Mahasiswa Yogya Juara di Korea Berkat Kulit Udang
TEMPO.CO , Yogyakarta - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memanfaatkan kulit udang, cangkang kepiting dan kerang untuk membuat obat penyembuh luka, baik luka terbuka maupun luka bakar. Cangkang dan kulit yang biasanya dibuang setelah daging binatang itu dikonsumsi ternyata mengandung chitosan yang efektif menyembuhkan luka.Berkat limbah kulit udang dan cangkang kerang serta kepiting itu, Barii Hafidh Pramono dan Rizqi Afrian, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menjadi juara pertama dalam The 1st International Student Conference di Thailand. Kegiatan bertema "Innovations for Harmonious Living in a Borderless Society" itu diselenggarakan oleh Khon Kaen University, Thailand pada 23-25 Januari 2012."Biasanya kepiting dan udang hanya dimanfaatkan dagingnya saja, sementara cangkangnya dibuang, padahal cangkang kepiting, udang, maupun kulit kerang mengandung zat yang disebut chitosan, yang mampu mempercepat penyembuhan luka," kata Barii, Senin, 6 Februari 2012.Dua mahasiswa angkatan 2006 itu berhasil menyingkirkan peserta dari delapan negara lain yaitu Thailand, Cina, Swedia, Laos, Jepang, Inggris, Kamboja, serta Vietnam.Penelitiannya tentang pemanfaatan kulit kerang (chitosan) untuk obat luka bakar termasuk unik karena memanfaatkan limbah untuk dijadikan obat. Barii menemukan fakta bahwa salep dengan kandungan chitosan mampu menyembuhkan luka dengan waktu lebih cepat dibanding dengan salep tanpa chitosan. Salep chitosan juga menghasilkan penyembuhan yang kuat karena mampu menebalkan kolagen sehingga kulit tidak mudah iritasi.Dengan chitosan, luka lebih cepat sembuh karena proses epitelisasi dan kolagenisasi lebih cepat serta menghentikan perdarahan dan mencegah infeksi. "Selain efektif menyembuhkan luka, cangkang binatang itu mudah ditemukan dan murah," kata Rizki Arfian.(MUH. SYAIFULLAH)• TEMPO.CO
Posted in: Awards,Ristek,UMY
UGM Sabet Situs Universitas Terbaik di Indonesia
Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) menduduki peringkat pertama di Indonesia dan kedelapan di Asia Tenggara sebagai perguruan tinggi dengan situs terbaik. Hal ini sesuai dengan penilaian Webometrics Ranking of World Universities 31 Januari 2012.Selain UGM, beberapa perguruan tinggi Indonesia yang juga masuk ke dalam Top South East Asia versi Webometrics adalah Institut Teknologi Bandung (ITB) peringkat ke-9, Universitas Indonesia (UI) peringkat ke-10, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) peringkat ke-26, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) peringkat ke-27.Webometrics adalah pemeringkatan situs khusus untuk perguruan tinggi seluruh dunia. Dalam pemeringkatannya webometric memperhatikan dua hal yaitu keterkenalan dan isi. Periode penilaian dilakukan dua kali dalam satu tahun, yaitu periode Januari dan periode Juli. Webometric memeringkat 20.300 perguruan tinggi di seluruh dunia."Kenaikan peringkat UGM menjadi nomor satu di Indonesia karena situs web UGM di www.ugm.ac.id berhasil memenuhi penilaian," kata Kepala Bidang Humas, Wijayanti kepada wartawan di Kantor Humas UGM, Senin (6/2/2012).Menurut Wiwit panggilan akrabnya ada empat indikator penilaian, misalnya Size (S), yakni jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web PT; Visibility (V), atau jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain PT yang dinilai; Rich Files (RF), yakni relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi PT tersebut dan Scholar (Sc), yakni jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain PT."Untuk tahun 2012 ini, peringkat UGM naik karena karena peningkatan visibility dan scholar," katanya.Menurut dia, scholar yang naik tak lepas dari upaya perpustakaan yang terus mengupayakan publikasi metadata karya sivitas UGM. Sedangkan kenaikan indikator pada size dan visibility juga tidak terlepas dari upaya UGM sejak tahun 2011 lalu mengajak sivitas akademika untuk memanfaatkan situs web ugm."Para mahasiswa UGM banyak didorong untuk memanfaatkan situs ugm.ac.id untuk mempublikasikan tulisan-tulisan mereka dan mempopulerkannya di situs jejaring sosial," katanya.Meski peringkat halaman UGM terbaik lanjut dia, hal itu bukan menjadi tujuan yang hendak dicapai. Sebab UGM lebih fokus pada pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendesiminasikan karya-karya civitas akademik.( bgs / eno )• detik
Posted in: Awards,Edukasi,Situs,UGM
Nirmana award, ajang kompetisi designer muda
Jakarta (ANTARA News) - Para desainer grafis muda punya satu lagi ajang unjuk kemampuan yaitu di Nirmana Award."Kompetisi ini untuk bisa menjadi salah satu wadah yang memberikan keleluasaan bagi para desainer untuk berkreasi terutama di industri desain," ujar ketua panitia Nirmana Award, Anang Pradipta pada jumpa pers yang digelar di Jakarta pada Kamis pagi.Kompetisi yang pertama kali ini mengusung tema "Warna Kreasi Indonesia" dengan memiliki enam kategori yaitu ilustrasi, digital imaging, comic strip, desain t-shirt, typography, serta video grafis."Melalui kompetisi ini kami bisa menunjukkan bahwa Indonesia memiliki desainer-desainer keren, bukan hanya di Jakarta, namun di seluruh Indonesia," kata Anang.Pendaftaran untuk mengikuti Nirmana Award dimulai pada Februari hingga April. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 26 Mei. Sasaran kompetisi ini adalah menjaring para desainer muda usia 17 hingga 25 tahun.(M048) • ANTARA News
Posted in: Awards,Komputer
Dua siswa SMP menangi olimpiade Iptek

Tim yang terdiri atas Afif Karisma dan Adi Priyogo meraih medali emas dan komputer jinjing dari ISPO untuk kategori rekayasa teknologi dan juga menjadi pemenang termuda mengingat peserta lain rata-rata telah berada di Sekolah Menengah Atas.
"Alhamdulillah saya senang sekali menang dalam ajang nasional ini. Semoga kami semakin bersemangat melakukan penelitian ke depannya," kata Afif seusai penyerahan hadiah ISPO.
Adi menambahkan penelitian yang mereka lakukan adalah mengenai pemanfaatan umbi gadung sebagai bio baterai yang ramah lingkungan.
Menurut Adi proses penelitian itu mereka lakukan dengan hanya menggunakan umbi gadung tanpa bahan kimia lain hingga dapat menghasilkan energi yang disimpan di dalam kaleng baterai bekas.
