Loading Website
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi. Tampilkan semua postingan

LIPI Kembangkan Aplikasi Buku 3D

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perpustakaan kini bisa diperkaya lagi dengan aplikasi penunjang untuk perpustakaan digital yang kini tengah tren di masyarakat. Untuk itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan aplikasi sistem buku elektronik tiga dimensi (3D)."Aplikasi ini khususnya untuk memperkaya khasanah konten perpustakaan digital di tanah air," ujar Kepala Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI, Sri Hartinah, Selasa (7/2).Menurutnya, pengembangan perpustakaan digital telah merambah perguruan tinggi (PT) dan lembaga penelitian. Salah satu terobosan yang dilakukan LIPI adalah mengembangkan aplikasi 3D. "Kami tidak hanya mampu mendiseminasikan informasi ilmiah yang ada, namun juga mampu mengemas informasi yang mudah dicerna," jelasnya.Kerangka aplikasi ini, lanjutnya, tak hanya sekedar hasil akhir dalam bentuk kliping 3D, tapi juga proses entry data dan digitalisasi data. Ia berharap, aplikasi baru di dunia literasi ini dapat meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap informasi ilmiah. "Karena konsumsi informasi ilmiah saat ini sudah tak hanya terbatas pada peneliti maupin akademisi saja, namun juga masyarakat luas lainnya," kata Sri Hartinah.• REPUBLIKA.CO.ID

Posted in: Aplikasi,LIPI

#Tag : Aplikasi LIPI

Pasar Aplikasi Windows Phone Dibuka untuk Indonesia

Lumia Store (ash/inet)

Jakarta - Momentum peluncuran Nokia Lumia, juga dimanfaatkan Microsoft untuk membuka Windows Phone Marketplace di Indonesia. Alhasil, pengguna Lumia 800 dan 710 pun kini sudah bisa menjejali ponsel mereka dengan beragam pilihan aplikasi menarik."Bersama dengan Microsoft, Nokia telah mewujudkan ekosistem baru yang membuka berbagai peluang untuk para pengembang aplikasi," ujar Martin Chirotab, Country Manager Nokia Indonesia, dalam acara peluncuran yang berlangsung di Senayan City, Jakarta (17/2/2012).Terkait market place ini, beberapa waktu lalu Nokia mengadakan The Amazing Nokia Lumia Developer Day. Mereka bekerjasama dengan Microsoft Indonesia untuk menggenjot para developer lokal agar menelurkan aplikasi-aplikasi lokal untuk dimasukkan ke pasar aplikasi tersebut."800 developer aplikasi lokal berpartisipasi dalam acara yang memperoleh MURI tersebut," tambah Martin.Dilaporkan sampai sejauh ini market place sudah memiliki lebih dari 55 ribu aplikasi yang siap unduh. Dimana dari jumlah itu, jumlah aplikasi buatan lokal terbilang masih sedikit, masih di bawah angka 200 aplikasi.Ekosistem yang kuat adalah salah satu kunci dari kesuksesan yang diharapkan Nokia dengan seri ponsel Lumia ini. Mereka pun berharap kehadiran Lumia 800 dan 710 yang mengusung OS WIndows Phone 7.5 Mango mampu menggaet pengguna ponsel Tanah Air.( sha / ash ) • detik

Posted in: Aplikasi,Seluler

#Tag : Aplikasi Seluler

Cari Info Soal Bus Transjakarta? Unduh Aplikasi ini!

Robert Adhi Ksp/KOMPAS - Aplikasi Info Bus Transjakarta untuk iPhone

KOMPAS.com - Pemilik iPhone yang sering naik bus Transjakarta, kini bisa mengecek suasana kepadatan halte-halte di berbagai rute bus Transjakarta, hanya dalam genggaman tangan. Lewat aplikasi Transjakarta yang dikembangkan EquinoxApps ini, Anda juga mengecek lokasi halte tujuan Anda.

Pada aplikasi Transjakarta yang bisa diunduh di Apps Store, tersedia menu "map" yang menunjukkan rute-rute bus Transjakarta di berbagai koridor. Kalau Anda zoom in, terdapat titik-titik yang menunjukkan lokasi halte di setiap koridor.

Sedangkan pada menu "corridors", tersedia informasi 10 koridor rute bus Transjakarta, mulai dari koridor 1 Stasiun Kota-Blok M, koridor 2 Harmoni-Pulogadung, koridor 3 Pasarbaru-Kalideres, koridor 4 Pulogadung-Dukuh Atas 2, koridor 5 Ancol-Kampung Melayu, koridor 6 Ragunan-Dukuh Atas 2, koridor 7 Kp Rambutan-Kp Melayu, koridor 8 Lebak Bulus-Harmoni, koridor 9 Pluit-Pinang Ranti, dan koridor 10 Tanjung Priok-Cililitan 2.

Anda bisa meng-klik informasi di setiap koridor. Misalnya, koridor 1 Blok M-Kota diklik, akan muncul informasi setiap halte pada koridor itu, yaitu Blok M, Masjid Agung, Bundaran Senayan, Gelora Bung Karno, Polda Metro Jaya, Bendungan Hilir, Karet, Setiabudi, Dukuh Atas 1, Tosari, Bundaran HI, Sarinah, Bank Indonesia, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Olimo, Glodok, dan Stasiun Kota.

Tersedia juga informasi, halte mana saja yang memiliki persilangan dengan koridor lain, yaitu Bendungan Hilir (dengan koridor 9), Dukuh Atas 1 (dengan koridor 4), Harmoni (dengan koridor 2,3,8).

Yang menarik, Anda dapat mengecek suasana sejumlah halte di setiap koridor bus Transjakarta dari menit ke menit dari CCTV.

Menu lainnya pada aplikasi ini adalah "twitter". Anda dapat memantau twitter yang berhubungan dengan informasi bus Transjakarta maupun ikut berperan serta ngetwit.

Sedangkan pada menu "about", tersedia informasi "general information", misalnya soal tiket reguler seharga Rp 3.500 (single trip), sedangkan tiket early bird seharga Rp 2.000 (beroperasi antara pukul 05.00 dan 07.00).

Pada informasi "about Transjakarta", dijelaskan rencana pengembangan bus Transjakarta hingga koridor 15. Dicantumkan pula nomor HP untuk menyampaikan keluhan tentang pelayanan bus Transjakarta.

Rekomendasi: aplikasi ini sangat berguna bagi siapa saja yang menggunakan bus Transjakarta.

