500 anak ikuti Regional Robot Olympiad 2012
Regional Robot Olympiad 2012 (Foto suarakawan.com)Surabaya (ANTARA News) - Sebanyak 500 anak dari berbagai kota di Jawa Timur mengikuti "Regional Robot Olympiad 2012" di Surabaya pada 3-5 Februari 2012, wujud besarnya minat anak-anak di daerah itu dalam keahlian merakit robot."Setiap tahun para peserta yang mengikuti kegiatan ini selalu meningkat. Apalagi, tahun lalu total pesertanya mencapai 380 anak," kata "Center Manager ROBO Kidz" Area Surabaya Pusat, Yuliana Yenny, ditemui dalam "Regional Robot Olympiad 2012" di West Atrium Grand City, Surabaya, Jumat.Menurut dia, pada agendanya yang memasuki tahun keenam ini pada umumnya para peserta berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, dan Kediri. "Bahkan, ada beberapa peserta lomba yang datang dari Semarang, Solo, dan Bali," ujarnya. Dengan besarnya minat dari para peserta, ia menilai, kondisi tersebut membuktikan bahwa kemampuan merakit dan pemrograman robot kian berkembang di Tanah Air, termasuk di Surabaya. "Selain itu, sejumlah anak yang beruntung memiliki bakat dan mendapatkan dukungan sangat besar dari orang tua mampu mempunyai `softskill` yang makin bertambah," ucapnya. Apalagi, kata dia, selama ini banyak sekolah favorit di sejumlah daerah memiliki ekstra kurikuler merakit dan memprogram robot. "Akibatnya, kini persaingan melakukan hal tersebut semakin ketat," katanya. Ia optimistis, kegiatan yang ideal ditekuni tiap anak sejak usia tiga tahun tersebut dapat membantu mereka untuk belajar membuat robot. Bahkan, membangun wawasan berpikirnya agar tidak menjadi individu yang mudah menyerah dengan segala tantangan hidup. "Kedepan, dengan keahlian tersebut mereka mudah mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi," katanya. Mengenai lomba itu, lanjut dia, memiliki sejumlah kategori seperti "Robot Programming" Tingkat SMP, "Programming" SMA, dan "Prerobotic 4" (Pemrogramman dengan WeDo). Lomba tersebut, salah satunya merakit robot seperti "Ghost Rider". "Sementara, dalam babak penyisihan soal yang kami berikan sama terhadap setiap peserta, tetapi saat final mereka dibebaskan berkreasi. Dari masing-masing kategori diambil enam finalis," ujarnya.(KR-DYT/C004)
• ANTARA News
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Robot
Indonesia dominasi lomba robot di AS
Staf khusus Mendikbud Sukemi kepada ANTARA melalui surat elektronik, Senin, menyatakan bahwa tim robot Indonesia berhasil membawa pulang delapan gelar juara internasional.
Kedelapan gelar meliputi: juara satu dan dua (robot pemadam api divisi beroda/ITTelkom); juara satu, dua, dan tiga (robot pemadam api divisi berkaki/ITTelkom dan ITB); juara satu (RoboWaiter divisi Entry Level/Unikom); serta juara satu dan dua (RoboWaiter divisi Advanced/Unikom).
TCFFHRC 2012 diikuti oleh 130 tim yang bertanding pada berbagai kategori. Selain AS terdapat beberapa negara lain, seperti Portugal, Israel dan China. TCFFHRC adalah kompetisi tahunan robot cerdas pemadam api yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, AS.
Kompetisi yang sudah berlangsung selama 19 tahun itu telah menjadi standar acuan kompetisi robot pemadam api di berbagai sekolah dan perguruan tinggi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Aturan pertandingan pada kompetisi TCFFHRC diadopsi pada kompetisi robot di berbagai negara, mulai tingkat regional hingga nasional. Indonesia juga mengadopsi aturan kompetisi di TCFFHRC pada ajang Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) untuk kategori robot beroda dan kategori robot berkaki.
Ada beberapa divisi pertandingan pada TCFFHRC. Pada divisi Fire-Fighting, robot secara cerdas dan mandiri berusaha mencari api dalam labirin yang menyerupai denah ruangan rumah, kemudian mematikan api itu dan kembali ke posisi semula. Divisi fire-fighting terbagi dua kategori, yaitu divisi robot beroda dan divisi robot berkaki.
Divisi RoboWaiter, robot yang bertugas menjadi pendamping orang tua yang memiliki keterbatasan (disable). Robot ini mampu memindahkan piring dari tempat penyimpanan makanan atau kulkas ke meja makan. Divisi ini dibagi dalam dua kategori, Entry Level dan Advanced.
Tim robot di Indonesia dikirim melalui seleksi nasional dalam Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2011. KRCI di Indonesia merupakan salah satu jenis lomba Kontes Robot Indonesia (KRI) yang terdiri dari tiga jenis lomba yang digelar setiap tahun.