"Umbi kami potong kecil-kecil kemudian kami haluskan dan dimasukan ke dalam tabung baterai bekas hingga sekitar satu pekan baterai bisa menghasilkan listrik," jelas Afif yang menambahkan mereka baru mencoba tenaga baterai itu untuk jam dinding dan lampu LED dan bisa diisi ulang.
Pembimbing Afif dan Adi, Epit Arfan serta Rita Suriatmi, mengatakan penelitian dilakukan sejak tiga bulan sebelum kontes final dilaksanakan pada Februari.
"Memang lawan kami agak berat karena semua telah berada di SMA, namun kami telah membina pengetahuan dan mental agar mereka berani berkompetisi," jelas Epit.
Sebanyak 358 tim mendaftarkan penelitiannya kepada ISPO dan setelah diseleksi hanya terpilih 179 peserta penelitian.
Kompetisi ISPO mempertandingkan enam kategori penelitian seperti Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Rekayasa Teknologi dan Lingkungan Hidup dimana masing-masing memperebutkan medali emas, perak dan perunggu serta pemilihan untuk enam penelitian dengan sebutan terhormat.
Selain itu sebanyak 15 peserta dari para pemenang telah dipilih untuk mewakili Indonesia pada pertandingan Olimpiade Internasional Ilmu Pengetahuan yang akan diadakan oleh Brazil, Belanda, Amerika Serikat, Georgia, Azerbaijan, Rumania, dan Turki.(B019/E008)
• ANTARA News
Posted in: Awards,Ilmu Pengetahuan
UGM Juara Mobile Games Developer War 2

VIVAnews - Mahasiswa UGM kembali menununjukkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, tim Creacle UGM berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi Mobile Games Developer War 2 yang diselenggarakan oleh Agate Studio dan Nokia Indonesia dengan mengusung game berjudul Virtual Pet.
Para mahasiswa tersebut adalah mahasiswa program studi Ilmu Komputer, yakni Rifauddin Tsalitsy dan Fauzan Sandy.
Dalam kompetisi kali, ini setiap developer diberikan tantangan untuk saling berlomba mengembangkan game yang dapat digunakan untuk handphone berbasis apliksi Java.
Para peserta diberi durasi waktu selama 30 hari untuk mempublikasikan game buatannya ke pasaran. Selanjutnya, pemenang dipilih berdasarkan game yang paling banyak diunduh oleh pengguna setelah dirilis di Nokia Store.
“Kami tak pernah menyangka Virtual Pet ini terpilih jadi juara dengan berhasil mencapai nilai unduhan tertinggi. Pada minggu-minggu awal di publikasikan, setiap harinya game ini bisa diunduh sampai 6-8 ribu pengguna,” kata Rifauddin, 27 Februari 2012
Tim Creacle berhasil menjadi juara pertama karena Virtual Pet mereka telah diunduh oleh 153.840 pengguna dari berbagai belahan dunia. Sementara posisi kedua diraih developer Elventales Games, Surabaya yang mengusung aplikasi Sky Express dengan jumlah pengunduh 100.526 pengguna. Berikutnya tempat ketiga diraih developer game Own Games, Bandung yang mengembangkan aplikasi games Beyond the Well yang telah diunduh oleh 75.933 kali.
Rifauddin menyampaikan, game Virtual Pet yang mereka buat memang belum begitu banyak dikembangkan di pasar game. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor yang menarik minat gamers untuk mengunduh game ini. Disamping itu, jenis game yang mereka kembangkan juga bersifat universal bisa dimainkan oleh semua usia dan jenis kelamin.
Dalam Virtual Pet, pengguna diminta untuk memelihara kucing dengan baik. Sejumlah perlakuan harus dilakukan sesuai dengan waktu yang ditentukan seperti memberi makan, tidur , maupun kegiatan lainnya. Apabila hal itu tidak dijalankan dengan benar maka kucing tersebut akan sakit bahkan mati. “Virtual Pet ini sebenarnya mirip dengan permainan Tamagotchi, tapi dalam bentuk virtual,” paparnya
Dalam kompetisi ini, selain mengusung game Virtual Pet, tim Creacle juga mengirim game lain yaitu Alay the Kite Runner. Namun, game yang dikembangkan oleh empat mahasiswa program studi Ilmu Komputer yaitu Gatot Fajar S, M. Chaidir, Eko Nugraha, dan Bagus Seto ini harus puas berada di urutan ke empat dalam kompetisi games tersebut.
• VIVAnews
Posted in: Aplikasi,Awards,Game,UGM
'Pembaca Otak' Asal Bandung Jadi Jawara Kontes Microsoft
Jakarta - 4 Orang mahasiswa asal Bandung yang tergabung dalam sebuah tim bernama Malabar, berhasil menyabet juara 1 Microsoft Imagine Cup 2012. Sebagai pemenang regional, mereka diterbangkan ke Sydney, Australia, guna mewakili Indonesia di ajang Imagine Cup 2012 tingkat internasional.
Tim yang beranggotakan Umar Ali Ahmad, Dody Qori Utama, Arganka Yahya dan Anggunmeka Luhur Prasasti ini berhasil mencuri perhatian juri, menyisihkan 440 partisipan dari seluruh Indonesia.
Adalah aplikasi bernama Brainstat yang menerbangkan mereka ke Sydney. Ini adalah aplikasi untuk memantau aktivitas gelombang otak para pengemudi kendaraan untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.
"Ikut kompetisi ini sangat menegangkan. Seru, menguras otak. Tapi kami senang dan bangga. Rasanya luar biasa bisa ikut membuat sesuatu yang nantinya bisa mengubah dunia," kata Dody mewakili teman-temannya, usai acara penganugerahan Microsoft Imagine Cup 2012, di Balai Kartini, Jakarta (15/5/2012).
Mewakili tim juri, Developer Evangelist Microsoft Norman Sasono mengatakan Brainstat terpilih mewakili Indonesia karena dari segi presentasinya sangat baik, solusinya bisa dipakai dan potensi bisnisnya menjanjikan.( rns / ash )
• detik
Brainstat, Aplikasi Buatan Bandung Pencegah Kecelakaan

Jakarta - Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas akibat sopir mengantuk, mabuk atau kondisi fisik yang kurang baik mengilhami empat mahasiswa dari Institut Teknologi Telkom dan Institut Teknologi Bandung membuat sebuah aplikasi bernama Brainstat.
"Ini adalah aplikasi untuk memantau kondisi pengemudi layanan transportasi dari aktivitas gelombang otaknya," kata Dody Qori Utama, mewakili rekannya yang tergabung dalam tim bernama Malabar.
