Loading Website
Tampilkan postingan dengan label Cyber. Tampilkan semua postingan

Korban Pencurian Pulsa Akan Somasi Telkomsel

Ini kasus baru lagi. Kartu SIM sudah disita polisi dari Oktober, tagihan masih datang.

Gedung Telkomsel (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - Merasa masih terus dirugikan, korban pencurian pulsa, Feri Kuntoro, akan melayangkan somasi ke perusahaan operator seluler, Telkomsel. Rencananya, pada Senin besok, 6 Februari 2012, surat somasi akan dikirimkan pihak Feri ke Telkomsel."Pak Feri merasa dirugikan, karena sejak melapor hingga saat ini, kartu SIM sudah disita oleh penyidik Bareskrim Polri, tapi pihak Telkomsel masih mengirimkan surat tagihan," kata kuasa hukum Feri, Didit Wijayanto, kepada VIVAnews.com, Sabtu malam, 4 Februari 2012. Feri sendiri sudah melapor ke polisi awal Oktober 2011 lalu.Didit mengatakan, kliennya tidak terima dengan sikap Telkomsel tersebut sehingga bersikeras hendak meminta penjelasan. "Telkomsel harus memberikan penjelasan kenapa hal itu bisa terjadi. Ini aneh," ujarnya.Sebelumnya, Feri Kuntoro, sepakat berdamai dengan perusahaan pihak terlapor, PT Colibri Networks, dan mencabut laporan di Bareskrim Polri bernomor 3409/X/2011/pmj/Ditreskrimsus. Perdamaian ini, menurut Didit adalah atas permintaan dari pihak Colibri. Namun, Didit mengatakan laporan kliennya terhadap Telkomsel masih terus berjalan.General Manager Corporate Communication Telkomsel Ricardo Indra tidak dapat dihubungi VIVAnews melalui telepon selulernya. Pesan singkat yang dikirimkan VIVAnews pada Sabtu pukul 21.15 WIB juga belum direspons. (kd)

• VIVAnews

Posted in: Cyber,Seluler,Telkomsel

Kelas Gratis "OpenBTS" Digelar di Jogja

KOMPAS/RADITYA HELABUMI - Onno W Purbo

KOMPAS.com - Organisasi ICT Watch menghadirkan enam kelas workshop dan diskusi dalam gelaran Jagongan Media Rakyat 2012 yang digelar di Yogyakarta, 23-25 Februari 2012.

Setiap kelas yang bersifat gratis itu menghadirkan diskusi dan pembelajaran ilmu terkait teknologi informasi dan komunikasi serta manfaatnya bagi masyarakat.

Apa saja kelas yang akan digelar? Berikut ini adalah daftarnya:

1. Kelas OpenBTS Onno W Purbo

Setelah cukup lama mengoprek teknologi openBTS, Onno akhirnya siap untuk menyebarkan ilmu tersebut ke masyarakat. Ini merupakan workshop OpenBTS pertama Onno di 2012.

2. Kelas Social & Online Media

Sebuah kelas yang membahas cara produksi dan pengukuran konten lokal. Kelas "wajib" bagi aktivis informasi ini menghadirkan Budi Putra (blogger, ex Country Editor Yahoo Indonesia), Pakdhe Senggol (Pengelola akun @jogjaupdate), Heru Tjatur (CTO ICT Watch, ex VP Detikcom) dan Yana Noviadi (Kepala Desa Mandalamekar).

3. Kelas ICT4Women

Di kelas ini akan diulas apakah program ICT untuk perempuan yang ada selama ini berhasil memberdayakan kaum perempuan atau justru memperdaya. Beberapa aktivis perempuan akan hadir dalam kelas ini.

4. Kelas Akber Jogja

Melalui kerjasama Akademi Berbagi (Akber) Jogja dan ICT Watch, digelar Akber dengan tema: "Click Activism, Kepedulian Alakadarnya?". Di kelas ini juga akan diluncurkan dan diulas sekilas buku hasil alih bahasa “10 Tactics: Turning Information into Action”.

5. Kelas Internet Sehat

Agaknya, tak akan lengkap rasanya bila tak ada kelas "Internet Sehat", salah satu program unggulan ICT Watch. Selain soal penggunaan internet, kelas ini akan mendemokan penggunaan software untuk membatasi konten negatif.

6. Kelas Dokumenter "Linimas(s)a"

Hadir pula pemutaran film dokumenter "Linimas(s)a" yang disertai diskusi mengenai kekuatan gerakan sosial online dan offline yang saling menguatkan.

Jadwal lengkap kelas-kelas tersebut bisa dilihat pada tautan berikut ini: http://bit.ly/ictjmr.

Jagongan Media Rakyat 2012 hadir di Kampus STPMD “APMD” Yogyakarta pada 23-25 Februari 2012. Info lengkap tentang kegiatan ini bisa dilihat di http://jmr2012.combine.or.id/.

#JMR2012 diselenggarakan bersama oleh Combine Resource Institution (combine.or.id), Akademi Pembangunan Masyarakat Desa (apmd.ac.id), Jogja Update (jogjaupdate.com), Blogger Bengawan (bengawan.org), Komunitas Joglo Abang (jogloabang.com) dan ICT Watch.

KOMPAS.com

Posted in: Cyber,Ilmu Pengetahuan

Blogger DIharapkan Juga Punya Kode Etik

Andrew Malone/flickr/CreativeCommons

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pers mendesak komunitas penulis Blogger untuk memiliki kode etik penulisan blog.

Meski Blogger merupakan jurnalisme warga, hal itu dilakukan agar ada standardisasi penulisan di dalam blog.

Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers Agus Sudibyo menjelaskan kode etik itu diperlukan bagi blogger.

"Blogger seharusnya juga punya kode etik. Memang saya akui ini akan sulit," kata Agus dalam Annual Conference Online Media, Media Online: Antara Pembaca, Laba dan Etika di Hotel Le Meridien Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Selama ini, memang sudah ada komunitas Blogger yang memiliki inisiatif untuk menyebarkanluaskan kode etik wartawan. Namun akan lebih bagus lagi jika disesuaikan dengan blog.

Agus juga meminta penyusunan kode etik tersebut bisa dengan bantuan dari Dewan Pers sehingga akan selaras dengan aturan yang dibuat untuk wartawan secara umum.

"Selama ini kita hanya memiliki aturan soal pedoman media cyber yang dikhususkan untuk forum atau blog yang dimiliki oleh media online," jelasnya.

Dalam aturan tersebut telah diatur tata cara moderasi dan tipe-tipe postingan yang tidak boleh melecehkan suku, agama dan ras.

Dengan pembuatan pedoman aturan tersebut atau kode etik jurnalisme warga, maka tidak akan ada lagi seperti kasus Prita Mulyasari.

Beberapa tahun lalu Prita disomasi oleh Rumah Sakit Omni Internasional gara-gara menulis tentang rumah sakit tersebut di surat pembaca.

"Kasus-kasus seperti Prita ini juga masih grey area. Sehingga kita memandang perlu untuk melindungi masyarakat," jelasnya.

KOMPAS.com

Posted in: Cyber,Ilmu Pengetahuan,Internet

Kemkominfo Blokir 20 Situs "Download" Musik Ilegal

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan terus mendukung program Stop Illegal Download, terutama untuk menghargai musik karya anak negeri. Hal itu ditunjukkan dengan pemblokiran situs unduhan (download) musik ilegal.

Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Ashwin Sasongko menjelaskan, pemerintah akan aktif melakukan pemblokiran terhadap situs download musik sesuai dengan pengaduan dari masyarakat.

"Kemarin pihak Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) yang melakukan pengaduan. Kami sudah melakukan pemblokiran terhadap situs yang dimaksud, bahkan sejak tahun lalu," kata Ashwin kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (15/5/2012).

