SMKN 2 SUBANG, Merakit Sepeda Motor Indonesia
Pendidikan menengah pertanian pernah kesulitan menarik peminat dari kalangan anak-anak muda. Sejumlah sekolah pertanian pun menyiasati dengan membuka program keahlian yang diminati masyarakat, seperti otomotif dan teknologi informasi, agar pamornya tak ”tenggelam”.
Siasat memperkaya program keahlian di pendidikan menengah pertanian seperti yang dilakukan SMKN 2 Subang, Jawa Barat, berhasil. Peminatnya meningkat, keunggulan di bidang keahlian otomotif muncul.Sejak tahun 2009, siswa program otomotif dipercaya merakit sepeda motor Kanzen yang dikenal dengan merek Auriga Esemka. Perakitan sepeda motor itu kini mencapai 20 unit. Pemasaran menyasar lingkungan sekolah dan sekitarnya.Rakitan sepeda motor itu menarik minat pemerintah daerah. Ada 10 sepeda motor yang dibeli Dinas Pertanian Subang.Menurut Casidin, Kepala Program Studi Teknik Otomotif SMKN 2 Subang, sebenarnya ada permintaan dari instansi pemerintah Subang lain, yaitu sepeda motor Kanzen jenis Supermoto yang merupakan perkawinan motor trail dan bebek yang cocok untuk di lapangan.”Cuma belum bisa dipenuhi sebab siswa SMK merakit untuk pembelajaran. Semua materi sepeda motor disediakan dan dikirim PT Kanzen Motor Indonesia ke sekolah,” kata Casidin.Meski dikerjakan siswa SMK, perakitan sepeda motor Kanzen harus mengikuti standar industri. Pengendalian mutu dilakukan oleh pihak Kanzen.Sebelumnya, para guru dari berbagai SMK program keahlian otomotif di Indonesia mendapat pelatihan merakit sepeda motor di PT Kanzen Motor Indonesia di Karawang, Jabar. Mereka dilatih sekitar satu bulan mulai dari tahap dasar hingga lanjut.Selanjutnya, para guru melatih siswa sekitar dua minggu. Siswa didampingi guru merakit semua material sepeda motor yang dikirimkan PT Kanzen Motor Industri ke sekolah.Material yang dikirim antara lain mesin, rangka, roda, garpu depan, cover body, knalpot, aksesori, wiring harness (rangkaian kabel sepeda motor), baut, dan peralatan kerja.Perakitan dilakukan siswa di bagian kanan dan kiri. Pos pertama merakit rangka dan mesin. Pos kedua merakit garpu dan tangki bahan bakar minyak (BBM). Pos ketiga memasang roda. Pos keempat memasang rangkaian listrik dan cover body. Pos terakhir memasang aksesori.Setelah selesai, hasil rakitan dicek di bagian pengendalian mutu. Hal ini untuk menjamin rakitan tidak bermasalah dan siap dipasarkan sesuai standar industri. ”Yang utama dicek mesin, kelistrikan, lampu sein dan penerangan, serta rem. Lalu uji kelayakan motor,” ujar Casidin.Pemasaran dilakukan sekolah. Sepeda motor bebek Auriga Esemka dijual Rp 9,8 juta, Supermoto dijual Rp 12 juta.Keahlian siswa SMKN 2 Subang merakit sepeda motor menarik minat perusahaan pengembang retrofit sepeda motor hibrida, yaitu PT Bimmer. Djlamprong Kartiko, salah satu pendiri PT Bimmer, mengatakan, retrofit sepeda motor hibrida ini dilakukan dengan memasang aksesori motor hibrida yang dibuat PT Bimmer untuk semua jenis sepeda motor. Dengan teknologi sederhana ini, sepeda motor bisa digerakkan menggunakan energi listrik dari baterai ataupun BBM.Pameran sepeda motor hibrida dilakukan saat pelantikan taruna SMKN 2 Subang, pertengahan Januari lalu. Masyarakat cukup meminati produk ini karena memberikan solusi sederhana dan terjangkau mengatasi kenaikan harga BBM.Sekolah ini bakal menjadi pilot project terkait retrofit sepeda motor hibrida, mulai dari penjualan aksesori motor hibrida seharga Rp 2,5 juta, pemodifikasian sepeda motor semua merek menjadi motor