Panser dan Pesawat N219 Berada di ITB
Teknisi menguji panser Anoa 6x6 di lapangan uji PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/11). Panser tersebut akan melengkapi 165 unit panser yang telah dibeli oleh pemerintah dan negara lain. TEMPO/Prima Mulia
TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah panser Anoa buatan PT Pindad menutup Jalan Ganesha, Bandung, Sabtu, 4 Februari 2012. Mobil komando itu dipamerkan pada ITB Fair yang berlangsung 3-5 Februari 2012.
Posted in: Alutsista,DI,ITB,PINDAD
• TEMPO.CO
Puluhan pengunjung terlihat mengerumuni kendaraan berbahan baja tersebut yang ditempatkan tepat di seberang gerbang kampus ITB. Sebagian memanfaatkan untuk memotret dan menaiki kabin belakang panser yang dibuka.Tak jauh dari situ, PT Dirgantara Indonesia memamerkan purwarupa pesawat N219. Pesawat berpenumpang 19 orang itu dirancang untuk digunakan di daerah terpencil sekaligus sebagai pengangkut barang.ITB Fair merupakan acara rutin dua tahunan. Acara ini menampilkan berbagai karya mahasiswa ITB yang tergabung dalam puluhan himpunan kampus, dosen, juga sejumlah produk BUMN dan swasta.Menurut salah seorang panitia acara, Adelia, beberapa wahana yang bisa dinikmati pengunjung tanpa tiket itu adalah planetarium kecil, gua ITB, dan alunan musik angklung yang dimainkan oleh robot alias Klungbot. "Ada juga festival kuliner mulai jam makan siang nanti," ujarnya, Sabtu, 4 Februari 2012.Acara yang dimulai pukul 10 pagi hingga 10 malam itu tersebar dari depan gerbang hingga tengah kampus. Malam nanti, juga akan digelar Pasar Malam dengan iringan musik. (ANWAR SISWADI)
Experia Net Label ITB, Promosi Gratis Musik Etnik
Tampilan situs net label Experia.
TEMPO.CO, Bandung- Mahasiswa Institut Teknologi Bandung, Archie Anugrah, 21 tahun, membuat net label bernama Experia. Tujuannya untuk melestarikan musik etnik Indonesia dan mengenalkan para pemain musiknya ke seluruh dunia lewat Internet. Semuanya dirancang serba gratis. Experia Net Label baru meluncur Januari 2012 di jagat maya.
Posted in: Internet,ITB,Situs
• TEMPO.CO
Menurut Archie, net label itu dibuat sebagai media publikasi musik-musik bernuansa etnik Indonesia serta musik eksperimental. "Net label bukan ide yang baru, tapi yang saya bikin ini khusus musik etnik Indonesia agar tidak diaku orang lain," katanya kepada Tempo, Kamis, 16 Februari 2012.Situs http://experialabel.wordpress.com buatannya itu berfungsi sebagai wadah penampung. Archie menerima kiriman karya musisi atau kelompok musik etnik Indonesia dalam bentuk suara berformat mp.3. beserta data lengkap identitas pengirimnya. Karya bisa berbentuk sebuah lagu, album, atau kompilasi. Setelah lagu itu dipastikan benar karya pengirim, Archie mengunggahnya di net label. Seluruh proses itu gratis."Kalau ada pengunduh yang mau memakainya untuk komersil, tetap harus seizin pemilik karya," katanya. Karena itu, kiriman lagu harus disertai informasi yang jelas hingga nomor kontak orang yang bisa dihubungi. Data lengkap itu juga untuk memudahkan interaksi antarmusisi etnik di Indonesia. "Kalau ada yang butuh pemain suling lagu Sunda atau karinding, misalnya, jadi gampang dia nanti ngontaknya," ujar mahasiswa teknik informatika angkatan 2008 itu.Namun sejumlah musisi atau kelompok musik etnik yang diajaknya masih ada yang ragu atau enggan. Alasannya, karena lagunya bakal diunduh gratis oleh siapa pun. "Keuntungan uangnya memang tidak ada dari pengunduhan lagu sebab semua gratis," katanya.Namun orang di seluruh penjuru dunia jadi bisa mengenal musik etnik Indonesia sekaligus para musisinya, sehingga terbuka peluang kerja sama bermusik atau berpentas. Archie mengatakan sosialisasi dan edukasi manfaat net label ini menjadi tantangan berat. Apalagi proyek idealis dan gratis tersebut baru bisa dijalankannya sendiri. Walau begitu, dua kelompok musik etnik asal Bandung dan Malang, Artmoschestra Digital Ethnic, telah bergabung. Album berjudul album Nagara Kretagama United Jilid I berjumlah tujuh lagu sudah bisa diunduh gratis. Pembuat album itu, Redy Eko Prastyo, mengaku tak rugi.“Saya ingin berbagi ke siapa saja,” katanya. Sebelumnya, ia membuat album itu dalam bentuk cakram padat sebanyak 2.000 keping. Peredarannya pada kalangan terbatas, seperti komunitas musisi etnik dan eksperimental. Sejak diunggah gratis, rekan pemain musik sejenis dari Indonesia dan Inggris, Jerman, serta Amerika menyatakan tertarik dan menanyakan album berikutnya yang segera ia luncurkan. Selain itu, musiknya juga diminati para pembuat film independen dan makin diminta berpentas di sejumlah kota. “Efektif juga buat promosi musik saya,” ujarnya.(ANWAR SISWADI)
RIM Berencana Gandeng ITB untuk Pengembangan Teknologi Komunikasi Bergerak

Kepala Lembaga Inovasi dan Kewirausahaan ITB, Suhono Harso Supangkat menjelaskan, saat ini pihak RIM tengah menjajaki kerja sama dengan ITB dalam penelitian teknologi mobile communication.
