ITS Kebanjiran Order Bikin Kapal

SURABAYA--MICOM: ITS yang dikenal sebagai universitas teknologi dengan keahlian teknologi perkapalan, energi, dan kelautan kini "panen" pesanan kapal dari berbagai kalangan, di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), dan bahkan sejumlah kalangan asing.
"PGN memesan kapal untuk mendukung 'Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)' PGN dan ITS terlibat mulai tahap perancangan hingga mengawasi pembangunan kapal-kapal pendukung FSRU itu," kata Dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS, Prof. Eko Budi Djatmiko, di Surabaya, Minggu (19/2).
Pesanan itu sendiri merupakan salah satu bagian dari serangkaian kerja sama yang tertuang dalam "Memorandum of Understanding" (MoU) PGN-ITS yang meliputi bidang jasa konsultasi, pendidikan, penelitian dan pengembangan rancang bangun dan rekayasa.
"Jadi, PGN akan melibatkan ITS dalam mendukung distribusi dan transportasi gas domestik. Itu penting bagi ITS guna mendukung strategi ITS untuk meraih 'international recognition' di bidang kelautan dan perkapalan," katanya.
Saat ini, kata dia, PGN sendiri telah mengoperasikan FSRU di Sumatera Utara, Labuhan Maringgai, dan Belawan, namun pemerintah juga menuntut PGN untuk mengembangkan fasilitas LNG dan memperbanyak unit FSRU.
Oleh karena itu, PGN memesan kapal kepada ITS karena FSRU itu memerlukan kapal-kapal pendukung dalam operasionalnya, seperti "tug boat", "crew boat", dan "mooring boat".
"PGN yang diwakili Direktur Teknologi dan Pengembangan, Jobi Trinanda Hasjim, telah menandatangani kerja sama PGN-ITS itu pada 17 Februari lalu. Kerja sama untuk kurun waktu 36 bulan itu akan menjadi langkah awal yang baik untuk PGN dan ITS," katanya.
Tidak hanya itu, Pembantu Rektor IV ITS Surabaya Prof.Dr. Darminto, M.Sc. menyatakan Kemenristek juga memesan desain kapal patroli rudal kepada ITS.
"Ada 16 konsorsium yang terlibat dalam proyek kapal patroli rudal itu dan ITS diminta untuk membantu dalam desain atau perancangan, tapi ITS juga diminta untuk mengawasi sampai kapal itu benar-benar terwujud," katanya.
Ia menilai kepercayaan pemerintah itu menunjukkan adanya pengakuan atas kemampuan bangsa sendiri dalam merancang dan memproduksi kapal sesuai kebutuhan.
"Itu bagus karena Indonesia merupakan kawasan bahari dengan 2/3 merupakan kawasan laut. Orientasi ke laut itu penting, terutama kapal-kapal sederhana untuk mewujudkan 'connecting' antarpulau," katanya.
Apalagi, tenaga ahli lokal cukup tersedia di ITS, termasuk tenaga ahli yang berstandar RINA, bukannya justru membayar tenaga ahli asing dengan biaya mahal.(Ant/X-12)
• MediaIndonesia
Posted in: ITS,Kapal,PGN
Kenalkan, Alat Hemat BBM ala ITS

Alat penghemat BBM itu diberi nama ECU IQUT Tech-e. Alat ini berfungsi sebagai karburator mesin kendaraan empat tak.
Menurut Muhammad Nur Yuniarto, dosen pengajar ITS, ECU IQUT Tech-e bisa mengkontrol penggunaan BBM lebih maksimal. Tidak ada istilah ada BBM yang tidak terbakar."Pembakarannya sempurna. Hemat 30 persen dibandingkan menggunakan karburator biasa," kata dia di Gedung Robotika ITS, pada Jumat 16 Maret 2012. " Selama ini, pemakaian BBM boros karena pembakaran mesin di mesin empat tak tidak maksimal"
Yuniarto memaparkan, alat ini juga membuat emisi kendaraan lebih baik sehingga polutan berkurang. Terdiri dari mikroprosessor yang diprogram oleh komputer, alat ini dibuat sejak akhir 2010 bersama sembilan mahasiswa teknis mesin lainnya. "Saat ini kami masih melakukan uji coba seberapa lama umur alat ini jika digunakan untuk kendaraan," ujar dia.
Yuniarto menerangkan alat ini akan dijual kurang lebih sebesar Rp. 3 juta jika nanti menjadi produk jadi yang siap dikomersialkan.
Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta mengatakan produk seperti ini akan mudah diterima pasar. Selama inidia banyak temuan yang kurang diterima pasar."Kami akan mengundang investor agar produk-produk seperti ini bisa dikembangkan," ujarnya.(dm/tempo.co/humasristek)
• Ristek
Posted in: Indonesia Teknologi,ITS,Ristek
ITS Rancang Mobil Listrik

"Kami memang terlibat dalam konsorsium perancangan mobil listrik Putra Petir, tapi kami juga merancang city car listrik sebagai alternatif," kata Pembantu Rektor (PR) IV ITS Prof Darminto di Surabaya, Minggu (1/4).
Didampingi PR I ITS Prof Ir Herman Sasongko, ia menjelaskan ITS menyiapkan dana Rp400 juta untuk membuat city car listrik yang diusahakan sudah jadi pada tahun ini.
"Pemerintah sendiri menyiapkan dana Rp100 miliar untuk mewujudkan mobnas (mobil nasional) listrik pada tahun 2014 dengan melibatkan empat universitas yakni UI, ITB, UGM, dan ITS," katanya.
Namun, katanya, ITS akan merancang city car sendiri sebagai alternatif, sebab ITS tidak ingin proyek mobnas listrik yang dirancang pemerintah itu gagal.
"Jadi, city car listrik yang kami rancang itu sebagai alternatif, karena mahasiswa kami sendiri sudah merancang mobil listrik sejak 2011 dan hasilnya sudah dicoba Menteri BUMN Dahlan Iskan (31/3)," katanya.
Menurut dia, ITS sudah berpengalaman terlibat dalam berbagai konsorsium dan produk alternatif itu ternyata dibutuhkan. "Itu kami lakukan saat terlibat dalam konsorsium pembuatan panser Anoa di era Wapres Jusuf Kalla," katanya.
Ia mencontohkan pengalaman lain dari ITS yang terlibat dalam konsorsium yang didanai Pemprov Jatim untuk pembuatan turbin dan
pemanfaatan tenaga mikro hidro, namun akhirnya tidak berhasil.
"Saat ini, kami juga terlibat dalam konsorsium yang melibatkan 16 institusi untuk pembuatan kapal perang rudal yang didanai Kemristek. Proyek itu didanai Rp1,8 miliar dan diharapkan selesai dalam tiga tahun," katanya.
Secara terpisah, pembimbing mobil listrik D3 Teknik Mesin ITS, Dedi Zulhidayat, mengatakan mobil listrik ini 100% dibuat mahasiswa ITS, mulai dari mengelas, merakit, hingga selesai.
