Telkom Flexi Kembangkan Broadband CDMA

"Dana sebesar itu ditanamkan pada tahap pertama yang pembangunannya dimulai triwulan IV 2011 dan terealisasi pada tahun ini," kata Executive General Manager Telkom Flexi Masud Khamid, di Denpasar, Senin (20/2).
Dia menjelaskan, penanaman modal untuk jaringan data itu pada tahap pertama hanya dilaksanakan di 10 kota besar di Indonesia.
Kota yang menjadi sasaran pada tahap pertama tersebut, tambah Masud, adalah Denpasar, Makasar, Banjarmasin, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Pekanbaru dan Medan.
"Apabila respons dari masyarakat sangat baik dengan adanya fasilitas tersebut maka kami berencana akan menambah di 21 kota lainnya di Tanah Air," ujarnya.
Dengan demikian, diharapkan menjadi 31 kota di Indonesia dapat tersentuh fasilitas jaringan data CDMA itu.
Untuk penambahan jaringan di 21 kota tersebut, ucap dia, jumlahnya sekitar dua kali lipat dari dana yang diinvestasikan pada tahap pertama. (Ant/OL-9)
• MediaIndonesia
Posted in: Internet,Telkom
Medio 2012, Satelit Telkom-3 Lepas Landas

"Jika tidak ada aral melintang, Insya Allah satelit Telkom-3 akan kami luncurkan pertengahan tahun ini, sekitar Mei-Juni,” ucap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, di Jakarta, Sabtu (25/2/2012).
Satelit yang menelan investasi US$ 200 juta ini telah dua kali mengalami pengunduran jadwal peluncuran. Awalnya, satelit besutan pabrik ISS-Reshetnev Rusia itu akan diluncurkan pada Agustus 2011.
Namun, salah satu mitra lainnya, Thales Aleniaspace, belum menyelesaikan pekerjaan perangkat komunikasi (payload). Padahal, perangkat komunikasi ini sangat memegang peranan penting untuk infrastruktur satelit tersebut.
Telkom sempat optimistis pada akhir 2011 satelit masih bisa diluncurkan, meski akhirnya terpaksa diundur lagi menjadi triwulan pertama 2012. Akhirnya pada Mei-Juni nanti, satelit Telkom-3 siap juga diluncurkan.
Rinaldi menegaskan, tak ada dampak yang ditimbulkan dari pengunduran jadwal peluncuran Satelit Telkom-3 terhadap kualitas layanan yang dimiliki Telkom saat ini.
"Tidak ada hubungannya. Ini satelit baru, bukan menggantikan satelit existing," tegasnya. Telkom-3 akan memperkuat infrastruktur jaringan yang belum terjangkau teresterial serat optik.
Satelit ini juga untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur ICT serta memenuhi keperluan pemerintah dalam kaitan pertahanan dan keamanan (militer), maupun mendukung operasional perusahaan-perusahaan milik pemerintah.
Saat ini, lebih dari 160 transponder di Indonesia dimanfaatkan untuk GSM backhaul, jaringan data dan untuk penyiaran. Sementara pasokan domestik yang dilakukan oleh Telkom sendiri hanya 101 transponder. Permintaan saat ini masih tumbuh untuk keperluan penyiaran (broadcast), 3G, Internet, Triple Play dan Quardruple.
Satelit Telkom-3 berkapasitas setara dengan 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri dari 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext. C-band dan 4 transponder @36 MHz + 6 transponder @54 MHz Ku-Band.
Cakupan geografis Satelit Telkom 3 mencakup: Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext. C-band (Indonesia dan Malaysia) serta Ku-Band (Indonesia).
Dari 42 transponder Satelit Telkom-3 sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersialkan, sedangkan sisanya untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group.
Telkom terakhir kali meluncurkan satelit pada 12 November 2005 lalu. Satelit yang dinamakan Telkom-2 itu diluncurkan oleh roket Ariane-5 milik perusahaan ArianeSpace di Kouroue, Guyana, Prancis.( rou / eno )
• detik
Posted in: Satelit,Telkom
2014, Telkom Targetkan Sejuta Hotspot

TEMPO.CO , Jakarta - Telkom memandang 3 ribu hotspot yang dimilikinya saat ini masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan koneksi internet.
"Sekarang sudah ada hotspot namun sporadis, hanya di titik-titik tertentu saja," ujar Machsus Kusuma Apriyono, AVP Device and Customer Premise Equipment Telkom, di Jakarta, Selasa, 28 Februari 2012.
Untuk menambal 'lubang-lubang' hotspot tersebut, Telkom memasang target pengadaan satu juta hotspot secara nasional pada 2014.
Proyek ini mulai dilaksanakan pada Mei mendatang, dengan mengadakan 100 ribu titik hotspot di sepuluh kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Balikpapan, Surabaya, Makasar dan Medan.
Hotspot tersebut akan berlokasi di ruang publik, seperti sekolah, rumah sakit, mall, food court, atau bandara. "Hotspot dapat dinikmati dua bulan setelahnya," ujar Machsus.
Setelah pengadaan di sepuluh kota besar tadi, Machsus menambahkan, Telkom bakal merambah kota-kota kecil di sekitarnya. Sehingga, pada 2014 nanti total hotspot yang dimiliki Telkom bisa menembus angka satu juta titik.
Machsus mengaku belum bisa memberikan informasi mengenai total dana yang digelontorkan untuk proyek ini. "Tapi investasi awal mencapai Rp 100 miliar," ujarnya.(RATNANING ASIH)
• TEMPO.CO
Posted in: Telkom
TelkomSigma Bangun Dua Data Center Baru
"Target TelkomSigma pada 2012 memiliki empat data center. Dua sudah ada, sisanya akan dibangun dengan investasi sekitar Rp 350 miliar," kata Presiden Direktur TelkomSigma, Rizkan Chandra, di Jakarta, Kamis.
Rizkan menuturkan, pada 2012 perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp230 miliar untuk pembangunan dua data center tersebut, di mana sebesar Rp 200 miliar dibiayai induk usaha PT Telkom, selebihnya dari pinjaman perbankan swasta dan pemerintah.
Dengan suntikan dana dari induk usaha tersebut maka TelkomSigma berpotensi dapat pinjaman perbankan hingga sekitar Rp 600 miliar. Pada 2012, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 750 miliar, tumbuh 29 persen dari pendapatan 2011 sebesar Rp 578 miliar.
Ia mengemukakan, salah satu peluang dalam meningkatkan pendapatan adalah dari layanan pasar cloud computing yang nilai pasarnya mencapai Rp1 triliun-Rp2 triliun pada 2012.
Selain itu potensi pendapatan juga diperoleh dari solusi ARIUM Securities & Trading Solution (ARIUM).
ARIUM merupakan solusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis bagi industri keuangan khususnya perusahaan sekuritas. ARIUM menjadi solusi utama dalam industri sekuritas yang menuntut kecepatan serta keakuratan dalam melakukan prediksi dan analisis pasar.
Direktur IT Solution & Strategic Portfolio Telkom Indra Utoyo mengungkapkan, ARIUM merupakan salah satu solusi teknologi informasi yang diberikan TelkomSigma dalam mendorong pertumbuhan bisnis klien baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
"ARIUM ini menjadi solusi TelkomSigma untuk mendukung terwujudnya 5 juta investor pada 2015," kata Indra.
• REPUBLIKA.CO.ID
Posted in: Telkom
Kembangkan E-Commerce, Telkom Rangkul Ebay
| PLASA.COM - Plasa.com terbagi atas 10 kategori produk yang bisa di-browsing sepuasnya. |
JAKARTA, KOMPAS.COM - PT Telekomunikasi Indonesia dan eBay sepakat melakukan kemitraan strategis untuk meningkatkan bisnis e-commerce di Indonesia melalui situs Plasa.com.
Kesepakatan ini diumumkan pada hari ini, Senin (16/4/2014).
Kemitraan tersebut ditandai dengan kesepakatan mendirikan perusahaan patungan bernama PT. MetraPlasa antara anak perusahaan Telkom, PT. Multimedia Nusantara (Metra) dengan eBay.