"Ini awal kerja sama, namun tetap perlu ada hal-hal yang akan dibicarakan lebih lanjut. Saat ini masih dalam tahap letter of intent," ujar Suhono dalam acara Forum Sosialisasi Komunikasi Ekspor Impor, ITB, Bandung, Sabtu (3/3).
Suhono menambahkan, pihak ITB akan segera bertemu pihak RIM untuk membicarakan detilnya. Perjanjian kerja sama, tambah Suhono, baru akan dipastikan April mendatang," ujarnya.
Suhono merinci, salah satu kompensasi dari bentuk kerja sama yang dijalin dengan RIM adalah pemberian beasiswa penelitian dalam bidang teknologi mobile communication bagi mahasiswa S-2 dan S-3 ITB.
"Intinya memang pada pengembangan teknologi mobile communication. Nanti bisa jadi akan dibangun Blackberry Innovation Center di ITB atau Indonesia," tambahnya.
• REPUBLIKA.CO.ID
Posted in: ITB,Teknologi Informasi
Produsen BlackBerry Siapkan Rp 45 Miliar untuk ITB
dokumentasi Stratcom - dari kiri ke kanan : Andreas Thamrin (Direktur Operasional Global Teleshop), Rohilesh Singh (Country Director RIM untuk Indonesia), Jim Balsillie (Co-CEO RIM), dan Gregory Wade (Regional Managing Director RIM untuk Asia Timur) dalam pembukaan Toko Gaya Hidup BlackBerry di Mall Kelapa Gading 3, Jakarta, Rabu (16/11/2011)
BANDUNG, KOMPAS.com - Research in Motion (RIM) akan menyediakan dana sebesar 5 juta dollar (sekitar Rp 45 miliar) dan siap bekerja sama mengembangkan teknologi aplikasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
RIM tak sungkan menggelontorkan dana tersebut karena ITB dinilai memiliki sumber daya manusia yang mumpuni.
Menteri Perekonomian Hatta Rasaja memaparkan, dana itu akan dicairkan secara bertahap. Saat ini RIM baru menyediakan dana untuk pengembangan aplikasi, joint riset.
"Saya harapkan nanti ada teknopart yang dikembangkan di sini (ITB). Sehingga awal dari Bandung Techno Innovation Center bisa benar-benar diwujudkan," harap Hatta usai penyerahan "Letter of Intent" di Aula Timur Kampus ITB, Sabtu (3/3/2012).
Penyerahan Letter of Intent itu dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT RIM Indonesia, Andy Cobham kepada Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa, disaksikan langsung Duta Besar Kanada, Clugston dan Vice Rector for Research and Innovation ITB, Wawan Gunawan.
Hatta melihat, kerja sama dengan RIM adalah awal yang baik. Apalagi Indonesia memerlukan untuk pengembangan teknologi aplikasi dalam Information Communication Technology atau ICT yang terus berkembang.
"Kolaborasi ini bisa dijadikan "Center of ICT". Sumber daya manusia di ITB cukup mumpuni untuk mengembangkan program-program aplikasi produk ICT. Sehingga Bandung bisa menjadi basis pengembangan technopreneur. Indonesia harus punya. Jadi ini awal yang bagus," ujarnya.
Dia juga berharap dengan penyediaan dana dari RIM bisa mendorong mahasiswa untuk mendirikan usaha pemula di bidang teknologi. Hatta menilai mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan tersebut dan hanya membutuhkan kolaborasi.
Pada sambutannya, Direktur Utama PT RIM Indonesia, Andy Cobham berujar, produsen BlackBerry itu menyediakan dana untuk pengembangan program akademisi selama lima tahun. RIM memberikan dana sebesar itu karena mobile aplikasi di Indonesia sangat mendukung. (Agung Yulianto/TribunNews)
• KOMPAS.com
Posted in: Aplikasi,ITB,Seluler
Bandung Tuan Rumah Kontes Robot Nasional

ITB yang menjadi tuan rumah wilayah regional 2, akan menggelar lomba Kontes Robot Indonesia 2012 (KRI-2012) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2012. Kontes Robot Indonesia 2012 kali ini bertema "Grebeg Berkah Kedamaian dan Kesejahteraan".
"Sebanyak 67 tim yang berasal dari 29 universitas di Indonesia akan memperlihatkan kecerdasannya dalam kontes robot ini," ujar Kusprasapta Mutijarsa sebagai Ketua Pelaksana Kontes Robot KRI KRCI tingkat regional Wilayah II 2012 di gedung rektorat ITB, Rabu 16 Mei 2012.
Kusprasapta mengatakan bahwa kontes yang sudah diselenggarakan sejak 1994 ini, akan mempertandingkan empat kategori robot cerdas. Robot pemadam api beroda dan berkaki serta kategori robot soccer berkaki akan meramaikan pentas kontes robot ini.
"Indonesia telah beberapa kali mengadakan Kontes Robot Indonesia," ungkap Kusprasapta dalam pernyataan tertulis Rabu, 16 Mei 2012.
Kegiatan lomba sendiri akan diselenggarakan secara bertahap dimulai dengan diadakannya kontes Regional di 5 (lima) wilayah yakni Medan, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar. Lomba ini mengambil lokasi kegiatan di STMIK Potensi Utama Medan, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Institut Teknologi 10 November Surabaya, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang.
"Nantinya para pemenang dari masing-masing Regional tersebut akan diikutsertakan dalam Kontes Nasional KRI-2012 yang akan diselenggarakan tanggal 29-30 Juni hingga 1 Juli 2012 mendatang di kota Bandung," urai Kusprasapta.