Tiga jenis lomba robot dalam KRI meliputi KRI, KRCI, dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI). KRI merujuk pada ajang internasional di Jepang, KRCI merujuk pada ajang internasional di AS, dan KRSI merupakan ajang robot khas Indonesia.(ANTARA)
• ANTARA News
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Robot
Kompetisi Robot Sekolah Islam Digelar di Malaysia
TEMPO.CO , Jakarta: - Sebuah kompetisi bernama IISRO (International Islamic School Robot Olimpiade) akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 23-27 Mei 2012. Kompetisi berskala dunia ini diprakarsai Komunitas Grup Robot Indonesia. "Ini baru pertama kali diselenggarakan. Isinya orang-orang grup robot," ujar pendiri Komunitas Grup Robot Indonesia, Adiatmo Rahardi, Rabu, 11 April 2012. Adiatmo mengatakan IISRO mengundang para murid setingkat sekolah dasar sampai menengah atas dari sekolah Islam yang terampil membuat robot. Ia berharap kompetisi dapat menjaring bakat-bakat muda ke dalam dunia teknologi robotika. "Banyak sekali bakat yang tidak diketahui publik," ujar Adi, sapaan akrabnya. Rencananya kompetisi ini akan memiliki sembilan kategori. Dalam kategori Indoor Aerial Robot, kata Adi, para peserta harus menerbangkan robot melalui berbagai rintangan. Robot itu terbang dengan menggunakan quadcopter atau empat baling-baling yang dikendalikan dengan remot melalui perangkat berbasis Windows 7, iOS, atau Android via koneksi WiFi. Ia menambahkan khusus tingkat sekolah dasar, peserta diminta membuat enam pesawat origami kertas yang disediakan penyelenggara. Hasil karya peserta akan dinilai dari durasi terbang dan gerakan akrobatik yang berhasil dilakukan dalam lintasan yang telah ditetapkan. Pertandingan tingkat sekolah menengah pertama akan memakai robot terbang yang harus dikendalikan peserta melalui dua tiang rintangan dalam lintasan. Setiap kelompok terdiri dari tiga anggota dan harus mengendalikan robotnya melalui kedua tiang rintangan dengan membentuk angka delapan. Sementara para peserta sekolah menengah atas juga harus mengendalikan robot terbang melalui lintasan yang telah disiapkan. Perbedaannya, ada di jumlah rintangan dalam lintasan, dan penambahan satu gawang berbentuk kotak dan lingkaran. Menurut Adi, kemampuan penerbangan robot dari masing-masing tim dinilai dari tiga sudut. Yakni performa penerbangan robot, modifikasi desain robot, serta kreativitas peserta dalam menciptakan penerbangan robot yang aman. Untuk pendaftaran dan informasi, calon peserta dapat mengunjungi www.iisro.org. "Target kami 200 peserta lebih. Saat ini sudah 53 peserta yang mendaftar," tuturnya.[HERU TRIYONO] • TEMPO.CO
Posted in: Robot
Tiga Siswa SD Sukses Ciptakan Robot Bola
Mereka menampilkan tiga robot otomatis bermain bola. Tiga robot itu diciptakan tiga siswa kelas V yakni Hilmi Teko (10), Fairuz Azhar (11), dan Muhammad Hafiz (11).
Ketiga robot itu diberinama NXT. Dua robot berperan sebagai penendang dan satunya sebagai penjaga gawang. Mereka pun menamakan timnya dengan sebutan ‘lego teater’.
Di atas panggung, ribuan mata penonton memperhatikan gaya mereka menjalankan tiga robotnya itu. Berkostum pemain sepak bola, ketiganya turut menginstruksikan masing-maing robot untuk menendang dan menangkap bola dengan diringi lagu Garuda di Dadaku
Dengan gayanya yang lucu, penonton pun tertawa terbahak-bahak. Apalagi, robot penjaga gawang sempat macet Karena kehabisan bateray
Usai menampilkan atraksi selama kurang lebih 10 menit, mereka menceritakan pengalamanya membuat robot.
“Semenjak diinformasikan ada lomba robot, kami latihan terus, mulai dari merakit dan memprogram. Dari situ membuat robot sudah menjadi hal biasa,” ujar Hilmi.
Dibantu seorang guru pembimbing, mereka menilai membuat robot memang susah, apalagi ketika mereka harus memasukkan kode-kode dalam pemograman itu.
“Sering sekali gagal, namun kami berusaha terus sampai akhirnya berhasil menciptakan tiga robot ini,” tambah Fairuz.
Apabila besar kelak, mereka ingin terus berada dalam jalur robot ini. Meski sulit, mereka menganggap merakit robot adalah hal yang sangat mengasyikkan.
“Suatu saat kami ingin membuat robot pemain bola yang paling besar,” ujar mereka bertiga.
• Tribunnews.com
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Robot
Kontes Robot Cerdas di Bandung Seleksi 67 Tim
TEMPO.CO , Bandung: Seleksi regional II Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRI-KRCI) 2012 bakal digelar di kampus ITB Jatinangor pada Sabtu, 26 Mei mendatang. Seleksi akan diikuti robot buatan 67 tim asal kampus di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.
Menurut Ketua Panitia Seleksi Kontes Robot Regional II Bandung, Kusprasapta Mutijarsa alias Soni, ada tiga kategori lomba tahun ini. Kontes Robot Indonesia, berupa robot besar seperti mobil yang bisa dikendarai pengendalinya, diikuti 14 tim. Misi robot KRI sekarang mengambil replika kue bakpau di menara kerucut lalu memasukkannya ke dalam keranjang. "Tugas itu mengadopsi aturan lomba kontes robot di Hong Kong," ujarnya di Gedung Rektorat ITB, Rabu, 16 Mei 2012.
Adapun Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) mengadu keandalan robot-robot pemadam api, baik berkaki maupun beroda, dengan alat pemadam berupa air atau angin. Jumlah pesertanya mencapai 45 tim.
Kategori terbaru di KRCI yaitu Robo Soccer Humanoid. Lomba robot bertanding sepak bola itu diikuti delapan tim, enam di antaranya berasal dari Bandung, seperti ITB, Institut Teknologi Telkom, dan Maranatha. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini Robo Soccer dimainkan tiga lawan tiga robot yang bergerak otomatis tanpa kendali pemain.
ITB dalam ajang kali ini menurunkan empat tim, yaitu satu tim robot KRI, dua tim robot KRCI, dan satu tim Robo Soccer. Menurut anggota tim robot cerdas berkaki, Imanudin Yahya, mereka mempersiapkan robot jagoan baru dengan bahan pemadam dari air. Begitu pula untuk robot cerdas beroda. Semua robot itu kini masih dalam penyempurnaan dan belum diuji mengejar target waktu tercepat.
Begitu pula robot humanoid yang bergerak seperti manusia. Tiga robot pemain sepak bola ITB, menurut anggota tim Technische Hogeschool, Ahmad Ishtar Terra, kini sedang dilatih bertanding. "Penyerang berhadapan dengan bek (pemain belakang) dan kiper (penjaga gawang)," katanya kepada Tempo.