Selama ini, Kemkominfo hanya akan melakukan pemblokiran situs dari pengaduan masyarakat. Situs download musik ilegal banyak dikeluhkan oleh pihak ASIRI karena telah mengganggu keberlangsungan bisnis pemusik.

"Sebenarnya sudah banyak yang diblokir, tapi orang Indonesia itu pintar, satu diblokir akan muncul situs yang lain," tambahnya.

Ashwin mengaku Kemkominfo hanya berwenang melakukan pemblokiran situs. Namun bila pihak ASIRI atau pemusik ingin menuntut kepada pemilik situs agar dijerat sesuai hukum, maka mereka harus melapor ke pihak kepolisian serta Kementerian Hukum dan HAM, sesuai Undang-Undang Hak Kekayaan Intelektual.

Berikut nama-nama situs download musik ilegal yang diklaim telah diblokir oleh pemerintah:

1. Gudanglagu.net

2. Mp3lagu.com

3. Pandumusica.info

4. Mp3bos.com

5. Musik-flazher.com

6. Misshacker.com

7. Abmp3.com

8. Mp3bear.com

9. Freedownloadmp3.com

10. Plasamusic.com

11. Gudanglagu.com

12. Mp3gratis.net

13. Warungmp3.com

14. Musik-corner.com

15. mp34shared.com

16. index-of-mp3.com

17. trendmusik.com

18. Katalogmp3.info

19. mp3downloadlagu.com

20. dewamp3.com

Namun menurut pantauan Kompas.com, setelah dicoba, ternyata baru dua situs download musik yang sudah terblokir. Berarti sisanya masih bisa untuk mengunduh file musik gratis tersebut.

KOMPAS.com

Posted in: Cyber,Kemkominfo

#Tag : Cyber Kemkominfo

Indonesia Masuk 10 Besar Penyumbang "Cyber Crime" Terbanyak

Reuters - Ethan Arenson, an attorney with the U.S. Federal Trade Commission who helps the agencys efforts to fight cyber crime, looks at computer monitors in the FTC internet lab where cyber crime investigations take place, in Washington March 22, 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas kejahatan cyber di Indonesia meningkat tajam. Menurut perusahaan keamanan Symantec dalam Internet Security Threat Report volume 17, Indonesia menempati peringkat 10 sebagai negara dengan aktivitas kejahatan cyber terbanyak sepanjang tahun 2011.

Indonesia menyumbang 2,4% kejahatan cyber di dunia. Angka ini naik 1,7% dibanding tahun 2010 lalu di mana Indonesia menempati peringkat 28.

"Ini peningkatan yang sangat signifikan," ujar Senior Director Systems Engineering Symantec South Asia Raymond Goh, dalam jumpa pers di Jakarta pada Selasa (15/5/2012).

Hal ini tak lain disebabkan oleh terus meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Terlebih, Indonesia masuk lima besar pengguna jejaring sosial terbanyak di dunia.

Menurut Raymond, penjahat cyber kini mulai melirik situs jejaring sosial untuk aksi kejahatan. Sifat "pertemanan" dalam jejaring sosial membuat pengguna percaya begitu saja atas link atau konten yang mereka terima dari sesama teman.

"Mereka tidak sadar bahwa link yang mereka terima mengandung program jahat, misalnya mereka dibawa ke situs web berbahaya," tambah Raymond.

Berdasarkan penelitian Symantec, Indonesia juga tercatat menempati peringkat 6 di dunia untuk kategori program jahat spam zombie. Padahal pada 2010 lalu, Indonesia masih menempati peringkat 28 untuk spam zombie.

Para penjahat yang menyebarkan spam zombie dapat mengendalikan sebuah nomor telepon seluler di smartphone untuk menyebarkan SMS premium, demi mendapatkan keuntungan finansial.

Sementara untuk kasus pencurian data dan informasi, Indonesia bercokol di posisi 27 setelah tahun 2010 lalu menempati urutan 30.

KOMPAS.com

Posted in: Cyber,Internet

#Tag : Cyber Internet

Startup Asia Jakarta Dipadati Pengunjung

KOMPAS.com/Oik Yusuf

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari investor bisnis, pengusaha startup, hingga pelajar memadati

area konferensi Startup Asia Jakarta 2012,Kamis (7/6/2012) kemarin.

Itu adalah hari pertama dari rangkaian acara Startup Asia Jakarta 2012 yang akan berlangsung hingga hari Jumat (8/6/2012) ini.

Startup Asia Jakarta 2012 merupakan ajang konferensi untuk startup digelar oleh TechinAsia di Jakarta, pada 7 dan 8 Juni 2012 bertempat di Annex Building komplek Wisma Nusantara, seputar Bundaran Hotel Indonesia.

"Jumlah keseluruhan pengunjung kira-kira 1.200-an orang, termasuk yang berpartisipasi di Hackathon," ungkap Willis Wee dari Tech In Asia selaku penyelenggara.

Hackathon adalah lomba pembuatan aplikasi Android dalam waktu 24-jam,yang diselenggarakan pada waktu dan tempat yang sama dengan Startup Asia Jakarta 2012.

Menurut Willis, dalam Startup Asia Jakarta 2012, pengusaha startup -terutama startup lokal Indonesia- bisa bertemu dengan pihak sponsor dan investor. Tujuannya, untuk menjalin relasi dan kerjasama.

"Sekalian menunjukkan perkembangan dunia startup dari belahan dunia lainnya," katanya. Sebagian peserta memang berasal dari mancanegara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat.

Dalam acara tersedia 65 booth untuk memfasilitasi pihak startup dalam mempromosikan produk mereka.

Startup Asia Jakarta 2012 akan berlanjut hari ini dengan menghadirkan sejumlah pembicara, termasuk dari Mig33, Kompas.com, Tokobagus.com, Tokopedia, PT. Rakuten, dan Kaskus.

KOMPAS.com

Posted in: Cyber

#Tag : Cyber

Simulator Militer Ditawarkan untuk Game

KOMPAS/Didit Putra - Pemain tengah menjajal game yang dibuat Komunitas 3D Animasi.

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebuah game militer hasil pengembangan Komunitas 3D Animasi dengan sudut pandang orang ketiga dipamerkan di Bandung Digital Valley, Jumat (8/6).

Template tersebut sebelumnya adalah simulator tempur yang sempat digunakan oleh pusat pendidikan militer di Kota Bandung.

"Tentunya seluruh bagian mengenai taktik maupun isi simulasi harus dicopot karena tergolong rahasia," kata pendiri Komunitas 3D Animasi, Harry Riyadi.

Itulah produk dari Komunitas 3D Animasi, salah satu perusahaan rintisan yang menjadi peserta inkubasi di Bandung Digital Valley selama enam bulan.

Game tersebut berisi seorang tentara yang menyelinap di sebuah rumah kontrakan besar. Sewaktu dijajal, game tersebut terasa belum utuh karena belum jelas plot cerita maupun gameplay-nya. Pembuatnya sendiri memang belum menyiapkan latar belakang cerita di balik game tersebut.

Komunitas 3D Animasi mengerjakan simulator militer yang hingga kini belum ada judulnya selama tiga bulan. Dia mengatakan bahwa simulasi tersebut melatih strategi pertempuran maupun simulasi operasi militer.

Setting lokasinya adalah sebuah tempat kontrakan berisi kamar-kamar yang beberapa di antaranya dipakai bersembunyi oleh teroris bersenjata. Dia menyebut tentang penggunaan helikopter yang juga tidak bisa ditampilkan saat itu karena tergolong rahasia sehingga harus dicopot.

"Kami berencana memoles template ini menjadi sebuah game yang benar-benar baru," kata Harry.

Menggunakan engine Unity 3D, suasana yang khas Indonesia segera terasa dengan jajaran kamar kontrakan yang padat, gantungan baju di depan kamar, hingga poster Iwan Fals di atas dipan bambu.