Pemenang dalam kontes di Indonesia akan diikutsertakan pada kontes robot tingkat Internasional ABU Robocon di Hong Kong. (ren)
• VIVAnews
Posted in: ITB,Robot
ITB Bikin 4 Robot Baru

TEMPO.CO, Bandung -Institut Teknologi Bandung akan menurunkan empat tim untuk meraih juara pada seleksi Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia 2012. Seleksi regional II KRI dan KRCI kali ini akan digelar di kampus ITB Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu 26 Mei 2012.
Empat tim tersebut akan bertanding di empat kategori, yaitu Kontes Robot Indonesia, robot beroda dan robot berkaki pemadam api di Kontes Robot Cerdas Indonesia, serta tim Robo Soccer atau robot pemain sepak bola.
Semuanya merupakan robot baru. Robot berkaki veteran juara KRCI nasional 2011 dan Trinity College, Amerika Serikat 2012, seperti Yaqut, dipensiunkan. "Kita sedang siapkan robot pengganti generasi baru," kata anggota tim Imanudin Yahya, Rabu 16 Mei 2012.
Robot beroda juga dibuat baru. Harganya mencapai Rp 10 juta. Robot berwarna merah beroda tiga itu sudah dites di arena lomba buatan sendiri yang berbentuk labirin. "Tanpa halangan, kecepatannya bisa 23 detik," ujar Haris, anggota tim robot Zarfan ITB.
Robot baru lainnya hasil rakitan buatan Korea untuk robot humanoid (seperti manusia). Tiga robot dalam tim itu akan bergerak otomatis sebagai pemain sepak bola yang terdiri dari kiper, pemain belakang, dan penyerang. "Tadinya mau bikin kerangka robotnya sendiri, bukan beli jadi, tapi waktu dan dananya enggak cukup," kata anggota tim robot Technische Hogeschool, Ahmad Ishtar Terra.
Menurut Ketua Panitia Seleksi Kontes Robot Regional II Bandung, Kusprasapta Mutijarsa alias Soni, seleksi akan diikuti 67 tim robot. Mereka berasal dari perguruan tinggi di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat. Tiga pemenang dari tiap kategori lomba berhak berlaga di tingkat nasional. Final itu akan berlangsung di gedung Sasana Budaya Ganesha ITB pada 30 Juni-1 Juli 2012. [ANWAR SISWADI]
• TEMPO.CO
Posted in: ITB,Robot
RIM gandeng ITB bangun pusat inovasi

Bandung (ANTARA News) - "Research In Motion:RIM" dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menandatangani nota kesepahaman kerjasama pembangunan "RIM Inovation Center" yang bertujuan mengembangkan keahlian wirausaha kaum muda dalam bidang aplikasi ponsel pintar.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangi oleh Rektor ITB Akhmaloka dan Presiden Direktur RIM Indonesia Andy Cobham di Gedung Rektorat ITB, di Bandung, Selasa.
Vice President Sales and Distribution RIM Asia Timur Hastings Singh mengatakan, kerjasama tersebut dilandasi oleh niat produsen ponsel pintar merk Blackberry itu untuk berkontribusi pada pendidikan kaum muda Indonesia yang merupakan salah satu pasar terbesar Blackberry di dunia.
"Blackberry menjadi begitu populer di Indonesia yang menjadi salah satu pasar utama kami tidak hanya di Asia tetapi juga pada tingkat global. Sejak 18 bulan lalu kami memikirkan bagaimana cara untuk membalas sambutan yang sangat baik terhadap Blackberry di Indonesia dan akhirnya kami memilih suatu program untuk pengembangan pendidikan kaum muda," tuturnya.
RIM Innovation Center yang akan berlokasi di ITB memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk mengasah kemampuan wirausaha di bidang teknologi informasi.
Pusat inovasi itu juga berperan sebagai inkubator bisnis bagi mahasiswa untuk belajar memulai usaha di bidang teknologi informasi. Selain itu, RIM juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa serta kegiatan penelitan dan pengembangan dalam bidang teknologi informasi.(D013)
• ANTARA News
Posted in: Aplikasi,ITB
''Perang'' Robot di Kampus ITB
TEMPO.CO , Jakarta - Ratusan peserta Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia 2012 siap ujuk aksi dalam seleksi tingkat regional II di Gedung Serba Guna Kampus Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Kamis, 24 Mei 2012. Mereka akan berebut gelar robot juara kontes nasional pada 30 Juni-1 Juli 2012.
Peserta merupakan tim mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat. Mereka mendaftar ulang dan memeriksa penginapan. Panitia menyiapkan tempat di gedung Diklat LAN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Jumat pekan ini seluruh tim menyiapkan robot, juga penimbangan.
Ketua pelaksana kontes, Kusprasapta Mutijarsa, mengatakan total ada 67 tim peserta seleksi regional II ini. Sebuah tim maksimal berjumlah 2-3 orang. Sebanyak 14 tim berlaga di Kontes Robot Indonesia, 26 tim Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) pemadam api beroda, dan 19 tim KRCI pemadam api berkaki. Kategori baru juga muncul, yaitu RoboSoccer Humanoid League, atau robot pemain sepakbola akan diikuti oleh 8 tim.
Setiap kategori mengacu pada kontes yang kelak diikuti tim juara nasional. Kontes Robot Indonesia dipersiapkan untuk kontes robot tingkat Internasional Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU). Robocon 2012 itu akan berlangsung di Hong Kong, 19 Agustus 2012.
