SMK Negeri 3 Madiun Olah Limbah Sampah Plastik Jadi BBM
MADIUN--MICOM: Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi temuan mesin atau alat pengolah limbah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif karya para siswa dan pengajar SMK Negeri 3 Kota Madiun.
Hal itu disampaikan gubernur saat acara Pencanangan Gerakan Ramah Lingkungan Menuju Kemakmuran dan Pemanfaatan Sampah Plastik Sebagai BBM Alternatif di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Sabtu (18/2).
Bersamaan dengan acara ini, Gubernur Jatim juga memberikan bantuan mesin pengolah limbah sampah plastik menjadi BBM alternatif kepada 12 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur.
"Ini kelasnya sudah 'discovery'. Tidak ada kata yang paling tepat selain luar biasa. Mereka ini telah melakukan inovasi dengan mengubah sampah plastik yang selama ini beban, menjadi energi," ujar Gubernur Jawa, Timur Soekarwo kepada wartawan.
Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendukung pengembangan alat ini untuk memperkuat kelas menengah ke bawah masyarakat Jawa Timur dalam mengurangi angka kemiskinan.
"Riset ini harus dibiayai untuk menjadi ekonomis dan digunakan untuk masyarakat. Temuan ini selaras dengan program Pemprov Jatim terkait penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan pembangunan kelas menengah," katanya.
Pihaknya menilai dengan menggandeng Kenduri Agung Pengabdi Lingkungan (KAPAL) Jawa Timur, temuan mesin pengolah limbah sampah plastik menjadi BBM alternatif akan semakin berkembang dan menyentuh masyarakat.
"Untuk langkah awal, mesin tersebut akan diberikan kepada sejumlah SMK di Jawa Timur. Kedepan, penggunaan alat ini terus didorong untuk ditempatkan di pengolahan-pengolahan sampah yang ada," terang dia. (Ant/OL-9)
• MediaIndonesia
Posted in: Energi,Indonesia Teknologi,Inovasi,Ristek
Di Bandung, Gas Melon Bisa Jadi BBM Sepeda Motor

Pengendara sepeda motor bisa menghindari kenaikan harga bahan bakar minyak, caranya dengan memakai gas tabung melon ukuran 3 kilogram. Tempo/ ANWAR SISWADI
TEMPO.CO, Bandung- Pengendara sepeda motor bisa menghindari kenaikan harga bahan bakar minyak yang rencananya akan diberlakukan 1 April nanti. Caranya dengan memakai gas tabung melon ukuran 3 kilogram. Hasil penelitian seorang peneliti teknologi tepat guna dari Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB, Zuhdi A. Kasim, itu dibagikan untuk ditiru siapa saja yang berminat.
Zuhdi mengikat si melon di jok belakang. Regulator gas pada tabung disambungkan selang kompresor ukuran 1/3 inci ke tabung pengumpan. Posisi tabung berada di sela kemudi dan jok. Tabung yang dibuat dari bekas kaleng cat berbahan plastik ukuran 5 kilogram itu berfungsi sebagai penampung atau pengumpul gas elpiji.
Tabung pengumpan itu dilubangi masing-masing lima titik pada bagian dasar dan penutup kaleng. Fungsinya untuk mengeluarkan udara di dalam tabung saat kantong plastik keresek mengembang karena terisi gas elpiji. Dari tabung itu, selang kembali dipasang dengan klep untuk diteruskan ke karburator. Klep dipakai untuk membuka dan menutup total aliran gas.
Perombakan sistem motor hanya pemotongan selang bahan bakar ke karburator. Sisanya yang menempel di mesin sekitar 15 sentimeter atau sejengkal tangan orang dewasa. Selang sisa itu sebagai penyambung selang elpiji atau selang bensin yang telah terpotong agar masuk ke karburator. "Ini jadi motor bahan bakar hibrida, bensin, atau gas," katanya kepada Tempo, Minggu, 25 Maret 2012. Salah satu selang hanya tinggal ditekuk lalu diikat karet saat menganggur tak terpakai.
Zuhdi memberi tambahan klep pada selang ke karburator itu pada sepeda motornya yang tak punya pengatur aliran bensin. Jika sudah ada dari pabrikan, katupnya tinggal dibuka penuh agar pasokan gas mengalir ke mesin.
Saat motor akan dijalankan, regulator gas pada tabung elpiji hanya perlu diputar sepertiga bukaan. Selanjutnya bukaan regulator diperbesar ketika motor mulai melaju sesuai kecepatan kendaraan yang diinginkan. Ketika berhenti, bukaan dikecilkan lagi. Selama pasokan gas elpiji mengalir, mesin motor tidak akan mati.
Menurut Zuhdi, motor berbahan bakar hibrida itu lebih cocok di wilayah pedesaan atau pinggiran kota yang bebas macet. "Di pusat kota seperti Bandung dan Jakarta kurang cocok karena motor sering berhenti," ujarnya.(ANWAR SISWADI)
• TEMPO.CO
Posted in: Energi,Inovasi,Ristek
Energi Alternatif, dari Kakus ke Dapur
Mobil dijalankan pakai tinja. Pemanas dari jasad manusia.
Limbah tinja yang diolah dalam tabung kedap udara dengan tekanan tertentu dapat menghasilkan gas metana (CH4) (VIVAnews/Freddy Wally)
Pejabat pemerintah, tokoh tersohor rela datang, demi MCK itu. Bahkan, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton rela jalan kaki menyusuri gang sempit, demi melongoknya, ketika Nyonya Clinton itu melawat ke Indonesia tiga tahun silam.
Apa yang membuatnya begitu istimewa? Rahman, petugas kebersihan di sana menyebut sederet kelebihan: satu-satunya fasilitas MCK di kawasan itu, relatif bersih, ada kompleks Posyandu. Limbah cair dari MCK dibebaskan dari bakteri E.coli, sebelum masuk kali.
Dan yang paling istimewa, ada teknologi biogas digester dan buffled reactor. Limbah tinja yang dihasilkan dari MCK diolah dalam tabung kedap udara dengan tekanan tertentu. Tabung ini ditanam di bawah tanah dengan kedalaman 1,5 meter, dilengkapi sistem kontrol sederhana. Menghasilkan gas metana (CH4).
Biogas dari tabung itu lalu dialirkan melalui paralon yang menempel di dinding posyandu. Ada empat lubang tempat selang kompor dicolokkan. Dari kakus langsung ke dapur. “Bisa langsung dipakai memasak. Kompor terlebih dulu dipancing dengan api,” kata Rahman kepada VIVAnews.com, Rabu 4 April 2012.
Prosesnya mirip kompor gas konvensional, bedanya sebelum api menyala, harap tutup hidung. Sebab, ke luar bau khas kotoran manusia dari kompor. “Tapi begitu api muncul, bau hilang. Biasa saja, nggak bau,” kata dia.
Rahman menjelaskan, butuh setahun menunggu septic tank penuh agar bisa menghasilkan metana. Tapi hanya perlu seminggu sampai warga terbiasa dan mau menggunakan bahan bakar itu. “Awalnya geli, jijik, membayangkan memasak pakai kotoran,” kata Rahman. Namun, setelah tahu manfaatnya, warga pun dengan senang hati memakainya.
Apalagi, terbukti, memasak dengan gas dari MCK lebih cepat matang, baik untuk menggoreng atau merebus air. “Meski air yang direbus sedikit bau, tapi warga sudah biasa,” kata dia.
Keuntungan lain, warga tak perlu merogoh kocek membeli gas, juga bebas dari horor ledakan tabung gas elpiji. Paling banter masalah ada pada paralon pecah, yang bisa diselesaikan dengan lem.
Warga dari empat RT berdekatan dengan lokasi MCK bergantian menggunakan kompor itu, juga ketika ada hajatan.
Rabu sore itu, meski warga hilir mudik bergantian ke toilet, membawa handuk dan peralatan mandi, tak ada satupun warga memasak. Kata Rahman, sudah sebulan bahan bakar alternatif itu dibiarkan menganggur. Alasannya, dua kompor modifikasi yang selama ini digunakan warga rusak. Sedang diservis. “Beberapa warga sempat punya rencana menyalurkan gas ke masing-masing rumah tangga, karena pertimbangan biaya, takut pada iri, akhirnya ditunda.” Kini, warga kembali menggunakan elpiji untuk masak.
Tenaga tinja di Oslo
![]() |
| Mobil Bio-Bug menggunakan bahan bakar gas berasal dari tinja |
Mereka berhasil menjalankan Volkswagen Beetle yang telah dimodifikasi menjadi mobil berbahan bakar gas dari kotoran manusia. Kecepatan dihasilkan sama dengan versi bensin, yakni mampu berjalan 114 mil per jam (183 km per jam) . “Mobil ini dinamai Bio-Bug, dengan kapasitas mesin 2.000 cc,” kata Mohammed Saddiq Head up GENeco, kala itu.