KOMPAS.com

Posted in: Aplikasi,Ilmu Pengetahuan

Pengembang Aplikasi Indonesia Harus Lebih Perhatikan Detail

Gabriel del Castillo/sxc.hu

JAKARTA, KOMPAS.com — Mengembangkan aplikasi di tengah tren perangkat mobile saat ini tentu menjadi bisnis yang menjanjikan. Tak heran jika banyak bermunculan pengembang aplikasi baru.

Tren ini membawa efek positif untuk perkembangan teknologi di Indonesia. Namun di sisi lain, ada sebagian pengembang yang seakan membuat aplikasi dengan konsep yang kurang matang.

Hal ini diungkapkan Risman Adnan, Director Developer & Platform Microsoft Indonesia, saat menghadiri acara Kompas Tekno Idea di XXI Plaza Senayan Jakarta, Kamis (23/2/2012). "Agar bisa membawa aplikasi asal Indonesia ke tingkat dunia, pengembang aplikasi harus lebih menghargai detail," ujarnya.

Detail itu bisa berupa fungsi ataupun grafis. Untuk game, misalnya, sebenarnya ada beberapa fungsi yang bisa lebih dikembangkan untuk memperkaya sensasi game yang diberikan.

Jika dirasa belum siap, atau belum memberi sensasi gaming yang berbeda, Risman mengatakan, maka ada baiknya jangan dimasukkan dulu ke toko aplikasi karena menurutnya aplikasi yang dibuat pengembang Indonesia juga akan diunduh dan diperhatikan oleh pengembang dari luar negeri. "Harus ada inovasi yang dibawa dalam aplikasi," ucap Risman.

Untuk mengoreksi aplikasi yang dibuatnya, para pengembang bisa memerhatikan respons dari konsumennya. Misalnya, dengan memerhatikan dari negara mana aplikasinya paling banyak diunduh, jumlah aktivasi, hingga komentar atau jumlah review tentang aplikasinya.

"Jangan hanya melihat apa yang telah dilakukan oleh lingkungan sekitar. Pelajari dari sesuatu yang ada di luar lingkungan," tambah Risman.

Dengan ini, seorang pengembang aplikasi tidak hanya mendapat masukan dari orang sekitar atau kerabat dekat yang hanya memberi saran positif, tetapi juga bisa mendapat kritik yang membangun.

"Kita butuh masukan dari orang yang bisa menilai kekurangan atau bahkan menjelek-jelekkan aplikasi yang kita buat. Ini akan menjadi motivasi untuk kita semua," tutup Risman.

KOMPAS.com

Posted in: Aplikasi,Ilmu Pengetahuan

UGM Juara Mobile Games Developer War 2

Tim Creacle berhasil menjadi juara pertama karena Virtual Pet mereka telah diunduh oleh 153.840 pengguna dari berbagai belahan dunia. (REUTERS/Nokia/handout)

VIVAnews - Mahasiswa UGM kembali menununjukkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, tim Creacle UGM berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi Mobile Games Developer War 2 yang diselenggarakan oleh Agate Studio dan Nokia Indonesia dengan mengusung game berjudul Virtual Pet.

Para mahasiswa tersebut adalah mahasiswa program studi Ilmu Komputer, yakni Rifauddin Tsalitsy dan Fauzan Sandy.

Dalam kompetisi kali, ini setiap developer diberikan tantangan untuk saling berlomba mengembangkan game yang dapat digunakan untuk handphone berbasis apliksi Java.

Para peserta diberi durasi waktu selama 30 hari untuk mempublikasikan game buatannya ke pasaran. Selanjutnya, pemenang dipilih berdasarkan game yang paling banyak diunduh oleh pengguna setelah dirilis di Nokia Store.

“Kami tak pernah menyangka Virtual Pet ini terpilih jadi juara dengan berhasil mencapai nilai unduhan tertinggi. Pada minggu-minggu awal di publikasikan, setiap harinya game ini bisa diunduh sampai 6-8 ribu pengguna,” kata Rifauddin, 27 Februari 2012

Tim Creacle berhasil menjadi juara pertama karena Virtual Pet mereka telah diunduh oleh 153.840 pengguna dari berbagai belahan dunia. Sementara posisi kedua diraih developer Elventales Games, Surabaya yang mengusung aplikasi Sky Express dengan jumlah pengunduh 100.526 pengguna. Berikutnya tempat ketiga diraih developer game Own Games, Bandung yang mengembangkan aplikasi games Beyond the Well yang telah diunduh oleh 75.933 kali.

Rifauddin menyampaikan, game Virtual Pet yang mereka buat memang belum begitu banyak dikembangkan di pasar game. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor yang menarik minat gamers untuk mengunduh game ini. Disamping itu, jenis game yang mereka kembangkan juga bersifat universal bisa dimainkan oleh semua usia dan jenis kelamin.

Dalam Virtual Pet, pengguna diminta untuk memelihara kucing dengan baik. Sejumlah perlakuan harus dilakukan sesuai dengan waktu yang ditentukan seperti memberi makan, tidur , maupun kegiatan lainnya. Apabila hal itu tidak dijalankan dengan benar maka kucing tersebut akan sakit bahkan mati. “Virtual Pet ini sebenarnya mirip dengan permainan Tamagotchi, tapi dalam bentuk virtual,” paparnya

Dalam kompetisi ini, selain mengusung game Virtual Pet, tim Creacle juga mengirim game lain yaitu Alay the Kite Runner. Namun, game yang dikembangkan oleh empat mahasiswa program studi Ilmu Komputer yaitu Gatot Fajar S, M. Chaidir, Eko Nugraha, dan Bagus Seto ini harus puas berada di urutan ke empat dalam kompetisi games tersebut.

• VIVAnews

Posted in: Aplikasi,Awards,Game,UGM

Melongok Aplikasi Juara Dunia Asal Indonesia

Baby Write Number (ist)

Jakarta - Aplikasi Baby Write Number yang dibuat developer Indonesia menjadi juara dunia dalam kontes yang diselenggarakan Nokia. Seperti apa kebolehan aplikasi yang dapat dipakai di ponsel Nokia berbasis S40 tersebut?

Jelas disebutkan bahwa aplikasi Baby Write Number ditujukan untuk para balita. Aplikasi ini akan mengajari mereka mengenal dan menggambar angka. Wajar saja jika aplikasi ini penampilannya terhitung sederhana dan dapat dioperasikan dengan mudah.

Orang tua cukup menekan tombol play di Baby Write Number. Kemudian akan muncul angka, pertama-tama angka satu. Nah, anak-anak kemudian diminta menggambar ulang angka tersebut dengan menyentuh layar sentuh di ponsel.