“Tema KRI 2012 adalah Grebeg Berkah Kedamaian dan Kesejahteraan, menyesuaikan tema ABU Robocon, yaitu Pen On Dai Gat,” kata Kusprasapta. Robot-robot seperti mobil bercapit yang dikendarai peserta nantinya beradu cepat memindahkan benda dari rak kerucut ke keranjang.
Proyeksi juara Kontes Robot Cerdas Indonesia masih ke Trinity College Fire-Fighting Home Robot Contest TCFFHRC, di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat 2013. Adapun juara divisi RoboSoccer Humanoid League akan tampil di kompetisi RoboCup 2013.[ANWAR SISWADI]
• TEMPO.CO
Posted in: ITB,Robot
Tim Mobile Health ITB ke Final Kejuaraan Dunia

TEMPO.CO , Jakarta- Tim Institut Teknologi Bandung menjadi salah satu finalis di kompetisi University Mobile Health Challenge, yang diselenggarakan oleh The Berkeley Mobile International Collaborative (BMIC).
Tim asal Bandung ini terdiri dari Arga Ariadarma, Royana Afwani, Raidah Hanifah, Berlian al-Kindhi, dan Astri Maria dengan pembimbing Prof. Suhono Harso Supangkat.
Mereka membuat aplikasi layanan bergerak bernama “Maternal and Neonatal MobiTile Services”. Aplikasi ini akan dipresentasikan di babak final yang akan diselenggarakan di Cape Town, Afrika Selatan, pada 28-30 Mei 2012.
Maternal and Neonatal Mobile Services adalah sebuah sistem pelayanan kesehatan berbasis mobile yang dapat membantu ibu dan petugas kesehatan dalam pengelolaan periode maternal (kehamilan) dan neonatal (kelahiran bayi).
Sistem ini merupakan sistem e-health yang dapat digunakan oleh petugas kesehatan dalam merekam dan mengelola data medis pasien ibu hamil sampai melahirkan, juga data bayi sampai sebelum balita.
Selain petugas kesehatan, sistem ini dapat digunakan oleh para ibu sebagai pencatat digital riwayat medis ibu hamil dan bayinya, sebagai reminder hal-hal penting seperti konsultasi ulang dan imunisasi.
Berikut ini adalah 10 finalis yang terpilih dan akan mempresentasikan karyanya di Cape Town, Afrika Selatan, pada 29 Mei 2012.
1. Bandung Institutes of Technology, Indonesia
2. Jordan University, Jordan
3. Massachusetts Institute of Technology and Federal University of Rio Grande do Norte, AS and Brazil
4. Notre Dame University, Lebanon Pace University, AS
5. University of British Columbia, Canada
6. UC Berkeley, AS; UC San Francisco, AS
7. Universite de Thies, Senegal
8. University of Oxford, Team BabeeMon, United Kingdom
9. University of Pennsylvania, AS
10. USF, AS
Posted in: ITB,Mobil
Empat Universitas Perbarui Teknologi Mobil Listrik

PURWKERTO--MICOM : Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menegristek) Gusti Muhammad Hatta menyatakan mobil listrik yang diusung menjadi mobil nasional sangat dibutuhkan karena bisa menjadi solusi terhadap permasalahan krisis energi yang dihadapi Indonesia.
"Saya, selaku Menteri Negara Riset dan Teknologi selalu mengimbau agar produk yang dibuat anak bangsa harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," kata Gusti dalam pers rilis, Sabtu (26/5).
Selain menjadi solusi, kata dia, mobil listrik karya anak bangsa dari empat perguruan tinggi juga dinyatakan sebagai mobil yang ramah lingkungan.
Ia mengatakan, mobil listrik juga sangat dibutuhkan karena sangat efektif dan efisien menggantikan mobil yang berbahan bakar fosil (BBM) yang semakin hari semakin berkurang.
"Oleh karena itu, kenapa mobil listrik ini sangat dibutuhkan? Karena bisa menjadi solusi terhadap krisis energi, ramah lingkungan, dan efisien. Semoga dengan adanya dukungan dari Presiden mobil ini cepat terealisasi," kata Menegristek.
![]() |
| Marmut LIPI terlupakan |
Menurut dia, produksi massal mobil bertenaga listrik tersebut akan disusun bersama pakar mobil listrik dari empat perguruan tinggi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kementerian Riset dan Teknologi juga akan mengadakan penelitian yang komprehensif agar mobil listrik tersebut siap digunakan, termasuk bagaimana memroduksi baterai dan infrastruktur pengisian listrik yang mesti tersedia dengan baik.
"Infrastruktur stasiun isi ulang baterai harus dibuat. Kalau tidak, bagaimana mobil bisa jalan jauh," kata Gusti. (Ant/OL-9)
• MediaIndonesia
Posted in: ITB,ITS,Mobil,UGM,UI
UI, ITB, UGM Kampus Favorit di Asia
ITB peringkat 83 dari 100 besar kampus terfavorit di dunia.

VIVAnews - Kiprah perguruan tinggi di dunia maya kembali diperbarui oleh 4 International Colleges and Universities (www.4icu.org), yang dikenal dengan World Universities Web Ranking.
Sebanyak 11 ribu perguruan tinggi dari 200 negara dinilai berdasarkan tiga kriteria, yaitu Google Pagerank, Alexa Traffic Rank, dan Majestic SEO yang menggantikan Yahoo Site Explorer mulai edisi Januari 2012. Hasil pemeringkatan dirilis setiap semester, yaitu pada Januari dan Juli.
Berdasarkan data terbaru yang dikutip pada Kamis 19 Juli 2012, tercatat tiga universitas Indonesia masuk dalam daftar universitas terpopuler di Asia. Tiga universitas itu adalah Intitut Teknologi Bandung yang menduduki peringkat ke-13, Universitas Indonesia peringkat 37, dan Universitas Gadjah Mada peringkat 69.