Namun, kualitas grafisnya memang tertinggal bila dibandingkan dengan game serupa semacam Point Blank. Menurut Harry, pihaknya mengharapkan enam bulan mengikuti inkubasi bisa menjadikan game ini menjadi produk yang siap diterima pasar. (eld)

KOMPAS.com

Posted in: Cyber,Game

#Tag : Cyber Game

Situs-Situs Pemerintah Indonesia Gampang Diretas

http://www.mediaindonesia.com/mediagadget/spaw/uploads/images/article/image/2012_07_17_04_26_39_hackerD.jpg HINGGA 2011, situs dengan domain berakhiran go.id sudah diretas oleh pihak dari luar Indonesia sebanyak 3 juta kali.

Penyerangan tersebut disebabkan sistem yang digunakan pada tiap situs tidak memiliki pertahanan yang tangguh.

Chairman Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure Coordination Center (ID-Sirti/CC) Rudi Lumanto mengatakan biasanya setelah situs (pemerintah) dibuat, admin yang mengurusnya tidak melakukan pembaruan terhadap sistem keamanan.

''Bayangkan saja tiap harinya ada 10 juta celah terbuka atau sekitar 40 ribu di tiap situs di seluruh dunia dan sebagian diantaranya terdapat di situs pemerintah Indonesia,'' ujar Rudi di Jakarta pada Selasa (17/7).

Ia menambahkan, admin tidak melakukan pembaruan pada sistem keamanan, para penyerang akan dengan mudah menyusup ke dalam sistem dan itu berpotensi merusak atau mencuri data dari database.

Rudi mengaku belum bisa memastikan penyerangnya karena belum melakukan riset.

''Di sistem operasi Windows suka ada notifikasi untuk update security system. Itu harus dilakukan agar celah dapat ditutup,'' tambahnya.

Salah satu contoh dari penyerangan yang dilakukan akibat sistem keamanan yang tidak ketat ialah ketika situs Mabes Polri yang laman utamanya pernah diubah tampilannya. (*/OL-14)

Sumber : Vivanews

Posted in: Cyber,Internet

#Tag : Cyber Internet

Sebab Indonesia Sering Jadi Sasaran Peretas

http://image.tempointeraktif.com/?id=101344&width=200 Singapura - Berdasarkan penelitian Kaspersky Lab pada Juli 2012, banyak perusahaan Indonesia yang menjadi sasaran peretas. Sekiranya 98 persen responden dari senior IT profesional merasa perusahaan mereka kerap mendapat serangan dari luar.

Director Corporate Sales Asia Pasifik Kaspersky, Gun Suk Ling, mengatakan peretasan mudah dilakukan di Indonesia karena warganya yang tergila-gila pada dunia jejaring sosial. Misalnya saja Facebook. Ketimbang negara lainnya, pengakses Buku Muka di Nusantara lebih banyak.

"Jumlah pengguna Facebook tertinggi pertama, diikuti Malaysia pada posisi kedua," kata Suk Ling ke Tempo, Kamis, 20 September 2012.

Suk Ling menyatakan masyarakat Indonesia begitu melek terhadap perkembangan teknologi. Tak cuma itu, angka pembajakan di negara ini juga besar. Namun, menurut Suk Ling, semua itu tidak diikuti dengan sistem perlindungan yang bagus. Bahkan banyak pengguna gadget yang tidak melindungi perangkat lunaknya.

Tidak hanya itu, statistik juga menunjukkan ada 700 juta pengguna komputer di Indonesia. Dari angka itu, 70 persennya pemakai perangkat mobile. Yakni menggunakan telepon pintar untuk berselancar di Internet. Karena itu mudah bagi peretas untuk sebarkan virus mereka. "Sebab telepon genggam tidak memiliki proteksi akan virus," kata Suk Ling.

Menurut Chief Marketing Officer Kaspersky Lab, Alexander Erofeev, selama satu tahun terakhir jumlah virus komputer berkembang lebih dari 80 persen. Bila di 2011 ada 70 ribu virus baru per hari, pada 2012 lahir 125 ribu penyakit komputer. Dan semua itu tersebar semakin cepat dengan aktifnya pengguna jejaring sosial, surat elektronik, serta mesin pencari.

Akibat retasan itu, banyak perusahaan yang kehilangan data bisnis. Sekiranya 54 responden di Indonesia yang merasakan hal demikian. Atas kasus itu, Erofeev menyarankan masing-masing perusahaan memasang sistem perlindungan bagi data komputer dari beragam jenis virus. "Mengamankan dan mengelola tiap perangkat komputer menjadi tugas penting untuk perusahaan masa kini," ujarnya.

( Tempo.Co )

Posted in: Cyber,Internet,Komputer

Polri Ungkap Penipuan Jual Beli Online Antarnegara

Tersangkanya orang Indonesia, sedangkan korban adalah warga AS

Seorang warga negara Indonesia diduga terlibat kasus penipuan terhadap seorang warga negara Amerika Serikat melalui penjualan online. Kasus ini terungkap setelah Markas Besar Kepolisian mendapat laporan dari Biro Penyelidik Amerika Serikat.

"FBI menginformasikan tentang adanya penipuan terhadap seorang warga negara Amerika yang berinisial JJ, yang diduga dilakukan oleh seorang yang berasal dari Indonesia," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Kamis 11 Oktober 2012.

Boy mengatakan seorang warga Indonesia itu menggunakan nama HB untuk membeli sebuah alat elektronik melalui pembelian online. "Jadi ini transaksi melalui online, tetapi lintas negara. Jadi transaksinya dengan pedagang yang ada di luar negeri, khususnya Amerika," kata Boy.

Dalam kasus ini, kata Boy, Mabes Polri telah menetapkan satu tersangka berinisial MWR. Dia memanfaatkan website www.audiogone.com yang memuat iklan penjualan barang.

Kemudian, kata Boy, MWR menghubungi JJ melalui email untuk membeli barang yang ditawarkan dalan website itu. "Selanjutnya kedua belah pihak sepakat untuk melakukan transakasi jual beli online. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer dana menggunakan kartu kredit di salah satu bank Amerika," kata dia.

Setelah MWR mengirimkan barang bukti pembayaran melalui kartu kredit, maka barang yang dipesan MWR dikirimkan oleh JJ ke Indonesia. Kemudian, pada saat JJ melakukan klaim pembawaran di Citibank Amerika, tapi pihak bank tidak dapat mencairkan pembayaran karena nomor kartu kredit yang digunakan tersangka bukan milik MWR atau Haryo Brahmastyo.

"Jadi korban JJ merasa tertipu, dan dirugikan oleh tersangka MWR," kata Boy.

Dari hasil penyelidikan, MWR menggunakan identitas palsu yaitu menggunakan KTP dan NPWP orang lain. Sementara barang bukti yang disita adalah laptop, PC, lima handphone, KTP, NPWP, beberapa kartu kredit, paspor, alat scanner, dan rekening salah satu bank atas nama MWRSD.

Atas perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 378 atau Pasal 45 ayat 2 junto Pasal 28 Undang-Undang nomor 11 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

Selain itu, polri juga menerapkan Pasal 3 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang Pencucian Uang. Selain itu, juga dikenakan pasal pemalsuan yaitu Pasal 378 dan beberapa pasal tambahan Pasal 4 ayat 5, dan pasal 5 UU no 8 tahun 2010. (ren)

© VIVA.co.id

Posted in: Cyber,Internet

#Tag : Cyber Internet

Virus Komputer Baru Ancam Korporasi Dunia

 Menhan AS sampai turun tangan memperingatkan bahaya virus Shamoon.

Virus komputer (ilustrasi)

Virus komputer baru mengancam dunia, terutama untuk kalangan korporat. Tak tanggung-tanggung, bahkan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panneta sampai turun tangan dan memperingatkan akan bahaya virus yang diketahui bernama "Shamoon" tersebut.