"Karya mahasiswa itu semula dimaksudkan untuk mengikuti lomba yang diadakan Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2011, tapi panitia membatalkan dan ke-10 mahasiswa terus melanjutkan hingga jadi," katanya.
Menurut dia, mobil listrik yang diberi nama Nagageni dan sudah dicoba Menteri BUMN Dahlan Iskan pada 31 Maret lalu itu berpenumpang dua orang dan menggunakan empat accu.
"Accu itu di-charge selama tiga jam dan akan dapat digunakan menempuh jarak sejauh 85 kilometer, sedangkan kecepatannya mencapai 30-45 kilometer per jam. Biaya pembuatan dalam bentuk kerangka sekitar Rp7-8 juta," katanya.
Bahkan, para mahasiswa saat ini sedang merancang Nagageni untuk tahap kedua dengan memanfaatkan energi kinetik atau energi yang dihasilkan oleh gerak untuk menjadi energi tambahan agar charge tidak cepat habis. (Ant/Ol-3)
• MediaIndonesia
Posted in: ITS,Mobil
ITS Buat Kapal Perang 1,8 Miliar

Kampus ITS, ITS Online - ''ITS menjadi leader Konsorsium Pengembangan Kapal Perang Nasional,'' ujar Subchan MSc PhD, salah satu anggota dari tim riset kapal perang. Dengan digarap oleh dosen dari beberapa jurusan di ITS, riset kapal perang ini ditargetkan akan selesai dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.
ITS tak bekerja sendiri, mengingat riset ini adalah riset nasional, maka ITS dibantu oleh beberapa perguruan tinggi negeri lain. Yaitu Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Surabaya (UNS), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Akademi Angkatan Laut (AAL).
Tak hanya itu, sejumlah perusahaan besar pun turut bekerja sama guna merealisasikan kapal perang tersebut. Seperti PT PAL Indonesia, PT Terafulk Group dan PT Len Industri. ''Harapannya nanti kapal perang ini dapat diproduksi di Indonesia dalam jumlah besar,'' imbuh Subchan.
Konsorsium ini bermula dari workshop inisiasi bidang kapal perang yang dilaksanakan Agustus 2011 lalu. Dari workshop itulah ITS mengambil langkah lebih lanjut terkait penelitian kapal perang tersebut. Termasuk pembuatan proposal untuk kemudian diajukan ke pemerintah. ''Pembuatan proposal untuk konsorsium ini telah selesai sejak akhir tahun 2011,'' ungkap Hendro Nurhadi Dipl Ing PhD, Ketua KPKPN. Baru seteleh itu, digelar workshop nasional bidang kapal perang pada akhir Februari lalu.
Penggarapan kapal perang ini dibagi menjadi tujuh kelompok kerja berdasarkan bagian kelengkapan kapal. Ketujuh kelompok kerja tersebut masing-masing menangani karakterisasi komposit, metalurgi fisik, ship standard, auto pilot, steering control, material untuk radar dan Combat Material System (CMS). Dari pembagian tersebut, UNS akan turut membantu dalam pembuatan karakterisasi komposit. Sedangkan metalurgi fisik ditangani oleh Prof Dr Ir Bondan Tiara Sofyan dari UI.
"Kapal perang tersebut akan dilengkapi dengan prosessor persenjataan, sehingga dapat membentuk suatu armada,'' papar Prof Dr Ir Gamantyo Hendrantoro MEng saat ditemui dalam konferensi pers diskusi ilmiah di Nasdec (22/2). Gamantyo juga menerangkan bahwa selama ini Indonesia hanya membeli kapal dari luar negeri.
Kapal yang dibeli itupun merupakan produk lama. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika Indonesia terus menerus bergantung pada negeri lain padahal potensi dalam negeri sangat besar.
Kapal Perang Anti Radar
Keunggulan kapal perang ini yaitu dibuat dengan material anti radar. ''Anti radar baru pertama kali diterapkan di pesawat tempur Amerika. Konon wartawan tidak bisa mendekat dari jarak 100 meter,'' jelas Drs Mochamad Zainuri MSi yang juga ditemui saat konferensi pers diskusi ilmiah di Nasdec (22/2).
Zainuri yang telah meneliti bahan anti radar sejak tahun 2005 itu mengungkapkan bahwa material anti radar yang digunakan pada kapal tersebut dibuat dari pasir besi. Hingga saat ini, material tersebut telah berhasil dibuat dan dapat menyerap radar hingga 99 persen.
Pembuatan kapal perang ini juga tak lepas dari campur tangan mahasiswa. Beberapa mahasiswa semester akhir pun turut meneliti bidang pertahanan melalui Tugas Akhir (TA) yang mereka buat. Selain itu, program Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pun menjadi ajang mahasiswa mengangkat penelitian seputar kapal perang.
Tak hanya konsen di pembuatan kapal perang. Di bidang pertahanan, ITS pun terlibat dalam Komite Kebijakan Industri dan Pertahanan (KKIP). Salah satu tugasnya yaitu merevitalisasi industri pertahanan yang hampir kolaps. KKIP juga bertugas untuk membuat kebijakan lain di industri pertahanan. Seperti keinginan pemerintah untuk bekerja sama dengan Cina membangun industri roket di Indonesia. (sha/fz)
• ITS
Posted in: ITS,Kapal
ITS temukan energi alternatif menghemat BBM

"Saya sudah menelitinya sejak tahun 2007, bahkan saya mulai memakainya sejak tahun 2009. Alhamdulillah, alat HHO (Hydrogen Booster) yang mengalihkan air ke gas itu mampu menghemat solar atau bensin hingga 36 persen," katanya kepada ANTARA di Surabaya, Senin.
Menurut dia, alat HHO yang harganya Rp800.000 dan belum diproduksi secara massal (masih internal ITS) itu prinsipnya merupakan alat yang memisahkan H2O menjadi H2 dan O secara elektrolisa.
"H2 yang sudah dipisahkan dari O itulah yang akan menghasilkan energi (gas) yang luar biasa bila ada proses pembakaran di dekatnya," katanya.
Saat ini, kata guru besar Fakultas Teknologi Industri ITS itu, water to gas yang diriset sudah memasuki generasi ke-16, namun riset akan terus dikembangkan, baik konsep maupun alatnya.
"Alat HHO yang ada saat ini berupa tabung air murni berukuran 15x20 centimeter. Satu cc air murni akan habis untuk jarak 70 kilometer, sehingga kalau satu liter air murni ya bisa untuk jarak ribuan kilometer," katanya.
Secara terpisah, Pembantu Rektor (PR) I ITS Surabaya Prof Ir Herman Sasongko menegaskan bahwa dirinya sebagai mantan Kepala Jurusan Teknik Mesin FTI ITS sudah mencoba alat HHO yang saat itu masih hemat 30 persen.