Bahkan ITB masuk dalam 100 besar kampus terfavorit di dunia. ITB menduduki peringkat ke-83 dunia.
Dari 10 besar universitas terfavorit di Indonesia, 9 di antaranya ditempati perguruan tinggi negeri. Universitas Gunadarma menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang masuk 10 besar kampus terfavorit.
Peringkat perguruan tinggi di Indonesia yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gunadarma, Universitas Airlangga, Universita Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Pendidikan Indonesia.
Sedangkan dari 100 universitas di Asia, universitas asal Jepang menduduki peringkat pertama yakni Keio University. Disusul berturut-turut Peking University (China), Shanghai Jiao Tong University (China), National University of Singapore, Fudan University (China), Zhejiang University (China), Wuhan University (China), Nanjing University (China), Xi'an Jiaotong University (China), The University of Tokyo Japan (Jepang).
Sedangkan peringkat 10 besar dunia, Amerika Serikat menempatkan 9 universitasnya dalam peringkat tertinggi. 9 Universitas adalah Massachusetts Institute of Technology, Stanford Univeristy, Harvard University, University of California, Barkeley, The University of Texas at Austin, Cornell University, University of Michigan, University of Pennsylvania, University of Washington. (umi)
© VIVA.co.id
Posted in: ITB,UGM,UI
Mobil Balap ITB Lolos ke Jepang
Bandung — Tim Mushika, pembuat mobil balap dari ITB berhasil lolos seleksi untuk mengikuti Student Formula yang diadakan Japan Society of Automotive Engineers. Adu rancang mobil formula kecil dan balapan itu akan digelar 3-7 September 2012 di Shizuoka, Jepang. Satu mobil balap lagi yang lolos seleksi pertama itu buatan tim mahasiswa UGM.
Menurut Ketua Departemen Teknis Tim Mushika, Andreas, setiap tim yang sudah dinyatakan lolos oleh panitia FSAE Jepang dapat mengikuti semua kategori lomba. »Mushika masuk dalam 76 tim yang lolos di kompetisi otomotif internasional,” ujarnya, Jumat, 3 Agustus 2012.
Kompetisi ini melombakan dua kategori, yaitu static event dan dynamic event. Static event di hari pertama, meliputi inspeksi teknis panitia dengan cara menguji kemampuan rem, kebocoran sistem mobil, dan keamanan kendaraan. Kemudian ada lomba paparan rancangan mobil yang layak jual dengan segementasi pasar anak-anak muda yang gemar balapan. Lainnya ada lomba paparan desain teknik mobil, serta hitungan biaya pembuatan mobil dengan proses manufaktur yang paling efektif dan efisien.
Adapun dynamic event di antaranya meliputi tes kecepatan mobil dengan jarak tempuh lintasan lurus sepanjang 75 meter, serta uji kemampuan mobil saat belokan konstan. Skidpad test itu juga menilai steering, supension system, dan grip ban. »Jenis perlombaan ini salah satu target kami untuk menang,” kata Andreas.
Di ajang tahunan, yang sudah ke-10 kalinya ini, tim yang beranggotakan 35 mahasiswa ITB dari berbagai jurusan tersebut mengincar sejumlah medali. Sebagai tim pendatang baru, mereka juga berambisi meraih kategori khusus untuk prestasi terbaik tim pendatang baru, yaitu medali Best Rookie.
Mushika atau tikus besar kendaraan Dewa Ganesa, dipakai sebagai nama mobil balap berkapasitas mesin 600 cc itu. Panjang mobil hampir 2 meter, lebar 120 sentimeter, dan berbobot 220 kilogram.
Panitia mengadakan lomba ini untuk mendapatkan rancangan dan bentuk mobil balap terbaik dari karya mahasiswa guna diproduksi masal bagi kalangan penggemar olahraga balap mobil. Selain itu, mereka ingin menambah sumber daya manusia di industri mobil agar semakin andal dan banyak.
€«TEMPO.CO»
Posted in: ITB,Mobil
Gubernur Jawa Barat Pesan Seribu Traktor ke ITB
Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan memiliki program untuk membagikan traktor kepada petani.
"Traktor ini diperlukan untuk mengantisipasi krisis," kata Ahmad di Bandung, Senin 27 Agustus 2012.
Dua krisis yang dimaksud Ahmad, adalah krisis air dan pangan. "Jadi krisi terbesar bukanlah energi," ujarnya. Krisis pangan dan air, menurut dia, lebih berbahaya karena bisa mengakibatkan kematian.
Oleh karenanya, lanjut Ahmad, pemerintah propinsi dalam dua tahun ini memesan sebanyak 1.500 unit traktor. Dari jumlah itu, 1250 traktor diantaranya telah dibagikan kepada petani untuk menggarap sawah.
Tahun depan, ia menyatakan akan memesan traktor buatan lokal jika Institut Teknologi Bandung (ITB) sanggup membuatnya. "Saya harap mesinnya sudah bisa dibuat sendiri oleh ITB," ujarnya.
Rektur ITB, Akhmaloka mengatakan kampus yang dipimpinnya hanya akan membuat model traktor. Pada tahap awal, mesinnya berasal dari impor.
Untuk pembuatan dan perakitannya, kata dia, perlu kerjasama dengan industri. "ITB bisa saja membuat perusahaan otomotif, tapi sekarang belum ke arah situ," kata Akhmaloka. "Kami membuat model saja dulu."
Sejauh ini, kata Akhmaloka, belum dibicarakan masalah dana pembuatan model traktor pesanan Gubernur Jawa Barat itu.