Perusahaan minyak milik pemerintah Arab Saudi, ARAMCO, telah menjadi korban serangan virus yang juga memiliki nama W32 Disttrack ini. Beberapa hari setelah menyerang ARAMCO, virus itu juga menghantam jaringan komputer milik perusahaan gas alam asal Qatar, Rasgas.

Menurut Panetta, Shamoon memang mengincar jaringan komputer korporat besar, terutama di bidang energi. "Lebih dari 30.000 komputer yang terjangkit kini sudah dianggap tak berguna dan harus diganti," kata Panetta, saat berbicara di suatu forum pebisnis di New York, dikutip dari laman Reuters.

Lalu seperti apa cara Shamoon bekerja? Perusahaan antivirus Symantec pun menjelaskan proses kerja Shamoon atau W32 Disttrack, yang terdiri dari tiga komponen: dropper (taruh), wiper (hapus), dan reporter (lapor).

Menurut penjelasan di situs Symante, di komponen dropper virus itu dilepas dan masuk ke sejumlah file resources, yang secara umum beroperasi di sistem operasi Windows. Setelah masuk, virus ini pun mulai menggandakan diri dan masuk untuk mengeksekusi diri.

Setelah masuk dan mengeksekusi diri, wiper pun akan bekerja. Setidaknya sejumlah komponen fungsional akan dihapus. Virus Shamoon ini pun akan menghapus sejumlah driver yang telah eksis di sejumlah lokasi, kemudian overwrite atau menulis ulang program dengan driver lain.

Setelah itu, reporter pun akan beraksi. Komponen ini akan mengirimkan data atau berikan laporan kepada pelaku yang mengirim virus itu, Data yang dikirim antara lain nama domain [DOMAIN], jumlah file yang di-overwrite [MYDATA], IP address [UID], dan sejumlah angka lain secara acak [STATE].

 Amatir?

Dalam penjelasan Leon Panetta, Shamoon akan secara otomatis mengganti data-data sistem yang penting. Kemudian virus itu akan mengganti dengan gambar sebuah bendera AS yang terbakar. Semua data riil di komputer pun akan diganti dengan sesuatu yang disebut Panetta, "data sampah".

"Bayangkan dampak serangan seperti ini bagi perusahaan Anda," kata bekas Kepala Badan Intelijen Amerika (CIA) ini, kepada para pebisnis.

Dalam pidatonya, Panetta pun meminta kalangan korporat untuk bekerja sama meningkatkan pertahanan cyber secara nasional. Panetta juga mengungkit mengenai bahayanya serangan denial of service (tolak layanan) yang melanda sejumlah bank di AS. Ini menyebabkan layanan perbankan di AS terganggu.

"Meski jenis taktik ini bukanlah hal baru, skala dan kecepatan yang ditimbulkan tidak bisa diperkirakan," kata Panetta.

Tapi menariknya, peneliti lab di perusahaan antivirus Kaspersky, Dmitry Tarakanov, mengatakan virus ini tidak dibuat oleh programmer kelas atas. Banyak sejumlah kesalahan yang dibuat, termasuk perbandingan tanggal yang cacat dan mengganti lowercase dengan uppercase dalam pemrogramannya. Ini menyebabkan tingkat kegagalan terbilang tinggi.

"Ketimbang menggunakan string dalam format yang tepat, penulis malware menggunakan '%S%S%d' dengan uppercase 'S'. Ini menyebabkan gagalnya fungsi 'sprintf' dan tak ada string dalam full path yang diciptakan. Ini berarti tak ada file yang didrop. Tak ada file, tak ada eksekusi. Jadi malware Shamoon tak berfungsi untuk mengeksekusi program lain," demikian pernyataan Tarakanov, dikutip dari ZD Net.

Kaspersky pun menduga malware ini dibuat para amatir. "Kami memiliki petunjuk bahwa orang-orang di balik malware Shamoon bukanlah programmer kelas atas. Dan kesalahan alami yang dibuat memperlihatkan bahwa skill mereka masih amatir saat mereka menciptakan malware penghancur yang bisa melakukan replikasi mandiri (self-replicating)," demikian kesimpulan yang dibuat Tarakanov.

 Tak Baru

Shamoon bukanlah virus pertama yang memiliki dampak merusak secara dahsyat. Sebelumnya, mengutip Bussiness Week, telah dikenal virus Stuxnet yang menjebol data-data perusahaan dari sistem SCADA dan mengirimnya ke internet.

Stuxnet pun dikenal luas ketika diketahui menyerang instalasi nuklir Iran. Parahnya, Stuxnet bisa mengambil alih kendali terhadap peralatan industri. Stuxnet dipercaya ditargetkan untuk melumpuhkan sebuah peralatan yang digunakan untuk pengayaan Uranium. Ada juga yang menyebut Stuxnet bisa memberikan informasi secara detail mengenai situasi di instalasi nuklir Iran.

Kemudian muncul pula virus baru yang identik dengan Stuxnet, yaitu Duqu. Duqu bertujuan untuk mengambil data intelijen dan aset dari beberapa perusahaan. Misalnya produsen sistem kontrol industri, sehingga bisa digunakan untuk menyerang pihak ketiga dengan sangat mudah.

Selain itu dikenal pula virus Flame. Mengutip CBS News, virus ini diketahui dapat menyedot informasi dari komputer yang dijangkiti virus, juga perangkat seluler di dekatnya. Virus ini juga mampu mengendalikan keyboard dan mengambil citra layar.

Tidak hanya itu, Flame dapat mendeteksi bluetooth di sekitar komputer, seperti handphone dan laptop. Jika sudah terhubung, maka Flame akan menyedot informasi dari handphone target.(sj)

© VIVA.co.id

Posted in: Cyber,Ilmu Pengetahuan,Komputer

Tak mau korupsi merajalela, Hacker Jember retas situs SBY

Jember Hacker Terorist (JHT), peretas situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beralamat http://www.presidensby.info, mengaku aksinya meretas situs tersebut karena Presiden SBY dinilai gagal memimpin Indonesia. Sudah dua periode memimpin, SBY dianggap tidak mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

"Ketidakberhasilan SBY dalam memimpin negeri tercinta ini, membuat kita (JHT) melakukan pembalasan terhadap SBY," kata perwakilan JHT kepada merdeka.com, Rabu (9/1).

Tidak hanya itu, peretas juga menilai kepemimpinan SBY merupakan masa subur pertumbuhan koruptor di Tanah Air. Bisa dipastikan, dari tingkat pusat sampai daerah, korupsi menjadi budaya yang cepat berkembang, ibarat jamur tumbuh di musim hujan.

Korupsi menjadikan masyarakat kecil sebagai korban, dan hanya menguntungkan segelinir orang. Menurutnya, pemerintahan SBY tidak dapat berbuat banyak memberantas korupsi."Korupsi semakin merajalela, rakyat miskin di mana-mana! Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin," terangnya.

JHT sebagai bagian dari entitas di masyarakat, berusaha melawan segala bentuk kekuasaan yang tidak memihak rakyat. Di akhir perbincangan, JHT akan terus memperjuangkan apa yang selama ini diyakininya sebagai sebuah kebenaran."Kami tidak diam!" tegasnya. (mdk/cob)

• Merdeka

Posted in: Cyber

#Tag : Cyber

Dua kali situs Presiden SBY diretas

http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/01/10/136728/250x125/dua-kali-situs-presiden-sby-diretas.jpg Jakarta � Situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) beralamat http://www.presidensby.info berubah tampilan. Situs yang biasanya memuat kegiatan presiden ini, hanya menampilkan layar hitam dan tidak bisa membuka konten-konten di dalamnya. Situs SBY sedang diserang peretas.