"Jadi, kalau pemerintah memang mau mengembangkan alat itu untuk aplikasi di masyarakat melalui tahapan produksi, saya kira perlu riset lanjutan, bahkan kalau sudah dipakai masyarakat pun masih perlu riset terus menerus dan ITS siap untuk itu," katanya.(ANT)
• ANTARA News
Posted in: Energi,ITS
Lapan Gandeng ITS Buat Roket
JAKARTA - Selama ini, untuk memperkuat bidang pertahanan dan keamanan, Indonesia masih membeli peralatan perang. Salah satunya adalah roket. Untuk itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menggandeng sejumlah universitas untuk membuat roket.
Keberhasilan riset tersebut akan menandakan kemandirian Indonesia dalam menghasilkan roket sendiri. Selama ini, Lapan memang telah bisa menghasilkan roket namun ukurannya masih kecil sehingga belum mencukupi sebagai bagian dari teknologi pertahanan negara.
Salah satu universitas yang diajak dalam proyek ini adalah tim dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. ''Selama ini kita selalu membeli roket dari negara lain yang kualitasnya pasti lebih rendah daripada roket di negeri asalnya,'' kata salah satu anggota tim ITS, Widyastuti seperti disitat dari ITS online, Kamis (19/4/2012).
Hal ini tentunya sangat miris. Apalagi ketika mengingat bahwa proyek pembuatan roket di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1960-an, bersamaan dengan India dan Pakistan. ITS memang tidak sendirian dalam proyek ini. Lapan turut menggandeng Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Indonesia (UI), serta beberapa pihak industri. Di dalam kampus, tim ini akan turut melibatkan mahasiswa dari berbagai jenjang untuk kelancaran riset tersebut.
ITS memang belum memiliki program studi khusus bidang teknologi penerbangan dan antariksa. Namun, lebih dari Rp1 miliar telah dikucurkan untuk mendanai proyek yang berlangsung antara Lapan dengan universitas dan pihak industri tersebut.
Selama tiga tahun ke depan, tim dosen-dosen ahli ini akan bekerja sama merakit sebuah roket penuh. Mulai dari nose, body, dan nozzle. Konstruksi tiga bagian tersebut tentunya tidak mudah. Nozzle, atau bagian ujung bawah sekaligus pendorong roket bisa mengalami suhu yang sangat tinggi hingga 3.000 derajat Celsius.
''Diperlukan bahan isolator yang tahan panas tinggi agar nozzle tidak meleleh. Karena itu, riset tim ini akan turut mencakup pengujian bahan-bahan yang sanggup menahan panas ekstrim,'' papar Ketua Tim Riset Roket Suasmoro.
Pengujian-pengujian mengenai berbagai aspek lain juga harus dilaksanakan secara mandiri oleh tim. Hal ini karena teknologi roket sangat jarang disebarluaskan. Masing-masing negara yang memiliki proyek pembuatan roket pasti akan sangat protektif mengenainya.(mrg) (rhs)
- okezone -
Posted in: ITS,LAPAN,Roket
ITS Gelar Lomba Cipta Elektrotenik Nasional 2012
Sejumlah anak mempelajari sejumlah aneka model robot saat pendidikan pengenalan robotik di Bandung, Jabar, Kamis (5/4). ANTARA/Fahrul Jayadiputra
TEMPO.CO , Surabaya - Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menggelar Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) 2012. Acara tahunan yang ke-16 ini dilaksanakan di Mall BG Jungtion dan berlangsung 18 hingga 20 Mei 2012.
Ketua Panitia LCEN 2012, Gading Gusti Ranggi, menjelaskan LCEN kali ini merupakan rangkaian dari International Electrical Engineering (IEE) Event 2012 dengan dua acara utama, yaitu Lomba Robot Nasional (Baronas) serta pameran karya terbaik pelajar dan mahasiswa se-Indonesia atau Electrical Engineering Show (EES).
Mengangkat tema Green Technology for Better Nation, LCEN kali ini terdiri dari dua kategori besar, yaitu mahasiswa dan pelajar. "Mahasiswa dibagi empat bidang lomba dan pelajar tiga bidang lomba," kata Gading, Sabtu, 19 Mei 2012.
Kategori mahasiswa terbagi dalam bidang telekomunikasi, multimedia dan informatika, bidang elektronika dan otomasi industri, bidang biomedika, dan bidang manajemen efisiensi energi.
Sedangkan kategori pelajar terbagi dalam bidang elektronika dasar berbasis mikrokontroler bidang elektronika dasar non-mikrokontroler serta bidang komputer dan informatika. "Tema green technology for better nation sengaja kami pilih untuk menciptakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan," ujar Gading.
Rektor ITS, Triyogi Yuwono, mendukung penuh penyelenggaraan LCEN tahunan ini. "Kami sedang menggalakkan lomba cipta karya, dan tiap tahun lomba semacam ini tidak hanya digelar Jurusan Teknik Elektro. Jurusan lain di ITS juga terus mengadakan acara serupa," ucapnya.[FATKHURROCHMAN TAUFIQ]
• TEMPO.CO
Posted in: ITS,Robot
Kapal ITS "Rojo Segoro" dikirim ke Irlandia
Surabaya (ANTARA News) - Kapal "Rojo Segoro" yang dirancang mahasiswa ITS untuk mengikuti ajang "Atlantic Challenge 2012" di Bantry-Irlandia, 21-29 Juli 2012, akhirnya dikirim ke negara itu setelah dua bulan menjalani perbaikan.
Pengiriman kapal generasi ketiga UKM Maritime Challenge ITS itu melalui "stuffing" (dimasukkan dalam kontainer) di Depo MT.Con di Greges, Kalianak, Surabaya, Selasa, yang sebelumnya diarak pada pukul 24.00 WIB menuju depo.
"Kapal itu membutuhkan waktu 35 hari hingga sampai di lokasi tujuan, yakni Bantry-Irlandia," kata Ketua Divisi Operasional Tim Atlantic Challenge Indonesia, Doni Irawan.
Ia menjelaskan kapal itu akan mengarungi Samudera Pasifik dari Indonesia menuju Irlandia dengan melewati rute Tanjung Pelepas pada 28 Mei, lalu sampai di Rotterdam-Belanda pada 25 Juni.
"Insya-Allah, kapal itu sampai di Pelabuhan Cork, Irlandia, pada 3 Juli. Selama lima hari, kapal itu akan berada di Bea Cukai Cork, sebelum dikirim ke Bantry," katanya.
Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan ITS itu mengatakan di antara negara kontestan lomba dari seluruh dunia, Indonesia tercatat sebagai negara yang terjauh dari Irlandia, sehingga membutuhkan waktu lama untuk menuju tempat perlombaan.
"Peserta dari beberapa negara lain membawa kapalnya lewat jalur darat yang hanya memakan waktu beberapa hari," katanya.
Dalam proses "stuffing" itu juga akan dimasukkan barang-barang keperluan tim Atlantic Challenge Indonesia, mulai dari bahan makanan dan minuman selama sebulan di sana hingga cenderamata kebudayaan untuk para kontestan di sana.