Ditanamkan pada perangkat berwujud seperti headset yang dimodifikasi, Brainstat memantau kondisi fisik dan konsentrasi pengemudi transportasi guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Aplikasi yang mewakili Indonesia di ajang Microsoft Imagine Cup 2012 tingkat internasional di Sydney, Australia ini akan memberikan peringatan dini bagi pengemudi. Brainstat bekerja dengan membaca gelombang otak manusia karena otak adalah pusat dari semua aktvitas yang terjadi dalam tubuh manusia.
Dicoba detikINET, saat dipasangkan ke kepala, Brainstat langsung membaca aktivitas otak dan menampilkannya di layar komputer secara real-time. Adapun aspek yang dinilai adalah tingkat kognitif, kewaspadaan, kondisi psikologi dan fisiologi, tingkat kecanduan dan asupan oksigen ke otak.
Dijelaskan tiga anggota tim Malabar lainnya Umar Ali Ahmad, Arganka Yahya dan Anggunmeka Luhur Prasasti, aplikasi ini sedang coba ditawarkan kepada maskapai penerbangan. Namun bukan tidak mungkin, Brainstat bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
"Ini nantinya bisa dikembangkan lebih jauh lagi dan penggunaannya bisa juga oleh pengemudi mobil, bis, seluruh alat transportasi," ujar mereka.( rns / ash )
• detik
Posted in: Aplikasi,Awards
Mahasiswa UPI Juarai Tiga Kategori Kontes Robot
BANDUNG--MICOM : Universitas Pendidikan Indonesia berhasil memenangi tiga penghargaan sekaligus Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRI KRCI) 2012, tingkat regional wilayah 2 yang berlangsung 26 Mei di kampus ITB Jatinangor, Bandung.
UPI menyebet juara satu kategori Robo Soccer Humanoid League, juara tiga kategori KRI, dan Desain Terbaik KRI.
"Alhamdulillah senang banget," ujar Ruly Anggriawan, 23 tahun, salah satu peserta KRI KRCI dari UPI. Ruly mengaku tidak menyangka tim robot dari kampusnya bisa menang, terutama di kategori Robo Soccer Humanoid League.
"Tadi pas robot Isola dari kampuska lagi tanding, dia berhasil menggiring bola mendekati gawang, sayang banget cuma nyentuh mistar gawang, jadi deg-degan," ujarnya.
Kini Ruly dan teman-temannya punya waktu satu bulan untuk melakukan persiapan menjelang kontes tingkat nasional pada 30 Juni dan 1 Juli mendatang yang rencananya akan digelar di Sasana Budaya Ganesha Bandung.
"Lumayan masih ada waktu buat memperbaiki kekurangan dari robot biar mendapat poin lebih besar," kata Ruly. (*/X-13)
Berikut Video Ketangkasan Robot di ITB
• MediaIndonesia
Posted in: Awards,Robot
Siswa SD Kediri juarai kompetisi robot internasional

Tim Robot SD Plus Rahmat, Kediri, melakukan persiapan selama tiga bulan sebelum mengikuti kompetisi robot internasional, termasuk belajar ke Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya.(ANTARA/Teresia May)
Kediri (ANTARA News) - Tim Robot Rahmat dari Sekolah Dasar (SD) Plus Rahmat Kediri, Jawa Timur, berhasil menjuarai kompetisi robot pada ajang International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) di Kuala Lumpur, Malaysia, tanggal 22-27 Mei lalu.
Guru pembimbing tim robot sekolah tersebut, Bambang Dwi Setiawan, pada Rabu mengatakan bahwa dari sembilan kategori yang dipertandingkan tim sekolahnya mengikuti kompetisi pada lima kategori dan menang pada tiga kategori.
Menurut dia, tim berhasil meraih gelar juara pada kompetisi Robot Run, Indoor Aero Robot, dan Robot Transporter.
"Kami akan mengikuti kompetisi selanjutnya. Saat ini, kami juga sedang siapkan," kata pengajar ilmu komputer itu.
Salah satu anggota tim robot, Damarjati Bagus Satrio, mengaku sempat grogi melihat kecanggihan alat yang digunakan para pesaing.
"Alat mereka lebih canggih. Mereka juga berpengalaman, sedangkan kami masih baru. Kami sempat grogi," kata dia.(ANT)
♣ ANTARA News
Posted in: Awards,Ilmu Pengetahuan,Robot
Dua Mahasiswa Indonesia Raih Penghargaan
Jakarta, PelitaOnline - DUA mahasiswa Indonesia, Rahmi Mabruri dan Ferdy Fegafetta Hijriassa, menorehkan prestasi membanggakan meraih predikat "cum laude" dan masing-masing berhak atas cek sebesar AED 20.000 (Rp48 juta) yang diberikan Presiden Uni Emirat Arab (UAE) Sheikh Khalifa.
Siaran pers KBRI Abu Dhabi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu, menyebutkan, kedua mahasiswa itu mengambil jurusan Keuangan di Universitas United Arab Emirat di Al Ain.
Pada Rabu (6/6) lalu kedua mahasiswa itu bersama 107 mahasiswa hadir dalam acara wisuda sekaligus menerima sertifikat dan penghargaan sebagai mahasiswa terbaik, dengan jumlah total yang diwisuda 828 mahasiswa.
Penganugerahan diserahkan langsung oleh Sheikh Mohammed Bin Rasyid Al Maktoum, Wakil Presiden UAE sekaligus perdana menteri UAE dan emir Dubai, dan disaksikan oleh Menteri Pendidikan UAE, putera mahkota dari beberapa emirat di UAE yaitu Ajman, Fujairah, Umm Al Quain, Ras Al Khaimah, rektor UAE University dan 43 duta besar asing di UAE, termasuk Dubes RI, Salman Al Farisi.
♣ PelitaOnline
Posted in: Awards
Pelajar Indonesia Raih Emas di ASEAN Plus Three Junior Science Odyssey (APT JSO) 2012, Brunei
Tim pelajar Indonesia dari SMPN 1 Bogor yang terdiri dari Amirah Ayu Mudiah F, Amanda Reva Madani, dan Stella Chandra Kumala, berhasil meraih medali emas dalam “Laboratory Skill Assessment” di ajang kompetisi ASEAN Plus Three Junior Science Odyssey (APT JSO) 2012 yang diselenggarakan pada 10-17 Juni 2012 di Universitas Brunei Darussalam (UBD).
Tim lainnya yang terdiri dari pelajar Jakarta, yakni Irfan Maulana Kusdhani (SMPN 115), Sharia Auliaannisa S (SMPN 73), dan Carrisa Azarine D (SMP Al Azar Syifa Budi) menyumbangkan medali perunggu. Dalam kompetisi tersebut, Tim Filipina keluar sebagai juara umum.
Meski belum berhasil menggondol juara umum, prestasi siswa-siswa Indonesia dalam ajang kompetisi internasional bagi kaum muda cerdas dan berbakat tetaplah membanggakan. APT JSO merupakan kompetisi tahunan yang pertama kali diselenggarakan.