Limbah dari sekitar 70 rumah di Inggris ini cukup menjalankan satu kendaraan dengan jarak sekitar 10 ribu kilometer. Ini adalah jarak tempuh rata-rata kendaraan Inggris selama satu tahun.
Meski sudah menggunakan gas metana, mobil ini masih membutuhkan sedikit bensin menjalankan mesin. Bensin ini untuk memanaskan mesin. Setelah panas, otomatis mesin beralih menggunakan biogas. "Jika Anda mengemudikan mobil ini, Anda tidak akan tahu mobil ini memakai bahan bakar kotoran manusia, karena sama seperti mobil konvensional," katanya.
Namun langkah lebih radikal diambil Norwegia, negeri berambisi menetralkan karbonnya pada 2050. Tiga tahun lalu, 2009, mereka mengumumkan telah menggunakan sumber energi melimpah, yang tak ada kaitanya dengan ladang minyak di Arab Saudi, dan terpenting tak memicu pemanasan global. Setiap warga bahkan bisa berkontribusi menambah jumlah pasokannya, dari septic tank mereka. Ya, kotoran manusia.
"Kota Oslo memiliki visi yang luar biasa sebagai 'kota hijau'. Menjadi kota paling ramah lingkungan di dunia," kata pemimpin proyek, Ole Jacob Johansen seperti dimuat Guardian. Dua instalasi pengolahan limbah di Oslo mengolah kotoran manusia menjadi biometan – hasil pemurnian biogas. Biometan ini selain lebih sedikit mengandung karbon, prosesnya lebih mudah dan murah.
Gas olahan dari kotoran manusia ini digunakan untuk menjalankan 80 bus kota. Kendaraan yang menggunakan bahan bakar ini hanya butuh sedikit modifikasi.
Tak hanya kotoran manusia, Oslo juga berencana menggunakan biogas dari sampah makanan untuk menggerakkan transportasi publik pada tahun 2013.
Seperti dimuat laman Sustainable Guernsey, kulit pisang, ampas kopi, dan sampah makanan lain akan dijadikan bahan bakar hijau.
Pabrik akan dapat memproses 50.000 ton limbah makanan per tahun, mengubahnya menjadi bahan bakar ramah lingkungan untuk 135 bus kota. Produk sampingannya, pupuk cukup digunakan untuk sekitar 100 peternakan lokal tipe menengah.
Virus sampai jasad manusia
Tak hanya membuat Indonesia bergolak dengan isu kenaikan harga BBM, harga minyak yang tinggi juga membuat Presiden AS, Barack Obama pusing alang kepalang.
Seperti dilansir Reuters, ia pun mengimbau, daripada uang rakyat digunakan memperkaya para juragan minyak dan spekulan, lebih baik mengembangkan teknologi energi bersih terbarukan.
"Investasi di pembangkit tenaga angin, matahari dan biosolar, investasi di mobil dan truk hemat bahan bakar, dan investasi di rumah dan bangunan yang hemat energi. Itulah masa depan. Itulah cara satu-satunya menghentikan siklus tingginya harga BBM yang terjadi dari tahun ke tahun," dia menambahkan.
Sejatinya banyak sumber energi di sekitar kita, yang lama terabaikan. Gas alam, panas bumi, matahari, biofuel, hingga yang masuk kategori nyeleneh.
Para ilmuwan dari Departemen Pertanian AS mengumumkan, jus semangka dapat menjadi sumber berharga biofuel, karena dapat secara efisien difermentasi menjadi etanol. Tak perlu khawatir membuat orang tak bisa makan semangka. Yang dibuat etanol adalah buah cacat yang tak laku dijual. Produk pertanian lain adalah bawang merah, cairannya yang membuat mata pedas, bisa membuat petani menangis bahagia mendapat untung dari penjualan metana.
Sementara, ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) bahkan berhasil merekayasa sebuah virus membuat batere ramah lingkungan. Batere ini bisa dipakai untuk memberi tenaga pada perangkat elektronik. “Bahkan mobil hibrida,” kata ilmuwan MIT, Angela Belcher seperti dimuat situs MIT Energi Initiative.
Energi bahkan bisa berasal dari jasad manusia. Warga Kota Halmstead, Swedia memanfaatkan panas dari krematorium yang terbuang sia-sia ke angkasa, untuk menghangatkan tubuh di musim dingin. Mereka memutuskan menyalurkan panas itu ke gedung sekitarnya. Tentu saja, mereka harus mengolahnya terlebih dahulu, sebab udara dari krematorim mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dari tambalan gigi.
Langkah serupa juga ditiru di Inggris. Saat Krematorium Durham mengumumkan, panas dihasilkan dari dua turbinnya, yang digunakan saat mengkremasi jenazah, bisa memproduksi listrik, “untuk menghidupkan 1.500 televisi,” demikian dilaporkan Telegraph.
Bagaimana dengan Indonesia, negara kaya sumber energi: matahari yang bersinar sepanjang tahun, angin, panas bumi, tanaman yang tumbuh subur, juga gas alam yang melimpah? Kita masih tergantung pada bahan bakar fosil.
Kepala Divisi Energi Baru dan Terbarukan Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi, BPPT, Erlan Rosyadi mengatakan, masih banyak persoalan yang dihadapi terkait energi terbarukan. Misalnya, biofuel. “Persoalannya, biofuel tidak hanya untuk bahan bakar saja, para pemainnya mengarah ke minyak goreng, lebih untung. Belum mengarah ke bahan bakar kendaraan,” kata dia kepada VIVAnews.com.
Sementara, energi surya terkendala harga sel surya yang masih tinggi, karena harus impor .(np)
• VIVAnews
Posted in: Energi,Inovasi
Petani Modifikasi Mesin Pompa Pakai Elpiji
Itu dilakukan menyusul rencana pemerintah yang bakal menerapkan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dari hasil rekayasa itu, petani juga diuntungkan karena bisa menghemat biaya yang dikeluarkan untuk mengolah lahan pertanian.
Rekayasa dengan memodifikasi mesin pompa air yang berbahan premium itu dilakukan Andik, seorang pemilik bengkel motor yang ada di desa setempat.
Rekayasa itu kemudian berhasil dan diikuti petani lain. Apalagi, petani merasa kesulitan membeli premium setelah adanya larangan pembelian dengan jeriken.
Menurut Andik, mulanya ide modifikasi mesin pompa itu dilakukan setelah terinspirasi tayangan di sebuah televisi. "Kemudian saya mencoba," ungkapnya.
Caranya, dia melakukan modifikasi pada bagian karburator. Modalnya, tabung gas elpiji dan uang sebesar Rp150 ribu. Dengan peralatan yang dimiliki dalam sehari, dirinya bisa memodifikasi dua mesin berbahan premium berubah ke elpiji.
Dia mengakui, peralihan itu menjadi lebih hemat. Jika memakai premium, untuk mengairi lahan seluas satu hektare biasanya menghabiskan sebesar Rp180 ribu untuk membeli 40 liter premium.
Namun, dengan mengunakan elpiji biaya yang dikeluarkan cukup sebesar Rp26 ribu untuk membeli dua tabung elpiji tiga kilogram. (YK/OL-5)
• MediaIndonesia
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Inovasi
Mahasiswa Unibraw Produksi Kerupuk Cangkang Telur
SURYA Online, MALANG - Mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, memproduksi krupuk berbahan dasar cangkang telur, tepung jagung dan tapioka yang diberi nama "Canggung".
Krupuk canggung yang renyah dan kaya kalsium itu menggunakan bahan dasar cangkang telur, tepung jagung dan tapioka, kata salah satu mahasiswa pembuat krupuk Canggung, Nadia Rachmawati, di Malang, Kamis.
"Proses pembuatan krupuk cangkang ini juga tidak terlalu sulit, yakni cangkang telur dibersihkan terlebih dahulu dari mikroba (bakteri) dengan cara direbus dalam air mendidih dan dibentuk menjadi tepung," katanya.
Ia mengemukakan, karena memiliki kandungan kalsium cukup tinggi, krupuk ini sangat bagus untuk pembentukan serta pertumbuhan organ yang sangat keras, seperti tulang dan gigi.
Krupuk Canggung tersebut dibuat dan diproduksi oleh lima mahasiswa THP UB, yakni Nadia rachmawati, Nur Wachida, Mudanifah, Suriah Yuli H serta Rizky Dwi P.