"Memang, tim dari Indonesia ini paling ribet di antara peserta dari negara lain, karena harus menyediakan hal-hal yang dasar seperti beras yang merupakan makanan pokok Indonesia, serta misi kebudayaan yang kami bawa," kata Kepala Divisi Maintenance and Production Prihadi Nikosai.
Namun, lanjutnya, kehadiran tim dari Indonesia dengan kapal dan krunya sangat dinantikan di sana. "Doakan semoga kami bisa menjadi yang terbaik," katanya.
ITS sudah enam kali mewakili Indonesia dengan menyabet sebagaian dari sejumlah tropi dalam ajang serupa di Amerika dan Prancis, bahkan tahun ini dan tahun sebelumnya ada 20 anggota tim dengan lima orang di antaranya merupakan perempuan.
"Kami bangga menjadi satu-satunya tim yang mewakili Asia Pasifik di ajang lomba kebaharian internasional itu. Doakan saja dapat berprestasi dengan meraih Spirit of Challenge," kata koordinator tim MC ITS Rikki Styadi. (E011)
• ANTARA News
Posted in: ITS,Kapal
Empat Universitas Perbarui Teknologi Mobil Listrik

PURWKERTO--MICOM : Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menegristek) Gusti Muhammad Hatta menyatakan mobil listrik yang diusung menjadi mobil nasional sangat dibutuhkan karena bisa menjadi solusi terhadap permasalahan krisis energi yang dihadapi Indonesia.
"Saya, selaku Menteri Negara Riset dan Teknologi selalu mengimbau agar produk yang dibuat anak bangsa harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," kata Gusti dalam pers rilis, Sabtu (26/5).
Selain menjadi solusi, kata dia, mobil listrik karya anak bangsa dari empat perguruan tinggi juga dinyatakan sebagai mobil yang ramah lingkungan.
Ia mengatakan, mobil listrik juga sangat dibutuhkan karena sangat efektif dan efisien menggantikan mobil yang berbahan bakar fosil (BBM) yang semakin hari semakin berkurang.
"Oleh karena itu, kenapa mobil listrik ini sangat dibutuhkan? Karena bisa menjadi solusi terhadap krisis energi, ramah lingkungan, dan efisien. Semoga dengan adanya dukungan dari Presiden mobil ini cepat terealisasi," kata Menegristek.
![]() |
| Marmut LIPI terlupakan |
Menurut dia, produksi massal mobil bertenaga listrik tersebut akan disusun bersama pakar mobil listrik dari empat perguruan tinggi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kementerian Riset dan Teknologi juga akan mengadakan penelitian yang komprehensif agar mobil listrik tersebut siap digunakan, termasuk bagaimana memroduksi baterai dan infrastruktur pengisian listrik yang mesti tersedia dengan baik.
"Infrastruktur stasiun isi ulang baterai harus dibuat. Kalau tidak, bagaimana mobil bisa jalan jauh," kata Gusti. (Ant/OL-9)
• MediaIndonesia
Posted in: ITB,ITS,Mobil,UGM,UI
ITS Operasikan Pembangkit Listri Berbahan Bakar Sampah

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dalam perhelatan "Gugur Gunung" tahap 3 (G2.3) di kampus setempat, Jumat (22/6). Pelaksanaan kegiatan yang merupakan rangkaian program "Eco Campus" tersebut digelar secara serentak di semua unit, jurusan, dan biro di lingkungan ITS.
Gugur Gunung 1 (G2.1) diselenggarakan untuk mengukuhkan kampus ITS sebagai daerah yang berbasis eco-campus. Sementara G2.2 difokuskan pada bersih-bersih di tiap unit dan jurusan, disertai penanaman pohon juga agar menjadi kebiasaan dan ITS menjadi sadar budaya eco-campus.
"Untuk G2.3 kali ini juga melanjutkan kegiatan pada tahap-tahap sebelumnya yang diharapkan semakin menegaskan budaya eco-campus bagi seluruh warga ITS," tutur ketua pelaksana G2.3, Tatas, ST, MT.
Menurut dia, G2.3 juga difokuskan pada biodiversity, yaitu program konservasi atau perlindungan satwa burung di kampus ITS, sehingga kawasan ITS nantinya bisa menjadi rumah bagi burung-burung liar tersebut.
"Kalau burung-burung tersebut mendapat rumah yang nyaman dan aman, tentunya bisa membantu perkembangbiakan mereka dengan baik, karena itu ada larangan penangkapan burung di area kampus ITS," katanya.
Selain penanaman pohon dan pelepasan ratusan burung merpati dan bondol, kegiatan itu juga diramaikan dengan uji emisi kendaraan di lingkungan ITS dan peluncuran PLTSa.
Bibit pohon yang ditanam kali ini sebanyak 830 pohon terdiri dari pohon matoa, sukun, mahoni, dan mangga, sedangkan PLTSa yang diluncurkan merupakan karya dosen Teknik Mesin ITS, Dr Bambang Sudarmanta ST MT.
"Nantinya, PLTSa ini akan digunakan mengolah sampah di sekitar kampus ITS agar menghasilkan energi listrik, lalu energi yang dihasilkan akan ditujukan untuk membantu penerangan jalan umum (PJU) di sekitar asrama mahasiswa," kata Bambang Sudarmanta.
Dosen D3 Teknik Sipil ITS itu menjelaskan peluncuran PLTSa ini diharapkan mampu mendukung tingginya kebutuhan listrik di ITS dan mampu membantu mengurangi limbah sampah di lingkungan ITS agar tidak menumpuk sia-sia.
♣ REPUBLIKA.CO.ID
Posted in: Energi,ITS
PENS dan ITS ungguli kontes robot

Surabaya (ANTARA News) - Tim robot dari PENS Surabaya, ITS Surabaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang, dan UGM Yogyakarta mengungguli tim lain dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) yang digelar di kampus ITB Bandung pada 30 Juni-1 Juli.
Humas PENS Andry Suryandari kepada ANTARA lewat surat elektronik dari Bandung, Minggu bahwa sebagian besar perfoma dari 94 tim robot yang mengikuti kontes robot di Bandung itu mengalami penurunan, namun tim PENS, ITS, UB, dan UGM terlihat unggul.
"Pada putaran pertama KRI, peserta yang sebagian besar berasal dari Regional IV (Jatim) berhasil mencetak kemenangan sempurna (peng on dai gat), yaitu tim ROLPENS (PENS), RI-NHO (ITS), BHATARA (UB), dan JUMP_ACE (UGM)," katanya.
Namun, katanya, tim ROLPENS dari PENS Surabaya mencatat waktu tercepat yakni 1 menit 4 detik.
Menurut dia, ada lima divisi lomba yang dipertandingkan, di antaranya KRI, Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Beroda, KRCI Berkaki, KRCI RSHL (RoboSoccer Humanoid League), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI).
"Kategori yang menyedot perhatian terbesar dari penonton adalah Kontes Robot Indonesia. Pada kategori ini tim robot wajib menyiapkan tiga buah robot manual dan otomatis yang bertugas mengumpulkan nilai dengan cara mengambil bun dan mengumpulkannya di keranjang," katanya.