hibrida, hingga servis sepeda motor.Kepala SMKN 2 Subang Priyanto yang ditunjuk menjadi Ketua Asosiasi Koperasi SMK Pengembang Sepeda Motor Hibrida (terdiri dari 50 SMK) menyambut baik kepercayaan PT Bimmer untuk mengembangkan keahlian siswa dalam merakit sepeda motor hibrida sekaligus pengembangan kewirausahaan.Pabrik di sekolahSebelumnya, siswa SMKN 2 Subang ahli merakit kabel-kabel listrik untuk sepeda motor (wiring harness). Sejak 2004, perakitan itu dipercayakan PT Kinenta Indonesia Purwakarta, perusahaan pemasok wiring harness.”Awalnya, siswa kami yang ke perusahaan di Cikarang. Kemudian produksi dipindahkan ke sekolah,” kata Tatang Supardi, pengelola teaching factory SMKN 2 Subang.Jumlah siswa di sekolah ini 2.405 orang. Sebanyak 56 persen dari keluarga tidak mampu. Mereka dipekerjakan di perakitan sehingga bisa membiayai sendiri sekolahnya. SMKN 2 Subang juga membuka sekolah kelas jauh yang akan jadi SMK mandiri di 13 titik di Kabupaten Subang.Dari satu teaching factory berukuran 60 x 12 m, kini berkembang jadi tiga. Saat ini ada 400 siswa direkrut bekerja. Mereka bekerja lima hari seminggu selama 7-8 jam dari pukul 08.30.Sebagai pendidikan menengah kejuruan, pembelajaran kompetensi keahlian tidak hanya teori. Sekolah kreatif menciptakan peluang bisnis sesuai program keahlian di sekolah.Sekolah ini memproduksi air mineral gelas dengan merek Esemka sebanyak 50 dus per hari memanfaatkan mata air di sekolah. Selain itu, juga pembuatan jus buah, seperti mangga, nanas, dan jambu, serta nata de coco bermerek Stempet.Program keahlian pertanian yang menjadi inti pendidikan kejuruan di SMKN 2 Subang diperkuat. Pengolahan hasil pertanian terus dikembangkan, seperti pembuatan keripik, nugget ayam, dan bakso ayam wortel.Potensi program keahlian tata busana juga berkembang. Setidaknya, siswa dari jurusan ini yang memproduksi seragam siswa dan guru.Sekolah ini bakal digandeng perusahaan Jepang untuk memproduksi sarung tangan. Lagi-lagi, pabrik dihadirkan di sekolah dengan fasilitas peralatan dari perusahaan Jepang.”Semua program keahlian didorong untuk berproduksi. Sebisa mungkin sekolah memperbanyak kesempatan praktik siswa dan mendorong kreativitas,” kata Priyanto. (Kompas, 4 Februari 2012/ humasristek)
• ristek
Posted in: Motor
Sedih! Pasar Sepeda Motor Nasional Tertekan
Karena hari kerja pabrik berkurang, penjualan ikut menurun
Jakarta - Kenaikan uang pangkal (DP) kredit sepeda motor yang ditetapkan 20-25 persen oleh Bank Indonesia dan Kementeraian Keuangan tahun ini langsung disikapi oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dengan merevisi target penjualan. Dari target awal yang 8,6 juta unit, terpaksa dipangkas jadi 7,1 juta unit, turun 17,4 persen.
Gunadi Shinduwinata, Ketua Umum AISI mengatakan, industri sepeda motor bertubi-tubi tertekan tahun ini. Selain tersengat oleh kebijakkan DP, Penurunan harga komoditas unggulan rakyat antara lain biji kakau, karet dan kopi ikut mempengaruhi daya beli konsumen, khususnya di luar Pulau Jawa.
"Tahun ini memang berat, mengakibatkan sejumlah investasi yang disiapkan beberapa merek anggota AISI tertunda sampai tahun depan," komentar Gunadi di Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2012).
Kapasitas terpasang produksi sepeda motor nasional tahun ini mencapai 9 juta unit, dengan utilisasi sekitar 8,75 juta unit. Semula AISI menargetkan penjualan 10 juta unit pada 2013, sehingga masing-masing merek bersiap diri untuk memenuhi pasar itu dengan membangun pabrik baru.