Harga produk olahan alami yang dihasilkan para mahasiswa tersebut dijual dengan harga rata-rata Rp 2.500 sampai Rp 5.000 per biji.
SURYA Online
Posted in: Inovasi,Unibraw
Sepeda untuk Produksi Listrik

Warga kota kini cenderung berolahraga dalam ruang. Biasanya mereka menggunakan treadmill atau sepeda statis. Energi yang dihasilkan lewat kayuhan sepeda statis ternyata dapat dimanfaatkan untuk produksi listrik. Sulaeman Budi Sunarto dari Karanganyar, Jawa Tengah, merancang sepeda untuk itu.
Hal ini tidak mahal. Sepeda dirancang agar ban belakang bisa memutar kumparan alternator atau dinamo amper mobil bekas yang didapat di pasar loak,” kata Budi (49), ketika ditemui di Desa Doplang, Karangpandan, Karanganyar, pertengahan Mei.
Budi merupakan inovator perseorangan. Tahun 1998, ia mendirikan Koperasi Serba Usaha Agro Makmur di Doplang. Orientasinya, untuk membangun kemandirian energi di pedesaan. Rintisan awal dengan membuat bahan bakar bioetanol dari singkong. Kemudian dikembangkan bioetanol dari berbagai limbah pertanian dengan proses fermentasi.
Berbagai penghargaan dari pemerintah atas rintisan energi terbarukan di pedesaan pernah diperolehnya. Yang terbaru, Budi menggunakan sepeda untuk memproduksi energi listrik murah dan ramah lingkungan.
Budi memanfaatkan barang bekas, seperti alternator.
Alternator adalah peralatan elektromekanik untuk mobil. Alat ini mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Energi mekanik diperoleh dari putaran mesin yang dihasilkan dari proses pembakaran. Pasokan listrik kemudian ditampung ke dalam aki atau baterai.
Alternator bekerja pada saat mesin hidup. Ini memasok listrik ke aki agar siap pakai, sama halnya dengan generator sebagai pembangkit listrik. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar jika dibandingkan dengan generator.
Alternator memiliki kumparan medan diam, sedangkan generator dengan kumparan medan berputar. Produksi arus listrik pada alternator menggunakan diode penyearah yang dapat menghasilkan daya lebih besar. Pada generator menggunakan komutator untuk memproduksi arus listrik.
Umumnya, setiap mobil memakai peralatan alternator ini. Industri mobil mulai menggunakan sejak tahun 1967.
Mudah dan Murah
Penggunaan alternator bermacam-macam. Masyarakat awam kerap menyebutnya sebagai dinamo. Misalnya, dinamo untuk penggerak wiper (pembersih kaca), dinamo motor washer (penyemprot air untuk mencuci kaca), dinamo starter, dan dinamo paling besar untuk memenuhi kebutuhan listrik mobil secara keseluruhan mobil.
Dinamo (alternator) memiliki usia optimum pemakaian di mobil sehingga tidak sulit untuk menemukan alternator bekas. ”Harga alternator bekas yang masih bisa digunakan sekitar Rp 300.000,” kata Budi.
Budi menunjukkan pemasangan dua alternator pada rancangan sepedanya. Rancangannya sederhana. Roda belakang dibuat menggantung. Putaran ban belakang akan menggesek dan memutar pipa silinder sebagai penggerak gerigi. Putaran gerigi dihubungkan pada kumparan pembangkit (stator). Kemudian dihasilkan listrik untuk ditampung ke dalam aki.
Budi mengatakan, sebenarnya alternator perlu ditambah sehingga menjadi empat agar lebih optimal dalam memproduksi listrik. Masing-masing aki dirancang dengan kapasitas 12 volt. Listrik yang diproduksi cukup untuk lampu rendah daya.
Budi menunjukkan, beberapa lampu LED dengan daya listrik bisa disetel 1-3 watt. Ketika disetel optimum 3 watt, sinar lampunya tidak kalah terang dengan lampu tabung.
Bebas Listrik PLN
Budi mengatakan, sepeda untuk memproduksi listrik di rumah menjadi bagian dari obsesi rumah bebas dari listrik PLN. Budi menggantikan listrik PLN dengan listrik yang dihasilkan dengan sumber energi terbarukan. Tetapi, hal itu tidak bisa semata-mata mengandalkan sepeda kayuh yang kapasitas listriknya masih terbatas.
”Kebutuhan listrik lain dipenuhi dengan panel surya dan generator berbahan bakar bioetanol dan biogas,” kata Budi.
Ia menggunakan dua panel surya berkapasitas 50 watt peak dan satu panel surya 10 watt peak. Selain itu, ada juga beberapa generator berkapasitas lebih dari 1.000 watt dengan bahan bakar bioetanol dan biogas buatan sendiri.
Bioetanol dimanfaatkan Budi untuk pengganti premium kendaraan. Bioetanolnya berkadar rendah, 80 persen, dengan modifikasi kendaraan pada karburatornya. Inovasi bahan bakar untuk kendaraan roda dua juga diterapkan Budi dengan bahan bakar elpiji.
”Satu tabung elpiji kecil dengan kapasitas 3 kilogram mampu menjalankan sepeda motor sampai 600 kilometer,” kata Budi.
Kondisi masyarakat pedesaan yang terisolasi dan tidak mendapatkan listrik dari PLN masih banyak. Budi berpendapat, kemandirian dengan energi murah dan bisa diproduksi sendiri oleh masyarakat menjadi salah satu kunci dalam pembangunan.
”Kemandirian energi bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai masyarakat,” kata Budi. Bahan baku untuk mewujudkan listrik dengan energi terbarukan di Indonesia tergolong berlimpah.
Sepeda kayuh statis penghasil listrik hasil rancangan Budi menjadi contoh. Sepeda itu tak sekadar menyediakan energi listrik, tetapi juga memberikan kesehatan dan vitalitas bagi penggunanya. (Kompas, 1 Juni 2012/ humasristek)
Posted in: Inovasi
★ Alat Penjernih Air Bertenaga Matahari

Kudus (ANTARA News) - Sebuah inovasi dibuat anak bangsa dengan menciptakan alat penjernih air kotor dengan memanfaatkan tenaga matahari atau 'water solar purifier'.
Menurut Manager Workshop Plant Manager PT Pura Dandy Zulkarnaen Sjechlad, di Kudus, Rabu, alat penjernih air tersebut dibuat sejak dua bulan lalu, setelah ada kunjungan dari Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.
Alat berukuran 1x2 meter tersebut, katanya, hanya menggunakan komponen dasar berupa selang air, plastik warna putih, alat penyaring seperti karpet warna hitam, serta rangka dari bahan alumunium dan hanya menggunakan energi panas matahari.
Meski demikian, kata dia, alat tersebut bisa menjadi solusi bagi warga yang tinggal di kawasan gambut karena bisa menghasilkan air bersih dan layak minum. Alat tersebut, katanya, bisa digunakan untuk menjernihkan air banjir, air limbah maupun air dari lahan gambut yang dikucurkan dari atas.
Air kotor yang dikucurkan dari atas, akan mengalir melalui karpet warna hitam, kemudian dengan bantuan sinar matahari, air tersebut akan menguap.
"Pada saat itu, akan terjadi pemisahan antara air kotor dan air bersih. Masing-masing air tersebut dialirkan melalui dua selang berbeda yang di bawahnya terdapat penampung air bersih maupun air kotor," ujarnya.
Metode yang digunakan, yakni metode evaporasi (penguapan) dan destilasi (penyulingan), sehingga air yang semula kotor bisa berubah menjadi air bersih.
Berdasarkan hasil uji dengan alat TDS (Total Dissolved Solids) meter, kata dia, air kotor yang semula mengandung partikel hingga 402 part per million (ppm), setelah melalui proses penjernihan dengan alat tersebut, turun menjadi 6 ppm.(H-KWR)
♣ ANTARA News
Posted in: Inovasi
Pembangkit Listrik Arus Laut akan Dibangun di Natuna
BATAM--MICOM : Provinsi Kepulauan Riau mengembangkan pembangkit listrik tenaga arus laut untuk mengaliri listrik di pulau-pulau terluar.
"Sedang dikembangkan pembangkit energi laut untuk listrik, menggunakan tenaga arus laut," kata Pakar Marine Eddywan, Sabtu (9/6).
Berdasarkan penelitian bersama ahli kelautan Provesor Hasyim Djalal, diketahui arus laut di perairan Kepri dapat menghasilkan ribuan giga volt sehingga sayang jika tidak dimanfaatkan.
"Energinya besar sekali, bisa membangkitkan turbin," kata dia yang meraih gelar master dari Tokyo University untuk bidak kelautan.