Kemitraan antara dua perusahaan tersebut diyakini dapat menyatukan kekuatan di mana Telkom dikenal sebagai perusahaan telecommunication, information, media and edutainment (TIME) dengan eBay, perusahaan online marketplace terbesar di dunia.
Rinaldi Firmansyah mengatakan, “Telkom sangat antusias bekerjasama dengan eBay untuk bersama-sama memberikan layanan e-commerce terbaik melalui kemudahan akses transaksi online atas produk-produk lokal yg tersebar di seluruh wilayah Indonesia”.
Rinaldi menambahkan kemitraan dengan eBay dimaksudkan juga untuk membantu sektor usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia untuk memasarkan produknya di pasar global, dan memungkinkan konsumer lokal menikmati pilihan produk yang lebih bervariasi.
Senior Vice President eBay Asia Pasifik, Jay Lee mengatakan, “Kami sangat senang bisa bekerjasama dengan Telkom dan berharap dan meningkatkan pengalaman belanja online di Indonesia, khususnya bagi mereka yang ingin melakukan transaksi jual-beli produk lokal ke seluruh dunia, di mana pun dan kapan pun mereka inginkan.”
Kedua perusahaan meyakini pertumbuhan pengguna internet yang sangat tinggi di Indonesia. Mengacu kepada riset MarkPlus Insight, pada akhir 2011 angka pertumbuhan pengguna internat mencapai lebih dari 32% per tahun.
Saat ini diperkirakan terdapat tidak kurang dari 55 juta pengguna internet, yang mengakses baik melalui jaringan 3G maupun fixed broadband.
Besarnya jumlah pengguna tersebut ditambah semakin membaiknya perekonomian Indonesia akan menjadi pasar yang sangat potensial bagi pengembangan e-commerce di Indonesia.
Menurut riset yang dilakukan oleh Frost & Sullivan nilai total transaksi e-commerce di Indonesia pada tahun 2011 diperkirakan mencapai 1 miliar dollar AS.
Kemitraan Telkom dan eBay menurutnya akan sangat mendukung pemberdayaan sektor UKM di Indonesia, sekaligus menjadi solusi terhadap kendala geografis yang dihadapi pelaku UKM dalam memperluas pasarnya.
Pada saat yang sama, sektor UKM juga menghadapi kendala skala produksi dan akses untuk melakukan ekspor produksinya secara langsung, sehingga banyak pelaku UKM sangat bergantung pada perantara.
Kerjasama ini memungkinkan pelaku UKM mengirim produknya ke seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri melalui dukungan logistik yang telah disediakan, sehingga akan meningkatkan pangsa pasar UKM secara signifikan. Diharapkan melalui kerjasama tersebut, baik penjualan lokal maupun ekspor akan meningkat drastis.
Selain itu, melalui kerjasama Telkom - eBay konsumen memperoleh keuntungan dan kemudahan, karena dapat membeli barang dari individu dan penjual dari Indonesia, serta membeli menjual barang yang di eBay melalui Plasa.com.
• KOMPAS.com
Posted in: Bisnis,Internet,Telkom
Telkom Dukung Ekosistem Industri Logistik

JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) TBk dan Telkomsigma memerkenalkan solusi teknologi informasi (TI) bagi pelaku bisnis ekspedisi dan forwarding di Indonesia.
Direktur Utama Telkomsigma, Rizkan Chandra, di talkshow interaktif bertema "Review Logistic Industry 2012" di Jakarta, Selasa (24/04), menyatakan, melalui solusi berbasis TI diharapkan seluruh aktivitas dapat dipercepat dan decision maker dapat menentukan strategi bisnis dengan lebih cepat.
Rizkan menyatakan, TI kini sudah dimanfaatkan sebagai senjata marketing yang ampuh untuk meningkatkan profit perusahaan. Oleh karena itu, teknologi informasi yang dulu hanya dipandang sebagai supporting system dalam dunia bisnis, kini sudah menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari bisnis itu sendiri. Solusi yang ditawarkan untuk bisnis ekspedisi dan forwarding tersebut berupa teknologi GPS (Global Positioning System) dan layanan TelkomCLoud.
Seminar “Review Logistic Industry 2012” yang diselenggarakan bersama Gabungan Perusahaan Freight Forwarding & Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) dihadiri oleh level-C perusahaan yang menjadi ekosistem logistik yang terdiri dari pelaku industri forwarding, ekspedisi dan transportasi.
“Dinamika pasar dan kecepatan pergerakan demand serta supply, membuat proses bisnis harus dapat mengimbangi kecepatan dinamika pasar agar dapat bersaing di industri,” ujar Rizkan Chandra.
Dinamika pasar seperti itu, menurutnya, harus disikapi oleh industri ekspedisi dan forwarder secara tepat. Karena industri ekspedisi dan forwarder memiliki peran penting dalam proses distribusi barang dan jasa.
“Tanpa proses distribusi yang tepat, bisnis utama tidak dapat berjalan dengan lancar. Jika barang atau jasa sampai dengan kondisi yang buruk, jumlah yang salah dan waktu yang terlambat tentu akan merugikan perusahaan,” lanjutnya.
Lantas, bagaimana menjawab tantangan pasar yang semakin kompleks tanpa menaikkan biaya investasi? “Tren GPS merupakan salah satu contoh solusi TI yang diimplementasikan oleh industri distribusi dan transportasi,” jawab Rizkan.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan GPS yang membantu mendistribusikan barang secara merata dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Jika jumlah produk yang didistribusikan jumlah dan jenisnya sedikit, akan sangat mudah untuk dipantau, demikian juga halnya jika jumlah yang diekspedisikan sedikit, akan mudah untuk di tracking.
Namun jika skalanya sudah semakin besar tentu tidak mungkin seluruh kegiatan dilakukan secara manual.Solusi TI bagi bisnis logistik TI akan menjadi bagian krusial bagi bisnis logistik. Penerapan layanan dan solusi TI pada semua aktivitas dapat dipercepat dan decision maker dapat menentukan strategi bisnis dengan lebih cepat.
TelkomCloud menyediakan solusi terintegrasi yang dapat mendukung berbagai aktivitas bisnis perusahaan. Kebutuhan berbagai komponen TI: Software, hardware, network dan infrastruktur data center dapat terpenuhi melalui solusi TelkomCloud. L ayanan TelkomCloud kami dapat dilihat di web site www.telkomcloud.com.
TelkomCloud merupakan layanan dan solusi TI yang berbasis cloud computing yang terdiri dari SaaS (Software as a Services) dan IaaS (Infrastructure as a Services).
Telkom Cloud yang telah diluncurkan sejak pertengahan tahun lalu, kian hari kian kaya dengan berbagai solusi dan layanan sesuai dengan kebutuhan industri yang ada di Indonesia. “Solusi TI yang terintegrasi dari TelkomCloud dapat menjadi pilihan bagi perusahaan di industri forwarding dan ekspedisi, tanpa biaya investasi yang tinggi untuk mengimplementasikan TI.
Perusahaan juga dapat meningkatkan service level kepada pelanggan, selain itu juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas,” ungkap Rizkan.
Solusi terintegrasi TelkomCloudTelkomCloud menawarkan solusi terintegrasi berbasis Cloud Computing dengan biaya investasi yang sangat minimal. Tanpa perlu melakukan CAPEX untuk penyediaan hardware, software, network ataupun struktur serta infrastruktur data center, perusahaan dapat mengimplementasikan TI dengan hanya membayarkan OPEX terhadap penggunaan berbagai komponen TI tersebut.
Selain itu perusahaan tidak perlu dipusingkan oleh masalah TI yang rumit, tanpa harus khawatir dengan kesesuaian dengan regulasi pemerintah dan tidak perlu cemas dengan masalah koneksi jaringan. TelkomCloud memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk fokus dalam pengembangan bisnis, meningkatkan revenue dan meningkatkan efisiensi serta kinerja perusahaan.