Total ada 300 lebih tim robot yang ikut seleksi kontes di 5 wilayah regional 2012, seperti di Medan, Semarang, dan Ujung Pandang. Para juara 1-3 nantinya akan bertarung untuk kontes tingkat nasional yang bakal berlangsung di gedung Sasana Budaya Ganesha ITB pada 30 Juni-1 Juli 2012.[ANWAR SISWADI]
• TEMPO.CO
Posted in: Robot
Bandung Tuan Rumah Kontes Robot Nasional

ITB yang menjadi tuan rumah wilayah regional 2, akan menggelar lomba Kontes Robot Indonesia 2012 (KRI-2012) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2012. Kontes Robot Indonesia 2012 kali ini bertema "Grebeg Berkah Kedamaian dan Kesejahteraan".
"Sebanyak 67 tim yang berasal dari 29 universitas di Indonesia akan memperlihatkan kecerdasannya dalam kontes robot ini," ujar Kusprasapta Mutijarsa sebagai Ketua Pelaksana Kontes Robot KRI KRCI tingkat regional Wilayah II 2012 di gedung rektorat ITB, Rabu 16 Mei 2012.
Kusprasapta mengatakan bahwa kontes yang sudah diselenggarakan sejak 1994 ini, akan mempertandingkan empat kategori robot cerdas. Robot pemadam api beroda dan berkaki serta kategori robot soccer berkaki akan meramaikan pentas kontes robot ini.
"Indonesia telah beberapa kali mengadakan Kontes Robot Indonesia," ungkap Kusprasapta dalam pernyataan tertulis Rabu, 16 Mei 2012.
Kegiatan lomba sendiri akan diselenggarakan secara bertahap dimulai dengan diadakannya kontes Regional di 5 (lima) wilayah yakni Medan, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar. Lomba ini mengambil lokasi kegiatan di STMIK Potensi Utama Medan, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Institut Teknologi 10 November Surabaya, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang.
"Nantinya para pemenang dari masing-masing Regional tersebut akan diikutsertakan dalam Kontes Nasional KRI-2012 yang akan diselenggarakan tanggal 29-30 Juni hingga 1 Juli 2012 mendatang di kota Bandung," urai Kusprasapta.
Pemenang dalam kontes di Indonesia akan diikutsertakan pada kontes robot tingkat Internasional ABU Robocon di Hong Kong. (ren)
• VIVAnews
Posted in: ITB,Robot
ITB Bikin 4 Robot Baru

TEMPO.CO, Bandung -Institut Teknologi Bandung akan menurunkan empat tim untuk meraih juara pada seleksi Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia 2012. Seleksi regional II KRI dan KRCI kali ini akan digelar di kampus ITB Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu 26 Mei 2012.
Empat tim tersebut akan bertanding di empat kategori, yaitu Kontes Robot Indonesia, robot beroda dan robot berkaki pemadam api di Kontes Robot Cerdas Indonesia, serta tim Robo Soccer atau robot pemain sepak bola.
Semuanya merupakan robot baru. Robot berkaki veteran juara KRCI nasional 2011 dan Trinity College, Amerika Serikat 2012, seperti Yaqut, dipensiunkan. "Kita sedang siapkan robot pengganti generasi baru," kata anggota tim Imanudin Yahya, Rabu 16 Mei 2012.
Robot beroda juga dibuat baru. Harganya mencapai Rp 10 juta. Robot berwarna merah beroda tiga itu sudah dites di arena lomba buatan sendiri yang berbentuk labirin. "Tanpa halangan, kecepatannya bisa 23 detik," ujar Haris, anggota tim robot Zarfan ITB.
Robot baru lainnya hasil rakitan buatan Korea untuk robot humanoid (seperti manusia). Tiga robot dalam tim itu akan bergerak otomatis sebagai pemain sepak bola yang terdiri dari kiper, pemain belakang, dan penyerang. "Tadinya mau bikin kerangka robotnya sendiri, bukan beli jadi, tapi waktu dan dananya enggak cukup," kata anggota tim robot Technische Hogeschool, Ahmad Ishtar Terra.
Menurut Ketua Panitia Seleksi Kontes Robot Regional II Bandung, Kusprasapta Mutijarsa alias Soni, seleksi akan diikuti 67 tim robot. Mereka berasal dari perguruan tinggi di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat. Tiga pemenang dari tiap kategori lomba berhak berlaga di tingkat nasional. Final itu akan berlangsung di gedung Sasana Budaya Ganesha ITB pada 30 Juni-1 Juli 2012. [ANWAR SISWADI]
• TEMPO.CO
Posted in: ITB,Robot
ITS Gelar Lomba Cipta Elektrotenik Nasional 2012
Sejumlah anak mempelajari sejumlah aneka model robot saat pendidikan pengenalan robotik di Bandung, Jabar, Kamis (5/4). ANTARA/Fahrul Jayadiputra
TEMPO.CO , Surabaya - Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menggelar Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) 2012. Acara tahunan yang ke-16 ini dilaksanakan di Mall BG Jungtion dan berlangsung 18 hingga 20 Mei 2012.
Ketua Panitia LCEN 2012, Gading Gusti Ranggi, menjelaskan LCEN kali ini merupakan rangkaian dari International Electrical Engineering (IEE) Event 2012 dengan dua acara utama, yaitu Lomba Robot Nasional (Baronas) serta pameran karya terbaik pelajar dan mahasiswa se-Indonesia atau Electrical Engineering Show (EES).
Mengangkat tema Green Technology for Better Nation, LCEN kali ini terdiri dari dua kategori besar, yaitu mahasiswa dan pelajar. "Mahasiswa dibagi empat bidang lomba dan pelajar tiga bidang lomba," kata Gading, Sabtu, 19 Mei 2012.
Kategori mahasiswa terbagi dalam bidang telekomunikasi, multimedia dan informatika, bidang elektronika dan otomasi industri, bidang biomedika, dan bidang manajemen efisiensi energi.
Sedangkan kategori pelajar terbagi dalam bidang elektronika dasar berbasis mikrokontroler bidang elektronika dasar non-mikrokontroler serta bidang komputer dan informatika. "Tema green technology for better nation sengaja kami pilih untuk menciptakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan," ujar Gading.