Terdapat petunjuk berupa lingkaran-lingkaran kecil sesuai bentuk angka yang membantu para bayi menulis ulang angka satu sampai sembilan. Jika sudah berhasil menggambar sampai angka sembilan, pemain pun diberi selamat.

Aplikasi yang bisa diunduh di Nokia Store tersebut terlihat simpel dan kemungkinan akan benar benar membantu para anak kecil mengenal angka. Untuk lebih jelasnya bisa disaksikan di video berikut:

( fyk / ash )

• detik

Posted in: Aplikasi,Seluler

#Tag : Aplikasi Seluler

Produsen BlackBerry Siapkan Rp 45 Miliar untuk ITB

dokumentasi Stratcom - dari kiri ke kanan : Andreas Thamrin (Direktur Operasional Global Teleshop), Rohilesh Singh (Country Director RIM untuk Indonesia), Jim Balsillie (Co-CEO RIM), dan Gregory Wade (Regional Managing Director RIM untuk Asia Timur) dalam pembukaan Toko Gaya Hidup BlackBerry di Mall Kelapa Gading 3, Jakarta, Rabu (16/11/2011)

BANDUNG, KOMPAS.com - Research in Motion (RIM) akan menyediakan dana sebesar 5 juta dollar (sekitar Rp 45 miliar) dan siap bekerja sama mengembangkan teknologi aplikasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

RIM tak sungkan menggelontorkan dana tersebut karena ITB dinilai memiliki sumber daya manusia yang mumpuni.

Menteri Perekonomian Hatta Rasaja memaparkan, dana itu akan dicairkan secara bertahap. Saat ini RIM baru menyediakan dana untuk pengembangan aplikasi, joint riset.

"Saya harapkan nanti ada teknopart yang dikembangkan di sini (ITB). Sehingga awal dari Bandung Techno Innovation Center bisa benar-benar diwujudkan," harap Hatta usai penyerahan "Letter of Intent" di Aula Timur Kampus ITB, Sabtu (3/3/2012).

Penyerahan Letter of Intent itu dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT RIM Indonesia, Andy Cobham kepada Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa, disaksikan langsung Duta Besar Kanada, Clugston dan Vice Rector for Research and Innovation ITB, Wawan Gunawan.

Hatta melihat, kerja sama dengan RIM adalah awal yang baik. Apalagi Indonesia memerlukan untuk pengembangan teknologi aplikasi dalam Information Communication Technology atau ICT yang terus berkembang.

"Kolaborasi ini bisa dijadikan "Center of ICT". Sumber daya manusia di ITB cukup mumpuni untuk mengembangkan program-program aplikasi produk ICT. Sehingga Bandung bisa menjadi basis pengembangan technopreneur. Indonesia harus punya. Jadi ini awal yang bagus," ujarnya.

Dia juga berharap dengan penyediaan dana dari RIM bisa mendorong mahasiswa untuk mendirikan usaha pemula di bidang teknologi. Hatta menilai mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan tersebut dan hanya membutuhkan kolaborasi.

Pada sambutannya, Direktur Utama PT RIM Indonesia, Andy Cobham berujar, produsen BlackBerry itu menyediakan dana untuk pengembangan program akademisi selama lima tahun. RIM memberikan dana sebesar itu karena mobile aplikasi di Indonesia sangat mendukung. (Agung Yulianto/TribunNews)

KOMPAS.com

Posted in: Aplikasi,ITB,Seluler

JBatik, Membuat Batik dengan Komputer

Kompas.com/Didik Purwanto - Kiri-kanan, CEO Piksel Indonesia (Batik Fractal) Nancy Margried, Head of Marketing Intel Indonesia Corporation Norhizam Abdul Kadir menyerahkan hadiah pemenang desain Batik Fractal di Mega Bazaar Indonesia, Sabtu (3/3/2012)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menggambar batik biasanya memakai pensil biasa dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk membuatnya. Tapi dengan bantuan komputer, desain motif batik bisa dibuat dengan cepat dan mudah.

Hal itu dilakukan melalui software khusus bernama JBatik. Software ini merupakan buah karya Nancy Margried beserta dua orang temannya, Muhammad Nukman dan Yun Hariadi.

Pada mulanya, ketiga orang itu berbincang lepas mengenai warisan budaya batik di Indonesia. Selama ini, pembuatan batik selalu dilakukan secara tradisional, khususnya dalam hal pembuatan motif.

Secara tradisional, pengrajin memerlukan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu untuk membuatnya. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan pasar, pengrajin dituntut untuk bisa membuatnya secara cepat.

Nancy dan rekan-rekannya pun memiliki gagasan mengembangkan software yang bisa mempermudah pembuatan motif batik. Tercetuslah batik fractal, motif batik yang dibuat dengan bantuan software komputer.

Tantangan pembuatan

Tantangan pertama yang dihadapi mereka adalah pengumpulan motif-motif yang ada. Kocek pribadi pun dirogoh untuk riset mengumpulkan motif-motif batik tersebut.

Agar mempermudah, motif batik yang dikumpulkan difokuskan pada batik dari Jawa. Khususnya, dari wilayah Yogyakarta, Solo, Pekalongan dan Cirebon.

Huruf J pada JBatik pun mengacu pada hal itu: yaitu Java Batik. Sekaligus mengacu pada bahasa pemrograman Java yang mereka gunakan.

Tantangan berikutnya bagi tim JBatik adalah pendanaan. Setelah dana patungan para pendirinya, mereka mau tak mau membutuhkan suntikan dana pihak luar.

Salah satunya, melalui bantuan dari USAID sebesar Rp 250 juta yang digunakan untuk pengembangan awal piranti lunak tersebut.

Buat ekosistem sendiri

Sejak 2008, software JBatik mulai dijual. Versi komersialnya bernama JBatik Pro.

Namun, Nancy mengatakan, mayoritas pengrajin batik di Indonesia belum terbiasa menggunakan software. Hal ini jadi tantangan tersendiri.

Meski demikian, perlahan pengrajin batik mulai mau membeli software tersebut. Hingga saat ini, software JBatik Pro sudah terjual 400 unit software.

"Yang beli kebanyakan orang Indonesia. Tapi ada juga dari Inggris dan Swedia, tapi masih perorangan. Maklum satu software dihargai Rp 300.000," jelasnya.

Seperti kebanyakan pebisnis piranti lunak di Indonesia, Nancy melihat maraknya pembajakan sebagai salah satu tantangan yang cukup berat.