KRI tahun ini bertema"Grebeg Berkah Kedamaian dan Kesejahteraan" yang diadopsi dari tema pertandingan internasional "Peng On Dai Gat", karena itu pemenang pada kategori ini akan mewakili Indonesia pada ABU Robocon 2012.
Pada kategori RSHL, Robot PENS "EROS" memukau penonton dengan tendangan "back heel" yang mampu memecahkan rekor skor 4-0 ketika melawan tim Hurofu (ITS). Tim lainnya juga tak kalah hebat dalam menendang bola, meski hanya mencetak skor 1-2.
Sementara itu, 16 tim robot juga beradu gerak dalam KRSI bertema Robot Penari Piring. Dengan aksesoris piring di tangan dan dandanan ala penari robot-robot ini melenggok pada empat buah lapangan yang disiapkan oleh panitia.
"PENS yang diwakili oleh tim ERISA bersaing ketat dengan tim V-yu (ITS) dalam perolehan nilai," katanya. (E011)
♣ ANTARA News
Posted in: ITS,PENS,Robot
ITS juara kontes robot Indonesia tingkat nasional 2012
Bandung (ANTARA News) - Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menjuarai Kontes Robot Indonesia (KRI) tingkat nasional 2012 yang digelar di Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung (ITB), Minggu.
Tim robot RI-NHO dari ITS pada babak final KRI mengalahkan tim robot Barelang 5.2 dari Politeknik Negeri Batam yang menjadi juara pada 2011. ITS dengan kemenangan tersebut berhak mewakili Indonesia pada kontes robot internasional di Hongkong pada Agustus 2012.
Sebagai juara III pada kategori KRI adalah Jump-Ace dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan juara harapan tim robot Rolpens dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
Sedangkan robot desain terbaik diraih Barelang 5.2 dari Politeknik Negeri Batam dan strategi terbaik oleh Rolpens dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
Pada kategori Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) pemadam api beroda, juara I diraih tim robot Sangkuriang dari Politeknik Negeri Bandung, juara II oleh tim robot D`Guliz dari Universitas Tanjungpura, dan Juara III oleh Armada dari UGM..
Untuk kategori KRCI pemadam api berkaki, juara I diraih oleh 1-DA dari UGM, juara II oleh tim robot Arjuna dari Institut Teknologi Telkom Bandung, dan juara III oleh Eilero dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
Pada KRCI kategori humanoid soccer atau robot bertanding sepak bola, juara I diraih tim Eros dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya setelah mengalahkan tim Isola-S dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan skor 7-0.
Tim robot Barelang 4.2 dari Politeknik Negeri Batam keluar sebagai juara III setelah mengalahkan tim robot Alfarobi dari UGM yang menjadi juara harapan.
Untuk kategori KRCI, tim robot dengan desain terbaik diraih Majreha dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan tim dengan algoritma terbaik diraih Eros dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
Untuk Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) yang pada 2012 mengambil tema penari piring, juara I diraih V-yu dari ITS, juara II oleh Rosebir dari UGM, juara III oleh Erisa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, sedangkan juara harapan oleh ACE dari Universitas Kristen Maranatha.
Tim robot dengan desain terbaik pada kategori KRSI diraih oleh Rosebir dari UGM dan untuk penampilan artistik terbaik diraih oleh Erisa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya..
Sementara itu, menanggapi kemenangan ITS, Rektor ITS Triyogi Yuwono menjanjikan pembebasan biaya kuliah dan pengusulan beasiswa bagi mahasiswa yang tergabung dalam tim robot.
Ia juga berjanji robot yang memenangkan KRI tidak akan dibongkar untuk dipamerkan dalam ruang khusus guna mengingat prestasi tim robot ITS.
"Mereka telah bekerja keras dari hari ke hari dan menginvestasikan banyak waktu untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu robot," ujar Yuwono.(D013)
Berikut Video Persiapan Tim RI-NHO ITS:
♣ ANTARA News
Posted in: Ilmu Pengetahuan,ITS,Robot
Tim ‘Sapu Angin‘ ITS Berangkat ke Malaysia
Untuk menyemangati 15 mahasiswa multi-jurusan yang tergabung dalam tim ITS itu dan berlaga di Malaysia pada 4-7 Juli, Rektor ITS berpesan agar jangan takut menang.
| Anggota Tim Mahasiswa ITS (Surabaya) mencoba menyalakan mesin kendaraan hemat energi buatan mereka "Sapu Angin" (Sumber Foto: Antara) |
Surabaya , PelitaOnline – TIM mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akanberangkat ke ajang tahunan Shell Eco Marathon Asia 2012 di Sepang, Malaysia, dengan membawa mobil hemat bahan bakar Sapu Angin 6, Sapu Angin 7, dan Antasena 1.
Rektor ITS Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA didampingi Pembantu Rektor I Prof Dr Eng Ir Herman Sasongko dan Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS Bambang Pramujati ST MSc PhD melakukan prosesi pelepasan ketiga tim tersebut di gedung Pascasarjana ITS, Senin (2/7).
Dalam sambutannya, untuk menyemangati 15 mahasiswa multi-jurusan yang tergabung dalam tim ITS itu dan berlaga di Malaysia pada 4-7 Juli, Rektor ITS berpesan agar jangan takut menang.
“Juga jangan takut untuk kalah. Tanpa berangkat pun, kalian telah menjadi juara, karena mampu membuat mobil Sapu Angin dan Antasena itu," lanjutnya, sebagaimana dikutipAntara.
Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS Dr Ir Bambang Sampurno MT, yang juga hadir dalam acara pelepasan itu berharap agar kontingen ITS tetap berjuang keras seperti tim ITS yang meraih predikat juara umum dalam Kontes Robot Nasional (KRN) 2012 di Bandung (1/7).
"Jangan lupa untuk tidak berprasangka buruk kepada Tuhan. Keberhasilan ITS menjadi juara dalam KRN 2012 tidak luput dari doa yang dipanjatkan oleh semua sivitas akademika ITS," tuturnya.
Di lain tempat, Manajer Umum Tim ITS Sapu Angin 2012, Yoga Dwi Widagdo, mengatakan bahwa mobil hemat energi Sapu Angin 6 itu mampu mengonsumsi energi 2.000 kilometer per liter.
"Untuk mobil Sapu Angin 6 yang berbahan bakar bensin dan berlaga di kelasprototype itu ditargetkan dapat menjadi juara Asia," terangnya.
Tapi, untuk mobil Sapu Angin 7 yang berbahan bakar biodiesel (Fame) dan berlaga di kelasurban conceptitu ditargetkan dapat memecahkan rekor dunia yang dipegang AS dengan 270 kilometer per liter.
