meletus sejak Oktober 2012, abu letusan tersebar dalam pulau bergantung arah angin. Gunung Rokatenda berada di Pulau Palue dengan diameter Pulau Palue sekitar 8 KM (radius 4 KM). Di pulau Palue saat ini bermukim sekitar 10 ribu jiwa. Kondisi pulau tersebut berbahaya karena selalu terancam dari letusan G. Rokatenda. Ketersediaan air tanah juga sangat minim dan lahan pertanian kurang subur karena lapisan tanahnya tipis.
Sejak meletus pada bulan Oktober 2012,sebanyak 782 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.754 jiwa mengungsi keluar dari Pulau Palue yakni 407 KK ke Kab. Ende dan sisanya menuju ke Sikka. "BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai Rp 14,7 milyar kepada Pemda (pemerintah daerah) Ende dan Pemda Sikka untuk relokasi dan hunian tetap pengungsi," pungkasnya. (WFz)
● Gatra

Posted in: Breaknews
Listrik Bandara Soekarno-Hatta Padam, Ini Penjelasan PLN
Jakarta -Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, mengalami padam listrik pada pukul 13.58 WIB, penyebabnya ada gangguan dari Transmisi 150 KV Kosambi dan Gardu Induk Cengkareng.
"Pada pukul 14.00 WIB ada gangguan dari transimisi 150 KV dan Gardu Induk Cengkareng yang menyebabkan pasokan listrik khususnya ke Bandara Soetta padam," kata Manajer Distribusi PLN Disjaya, Bob Saril dihubungi detikFinance, Senin (11/11/2013).
Bob mengungkapkan saat ini PLN sudah memasok listrik dari transmisi lain sehingga saat ini suplai listrik khususnya ke Bandara Soetta sudah kembali normal.
"Pukul 14.22 WIB pasokan listrik dari PLN sudah kembali normal, karena dapat pasokan dari transmisi lain. Saat ini PLN sedang mempercepat proses recovery dan mencari tahu penyebab gangguan tersebut," ungkapnya.
Ia menambahkan akibat gangguan transimisi Kosambi dan gardu induk Cengkareng tersebut sampai saat ini beberapa daerah masih terjadi pemadaman.
"Beberapa daerah masih terkena dampak akibat gangguan ini, seperti Pasar Kamis, Tanggerang dan lainnya, kami akan berusaha secepat mungkin untuk me-recovery gangguan ini dalam 2 jam. Kami masih mendahulukan untuk memasok listrik ke Bandara untuk kepentingan umum," tandasnya.(rrd/ang)
● detik

Posted in: Breaknews,PLN
Gempa 7,3 SR di Manado, Potensi Tsunami
Gempa 7,3 SR yang mengguncang Halmahera, Maluku Utara berdampak hingga Manado, Sulawesi Utara. Listrik di sebagian wilayah Manado padam hingga saat ini.
“Saat ini listrik padam di sebagian wilayah Manado,” kata petugas Pusdalops BPBD Sulawesi Utara, Kris saat dihubungi, Sabtu (15/11/2014).
Cuaca di Manado pada pukul 11.00 WIB atau 12.00 WITA gerimis dan mendung. Warga sempat panik akibat guncangan gempa.
“Masyarakat panik, berhamburan,” ujar Kris.
BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat gempa ini ke wilayah Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Maluku. Di Sulut, pesisir pantai masih dalam kondisi aman.
“Pesisir pantai masih nomal. Kalau tsunami kan ada tanda-tanda air menyusut, sekarang tidak ada,” ucapnya.
Belum ada informasi terkait kerugian atau pun korban akibat guncangan gempa ini. BPBD Sulut masih melakukan pendataan.
★ detik

Posted in: Breaknews
Naikkan Harga BBM, Pilihan Sulit
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, saat mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin malam (17/11) (sumber: BeritaSatu TV) Dalam keterangan pers kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan menaikkan harga BBM dan mengurangi subsidi ke sektor energi ini memang bukan keputusan mudah. Hanya selama ini, saat akan melakukan pembangunan infrastruktur, pun pendidikan hingga kesehatan, pemerintah sering terbendung kurangnya anggaran. Padahal anggaran subsidi BBM jauh lebih besar dibandingkan subsidi ke sektor yang dianggap bisa membangkitkan produktivitas. "Dari waktu ke waktu kita sebagai bangsa kerap dihadapkan pada pilihan sulit. Meski demikian kita harus mengambil keputusan," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/11). Malam ini, presiden mengumumkan naiknya harga BBM Premium yang sebelumnya Rp 6500 menjadi Rp 8500 perliternya. Sementara harga solar Rp 5500 menjadi Rp 7500. "Untuk rakyat kurang mampu disiapkan paket perlindungan sosial, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Sejahtera dan Kartu Indonesia Pintar," lanjut presiden. Kartu yang merupakan bantalan sosial itu kata presiden diharapkan bisa mendorong masyarakat kurang mampu memulai usaha-usahanya di sektor produktif. Perubahan aturan subsidi BBM atau konversi subsidi energi tersebut akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 tahun 2014. ★ Berita Satu