Hal itu yang membuat JBatik masih dijual secara terbatas. Yaitu, melalui outlet JBatik di Bandung atau pesan kirim via website.

Cara lain yang dilakukan Nancy dkk adalah membuat ekosistem bisnis sendiri. Cara ini mirip seperti yang dilakukan oleh Apple.

Caranya, JBatik membuat JBatik Academic Program. Di sini pengrajin akan mendapat pelatihan khusus cara membuat motif batik dengan software.

Dengan demikian, pembeli bukan hanya membeli software dalam kotak tapi juga mendapatkan pelatihan cara menggunakannya.

"Membeli software-nya saja boleh, tapi membeli paket pelatihannya juga silakan," jelasnya.

JBatik Pro dan JBatik Mini

Software ini terdiri dari dua edisi, JBatik pro untuk profesional dan JBatik mini untuk pemula.

JBatik pro sudah diupgrade sebanyak dua kali dan dijual dengan harga Rp 300.000. Sementara JBatik Mini belum diluncurkan dan hanya akan dijual seharga Rp 30.000.

Khusus untuk JBatik Mini, mendesain batik seolah seperti membuat puzzle. Pengguna bisa memilih pola-pola batik yang ada, menggabungkan, rotasi, mengubah warna hingga memperbanyak pola dengan sekali sentuhan.

Software ini memang hanya memerlukan kreativitas pengguna dan siapapun bisa membuat motif batik yang disukainya secara mudah.

Namun bila menginginkan desain batik yang lebih profesional, maka bisa menggunakan JBatik Pro yang sudah menerapkan konsep fractal.

"Tapi dari JBatik Mini saja sudah bisa digunakan untuk membuat desain batik profesional kok," katanya.

Software JBatik bisa diaplikasikan tidak hanya di kain saja, tapi juga bisa diterapkan di wallpaper, desain kriya atau furniture seperti ukiran di kayu dan sebagainya.

Bahkan desain-desain poster atau papan iklan yang ingin membuat latar belakang batik, bisa dibuat dari software tersebut.

KOMPAS.com

Posted in: Aplikasi

#Tag : Aplikasi

Aplikasi Gratisan Ini Curi Daftar Kontak Anda

TEMPO.CO, California - Aplikasi gratisan memang menjadi pilihan bagi mereka yang enggan mengeluarkan uang untuk menggunakan software tertentu di perangkat digitalnya.

Namun, perlu diketahui bahwa tak semua aplikasi gratisan itu aman dipakai. Sebuah penelitian yang dilakukan MWR Security menunjukkan bahwa aplikasi gratisan, khususnya yang ada di Android Market, mengambil data daftar kontak yang tersimpan di ponsel pintar pengguna.

"Kami menemukan banyak aplikasi yang masuk dalam 50 aplikasi gratisan terpopuler di Android Market menggunakan kode rahasia yang berfungsi mengambil data di ponsel dan mengirimkannya ke pihak pengiklan tanpa izin," tulis MWR Infosecurity seperti dikutip Dailymail, Selasa, 6 Maret 2012.

Salah satu aplikasi terpopuler yang mengambil informasi dari ponsel adalah versi gratisan game Fruit Ninja. Menurut MWR Security, permainan ini berisi kode rahasia yang bertugas membocorkan identitas pengguna dan meneruskannya ke jaringan iklan MobClix. Belum jelas apakah data ini nantinya akan dipakai untuk mengirimkan iklan atau sekadar disimpan.

Selain daftar kontak, "Ethical Hackers" bersama dengan MWR Security menyatakan informasi yang diambil, misalnya kalender, daftar e-mail, nomor telepon, dan lokasi pengguna(DAILYMAIL|RINI K)

• TEMPO.CO

Posted in: Aplikasi,Ilmu Pengetahuan,Seluler

Armada Nasar, ABG pengembang aplikasi

Pada usia 14 tahun, ia sudah mendapatkan sertifikasi Microsoft Certified IT Professional (MCITP) langsung dari Microsoft. Dia  menjadi pemegang MCITP termuda se-Asia Tenggara karena kepiawaian dalam mengeksplorasi sistem operasi Windows dan Windows Phone.

Armada Nasar pada usia empat tahun  mulai browsing Google. Pada usia 7 tahun, ia sudah mencoba mengutak-atik HTML dan internet coding, Pada usia 10 tahun, ia sudah belajar visual basic.

"Saya kenal komputer sudah dari kecil, pertama kali lewat komputer saya yang jebot," kenangnya yang mewakili laman belanja Bhinneka.com dalam acara Windows 8 Developer Boot Camp di Bandung pada Jumat (30/3).

Soal pemrograman komputer bisa jadi turun dari  yaitu sang-Ayah yang seorang tenaga ahli komputer  admin data center salah satu perusahaan IT ternama di dunia.

"Biasanya, saya main komputer hingga delapan jam dalam sehari. Kalau belajar, saya home schooling.Nilai saya ketika SD juga nggak jelek-jelek amat rata-rata 9," kata pelajar kelas 3 SMP tersebut.

Kelahiran Bekasi 30 Juli 1997 itu mengikuti pelatihan komputer dari Iverson Technology dengan mendapatkan berbagai sertifikasi profesional seperti sertifikasi Iverson Techonogy 70-685 dengan nilai sempurna atau tertinggi yaitu 1.000 dari skala nilai 1-1000 pada 2010, lalu sertifikasi 70-642, 70-640 dan 70-646.

"Kuncinya, coba-coba aja terus, jangan menyerah. Kadang-kadang bosan juga sih," katanya memberikan bocoran kesuksesan dirinya.

"Saya ingin sekali bertemu dengan Bill Gates dan menanyakan,'Bagaimana caranya membangun perusahaan sebesar Microsoft'," katanya. Dia memiliki cita-cita menduduki kursi direktur Microsoft.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Armada sudah menyiapkan beberapa langkah yaitu masuk sekolah Home Schooling Kak Seto untuk SMU di Bandung. Setelah itu ia akan mengambil jurusan ilmu komputer di Massachusetts Institute Technology di Amerika Serikat. (adm)

ANTARA News

Posted in: Aplikasi,Komputer

Puluhan Aplikasi Buatan Lokal Siap untuk Windows 8

Aditya Panji/KOMPAS.com - Windows 8 Developer Preview Boot Camp

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat Windows 8 resmi dirilis oleh Microsoft pada akhir tahun 2012, diharapkan sudah ada puluhan aplikasi asal Indonesia yang juga sudah tersedia di toko aplikasi online Windows Store.