Rektor ITS, Triyogi Yuwono, mendukung penuh penyelenggaraan LCEN tahunan ini. "Kami sedang menggalakkan lomba cipta karya, dan tiap tahun lomba semacam ini tidak hanya digelar Jurusan Teknik Elektro. Jurusan lain di ITS juga terus mengadakan acara serupa," ucapnya.[FATKHURROCHMAN TAUFIQ]
• TEMPO.CO
Posted in: ITS,Robot
Pelajar SD Yogyakarta ikuti kontes robot internasional

Tim Robot SD Muhammadiyah Sukonandi Yogyakarta mempersiapkan 10 robot untuk mengikuti kontes robot "International Islamic School Robot Olympiad" di Malaysia. (ANTARA/M Risyal Hidayat)
Yogyakarta (ANTARA News) - Pelajar SD Muhammadiyah Sukonandi Yogyakarta akan mengikuti kontes robot dalam kejuaraan International Islamic School Robot Olympiad tanggal 23-28 Mei 2012 di Malaysia.
"Kami akan menerjunkan dua tim pada kejuaraan itu. Masing-masing tim terdiri atas tiga siswa yang duduk di kelas empat dan lima," kata Pendamping Tim Robot SD Muhammadiyah Sukonandi, Benny Oktiyanto, di Yogyakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, kedua tim akan bertanding di empat kategori yaitu kategori robot pelacak garis (line tracing), robot yang bisa menyelesaikan labirin (maze solving), robot theatre dan robot analog.
Dalam kejuaraan yang untuk pertama kali mereka ikuti itu, tim robot SD Muhammadiyah Sukonandi telah mempersiapkan 10 robot dan enam di antaranya akan disertakan pada kategori robot theatre.
Dalam kontes pada kategori robot theatre, tim akan menampilkan cerita tentang Bhinekka Tunggal Ika melalui suguhan tarian Bali dan Jawa yang dilakukan bersama enam robot dengan karakter kancil, ular, gajah, bunga, globe dan burung dara.
Benny berharap tim yang telah melakukan persiapan intensif selama dua bulan untuk mengikuti kontes robot cerdas tersebut bisa membawa pulang gelar juara.
"Kami berharap bisa memperoleh pengalaman-pengalaman berharga dalam sebuah kontes robot. Apalagi, kegiatan ini semakin diminati oleh siswa," katanya.
Selain siswa dari SD Muhammadiyah Sukonandi, ada dua sekolah lain yang mengikuti kontes tersebut, yaitu SD Muhammadiyah Sapen dan SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta. (E013)
• ANTARA News
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Robot
''Perang'' Robot di Kampus ITB
TEMPO.CO , Jakarta - Ratusan peserta Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia 2012 siap ujuk aksi dalam seleksi tingkat regional II di Gedung Serba Guna Kampus Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Kamis, 24 Mei 2012. Mereka akan berebut gelar robot juara kontes nasional pada 30 Juni-1 Juli 2012.
Peserta merupakan tim mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat. Mereka mendaftar ulang dan memeriksa penginapan. Panitia menyiapkan tempat di gedung Diklat LAN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Jumat pekan ini seluruh tim menyiapkan robot, juga penimbangan.
Ketua pelaksana kontes, Kusprasapta Mutijarsa, mengatakan total ada 67 tim peserta seleksi regional II ini. Sebuah tim maksimal berjumlah 2-3 orang. Sebanyak 14 tim berlaga di Kontes Robot Indonesia, 26 tim Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) pemadam api beroda, dan 19 tim KRCI pemadam api berkaki. Kategori baru juga muncul, yaitu RoboSoccer Humanoid League, atau robot pemain sepakbola akan diikuti oleh 8 tim.
Setiap kategori mengacu pada kontes yang kelak diikuti tim juara nasional. Kontes Robot Indonesia dipersiapkan untuk kontes robot tingkat Internasional Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU). Robocon 2012 itu akan berlangsung di Hong Kong, 19 Agustus 2012.
“Tema KRI 2012 adalah Grebeg Berkah Kedamaian dan Kesejahteraan, menyesuaikan tema ABU Robocon, yaitu Pen On Dai Gat,” kata Kusprasapta. Robot-robot seperti mobil bercapit yang dikendarai peserta nantinya beradu cepat memindahkan benda dari rak kerucut ke keranjang.
Proyeksi juara Kontes Robot Cerdas Indonesia masih ke Trinity College Fire-Fighting Home Robot Contest TCFFHRC, di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat 2013. Adapun juara divisi RoboSoccer Humanoid League akan tampil di kompetisi RoboCup 2013.[ANWAR SISWADI]
• TEMPO.CO
Posted in: ITB,Robot
Mahasiswa UPI Juarai Tiga Kategori Kontes Robot
BANDUNG--MICOM : Universitas Pendidikan Indonesia berhasil memenangi tiga penghargaan sekaligus Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRI KRCI) 2012, tingkat regional wilayah 2 yang berlangsung 26 Mei di kampus ITB Jatinangor, Bandung.
UPI menyebet juara satu kategori Robo Soccer Humanoid League, juara tiga kategori KRI, dan Desain Terbaik KRI.
"Alhamdulillah senang banget," ujar Ruly Anggriawan, 23 tahun, salah satu peserta KRI KRCI dari UPI. Ruly mengaku tidak menyangka tim robot dari kampusnya bisa menang, terutama di kategori Robo Soccer Humanoid League.
"Tadi pas robot Isola dari kampuska lagi tanding, dia berhasil menggiring bola mendekati gawang, sayang banget cuma nyentuh mistar gawang, jadi deg-degan," ujarnya.
Kini Ruly dan teman-temannya punya waktu satu bulan untuk melakukan persiapan menjelang kontes tingkat nasional pada 30 Juni dan 1 Juli mendatang yang rencananya akan digelar di Sasana Budaya Ganesha Bandung.
"Lumayan masih ada waktu buat memperbaiki kekurangan dari robot biar mendapat poin lebih besar," kata Ruly. (*/X-13)
Berikut Video Ketangkasan Robot di ITB
• MediaIndonesia
Posted in: Awards,Robot
Siswa SD Kediri juarai kompetisi robot internasional

Tim Robot SD Plus Rahmat, Kediri, melakukan persiapan selama tiga bulan sebelum mengikuti kompetisi robot internasional, termasuk belajar ke Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya.(ANTARA/Teresia May)
Kediri (ANTARA News) - Tim Robot Rahmat dari Sekolah Dasar (SD) Plus Rahmat Kediri, Jawa Timur, berhasil menjuarai kompetisi robot pada ajang International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) di Kuala Lumpur, Malaysia, tanggal 22-27 Mei lalu.