“Solusi TI yang terintegrasi dari TelkomCloud dapat menjadi pilihan bagi perusahaan di industri forwarding & ekspedisi, tanpa biaya investasi yang tinggi untuk mengimplementasikan TI, perusahaan dapat meningkatkan service level kepada pelanggan, selain itu juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
TelkomCloud didukung sepenuhnya oleh strategic partner tepercaya yakni, NEC. Pertumbuhan industri menuntut perusahaan–perusahaan yang berada di industri logistik ini menjadikan TI sebagai hal krusial yang dapat membangun keunggulan kompetitif dan meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan revenue yang lebih banyak bagi perusahaan.Melalui informasi yang diolah melalui berbagai modul pada solusi TI tersebut akan aktivitas dapat dipercepat dan decision maker dapat menentukan strategi bisnis dengan lebih cepat. TelkomCloud menyediakan solusi terintegrasi yang dapat mendukung berbagai aktivitas bisnis perusahaan. (boy/jpnn)
• Jpnn
Posted in: Gadget,Telkom
Satelit Telkom Segera Mengorbit
JAKARTA - Pertumbuhan bisnis satelit di Indonesia yang kian bagus mendorong PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) segera merealisasikan peluncuran satelit Telkom-3. Rencananya, satelit yang menelan dana investasi USD 200 juta ini akan diluncurkan pada Juni mendatang.
Tidak tanggung-tanggung, peluncuran satelit itu akan dipimpin oleh sumber daya manusia terbaik yang dimiliki Telkom. Sarwoto, yang baru saja melepas jabatan Direktur Utama PT Telkomsel mendapat penugasan sebagai Chief of The Mission Peluncuran Satelit Telkom-3.
"Sarwoto adalah ahli satelit yang telah teruji dan berpengalaman. Ia diyakini akan dapat menyukseskan peluncuran Satelit Telkom-3 yang rencananya akan meluncur pada Juni 2012," kata Head of Corporate Communication and Affair PT Telkom Eddy Kurnia.
Seperti diketahui, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Telkom yang digelar pada 11 Mei lalu menetapkan perombakan jajaran direksi. Arief Yahya ditetapkan sebagai Dirut PT Telkom menggantikan Rinaldi Firmansyah.
Perubahan jajaran direksi PT Telkom langsung diikuti dengan perombakan jajaran direksi pada anak perusahaannya, PT Telkomsel. Berdasarkan keputusan rapat pemegang saham yang berlaku efektif mulai 16 Mei 2012, Alex Janangkih Sinaga diangkat menjadi Direktur Utama PT Telkomsel menggantikan Sarwoto.
Eddy Kurnia menjelaskan, keahlian Sarwoto dalam peluncuran satelit Telkom-3 sangat dibutuhkan. Terlebih, sudah dua kali rencana peluncuran ini mengalami pengunduran jadwal. Awalnya, satelit besutan pabrik ISS-Reshetnev Rusia itu akan diluncurkan pada Agustus 2011.
Namun, salah satu mitra lainnya, Thales Aleniaspace, belum menyelesaikan pekerjaan perangkat komunikasi (payload). Padahal, perangkat komunikasi ini sangat memegang peranan penting untuk infrastruktur satelit tersebut. Sempat dijadwal ulang pada 2011, akhirnya satelit ini benar-benar siap diluncurkan pada Juni 2012.
Satelit Telkom-3 berkapasitas 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri dari 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext. C-band, dan 4 transponder @36 MHz 6 transponder @54 MHz Ku-Band.
Dari 42 transponder satelit Telkom-3, sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersialkan, sedangkan sisanya untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group. Cakupan geografis satelit Telkom 3 mencakup Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext C-band (Indonesia dan Malaysia), serta Ku-Band (Indonesia).
Di Indonesia, sejak 2010 bisnis satelit diperkirakan mencapai Rp 5,75 triliun atau tumbuh 10 sampai 15 persen setiap tahunnya. Angka itu berasal dari sewa transponder, penyewaan very small aperture terminal (VSAT), DTH, dan backbone/backhaul operator.
Indonesia saat ini memiliki 159 transponder melalui tujuh satelit milik lokal dengan pertumbuhan 10 persen setiap tahunnya. Sedangkan transponder asing sekitar 125 yang berasal dari berbagai negara seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Belanda, Jerman, Malaysia, dan Singapura melalui 25 satelit. (dri)
• Jpnn
Posted in: Satelit,Telkom
Telkom dan Arsip Nasional Kembangkan Aplikasi E-Government
| google.com - Gedung Arsip Nasional |
JAKARTA, KOMPAS.com - Bersamaan dengan Peringatan Hari Kearsipan Nasional, Senin (21/5/2012), PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) perihal penyelenggaraan e-Government dan Open Government Indonesia. Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Utama Telkom Arief Yahya dan Kepala ANRI M Asichin.
Kerja sama antara Telkom-ANRI meliputi pengembangan bersama aplikasi-aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN), Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN), Sistem Informasi Kearsipan Statis (SIKS) dan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD).
"Keempat aplikasi tersebut akan digunakan dalam pengelolaan arsip institusi negara, yakni kementerian, badan usaha milik negara, pemerintah provinsi, dan perguruan tinggi negeri, dengan memanfaatkan layanan TelkomCloud," kata Arief.
Menurut Arief, Telkom dan ANRI sepakat mengembangkan dan menyempurnakan SIKD dan SIKS dan penyelenggaraan SIKN dan JIKN dengan mendayagunakan sumberdaya manusia dan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pemanfaatan infrastruktur Cloud Computing Telkom serta pelatihan, pendistribusian, operasional dan pemeliharaan aplikasi SIKD, SIKS, SIKN dan JIKN.
Pemanfaatan infrastruktur Cloud Computing Telkom dalam penyelenggaraan SIKN dan JIKN akan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan pemeliharaan dan pengembangan terhadap paket aplikasi SIKD, SIKS, SIKN dan JIKN. Lalu, penyediaan dukungan yang dibutuhkan untuk penanganan gangguan yang terjadi pada aplikasi SIKD, SIKS, SIKN dan JIKN.
Terakhir, penyediaan fasilitas komputasi dan storage tahap awal untuk setiap simpul jaringan bagi penyelenggara SIKN-JIKN dan keikutsertaan dalam komunitas pengembang layanan Cloud Computing atau Aplikasi Telkom.
• KOMPAS.com
Posted in: Aplikasi,Telkom
Telkom Investasi 10 Juta Dolar AS untuk Cloud Computing

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menginvestasikan dana sekitar 10 juta dolar AS untuk melanjutkan pengembangan layanan cloud computing (komputasi awan) di tanah air.
"Besaran investasi untuk layanan cloud computing akan diseuaikan dengan tren bisnis. Jika diperlukan kita akan meningkatkannya," kata Direktur IT Solution and Strategic Telkom, Indra Utoyo, usai seminar bertajuk Cloud Goes Mobile, Are U Ready? di Jakarta, Rabu.
Komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan) dimana informasi secara permanen tersimpan di server internet, dan sementara di komputer pengguna termasuk pada desktop, komputer tablet, notebook, gadget dan lainnya.
Menurut Indra, sejak resmi meluncurkan awal Juni 2011, layanan cloud computing Telkom sudah digunakan sejumlah Usaha Kecil Menengah dan korporasi.
"Kita memang menargetkan aplikasi layanan cloud untuk masuk ke pasar enterprise termasuk ke lembaga-lembaga pemerintah melalui program e-government," ujarnya.
Menurutnya, bisnis komputasi awan di Indonesia sudah menunjukkan geliat yang lumayan besar cuma saja harus segera diikuti dengan regulasi.
"Kita memperkirakan dalam 2-3 tahun ke depan nilai bisnis cloud computing di Indonesia akan semakin membesar, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan akan akses jaringan internet," katanya.
• REPUBLIKA.CO.ID
Posted in: Bisnis,Telkom
Telkom akan Lengkapi Telepon Rumah dengan Wifi
JAKARTA--PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berencana melengkapi telepon rumah pelanggannya dengan modem wifi melalui program "Broadband Ready".