( Tempo.Co )
Posted in: ITB
Tricopter Helikopter Tanpa Awak Rancangan Mahasiswa ITB

Mahasiswa teknik penerbangan ITB melakukan pengecekan kondisi hasil rakitan heli tanpa awak Tricopter bersistem kamera pengintai, pada Indonesian Aerial Robot Contest (IARC) 2012, Bandung, Jabar, Minggu (16/9). IARC merupakan kompetisi robot pesawat tanpa awak se-Indonesia guna meningkatkan penguasaan teknologi penerbangan dirgantara Indonesia dan mengurangi resiko human error ketika misi pengintaian tempur, rescue dan bencana alam. (Foto: ANTARA/Fahrul Jayadiputra/pd/12)

( Media Indonesia)
Posted in: ITB,UAV
Mahasiswa ITB Ciptakan Angklung Robot
Angklung ini bisa dikendalikan melalui smartphone Android.
| Angklung, alat musik khas Sunda |
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung membuat angklung yang bisa dimainkan robot. Instrumen tradisional itu pun bisa terhubung dengan piano, komputer, juga smartphone berbasis Android.
Angklung robot ini adalah buatan Alvin Nurhadi dan teman-temannya yang berasal dari jurusan Teknik Fisika ITB. "Untuk angklung dengan jangkauan nada 1,5 oktaf kami menjual sekitar Rp5 Juta rupiah," ujar Alvin kepada VIVAnews ketika mengikuti acara Olimpiade Robotik Indonesia 2012 di gedung Smesco, Jakarta, Sabtu 8 September 2012.
Alvin menjelaskan, ada empat cara untuk memainkan angklung ini. Pertama dengan menggunakan sensor gerak. Dengan menggunakan sensor ini, operator tinggal membentuk beberapa tanda dengan jari tangan yang ada. Kemudian, sensor akan berfungsi dan menggetarkan angklung yang sesuai dengan tangga nada yang dimaksud.
Selain dengan sensor gerak angklung robot ini juga bisa dikendalikan melalui komputer dan smartphone berbasis android. Kendali ini menggunakan program klungbot yang juga diciptakan Alvin.
Selain itu, penggunaan angklung ini juga bisa menggunakan piano. Asalkan, menurut Alvin, piano tersebut bisa membaca format MIDI yang digunakan oleh angklung robot ini.
Untuk menciptakan angklung ini, Alvin dan timnya membutuhkan waktu hingga dua tahun. "Secara keseluruhan ada lima versi dari mulai yang paling awal dan masih menggunakan lego sampai akhirnya menggunakan aluminium," katanya.
Saat ini Alvin dan timnya memang baru membawa robot angklung ini dengan nada 1,5 oktaf. Namun, Alvin meyakinkan pihaknya mampu untuk membuat angklung dengan jarak nada sampai dengan 4 oktaf.
© VIVA.co.I'd
Posted in: ITB,Robot
RIM dan ITB Resmikan BlackBerry Innovation Center
Bandung - Research in Motion (RIM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi membuka BlackBerry Innovation Center di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Bandung, Kamis (4/10/2012).
Peresmian dilakukan Vice President and Managing Director, South Asia RIM, Hastings Sings, Rektor ITB Akhmaloka, Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB Suhono H Supangkat, dan Dirjen Aplikasi dan Telematika Kominfo Aswin Sasongko.
BlackBerry Innovation Center merupakan hasil kerja sama ITB dengan perusahaan smartphone asal Kanada itu. Program ini terbuka bagi mahasiswa ITB sehingga mereka bisa mengikuti program pendidikan dan riset yang fokus pada pengembangan aplikasi mobile yang ada di BlackBerry Innovation Center.
Hastings mengatakan, BlackBerry Innovation Center bertujuan untuk mempercepat industri komputasi mobile di Indonesia dengan memberikan pendidikan dan pengalaman yang dibutuhkan mahasiswa untuk mendapat pekerjaan dan membangun bisnis di sektor ini.
"RIM terus berkomitmen untuk membangun BlackBerry Innovation Center, untuk menumbuhkan dan mempercepat perkembangan aplikasi mobile dari para mahasiswa berbakat di Indonesia. Acara ini menandai keberhasilan kolaborasi pemerintah, ITB, dan RIM," kata Hastings, dalam sambutan peresmian BlackBerry Innovation Center di ITB, hari ini.
Lanjutnya, BlackBerry Innovation Center di ITB menawarkan berbagai dukungan, keahlian teknis, dan pengalaman praktis yang memungkinkan mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan di bidang komputing mobile.
Sebagai bagian dari kerja sama antara RIM dan ITB, mahasiswa ITB juga mendapat beasiswa untuk riset. Dalam tiap tahunnya untuk lima tahun ke depan, ada 30 mahasiswa yang akan diberi beasiswa riset dengan topik komputasi mobile.
Tahun ini, RIM telah memberikan 16 beasiswa untuk mahasiswa tingkat master (S2) dan sebanyak 14 mahasiswa pascasarjana.
Mahasiswa penerima beasiswa juga akan memperoleh uang kuliah, uang saku penelitian selama masa studi mereka di BlackBerry Innovation Center.
Selain itu, mahasiswa juga menerima pelatihan mendalam pengembangan aplikasi BlackBerry, dan mempersiapkan mereka untuk melakukan sebuah proyek penelitian berjangka waktu satu sampai tiga tahun.
Sementara Suhono H Supangkat menambahkan, para mahasiswa yang mengikuti program BlackBerry Innovation Center dipilih melalui proses wawancara dan evaluasi.