Guru pembimbing tim robot sekolah tersebut, Bambang Dwi Setiawan, pada Rabu mengatakan bahwa dari sembilan kategori yang dipertandingkan tim sekolahnya mengikuti kompetisi pada lima kategori dan menang pada tiga kategori.
Menurut dia, tim berhasil meraih gelar juara pada kompetisi Robot Run, Indoor Aero Robot, dan Robot Transporter.
"Kami akan mengikuti kompetisi selanjutnya. Saat ini, kami juga sedang siapkan," kata pengajar ilmu komputer itu.
Salah satu anggota tim robot, Damarjati Bagus Satrio, mengaku sempat grogi melihat kecanggihan alat yang digunakan para pesaing.
"Alat mereka lebih canggih. Mereka juga berpengalaman, sedangkan kami masih baru. Kami sempat grogi," kata dia.(ANT)
♣ ANTARA News
Posted in: Awards,Ilmu Pengetahuan,Robot
Tim Robot UGM Punya Graha Robotika

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Menjelang digelarnya Kontes Robot Nasional 2012, 29-30 Juni dan 1 Juli 2012 di Bandung, tim robot UGM kian solid. Apalagi saat ini tim robot UGM telah memiliki Graha Robotika yang dipusatkan di lantai 3 Perpustaan Unit II UGM.
Manajer umum tim robot UGM, Sarjiya PhD menuturkan, tahun-tahun sebelumnya perkembangan robotika UGM masih terpecah-pecah antarfakultas dan jurusan sehingga kurang efektif dan efisien. Maka dengan adanya Graha Robotika itu bisa menyatukan beberapa jurusan yang selama ini fokus pada pengembangan robotika.
''Baik dari Fakultas Tekinik, MIPA serta Sekolah Vokasi bisa bersatu dalam pengembangan robot,'' tuturnya pada soft launching Graha Robotika UGM.
Ditambahkan, perkembangan robotika di perguruan tinggi saat ini telah menjadi ikon kualitas dan prestasi sebuah perguruan tinggi. Selain itu juga sebagai sarana promosi perguruan tinggi tersebut baik di kancah nasional maupun internasional.
Perkembangan robotika UGM, menurutnya, dari tahun ke tahun terus menunjukkan prestasi yang membanggakan. Bukan hanya prestasi dan kejuaraan di tingkat nasional namun tingkat internasional pun pernah diraih.
''Pernah juara satu dan dua pada Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di AS dan meraih dua medali emas dan satu medali perak pada Robogames 2012 di San Mateo California,'' imbuhnya.
Senada dengan Sarjiya, Direktur Kemahasiswaan UGM Drs Haryanto MSi menambahkan, kesuksesan tim robot UGM tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, seperti dukungan dari tim sukses, tim manajemen dan tim suporter. Diakuinya, sebelum berkembang pesat seperti sekarang ini, robotika di UGM baru sebatas hobi saja.
''Berawal dari hobi menjadi ko-kurikuler seperti saat ini. Kesuksesan dan prestasi yang diraih tidak lepas dari dukungan banyak pihak termasuk suporter mahasiswa,'' tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Robot UGM Damar Satrio Guntoro mengatakan, pada Kontes Robot Nasional 2012 mendatang tim robot UGM akan tampil pada semua divisi. Untuk divisi Kontes Robot Indonesia (KRI) UGM akan tampil dengan robot Jump-Ace, Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Beroda dengan robot Armada, KRCI berkaki dengan 1-DA, KRCI Humanoid Soccer dengan Alfarobi dan KRSI dengan robot Rosebir yang nantinya akan memperlombakan gerakan tari piring dari Minangkabau.( Bambang Unjianto / CN34 / JBSM )
♣ suaramerdeka.com
Posted in: Robot,UGM
Mahasiswa UNY ciptakan robot pelacak bom
Yogyakarta (ANTARA News) - Sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan robot pelacak bom.
"Robot itu dikendalikan secara manual dengan komputer dari jarak jauh, dan dapat memberikan gambar keadaan di sekitarnya," kata ketua kelompok tersebut, Doni Ermawan, di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, robot itu diharapkan dapat mempermudah pencarian benda yang dicurigai sebagai bom. Namun, robot pelacak itu bukan untuk mencari bom yang diletakkan di beberapa tempat oleh teroris.
Robot itu, kata dia, belum mampu mendeteksi keberadaan bom dalam skala besar yang diletakkan di beberapa ruang tertentu, karena belum peka terhadap sensor dinding.
"Fungsi utamanya adalah mendeteksi adanya benda yang dicurigai sebagai bom pada radius 100 hingga 200 meter," kata Doni.
Ia mengatakan robot itu diciptakan dengan suku cadang yang sudah ada di dalam negeri, di antaranya motor penggerak, motor servo sebagai lengan penjepit benda yang terdeteksi sebagai bom, pengendali, kamera atau webcam, sensor, dan kontroler.
"Selain itu, software yang digunakan untuk mendukung proses kontrol. Perangkat lunak itu berfungsi menggerakkan robot dari jarak jauh," katanya.
Menurut dia, bahan yang paling mahal dan vital digunakan pada robot adalah motor penggerak yang berfungsi sebagai kaki robot. Kekuatan robot terletak pada dua hal, yakni motor penggerak dan webcam yang diletakkan di atas robot.
Motor penggerak bisa menjadi alat penggerak robot melewati jalan berbatu dan berkelok, sedangkan kamera untuk melihat keadaan di sekitar area yang terdeteksi terdapat bom.
"Gambar-gambar yang tertangkap kamera itu nanti akan diproses dan dikontrol melalui perangkat lunak di notebook," katanya.
Anggota kelompok Hadi Sutrisno mengatakan robot kreasi mereka masih berupa prototipe, nanti akan lebih dimodifikasi bentuknya agar terlihat lebih baik dari sebelumnya.