"Para pelanggan kami pengguna telepon rumah segera dapat menikmati koneksi internet kecepatan tinggi dengan program tersebut," kata Direktur Konsumer Telkom Sukardi Silalahi, di Denpasar, Sabtu.
Menurut dia, pemasangan modem itu membuat para pelanggan leluasa mengakses internet tanpa kabel di sekitar rumahnya. Selain itu, para pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan karena harus membeli modem supaya dapat mengakses internet di rumahnya.
"Kami percaya masyarakat akan menyambut baik program 'Broadband Ready' itu karena menerapkan prinsip menyerahkan layanan kepada pelanggan sepenuhnya," ujarnya.
Sukardi menjelaskan, tarifnya sangat bervariasi melalui berbagai paket penawaran. Para pelanggan telepon rumah dikenai harga yang terjangkau bahkan bebas abodemen selama satu bulan pertama.
Mengenai pemasangan modemnya, lanjut dia, sama sekali tidak dikenai biaya, namun jika selama tiga bulan pelanggan tidak mengaktifkan fasilitas internet, maka akan ditarik.
Broadband Ready merupakan bentuk inovasi program dari Telkom untuk meningkatan kemampuan layanan telepon menjadi jaringan internet.
Program itu dimaksudkan untuk percepatan migrasi layanan telepon menjadi layanan internet yang sesuai dengan visi pemerintah dalam mencapai Indonesia Broadband pada 2016.
Sumber : Republika
Posted in: Internet,Telkom
Peluncuran Telkom-3 mundur karena roket rusak
Jakarta (ANTARA News) - Peluncuran satelit Telkom-3 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk kembali mundur dari jadwal semula pada pertengahan Juni 2012.
"Peluncuran satelit Telkom-3 terpaksa mundur lagi karena ada kerusakan pada roket peluncurnya," kata Direktur Keuangan Telkom, Honesti Basyir, di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Rabu.
Menurut Honesti, kepastian kerusakan roket peluncur diketahui pada awal Juni 2012 setelah roket yang dimaksud akan digunakan oleh salah satu perusahaan.
"Ada perusahaan yang mau meluncurkan satelit sebelum kami (Telkom). Tapi ternyata roketnya mengalami kerusakan. Perusahaan dari negara mana, saya tidak tahu," ujar Honesti.
Untuk itu ia menjelaskan, Telkom masih menunggu hasil investigasi sampai semua "clear" sekaligus memastikan kapan satelit tersebut dapat diluncurkan.
Diketahui sejak tahun 2008, Telkom bersama dengan perusahaan satelit Rusia, Retshesnev, membangun satelit Telkom-3 dengan investasi sekitar 200 juta dolar AS.
Sedianya ditargetkan meluncur pada Agustus 2011, namun mengalami penundaan menjadi akhir 2011 meskipun terpaksa diundurlagi menjadi akhir sekitar Juni 2012.
Satelit Telkom-3 berkapasitas 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri atas 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext, C-band, dan 4 transponder @36 MHz, 6 transponder @54 MHz Ku-Band.
Dari 42 transponder satelit Telkom-3 tersebut, sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersilkan, sedangkan sisanya untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group.
Adapun cakupan geografis satelit Telkom 3 mencakup Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext C-band (Indonesia dan Malaysia), serta Ku-Band (Indonesia).
Menurut Honesti, penundaan pengorbitasn satelit merupakan hal yang biasa dalam industri satelit. "Bahkan menit-menit terakhir bisa dibatalkan baik karena teknis maupun karena masalah cuaca."
Meski demikian ia mengakui, akibat penundaan tersebut tetap mengalami kerugian meskipun dalam jumlah kecil.
"Pasti ada kerugian, Tapi kita kan masih memiliki satelit yang saat ini beroperasi yaitu Telkom-2," ujarnya.
Ketika ditanya mengapa Telkom memilih perusahaan Rusia untuk membangun satelit Telkom-3, Honesti mengatakan, bahwa Rusia memiliki teknologi ruang angkasa yang sudah bagus namun harganya murah.
"Pemilihan perusahaan Rusia dilakukan melalui "bidding", bukan penunjukan langsung," kilahnya.(R017)
Sumber : Antara
Posted in: Satelit,Telkom
"Kabel Telepon Akan Diubah Jadi Fiber Optik"
"Broadband segera masuk ke rumah-rumah."
| Direktur Keuangan Telkom, Honesti Basyir |
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong agar perusahaan milik pemerintah mulai merancang rencana bisnis lebih besar dengan go international. Tak terkecuali untuk BUMN besar seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).
Bersamaan dengan ambisi besar tersebut, Kementerian BUMN selaku wakil pemegang saham pemerintah, beberapa waktu lalu juga merombak susunan direksi Telkom. Dengan menyisakan dua wajah lama, direksi baru Telkom diharapkan bisa mendorong langkah ekspansi tersebut.
Direktur Keuangan PT Telkom yang baru, Honesti Basyir, mengatakan, perusahaan telah merancang berbagai strategi memacu pertumbuhan kinerja Telkom. Alumni Teknik Industri ITB ini juga mengatakan, Telkom berambisi menjadi perusahaan yang menghubungkan masyarakat di tanah air mulai dari ujung barat hingga timur Indonesia. Apa dan bagaimana strateginya? Berikut petikan wawancara Honesti di kantornya, pekan lalu.
Bagaimana kinerja Telkom hingga kini, sesuai target?
Sampai April, kami masih tumbuh 6 persen, targetnya 5-7 persen. Artinya masih inline. Sekitar 70 persen kontribusi dari bisnis seluler.
Bagaimana dengan bisnis fixed line?
Pertama, dimana-mana benchmark bisnis telepon fixed line menunjukkan penurunan. Yang bisa kami lakukan adalah menahan laju penurunan tak secepat industri yang berkisar 10-12 persen. Kami bisa tahan di level satu digit.
Kedua, bisnis ini kami revitalisasi menjadi broadband. Langkah konkretnya, seluruh jaringan telepon tetap kami modernisasi dari kabel tembaga menjadi fiber. Nanti jaringan telepon yang masuk ke rumah-rumah pelanggan sudah termasuk jaringan broadband. Jadi selain telepon bisa dipakai untuk data dan video.
Biaya mengganti kabel telepon menjadi fiber optik mahal?
Tidak ada biayanya, gratis. Jadi kami punya jaringan kabel telepon berisi tembaga. Ternyata kalau dijual malah hasilnya lebih mahal dibanding harga kabel optik.
Jadi itu kita tender berupa trade in trade out. Kami tak minta ganti tembaga tapi minta mereka menggantinya dengan fiber. Program ini sementara untuk 10 kota besar. Tahun 2013 jaringan fiber optik sudah masuk ke rumah-rumah.
Artinya fixed line untuk kebutuhan suara tak dipakai lagi?
Tidak, nantinya truly broadband itu adalah fixed line. Selain itu, telepon rumah juga masih dianggap nilai tambah bagi sebuah rumah. Nanti kami jualan fasilitas jaringan broadband, telephony hanya fitur dari broadband kami.
Konten untuk mengisi jaringan broadband apakah disediakan juga oleh Telkom atau mencari dari luar?
Konsep kami itu aliansi. Tak ada satupun pemain di dunia yang bisa bermain sendiri. Kami adalah perusahaan yang basisnya di telekomunikasi. Harus diakui, kami bukan pemain di bidang aplikasi konten tapi kami harus membangun ekosistem itu untuk mengisinya.
Makanya kami membangun aliansi, mencari strategic partner terbaik untuk mengisi infrastruktur itu. Tapi tetap kita juga buat konten, misalnya Digital Music, kita kerjasama dengan SKT, perusahaan telekomunikasi Korea Selatan. Kita juga kerjasama dengan production house lokal.
Jika broadband makin menyebar tarif akan semakin murah?
Jika broadband sudah masuk ke rumah-rumah harga bandwidth dengan sendiri akan turun, itu sudah kelihatan. Kami sekarang ini berbicara sistem bundle jadi dalam satu produk bisa melayani berbagai fasilitas. Bagi perusahaan, itu akan lebih efisien
Bicara 5 tahun ke depan, kapitalisasi pasar Telkom Anda targetkan berapa?