Inilah tujuan dari penyelenggaraan Windows 8 Developer Preview Boot Camp yang digelar mitra kerja Microsoft di Indonesia, Navcore Nextology di Bandung selama 3 hari pada akhir Maret lalu.

Sebanyak 88 pengembang aplikasi dari 44 kelompok telah diberikan materi bagaimana membangun aplikasi untuk Windows 8 yang banyak ditambahkan fitur-fitur baru seperti Metro Apps, Live Tile, dan Charm Bar.

Mereka menargetkan ada 44 aplikasi untuk Windows 8 yang berhasil dibangun berkat acara tersebut. "Aplikasi-aplikasi ini rencananya diluncurkan bersamaan dengan launching Windows 8 nanti,” kata Farid Zulkarnain, Vice Presiden Navcore Nextology.

Dari berbagai aplikasi Windows 8 yang telah dirancang, sebagian di antaranya sudah dipresentasikan pada hari terakhir kegiatan. Tentu saja, pengembang aplikasi diizinkan untuk merevisi aplikasi yang dibuatnya dari acara ini.

Pihak Microsoft akan mengevaluasi apakah aplikasi-aplikasi tersebut layak untuk masuk ke Windows Store. "Microsoft akan sangat ketat menjaga ekosistem Windows 8, jadi aplikasinya dievaluasi secara ketat," ujar Direktur perusahaan software Tiga Belas Technology Yusak Setiawan.

Salah satu peserta pelatihan, CIO Urbanesia.com Batista R. Harahap, mengatakan, fitur yang paling bermanfaat dari Windows 8 adalah Live Tiles + Windows Push Notification Service. “Kalau melihat platform lain, Windows 8 bisa memberikan UI/UX (user interface/user experience-red) yang lebih kaya,” katanya.

Tersedianya Visual Studio 2011 di Windows 8, lanjut Batista, sangat membantu karena pengguna dapat membuat proof of concept dalam waktu yang relatif singkat. Dengan alat seperti Visual Studio 2011, cukup satu kode sumber untuk berbagai perangkat sehingga developer merasa lebih nyaman.

Navcone Nextology menargetkan ada beberapa aplikasi asal Indonesia yang bisa jadi Top App sehingga mampu memberi efek bagi industri software di Indonesia. “Kita akan siapkan Top App ini agar mampu crack the market,” tegas Farid.

KOMPAS.com

Posted in: Aplikasi,Komputer

Industri Software Nasional Sangat Menjanjikan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Kementrian perindustrian menggelar pameran elektronika dan telematika, 17-20 April.

Dirjen industri unggulan berbasis teknologi tinggi Budi Dharmadi mengungkapkan elektronika dan telematika berperan penting dalam perkembangan sektor industri manufaktur.

"Karena itu perlu dipromosikan untuk memperkenalkan kemampuan produsen dalam negeri," ujar Budi saat pembukaan pameran, Selasa (17/7) di plaza kemenperin.

Pada tahun 2011, angka ekspor produk elektronika dan telematika mencapai 10,93 Miliar Dollar. Tahun ini, ekspor diatargetkan mencapai 12 Miliar Dollar.

Budi menuturkan, naiknya ekspor disebabkan karena semakin meningkatnya pasar elektronika dan IT terutama software, GPS dan animasi. Ekspor software Indonesia ditujukan di 23 negara, terbanyak di Asia Timur.

Industri software, kata Budi menjadi sektor yang cukup menjanjikan. Dibandingkan bisnis hardware, software memilikli nilai tambah yang jauh diatas manufakturing hardware.

Head of Marketing PT Pesona Edukasi, perusahaan software pendidikan Simon Bone menuturkan potensi software terutama software edukasi semakin besar. Perusahaannya sudah mengekspor ke berbagai beberapa negara dengan omset mencapai Rp 120 Miliar.

"Perkembangan di internasional bagus kalau kualitas bagus. Perlu publikasi agar software yang lebih banyak beredar di masyarakat," ujar Simon.

• REPUBLIKA.CO.ID

Posted in: Aplikasi

#Tag : Aplikasi

"Developer" Indonesia Sambut Tantangan NASA

Dari kiri ke kanan: Kepala Pusat Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN Erna Sri Adiningsih, Open Governent Analyst NASA Ali Llewellyn, dan Wakil Duta Besar Kedutaan Besar AS untuk Indonesia Ted Osius, saat membuka kommpetisi International Space Apps Challenge di Jakarta, Sabtu (21/4/2012

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga luar angkasa Amerika Serikat, NASA, resmi membuka kompetisi International Space Apps Challenge di Indonesia.

Dengan ini, NASA menantang para pengembang aplikasi (developer) Indonesia untuk membuat aplikasi yang ada hubungannya dengan luar angkasa.

Acara ini dibuka oleh Wakil Duta Besar Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Ted Osius, di @america Mal Pacific Place Jakarta, Sabtu (21/4/2012). Harapannya, aplikasi yang tercipta nanti dapat membantu NASA dan para ilmuwan memecahkan masalah global.

Meski aplikasi asal Indonesia yang berhubungan dengan luar angkasa masih terbilang jarang, namun NASA percaya developer Indonesia bisa menciptakan aplikasi yang berguna.

"Saya melihat komunitas teknologi di Jakarta cukup kuat, apalagi saat ini perusahaan pengembang aplikasi bermunculan sangat pesat," ujar Ali Llewellyn, Open Governent Analyst NASA saat diwawancarai Kompas.com.

Ada sekitar 30 pengembang aplikasi yang mengikuti kompetisi ini. Mulai Sabtu sore sampai Minggu (21 dan 22 April), mereka akan menyusun kode-kode (coding) untuk aplikasi di kantor blog teknologi DailySocial, Jakarta Barat.

Para pengembang mengaku, akan membuat aplikasi untuk perangkat komputer, mobile ataupun yang berbasis web.

Mereka akan mempresentasikan aplikasi yang dibuat di depan juri. Kedutaan Besar AS untuk Indonesia dan DailySocial selaku penyelenggara, tentu memberi kesempatan kepada pengembang untuk merevisi aplikasi mereka agar benar-benar siap digunakan.

Menurut Erna Sri Adiningsih, Kepala Pusat Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), acara ini akan menambah jaringan LAPAN terhadap aktivitas luar angkasa yang dilakukan generasi muda.

"Selama ini LAPAN masih mengandalkan software dari luar negeri untuk pengembangan ilmu luar angkasa. Siapa tahu dengan acara ini akan muncul bibit muda yang tertarik mengembangkan software luar angkasa," harap Erna.