Namun, menurut dia, bentuk robot yang menyerupai mobil perang layaknya tank itu akan terus dipertahankan. Selanjutnya akan ditambah beberapa fasilitas yang mendukung komunikasi dan kontrol terhadap robot yang lebih maksimal.
"Selain itu, ke depan kami ingin menambahkan sensor logam pada robot, sehingga akurasi dalam mendeteksi benda yang diduga bom menjadi lebih baik," kata Hadi.
Anggota kelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) lainnya adalah Dedi Hermawan, Endro Tri Nugroho, dan Hasnanto Riantiarno.(U.B015/M008)
♣ ANTARA News
Robot Pengaman Benda Yang Diduga Bom
Teroris di negeri ini tidak hentinya memunculkan cara baru untuk melakukan aksi terror Bom. Kasus bom sendiri dapat membuat cara pandang negara lain terhadap bangsa kita jadi buruk, selain itu juga akan memperlemah perekonomian Indonesia. Hal ini memacu sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY untuk membuat robot pelacak bom. Robot ini dikendalikan secara manual dengan komputer dari jarak jauh dan dapat memberikan gambar keadaan di sekitarnya. Robot ini diharapkan dapat mempermudah pencarian benda yang dicurigai sebagai bom. Tetapi, robot pelacak ini bukan untuk mencari bom yang diletakkan di beberapa tempat oleh teroris. Fungsi utamanya adalah mendeteksi adanya benda yang dicurigai sebagai bom pada radius 100–200 meter.
Kelompok yang terdiri dari Doni Ermawan,Dedi Hermawan, Endro Tri Nugroho, Hasnanto Riantiarno dan Hadi Sutrisno ini menciptakan robot dengan suku cadang yang sudah ada di dalam negeri. Di antaranya, motor penggerak, motor servo sebagai lengan penjepit benda yang terdeteksi sebagai bom, pengendali, kamera atau webcam, sensor, controller, dan software (perangkat lunak) yang digunakan untuk mendukung proses kontrol. Software ini berfungsi menggerakkan robot dari jarak jauh.
Bahan yang paling mahal dan vital digunakan pada robot adalah motor penggerak yang berfungsi sebagai kaki robot. Kekuatan robot terletak pada dua hal, yaitu motor penggerak dan webcam yang diletakkan di atas robot. Motor penggerak bisa menjadi alat penggerak robot melewati jalan berbatu dan berkelok, sedangkan kamera untuk melihat keadaan di sekitar area yang terdeteksi terdapat bom. Gambar-gambar yang tertangkap kamera ini nantinya diproses dan dikontrol melalui software di notebook.
“Robot ini belum mampu mendeteksi keberadaan bom dalam skala besar yang diletakkan di beberapa ruang tertentu, karena belum peka terhadap sensor dinding,” papar Doni. Anggota tim lainnya, Hadi Sutrisno mengatakan robot kreasi mereka ini masihlah prototype, nantinya akan lebih dimodifikasi bentuknya agar terlihat lebih baik dari sebelumnya. Sementara ini, bentuk robot yang menyerupai mobil perang layaknya tank ini akan terus dipertahankan. Selanjutnya akan ditambah beberapa fasilitas yang mendukung komunikasi dan kontrol terhadap robot yang lebih maksimal. “Selain itu, ke depan kami ingin menambahkan sensor logam pada robot, sehingga akurasi dalam mendeteksi benda yang diduga bom menjadi lebih baik, pungkas Hadi. (uny.ac.id/ humasristek)
Posted in: Robot,UNY
Robot Asal Surabaya Berlaga di Meksiko
Jakarta - EROS, tim robot soccer humanoid league asal Politeknik Elektronika Negeri Surabaya mewakili Indonesia dalam ajang Robot World Cup (RoboCup) 2012 yang diselenggarakan di Meksiko. Bagaimana aksinya?
Tim yang bertanding di Mexico terdiri atas 12 orang, 5 di antaranya adalah mahasiswa dengan 5 dosen dan 2 staf DIKTI. Kelompok ini sudah bertanding melawan 24 tim terbaik dari berbagai negara di dunia sejak 18 Juni 2012 hingga 24 Juni 2012.
Pada ajang tahunan tersebut, robot dari masing-masing tim akan adu lihai dalam hal menggiring bola. Persis seperti pertandingan bola sungguhan, para robot ini juga ditantang untuk menggiring bola, menendang, mencetak gol, hinga menjadi penjaga gawang.
Namun setelah bertanding dengan beberapa tim dari negara lain, langkah tim EROS untuk menuju delapan besar dihentikan oleh tim MRL dari Qazvin Islamic Azad University, Iran, melalui pertandingan dengan skor 0 - 2.
Tim EROS yang kini harus puas dengan posisi 16 besar telah memenangi pertandingan melawan Tim Bogobots-TecMTY, Technologico de Monterrey Mexico dengan skor 2-0, Tim WF Wolves dari Ostfalia University of Applied Science, Germany dengan skor 2-0 dan Tim PlymouthHumanoid dari Plymouth University, England dengan skor 3-0.
Namun sebagai pendatang baru pada kompetisi RoboCup, capaian tim asal Indonesia ini terbilang cukup luar biasa dan sudah berhasil menumbangkan 2 tim (WF Wolves dan PlymouthHumanoid) yang sudah bertahun tahun ikut dalam kompetisi tersebut. Padahal dengan mengikuti kompetisi RoboCup secara berkesinambungan berarti riset mereka sudah cukup lama untuk membangun robot dan intelegensianya.
Asa yang pupus untuk menjadi pemenang dalam ajang ini sedikit terbayar oleh kebanggaan mereka sendiri. Karena tim robot EROS ini adalah mahasiswa undergaduate yang masih duduk ditahun kedua dan ketiga di PENS, namun telah berhasil berkompetisi dengan luar biasa menghadapi tim yang sebagian besar anggotanya sedang studi diprogram magister dan doktor.