Brunei Darussalam mendapat kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan APT JSO. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang dikembangkan dan dilaksanakan dalam kerangka ASEAN Committee on Science and Technology (ASEAN COST).
Sebanyak 9 negara ASEAN+3 yang terdiri atas Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Korea, China, dan 1 negara tamu (Swedia) mengikuti kompetisi ini.
Peserta berjumlah 63 siswa setingkat SMP berusia 13-15 tahun. Tiap negara dapat mengirim 2 tim yang terdiri atas 3 siswa dan 2 pembimbing.
Peserta bertanding berdasarkan atas materi konsep sains dan teknologi secara umum yang terdiri atas biologi, kimia, fisika, termasuk matematika, yang dievaluasi dalam “Laboratory Skill Assessment”.
Mereka bertanding secara beregu yang terdiri atas dua tim per negara. Selain itu, untuk bidang bioteknologi, peserta harus mengenal konsep dasar biologi dan ekosistem dalam tropical rain forest. Secara teamwork yang dibentuk atas enam siswi dari berbagai negara.
Para pembimbing/guru dalam APT JSO juga mendapat tugas untuk mengikuti workshop dan mempresentasikan kegiatan dan idea atau pengembangan program bagi siswa cerdas dan berbakat.
Pembimbing Indonesia terdiri dari Dyah Ratna Permatasari dari DoctoRabbit Science Inc dan Mahfud Awaludin Yusuf dari PP-IPTEK, serta dipimpin oleh Finarya Legoh dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Sumber: kompas.com
Posted in: Awards,Ilmu Pengetahuan
Pemenang Blog Award Sesi 6 - Bronze
ISBA 2012
Jakarta - Tim Internet Sehat telah memilih dua blog pemenang mingguan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012. Setelah melakukan proses verifikasi dan penilaian, berikut ini blog yang layak dan berhak mendapatkan penghargaan ISBA 2012 untuk kategori BRONZE sesi 6, Rabu (20/06/2012):
http://liburanmurah.info
Mengaku suka travelling dan menulis catatan tentang pengalaman berliburnya, para penulis tetap Liburan Murah sudah menghasilkan ratusan postingan yang berisi tentang catatan travelling murah lengkap dengan tempat yang dituju, biaya perjalanan dan akomodasi. Blog yang berlamatkan di http://liburanmurah.info ini juga dilengkapi dengan postingan mengenai berbagai promosi tiket pesawat murah dari berbagai airlines dan berbagai review hotel tempat menginap. Biaya seringkali menjadi kendala mengapa liburan kerapkali ditunda, namun blog ini menyediakan berbagai informasi yang bermanfaat untuk dapat berlibur ke tempat-tempat wisata dalam negeri maupun luar negeri dengan biaya yang murah. Simak cerita tentang tempat-tempat yang dapat dikunjungi di Bali dengan waktu yang terbatas, budget yang terbatas, pengetahuan area yang terbatas dalam Bali Backpacker Honeymoon atau berbagai tips travelling ketika berada di Argentina seperti transportasi, makanan, toilet (karena agak susah menemukan toilet umum di sana), penipu turis dan penginapan murah dalam Tips Travelling di Argentina. Yang membuat blog ini semakin menarik sebagai bahan referensi travelling murah adalah tiap postingan dilengkapi dengan foto-foto hasil jepretan sehingga mampu memberikan gambaran kondisi tempat wisata.
http://www.kampungfiksi.com
Seperti namanya, blog http://www.kampungfiksi.com ini berisi kumpulan karya sastra fiksi. Menurut definisi, fiksi adalah sebuah istilah sastra yang berarti tidak benar terjadi atau sebuah karangan belaka. Jadi, karya yang diposting dalam blog ini adalah karangan fiktif para penulisnya. Penyuka fiksi wajib mengunjungi blog ini, mulai dari Cerita Anak, Dongeng-Fantasy, Drama, Roman, Serial, Sirosa sampai Urban-Pop bisa jadi konsumsi bahan bacaan senggang Anda. Jangan tanyakan kualitas karya sastranya, karena memang isinya sungguh ‘gila’. Gila itu romantis. Bahagia itu gila. Gila itu gila. Gila itu tak mengerti. Untuk apa dimengerti kalau gila? Gila yah gila. Aku gila. Kau mau ikutan gila kah?. Sepenggal paragraph dalam Pemisahan Tentang Orang Gila yang Bahagia dan Sombong. Penasaran dengan karya-karya lainnya? Seperti Surat Terbuka kepada Ibu Peri, Dongeng Petualangan Kasenda dan Twittwit, Hyun Bin Sarangheyo dan masih banyak lagi. Kunjungi blognya di http://www.kampungfiksi.com
Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 adalah sebuah penghargaan sepanjang tahun yang diberikan kepada pengelola Blog, Wiki, Forum, Portal dan berbagai jenis layanan konten lainnya, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan secara online. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia. Tujuan program ini adalah untuk men-generate tumbuhnya konten-konten lokal yang bermanfaat sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang aktif menulis.
ISBA 2012 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com), dan didukung oleh XL Axiata (www.xl.co.id), APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), detikINET (www.detikinet.com) dan Kompas Tekno (www.tekno.kompas.com).
Ingin seperti mereka? Simak cara-caranya di http://isba.ictwatch.com ( ash / ash )
Posted in: Awards,Internet,Situs
Bantu Petani, Siswa Indonesia Juara Dunia
VIVAnews - Penggunaan pupuk yang tidak optimal berdampak pada produksi padi di kalangan petani. Melihat masalah ini, siswa SMAN 1 Bogor, Muhammad Luthfi Nurfakhri membuat solusi dengan Digital Leaf Colour Chart (Bagan Warna Daun Digital). Alat ini secara konseptual merevolusi metode Bagan Warna Daun (BWD) yang lazim digunakan oleh petani.
Metode bagan warna merupakan cara pemberian pupuk nitrogen pada padi berdasarkan skala warna yang ditunjukkan oleh bagan konvensional. Penggunaan BWD memiliki kelemahan karena warna tumbuhan padi kadang tidak sesuai dengan bagan warna. Akibatnya, pemberian pupuk tidak sesuai dengan prioritas seharusnya.
"Alat yang saya buat berguna untuk deteksi kebutuan pupuk tanaman padi secara objektif," ungkap Luthfi saat ditemui di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu 27 Juni 2012.
Bagan digital ini terdiri dari dua bagian utama: sensor warna daun dan rangkaian piranti elektronik. Dalam rangkaian ini terdapat IC (integrated circuit), micro controller, resistor, dan baterai 12 volt. Bagian ini membantu memproses data kebutuhan pupuk yang dibutuhkan padi.