KOMPAS.com

Posted in: Aplikasi

#Tag : Aplikasi

Aplikasi Terbaik Indonesia Akan Diadu di Level Global

Aditya Panji/KOMPAS.com - Ali Llewellyn, Open Governent Analyst NASA

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga luar angkasa Amerika Serikat, NASA, telah membuka kompetisi pembuatan aplikasi luar angkasa di Jakarta akhir pekan ini. Dua aplikasi terbaik dari Indonesia akan diadu di level global.

Kompetisi bertajuk International Space Apps Challenge yang diadakan NASA tahun ini diselenggarakan di 24 kota di beberapa negara. Ini merupakan penyelenggaraan yang kedua.

Menurut Open Governent Analyst NASA Ali Llewellyn, akan dipilih 2 aplikasi terbaik dari masing-masing kota penyelenggaraan, Jakarta salah satunya. "Kami berharap pemenang globalnya bisa diumumkan secara online pada awal Mei mendatang," ujar Ali.

Ada sekitar 30 developer yang mengikuti International Space Apps Challenge di Jakarta. Aplikasi yang akan dibangun oleh mereka beragam, mulai dari aplikasi untuk perangkat mobile bersistem operasi Android, sampai yang berbasis web.

Saat ini mereka sedang sibuk coding untuk membangun aplikasi di kantor DailySocial, Jakarta Barat, bahkan seluruh peserta akan bermalam di lokasi.

Dua aplikasi terbaik tersebut akan dipilih oleh juri lokal. Di Indonesia sendiri, juri International Space Apps Challenge adalah Narenda Wicaksono (Developer Enthusiast), Heriyadi Janwar (Microsoft Indonesia), Didi Satriadi (LAPAN), Ali Llewellyn (NASA), dan Rama Mamuaya (DailySocial).

Berdasarkan tujuan penyelenggaraan kompetisi ini, aplikasi yang tercipta diharapkan dapat membantu NASA dan ilmuwan di dunia memecahkan masalah global. "Di Indonesia sendiri, yang potensial adalah aplikasi yang memberi solusi masalah perubahan iklim ataupun lingkungan. Semua yang berkaitan untuk menjadikan kota Anda tetap bersih,' ujar Ali.

Ia melanjutkan, penilaian untuk sebuah aplikasi dilihat dari sisi teknologi, konten, dan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah global. Presentasi peserta menyakini para juri turut mendukung penilaian.

Aplikasi apa yang akan mewakili Indonesia di level global? Pemenangnya akan diumumkan besok, Minggu (22/4/2012).

KOMPAS.com

Posted in: Aplikasi

#Tag : Aplikasi

Indonesia Juara Dua Pengguna Software Bajakan

VIVAnews -  Lebih dari setengah atau 59 persen dari pengguna komputer Indonesia mengaku melakukan pembajakan peranti lunak (software) untuk komputer mereka.

Data ini merupakan temuan studi Pembajakan Software Global BSA (Business Software Alliance) 2011.

Dari 59 responden di Indonesia yang mengaku memperoleh software secara ilegal, 5 persen mengatakan selalu memperoleh

software secara ilegal. Sementara 14 persen responden mengatakan sering melakukan. Sebanyak 23 persen mengatakan melakukan pada saat tertentu. Sisanya, 17 persen mengaku hanya sekali meperoleh software secara ilegal.

"Jika 59 persen konsumen mengaku mencuri dari toko, aparat penegak hukum seyogyanya meningkatkan jumlah pengaman dan denda," ujar

Tarun Sawney selaku Direktur Senior Anti Pembajakan Asia Pasifik BSA dalam keterangannya di Pasific Palace Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa 15 Mei 2012.

Angka tersebut ikut berkontribusi dalam tingkat pembajakan software di Indonesia pada tahun 2011 yang mencapai 86 persen. Tingkat pembajakan tersebut berarti 8 dari 10 program yang di-instal oleh pengguna komputer Indonesia merupakan software tanpa lisensi.

"Dan ini artinya rata-rata setiap PC di Indonesia menggunakan software ilegal," sebutnya.

Tingkat pembajakan software di Indonesia pada 2010 mencapai 87 persen. Pada 2011 lalu, turun satu persen menjadi 86 persen.

"Indonesia termasuk tingkat pembajakan software yang tertinggi di Asia Pasifik," katanya.

Selain Indonesia, masih ada Bangladesh dengan tingkat pembajakan mencapai 90 persen, Pakistan 86 persen, Thailand 72 persen, Malaysia 55 persen. Artinya, Indonesia meraih posisi juara dua bersama Pakistan untuk tingkat pembajakan software tertinggi di Asia Pasifik.

Survei ini dilakukan perorangan kepada 518 responden komputer di Indonesia. Survei dilaksanakan pada Februari sampai Maret 2012.

• VIVAnews

Posted in: Aplikasi,Ilmu Pengetahuan,Komputer

'Pembaca Otak' Asal Bandung Jadi Jawara Kontes Microsoft

Jakarta - 4 Orang mahasiswa asal Bandung yang tergabung dalam sebuah tim bernama Malabar, berhasil menyabet juara 1 Microsoft Imagine Cup 2012. Sebagai pemenang regional, mereka diterbangkan ke Sydney, Australia, guna mewakili Indonesia di ajang Imagine Cup 2012 tingkat internasional.

Tim yang beranggotakan Umar Ali Ahmad, Dody Qori Utama, Arganka Yahya dan Anggunmeka Luhur Prasasti ini berhasil mencuri perhatian juri, menyisihkan 440 partisipan dari seluruh Indonesia.

Adalah aplikasi bernama Brainstat yang menerbangkan mereka ke Sydney. Ini adalah aplikasi untuk memantau aktivitas gelombang otak para pengemudi kendaraan untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.

"Ikut kompetisi ini sangat menegangkan. Seru, menguras otak. Tapi kami senang dan bangga. Rasanya luar biasa bisa ikut membuat sesuatu yang nantinya bisa mengubah dunia," kata Dody mewakili teman-temannya, usai acara penganugerahan Microsoft Imagine Cup 2012, di Balai Kartini, Jakarta (15/5/2012).

Mewakili tim juri, Developer Evangelist Microsoft Norman Sasono mengatakan Brainstat terpilih mewakili Indonesia karena dari segi presentasinya sangat baik, solusinya bisa dipakai dan potensi bisnisnya menjanjikan.( rns / ash )

• detik

Brainstat, Aplikasi Buatan Bandung Pencegah Kecelakaan

Jakarta - Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas akibat sopir mengantuk, mabuk atau kondisi fisik yang kurang baik mengilhami empat mahasiswa dari Institut Teknologi Telkom dan Institut Teknologi Bandung membuat sebuah aplikasi bernama Brainstat.