Berdasarkan keterangan yang diterima detikINET, Sabtu (23/6/2012), tim EROS rencananya akan tetap mengikuti kompetisi itu tahun depan. Namun dengan kemampuan yang semakin baik serta semangat yang semakin membara.( eno / eno )
♣ detik
Posted in: Robot
Siswa SMP Bantul Ciptakan Robot Tikus
Robot bergerak berdasarkan pembacaan perbedaan warna putih dan hitam
![]() |
| Robot tikus (Juna Sanbawa/ VIVAnews) |
VIVAnews - Sebanyak 14 Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bantul, DIY mengikuti lomba robot tingkat SMP. Lomba ini digelar di gedung Dakwah Muhammadiyah, Kabupaten Bantul, DIY, Rabu 27 Juni 2012.
Dari 14 robot yang dipertandingkan ada sebuah robot yang cukup menarik perhatian pengunjung, yaitu robot karya 3 pelajar dari siswi SMP Muhammadiyah, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Robot ini dinamai Mupybot atau singkatan dari Muhammadiyah Piyungan Robot.
Robot memang tidak secepat robot line follower analog (LNA) lain saat menyusuri lintasan. Namun dengan bentuk menyerupai tikus bergerak, menarik banyak pengunjung untuk melihatnya. Mupybot ini dilengkapi tiga roda yang dikemas menyerupai tikus, mempunyai ekor yang terbuat dari karet warna merah.
Sedangkan, tubuhnya terbuat dari styrofoam. Bagian tersebut ditempeli potongan-potongan benang warna coklat mirip bulu tikus sawah.
“Mupybot ini dapat bergerak berdasarkan pembacaan perbedaan warna putih dan hitam pada jalur khusus itu,” kata Puji Astuti, siswi kelas 2 SMP Muhammadiyah Piyungan, pembuat robot.
Ia membuat robot bersama dengan dua temannya, yaitu Nita Rohani dan Santi Rahayu yang sama-sama kelas VIII serta guru pembibingnya Akhid Nuryadin. Mereka mempersiapkan Mupybot ini selama 1 minggu menjelang perlombaan.
“Ide mengemas robot LNA ini dalam bentuk tikus ini juga mendadak. Meski tidak terlalu cepat, paling tidak akurasinya dalam menyusuri perlintasan dapat diunggulkan,” ujar Puji.
Nita Rohani mengatakan, perakitan robot LNA di sekolahnya terbilang masih baru. Namun sistem robot LNA tidak asing di sebagian siswanya. Sebab, sejak kelas 1 sudah ada ekstrakurikuler elektronika.
“Jadi, siswa sudah paham beberapa bagian penyusun LNA. Mulai dari sensor, transistor, osilator, dan sebagainya,” ujar Nita.
Sugito, Wakil ketua Badan Koordinasi Sekolah (BKS) Bantul, menerangkan meski baru pertama digelar, lomba robot tingkat SMP itu sudah diikuti14 sekolah. Tiap sekolah mengajukan satu kelompok dari tiga siswa dansatu guru pembimbing.
“Semoga lomba semacam ini bisa terus berlanjut di masa mendatang. Sebab, robot memegang peranan penting di zaman modrn. Pelajar dari Bantul jangan sampai ketinggalan,” ujarnya.
• VIVAnews
Posted in: Robot
94 Tim Berlaga di Kontes Robot Nasional
TEMPO.CO , Bandung -- Kontes Robot Nasional hari ini dimulai di gedung Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Kontes yang berlangsung dua hari, Sabtu dan Ahad, 30 Juni-1 Juli 2012 ini total diikuti 94 tim. "Semua peserta datang, nggak ada yang mengundurkan diri," kata Ketua Panitia Kontes Robot Nasional 2012, Kusprasapta Mustijarsa, di arena lomba, Sabtu, 30 Juni 2012.
Saking banyaknya tim yang lolos kali ini dari hasil seleksi regional se-Indonesia, lomba dimulai sejak pukul 7 pagi tadi. Pembukaan acara terpaksa ditinggalkan dulu karena pejabat yang rencananya mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan datang terlambat. "Rencananya Menteri tidak bisa hadir karena ikut SBY di Bandung, akan diwakili Dirjen Dikti Djoko Santoso," ujar Kusprasapta.
Di kursi penonton di dalam gedung, sorak sorai pendukung bergema menyemarakkan kontes. Mahasiswa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya yang beken dengan sebutan Pens menjadi kelompok paling heboh. Mereka bernyanyi yel-yel juga Iwak Peyek.
Selain heboh dukungan, hasil karya mereka juga meyakinkan. Pada Kontes Robot Indonesia (KRI), nilai robot tim PeNS mencapai 105, jauh lebih tinggi dibanding tim dari kampus lain yang umumnya bernilai 20 atau 30.
Kontes robot nasional 2012 mempertandingkan tiga kategori. Selain Kontes Robot Indonesia, ada Kontes Robot Cerdas Indonesia yang terdiri dari robot pemadam api berkaki, beroda, dan Robosoccer. Ada juga Kontes Robot Seni Indonesia yang mewajibkan robot bisa melakukan Tari Piring asal Sumatera Barat.
Menurut Kusprasapta, hari pertama ini masih berupa babak penyisihan. Semifinal dan final serta pengumuman juara berlangsung di hari kedua, Ahad besok.[ANWAR SISWADI]
♣ TEMPO.CO
Posted in: Robot
Roboboat Undip Raih Hull From Design Award di AUVSI Foundation and ONR’s 5th International RoboBoat Competition, Virginia AS
Tim Roboboat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mencetak prestasi membanggakan dengan berhasil mendapatkan Hull From Design Award pada Kejuaraan AUVSI Foundation and ONR’s 5th International RoboBoat Competition diselenggarakan pada 20-24 Juni 2012 di Virginia Beach, Amerika Serikat.
Tim Undip tersebut terdiri dari Aldias Bahatmaka, Biwa Abi Laksana, Dandy Kurniawan (Jurusan Teknik Perkapalan), M.Fairuz Luthfa, Bambang Nur Cahyono (Jurusan Teknik Elektro), Jalu Rahmadi Mukti L. (Jurusan Teknik Mesin), dan Diaz Wicaksono (Jurusan Teknik Sistem Komputer)
AUVSI Foundation and ONR’s 5th International RoboBoat Competition adalah sebuah kompetisi bergengsi tingkat dunia dalam bidang maritim yang mempertemukan para profesional, peneliti, pengajar, dan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara di dunia.