Para peretas tidak menyampaikan pesan secara khusus, setelah berhasil meretas situs milik Presiden SBY tersebut. Hanya ada gambar dengan ikon labu mirip gambar pocong, dan bertuliskan jemberhacker.web.id dan layar hitam, serta tulisan "! Hacked by MJL 007 ! This is a PayBack From Jember Hacker Team."

Tidak lupa, para peretas mencantumkan alamat surat elektronik mereka, yakni Jemberhackerterorrist@gmail.com pada bagian bawah situs tersebut. Identitas para peretas juga dicantumkan, antara lain Unwanted, Wayc0de, RSHx0r, Akinari, After01, Admin07, Anarchy666, ChengCheng, Star.anggam, d3ViLfac3, dillahdejavu, SiuM4n, T0L3, dan Endy Hacker Id.

Meski presidensby.info mengalami penyerangan, situs resmi istana kepresidenan yang beralamat di http://www.presidenri.go.id tetap aman dari serangan hacker. Sementara, belum ada situs-situs pemerintah lainnya yang mengalami nasib serupa.

Istana langsung bertindak cepat usai mengetahui situs resmi milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang beralamat di http://www.presidensby.info di serang peretas. Salah satunya melakukan koordinasi dengan Bareskrim Polri.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan Kemenkominfo dan Reskrim Polri, sekiranya ada hal atau tindakan yang perlu diambil," ungkap Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Jakarta, Rabu (9/1).

Peretas situs resmi Presiden SBY mengaku aksinya meretas situs tersebut karena Presiden SBY dinilai gagal memimpin Indonesia. Sudah dua periode memimpin, SBY dianggap tidak mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

"Ketidakberhasilan SBY dalam memimpin negeri tercinta ini, membuat kita (JHT) melakukan pembalasan terhadap SBY," kata perwakilan JHT kepada merdeka.com, kemarin.

Tidak hanya itu, peretas juga menilai kepemimpinan SBY merupakan masa subur pertumbuhan koruptor di Tanah Air. Bisa dipastikan, dari tingkat pusat sampai daerah, korupsi menjadi budaya yang cepat berkembang, ibarat jamur tumbuh di musim hujan.

"Korupsi semakin merajalela, rakyat miskin di mana-mana! Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin," terangnya.

Kasus situs resmi Presiden SBY yang diretas bukan terjadi pertama kali ini saja. Pada tahun 2007 lalu, situs presidensby.info juga pernah di-hack.

Tampilan muka situs presidensby.info kala itu diubah isinya oleh peretas dengan beberapa tuntutan. Isinya, meminta agar Presiden SBY menurunkan harga bandwith agar internet bisa diakses secara murah oleh masyarakat. Mereka juga menuntut agar SBY mendukung Indonesia Goes to Open Sources (IGOS).

Berikut sebagian tuntutan yang terpampang dalam situs presidensby.info:

"Berantas KKN, pornografi dan pornoaksi di negeri kita tercinta ini. Saya kira Anda telah menyaksikan bagaimana azab yang telah menimpa bangsa ini. Tsunami, Gempa Bumi, Banjir, dan Kecelakaan baik di udara, laut maupun darat yang telah merenggut anak dari ibunya, yang telah memisahkan adik dari kakaknya. Kurang apalagi? Tanah Longsor? Lumpur Sidoarjo? Mungkin sebentar lagi bencana yang akan lebih besar lagi. Tidakkah kita malu terhadap Tuhan? Sudah diperingatkan berulang kali tetap saja membangkang dan tidak ingat kepada-Nya. Agar permintaan kami ini diperhatikan dan dilaksanakan. Karena pemimpin yang baik pasti mendengarkan suara rakyatnya. Terima kasih. Hormat Kami, Qwerty Meski situs www.presidensby."

(mdk/ian)

Merdeka

Posted in: Cyber

#Tag : Cyber

Waspada, Mahasiswi Jadi Sasaran Utama Hacker

Ilustrasi : AFP Jakarta - Menurut sebuah studi baru, jumlah pelajar perempuan yang menjadi target dari para hacker terus meningkat. Penelitian ini dilakukan oleh Asisten Profesor dan Deputi Direktur Institute of Crisis Management di China University of Political Science and Law Zhang Yongli.

Berdasarkan studi yang dilakukan Zhang ditemukan 10 kasus pelanggaran serius terhadap privasi yang telah direkam sejak 2006. Beberapa di antara kasus tersebut melibatkan foto-foto seksual eksplisit yang beredar di situs. Penelitian ini melihat 39 kasus penyerangan cyber yang direkam selama beberapa tahun terakhir. Sementara 29 kasus lainnya melibatkan penyerangan cyber pada database kampus.

Zhang menyebutkan, kampus seni dan dosen dianggap lingkungan berisiko tinggi untuk privasi online mahasiswi mengingat fakta para mahasiswa seni dianggap menarik dan populasi perempuan di kalangan dosen lebih besar daripada universitas lain.

Menurut penelitian Zhang, beberapa kasus melibatkan hacker yang mempublikasikan informasi pribadi milik mahasiswi. Sementara kasus lain berupa kasus foto seksual eksplisit para mahasiswa yang diunggah ke internet oleh mantan pacar mereka.

"Mahasiswa saat ini lebih berpikiran terbuka dan beberapa dari mereka berfoto tidak senonoh dengan pasangan mereka. Namun, jika mereka putus, foto-foto tersebut dapat dipublikasikan dan diedarkan di website yang bisa membuat kita merasa sangat marah," papar Zhang, seperti dikutip dari China Daily, Sabtu (20/10/2012).

Hampir 80 persen dari kasus privasi mahasiswi, kata Zhang, dilakukan oleh pelajar laki-laki. Pada Mei 2008, seorang mahasiswa baru berusia 21 tahun dari Hainan Normal University mengunggah lebih dari 200 foto mahasiswi di sebuah forum online. Foto tersebut diambil oleh mahasiswa di kamar asramanya yang berjarak sekira 15 meter dari asrama mahasiswi. Beberapa foto tersebut menunjukkan para mahasiswi tengah berganti pakaian atau mencuci pakaian.

Satu minggu kemudian setelah foto-foto tersebut beredar, tersangka bermarga Chen dari Departemen Biologi itu pun ditangkap polisi. Tersangka mengaku, dia melakukan itu hanya "untuk bersenang-senang." Meskipun mengungkapkan penyesalan atas perbuatannya, kasus ini kemudian memicu kemarahan di kalangan mahasiswa di universitas.

Dalam kasus lain, seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China, mengambil foto mahasiswi lain dengan telepon genggamnya di kamar mandi kampus pada Desember 2008. Dia menjual foto tersebut ke netizen hingga akhirnya foto mereka beredar di internet. Temannya yang berada di kamar mandi saat kejadian pun merasa curiga dan akhirnya melaporkan mahasiswi ini ke polisi.

Seorang mahasiswa dari Henan University Qi Xin merasa takut adanya kemungkinan kebocoran informasi pribadi meskipun universitas menawarkan keamanan online pada awal semester. "Saya merasa khawatir setiap kali saya membaca berita tersebut," ujar Xin.

Zhang mengimbau, perguruan tinggi harus memperkenalkan langkah-langkah lebih untuk menjamin keamanan privasi siswa untuk menghindari pembobolan data, seperti meningkatkan keamanan database informasi mahasiswa.(mrg)

© Okezone

Posted in: Cyber,Ilmu Pengetahuan

Peringatan PBB dan Aksi Teroris di Internet

Sejalan lobi Departemen Kehakiman AS yang minta konsumen diawasi.

Akses untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi melalui Internet semakin mudah dan cepat. Bagi aparat keamanan, kecanggihan teknologi yang ditawarkan Internet itulah yang juga digunakan para teroris. Lembaga khusus PBB sudah mendeteksi tren itu.