Posted in: Breaknews,Migas
Sangeang Meletus
Dua Bandara Ditutup Pemerintah menutup operasional dua bandara terkait letusan Gunung Sangeang. Keduanya adalah Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya dan Bandara Eltari, Kupang, Nusa Tenggara Timur. “Untuk alasan keamanan,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan, J.A. Barata ketika dihubungi, Sabtu, 31 Mei 2014.
Barata menjelaskan, kedua bandara terpaksa ditutup mengingat debu letusan gunung Sangeang masih berpotensi mengganggu penerbangan. Pergerakan debu hingga kini terus dipantau dan segera disebarluaskan kepada seluruh maskapai agar bisa dijadikan panduan. “Sejak kemarin sudah ada enam ashtam (peringatan untuk mewaspadai pergerakan debu--red),” kata dia.
Akibat penutupan tersebut, sebanyak 15 jadwal penerbangan di Bandara Eltari terpaksa dibatalkan. Bahkan, sejumlah maskapai di bandara lain terpantau ikut membatalkan jadwal penerbangan seperti yang tampak di Bandara Ngurah Rai, Bali, dan Bandara Internasional Lombok. “Khususnya untuk rute yang melintasi sekitar Sumbawa,” ujarnya.
Menurut Barata, rute penerbangan itu sebenarnya tidak relatif aman lantaran jauh dari jangkauan debu vulkanik. Namun para pemilik maskapai memilih untuk tidak menerbangkan pesawat mereka karena alasan keamanan. “Belum bisa diperkirakan berapa nilai kerugian akibat itu. Kami masih fokus untuk memberi panduan dan peringatan,” katanya.
Letusan Gunung Sangerang terjadi kemarin sore. Gunung yang terletak di sebelah Timur pulau Sumbawa itu melontarkan debu vulkanik hingga ketinggian 3 kilometer. Tidak ada korban akibat letusan tersbut. Hanya saja, pergerakan debu ikut berdampak di lima kabupaten lain seperti Manggarai Barat, Manggarai, Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sabu Raijua.14 Hilang, 3.000 Mengungsi Sebanyak 14 warga hilang dan 3000 orang menjadi pengungsi setelah Gunung Sangeang Api, Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, meletus untuk kedua kalinya, Sabtu, 31 Mei 2014, pukul 01.20.
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bima, Suryadin, mengatakan saat ini petugas gabungan sedang mencari 14 warga yang hilang tersebut.
Berdasarkan laporan keluarga yang kehilangan anggotanya, nama-nama warga hilang kemudian diumumkan di posko yang ada di lapangan Tawali, sekitar 10 kilometer dari Sangeang daratan.
"Mereka tercerai-berai saat Sangeang meletus. Semua panik. Ledakan susulan Sangeang ini di luar dugaan kami," kata Suryadin.
Suryadin memperkirakan pengungsi berjumlah 3.000 jiwa. Mereka berasal dari Sangeang Pulo, Sangeang Darat, Desa Tadewa, Desa Hidirasa, Desa Tawali dan Oi Tui, dan sekitarnya. Ada juga yang berasal dari Desa Pai dan Desa Poja, Kecamatan Sape.
Petugas kesulitan mendapatkan data jumlah pengungsi yang akurat karena Sangeang Api meletus lebih cepat dari perkiraan. Ia menyebutkan rentang waktu dari masa waspada ke siaga. Pergantian status dari waspada ke siaga cuma beberapa jam.
"Hal ini di luar prediksi kami. Waktu meletus yang tiba-tiba saat tengah malam, pada saat orang tertidur, membuat ribuan warga tak siap sehingga sebagian dari mereka tercerai-berai," kata dia.
Personel PMI dan elemen tim penolong lainnya terus mendata jumlah pengungsi. Banyak warga mengungsi ke Kota Bima karena merasa fasilitas dan persediaan logistik di sana lebih memadai.Bandara Komodo Ditutup Meletusnya Gunung Sangeang di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengakibat Bandara Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup. Penyebabnya hujan abu yang melanda wilayah itu.
"Bandara Komodo untuk sementara ditutup, karena hujan abu vulkanik dari Gunung Sangeang," kata Kepala Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Imam Pramono, kepada Tempo, Sabtu, 31 Mei 2014.
Menurut dia, penerbangan dari Bandara El Tari Kupang ke Labuan Bajo pun mengalami penundaan. Saat ini, masih dua penerbangan yang belum bisa terbang ke Bandara Komodo, yakni Trans Nusa dan Sriwijaya.
Selain itu, lanjutnya, penerbangan ke Labuan Bajo melalui Bandara Frans Seda di Maumere dan Aroeboesman di Ende, juga tertunda hingga hujan abu vulkanik mereda. "Masalahnya abu vulkanik, sehingga dihimbau untuk ditutup sementara," katanya.
Meletusnya Gunung Sangeang di Bima juga berdampak pada sejumlah wilayah NTT yang dilanda abu vulkanik. Sekitar lima kabupaten yang telah melaporkan terkena dampak abu vulkanik itu yakni Manggarai Barat, Manggarai, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sabu Raijua.15 Ribu Warga di Sangeang Api Siap Mengungsi Pemerintah Kabupaten Bima mengumumkan jumlah penduduk yang terdampak letusan Sangeang Api mencapai 15 ribu jiwa. Belasan ribu orang itu akan segera diungsikan jika status Sangeang Api naik menjadi awas. Bupati Bima Syafrudin M. Nur mengatakan pendataan terakhir yang dilakukan kantor kecamatan desa terdekat dengan Sangeang, menyebutkan ada sejumlah desa di Kecamatan Wera yang terdampak letusan. "Setiap saat mereka siap kami ungsikan," kata Syafrudin di Kecamatan Wera, Sabtu, 31 Mei 2014.
Pemerintah menyiapkan lokasi pengungsian untuk menampung ribuan orang itu. Lokasi pengungsian tersebar di wilayah kecamatan lain yang dianggap aman dari jangkauan letusan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di Bima, untuk meningkatkan kewaspadaan. "Tetap tenang dan jangan terprovokasi kabar letusan," kata Syafrudin.
Pemerintah juga menetapkan tiga desa di kaki Gunung Sangeang sebagai zona paling bahaya atau wilayah ring 1, yakni Sangiang, Hidirasa, dan Pai. Ketiga desa itu berada dalam radius lima kilometer dari puncak Sangeang. "Warga di tiga desa itu menjadi prioritas kami."
★ Tempo