Yang pasti kami tentunya ingin tumbuh, Kalau bicara naik berapa, banyak hal yang tak bisa kita kontrol. Pokoknya lebih baik dari yang sekarang. Kalau tidak kami tak akan dilirik investor. Kalau bisa menjamin ke mereka dengan perencanaan bisnis ke depan, mereka akan tetap bertahan sebagai investor kami.
Kontribusi pendapatan Telkom terbesar dari anak perusahaan. Telkom nanti akan menjadi perusahan induk?
Secara de facto kami sudah menjadi holding tapi de jure belum. Tapi rencana kami ke depan, kami memang sedang membuat konsep holding Telkom. Yang penting bagaimana meningkatkan nilai sinergi di antara anak perusahaan. Kami punya aset mulai dari darat, udara dan laut. Silakan cari perusahaan di Indonesia, ada yang mempunyai aset seperti Telkom?
Telkom sebagai Indonesia flag carrier, kami bangga. BUMN yang selama ini dinilai lambat, birokratis, kami bisa buktikan itu salah.
Pemerintah saat ini memiliki program MP3EI dimana salah satunya berbicara mengenai broadband. Telkom sendiri memiliki program Indonesia Digital Network (ID-Net) yang memiliki 3 kluster besar.
Pertama, ID-Access. Kami ganti semua jaringan dengan fiber. Kedua, ID-Ring, kami bangun backbone yang dibangun dari Indonesia barat sampai timur.
Kalau kita pernah mendengar proyek Palapa Ring, tadinya dibuat konsorsium perusahaan telekomunikasi besar namun bubar. Akhirnya Telkom mengambil alih semua. Kami yang akan bereskan. Tahun 2014-2015 semua daerah sudah tersambung dengan Palapa Ring. Ketiga, adalah ID-Convergence.
Apa keunggulan ID-Ring dari Malaysia?
Mereka itu kecil, tak punya ring sebesar Indonesia. Target kami, Telkom lebih besar dari Malaysia. Perusahaan telekomunikasi yang benar-benar merah putih itu Telkom.
Palapa Ring butuh belanja modal berapa?
Kami keluarkan dana Rp2,3 triliun sampai proyek itu selesai. Telkom tak ada masalah dengan uang.
Ada rencana bisnis besar yang disiapkan Telkom?
Dari sisi bisnis, kami mentransformasi dari satu portofolio telekomunikasi menjadi TIMES yaitu Telecommunication, IT Application, Media, Edutainment, dan Services. sebenarnya pertumbuhan Telkom ke depan itu adalah di empat huruf terakhir ini (IMES).
Perbedaan antara perusahaan yang bergerak di bidang telecommunication dan IMES itu sangat jauh. sebagai contoh, Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi valuasinya 4-5 kali nilai buku, padahal revenue Rp70 triliun. Perusahaan IT dihargai lebih tinggi dari telekomunikasi. Lihat saja Google, dia berbisnis diatas platform dari perusahaan telekomunikasi.
Untuk sektor media, kami sekarang revitalisasi plasa.com. Kami kerjasama dengan Microsoft dan kami buat plasa.com menjadi plasamsn.com. Sementara metranet yang bergerak di e-commerce dan kita dekatkan dengan e-bay untuk meleverage bisnis kita.
Mengapa Telkom akhirnya tak jadi membeli Pacnet?
Kadang begini, dalam jual beli perusahaan, Telkom ingin beli harganya 10 tapi perusahaan yang jual minta 100. Ekspektasi pembeli dan penjual harus sama. Kalau tidak sama ya tidak jadi.
Pengembangan jaringan kabel fiber optik ke depan akan seperti apa?
Untuk dalam negeri kami bangun sendiri, contohnya Palapa Ring. Jadi kalau ini selesai dibangun, mulai dari ujung barat hingga Irian itu akan menggunakan fiber. Tapi kondisi geografis kita sangat unik sehingga kita masih butuh satelit untuk mengcover daerah yang tak bisa dilalui jaringan kabel. Pada bulan Juli ini kami juga akan meluncurkan Telkom 3.
Kementerian BUMN mendorong perusahaan pemerintah ekspansi bisnis ke luar negeri. Bagaimana dengan Telkom?
Kami punya perusahaan sendiri di Singapura dan Hong Kong. Walaupun perdebatan apakah Telkom main di domestik atau regional, tapi kalau menurut saya, pertumbuhan ICT di Indonesia itu tak terlalu tinggi, sementara perusahaan publik dituntut untuk selalu tumbuh. Makanya kami melihat pertumbuhan di luar negeri.
Untuk rencana akuisisi di Kamboja, ekspektasi pembeli dan penjual tak ketemu. Myanmar kami juga lirik karena dari sisi pasar lebih besar dari Kamboja. Myanmar itu populasi 8 juta dan penetrasi seluler baru 2 persen. Kami juga coba masuk ke Timor Leste dan fasilitas Telkom juga banyak yang berada di sana.
Dari sisi infrastruktur, kami juga kembangkan konsorsium. Misalnya jaringan telepon dari Indonesia, Thailand, dan Singapura kami bangun melalui konsorsium.
Penyertaan SingTel di Telkomsel apakah masih diperlukan?
Kami 65 dan SingTel 35 persen. Jadi tidak ada satu pihak yang melakukan sesuatu itu sendirian, untuk itu kita butuh partner. Pengalaman menunjukan SingTel merupakan partner terbaik.
Untuk berbisnis di Indonesia, tingkat risiko itu masih tinggi. Contoh paling gampang, Telkom dengan valuasi yang dihitung dan kenyataan di pasar saham masih terdiskon 19 persen.
Kalau Telkom punya partner bagus, orang akan percaya. SingTel itu value untuk perusahaan, dan selama dia menunjukan komitmen untuk meningkatkan value, mengapa harus dipaksa keluar. Bisa saja suatu saat, Telkom meminta imbalan dari kemitraan yang ada di Indonesia dengan perusahaan yang dimiliki SingTel di luar negeri.
Dengan ada Telkom 3, apa yang akan diperoleh Indonesia?
Selama ini kami banyak bermain di C Band dan sekarang kami punya Q Band. Dari sisi penggunaan satelit ini mendukung broadband IT, broadcasting. Bisnis satelit itu masih bagus dan marginnya itu masih 30 persen.
Sekarang tema Telkom itu adalah Go Convergence karena platform kami sudah siap untuk itu. Pengguna tak perduli lagi perangkat apa yang dipakai untuk digunakan telekomunikasi.
Soal skema tarif SMS yang baru, bagaimana Telkom melihatnya?
Industri seluler di Indonesia ini sudah sampai pada satu titik dimana mereka menggunakan strategi paling terakhir, yaitu pricing. Padahal sebenarnya bisnis ini masih tumbuh. Tapi karena kebablasan dari sisi lisensi dimana saat ini ada 11 operator, akhirnya membuat operator baru harus mencari posisi yang kuat di pasar. Paling gampang untuk mencari pelanggan adalah banting harga. Inilah yang membuat industri tak sehat.
Industri ini tidak sehat dan pelanggan dididik untuk memperoleh gratis dan ini bisa memunculkan hal yang ilegal. Sebagai pemain paling besar, Telkom punya tanggung jawab untuk menyehatkan industri. Kami melihat pola gratis ini tak bagus.
Investasi di telekomunikasi itu dalam dolar dan pendapatan rupiah, kalau semua free dimana kami dapat pendapatan.
Kalau kami ingin membunuh industri ini gampang sekali, cash flow kami kuat. Kalau kami main banting harga, semua operator itu bisa mati. Tapi kan kami punya tanggungjawab caranya dengan menatanya dimulai dari SMS ini.
Itu pembelajaran, dan ini bisa membuat industri lebih sehat. Pasar ini idealnya oligopoli paling tidak 3-4 perusahaan. Nanti operator kecil akan didorong untuk merger.
Kalau saya mau membunuh operator lain, kami sudah lakukan 5 tahun yang lalu. Saat ini industri sudah tak sehat makanya kualitas sudah diabaikan.