Dalam laporan berjudul "Penggunaan Internet untuk Tujuan-tujuan Teroris," jaringan media sosial dan moda-moda komunikasi lainnya di Internet telah menjadi cara baru dalam menebarkan aktivitas teroris. Laporan itu diterbitkan Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) dan diumumkan di Wina, Austria, pada 22 Oktober 2012.

"Ini kali pertama adanya laporan demikian, dan diproduksi bekerjasama dengan Gugus Tugas PBB untuk Implementasi Kontra Terorisme," demikian pernyataan UNODC di situs resmi.

Laporan setebal 148 halaman itu menyebut setidaknya ada tiga laman media sosial terkemuka - yaitu Facebook, Twitter, dan YouTube - yang selama ini sudah digunakan para teroris sebagai media efektif dalam menghimpun calon-calon rekrutan baru. Ini mengingat tiga laman itu telah populer di penjuru dunia dan dapat diakses di mana saja.

Selain merekrut calon anggota, ungkap laporan UNODC, laman-laman media sosial itu juga dimanfaatkan para kelompok teroris untuk membiayai, menyebarkan propaganda, melatih dan menyuruh para pengikut untuk melaksanakan aksi-aksi terorisme. Dari media sosial itu pula mereka mengumpulkan dan menyebarkan informasi untuk tujuan-tujuan teror.

"Penggunaan internet bagi tujuan-tujuan teror ini tidak mengenal batas-batas negara, sehingga menguatkan dampak potensial atas para korban," demikian laporan dari UNODC. Laporan itu disusun dengan kerjasama dari Gugus Tugas PBB untuk Penerapan Kontra-Terorisme, yang juga beranggotakan Bank Dunia, Interpol, Organisasi Kesehatan Internasional, dan Dana Moneter Internasional.

Saat meluncurkan laporan itu, Direktur Eksekutif UNODC, Yury Fedotov, mengatakan para teroris pengguna teknologi komunikasi canggih sering melibatkan Internet menjangkau para pengguna lain di penjuru dunia karena bisa menggunakan identitas anonim, dan biayanya pun murah. "Saat penggunaan Internet di kalangan warga biasa yang taat hukum meningkat dalam beberapa tahun terakhir, organisasi-organisasi teroris juga memanfaatkan jaringan global dari Internet ini untuk banyak tujuan yang berbeda," kata Fedotov.

UNODC juga mendeteksi materi yang dulunya hanya disebarkan secara terbatas kini sudah bisa disebarluaskan ke banyak tempat melalui Internet. "Materi demikian bisa didistribusi dengan menggunakan serangkaian sarana, seperti laman khusus, ruang chat dan forum, majalah daring, laman-laman jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook, serta laman berbagi data video yang tengah populer seperti YouTube dan Rapidshare," demikian laporan UNODC.

Sebelum populernya penggunaan Internet, menurut laporan itu, informasi terkait kegiatan terorisme sulit untuk disebarluaskan melalui media-media fisik seperti cakram digital, baik CD-ROM maupun DVD. Maka dengan adanya laman-laman jejaring sosial, makin mudah bagi para teroris untuk menyebarluaskan materi perekrutan dan propaganda kepada para simpatisan.

Apalagi kini makin banyak orang yang bisa mengakses Internet dengan peralatan yang kian canggih dengan harga terjangkau dan mereka bisa mengakses internet dengan layanan nirkabel (wifi) di segala tempat, semisal di kafe, bandara, maupun perpustakaan.

"Di abad masyarakat Internet, bentuk-bentuk baru komunikasi massa dan distribusi informasi itu bisa diciptakan hampir setiap hari. Di laman Twitter, misalnya, sudah menjadi alat percakapan global, sedangkan Facebook bertujuan untuk menjangkau orang banyak dan mendorong mereka untuk berbagi banyak informasi," demikian petikan laporan UNODC.

Laporan ini, yang juga sudah dikutip banyak media daring (online) mancanegara, juga menunjukkan bahwa mesin pencari di Internet juga mempermudah menemukan materi yang diunggah teroris di suatu laman. Tidak hanya itu, fasilitas di Internet seperti message board dan forum juga memungkinkan para teroris untuk berkorespondensi dengan banyak pengguna.

Itulah sebabnya, menurut Fedotov, UNODC juga mengupayakan langkah-langkah antisipatif dengan memberi panduan praktis bagi penyelidikan dan penindakan kasus-kasus pemanfaatkan Internet untuk terorisme.

Melalui sejumlah contoh nyata dari beberapa kasus, laporan ini juga menelusuri instrumen hukum negara-negara anggota UNODC dalam menangani penggunaan Internet oleh teroris. Laporan ini juga memaparkan sejumlah kesulitan yang dihadapi negara-negara anggota dalam mengkriminalkan dan menindak perbuatan itu.

UNODC juga berupaya memberi panduan atas kerangka hukum dan praktik nyata di tingkat nasional dan internasional terkait dengan pemidanaan, investigasi, dan pendakwaan kasus-kasus terorisme melalui Internet.

Lembaga PBB itu pun menekankan perlunya penyesuaian kerjasama antara sistem-sistem hukum pidana dengan sektor swasta. Selain itu ditekankan juga kerjasama internasional, terutama dalam perolehan dan dokumentasi data-data terkait Internet di wilayah yurisdiksi yang berbeda-beda.

"Salah satu masalah besar yang dihadapi semua institusi penegak hukum adalah kurangnya suatu kerangka kerja yang telah disepakati secara internasional dalam memperoleh data dari penyedia jasa internet (ISP)," ujar laporan itu. Selama ini hanya Eropa yang baru memiliki peraturan atas perolehan data secara wajib.

Tanggapan Facebook

Sementara itu, pengelola Facebook menyambut baik temuan dari PBB soal pemanfaatan produk mereka oleh teroris. Ini merupakan efek samping dari semakin mudah dan makin cepatnya akses mendapatkan dan menyebarkan informasi melalui Internet.

"Seperti yang ditunjukkan secara sangat jelas di laporan PBB itu, ini merupakan perhatian bagi setiap platform komunikasi di zaman digital ini - mulai dari ponsel, jejaring sosial, hingga mesin pencari dan layanan berbagai video," ujar seorang juru bicara Facebook kepada laman AllThingsD.com.

Terungkap pula bahwa Facebook dan Youtube pun punya mekanisme tersendiri dalam mendeteksi materi-materi yang sensitif, termasuk propaganda teroris dan pidato yang mengandung kebencian. "Kebijakan kami sangat jelas dalam melarang pujian, dukungan, atau perwakilan terorisme, kelompok maupun individu teroris, dan perbuatan terorisme," ujarnya.

Juru bicara yang tidak disebutkan namanya itu juga mengutarakan bahwa pada dasarnya tidak ada tempat di Facebook bagi mereka yang mempromosikan kekerasan. "Kami mencurahkan sumber daya secara signifikan untuk mencegah apapun upaya pengguna untuk menyalahgunakan layanan kami," ungkap dia.

Menurut Cnet, laporan PBB itu sejalan dengan upaya lobi-lobi dari Departemen Kehakiman AS dalam menyakinkan Kongres (parlemen) untuk mengharuskan para penyedia jasa internet (ISP) untuk tetap memantau para konsumen. Pengawasan ini berguna bila aparat berwenang ingin mendapatkan rekaman data.

Lobi ini sudah disetujui oleh komite di DPR, namun awal tahun ini mendapat tentangan keras dari kalangan aktivis HAM. Mereka melihat langkah itu sebagai pengekangan hak individu mendapatkan dan menyalurkan informasi.(np)

© VIVA.co.id

Posted in: Cyber,Internet

#Tag : Cyber Internet

Sudah Amankah Email Bisnis Anda?