Penggunaan perangkat ini tergolong mudah. Daun padi dimasukkan ke ujung bagian sensor. Dengan cepat, hasil pemindaian akan muncul untuk menunjukkan kebutuhan pupuk pada layar tampilan.
"Sensornya sama dengan fotodioda. Tapi, di sini sensor dua sistem. Beda dengan alat sejenis dari Amerika Serikat, klorofilmeter yang hanya ada satu sensor saja. Deteksi ini dengan dua fotodioda," jelasnya.
Luthfi menyebutkan hanya butuh sekali sensor saja pada satu sampel daun padi untuk mengetahui kebutuhan pupuk dalam satu petak. "Ya, langsung dapat diketahui kebutuhannya. Ukuran pupuknya kilogram per hektar," tambahnya.
Menurut Luthfi, langkah ini akan membantu menetukan dosis pupuk sehingga menjadi optimal. Metode ini akan berdampak pada efektivitas produksi padi.
Hasil karya Luthfi membawanya meraih juara ketiga kompetisi ilmu pengetahuan internasional, Intel International Science and Engineering Fair 2012. Acara ini diselenggarakan di Pennsylvania, Amerika Serikat. (umi)
• VIVAnews
Luthfi Nurfakhri, Jawara Sains di Amerika Asal Bogor
| M. Luthfi Nurfakhri (intel) |
"Kurang lebih 135 kali saya gagal," kata Luthfi, demikian dia akrab disapa, mengenang perjuangannya merakit perangkat bernama Digital Leaf Color Chart (DLCC).
Siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Bogor ini mengatakan satu-satunya kendala yang dihadapinya hanyalah terkait dengan persoalan teknis. Dia bersyukur, masalah lain bisa diatasi berkat dukungan dari keluarga dan sekolah yang membantunya fokus menggarap penelitian.
Berulang kali mengotak-atik DLCC menjadi pengalaman berkesan baginya. Setiap kegagalan tak mengusik semangatnya. Malah, tekad putra dari pasangan Iyus Hendrawan dan Endang Sri Rejeki ini kian membaja.
Modal 12 juta yang dikumpulkannya dari kemenangan Lomba Karya Ilmiah Remaja dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun lalu, dimaksimalkan untuk menggarap proyek ini. Butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk mengerjakannya.
"Masalahnya lebih ke sisi teknis, sensornya beda-beda. Belum lagi terbakar, jadi rusak alatnya. Saya juga harus bolak balik ke Jakarta. Beli komponennya di Glodok," ujar pemuda kalem ini seraya tersenyum.
Juara di Amerika
Siapa sangka, perangkat inilah yang kemudian mengantarkannya mengharumkan nama Indonesia. Padahal semula, dia hanya ingin para petani di sekitar rumahnya bisa lebih efisien dalam menebar pupuk.
"Saya lihat di lingkungan sekitar rumah saya belum maksimal produksi padinya karena penyebaran pupuknya tanpa perhitungan," ujarnya.
Agar efektif, jumlah pupuk yang disebar harus dihitung. Memang, selama ini petani menggunakan metode Bagan Warna Daun (BWD), yaitu cara pemberian pupuk pada padi berdasarkan skala warna yang ditunjukkan BWD.
Namun cara ini punya kelemahan yakni jika warna padi tidak sesuai, maka akan dihitung dengan rata-rata, sehingga pemupukan dapat berlebihan atau bisa kekurangan.
Alat yang dikembangkannya, menggunakan fototransistor yang bisa mendeteksi warna daun padi. Cara kerjanya, hanya dengan menempelkan alat sensor seperti barcode ke daun padi, maka akan tampil pada layar DLCC akan tampil ukuran pupuk yang harus disebarkan dalam hitungan kilogram per hektar.
"Untuk pengukuran pemupukan satu hektar sawah, cukup ambil satu sampel daun," ujarnya sambil memamerkan alat buatannya.
Jadi, Digital Leaf Color Chart (DLCC) adalah perangkat digital pendeteksi warna daun untuk efisiensi pemupukan.
Sejauh ini, DLCC sudah diaplikasikan para petani di sekitar rumah Luthfi. Butuh keuletan juga memperkenalkan alat ini kepada para petani.
"Awalnya mereka gak mau, gak percaya karena penggunaan pupuknya lebih sedikit. Tapi setelah dicoba, dilihat produksi padinya malah lebih optimal," kata Luthfi berseri-seri.
Perangkat yang aplikatif
DLCC menyabet juara tiga pada kompetisi International Science and Engineering Fair (ISEF). Acara yang dihelat produsen chip Intel ini berlangsung 14-18 Mei 2012 di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Nama Luthfi terpilih di urutan tiga besar dari 1.549 finalis yang berasal dari 70 negara.
Karya remaja kelahiran 6 Oktober 1995 ini rupanya dinilai aplikatif dan bisa bermanfaat bagi masyarakat. "Jadi kami yang mengikuti kompetisi ini dilihat oleh juri, apakah teknologinya bisa digunakan bagi hajat hidup orang banyak," ujar Luthfi.
Luthfi tak lekas berpuas diri dengan apa yang baru dicapainya. Dia ingin terus mengembangkan alat ini agar bentuknya bisa lebih ramping sehingga ringan. Dia juga ingin ada lebih banyak petani yang memanfaatkan DLCC.
Didukung oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pemuda yang bercita-cita belajar ilmu komputer di luar negeri ini sedang menantikan hak paten DLCC rampung, sehingga bisa diproduksi dalam jumlah besar dan dijual ke luar negeri.
"Yang paling utama saya pengen bisa mengaplikasikan teknologi di masyarakat," pungkasnya.( rns / ash )
♣ detik
Posted in: Awards,Ristek
Roboboat Undip Raih Hull From Design Award di AUVSI Foundation and ONR’s 5th International RoboBoat Competition, Virginia AS
Tim Roboboat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mencetak prestasi membanggakan dengan berhasil mendapatkan Hull From Design Award pada Kejuaraan AUVSI Foundation and ONR’s 5th International RoboBoat Competition diselenggarakan pada 20-24 Juni 2012 di Virginia Beach, Amerika Serikat.
Tim Undip tersebut terdiri dari Aldias Bahatmaka, Biwa Abi Laksana, Dandy Kurniawan (Jurusan Teknik Perkapalan), M.Fairuz Luthfa, Bambang Nur Cahyono (Jurusan Teknik Elektro), Jalu Rahmadi Mukti L. (Jurusan Teknik Mesin), dan Diaz Wicaksono (Jurusan Teknik Sistem Komputer)
AUVSI Foundation and ONR’s 5th International RoboBoat Competition adalah sebuah kompetisi bergengsi tingkat dunia dalam bidang maritim yang mempertemukan para profesional, peneliti, pengajar, dan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara di dunia.