Pelanggan total Telkom, fixed line dan seluler, sudah mencapai sekitar 140 juta, dan tampaknya pertumbuhan pelanggan akan makin terbatas. Apa strategi Telkom?
Sebetulnya berdasarkan penetrasi, untuk SIM Card sudah 105 persen. Yang penting sekarang adalah kualitas dan pelayanan. Bagi Telkom, 140 juta pelanggan itu seperti komunitas. Tantangan bagi Telkom adalah mengundang pelanggan untuk masuk ke komunitas itu dan di dalamnya kami jual layanan yang bisa dinikmati pelanggan. Jadi yang penting produktivitas dari pelanggan itu yang makin meningkat.
Sebagai lulusan Fakultas Teknik Industri ITB, bagaimana akhirnya bisa direktur keuangan?
Terus terang saya tak pernah bekerja di direktorat keuangan. Dari awal karier saya masuk Telkom, saya di planning. Dua tahun pertama di Telkom, saya bekerja di project telecomunication untuk modernisasi infrastruktur telkom. Ini merupakan bantuan dari Bank Dunia.
Selanjutnya saya masuk ke corporate planning, karier saya sebagian besar disini. Dua tahun terakhir, sebelum saya dilantik sebagai Direktur Keuangan Telkom, saya di business development yang khusus mengembangkan bisnis anorganik Telkom terutama yang berhubungan dengan restrukturisasi, akuisisi, dan lain-lain.
Jadi persentuhan pertama saya dengan keuangan itu dimulai di corporate planning. Saya melihat teknik industri itu komprehensif, kami belajar teknik, manusianya, psikologinya.
* Wawancara ini merupakan kerjasama dengan Ikatan Alumni Teknik Industri ITB.
© VIVA.co.id
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Telkom
Satelit Telkom-3 Dikabarkan Hilang
Satelit Telkom-3 gagal mencapai orbit
Jakarta (ANTARA News) - Satelit Telkom-3 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, pada Senin (6/8) malam dinyatakan gagal mencapai orbit.
Badan Antariksa Federal Rusia, Roscosmos, satelit Telkom-3 dan Express MD2 yang diluncurkan menggunakan roket proton dengan pendorong Briz-M tidak terdeteksi di orbit transisi.
Sumber dari perusahaan antariksa Rusia yang dikutip RIA Novosti memperkirakan kedua satelit itu praktis tidak akan berhasil mencapai orbit yang diperhitungkan.
Peluncuran satelit Telkom-3 sebelumnya mengalami beberapa kali penundaan. Semula satelit telekomunikasi itu akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2011 lalu diundur dan dijadwalkan kembali pada awal Juni 2012.
Namun satelit Telkom-3 yang akan mencakup Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext C-band (Indonesia dan Malaysia), serta Ku-Band (Indonesia) tersebut akhirnya baru diluncurkan pada 7 Agustus 2012.
Satelit Telkom-3 yang dibangun dengan investasi sekitar 200 juta dolar AS atau sekitar Rp1,95 triliun itu semula akan diluncurkan bersama satelit Yamal-300K, sementara satelit Ekspress-MD2 akan diluncurkan bersama satelit Ekspress-AM8.
Bagi Telkom, ini adalah kali pertama meluncurkan satelit dengan menggandeng perusahaan Rusia, Reshetnev.
Sebelumnya satelit Telkom-2 diluncurkan menggunakan roket peluncur Ariane-5 milik perusahaan Perancis, ArianeSpace, pada November 2005 di Kouroue, Guyana, Perancis.
Sementara Head Of Corporate Communication and Affair (HCCA) Telkom, Slamet Riyadi, belum bisa memberikan informasi terkait penempatan satelitnya.
"Kami sedang melakukan koordinasi," kata Slamet saat dihubungi ANTARA.(R017)
(Antara)
Satelit Telkom-3 Dikabarkan Hilang Sebelum Capai Orbit
| Ilustrasi Satelit Telkom-3(Foto: SKYROCKET.DE) |
JAKARTA, KOMPAS.com — Satelit Telkom-3 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, Senin (6/8/2012) waktu Rusia, dinyatakan hilang beberapa jam sebelum mencapai orbit akibat gagal dalam tahapan Briz-M.
Seperti dikutip dari situs NASAspaceflight.com, satelit Telkom-3 diluncurkan bersama dengan satelit Ekspress-MD2 dengan menggunakan roket pendorong Proton-M. Disebutkan, tahapan Briz-M adalah pelepasan tanki bahan bakar diikuti relokasi instrumen pengarahan dari komando pusat dalam rangka menghindari goncangan ketika tangki pembakar tambahan propelan dilepas.
Badan antariksa Rusia Roscosmos dalam rilisnya menyebutkan, pihaknya belum memastikan kedua satelit tidak masuk orbit walau ada masalah dengan salah satu Briz-M. Sementara laporan media Rusia, RIA Novosti, memberitakan bahwa kedua satelit tersebut diperkirakan akan hilang karena tidak berhasil mencapai orbit.
Sejarah kegagalan
Kehilangan dua satelit tersebut menambah sejarah kegagalan peluncuran satelit pada tahapan Briz-M, seperti ketika meluncurkan satelit Ekspress-AM4 tahun 2011. Menurut catatan, peluncuran satelit Telkom-3 mengalami beberapa kali penundaan, yang semula dijadwalkan pada pertengahan tahun 2011 mundur menjadi akhir tahun 2012. Lalu, dijadwalkan kembali awal Juni 2012 dan akhirnya diluncurkan pada 7 Agustus 2012.
Semula satelit Telkom-3 yang dibangun dengan investasi sekitar 200 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,95 triliun ini akan diluncurkan bersama satelit Yamal-300K, sementara satelit Ekspress-MD2 diluncurkan bersama satelit Ekspress-AM8.
Bagi Telkom, ini adalah pertama kalinya meluncurkan satelit dengan menggandeng perusahaan satelit Rusia, Retshesnev, karena sebelumnya satelit Telkom-2 menggunakan roket peluncur Ariane-5 milik perusahaan Perancis, ArianeSpace, pada November 2005 di Kouroue, Guyana, Perancis.
Menurut catatan, satelit Telkom-3 berkapasitas 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri atas 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext, C-band, dan 4 transponder @36 MHz, 6 transponder @54 MHz Ku-Band.
Dari 42 transponder satelit Telkom-3 tersebut, sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersialkan, sedangkan sisanya untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group.
Adapun cakupan geografis satelit Telkom-3 mencakup Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext C-band (Indonesia dan Malaysia), serta Ku-Band (Indonesia).
Sementara itu, Head of Corporate Communication and Affair (HCCA) Telkom Slamet Riyadi ketika dihubungi mengatakan belum bisa memberikan informasi. "Kami sedang melakukan koordinasi," ujar Slamet singkat.
(Kompas)
Posted in: Satelit,Telkom
TelkomSigma dan LKBN Antara Kembangkan Layanan Pusat Data
Jakarta - PT Sigma Cipta Caraka (TelkomSigma) melakukan penandatanganan nota kerjasama dengan LKBN Antara dalam hal pemanfaatan secara bersama fasilitas data center services dan pengembangan Cloud solutions.
Melalui kerjasama ini Telkomsigma dan LKBN Antara akan bersama-bersama mensosialisasikan mengenai pentingnya Datacenter ke berbagai industri yang ada di Indonesia dan mengembangkan solusi-solusi bisnis berbasis cloud computing yang dapat mendukung berbagai aktifitas operasional perusahaan diantaranya adalah solusi document management dan email services.