Kepri, kata dia, akan menggunakan teknologi sederhana dalam pembangkit ocean energy itu, agar bisa digunakan masyarakat pedesaan dan dengan anggaran yang murah. "Anggaran hanya sekitar Rp 100 jutaan," kata dia.
Pengembangan, kata dia, akan dilakukan awal 2013. "Kami sudah ajukan anggaran Rp 600 juta untuk APBD 2013, tidak besar-besar," kata dia.
Pada awal 2013, kata dia, tim akan mencari titik potensial untuk marine energy, lalu pemetaan pusat pembangkit energi alternatif. Pertengahan tahun akan dikaji teknologi sederhana aplikasi masyarajat kemudian akan diuji coba. Dan pada akhir tahun didistribusikan ke masyarakat.
"Awal 2014 sudah mulai diterapkan," kata dia.
Sebenarnya, teknologi pembangkit listrik arus laut sudah banyak dikenal di internasional, namun, karena menggunakan teknologi tinggi yang relatif mahal, maka sulit diterapkan di Indonesia.
Kepri, berupaya menekan biaya dan berusaha menggunakan teknologi sederhana agar bisa digunakan masyarakat.
Sebagai tahap awal, teknologi itu akan diterapkan di pulau-pulau terluar NKRI yang berpenghuni. "Seperti Pulau Keramut dan Pulau Laut di Kabupaten Natuna dan daerah yang sulit menjangkau listrik PLN," kata alumni Boston University itu. (Ant/OL-9)
♣ MediaIndonesia
Posted in: Energi,Inovasi,PLN
Membuat Plastik dari Gadung
Umbi gadung (Dioscorea daemona) dikenal enak dan renyah dibuat keripik. Namun, siswa SMA Hidayatus Salam, Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, justru memanfaatkan sari pati umbi gadung menjadi plastik ramah lingkungan.
Salah satu siswa, Angela Sastri Hidayani, akhir Mei, menuturkan, umumnya plastik terbuat dari senyawa polimer dari minyak bumi. Plastik macam itu sulit terurai. Adapun plastik berbahan gadung lebih elastis dan mudah terurai sehingga ramah lingkungan.
Selama ini ada juga uji coba plastik yang mudah terurai dari kentang dan singkong. ”Kami ingin mencoba membuat plastik dari umbi gadung. Ini masih perlu diteliti lagi tingkat keekonomiannya,” kata Angela.
Kepala SMA Hidayatus Salam Ahmad Misbah Abidin menjelaskan, pembuatan plastik berbahan gadung menjadi ajang pembelajaran untuk siswa. Paling tidak masyarakat menjadi tahu ada plastik yang ramah lingkungan. ”Kami berharap nantinya bisa diproduksi massal,” kata Ahmad.
Menurut M Arif Lukman, siswa yang ikut membuat plastik berbahan gadung, cara pembuatannya sangat mudah. Umbi gadung dikupas dan dirajang. Kandungan racunnya (dioscorin dan diosgenin) dihilangkan dengan direndam air garam semalam dan dialiri air mengalir. Setelah itu dihaluskan dengan blender.
Ekstraknya dibiarkan mengendap. Kemudian pati gadung diambil dan dikeringkan. Setiap 2,5 gram pati gadung dicampur 25 mililiter (ml) air dan dipanaskan. Dalam proses pemanasan ditambahkan 3 ml asam cuka (HCl) dan 2 ml gliserin 50 persen sambil diaduk-aduk.
Adonan yang mulai mengental dibiarkan dingin, lalu dinetralkan dengan soda api (natrium hidroksida/NaOH). Adonan diberi warna sesuai keinginan, kemudian dituang ke dalam cetakan atau aluminium foil dan diratakan. ”Hasilnya dijemur di bawah matahari dan berbentuk plastik elastis,” kata Lukman.
Mudah terurai
Siswa lain, Miftahul Qowim, menambahkan, dari hasil uji coba selama ini, plastik berbahan gadung lebih mudah terurai. Dalam 1-2 bulan, plastik sudah terurai sehingga mampu menekan kerusakan lingkungan akibat sampah plastik yang selama ini sulit terurai.
Tim sekolah itu meneliti gadung untuk dibuat plastik karena terinspirasi dari SMA 48 Jakarta yang membuat plastik dari sari pati kentang yang disebut bioplastik.
Sari pati kentang dicampur asam cuka, gliserin, serta air dan dipanaskan. Setelah mengental seperti gel ditetesi soda api dan ditempelkan di kertas lakmus warna merah muda.
Jika kertas lakmus berwarna merah, perlu ditambahkan soda api sampai kertas lakmus berwarna biru atau hijau. Jika gel sudah hijau atau biru siap dituangkan ke cetakan menjadi plastik. Setelah itu dijemur hingga kering dan menjadi plastik bening.
”Setiap bahan yang mengandung pati dan karbohidrat memungkinkan dibuat plastik,” kata Qowim. (Kompas, 8 Juni 2012/ humasristek)
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Indonesia Teknologi,Inovasi
20 karya penemu dan pengembang iptek 2012 dilombakan
Sleman (ANTARA News) - Sebanyak 20 karya peserta mengikuti lomba penemu dan pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi 2012 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Lomba Penemu Pengembang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) 2012 Kabupaten Sleman saat ini telah memasuki tahap penilaian dan seleksi tim yuri," kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti, Senin.
Menurut dia, jadwal seleksi akan dilaksanakan sampai dengan Agustus 2012, dan sampai dengan batas akhir pengumpulan karya yakni 2 Juli sebanyak 20 karya penemu/pengembang telah masuk ke panitia.
"Karya tersebut berasal dari 13 peserta yang merupakan masyarakat umum yang berdomisili di Sleman dan mahasiswa perguruan tinggi di wilayah Sleman, diantaranya dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Poltekes dan UIN Sunan Kalijaga," katanya.
Ia mengatakan, peserta yang lolos seleksi nantinya diwajibkan presentasi di depan para yuri.
"Selanjutnya dari penilaian tersebut yuri akan memilih tiga pemenang. Para pemenang tersebut nantinya akan diberikan piagam penghargaan dan uang pembinaan dengan total nilai Rp9.000.000. Penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada acara peringatan Hakteknas Tahun 2012," katanya.
Endah mengatakan, Lomba Penemu Pengembang IPTEK 2012 Kabupaten Sleman tersebut dilaksanakan Pemkab Sleman dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke -17 Tahun 2012 sekaligus untuk mengembangkan minat penelitian dan pengembangan ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) bagi masyarakat.
"Tema lomba adalah `Inovasi untuk Kemandirian Bangsa`. Inovasi-inovasi yang diunggulkan adalah yang berpihak dalam pertumbuhan ekonomi, membuka kesempatan kerja, pengentasan kemiskinan dan berwawasan lingkungan," katanya. (ANT)
Sumber : Antara
Posted in: Inovasi
Minggu Depan, Bandung Bakal Dibanjiri Inovasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Minggu depan, Bandung bakal dibanjiri inovasi. Dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas), akan digelar RITech Expo sekaligus karnaval dan diskusi teknologi.
Peayaan hakteknas tahun ini merupakan yang ke-17. Perayaan Hakteknas dimulai sejak tahun 1995, peringatan terbang perdananya pesawat anak bangsa N-250 Gatotkaca. Tahun ini, tema Haktenas adalah "Inovasi untuk Kemandirian Bangsa" dengan tagline "Bandung Lautan Iptek".
Sejumlah acara akan digelar, salah satunya RITech Expo yang akan diadakan mulai 8-11 Agustus. RITech Expo akan memamerkan sejumlah inovasi dari lembaga riset pemerintah, universitas dan pihak lain.
Dalam kurun waktu yang sama, akan digelar juga Karnaval Kreatifitas IPTEK. Karnaval akan diikuti Bus Listrik Nasional, Panser PT Pindad, Mobil Kedaruratan Nuklir, Mobil Nuklir Pangan untuk Kesehatan, Buggy Car karya SMKN 8 Bandung, Pesawat UAV Badan Informasi Geospasial dan lainnya.
Konferensi International Triple Helix Conference X juga akan digelar pada 8-10 Agustus 2012. Sementara itu, akan dilakukan pula peresmian Program Pisar Airbone Campaign PT Dirgantara Indonesia pada 8 Agustus 2012.
Tema Inovasi untuk Kemandirian Bangsa yang dipilih tahun ini berkaitan dengan upaya untuk memacu riset yang menyelesaikan permasalahan bangsa, mengembangkan kerjasama antara lembaga riset atau perguruan tinggi, industri teknologi dan penggunanya serta pemerintah.