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/email_110115063634.jpg Jakarta - Ramainya lalu-lintas pertukaraan melalui email bisnis saat ini, baik melalui PC, tablet dan smartphone telah memancing berkembangnya spam dan malware. Hal ini dibuktikan dengan beberapa fakta terbaru yang ditemukan Trend Micro berikut ini:

Mengapa spam dan malware masuk ke dalam email bisnis?

• Trend Micro mengenali 60% dari lalu-lintas email harian berasal dari bidang bisnis dan tahun 2012 ini lalu-lintas email bisnis per hari mencapai 89 miliar.

• Trend Micro mendeteksi para pebisnis menerima rata-rata 100 email per hari dan 16% email yang diterima dianggap spam.

• Trend Micro memperkirakan bahwa jumlah lalu-lintas email bisnis ini akan mencapai lebih dari 143 miliar hingga akhir 2016.

• Trend Micro menyebutkan bahwa 73% karyawan perusahaan menyatakan bahwa mereka menggunakan email perusahaan untuk mengirim dokumen yang sangat rahasia. Seperti informasi pelanggan, produk, desain, strategi perusahaan, kutipan penjualan, dan lain sebagainya.

Karenanya Trend Micro Incorporated (TYO: 4704; TSE: 4704), melihat kini ancaman keamanan di Asia Pasifik berada dalam kategori ancaman lama tetapi sedang menjelma dan merubah metode serangan mereka. Termasuk kini saat penjahat cyber masuk ke dalam email perusahaan untuk mencuri data penting.

“Alasan kenapa para penjahat fokus untuk melakukan serangan mereka dengan mencuri data pribadi perusahaan sangatlah sederhana. Hal ini merupakan kejadian yang terjadi pada pemilik-pemilik usaha kecil yang bekerja dengan menggunakan berbagai perangkat mobile sehingga memungkinkan mereka menjadi rentan terhadap terjadinya serangan,” kata Business Manager Trend Micro Indonesia, Aulia Huriadi.

Serangan dan ancaman paling besar ada di email, kemudian USB dan web palsu, terutama yang menawarkan rekruitmen pekerjaan. Serangan ini memanfaatkan kerentanan untuk kemudian masuk ke jaringan yang lain.

Trend global lain yang saat ini sedang berkembang adalah adanya peningkatan penggunaan peralatan-peralatan penyerangan yang canggih seperti Automatic Transfer System (ATS), yang memungkinkan penjahat untuk mencuri informasi perbankan saat mereka sedang online.

Sementara kejadian-kejadian ATS telah terdeteksi di Eropa, adanya peningkatan jumlah pengguna perbankan online di Asia Pasifik berarti bahwa ATS bisa saja sudah mulai ada.

© Republika

Posted in: Cyber,Internet

#Tag : Cyber Internet

Indonesian Cyber Army (ICA) Selection 2012

Indonesian Cyber Army (ICA) Selection 2012 atau lebih dikenal dengan istilah 'Cyber Security Competition' telah memunculkan para jawaranya. Berikut para tentara cyber Indonesia.

Acara yang berlangsung di Medan tersebut diikuti 20 tim yang berasal dari berbagai kota, mulai dari Banda Aceh, Medan, Bengkulu, Palembang, Lampung, Jakarta, Depok, Yogyakarta hingga Denpasar.

Ada dua kategori yang dipertandingkan, Capture The Flag dan Digital Forensic. Untuk kategori Capture The Flag, juaranya adalah Cyber Army asal Palembang, posisi kedua dan ketiga ditempati Neophyte Depok dan Red Eagle Semarang.

Sementara untuk kategori Digital Forensic, juara pertama disabet TCP Ninja Bali, serta IT Centrum Forensic Yogyakarta dan Shutdown Depok harus puas sebagai runner up dan ketiga.

Menurut salah satu tim juri dari Malaysia, Dr. Desmond Davendra, anak-anak ini sangat berbakat dan antusias mengikuti kejuaraan, mereka sudah seperti profesional, terutama di kategori Digital Forensics.

Para peserta dinilai sudah dekat dengan kemampuan Forensics Investigator Profesional, tinggal mengasah beberapa waktu dan menambah jam terbang yang akan menjadikan mereka profesional di bidang cyber security dan cyber forensics.

Menurut Agus Setiawan selaku ketua panitia, para alumni Indonesia Cyber Army Competition telah mendapat pengakuan nasional dan diharapkan kompetisi ini akan lebih besar lagi di tahun 2013. Jika bisa menjangkau sebagian besar akademi di APTIKOM.

"Event ini sudah mendapat pengakuan beberapa organisasi pemerintah, akademisi dan swasta sepeti Direktorat Keamanan Informasi, Kemkominfo, APTIKOM, DETIKNAS, MULTIMATICS, C-S-I, FORESEC dan Academic CSIRT, kami berharap Kementerian terkait, lembaga dan organisasi keamanan internet akan tertarik untuk kelangsungan kegiatan seperti ini dan memetik hasilnya," imbuh IGN Mantra dari Academic CSIRT.

Indonesian Cyber Army (ICA) (foto detik)

Cyber Security merupakan aktvitas yang besar dan luas, banyak aspek yang terkait didalamnya seperti hacking, forensics, incident handling, NetAdmin, disaster recovery, secure programming dan lainnya.

"Ada segitiga kebutuhan yang tidak terpisahkan seperti pemerintah, swasta dan akademisi saling bahu membahu untuk mengamankan internet dan keamanan negara RI, anak-anak muda perlu dilibatkan sehingga mereka mengerti bagaimana sebaiknya kegiatan mereka menjadi lebih positif dan menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi bangsa," pungkas Mantra, dalam keterangannya kepada DetikInet.

© DetikInet

Posted in: Cyber,Internet

#Tag : Cyber Internet

FTI UII Bentuk Cyber Guard

"Cyberarmy" adalah sekelompok orang berkemampuan baik di bidang keamanan sistem dan jaringan komputer.

Laboratorium Forensika Digital Teknik Informatika Fakultas Teknik Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta membentuk unit "UII Cyber Guard" sebagai salah satu kontribusi dalam memberikan solusi bagi ketersediaan tenaga "cyberarmy" di Indonesia.

"Melalui unit itu kami akan melakukan pembinaan berkelanjutan kepada kelompok mahasiswa yang memiliki minat dan keterampilan pada bidang keamanan sistem dan jaringan komputer," kata peneliti pada Laboratorium Forensika Digital Teknik Informatika Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yudi Prayudi di Yogyakarta, kemarin.

Menurut dia, keberadaan unit "UII Cyber Guard" juga diharapkan sebagai sebuah bentuk lain penanaman komitmen bela negara bagi generasi muda. Yakni, melalui pembinaan yang terarah agar pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang dimiliki tidak disalahgunakan untuk hal yang sifatnya negatif, tapi dapat diarahkan untuk kepentingan yang luas bagi bangsa dan negara Indonesia.

"Hal itu penting karena saat ini sejumlah negara sedang berusaha untuk memperbaiki konsep pertahanan dan ketahanan mereka agar sesuai dengan kebutuhan di era komputer. Salah satunya adalah terkait dengan isu pembentukan 'cyberarmy'," katanya.

Dalam hal ini, kata dia, "cyberarmy" adalah sekelompok orang yang memiliki kemampuan yang baik dalam bidang keamanan sistem dan jaringan komputer. Kemampuan itu diperlukan untuk kepentingan pertahanan dari serangan "cyber", "counter attack" jika diperlukan, dan pengamanan barang bukti digital.

Dia mengatakan berdasarkan laporan yang dibuat UNICRI, sejumlah negara terlihat mulai secara aktif membangun strategi dalam penyiapan "cyberarmy", seperti China, India, Rusia, Iran, dan Pakistan. Negara-negara tersebut memiliki program nyata untuk rekrutmen dan pembinaaan bagi kelompok "cyberamy" mereka.