Mereka berlomba menciptakan teknologi terbaru dan tercanggih untuk kapal tanpa awak dengan sebuah sistem kontrol yang dapat digunakan sebagai alat pertahanan negara.
Selain Undip, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Trisakti (Usakti) juga ikut ambil bagian dalam kompetisi tahun ini.
Pemenang pertama AUVSI Foundation and ONR’s 5th International RoboBoat Competition untuk tahun ini adalah University of Michigan, AS, yang meraih hadiah USD 7.000. Juara dua diraih oleh Villanova University yang berhak atas hadiah USD 5.000. Adapun juara tiga adalah Embry Riddle Aeronautical University mendapatkan USD 3.000. Pemenang keempat berasal dari AS juga, yakni University of Central Florida. Mereka membawa pulang hadiah senilai USD 3.000.
Sementara itu, pemenang penghargaan Technical Ambassadors adalah Virginia Tech, Transportability Award diraih oleh National Cheng Kung University, Taiwan, Hull Form Design Award disabet Universitas Diponegoro, dan Open Source Award dibawa pulang oleh Old Dominion University. Tiap-tiap pemenang penghargaan khusus ini berhak atas hadiah senilai USD 500.
♣ Okezone
Posted in: Awards,Robot
Tokobagus.com Raih Penghargaan Toko Online Top 2012
JAKARTA, KOMPAS.com - Situs jual beli Tokobagus.com kembali meraih penghargaan. Situs jual beli yang pertama kali dikembangkan dari Pulau Dewata, Bali, itu memperoleh penghargaan Top Brand Award 2012 yang digelar Frontier dan Majalah Marketing.
"Ini tentu saja membanggakan sekaligus menghadirkan tantangan baru. Perkembangan sekaligus persaingan di masa mendatang akan semakin ketat," kata Manajer Humas Tokobagus.com, Ichwan Sitorus, di Jakarta, Sabtu (4/8/2012).
Penghargaan itu diberikan di Jakarta, Kamis (2/8/2012) malam. Ini menjadi penghargaan kedua bagi Tokobagus.com di tahun ini. Februari lalu, Tokobagus.com dinobatkan sebagai toko online paling popular. Oleh MarkPlus Insight dan Marketeers Magazine, Tokobagus memperoleh penghargaan The Most Popular Online Shop Brand di segmen situs niaga.
Top Brand 2012 dipilih berdasarkan survei. Hal itu dilakukan di delapan kota yakni Bandung, Jakarta, Makassar, Medan, Semarang, Surabaya, Balikpapan, dan Pekanbaru.
Total jumlah responden yang disurvei secara acak adalah 3.250 orang, dan total jumlah booster responden adalah 850 orang.
Sejak dibangun tahun 2005 di Denpasar, Bali, Tokobagus.com terus berkembang. Menurut Ichwan, saat ini mencapai jutaan iklan dengan pengunjung mencapai 800.000-1 juta per hari. Ini belum lagi pembaruan iklan baru setiap harinya yang mencapai 70.000-100.000 iklan.
"Trafik yang tinggi membuat nilai transaksi antara seller dan buyer Tokobagus.com juga meningkat, tercatat rata-rata perbulan nilai transaksi di Tokobagus.com mencapai Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun sepanjang tahun ini," kata Ichwan.
(Kompas)
Posted in: Awards,Bisnis,Internet
Indonesia raih penghargaan aksara King Sejong Unesco
Jakarta - Indonesia meraih penghargaan aksara King Sejong dari Unesco untuk keberhasilan program pendidikan keaksaraan yang diintegrasikan dengan pengenalan kewirausahaan dan pembinaan taman bacaan masyarakat di ruang publik, seperti tempat ibadah dan pasar.
"Penghargaan Unesco ini menjadi prestasi tersendiri bagi Indonesia dalam upaya serius melaksanakan percepatan peningkatan keaksaraan bagi seluruh warga negara di seluruh pelosok Tanah Air," kata Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini Non-Formal dan Informal (PAUDNI) Kemdikbud Ella Yulaelawati di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan upaya memperjuangkan program-program peningkatan keaksaraan yang telah dilakukan Indonesia ke Unesco sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya dan pada usulan ketiga kalinya, yakni keaksaraan membangun perdamaian dan karakter bangsa dengan subyek peningkatan keaksaraan Masyarakat Badui, Provinsi Banten, maka penghargaan King Sejong dapat diraih.
Pemberian penghargaan King Sejong akan dilaksanakan di Paris, Prancis pada tanggal 6 September 2012 dan pada saat yang sama juga dilaksanakan pertemuan "High official meeting" dengan tema "Reaching the 2015 Literacy Target : Delivering on the Promise!".
"Untuk keberhasilan Indonesia dalam percepatan peningkatan keaksaraan, Unesco meminta kepada Indonesia untuk menyajikan rencana aksi dan mampu membuktikan menjadi negara bebas tuna aksara pada tahun 2015", kata Ella.
Ia mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari badan dunia terhadap program-program yang telah dilakukan Kemdikbud dalam pendidikan masyarakat, khususnya peningkatan keaksaraan.
"Kemdikbud berupaya meningkatkan lingkungan masyarakat beraksara terutama perempuan dewasa, melalui langkah-langkah terpadu termasuk keaksaraan fungsional berbasis bahasa ibu, integrasi kecakapan hidup dan keaksaraan dasar dan pengarusutamaan gender di bidang pendidikan di tingkat propinsi, kabupaten dan kota," katanya.
Direktorat Pengembangan Pendidikan Masyarakat di Indonesia akan menerima salah satu dari dua penghargaan King Sejong Literacy Prizes UNESCO dan bersama Gereja Pentecostal, Rwanda.
Selain penghargaan King Sejong Literacy Prize, UNESCO juga menyerahkan dua penghargaan Confucius Prize for Literacy, masing-masing kepada Bhutan dan Kolombia.
King Sejong Literacy Prize mulai diadakan pada tahun 1989 oleh Pemerintah Republik Korea. Sedangkan Konfusius Literacy Prize diciptakan pada tahun 2005 oleh Pemerintah Republik Rakyat China. Keempat pemenang masing-masing akan menerima 20.000 Dolar AS, piagam, dan medali.(Z003)
( Antara )
Posted in: Awards
LIPI beri penghargaan kepada Prof. Soekarja Somadikarta
Prof Soekarja Somadikarta juga pernah meraih berbagai penghargaan termasuk diantaranya dari National Academy of Sciences-National Research Council di Washington, Amerika Serikat.(Dokumentasi LIPI)
Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan penghargaan Sarwono Prawirohardjo XI kepada Prof. Soekarja Somadikarta atas peran dan sumbangannya dalam pengembangan ornitologi di Indonesia.