Dia berharap, kerja sama tersebut diharapkan bisa segera terwujud manfaatnya, khususnya bagi ITB.
"Mahasiswa ITB cukup antusias dengan adanya program BlackBerry Innovation Center. Lewat program tersebut, mahasiswa bisa mengalami banyak aplikasi smarphone BB hingga terdorong terus untuk berkreasi," paparnya.
Dia juga berharap BlackBerry Innovation Center dapat menghasilkan wirausahawan di bidang industri komputing mobile di Indonesia.(amr)
@ Okezone
Posted in: Gadget,ITB
Alumni ITB Jadi Master Memory Tingkat Dunia
Yudi Lesmana, alumni ITB yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Master Memory.
"Kemampuan ini cukup membantu di bidang akademik".
Jakarta � Alumni mahasiswa Teknik Pertambangan ITB, Yudi Lesmana, membawa harum nama Indonesia dalam ajang World Memory Championship (WMC) 2012 di London tengah Desember lalu.
Yudi merebut peringkat ke-12, sebuah peningkatan pesat dibanding dengan keikutsertaannya di WMC 2003 yang meraih peringkat 20.
Ajang ini adalah sebuah kompetisi yang mengadu kemampuan daya ingat. Pemenangnya didapuk sebagai “International Grand Master of Memory”.
Pria kelahiran 24 tahun ini rupanya telah mengasah kemampuan daya ingatnya sejak usia 14 tahun dengan mengikuti program kursus daya ingat asal Malaysia. Meski tujuan awal mengikuti kursus yakni agar mudah mengingat pelajaran, ternyata justru membawanya jauh ke tangga prestasi.
Tahun 2002, Yudi pernah menorehkan rekornya dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai "Pria Indonesia Pertama dan Termuda mampu mengingat 880 digit angka dalam waktu 1 jam" dan "Pria Indonesia Pertama dan Termuda mampu mengingat 11 deck kartu remi dalam 1 jam".
Sedangkan puncak kemampuan mengingatnya ditandai dengan Gelar Grand Master of Memory, sebuah gelar yang cukup prestisius karena hingga saat ini hanya ada 128 orang di dunia yang menyandangnya. Dalam kompetisi ini peserta diharuskan mengingat minimal 1000 digit angka acak dalam 1 jam. Selain Yudi, hanya ada tiga Grand Master of Memory lainnya yang berasal dari Indonesia.
Ternyata, kemampuan mengingat Yudi terbawa hingga bangku kuliah.
"Kemampuan ini cukup membantu di bidang akademik selama masa perkuliahan karena saya menjadi tidak butuh waktu yang lama untuk belajar. Sehingga, saya masih punya banyak waktu untuk berkegiatan lain di kampus," ungkapnya.
Di kampus pun Yudi sempat aktif dalam organisasi sebagai staf Kementerian Sosial-Politik Keluarga Mahasiswa ITB. Selain itu, ia juga sempat menjadi Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB. Kin, Yudi bekerja sebagai mining engineer di PT Kaltim Prima Coal, Bumiresources group, Kalimantan Timur.
Yudi berharap dapat mengembangkan Memory Sport di Indonesia. Ia berikeinginan membangun badan memory sport national sebagai penyelenggara kompetisi memory sport nasional.
"Saya mengharapkan kerja sama dari pihak-pihak yang berkeinginan memajukan memory sport di Indonesia sehingga teknik-teknik dasar memori ini dapat diaplikasikan secara luas pada pendidikan di sekolah-sekolah, para profesional di bidangnya masing-masing dan orang awam," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kemampuan memori, ia berpendapat bahwa memori merupakan sebuah keahlian. "Memori itu merupakan sebuah keahlian, sama seperti keahlian lainnya yang jika dipelajari dan dilatih akan menjadi sesuatu yang hebat."
"Terus kembangkan potensi yang ada pada dirimu masing-masing. Jangan sampai aktivitas rutin mematikan potensimu," pesan Yudi.
• Berita Satu

Posted in: ITB
KPK Gandeng ITB Telusuri Harga Komponen Simulator SIM?
Kasus Simulator SIM
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi proyek pengadaan driving R2 (roda dua) simulator SIM.
Dikabarkan, lembaga superbody tersebut menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) guna mengetahui komponen apa saja serta harga komponen itu dalam driving R2 Simulator SIM, buatan Sukotjo S Bambang.
Hal itu dipertegas oleh langkah penyidik KPK, dalam melakukan pemeriksaan terhadap Bambang hari ini. Erick Samuel Paat, pengacara Bambang mengungkap, kliennya akan dibawa ke ITB guna menjalani pemeriksaan.
"Pak Sukotjo dibawa dari Rutan Kebonwaru Bandung dan diperiksa di ITB untuk memberikan keterangan sehubungan dengan kasus simulator kepada KPK," kata Erick kepada Tribun, Senin (5/11/2012).
Erick menyatakan akan mendampingi pemeriksaan kliennya itu. Dia mengaku belum tahu materi pemeriksaan yang akan ditanyakan.
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Johan Budi belum memberikan respon terhadap informasi penggandengan ITB tersebut. Begitu juga dengan lima orang Pimpinan KPK, yang berkali-kali dihubungi Tibun ke nomor telepon pribadinya.
Sebelumnya diketahui, Sukotjo sudah pernah diperiksa Polri di tahanannya. Namun, saat itu ia tak didampingi oleh Erick. Setelah kasus ini dilimpahkan Polri ke KPK, Erick menyebut kliennya sangat senang. Mengingat, sebelumnya Sukotjo dijadikan tersangka untuk kasus yang sama di kepolisian.