"Program pembinaan yang dijalankan meliputi penguatan doktrin 'cyberwar', pelatihan, simulasi, kolaborasi antarinstansi, pembentukan unit khusus, dan pembangunan basis data yang relevan," kata Yudi.

Oleh karena itu, "UII Cyber Guard" akan melakukan pembinaan secara bertahap kepada kelompok mahasiswa yang memiliki kemampuan dalam bidang keamanan sistem dan jaringan komputer untuk diberdayakan sebagai bagian dari "cyberarmy". Keamanan komputer dan "hacking" adalah bidang yang sangat menarik minat anak-anak muda.

"Hampir setiap perguruan tinggi komputer dan informatika terbentuk komunitas-komunitas mahasiswa yang menekuni bidang itu, baik secara otodidak mandiri maupun secara terstruktur lewat lokakarya dan pelatihan. Keberadaan mereka merupakan salah satu potensi positif bagi penyediaan tenaga terampil bidang keamanan komputer untuk menjadi bagian dari skema sistem pertahanan negara," katanya.

© Berita Satu

Posted in: Cyber,Internet

#Tag : Cyber Internet

Lemsaneg gandeng ITB antisipasi cyber crime

Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) menggandeng Insititut Teknologi Bandung (ITB) guna menjamin keamanan informasi milik negara. Hal itu tertuang dalam penandatanganan MoU yang dilakukan di Gedung Rektorat ITB, Bandung, Rabu (7/11).

Lembaga non kementrian ini menggandeng kampus teknik pertama di Indonesia sebagai langkah nyata melalui pembentukan kemitraan strategis dengan institusi pendidikan nasional. Kerja sama dilakukan untuk lima tahun kedepan.

"Disadari atau tidak ITB adalah kampus terbaik saat ini, dan memiliki jebolan-jebolan yang sungguh luar biasa," kata Kepala Lemsaneg Djoko Setiadi dalam jumpa pers di Gedung Rektorat ITB, Rabu (7/11).

ITB juga kata dia merupakan salah satu pusat keunggulan teknologi terbaik di Indonesia khususnya dalam bidang penelitian dan rekayasa tekonologi di bidang cyber security.

Diharapkannya, dengan adanya kerja sama antara lembaga Sandi Negara dan ITB dapat meningkatkan kapabilitias dan kompetensi sumber daya manusia persandian nasional. Ini untuk mewujudkan kemandirian dan menjamin keamanan informasi nasional.

"Saya sangat berharap ITB bisa bersinergi bisa mengatasi kejahatan. Di dunia cyber ini ada, dan sewaktu-waktu bisa mengancam. Kami siap mencari solusi," ujarnya.

Setelah adanya penandatangan ini menurut Djoko, pembangunan kapabilitas cyber security khususnya pengembangan kapasitas SDM melalui pendidikan pasca sarjana di bidang keamanan informasi.

Kerja sama teknis lain yang segera dilakukan adalah IT Security Assesment melalui pembentukan tim yang akan melakukan penilaian terhadap keamanan aset informasi strategis negara yang sering jadi ancaman.

Selain itu, sebagai upaya memperkuat keamanan nasional akan dilakukan kerja sama dalam hal pembuatan algoritma kriptografi nasional yang salah satunya akan digunakan sebagai Public Key Infrastruktur dalam infrastruktur National Goverment Root Certificate Authority (CA).

Sementara itu, Rektor ITB Akhmaloka menyambut baik upaya Lemsaneg yang ingin bekerja sama dengan ITB. Menurutnya kerja sama dan komunikasi sejauh ini memang sudah terjalin. Tapi dengan adanya kesepahaman ini bahwa, cyber securty harus ditangani secara bersama.

"Kami udah lama (kerja sama), tapi ini resminya. Peran kami adalah untuk mengembangkan keilmuan di matematika," ungkapnya.(mdk/bal)

© Merdeka

Posted in: Cyber,ITB

#Tag : Cyber ITB

Membangun Kekuatan Pertahanan Cyber

Jakarta - Semakin meningkatnya teknologi cyber saat ini, telah diiringi juga dengan meningkatnya kerawanan terjadinya cybercrime dan juga cyber attack atau cyberwar baik secara kualitas maupun kuantitas. Dalam rangka mencapai harapan mampu mengatasi dan menanggulangi semua serangan cyber yang masuk ke wilayah negara Indonesia, Kemhan dan TNI telah memiliki inisiatif untuk membangun kekuatan pertahanan cyber dalam ranah militer yang terus dikembangkan hingga saat ini.

Demikian dikatakan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam keynote speechnya pada acara Seminar Nasional Keamanan Infrastruktur Internet tentang “Trend Ancaman Infrastruktur Internet 2012”, Selasa (27/11) di Bandung, Jawa Barat. Dalam keynote speech tersebut, Wamenhan mengambil tema “Ancaman dunia cyber terhadap pertahanan negara dan kedaulatan negara”.

Lebih lanjut Wamenhan mengatakan, respon dan inisiatif yang telah dilakukan dari sisi pertahanan negara telah menuju kepada kemajuan yang signifikan. Hal itu dimulai dengan adanya inisiatif awal untuk melaksanakan suatu kajian yang bersifat strategis dimana sebelumnya diawali oleh kegiatan Focused Group Discussion dalam konteks National Cyber Security di Universitas Pertahanan pada tahun 2011.

Sebelumnya pada tahun 2010, Kemhan juga telah memulai program penanggulangan terhadap cyber attack dan setelah melaksanakan SDR 2011 dan 2012, Kemhan membentuk suatu Tim Kerja Pusat Operasi Dunia Maya (Cyber Defence Operation Centre).

Diejelaskan Wamenhan, Tim ini telah bekerja dan mulai menyusun rencana untuk pembentukan Cyber Operation Center (COC) -Kemhan. Inisiatif ini memiliki dua tujuan utama, yaitu keamanan dan perlindungan internal (Kemhan) maupun keamanan dan perlindungan eksternal (Nasional).

Untuk internal yaitu sebagai tempat yang difungsikan dalam proses perencanaan, koordinasi, integrasi dan sinkronisasi serta pengawasan terhadap cyber untuk meningkatkan sistem pertahanan cyber di lingkungan Kemhan. Sedangkan untuk nasional bertujuan untuk membangun sistem pertahanan semesta yang emlibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya untuk menegakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman cyber.

Lebih lanjut menurut Wamenhan, saat ini upaya penerapan keamanan cyber di Indonesia sudah mulai menuju kepada langkah – langkah yang terkoordinasi. Hal ini dapat dilihat dengan adanya beberapa inisiatif dalam rangka membentuk sebuah lembaga organisasi yang menangani serangan cyber. Beberapa inisiatif dari instansi/lembaga pemerintah, instansi pendidikan, badan usaha bahkan private company yaitu melakukan upaya dalam mengantisipasi serangan cyber.

Ditegaskan Wamenhan, ancaman cyber termasuk dalam ancaman asimetris yang penanganannya membutuhkan pendekatan komprehensif. Karena sifatnya yang multidimensional, membuat cyber security tidak dan bukan merupakan urusan satu kementerian saja, tetapi juga menjadi urusan berbagai kementerian lainnya. “Oleh karena itu, diperlukan sebuah kebijakan cyber security atau cyber defence yang dalam implementasinya membutuhkan badan koordinasi”, tambah Wamenhan.

Seminar tahunan ini diselenggarakan oleh Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastruktur (ID-SIRTII) bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan dan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) serta didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Seminar ini berlangsung selama sehari dan dibuka oleh Menkominfo Tifatul Sembiring. Seminar diikuti kurang lebih 200 peserta yang berasal dari perwakilan instansi pemerintah, ISP dan kalangan praktisi Teknologi Informasi.

DMC

Posted in: Cyber

#Tag : Cyber