"Satu unit mobil lagi adalah mobil Antasena yang berbahan bakar hidrogen dan akan berlaga di kelas prototype," jelas mahasiswa semester 8 Jurusan Teknik Mesin pada Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITS Surabaya tersebut.[Wahyu]
♣ PelitaOnline
Posted in: ITS,Mobil
Pertahankan Gelar Juara Mobil Irit Se-Asia, ITS Cetak Hattrick
Jakarta - Tim Sapu Angin ITS mempertahankan gelar juara dalam kontes mobil hemat energi Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2012. Atas kemenangannya yang ke tiga kalinya ini, tim ITS berhasil mencetak hattrick dalam ajang tahunan yang digelar di sirkuit Sepang, Malaysia, tersebut.
Sapu Angin 7 adalah mobil kreasi ITS yang dinobatkan sebagai juara pertama kelas Urban Concept Biodeisel. Mobil penggerak mesin pompa air tersebut tercatat mampu menempuh jarak 167 kilometer per liter biodiesel yang menjadi sumber energinya. Ini capaian tertinggi dari tim Indonesia yang mengirimkan wakilnya dalam ajang SEM Asia 2012
"Alhamdulillah, ini adalah kali ketiga secara berturut-turut kami juara pertama di ajang SEM,” ujar Rektor ITS Triyogi Yuwono melalui surat elektronik, Sabtu (7/7/2012). .
Keberhasilan ini menurutnya menunjukkan bahwa transfer pengetahuantelah berjalan dengan baik. Mengingat tiap tahun dosen pembimbing dan mahasiswa yang berangkat bertanding selalu berlainan. "
Hal ini adalah buah dari iklim akademik yang terbina sangat baik di ITS," ujar Triyogi.
Di dalam ajang SEM Asia 2012, ITS mengirim tiga tim yang masing-masing diawaki oleh lima orang mahasiswa dengan dosen pembimbing tim Bambang Sampurno. Tim 1 dengan mobil Sapu Angin 6, Tim 2 dengan Sapu Angin 7 dan SEM ITS Team 2012 dengan mobil terbaru Antasena 1.
Mereka berkompetisi menghadapi 136 tim dari 18 negara dari Asia termasuk Lebanon, Qatar, Uni Emirat Arab, Hong Kong dan Korea Selatan. Jumlah kendaraan hemat energi yang dilombakan terdiri dari 91 di kelas prototipe dan 45 di kelas urban concept.
Sumber : Detik
Posted in: ITS,Mobil
ITS juara kedua e-ICON di Korsel
Surabaya - Dua mahasiswa jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, meraih juara kedua dalam di ajang e-Learning International Contest of Outstanding New Ages (e-ICON) World Contest di Incheon dan Seoul, Korea Selatan, 9-13 September 2012.
"Dulu kita cuma iseng cari lomba di Internet, lalu ikut begitu saja," kata mahasiswa angkatan 2011 ITS, Maranu Toto Negoro, didampingi rekannya, Raden Aditya Brahmana, setibanya di Surabaya, Senin.
Dalam lomba yang diikuti oleh 18 negara dari seluruh dunia dengan total peserta sebanyak 20 tim dan 96 peserta itu, katanya, dirinya bersama rekannya merupakan satu-satunya wakil Indonesia dari tingkat perguruan tinggi.
"Lomba itu digelar oleh Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea Selatan untuk menantang peserta dalam menciptakan program yang bisa memberikan solusi untuk memanfaatkan teknologi di bidang edukasi," katanya.
Menurut dia, ide yang digagas dalam lomba ini, yakni e-learning tentang pembelajaran iklim dan cuaca. Mereka berdua sengaja memilih tema tersebut, karena terjadi bencana alam angin topan sekitar seminggu sebelum lomba dihelat.
Dengan menembak sisi tersebut, mereka memasukkan tips dalam menghadapi angin topan, bahkan edukasi tentang cara mengetahui arah datangnya topan pun mereka masukkan dalam program.
"Program yang kami ciptakan ini untuk membantu masyarakat lebih fokus belajar tentang hal yang terkait dengan kearifan lokal masing-masing daerah, sehingga bisa lebih meningkatkan produktivitas dari daerah setempat," katanya.
Awalnya, menurut dia, seleksi dilakukan dari proposal yang mereka kirim pada awal Agustus lalu, kemudian proposal itu dinyatakan lolos dan pemerintah Korea Selatan membiayai semua akomodasi mereka menuju venue perlombaan.
"Uniknya, dalam lomba ini, kami hanya diberi waktu selama tiga hari untuk membuat program pembelajaran dengan media e-learning. Waktu singkat tersebut tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Beruntung, kami sudah siap sejak masih di Indonesia," katanya.
Dalam waktu yang sama (17/9), Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS mendapat apresiasi dari ClassNK, berupa donasi buku dan penghargaan bagi mahasiswa FTK. Class NK merupakan perusahaan di bidang klasifikasi kapal yang berpusat di Jepang. Perusahaan itu juga melakukan sertifikasi kapal yang layak layar.
Bahkan, Chairman and President of Class NK, Noboru Ueda, hadir langsung sebagai perwakilan ClassNK untuk menandatangani Memorandum of Angreement (MoA) untuk Class Award dan Donasi of ClassNK Library bersama Prof Dr Darminto (Pembantu Rektor IV Bidang Pengabdian Masyarakat) dan Ir Eko Budi Djatmiko MSc PhD (Dekan FTK). (*)
( Antara )
Posted in: ITS
"Repository" ITS raih peringkat 19 versi Webometric
Surabaya - "Repository" (penyimpanan pustaka ilmiah dalam bentuk digital) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meraih peringkat 19 di dunia versi "Webometric" (sistem penilaian terhadap perguruan tinggi terbaik di dunia melalui laman/situs).
"Penilaian Webometrics terhadap 1.240 repository institusi di seluruh dunia itu juga menempatkan ITS meraih peringkat kedua tingkat Asia dan peringkat pertama tingkat nasional," kata Kepala Perpustakaan ITS Drs Mansur Sutedjo SIP di Surabaya, Jumat.
Menurut dia, sejak munculnya perpustakaan digital (digital library), maka masyarakat tak perlu bersusah payah mencari satu di antara puluhan baris judul buku.
"Konsep repository (penyimpanan pustaka dalam bentuk digital) juga berlaku di Perpustakaan ITS Surabaya. Tak hanya memperoleh kemudahan, kini repository Perpustakaan ITS kembali menempati peringkat pertama di Indonesia," katanya.
Penilaian terhadap perguruan tinggi terbaik di dunia melalui laman/situs/website pada September 2012 itu memosisikan ITS menduduki peringkat pertama nasional untuk keempat kalinya, padahal sebelumnya menduduki peringkat ke-64 di tingkat nasional.
"Awalnya, Perpustakaan ITS mendapat bantuan aplikasi program perpustakaan digital pada tahun 2004, kemudian terus berlanjut sampai 2007 sudah bisa unggah (upload) 1.500 tesis yang hanya memuat judul, abstrak, dan daftar isi," katanya.
Walau begitu, Mansur dan timnya menghadapi banyak kendala. "Kami pernah menghadapi ulah `hacker` (peretas) dan juga kecemasan sivitas akademika ITS untuk mempublikasikan karya mereka terkait plagiarisme," katanya.