"Ini adalah aplikasi untuk memantau kondisi pengemudi layanan transportasi dari aktivitas gelombang otaknya," kata Dody Qori Utama, mewakili rekannya yang tergabung dalam tim bernama Malabar.

Ditanamkan pada perangkat berwujud seperti headset yang dimodifikasi, Brainstat memantau kondisi fisik dan konsentrasi pengemudi transportasi guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Aplikasi yang mewakili Indonesia di ajang Microsoft Imagine Cup 2012 tingkat internasional di Sydney, Australia ini akan memberikan peringatan dini bagi pengemudi. Brainstat bekerja dengan membaca gelombang otak manusia karena otak adalah pusat dari semua aktvitas yang terjadi dalam tubuh manusia.

Dicoba detikINET, saat dipasangkan ke kepala, Brainstat langsung membaca aktivitas otak dan menampilkannya di layar komputer secara real-time. Adapun aspek yang dinilai adalah tingkat kognitif, kewaspadaan, kondisi psikologi dan fisiologi, tingkat kecanduan dan asupan oksigen ke otak.

Dijelaskan tiga anggota tim Malabar lainnya Umar Ali Ahmad, Arganka Yahya dan Anggunmeka Luhur Prasasti, aplikasi ini sedang coba ditawarkan kepada maskapai penerbangan. Namun bukan tidak mungkin, Brainstat bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

"Ini nantinya bisa dikembangkan lebih jauh lagi dan penggunaannya bisa juga oleh pengemudi mobil, bis, seluruh alat transportasi," ujar mereka.( rns / ash )

• detik

Posted in: Aplikasi,Awards

#Tag : Aplikasi Awards

15 'Developer' Game Siap "Manggung" di Malioboro

Mobile Games Developer War 3

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 15 tim pengembang aplikasi akan mempresentasikan game hasil karyanya di depan pengunjung Malioboro Mall, Yogyakarta, pada Minggu (20 Mei 2012).

Mereka adalah para finalis kompetisi pembuatan game untuk platform Nokia S40 bertajuk Mobile Games Developer War 3 yang kini telah mencapai tahap akhir.

Para finalis ini akan memperkenalkan game mereka tak hanya kepada pengunjung mall di Yogyakarta, tetapi juga wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke pusat perbelanjaan tersebut.

Selain itu, peserta juga diharuskan mempresentasikan game-nya di depan para juri.

Kompetisi untuk para pengembang aplikasi game ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada (Himakom UGM) dan Nokia Developer.

Limabelas tim yang akan melaju ke babak final, merupakan saringan dari 93 tim pengembang aplikasi (developer) yang mengikuti kompetisi ini.

Berikut daftar 15 tim yang lolos ke final:

No

Nama Tim

Game

1

SingoMalang

Surti dan Tejo

2

Ayam Saus Kecap

Kingdom Chronicles

3

Boyo Team

Math Book

4

Dyon Force

30 Days Romusha

5

HCT

Battle in the Ravine

6

ORI

Krupuk

7

Ridiculously Photogenic Boys

Terminal Semrawut

8

Own Games

Railway Rush

9

Chocoarts

Jago Kabo

10

TKF201

Fly to the Dream

11

Org.Com

Jonk!

12

Elventales

Chase Burger

13

Blue Beard

Like a Jones

14

Chochobi returns

Kabayan Goes Goes

15

Tinker Games

Pig Rider

Setelah presentasi para finalis dinilai oleh juri, nantinya akan dipilih 3 tim yang berhak masuk ke babak selanjutnya yakni "Live Coding War". Pada babak ini juri menantang 3 besar finalis untuk menyusun kode-kode pemrograman secara langsung di depan publik selama 1 jam.

Setelah ini barulah dipilih juara 1, juara 2, dan juara 3, yang masing-masing mendapat Rp 30 juta, Rp 20 juta, dan 10 juta.

Ada pula pemenang kategori game konten lokal terbaik yang dipilih oleh pengunjung mall. Pengunjung mall Malioboro akan diberi kesempatan untuk memilih game konten lokal favoritnya saat babak final diselenggarakan.

Selain itu, ada juga kategori best download, dimana pemenangnya merupakan game yang paling banyak di-download di Nokia Store selama rangkaian lomba ini berlangsung.

KOMPAS.com

Posted in: Aplikasi,Game

#Tag : Aplikasi Game

Ribuan Pengembang Indonesia Oprek Windows 8

VIVAnews - Pengembang aplikasi maupun game Indonesia memiliki kompetensi dan potensi yang memadai untuk berkompetisi di pasar aplikasi regional maupun global. Sejumlah aplikasi karya developer Indonesia telah menembus pasar global melalui toko aplikasi online dalam berbagai platform.

"Kompetensi mereka bagus, tinggal kita dorong untuk lebih marketable dan memenuhi pasar global," kata Farid Zulkarnain, Executive Vice President Business Development Navcore Nextology, mitra Microsoft Indonesia di sela-sela acara Developer Conference 2012: Windows 8 di Yogyakarta, 16 Mei 2012.

Menurut Farid, konferensi ini merupakan kesempatan yang bagus dan langka bagi pengembang aplikasi Indonesia. Sebagai informasi, konferensi ini juga dihadiri oleh sejumlah petinggi Microsoft.

Petinggi Microsoft yang hadir antara lain Corporate Walid Abu-Habda (Vice President Developer and Platform Group), Said Zahedani (General Manager, Developer and Platform Group), Herman Widjaja (Senior Software Test Lead), serta Andreas Diantoro (President Director Microsoft Indonesia) sebagai keynote speaker.

“Mereka ingin melihat potensi developer Indonesia secara langsung sekaligus memberikan dorongan,” kata Farid.

Dalam pandangan Farid, pasar aplikasi dan game tumbuh secara signifikan. Ini seiring dengan pertumbuhan pengguna Internet dan smartphone di Indonesia.

Sebagai contoh, berdasarkan data yang dirilis pada akhir tahun 2011, jumlah pengunduh game dari telepon seluler mencapai sekitar 8 juta unduhan.

Indonesia juga tercatat sebagai negara pengunduh game terbesar ketiga di dunia dengan rata-rata 500 ribu unduhan setiap hari. Begitu juga dengan pengguna Internet yang tercatat 55 juta pengguna hingga akhir tahun 2011, berdasarkan data ICT Watch.