Saat ini Sukotjo tengah menjalani masa pidananya di Lapas Kebonwaru, Bandung terkait kasus penipuan.
Dalam kasus korupsi proyek simulator SIM, Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) tersebut menjadi salah satu saksi kunci yang mengetahui dugaan suap terhadap sejumlah pejabat Polri di Korps Lalu Lintas.
© Tribunnews
Posted in: ITB
Lemsaneg gandeng ITB antisipasi cyber crime
Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) menggandeng Insititut Teknologi Bandung (ITB) guna menjamin keamanan informasi milik negara. Hal itu tertuang dalam penandatanganan MoU yang dilakukan di Gedung Rektorat ITB, Bandung, Rabu (7/11).
Lembaga non kementrian ini menggandeng kampus teknik pertama di Indonesia sebagai langkah nyata melalui pembentukan kemitraan strategis dengan institusi pendidikan nasional. Kerja sama dilakukan untuk lima tahun kedepan.
"Disadari atau tidak ITB adalah kampus terbaik saat ini, dan memiliki jebolan-jebolan yang sungguh luar biasa," kata Kepala Lemsaneg Djoko Setiadi dalam jumpa pers di Gedung Rektorat ITB, Rabu (7/11).
ITB juga kata dia merupakan salah satu pusat keunggulan teknologi terbaik di Indonesia khususnya dalam bidang penelitian dan rekayasa tekonologi di bidang cyber security.
Diharapkannya, dengan adanya kerja sama antara lembaga Sandi Negara dan ITB dapat meningkatkan kapabilitias dan kompetensi sumber daya manusia persandian nasional. Ini untuk mewujudkan kemandirian dan menjamin keamanan informasi nasional.
"Saya sangat berharap ITB bisa bersinergi bisa mengatasi kejahatan. Di dunia cyber ini ada, dan sewaktu-waktu bisa mengancam. Kami siap mencari solusi," ujarnya.
Setelah adanya penandatangan ini menurut Djoko, pembangunan kapabilitas cyber security khususnya pengembangan kapasitas SDM melalui pendidikan pasca sarjana di bidang keamanan informasi.
Kerja sama teknis lain yang segera dilakukan adalah IT Security Assesment melalui pembentukan tim yang akan melakukan penilaian terhadap keamanan aset informasi strategis negara yang sering jadi ancaman.
Selain itu, sebagai upaya memperkuat keamanan nasional akan dilakukan kerja sama dalam hal pembuatan algoritma kriptografi nasional yang salah satunya akan digunakan sebagai Public Key Infrastruktur dalam infrastruktur National Goverment Root Certificate Authority (CA).
Sementara itu, Rektor ITB Akhmaloka menyambut baik upaya Lemsaneg yang ingin bekerja sama dengan ITB. Menurutnya kerja sama dan komunikasi sejauh ini memang sudah terjalin. Tapi dengan adanya kesepahaman ini bahwa, cyber securty harus ditangani secara bersama.
"Kami udah lama (kerja sama), tapi ini resminya. Peran kami adalah untuk mengembangkan keilmuan di matematika," ungkapnya.(mdk/bal)
© Merdeka
Posted in: Cyber,ITB
Mahasiswa ITB Juara Dunia Kompetisi Informatika
Salah satu tim robot melakukan persiapan pada Kontes Robot Indonesia KRI KRCI Regional Wilayah II di kampus ITB, Jatinangor, Jawa Barat, (26/5). Tim-tim pemenang berhak maju ke tingkat nasional sebelum berkompetisi di tingkat dunia. TEMPO/Prima Mulia
Bandung - Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung membuktikan diri sebagai yang terbaik di dunia pada ajang IEEExtreme 24-hour Programming Competition 6.0. Tim bernama Dongskar Pedongi itu mengalahkan 1.940 tim mahasiswa dari berbagai negara.
"Kemenangan ini sungguh luar biasa dan sangat mengagetkan kami," kata Dekan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB Suwarno kepada Tempo, Kamis, 29 November 2012.
Tim juara Program Studi Teknik Informatika ITB itu beranggotakan Ronny Kaluge angkatan 2008, Irvan Jahja (2009), dan Chistianto Handojo (2010). "Saya lihat data pesertanya sampai merinding, karena tim berasal dari ratusan negara dan banyak dari universitas top dunia di Amerika, Eropa, dan Asia," ujarnya.
Kompetisi keenam yang digelar selama 24 jam itu melombakan pemrograman antar-universitas di dunia. Penyelenggaranya Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), sebuah asosiasi profesional di bidang kelistrikan, elektronika, dan komputer, yang berbasis di Amerika Serikat. Setiap tim yang terdiri dari tiga orang diuji dengan soal-soal pemrograman dengan sejumlah pilihan bahasa, seperti Java, C, C++, C#, Python, Ruby, dan Perl.
Menurut Christianto, lomba itu berlangsung secara online pada 20 Oktober 2012. Timnya mengambil tempat di kampus ITB. Mereka bergantian mengerjakan soal yang totalnya berjumlah 20 masalah. "Setiap jawaban yang dikirim, hasil dan nilainya langsung diketahui," katanya di kampus ITB, Kamis, 29 November 2012. Hasilnya dan juara diumumkan pada 22 November lalu.
Pemenang keduanya adalah tim Los Desempleados dari Universidad Nacional de Ingenieria dari Lima, Peru dan juara ketiga tim Meeyo dari University of Moratuwa, Sri Lanka. Kedua tim itu mendapat hadiah berupa netbook. Sedangkan tim ITB diberi kesempatan mengikuti konferensi IEEE di mana pun, dan seluruh biayanya ditanggung panitia.
Tempo.Co
Posted in: Awards,ITB