Ia menilai kekhawatiran itu sebenarnya tidak perlu, karena karya yang dibaca banyak orang itu dapat melahirkan referensi baru dan jika ada plagiarisme justru akan ketahuan orang banyak.
"Namun, untuk menanggulangi kekhawatiran tersebut, Perpustakaan Digital ITS pun menggunakan sistem viewer dan watermark dalam setiap tulisan yang dipublikasikan. Sistem itu kami pelajari dari UK Petra, namun kami tidak mendapatkan software, melainkan kami coba membuat sendiri dengan SDM yang ada," katanya.
Sistem "viewer" memberikan fasilitas bagi anggota perpustakaan digital ITS untuk dapat membaca tulisan yang diinginkan tanpa fasilitas mengunduh, sedangkan sistem "watermark" memberikan identitas pada setiap halaman dokumen agar tidak dapat disalin oleh pembaca.
"Tapi, sistem viewer dan watermark itu tak langsung membuat sivitas akademika berminat melakukan publikasi karya ilmiah hingga akhirnya rektor menerbitkan surat keputusan mengenai wajib serah simpan karya ilmiah," katanya.
Atas kewajiban itu, maka dalam setiap momen wisuda, staf perpustakaan dapat menerima sekitar 2.000 judul tugas akhir untuk dipublikasikan. "Kami keberatan beban, sampai akhirnya diciptakan sistem upload mandiri untuk mahasiswa dan dosen," katanya.
Hingga kini, pengembangan repository Perpustakaan ITS masih menghadapi beberapa kendala teknis, misalnya kapasitas server yang perlu ditingkatkan dan developer juga hanya ada satu. "Kita masih butuh developer yang paham bahasa pemprograman dan jaringan," katanya.
( Antara )
Posted in: ITS,Situs
ITS punya jurnal online mahasiswa
Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merupakan perguruan tinggi yang pertama kali di Indonesia memiliki portal publikasi untuk jurnal online bagi mahasiswa S1 yang akan lulus dari ITS. Portal publikasi online mahasiswa ITS (POMITS) dibuka secara resmi oleh Dirjen Dikti Kemdikbud Prof Dr Djoko Santoso di Gedung Pascasarjana ITS Surabaya, Jumat.
POMITS itu mengawali penerapan kebijakan baru dari DIKTI terkait dengan publikasi jurnal online bagi mahasiswa S1 yang akan lulus yakni Surat Dirjen Dikti Nomor 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012 tentang wajib publikasi ilmiah bagi mahasiswa.
ITS menunjuk Badan Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (BP2KI) untuk menyelenggarakan proses ungguh artikel ilmiah karya mahasiswa S1, termasuk menyeleksi kelayakan naskah ilmiah untuk diunggah.
"Portal POMITS yang beralamatkan di ejurnal.its.ac.id ini berbasis open journal system (OJS) yang telah ber-ISSN," kata Kepala Badan Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual ITS, Prof Dr Ir Suprapto Dipl.Eng. Saat ini, POMITS terdiri dari dua jurnal yaitu jurnal teknik dan jurnal sains and seni.
"Rinciannya, untuk sebaran artikel ilmiah pada masing-masing jurnal yaitu 295 artikel di jurnal teknik, 138 artikel di jurnal sains and seni serta 1.271 di repository," katanya. Ketika membuka langsung portal POMITS itu, Ditjen Dikti Prof Djoko Santoso memberikan komentar bahwa tampilan POMITS sudah bagus dan lengkap.
"Pak Menteri (Mendikbud) pun sudah meluncurkan dan menceritakan ini ke DPR, ternyata surat edaran yang saya buat adalah rasional, semoga ke depannya makin semarak dengan inovasi," harapnya. Dalam kesempatan itu, Ditjen Dikti Kemdikbud membentuk Dewan Pengawas untuk ITS yakni sebagai anggota Dewan Pengawas ITS, yaitu perwakilan dari usulan ITS, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dewan Pengawas ini dibentuk karena ITS sudah berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU), seperti halnya Majelis Wali Amanat (MWA) pada perguruan tinggi yang berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN).
Dewan Pengawas ini nantinya berstatus memberikan pengawasan pada pengelolaan keuangan, pengelolaan aset, manajemen kepegawaian, dan sebagainya. Ketiga anggota Dewan Pengawas DIKTI ITS yang baru terbentuk ini antara lain, Sugianto dari kementrian keuangan kantor wilayah (Kanwil) Jawa timur dan Prof Dr Djoko Santoso dari Dikti, sedangkan ITS menunjuk direktur utama Semen Gresik, Dwi Soetjipto sebagai satu dari tiga pengawas tersebut.(*)
( Antara )
Posted in: ITS
Pembuatan KRI Klewang Siap dibantu ITS
Pembuatan KRI Klewang Sempat Dibahas dengan ITS
Surabaya - Anggota Konsorsium Kapal Perang Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Subchan, mengatakan bahwa sebelum PT. Lundin Industry Invest dipercaya membangun KRI Klewang, Departemen Pertahanan pada 2005 silam telah meminta pakar-pakar perkapalan ITS Surabaya mengkaji dan membuat kapal perang anti radar dengan bahan bakar fiber karbon.
"Tapi ndak jelas begitu saja hingga akhirnya ada kabar sudah pesan ke PT Lundin," kata Dr. Subchan, ketika mengikuti diskusi mengenai penyebab terbakarnya KRI Klewang, di Aula Rektorat ITS, Senin siang, 1 Oktober 2012.
Menurut Subchan, bahan fiber karbon memang memiliki keunggulan, yakni bisa memantulkan radar dengan sempurna ketimbang metal atau baja. PT. Lundin memang spesialis dalam membuat kapal berbahan dasar fiber karbon. Tapi, bukan berarti Indonesia tidak bisa membuatnya.
Subchan menjelaskan bahwa Indonesia membuat kapal perang dengan bahan fiber karbon. Adapun yang belum mampu dibuat adalah sistem persenjataan. Hingga saat ini Indonesia hanya mampu membuat satu roket bernama RHAN 122. Itu pun belum berani untuk diaplikasikan di kapal perang yang ada.
Ahli permesinan kapal ITS, Ir. Surjo Widodo Adji, mengatakan fiber karbon memang memiliki banyak keunggulan. Itu sebabnya biaya pembuatan kapal dengan bahan dasar fiber karbon bisa delapan hingga sembilan kali lipat lebih mahal dibandingkan kapal dari baja atau besi. "Memang mahal, tapi kalau dibikin oleh bangsa sendiri saya yakin tidak sampai Rp 114 miliar," ujarnya.
KRI Klewang mengalami kebakaran pada Jumat sore, 28 September 2012, sekitar pukul 15.00 WIB. Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar di galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi.
ITS siap bantu uji sistem KRI Klewang

Surabaya - Para pakar perkapalan dan kelautan ITS Surabaya menilai terbakarnya KRI Klewang (28/9) akibat kurang didukung dengan uji sistem dan prosedur baku secara laboratoris, karena itu ITS siap membantu kelanjutan program itu.