“Kami cukup yakin pasar aplikasi semakin berkembang tahun ini,” ucap Farid. Apalagi pengguna broandband di Indonesia diperkirakan sudah melewati 100 juta pengguna di awal tahun ini.

Dalam workshop tiga hari ini mereka mendapat materi tentang pengembangan aplikasi dengan memafaatkan fitur-fitur terbaru dari Windows 8 yang sangat menarik. Antara lain Metro Apps, Live Tile, Charm Bar, Windows Store, dan lain-lain.

“Fitur-fitur ini cukup membantu developer untuk menghasilkan aplikasi yang lebih hidup dan interaktif,” kata Silas Sebastian Sihotang, Engagement Manager Navcore Nextology.

Peserta tidak hanya diajarkan konsep dan teknik pengembangan, tapi juga membangun aplikasi di atas Windows 8 secara sendiri-sendiri maupun berkelompok.

Silas mengatakan, setiap peserta sudah menyiapkan ide aplikasi yang akan dikembangkan di pelatihan. Diharapkan aplikasi ini sudah relatif siap untuk diuji coba. Sehingga, ini bisa membuka peluang perbaikan agar sesuai standar pasar. Dia yakin konferensi ini memberikan dampak yang besar bagi ekosistem pengembangan perangkat lunak di Indonesia.

“Apalagi di Indonesia banyak sekali web developer yang handal,” katanya.

Sedangkan Ridi Ferdiana, akademisi bidang teknologi informasi dari Universitas Gajah Mada (UGM), mengatakan pendekatan Microsoft dengan Windows Store untuk memasarkan aplikasi Windows 8 membuka peluang bagi developer Indonesia menembus pasar global.

“Apalagi kalau sekadar menembus pasar domestik,” katanya.

Peluang ini didukung oleh Windows 8 yang tidak hanya berjalan di PC, tapi juga di tablet berbasis Intel maupun ARM prosesor dan bahkan di game console (X-Box). Kondisi ini memperbesar pasar yang bisa diraih oleh developer Indonesia.

“Selain dapat membuka lapangan kerja, penghargaan terhadap hak kekayaan intelektual bisa lebih terkendali,” katanya.

Developer Conference 2012: Windows 8 Hackathon ini diikuti oleh 1.000 pengembang dari kalangan akademisi, praktisi IT start up, freelancer, mahasiswa, dan pengembang perangkat lunak untuk mendalami teknik-teknik pengembangan aplikasi di atas platform terbaru di Windows 8.

Pelatihan ini tercatat sebagai konferensi dengan peserta terbanyak yang akan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) yang berlangsung 24 jam nonstop. (sj)

• VIVAnews

Posted in: Aplikasi

#Tag : Aplikasi

RIM gandeng ITB bangun pusat inovasi

Bandung (ANTARA News) - "Research In Motion:RIM" dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menandatangani nota kesepahaman kerjasama pembangunan "RIM Inovation Center" yang bertujuan mengembangkan keahlian wirausaha kaum muda dalam bidang aplikasi ponsel pintar.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangi oleh Rektor ITB Akhmaloka dan Presiden Direktur RIM Indonesia Andy Cobham di Gedung Rektorat ITB, di Bandung, Selasa.

Vice President Sales and Distribution RIM Asia Timur Hastings Singh mengatakan, kerjasama tersebut dilandasi oleh niat produsen ponsel pintar merk Blackberry itu untuk berkontribusi pada pendidikan kaum muda Indonesia yang merupakan salah satu pasar terbesar Blackberry di dunia.

"Blackberry menjadi begitu populer di Indonesia yang menjadi salah satu pasar utama kami tidak hanya di Asia tetapi juga pada tingkat global. Sejak 18 bulan lalu kami memikirkan bagaimana cara untuk membalas sambutan yang sangat baik terhadap Blackberry di Indonesia dan akhirnya kami memilih suatu program untuk pengembangan pendidikan kaum muda," tuturnya.

RIM Innovation Center yang akan berlokasi di ITB memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk mengasah kemampuan wirausaha di bidang teknologi informasi.

Pusat inovasi itu juga berperan sebagai inkubator bisnis bagi mahasiswa untuk belajar memulai usaha di bidang teknologi informasi. Selain itu, RIM juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa serta kegiatan penelitan dan pengembangan dalam bidang teknologi informasi.(D013)

• ANTARA News

Posted in: Aplikasi,ITB

#Tag : Aplikasi ITB

Telkom dan Arsip Nasional Kembangkan Aplikasi E-Government

google.com - Gedung Arsip Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Bersamaan dengan Peringatan Hari Kearsipan Nasional, Senin (21/5/2012), PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) perihal penyelenggaraan e-Government dan Open Government Indonesia. Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Utama Telkom Arief Yahya dan Kepala ANRI M Asichin.

Kerja sama antara Telkom-ANRI meliputi pengembangan bersama aplikasi-aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN), Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN), Sistem Informasi Kearsipan Statis (SIKS) dan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD).

"Keempat aplikasi tersebut akan digunakan dalam pengelolaan arsip institusi negara, yakni kementerian, badan usaha milik negara, pemerintah provinsi, dan perguruan tinggi negeri, dengan memanfaatkan layanan TelkomCloud," kata Arief.

Menurut Arief, Telkom dan ANRI sepakat mengembangkan dan menyempurnakan SIKD dan SIKS dan penyelenggaraan SIKN dan JIKN dengan mendayagunakan sumberdaya manusia dan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pemanfaatan infrastruktur Cloud Computing Telkom serta pelatihan, pendistribusian, operasional dan pemeliharaan aplikasi SIKD, SIKS, SIKN dan JIKN.

Pemanfaatan infrastruktur Cloud Computing Telkom dalam penyelenggaraan SIKN dan JIKN akan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan pemeliharaan dan pengembangan terhadap paket aplikasi SIKD, SIKS, SIKN dan JIKN. Lalu, penyediaan dukungan yang dibutuhkan untuk penanganan gangguan yang terjadi pada aplikasi SIKD, SIKS, SIKN dan JIKN.

Terakhir, penyediaan fasilitas komputasi dan storage tahap awal untuk setiap simpul jaringan bagi penyelenggara SIKN-JIKN dan keikutsertaan dalam komunitas pengembang layanan Cloud Computing atau Aplikasi Telkom.

KOMPAS.com

Posted in: Aplikasi,Telkom

#Tag : Aplikasi Telkom