“Kerjasama telkomsigma dengan LKBN Antara merupakan sebuah langkah yang strategis dan diharapkan dapat memberikan manfaat kepada keduabelahpihak. Telkomsigma melalui pengalaman serta struktur dan kesiapan dari sisi struktur dan infrastruktur yang telah dimiliki saat ini, akan memberikan berbagai manfaat dari ICT solutions & services kepada LKBN Antara dan para kliennya”, ujar Judi Achmadi, President Director Telkomsigma dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/9/2012)
Bukan hanya solusi yang akan ditawarkan kepada para pengguna namun juga manfaat ICT itu sendiri. ''Peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam hal pengelolaan dan penyimpanan data krusial yang dimiliki LKBN Antara dan para kliennya, adalah manfaat utama yang ditawarkan oleh Telkomsigma,'' papar Judi
Untuk mendukung IT operation ini Telkomsigma telah didukung oleh 2 datacenter dengan lokasi aman di Indonesia. Telkomsigma juga didukung sepenuhnya oleh Telkom dalam penyediaan network yang handal. Sehingga masalah konektivitas merupakan hal yang dapat dieliminir.
Judi menambahkan bahwa MOU Telkomsigma dan LKBN Antara untuk berbagai ICT solutions dan services berbasis cloud computing, diharapkan dapat menjadi pilot project bagi industri media sehingga sosialisasi dari pemanfaatan ICT berbasis cloud computing tersebut dapat diikuti pula oleh perusahaan media lainnya.
''Telkomsigma selalu siap menjadi mitra teknologi perusahaan ataupun industri yang membutuhkan ICT solutions and services dalam melakukan kegiatan operasional dan bersama sama dalam membangun keunggulan kompetitif agar dapat bersaing dalam kompetisi bisnis yang selalu bertumbuh,'' kata Judi.
( Repuublika )
Posted in: Telkom
Telkom Akuisisi "Data Center" Milik IBM
Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengakuisisi data center milik IBM di Sentul, Jawa Barat. Aksi korporasi itu diharapkan dapat memperkuat bisnis teknologi informasi (TI). "Kita sudah beli data center milik IBM pada Agustus 2012. Soal nilainya tak bisa disebut," ungkap Direktur IT Solution & Strategic Portfolio Telkom, Indra Utoyo, seusai menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (10/8.
Dia menjelaskan langkah perseroan membeli data center seluas empat ribu meter persegi milik IBM sebagai bagian dari strategi memperkuat bisnis TI. "Kita punya rencana memperbesar kapasitas data center menjadi 24 ribu meter persegi. Salah satu caranya dengan akuisisi ini," kata dia.
Dia mengatakan untuk akuisisi tersebut, perseroan menggunakan dana yang telah dialokasikan untuk pengambilalihan tersebut. "Alokasi untuk akuisisi itu sekitar satu triliun rupiah. Untuk membeli data center IBM, tidak semua kita gunakan," kata dia.
Berdasarkan catatan, pada awal 2012, Telkom telah memiliki rencana membangun dua data center dengan kategori Tier III plus yang akan dikelola TelkomSigma dengan investasi 700 miliar rupiah. Data center milik IBM dikabarkan masuk kategori Tier III-plus karena memiliki suplai listrik dua tempat berbeda.[dni/E-7]
© Koran Jakarta
Posted in: Telkom
Dahlan berambisi 'kuasai' Timor Leste
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan berkunjung ke Timor Leste pada 18 Januari 2013. Dalam kunjungannya nanti, Dahlan akan melihat dan menjajaki potensi bisnis yang bisa dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan BUMN di negara yang pernah menjadi bagian dari wilayah Indonesia tersebut.
Dahlan berambisi 'menguasai' Timor Leste. Dia menyebut, salah satu potensi yang yang bisa dijajaki perusahaan pelat merah di sana adalah pengadaan listrik.
Dahlan akan mendorong perusahaan BUMN ekspansi ke Timor Leste. "Nanti saya ke sana melihat peluang bisnis yang bisa diambil BUMN. Apalagi BUMN akan bisa masuk ke Timor Leste secara besar besaran. Dan pengembangan listrik sangat bagus dilakukan di sana," ucap Dahlan di Kementerian BUMN, Kamis (3/1).
Pengembangan bisnis BUMN ini merupakan lanjutan pembangunan yang pernah dilakukan Indonesia di Timor Leste yang dahulu bernama Timor Timur. Selain pengadaan listrik, bisnis penyaluran minyak di Timor Leste juga dinilai memiliki prospek yang cukup cerah.
"Dulu kita bangun banyak, kita akan teruskan itu. Sehingga misalnya penyaluran minyak. Tapi kita akan berjuang di kelistrikan dulu. Nanti saya lihat ke sana dan kita ingin berperan secara ekonomi di Timor Leste," tegasnya.
Tidak sampai di situ, Dahlan bermimpi membangun pelabuhan dan perkebunan karena potensinya yang cukup menjanjikan. Namun, untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Timor Leste, BUMN harus bersaing dengan negara lain dalam tender Internasional.
"Listrik, pelabuhan, perkebunan, sama penyaluran BBM nanti akan saya lihat. Kita juga bisa jual BBM ke sana dengan harga komersial. Pertamina juga sudah siap. Tapi kita harus bersaing dengan Portugal, Australia, Singapura," tutur Dahlan
Dahlan menyebut, salah satu perusahaan BUMN yang sudah menancapkan kuku di Timor Leste adalah Bank Mandiri. Bahkan, bank pelat merah tersebut sudah cukup sukses di Timor Leste. "Mandiri sudah terbesar di sana," tutupnya.(mdk/noe)
Dahlan pede Telkom akan kuasai telekomunikasi Timor Leste
Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan akan meresmikan gerai Telkom pertama di Timor Leste pada 18 Januari 2013. Pembukaan gerai ini disebut-sebut sebagai langkah Telkom untuk menguasai telekomunikasi di negara yang melepaskan diri dari Indonesia pada 1999 tersebut.
Dahlan mengakui langkah Telkom menguasai Timor Leste tidaklah mudah. Sebab, harus bersaing dalam tender kelas dunia.
"Telkom harus kuasai Timor Leste yang sekarang di kuasai oleh Portugal," ungkap Dahlan ketika ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/1).
Gerai Telkom ini nantinya akan berbentuk anak usaha yang telah memperoleh izin dari pemerintah negara tersebut. Telkom akan mengembangkan telekomunikasi dalam berbagai bentuk wireless internet.
"Telkom harus all out, dan dalam kurun waktu waktu tertentu Telkom harus kuasai. Targetnya pokoknya Telkom menguasai telekomunikasi Timor Leste," tambahnya.
Dalam pengoperasiannya, Telkom akan menggandeng Bank Mandiri dalam hal penyimpanan keuangan. Mandiri, lanjut Dahlan, saat ini sudah menjadi salah satu bank terbesar di Timor Leste.
"Mandiri sudah terbesar di sana. Keuangan Telkom nanti dipegang sama Mandiri," tutup Dahlan.(mdk/noe)
• Merdeka

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Investasi,Telkom
Telkom-3 Gagal Orbit, Telkom Siapkan Satelit Pengganti
Jakarta - Setelah satelit Telkom-3 gagal mengorbit dan tak dapat digunakan lagi, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) akan tetap meluncurkan satelit pengganti Telkom-3. Namun, untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, Telkom bakal menyewa satelit.
Complaine Risk Management Telkom Ririk Ardiansyah mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menyewa satelit atau membuat satelit baru. "Butuh 4 juta dollar AS untuk sewa satelit dalam jangka waktu 90 hari," katanya usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Kamis (18/10/2012).
Telkom telah mengasuransikan sepenuhnya Satelit Telkom-3. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penjamin, siap membayar dana klaim asuransi tersebut.
Berdasarkan data yang dipaparkan Telkom kepada Komisi VI DPR, Telkom dan Jasindo telah mengeluarkan rilis kesepakatan, dan dana asuransi itu keluar selambat-lambatnya pada pertengahan November 2012.
Ririk menambahkan, satelit Telkom-1 secara operasional bisa digunakan sampai 2016, sedangkan Telkom-2 sampai 2020.
Sebelumnya, Direktur Utama Arief Yahya mengatakan kepada KompasTekno, bahwa Telkom tetap harus membuat satelit Telkom-3 demi keamanan nasional. "Bangsa ini butuh keamanan nasional. Militer dan finansial harus kita sendiri yang pegang," tegasnya.