Menteri Roset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta dalam konferensi pers Jumat (3/8/2012) mengatakan, "Kita saat ini punya 7 fokus riset nasional. Semua kita laksanakan dan kembangkan."
Selain itu, Gusti juga mengatakan, "Kami ingin menggugah bangsa Indonesia. Sebetulnya banyak produk-produk yang sudah dihasilkan. Kami berharap masyarakat mau memakai produk kita sendiri."
(Kompas)
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Inovasi
Inovasi Untuk Kemandirian Bangsa
Sepuluh Agustus, tujuh belas tahun yang lalu, ada sebuah peristiwa bersejarah yang menjadi penenda lahirnya karya teknologi anak bangsa di Kota Bandung, Jawa Barat.
Saat itu dicanangkan penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca, yang dibuat anak-anak bangsa.
Pesawat tersebut merupakan produksi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang kini menjadi PT Dirgantara Indonesia.
Hal menarik dari pesawat Gatotkaca N-250 ini menggunakan teknologi fly by wire yang cukup canggih, dan belum pernah ada di kelasnya.
Kecepatan terbang Gatotkaca ini maksimal 610 km/jam (330 mil/jam).
Adapun kecepatan ekonomisnya 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turboprop 50 penumpang.
Ketinggian operasi 25 ribu kaki (7.620 meter) dengan daya jelajah 1.480 km.
IPTN yang didirikan pada 1976 telah membuat pesawat dan helicopter dengan lisensi dari perusahaan pesawat lainnya, yakni C-212 yang merupakan pesawat lisensi dari Casa Spanyol.
Kemudian ada NC-212 yang merupakan pengembangan dari pesawat tersebut.
IPTN terus memproduksi pesawat komersial lainnya yang lebih besar seperti CN-235 yang diberi nama Tetuko yang rancang bangunnya merupakan hasil kerja sama dengan Casa Spanyol.
Perlu diketahui pula pesawat produk dalam negeri ini telah mendapat sertifikat uji keselamatan dan keamanan penerbangan internasional.
BJ Habibie sebagai penggagas lahirnya industri pesawat terbang dalam negeri menyebutkan uji keselamatan dan keamanan penerbangan untuk pesawat-pesawat dari IPTN telah diakui internasional.
Artinya pesawat-pesawat tersebut diakui dunia internasional atas keamanan dan keselamatan penerbangan. Peristiwa bersejarah pada 10 Agustus 1995 tersebut awalnya ditujukan sebagai kado Ulang Tahun Emas Kemerdekaan Indonesia ke-50.
Namun dalam perjalanannya, respons politik dan dukungan masyarakat yang cukup besar maka 10 Agustus dijadikan sebagai tonggak penting perjalanan iptek bangsa Indonesia.
Presiden Republik Indonesia melalui Keppres Nomor 71 Tahun 1995 menetapkan 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas).
Kini Hari Kebangkitan Teknologi Nasional sudah memasuki usia 17 tahun. Era keemasan pada 1995 memang tidak lagi terulang di usia sweet seventeen ini.
Era ‘high tech’ yang pernah muncul di Bandung pada kala itu menjadi sejarah perjalanan iptek dan inovasi bangsa Indonesia.
Bahkan di dalam negeri, budaya iptek belum mengakar betul pada masyarakat. Akibatnya laju impor barang dari luar negeri luar biasa besar.
Namun akhirnya pemerintah pun menyadari bahwa budaya iptek dengan melahirkan inovasi-inovasi menjadi sangat penting untuk kemakmuran, kesejahteraan dan kemandirian bangsa.
Seperti tema Hari Kebangkitan Teknologi Nasional tahun ini, Inovasi Untuk Kemandirian Bangsa.
Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menegristek) Gusti Muhammad Hatta menanggapi tema tersebut sebagai gerakan positif untuk menumbuhkan budaya berinovasi serta menyukai dunia ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Sudah dibuktikan negara-negara yang kaya akan inovasi merupakan negara-negara maju. Artinya inovasi-inovasi yang diciptakan masyarakat di sebuah negara mampu memberi kontribusi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya," kata Menegristek.
Pemerintah pun sudah mulai melakukan pemanfaatan inovasi yang lebih teringrasi untuk tujuan kemakmuran rakyat, mengatasi masalah kemiskinan, menciptakan pembangunan berkelanjutan dan pro lingkungan hidup.
Menegristek pun melihat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional tahun ini sebagai momentum yang sangat tepat bagi bangsa Indonesia untuk melakukan refleksi atas apa yang pernah dilakukan anak-anak bangsa pada 1995, dan seharusnya terus dilanjutkan tradisi budaya berinovasi tersebut.
Apalagi sekarang ini pemerintah tengah menggaungkan program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan salah satu pilarnya adalah mendorong pengembangan SDM dan iptek yang sesuai kebutuhan peningkatan daya saing.
Disinilah budaya iptek dan berinovasi diharapkan bisa tumbuh. Sebab dalam MP3EI ini sangat diperlukan pengembangan modal manusia berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang terencana dan sistematis.
"Disinilah perlunya memasukkan program Kementerian Ristek berupa Sistem Inovasi Nasional dan berbagai upaya transformasi inovasi dalam kegiatan ekonomi," terangnya.
Peringatan Hakteknas ke-17 yang dipusatkan di Kota Bandung, diharapkan menjadi era kebangkitan inovasi anak bangsa sebagaimana telah dirintis para pendahulunya pada 1995.
Terlebih pemerintah kini telah memberikan dorongan besar bagi masyarakat untuk menumbuhkan budaya berinovasi.
Dengan demikian peristiwa penerbangan pesawat Gatotkaca tidak akan berhenti pada 1995. Dalam beberapa tahun mendatang diharapkan bermunculan karya-karya inovasi anak bangsa.
Beberapa kegiatan di Kota Bandung yang akan meramaikan Peringatan Hakteknas ke-17 tahun ini Bandung, yaitu :
Pameran Ritech Expo dan Rangkaian Workshop Iptek pada tanggal 8-11 Agustus 2012 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung
International Triple Helix Conference X, 8-10 Agustus 2012 di Hotel Grand Royal Panghegar, Bandung
Peresmian Program Pisar Airbone Campaign, 8 Agustus 2012 di PT. Dirgantara Indonesia Bandung
Karnaval Kreativitas Iptek, 8 Agustus 2012 yang akan start dari Depan Kampus ITB, Jalan Ganesha dan akan menyusuri Jalan Dago, Dipati Ukur, Gedung Sate dan kembali finish di
Puncak Peringatan Hakteknas, 30 Agustus 2012, diselenggarakan di Gedung Merdeka Bandung dan akan dihadiri oleh Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie.
(Antara)
Posted in: Inovasi
IPB Hasilkan 510 Riset Inovasi
Dari 510 inovasi, sebanyak 179 inovasi mendapat penghargaan dari Kementerian Riset dan Teknologi.
Institut Pertanian Bogor merayakan Dies Natalis ke-49 yang jatuh pada 1 September, hari ini.
Mengangkat tema Inovasi IPB untuk ketahanan pangan nasional, Dies Natalis IPB kali menghasilkan 510 inovasi baru.
"Selama 49 tahun IPB terus bergerak dan berinovasi. Memastikan benih yang ditanam petani kualitasnya bagus dan efisien. Selama ini IPB telah menghasilkan 510 inovasi baru," kata Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto, usai upacara perayaan Dies Natalis di lapangan rektorat Andi Hakim Nasoetion Kampus Dramaga, Bogor, Jabar, hari ini.
Herry menyebutkan, dari 510 inovasi, sebanyak 179 inovasi mendapat penghargaan dari Kementerian Riset dan Teknologi. Dalam lima tahun berturut-turut, lanjut dia, inovasi IPB selalu mendominasi dalam penghargaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Rektor mengatakan, tantangan IPB kedepan adalah mewujudkan inovasi agar dapat dimanfaatkan masyarakat luas. "Memang baru 10 persen inovasi yang digunakan masyarakat. Kita mendorong agar dapat diwujudkan," ujar Herry.
Menurut Herry, salah satu kendalnya adalah adanya "miss" antara pengguna inovasi dan pembuat inovasi. Sehingga karya yang dihasilkan tidak seluruhnya diwujudkan.
Untuk mewujudkan itu, lanjut Rektor perlu adanya keberpihakan masyarakat khususnya generasi muda untuk menggunakan hasil-hasil karya dalam negeri.
"Jika kita bersama-sama berpihak pada karya sendiri, akan mendorong perbaikan penggunaan inovasi anak bangsa," katanya.
Di sisi lain Herry mengatakan, untuk mencapai swasembada pangan diperlukan kerja keras dan ketekunan. Indonesia sebagai bagian masyarakat dunia, berkewajiban meningkatkan ketahanan pangan.