"Beliau adalah akademisi dan ilmuwan dengan keahlian di bidang ornitologi atau taksonomi burung yang kepakaran dan karya-karyanya diakui oleh dunia," kata Kepala LIPI Prof. Lukman Hakim dalam sambutannya pada acara penganugerahan penghargaan di Auditorium LIPI Jakarta, Selasa.
Menurut Lukman, Soekarja adalah peletak dasar ornitologi di Indonesia dan telah menggeluti bidang itu selama lebih dari 40 tahun.
Kepeloporan dan kepakarannya di bidang ornitologi, lanjut dia, saat ini tidak bisa tergantikan oleh ilmuwan yang lain.
Ia mengatakan, kepakaran Soekarja sangat dibutuhkan oleh Indonesia yang merupakan salah satu pusat mega-biodiversity yang memiliki ribuan jenis burung.
"Dalam kiprahnya sebagai seorang akademisi dan pendidik, beliau selalu menekankan pada generasi muda tentang pentingnya memiliki kebanggan dalam meneliti kekayaan yang ada di tanah air kita sendiri," katanya.
Lukman menjelaskan, pemilihan Soekarja sebagai penerima Penghargaan Sarwono Prawirohardjo XI sudah melalui tahapan penilaian yang cukup panjang sejak awal tahun 2012.
Penghargaan Sarwono Prawirohardjo setiap tahun diberikan kepada ilmuwan, akademisi maupun tokoh masyarakat yang memiliki prestasi tinggi di bidang keilmuan dan pengabdian masyarakat.
Nama penghargaan itu diambil dari nama pimpinan LIPI yang pertama, Prof. Sarwono Prawirohardjo.(SDP-49)
( Antara )
Posted in: Awards,LIPI
Kemristek beri lima anugerah iptek peringati Hakteknas
Bandung - Kementerian Riset dan Teknologi memberi Penghargaan Anugerah Iptek 2012 kepada pemerintahan provinsi, institusi litbang, wanita peneliti, duta iptek dan masyarakat dalam puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-17 yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Anugerah ini atas sumbangsihnya dalam ikut memajukan budaya iptek di Indonesia," kata Menristek Gusti M Hatta pada peringatan Hakteknas 2012 yang dihadiri juga Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Mendikbud M Nuh di Gedung Merdeka Bandung, Kamis.
Lima kategori itu yakni Anugerah Iptek Budhipura untuk Kategori Pemerintahan Provinsi diberikan kepada Pemprov Kaltim atas bidang sumberdaya iptek, Sumsel untuk kelembagaan iptek dan Sulsel untuk bidang jaringan iptek.
Anugerah Iptek Labdha Kretya untuk Kategori Kreativitas dan Inovasi Masyarakat kepada Tunggul Dian Santoso yang membuat alat elektronik pengusir hama padi, Ahmad Syaikhu atas teknologi pembuat pupuk dan pestisida hayati dan I Nyoman Damai atas pemanfaatan tanaman obat.
Sedangkan Anugerah Iptek Prayogasala untuk Kategori Pranata Litbang diberikan kepada Puslitbang Ketenagalistrikan PLN, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember, dan Balitbang Provinsi Jawa Tengah.
Sedangkan Anugerah Iptek Widyasilpawijana untuk Kategori Duta Iptek diberikan kepada Eniya Listiani Dewi PhD dari BPPT yang meneliti tentang pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi.
Sementara itu, Anugerah Iptek untuk Kategori Peneliti Wanita diberikan kepada Ines Atmosukarto dari LIPI di bidang genetika molekuler untuk pengobatan, Fenny M Dwivany dari ITB bidang biomolekuler untuk hortikultura, Made Tri Penia dari ITB bidang bioproses untuk obat spesifik dari sel punca dan Sidrotun Naim dari ITB bidang biomolekuler penyakit udang.
Usai penganugerahan itu dilakukan juga penyerahan cetak biru riset dan pengembangan produk peralatan pertahanan dan keamanan oleh Menhan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro kepada Presiden Yudhoyono sebagai acuan dalam pengembangan peralatan hankam.(D009)
( Antara )
Posted in: Awards,Ilmu Pengetahuan
Siswa SMA Bikin Bra Penampung ASI
Jakarta - Apakah Anda seorang ibu muda yang sedang menyusui? Anda juga seorang wanita karir yang sehari-hari sibuk bekerja? Jika Anda ingin menyusui bayi sembari tetap bekerja, bra rancangan Devika Asmi Pandanwangi ini mungkin bisa menjadi solusi yang tepat.
Devika, 17 tahun, membuat bra yang khusus untuk menampung air susu ibu (ASI) yang biasanya suka menetes dengan sendirinya. Ia juga memastikan susu yang menetes dan ditampung tersebut tetap terjaga kualitasnya.
"Kalau ibu menyusui kan biasanya ASI-nya menetes sendiri. Bisa ditampung di sini saat bepergian atau ketika bekerja," ujar Devika, Selasa 25 September 2012, menerangkan fungsi kutang yang diberi nama "Bra Penampung dan Pensteril ASI".
Siswi kelas 11 SMA Negeri 6 Yogyakarta ini mengatakan susu yang menetes kerap tidak dapat dikontrol. Hal ini bisa berlangsung sampai beberapa bulan setelah kelahiran sang bayi. Bahkan susu bisa menetes dari payudara kiri saat seorang ibu menyusui bayinya lewat payudara kanan, atau sebaliknya.
Kondisi inilah yang menginspirasi Devika menciptakan bra penampung ASI. Ia memanfaatkan kutang khusus untuk ibu menyusui -yang bagian depannya dapat dibuka ketika seorang ibu mau menyusui bayinya- sebagai purwarupa. Ia memasang dua cup (mangkuk penadah) pada masing-masing bagian depan kutang. Cup berfungsi menampung tetesan susu dari payudara.
Dua cup berbahan silikon itu dihubungkan dengan selang plastik yang menjulur ke bawah dan bermuara pada sebuah kantong plastik yang diletakkan tepat pada posisi perut sang ibu. Kantong plastik itu diikatkan ke perut ibu menggunakan semacam tali plastik.
"Susu yang menetes lalu disalurkan lewat selang ke plastik wadah penampung yang terpasang di perut," ujar Devika.
Ia menyelimuti kantong plastik penampung susu dengan aluminium foil. Tujuannya agar suhu susu dalam kantong tetap sama dengan suhu susu di dalam payudara ibu. "Kalau suhu ASI sama seperti aslinya (suhu tubuh ibu) akan tetap steril," ujarnya.
Devika memanfaatkan kantong plastik yang biasa digunakan sebagai tempat menampung air kencing bagi pasien di rumah sakit sebagai penampung susu. Kantung berukuran sekitar 15 x 10 sentimeter itu bisa menampung susu hingga 4 jam penggunaan. Ketika itulah kantong telah penuh dengan tetesan susu.