"Kami memiliki tim konsorsium kapal perang yang bekerja sama dengan Kemhan sejak 2012 dan tim investigasi yang mendapat sertifikasi KNKT," kata pakar transportasi laut ITS Dr RO Saut Gurning ST MSc di Surabaya, Senin.
Dalam diskusi pakar di Rektorat ITS Surabaya itu, ia menjelaskan pihaknya siap membantu untuk melakukan uji sistem kapal dan prosedur baku secara laboratoris serta juga desain kapal ke depan untuk kelanjutan program itu.
"Ke depan, program itu harus dilanjutkan, tapi jangan semata-mata program, melainkan program itu harus berdampak pada dua hal yakni peningkatan kemampuan teknologi bangsa dan penguatan industri perkapalan di sektor hulu," katanya.
Senada dengan itu, anggota Konsorsium Kapal Perang ITS Dr Subchan menegaskan bahwa terbakarnya KRI Klewang hendaknya tidak membuat pemerintah dan TNI menjadi patah arang.
"Yang namanya tahap awal itu selalu ada kecelakaan, karena itu program itu harus terus dilanjutkan, apalagi teknologi yang dimiliki KRI Klewang itu hanya dimiliki 3-4 negara," katanya.
Namun, katanya, terbakarnya KRI Klewang itu harus memberi pelajaran berharga yakni pentingnya "SOP" sejak dari tahap desain, pemilihan material, pengerjaan, hingga uji coba kapal itu.
"Saya yakin prosedur mungkin sudah benar, tapi prosedur yang dilakukan itu kurang didukung uji laboratoris secara memadai, sehingga ada tahapan atau bagian yang tak sesuai standar," katanya.
Hal itu dibenarkan ahli permesinan kapal ITS Ir Surjo Widodo Adji MSc FIMarEST yang juga praktisi galangan kapal. "Kapal non-sipil memang memiliki tingkat kerahasiaan tertentu, tapi saya kira proses pengerjaannya harus sesuai `SOP`," katanya.
Ia mencontohkan bahan komposit karbon pada KRI Klewang yang memiliki keunggulan tidak terdeteksi oleh radar musuh itu memang "flammable" (mudah terbakar), tapi kalau proses pembuatannya sesuai "rules" maka tidak mungkin api akan cepat menjalar hingga ludes dalam waktu kurang dari dua jam.
Pandangan senada diungkapkan Ketua Pusat Studi Kelautan ITS Aries Sulisetyono ST MA Sc PhD. "Belum ada kebakaran kapal secepat itu, karena sebelumnya memang rasanya tidak mungkin badan kapal bisa terbakar begitu cepat," katanya.
Oleh karena itu, katanya, seharusnya dipastikan bahwa pemilihan material sudah sesuai "rules" dan diuji sebelumnya. "Kalau diminta, kami dari ITS siap melakukan uji material dan kelaikan, karena kami memiliki laboratorium untuk itu," katanya.
Tidak hanya itu, peneliti Laboratorium Kehandalan dan Keselamatan Kapal ITS Dr Trika Pitana menilai kebakaran yang terjadi juga menunjukkan tidak adanya koneksi antarkabel dari darat ke galangan dan dari galangan ke kapal.
"Koneksi air dari galangan ke kapal juga tidak cepat, karena itu SOP untuk perencanaan keselamatan dalam pengerjaan kapal itu tidak jalan," katanya, didampingi ahli keselamatan dan kebakaran ITS, Ir Alam Baheramsyah MSc FIMarEST.
© Tempo.Co, Antara
Posted in: ITS,KRI TNI-AL,Lundin
ITS Jadi Anggota AUN/SEED-NET
Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menjalin kerjasama internasional. Kali ini, ITS diterima sebagai anggota ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net), sebuah persatuan universitas tingkat internasional.
Untuk menjadi anggota AUN/SEED-Net tidaklah mudah. Di Indonesia hanya ada empat anggota yakni, ITS, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sedangkan universitas negara lain yang menjadi anggota adalah University Teknologi Malaysia, Mindanao State University of Philippines, Thammasat University of Thailand, Nagoya University, Osaka University, dan Tohoku University.
"Keanggotaan ITS telah disetujui pada 21 September lalu. Pak Rektor (Prof. Tri Yogi Yuwono) diundang 29 November mendatang," kata Kepala International Office (IO) ITS, Maria Anityasari, kemarin.
Maria menjelaskan, keanggotaan AUN/SEED-Net dibagi menjadi dua yaitu AUN membership dan AUN/SEED-Net membership. Sebagai anggota AUN/SEED-Net, anggota berhak melamar sebagai Host Institution (HI). Organisasi ini telah berdiri sejak 1995 sebagai jaringan antara negara-negara di wilayah ASEAN.
"Untuk mendaftar sebagai member tidak hanya sekadar membayar, persyaratan yang ditetapkan ketat dan harus ada rekomendasi dari Menteri Pendidikan di negara masing-masing," ujarnya.
Saat ini hanya UI, UGM, ITB, dan Universitas Airlangga (Unair) yang menjadi anggota AUN dari Indonesia. Namun, lanjut Maria, pada 2001, dengan bantuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA), terbentuklah AUN/SEED-Net yang merupakan tematik network untuk institusi teknik di ASEAN.
"Sebelumnya hanya AUN member yang dapat mendaftar sebagai anggota AUN/SEEDNet. Tetapi sejak Juli 2012, sekretariat AUN mengeluarkan kebijakan percepatan yang memungkinkan institusi non-memberAUN untuk mendaftar menjadi member AUN/ SEED-Net," papar wanita berkacamata ini. (arief ardliyanto/koran si)(//rfa)
@ Okezone
Posted in: ITS
ITS Gelar Kompetisi Mobil Irit
Surabaya - Insitut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, (ITS) akan menggelar kompetisi mobil irit nasional bertajuk "Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2012", yang rencananya digelar 23 - 25 November 2012 di Surabaya.
Kompetisi diselenggarakan bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
"ITS sebagai salah satu perguruan tinggi yang sudah sering kali ambil bagian dalam kompetisi mobil irit, baik di dalam maupun luar negeri, juga ingin menggelar kompetisi serupa. Kompetisi ini merupakan yang pertama kami adakan dan bersifat nasional," kata staf humas ITS, Indah Tri Sukmawati, di Surabaya, Selasa (20/11).
Indah menjelaskan para peserta akan melakukan uji hemat bahan bakar kendaraannya di Sirkuit Pantai Ria Kenjeran yang lokasinya berdekatan dengan ITS.
"Secara garis besar, model kompetisi ini mengadopsi dari perhelatan kompetisi mobil irit skala internasional Shell Eco Marathon (SEM) Asia di Sepang, Malaysia. Kami harapkan bisa berjalan lancar dan dapat menjadi agenda rutin dalam rangka menemukan teknologi mobil irit terbaik di tengah semakin berkurangnya cadangan minyak bumi," tukas dia. SB/P-3
© Koran Jakarta
Posted in: ITS,Mobil