"Kita (Indonesia) juga harus membantu negara lain yang kurang subur untuk mencukupi kebutuhan pangannya. Ini menjadi tantangan IPB ke depan agar dapat mendorong ketahanan pangan nasional," kata Rektor.
Sebelumnya, Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor mendorong inovasi yang telah diciptakan dapat direalisasikan untuk kehidupan masyarakat luas.
"MWA mendorong agar inovasi-inovasi yang telah dilahirkan IPB agar bisa diaplikasikan ke masyarakat sehingga lebih bermanfaat," kata Ketua Majelis Wali Amanat IPB, Prof Dr Ir Muhamad Achmad Chozin, MAgr.
(Berita Satu)
Posted in: Inovasi,IPB
MITI kembangkan pusat inovasi bisnis teknologi
Bogor - Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) mengembangkan Pusat Inovasi Bisnis Teknologi atau Bussines and Technology Inovation Centre (BTIC).
"Insya Allah dalam waktu dekat kami akan meresmikan BTIC itu di kantor pusat kami di Tangerang, Provinsi Banten," kata Ketua Umum MITI Dr Warsito P Taruno di Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Ia menjelaskan, BTIC selain menjadi ruang pamer dari perusahaan-perusahaan teknologi yang dikembangkan anggota MITI, juga wahana dari para perintis yang mencoba mengembangkan hasil karya penelitiannya dari skala laboratorium menjadi skala industri.
"Kita berupaya menumbuhkan inkubator bisnis teknologi sehingga para peneliti bisa meningkatkan kapasitas penelitiannya menjadi produk-produk yang dinikmati banyak orang," katanya.
Hingga saat ini, kata Warsito, dua perusahaan teknologi menyatakan akan bergabung yaitu PT Terafluk Megantara dan PT Versatile Silicon Technologies.
Dia mengatakan bahwa Terafluk mewakili kebangkitan industri maritim Indonesia yang berbasis teknologi tinggi.
Perusahaan yang dibangun Dr Kaharuddin Djenod itu, katanya, merupakan perusahaan perancang kapal dengan pelanggan dari mancanegara, selain pelanggan tetap dari galangan kapal besar Jepang seperti Mitsubishi Heavy Industry, Shin Kurushima Dockyard, dan Sasebo Shipyard.
Versatile merupakan perusahaan perancang "chipset" pertama di Indonesia, bahkan Asia Tenggara yang didirikan Dr Eko Fajar Nur Prasetyo.
Pengguna "chipset" produksi Versatile adalah perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam bidang teknologi informasi (TI), khususnya teknologi WIMAX, generasi lanjut dari teknologi internet.
Selain itu, beberapa perusahaan kecil yang sedang berkembang juga menyatakan minat dalam upaya mengembangkan bisnisnya.
"Kita akan berupaya menjembatani para teknopreuneur muda ini dengan para investor sehingga mereka mampu mengembangkan produk teknologinya secara lebih baik lagi serta masuk ke skala lebih tinggi lagi. Bila itu tercapai, maka mereka harus sudah keluar dari BTIC karena sudah selesai masa inkubasinya," katanya.
Humas MITI Drs Mu`arif mengatakan, pihaknya terus mengembangkan organisasi itu ke berbagai daerah di Indonesia.
Pada pekan lalu, katanya, Ketua Umum MITI Warsito P Taruna telah melantik dosen fisika dari Fakultas Teknik UGM Dr Edi Suharyadi, M.Eng sebagai Ketua Koordinator Daerah MITI Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hadir dalam pelantikan tersebut Rektor UGM Prof Dr Pratikno, civitas akademika UGM, perwakilan MITI di Universitas Sebelas Maret, Solo, perwakilan MITI di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dan perwakilan MITI di Universitas Diponegoro, Semarang.
Edi Suharyadi menyatakan, pihaknya berupaya menggerakkan lebih baik lagi program community development (Comdev) berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kerja-kerja pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari para ilmuwan dan teknolog dalam rangka membaktikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai untuk kesejahteraan masyarakat luas," katanya.(A035/M029)
( Antara )
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Inovasi
Forum Inotek, Gali Jiwa Wirausaha Inovator Teknologi Indonesia
Jakarta - Hasil penelitian teknologi yang banyak di Indonesia, dinilai harus lebih mendapatkan perhatian dan mengenalkan produk penelitian ke masyarakat luas. Forum Inovasi Teknologi (Inotek) menjadi salah satu wadah tepat bagi para inovator untuk lebih mengenalkan produk-produk yang telah diciptakan.
Forum Inovasi Teknologi merupakan kedua kalinya digelar oleh Yayasan Inovasi Teknologi. Forum Inotek yang digelar dengan tiga tema utama yakni pameran, seminar, dan penghargaan ini juga ingin menggali potensi kewirausahaan dari inovator teknologi di Indonesia.
Pada forum Inotek yang digelar di FX Plaza ini dipamerkan sekira 30 inovasi teknologi, yang 11 diantaranya di bawah asuhan Yayasan Inotek. "Inotek ingin menggali potensi kewirausahaan dari inovator akar rumput, yang inovasinya lahir dari permasalahan yang sering dihadapi masyarakat," kata salah satu pendiri Yayasa Inovasi Teknologi Indonesia, Sandiaga Uno di FX Plaza, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Dipilihnya mall sebagai lokasi pameran teknologi, diungkapkan Sandiaga, sebagai salah satu cara untuk menyebarluaskan inovasi-inovasi teknologi yang dipamerkan. "Sebagai barang baru, tentu inovasi harus diperkenalkan. Di mall ini pengunjung bisa lihat penemuan-penemuan inovator akar rumput ini," jelasnya.
Sandiaga mengharapkan, kegiatan positif para inovator teknologi tidak terganggu, sehingga bisa menumbuhkan inovasi-inovasi lain yang positif. "Media salah salah satu yang berperan mengenalkan inovasi-inovasi dan semoga tidak ada gangguan dari berbagai pihak, sehingga bisa menumbuhkan inovasi-inovasi positif," ungkapnya.
Lebih lanjut Business Development manager Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia, Setyowati Rahayu, misi utama forum Inotek ialah menyebarluaskan inovasi teknologi yang aplikatif, sehingga bisa langsung diterapkan.
"Kalau teknologi tidak dikomersialkan, tentu hasilnya tidak bisa dinikmati masyarakat luas. Kami berharap inovasi teknologi ini tidak hanya diterapkan hanya satu di wilayah saja, tapi seluruh Indonesia hingga luar negeri," jelasnya.
"Inovasi-inovasi yang dipamerkan ini sifatnya terbuka, bukan hanya akdemisi. Kami mencari penemuan-penemuan yang bisa memberikan dampak ke masyarakat dan bisa menjadi unit bisnis dari inovatornya," ungkap Setyowati.
Yayasan Inotek, kata Setyowati, memfasilitasi penemuan-penemuan mulai dari purwarupa hingga menjadi produk jadi. Tapi sebelumnya, para inovator yang memenuhi kriteria akan diseleksi terlebih dahulu, setelah itu mereka akan dibantu dengan bantuan dana, mentoring, hingga produknya menjadi sebuah bisnis.
Forum Inotek akan berlangsung selama tiga hari, mulai hari ini (19/10) hingga Minggu (21/10), mulai pukul 10 pagi hingga 8 malam.(amr)
© Okezone
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Inovasi
Teknologi Saringan Keramik Sabet Juara Inotek Award
Tirta Cupumanik (TCM) (Foto: Lutfhi/Okezone) |
Risyana S, selaku pendiri sekaligus ketua umum Yayasan Tirta Indonesia Mandiri berhak membawa pulang penghargaan (plakat), yang diserahkan langsung oleh Ilham Habibie (Dewan Pembina Inotek) di Jakarta, Minggu (21/10/2012).
Risyana mengungkapkan, teknologi saringan keramik ini telah ada sejak lama, bahkan beberapa puluh tahun lalu telah dibuat. Hanya saja, ia menegaskan bahwa produk inovatif yang dikembangkannya merupakan produk yang murah dan bisa diciptakan oleh siapapun, yang serius menggelutinya.
"Teknologi ini menyaring air mentah, menjadi air minum. Kapasitas tampung 8 liter, kecepatan aliran 3,5 liter per jam," kata Risyana kepada Okezone.
Ia menjelaskan, bahan-bahan saringan keramik ini seperti lempung serta sekam padi, kemudian dibakar selama 8 jam pada suhu di atas 900 derajat celcius. "Ini bisa menyaring bakteri, sehingga virus hilang. Untuk perawatan mudah, yakni satu atau dua bulan tinggal dibersihkan bagian penyaringnya," jelasnya.