Mereka berlomba menciptakan teknologi terbaru dan tercanggih untuk kapal tanpa awak dengan sebuah sistem kontrol yang dapat digunakan sebagai alat pertahanan negara.
Selain Undip, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Trisakti (Usakti) juga ikut ambil bagian dalam kompetisi tahun ini.
Pemenang pertama AUVSI Foundation and ONR’s 5th International RoboBoat Competition untuk tahun ini adalah University of Michigan, AS, yang meraih hadiah USD 7.000. Juara dua diraih oleh Villanova University yang berhak atas hadiah USD 5.000. Adapun juara tiga adalah Embry Riddle Aeronautical University mendapatkan USD 3.000. Pemenang keempat berasal dari AS juga, yakni University of Central Florida. Mereka membawa pulang hadiah senilai USD 3.000.
Sementara itu, pemenang penghargaan Technical Ambassadors adalah Virginia Tech, Transportability Award diraih oleh National Cheng Kung University, Taiwan, Hull Form Design Award disabet Universitas Diponegoro, dan Open Source Award dibawa pulang oleh Old Dominion University. Tiap-tiap pemenang penghargaan khusus ini berhak atas hadiah senilai USD 500.
♣ Okezone
Posted in: Awards,Robot
Kontes robot Indonesia diharapkan cerdaskan bangsa
Bandung (ANTARA News) - Ajang Kontes Robot Indonesia yang digelar setiap tahun diharapkan tidak saja melahirkan para pemenang yang cerdas, namun juga menghasilkan sumber daya manusia yang mencerdaskan kehidupan bangsa.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Djoko Santoso ketika membuka Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) di Sasana Budaya Ganesha, Institut Teknologi Bandung, Sabtu, mengatakan lulusan pendidikan tinggi seharusnya bisa berkontribusi pada kecerdasan kehidupan bangsa.
"Amanat penting Undang-undang Dasar ada dua hal terkait pendidikan tinggi dan teknologi, yang pertama adalah pemerintah harus mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.
Amanat kedua, lanjut dia, adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dua amanat dalam konstitusi itu, menurut Djoko, belum tertuang dalam UU Sistem Pendidikan Nasional dan karena itu harus dimapankan dalam bentuk undang-undang.
Selain itu, kata Djoko, terdapat dua aspek pendidikan tinggi yang belum menjadi standar pendidikan Indonesia, yaitu penelitian dan pengabdian masyarakat.
"Itu belum menjadi standar pendidikan kita dan menjadi pekerjaan rumah bersama," ujarnya.
KRI, KRCI, dan KRSI yang merupakan kontes tahunan diselenggarakan Dijen Dikti Kemendikbud, menurut Djoko, dimaksudkan untuk melahirkan sumber daya manusia cerdas yang menguasai teknologi tinggi, penuh semangat, dan tidak mudah putus asa.
Namun, ia mengakui, masih butuh kerja sama antara industri dan kalangan profesional guna mengimplementasikan karya-karya robot para kontestan dalam kehidupan nyata.
Sementara itu, kontes robot tingkat nasional diikuti oleh 94 tim dari 50 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kompetisi tersebut terbagi atas empat kategori, yaitu KRI, KRCI beroda dan berkaki pemadam api, KRCI RoboSoccer Jumanoid League (RSHL), dan KRSI.
Pemenang kategori KRI dan KRCI berpeluang mewakili Indonesia dalam kontes robot internasional. Sedangkan untuk KRSI, Djoko mengatakan, pemerintah berupaya untuk menggelar kontes robot seni internasional di Indonesia.(D013)
♣ ANTARA News
Posted in: Robot
PENS dan ITS ungguli kontes robot

Surabaya (ANTARA News) - Tim robot dari PENS Surabaya, ITS Surabaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang, dan UGM Yogyakarta mengungguli tim lain dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) yang digelar di kampus ITB Bandung pada 30 Juni-1 Juli.
Humas PENS Andry Suryandari kepada ANTARA lewat surat elektronik dari Bandung, Minggu bahwa sebagian besar perfoma dari 94 tim robot yang mengikuti kontes robot di Bandung itu mengalami penurunan, namun tim PENS, ITS, UB, dan UGM terlihat unggul.
"Pada putaran pertama KRI, peserta yang sebagian besar berasal dari Regional IV (Jatim) berhasil mencetak kemenangan sempurna (peng on dai gat), yaitu tim ROLPENS (PENS), RI-NHO (ITS), BHATARA (UB), dan JUMP_ACE (UGM)," katanya.
Namun, katanya, tim ROLPENS dari PENS Surabaya mencatat waktu tercepat yakni 1 menit 4 detik.
Menurut dia, ada lima divisi lomba yang dipertandingkan, di antaranya KRI, Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Beroda, KRCI Berkaki, KRCI RSHL (RoboSoccer Humanoid League), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI).
"Kategori yang menyedot perhatian terbesar dari penonton adalah Kontes Robot Indonesia. Pada kategori ini tim robot wajib menyiapkan tiga buah robot manual dan otomatis yang bertugas mengumpulkan nilai dengan cara mengambil bun dan mengumpulkannya di keranjang," katanya.
KRI tahun ini bertema"Grebeg Berkah Kedamaian dan Kesejahteraan" yang diadopsi dari tema pertandingan internasional "Peng On Dai Gat", karena itu pemenang pada kategori ini akan mewakili Indonesia pada ABU Robocon 2012.
Pada kategori RSHL, Robot PENS "EROS" memukau penonton dengan tendangan "back heel" yang mampu memecahkan rekor skor 4-0 ketika melawan tim Hurofu (ITS). Tim lainnya juga tak kalah hebat dalam menendang bola, meski hanya mencetak skor 1-2.
Sementara itu, 16 tim robot juga beradu gerak dalam KRSI bertema Robot Penari Piring. Dengan aksesoris piring di tangan dan dandanan ala penari robot-robot ini melenggok pada empat buah lapangan yang disiapkan oleh panitia.
"PENS yang diwakili oleh tim ERISA bersaing ketat dengan tim V-yu (ITS) dalam perolehan nilai," katanya. (E011)
♣ ANTARA News
Posted in: ITS,PENS,Robot