Perlu waktu 2 tahun untuk memanufaktur satelit. Sementara, waktu yang dibutuhkan untuk mendesainnya lebih kurang 6 bulan. "Kalau Telkom menggunakan pemanufaktur yang sama, maka hanya perlu waktu 2 tahun. Sebab, tidak butuh waktu lagi untuk mendesainnya," jelas Arief.
Satelit Telkom-3 gagal mengorbit setelah diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, 7 Agustus 2012. Kala itu, Telkom menggandeng perusahaan kontraktor satelit ISS Reshetnev asal Rusia. Biaya pembuatan hingga peluncuran Satelit Telkom-3 ini membutuhkan dana 200 juta dollar AS (sekitar Rp 1,9 triliun).
Satelit Telkom-3 memiliki kapasitas 42 transponder, yang terdiri dari 24 transponder Standard C-band 36MHz, 8 transponder Extended C-band 54MHz bandwidth, 4 transponder KU-band 36MHz bandwidth, dan 6 transponder KU-band 54MHz bandwidth.
Cakupan geografis Standard C-band adalah Indonesia dan negara Asia Tenggara lain, Extended C-band mencakup Indonesia dan Malaysia, dan KU-band mencakup seluruh Indonesia.
© Kompas
Posted in: Satelit,Telkom
Telkom bakal luncurkan satelit baru
| Ilustrasi Satelit |
PT Telkom Indonesia (persero) berencana kembali meluncurkan satelit baru yang direncanakan mulai mengorbit pada 2016. Satelit baru ini diberi nama Telkom 3 R (Replace) merupakan satelit pengganti satelit Telkom 3 yang gagal mengorbit pada 7 Agustus lalu.
"Kalau toh pelaksanaan kontraknya itu 2013, tender prosesnya itu baru akan selesai 3 tahun kemudian. Jadi sekitar 2016 dan baru peluncuran," ucap Dirut Telkom Arief Yahya di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (28/11).
Saat ini, kata Arif, pihaknya masih menyewa dari pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan layanan satelit jangka pendek. Saat ini, Telkom membuka opsi menyewa ke pihak China atau Jepang.
Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan slot transponder jangka pendek ini. Untuk mendukung rencana peluncuran satelit baru, Telkom akan menggelontorkan investasi hingga USD 30 juta setara Rp 270 miliar selama 1 tahun yang mulai direalisasikan tahun depan.
"Kita butuh itu sekitar total 30 transponder atau hampir 1 satelit lebih atau kalau satelit yang baru 3,4 nya lah. Operator untuk Telkom 3 bisa nyewa dimana saja," tambahnya.
Satelit sewa ini, nantinya hanya akan diperuntukan untuk keperluan komersial atau mitra bisnis Telkom.
"Nah, kalau untuk kebutuhan yang strategis harus Telkom sendiri dan itu harus dioperasikan di satelit Telkom 1 dan Telkom 2," jelasnya.
Sebelumnya, pada 7 Agustus lalu, satelit Telkom-3 milik perusahaan telekomunikasi Indonesia PT Telkom Tbk gagal mengorbit saat diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan. Menurut pernyataan resmi Badan Antariksa Rusia Roscosmos, satelit itu tidak berhasil mengorbit lantaran bagian atas roket Briz-M gagal melepaskan diri.
Satelit Telkom-3 seharga USD 200 juta atau setara Rp 1,8 triliun dibuat oleh perusahaan asal Rusia, ISS-Reshetnev. Kelengkapan komunikasinya dibikin oleh pabrik Thales Aleniaspace. Rencananya, satelit itu bakal digunakan buat menambah kapasitas transponder untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi di tanah air.
[noe]
Merdeka
Posted in: Satelit,Telkom
Telkom Targetkan 60 Ribu Hotspot di Bali
Nusa Dua, Bali � PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menargetkan akan membangun jaringan nirkabel di seluruh Bali sebanyak 60 ribu titik. Sejak Oktober tahun ini, Telkom telah membangun 3.600 hotspot di lokasi umum di Bali.
IBK Suryadiningrat, Officer 2 Dialer Telkom Bali, mengatakan fasilitas internet gratis bisa diakses melalui komputer serta telepon seluler pintar dengan identitas Free@wifiID. Menurut dia, setiap hotspot itu akan berkapasitas minimal 10 megabita per detik. Telkom bekerja sama dengan Cisco untuk pengadaan perangkat keras dan instalasinya.
Indonesia WiFi merupakan jaringan akses yang digagas Telkom untuk berinternet dengan kecepatan tinggi dan menikmati layanan multimedia. Telkom menargetkan 1 juta hotspot di seluruh Indonesia yang bisa diakses gratis dan sebagian berbayar. Di Bali, menurut Suryadiningrat, terdapat 3.600 hotspot dan sebagian besar gratis. "Hampir di semua sekolah. SMA sudah terpasang," katanya.
Di pusat belanja Galeri Bali misalnya, terdapat 35 hotspot yang bisa memanjakan pengunjung. Hotspot di area publik bisa diakses langsung. Sedangkan di beberapa gerai, pengunjung cukup meminta kata sandi ke penjaga gerai. "Cepat sekali," ujar Aloy, pengunjung di Galeri Bali.
Program Indonesia WiFi di Bali diuji dalam ajang internasional Global Youth Forum di Nusa Dua Convention Center, Bali, 4-6 Desember 2012. Global Youth Forum merupakan konferensi internasional yang dihadiri 900 perwakilan pemuda di seluruh dunia. Ribuan pemuda juga akan turut serta di negara lain melalui konferensi jarak jauh, sehingga ketersediaan internet menjadi sangat penting. "Kami ingin memperlihatkan ke dunia bahwa Indonesia siap dengan acara berskala internasional," kata Suryadiningrat.
Ketua Panitia Global Youth Forum, Rishita Nandagiri, mengatakan peserta dijaring melalui internet dan media sosial. Menurut dia, teknologi sangat membantu terselenggaranya forum berskala internasional ini. Setiap peserta bisa mengakses aplikasi mPowering melalui telepon seluler pintar mengenai pengembangan kepemudaan. "Ke depan, mudah-mudahan semua pemuda bisa berpartisipasi," kata Rishita.
Tempo
Posted in: Internet,Telkom
Telkom Akan Pasang 100.000 WiFi di Sekolah-sekolah
Mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, sedang menikmati program internet di lingkungan kampus mereka tanpa melalui sambungan kabel. Survei APJII 2012 menyebutkan ada 65 juta pengguna internet di Indonesia.
Pemasangan WiFi itu rencananya bakal dirampungkan tahun ini.
Jakarta � PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berencana menggelar 100 ribu titik hotspot di sekolah-sekolah seluruh Tanah Air pada tahun 2013. Hingga kini perseroan telah memasang WiFi di 3.000 sekolah.
“Di sekolah-sekolah tersebut rata-rata di pasang 3 sampai 4 titik hotspot, investasi kami dalam menggelar WiFi sekitar Rp 10 sampai 15 juta per satu sekolah,” kata Direktur Enterprise & Wholase Telkom, Muhammad Awaluddin di Jakarta, Kamis (10/1).
Awaluddin menerangkan, program pembangunan WiFi di sekolah yang bernama IndiSchool ini dimaksudkan untuk memberikan pemerataan akses internet dan penyampaian konten edukasi kepada komunitas pendidikan di sekolah.
“Pada program ini kami tidak fokus kepada laba, Telkom fokus gelar dulu infrastrukturnya,” jelas dia.
Pada tahap awal Telkom bakal memberikan akses internet dengan kecepatan 1 Mbps, untuk digunakan sekolah-sekolah mengakses berbagai konten edukasi. Menurut Awaluddin, Indischool membawa konten edukasi yang sesuai kebutuhan sekolah dan lingkungan pendidikan dengan harga terjangkau.
Adapun, harga paket yang ditawarkan Rp 1000 per hari, Rp 20.000 per 30 hari, dan 100.000 per enam bulan.
“Kami juga menggandeng Microsoft, Intel, dan IBM untuk mengembangkan konten pendidikan, untuk pengembangan konten, paling lambat kita mulai di semester dua 2013,” jelas dia.
• Berita Satu

Posted in: Internet,Telkom