Ia mengatakan, produk TCM yang dibanderol Rp 250 ribu ini ramah lingkungan dan bisa dipesan di daerah Pejompongan, Jakarta. Sehingga, terjangkau untuk seluruh kalangan masyarakat.
Lebih lanjut ia mengatakan, dalam sehari bisa diproduksi 30 unit TCM. Selain itu, bahan mudah didapat dengan memanfaatkan sekam padi sisa penggilingan beras yang tidak terpakai.
Keunggulan TCM antara lain, mengurangi konsumsi bahan bakar karena air tidak perlu lagi direbus. Meningkatkan ketersediaan air bersih yang layak minum sesuai baku mutu dengan harga yang lebih terjangkau (hampir 50 kali lebih murah dibandingkan dengan harga air kemasan).
Selain itu, TCM juga tahan lama dengan masa pakai sampai 3 tahun. Elemen saringan terdiri dari pot keramik yang ditempatkan pada wadah penampung dengan keran dan tutup.
Air diolah dengan cara dibiarkan meresap melalui dinding pot, yang menghasilkan air yang sehat untuk diminum. Untuk mencegah tumbuhnya bakteri, saringan keramik diberi lapisan perak nitrat.
Saringan keramik sudah dikenal sejak hampir 200 tahun yang lalu. Saringan keramik pertama diproduksi oleh Henry Doulton pada 1827, yang melakukan pengembangan untuk menghilangkan bakteri dari air minum. (adl)
© Okezone
Posted in: Awards,Inovasi
Inovasi Teknologi Siswa SMK - Hidup dan Matikan Mobil Cukup dengan SMS
Siswa-siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) tak berhenti berinovasi. Setelah sanggup merangkai mobil dan membuat laptop, kali ini siswa SMKN 7 Surabaya berhasil membuat alat untuk menghidupkan dan mematikan mesin mobil melalui pesan singkat (short message service/SMS).

Kepala SMKN 7 Surabaya Agus Basuki mengklaim alat ini sangat menguntungkan pemilik kendaraan. Betapa tidak, pemilik bisa mematikan kendaraannya dari jarak jauh. ”Alat ini semacam remote control yang bisa berfungsi sebagai antimaling,” katanya. Bukan cuma itu, alat tersebut juga bisa untuk mendinginkan AC mobil dari jarak jauh juga. ”Intinya kami menciptakan ini untuk kenyamanan dan keamanan mobil,” tuturnya.
Cara kerja alat ini relatif sederhana. Alat yang dinamai modem microcontroller SMS sender ini bisa mematikan dan menghidupkan mesin lewat SMS. Alat ini tidak mengenal jarak dan lokasi. Sebagai mana ponsel, kinerja alat ini tak maksimal jika jaringan seluler buruk. Proses pembuatan alat ini juga tidak terlalu lama. ”Hanya sekitar 1,5 bulan mulai awal pembuatan sampai terpasang di mobil,” kata Ahmad Kusaini, salah satu siswa SMKN 7.
Kusaini menceritakan, dengan mengirim SMS sesuai dengan fungsi dan nomor yang sudah disetdalam modem, mobil sudah bisa start atau off engine. Menyalakan dan mematikan AC mobil hingga central lock mobil bisa dilakukan secara jarak jauh. ”Letak alat ini di bawah dashboard. Jadi kondisinya rapi,” ujarnya.
Marsito Muntono, guru teknik autotronik SMKN 7 yang juga pembimbing siswa menambahkan, dengan alat microcontroller ini tak ada lagi sistem manual untuk mengoperasikan mobil. Seluruh unit mulai dari AC, central lock hingga mesin terhubung dengan sistem modem microcontroller yang beroperasi secara elektronik. Dia menjelaskan, alat ini dibuat terinspirasi dari banyaknya keluhan orang saat menyalakan mesin, hawa di dalam mobil masih panas .
Dari situlah terpikir untuk membuat alat pengendali jarak jauh melalu ponsel. ”Saat mau pulang dari mal, AC sudah dinyalakan dan masuk mobil sudah dingin,” katanya. Alat ini tidak membedakan jenis mobil. Menurut dia, apa pun jenis mobilnya dan keluaran tahun berapa pun bisa terintegrasi dengan pengendali mobil via SMS itu. Kotak modem berisi out put kode 1–5, yaitu 1–2 untuk menyalakan dan mematikan mesin.
Adapun output 3 untuk menghubungkan central lock dan output 4 untuk AC. Kotak alat program microcontroller ini dihubungkan dengan unit mesin mobil masing-masing. Pembuatan alat ini menghabiskan dana sekitar Rp 1,7 juta.
Setelah modem dipasang di dashboard dan terhubung dengan sistem dan instalasi mobil, alat itu sudah bisa difungsikan. Cukup ketik misalnya start2255 N1 kirim ke nomor yang sudah disimpan (082141...), mesin menyala. Atau kode lain untuk AC dan seterusnya. ”Yang paling banyak manfaatnya adalah bila dicuri dan bisa kita matikan tanpa bisa dihidupkan lagi,” papar dia.
Agus mengungkapkan, alat pengendali jarak jauh ini baru pertama kali dibuat oleh siswa SMK. Karena itu, dia berniat menciptakan paten untuk melindungi karya siswa didiknya.● ARIEF ARDLIYANTO Surabaya
© Sindo
Posted in: Inovasi
Inovasi Motor BBG Karya Siswa SMK
Kramat - Maraknya kasus tawuran pelajar diberbagai daerah, ternyata dapat diantisipasi dengan mudah oleh dewan guru SMK Muhamadiyah Kramat. Ya, dewan guru setempat telah memberikan inovasi dan kreativitas dengan menciptakan motor berbahan bakar gas (BBG).
Kepala SMK Muhammadiyah Kramat, Abdul Wahid SKom mengatakan, sepeda motor berbahan gas tersebut merupakan hasil penelitiannya dengan dua siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yaitu M Rijalul Firdaus dan Ade Prasetya. Penelitian tersebut, berawal sejak satu bulan silam seusai dirinya dilantik menjadi pimpinan sekolah yang berlokasi di Jalan Garuda Kemantran itu.
Dirinya tak menampik, meski terkesan sederhana, namun kendaraan berbahan bakar gas itu, dapat menempuh jarak hingga 170 kilometer. Hal ini terbukti, ketika melakukan uji coba dengan rute Tegal-Semarang. Menurutnya, bahan bakar gas itu, lebih irit dua kali lipat jika dibandingkan dengan bensin.
"Kami menargetkan, dengan gas 3 kilogram ini, bisa menempuh jarak 240 kilometer," cetusnya, Rabu (31/10).
Dia menerangkan, untuk mewujudkan motor ber-BBG, pihaknya membutuhkan sejumlah komponen. Antara lain, vacuum valve dan regulator high pressure serta low pressure (converter kit). Komponen tersebut, direncanakan akan dipatenkan menjadi milik sekolah. Pihak sekolah juga memastikan sepeda motor hasil kreativitas mereka cukup aman digunakan.
Perwakilan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kramat, Radin menjelaskan, dengan hasil inovasi tersebut, diharapkan ada pihak lain, seperti pemerintah maupun swasta yang bersedia membantu pengembangan motor berbahan bakar gas tersebut. "Inovasi ini harus dikembangkan," tegasnya.
Tak heran, dengan adanya inovasi yang dilakukan para pelajar ini, ternyata mendapatkan apresiasi dari warga setempat. Tidak sedikit warga di sekitar sekolah yang sudah mulai melirik inovasi tersebut. Alasannya, BBM dengan menggunakan bahan bakar dari gas adalah solusi atasi kenaikan bensin dikemudian hari.
Salah satu siswa peniliti motor BBG, M Rijalul Firdaus, siswa kelas 3 jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) mengatakan, kalau modifikasi yang ia ciptakan bersama rekannya Ade Prasetyo serta bimbingan kepala SMK Abdul Wahid ini, semata-mata sebagai upaya untuk mensiasati mahalnya bahan bakar minyak seperti bensin.
Untuk bisa beralih dari bensin ke gas hanya butuh biaya tidak kurang dari Rp 400.000. Harga itu merupakan harga untuk converter kit dari bensin ke gas yang mereka ciptakan."Kreatifitas ini untuk mengantisipasi melambungnya harga bensin," ucapnya.
Tidak hanya itu saja, manfaat menggunakan bahan bakar gas, selain ramah lingkungan, sepeda motor jenis apa saja kalau sudah menggunakan BBG akan lebih irit. "Kalau motornya masih baru, itu akan lebih bagus lagi," pungkasnya.(yer)
© Jpnn
Posted in: Energi,Inovasi,Motor
Kompor Berbahan Bakar Air
Mataram � Seorang pria asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menciptakan inovasi baru berupa kompor serbaguna ramah lingkungan yang berbahan bakar air. Seperti apa?