Posted in: Breaknews,Ilmu Pengetahuan
Penyelundupan BBM Terbesar Dalam Sejarah Ditangkap!
Penangkapan dilakukan saat kapal tanker tersebut sedang bernegosiasi harga Karimun □ Petugas Bea dan Cukai Kepulauan Riau, bersama dengan Kepolisian dan Satgas BBM berhasil menangkap dan menggagalkan penyelundupan BBM dan minyak mentah terbesar sepanjang sejarah Indonesia. "Tadi subuh, kita bersama Satgas BBM, KP4, dan Bea Cukai Kepulauan Riau berhasil menangkap penyelundupan BBM terbesar dalam sejarah republik ini," ungkap Kapusdik Reskrim Polri Kombes Pol Alex Sampe saat dihubungi detikFinance, Rabu (4/6/2014). Alex mengungkapkan, sebanyak 59.888 metrik ton BBM masih berada di dalam kapal tanker penyelundup, dan 650.000 ton yang sudah dijual ke kapal-kapal juga berhasil diamankan. Kapal ditangkap di perairan Karimun. "Semua kapal kita tahan, termasuk yang 650.000 ton yang berhasil dijual ke kapal-kapal kita sudah tangkap semua, kita tangkap di sekitar perairan Karimun," ujarnya. Alex menambahkan, minyak yang diselundupkan tersebut ada yang berupa BBM ada pula yang masih dalam bentuk minyak mentah. Nilai dari minyak yang akan diselundupkan tersebut diperkirakan mencapai triliunan rupiah. "Jumlahnya besar, triliunan, minyak-minyak kita ini mau diselundupkan ke luar negeri dan ke kapal-kapal yang tidak boleh menggunakan BBM subsidi. Yang mau diselundupkan ini mulai dari solar subsidi sampai minyak mentah," tegasnya. Alex Mengungkapkan lagi, penangkapan dilakukan saat kapal tanker tersebut sedang bernegosiasi harga dan sudah menyalurkan minyak mentah kurang lebih sebanyak 1.000 ton ke kapal lainnya. "Kita tangkap saat mereka lakukan transaksi kencing 1.000 ton minyak mentah ke kapal MT Ocean Maju," tutupnya.(rrd/dnl)
★ detik

Posted in: Breaknews,Energi