"Susu yang ditampung di kantong dapat diminumkan ke bayi setelah dipindahkan ke dalam botol," ujar perempuan berkacamata ini.
Sementara itu, cup penadah susu dibuat dari silikon yang cukup lentur dan halus sehingga menempel pas dan tidak membuat sakit payudara. Devika menambahkan beberapa lubang kecil pada bagian belakang cup supaya ada aliran udara masuk sehingga susu gampang menetes dan mengalir ke selang. "Sudah saya ujicoba pada ibu saya sendiri," katanya sembari tertawa.
Kutang rancangan Devika bisa dibilang berangkat dari ide sederhana yakni kejadian yang sehari-hari menimpa ibu menyusui. Tapi kutang yang menurut Devika masih perlu disempurnakan tersebut berhasil menyabet juara pertama kompetisi ilmiah National Young Inventor Awards ke-5 yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) karena dinilai inovatif dan serbaguna.
National Young Inventor Awards adalah satu dari empat kompetisi ilmiah yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 25-26 September 2012. Tiga kompetisi ilmiah lainnya adalah Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-44, Lomba Karya Ilmiah Guru (LKIG) ke-20, dan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-11.
Atas kemenangan ini Devika berhak memperoleh sebuah medali dan uang tunai sebesar Rp 8 juta. "Pemenang National Young Inventor Awards juga akan dikirim ke ajang IEYI di Malaysia juga pada 2013," ujar Yusuar, Kepala Bagian Peningkatan Kemampuan Ilmiah BKPI-LIPI.
© Tempo.Co
Posted in: Awards,Ilmu Pengetahuan,Indonesia Teknologi
Tim Olimpiade Komputer Indonesia Raih Medali
Jakarta – Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) 2012 diajang International Olympiad in Informatics (IOI) ke-24 berhasil meraih medali emas dan tiga medali perunggu.
Medali emas disumbangkan oleh Nathan Azaria (SMAN 2 Purwokerto) dan tiga medali disumbangkan Jonathan Irvin Gunawan (SMAK 1) BPK PENABUR Bandung), Cakra Wishnu Wardhana (SMAN 8 Yogyakarta) dan Muhammad Aji Muharrom (MAN Insan Cendekia Serpong.
Dalam dua hari pertandingan yang dilakukan, Nathan (ranking 37) nyaris menyumbangkan medali emas untuk Indonesia, dengan berhasil mengumpulkan nilai total 326 (nilai maksimal 600) sebenarnya Nathan hanya membutuhkan tambahan nilai 36 untuk bisa masuk ke zona emas. Begitu pula dengan Jonatahan Irvin Gunawan (ranking 82) yang mengumpulkan nilai total 232 hanya membutuhkan tambahan angka 5 untuk bisa masuk ke zona perak. Sementara itu, Aji (ranking 105) berhasil mengumpulkan nilai 195 dan Cakra (ranking 121) mengumpulkan nilai total 181.
“Dengan perolehan tersebut, secara umum berdasarkan perolehan medali, posisi Tim Indonesia menempati posisi ke 19 dari klasemen umum negara-negara peserta.
Juara umum diraih oleh tim dari Republik Rakyat China dan Rusia yang sama-sama berhasil meraih 4 medali emas, namun jika dihitung berdsaarkan perolehan poin, China masih lebih unggul. Sedangkan Italia selaku tuan rumah, berada di posisi setingkat di atas tim Indonesia dan sama-sama berhasil meraih 1 medali perak dan 3 medali perunggu,” kata Humas Tim Olimpiade Komputer Indonesia, Fauzan Joko, Minggu (30/9.
Dalam 17 kali keikutsertaan TOKI di ajang IOI sejak tahun 1995, secara keseluruhan 34 medali telah dikumpulkan yang terdiri dari 2 medali emas, 14 medali perak dan 21 medali perunggu. Tercatat hanya di tahun 1996 dan 1999, Indonesia gagal meraih medali. Sedangkan di tahun 2003, Indonesia gagal bertanding ketika IOI dilaksanakan di Kenosha, Amerika Serikat karena masalah visa.
Apapun yang telah dihasilkan dalam kompetisi kali ini kita patut berbangga dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk semangat, perjuangan dan juga pengorbanan yang telah dilakukan oleh para siswa, pembina dan pihak Departemen Pendidikan Nasional yang telah bekerja keras dalam mengupayakan segala upaya untuk dapat meraih hasil yang terbaik demi mengharumkan nama baik bangsa dan negara dalam ajang kompetisi tingkat dunia di bidang informasika ini.(rizal)
© Poskota
Posted in: Awards,Komputer
UI Kampus Terhijau ke-25 Sedunia
Jakarta � Universitas Indonesia (UI) menempati peringkat ke-25 sebagai kampus terhijau di dunia.
"Penilaian ini berdasarkan UI GreenMetric ranking of World Universities," kata Wakil Rektor UI bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Muhammad Anis di Gedung Balairung Depok, Selasa (8/1).
Sementara rangking pertama sebagai kampus terhijau yaitu University of Connecticut, Amerika Serikat. Selanjutnya peringkat kedua yaitu University of Nottingham, Inggris, dan posisi ketiga ditempati University College Cork National University of Ireland, Irlandia.
Perguruan tinggi nasional yang berada di 30 besar lainnya, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menempati peringkat ke-27.
Anis mengatakan, UI GreenMetric ranking of World Universities 2012, diikuti 215 perguruan tinggi dari 49 negara. Jumlah tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 178 perguruan tinggi.
Beberapa negara yang ikut serta adalah Cina, Fiji, Finlandia, Yunani, Hong Kong, Meksiko, Chile, Afrika Selatan, Palestina, Vietnam, Inggris, Amerika Serikat dan lainnya.
UI GreenMmetric World University Ranking merupakan lembaga pemeringkatan perguruan tinggi terbaik di dunia yang memiliki komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus.
UI GreenMetric telah diterima sebagai anggota IREG Observatory (International Ranking Expert Group) secara resmi pada Konferensi IREG-6 bulan April 2012 di Taipei. IREG merupakan lembaga internasional yang berperan sebagai penjamin mutu lembaga pemeringkatan yang ada di dunia.
Pemeringkatan UI GreenMetric World University 2012 dilandasi tiga filosofi dasar yaitu enviroment, economic, dan Equity. Metodologi dan survei dilakukan oleh tim UI GreenMetric salah satunya dengan mengembangkan bobot indikator penilaian yang terdiri dari statistis kehijauan kampus (15 persen).
Selanjutnya pengelolaan sampah (18 persen), energi dan perubahan iklim (21 persen), penggunaan air (10 persen), tranportasi (18 persen), dan pendidikan (18 persen).
ۥ Republika

Posted in: Awards,UI