Julukan 'pria kreatif' sepertinya cocok disandang pria yang bernama lengkap Lalu Mandra Rama Dwi Surya. Beberapa peralatan berhasil diciptakan, seperti mesin bor, pemecah batu dan karang, serta penghancur sampah.
Kini, pria berusia 41 tahun ini juga berhasil menciptakan kompor serbaguna berbahan bakar air dengan titik didih mencapai 800 derajat celcius.
“Saya menciptakan kompor tersebut untuk membantu petani yang selama ini mengalami kesulitan bahan bakar minyak untuk oven tembakau Virginia. Kalaupun ada mereka harus membeli dengan harga tinggi sejak dicabutnya subsidi bahan bakar minyak tanah,” ujarnya baru-baru ini kepada Antara.
Kompor Serbaguna
Ketika mendaftarkan hak paten kompor gas serbaguna berbahan bakar air di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi NTB, dia mengatakan bahwa kompor yang ia ciptakan tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk oven tembakau, tetapi juga keperluan lain, seperti pengering gabah dan oven kopra.
Dia mengatakan, penemuan kompor berbahan bakar air itu membutuhkan waktu cukup lama, mencapai satu tahun. Uji coba dilakukan selama setahun sehingga bisa menghasilkan kalori cukup tinggi dengan titik didih mencapai 800 derajat celcius.
“Dari beberapa kali uji coba kompor tersebut bisa mendidihkan aluminium, karena titik didihnya cukup tinggi dan kalorinya bisa diatur sesuai dengan kebutuhan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan,” ujarnya.
Dengan satu liter minyak dan 1,5 liter air, menurutnya kompor itu bisa menghasilkan kalori 800 derajat celcius, sehingga kompor tersebut cukup menguntungkan kalau digunakan untuk oven tembakau Virginia.
Dia menyebutkan, jika menggunakan kompor biasa dibutuhkan 2,5 drum bahan bakar minyak tanah atau solar untuk mengoven tembakau dalam waktu empat hari. Sementara dengan kompor yang diciptakan hanya membutuhkan paling banyak satu drum bahan bakar.
"Dengan menggunakan kompor hasil ciptaan saya petani bisa mengurangi biaya bahan bakar hingga 50%. Karena bahan bakar yang digunakan lebih banyak air," katanya.
Bakal Diproduksi Massal
Setelah mendapatkan hak paten, kompor serbaguna berbahan bakar air akan segera diproduksi massal, karena banyak permintaan dari petani tembakau Virginia di Pulau Lombok, NTB, untuk mengoven tembakau.
Dia mengatakan, kompor ciptaannya itu sudah diuji coba di hadapan petani tembakau virginia di Kabupaten Lombok Timur, NTB. Ada sekitar 100 petani menyatakan berminat untuk membeli dan menggunakan kompor tersebut, karena dinilai lebih menguntungkan.
Mengenai harga kompor serbaguna itu, dia mengaku belum bisa memastikan harga, karena masih menghitung harga komponen bagan baku, namun diperkirakan tidak lebih dari Rp 1,5 juta per unit.
“Para petani berani membeli dengan harga tersebut, karena harga kompor yang selama ini mereka gunakan untuk oven tembakau mencapai Rp 5 juta per unit, lebih murah dari kompor ciptaan saya yang relatif irit bahan bakar,” ujarnya.
• Inilah

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Inovasi
Di Tangan Nur, Sampah Kulit Kerang Jadi Bernilai
BANDUNG | Setiap bulan, Nur Handiah mengirimkan empat kontainer hasil kerajinan kerang ke luar negeri. Negara-negara Eropa seperti Jerman, Spanyol, Italia, Inggris, Jerman, dan Prancis, merupakan tujuan favorit. Demikian pula Amerika Serikat.
Nilai pengiriman per bulan berkisar 40-60 dollar AS. Nur bersama suaminya, Jaime Taguba, terus melebarkan sayap. Dua kali dalam setahun, mereka mengikuti pameran internasional, seperti sepekan lalu keduanya berada di Swiss.
Nur dan Jaime berhasil menyulap sampah puluhan kulit kerang menjadi barang berkualitas ekspor sejak awal 2000-an. Tumpukan-tumpukan kulit kerang yang biasa menjadi sampah bagi para nelayan justru diubah menjadi barang-barang indah dan mewah di rumah produksi Multi Dimensi Shell Craft.
Hasilnya tampak di ruang pameran di Jalan Astapada Kavling 130, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Berbagai jenis karya berbahan dasar atau berbahan tambahan kerang ada di ruang paling depan itu. Memasuki ruangan itu, mata langsung berpapasan dengan lampu-lampu dan dinding berbalut kulit kerang.
Lampu-lampu itu terdiri dari berbagai bentuk, baik bundar seperti bola maupun dibentuk menyerupai buah-buahan seperti nangka dan duren. Dudukan lampu tak lepas dari kulit kerang. Demikian pula hiasan yang mengitari lampu yang menggantung pada langit-langit. Ruangan itu tampak benar-benar mewah.
Furnitur-furnitur pun tak lepas dari hiasan kulit kerang. Di ruang tengah, jika tak jeli, mata bisa tertipu. Di atas sebuah meja, ada sebuah vas dan bunga anggrek. Nampak seperti bunga asli, tapi sebenarnya semua terbuat dari kulit kerang, mulai daun, bunga, bahkan sampai tatakannya.
Di ruang itu pun, tampak replika beduk yang berlapis kerang serta berbagai kaca cermin yang sisi-sisinya dihiasi kulit kerang. Ada juga replika kerang mutiara tapi terbuat dari kulit kerang-kerang kecil. Tamu pun bisa menemukan barang-barang sederhana, seperti piring, bingkai foto, taplak meja, kotak tisu, dan kalung-kalung.
"Saya ingin semua bisa dibuat dari kerang. Sumber inspirasi dari alam," ujar Nur, saat ditemui, Rabu (27/2).
Menurut Nur, kreavitas seperti itu yang disukai para pembelinya, di dalam negeri atau mancanegara. Dengan penghasilan besar dan jangkauan pasar bertaraf internasional, siapa menyangka bahwa usaha itu berawal dari pekerjaan sambilan.
Nur mengaku menyukai hiasan kerang sejak kecil pada 1970-an. Tapi hingga akhir 1990- an, perempuan itu tak banyak bergelut dengan dunia kerang. Ia berhubungan dengan banyak bahan kimia sedangkan suaminya sebagai seorang kontraktor. Memasuki awal 2000- an, bersama Jamie, Nur menjadi eksportir kulit kerang ke Filipina.
Ia mengumpulkan kerang dari nelayan-nelayan sepanjang pantai utara pulau Jawa. "Ada 16 macam kerang yang saya pakai tapi paling banyak kerang simpling," ujarnya.
Tiap ton kulit kerang dibanderol dengan harga Rp 1,5 juta. Baginya, itu tambahan bagi para nelayan yang memang bukan nelayan khusus pencari kerang. Sambil bekerja, Nur dan Jamie pun belajar.
Dalam waktu singkat, mereka memutuskan untuk menjual produksi kerajinan, bukan lagi bahan baku atau bahan setengah jadi. "Kami mulai serius dan fokus," katanya.
Selama sekitar 13 tahun, jumlah pekerjanya nyaris mencapai tiga belas kali lipat. Ia mengawali usahanya dengan 40 pekerja. "Sekarang, ada 500 pegawai," ujar Nur.
Perempuan itu mengaku bukan orang yang lekas berpuas diri. Ia terus menggali ide-ide kreatif. Otaknya segera bekerja ketika melihat benda-benda yang membuatnya tertarik. Nur memikirkan tentang kemungkinan membuat replika benda itu dari kerang dan mewujudkan ide itu.
Perempuan kelahiran Jawa Tengah itu selalu siap menerima 'tantangan' dari calon pembeli untuk membuat kerajinan kerang sesuai ide pembeli yang tak mudah diwujudkan. Ia mengatakan tak pernah berhenti untuk belajar, termasuk dari orang lain. "Usaha ini dibesarkan banyak orang," katanya.
Satu hal lagi yang menjadi prinsip Nur. "Saya harus menyukai kerajinan kerang supaya orang lain pun bisa menyukainya," ujarnya. Karena itu pula, ia menempeli dinding rumahnya dengan hiasan kerang. Demikian pun isi rumahnya. (Tarsisius Sutomonaio)
● Tribunnews

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Inovasi