"Persiapan masih tetap dilakukan, tetapi realisasi kapasitas 10 juta unitnya baru bisa 2014. Begitu juga dengan target bergeser dari 2013 bisa 2014 atau 2015," beber Gunadi.
Fidusia
Volume penjualan sepeda motor nasional kian tertekan, menurut Gunadi adanya regulasi baru yang tertuang dalam Undang-undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Peraturan Menteri Keuangan No 130/PMK.010/2012 tentang Pendaftaran Jaminan Fidusia Bagi Perusahaan Pembiayaan (Leasing) yang Melakukan Pembiayaan Konsumen untuk Kendaraan Bermotor dengan Pembebanan Jaminan Fidusia, terbit 7 Agustus 2012.
Melalui peraturan ini, setiap Perusahaan Pembiayaan wajib mendaftarkan jaminan Fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia paling lama 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal perjanjian pembiayaan konsumen. Singkat cerita, tanpa ada Jaminan Fidusia pihak leasing tidak punya landasan hukum untuk menarik kendaraan dari konsumen yang menunggak. Biaya ini kemudian ditanggung konsumen dibebankan pada waktu pembayaran DP.
"Masalahnya Jaminan Fiducia baru bisa didaftarkan kalau ada jaminan BPKB, sedangkan proses untuk itu (BPKB) butuh waktu satu sampai dua bulan. Masalahnya, kalau kendaraan sudah bermasalah sebelum Jaminan Fidusia keluar, bagaimana ?!" tegas Gunadi.
Dampak yang terjadi terhadap industri sepeda motor karena Fidusia, lanjutnya adalah penjualan yang menurun. Pasalnya, biaya yang dibebankan pada konsumen otomatis meningkatkan DP yang harus dibayarkan di muka waktu mau beli sepeda motor.
"Kalau dengan leasing DP saja sudah ditetapkan minimal 25 persen, tambahan Fidusia bisa menambah beban uang pangkal jadi 30 persenan. Tentu memberatkan, untuk itu kami minta ditinjau ulang kebijakkan ini," tutup Gunadi.
© Kompas
Posted in: Motor
Pameran Motor Terbesar Indonesia Dibuka Hari Ini
Jakarta - Pameran sepeda motor Jakarta Motorcycle Show (JMCS) resmi dibuka Rabu, 31 Oktober 2012, di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Pameran sepeda motor dua tahunan yang digelar sampai 4 November ini melibatkan merek dagang terkemuka di pasar sepeda motor Indonesia, seperti Yamaha, Honda, Suzuki, dan Kawasaki. Beberapa brand sepeda motor kelas premium, seperti Ducati dan BMW, turut serta dalam pameran ini.
"Perkembangan pasar sepeda motor di Indonesia pesat. Para produsen sepeda motor ini ingin turut serta dalam maraknya pasar sepeda motor Indonesia. Melalui JMCS, kita bisa menunjukkan pada masyarakat optimisme produsen," kata Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia selaku ketua panitia, Gunadi Shinduwinata, pada acara pembukaan di JCC, Rabu, 31 Oktober 2012.
Pameran JMCS kali ini mengusung tema "Think Green, Act Safely". Di sini, pengendara sepeda motor diajak untuk meminimalkan kerusakan lingkungan dan meningkatkan disiplin berlalu lintas. Gunadi memproyeksikan nilai transaksi dalam pameran JMCS mencapai kurang dari Rp 800 miliar. "Lima hari ini kan hanya satu sekian persen dari satu tahun. (Asumsikan) satu tahun, Rp 80 triliun, satu sekian persennya masih di bawah Rp 800 miliar," katanya.
Gunadi menduga nilai transaksi JMCS tidak akan melebihi Rp 1 triliun. Tahun lalu, nilai transaksi JMCS tidak sampai Rp 1 triliun. Pasalnya, ajang JMCS lebih menitikberatkan pada ajang teknologi dan model. Namun, pameran ini diharapkan bisa semakin meningkatkan kontribusi industri sepeda motor terhadap ekonomi Indonesia. Tahun ini, kontribusi sepeda motor terhadap PDB Indonesia (kapitalisasi pasar) mencapai Rp 120 triliun. Investasi pada industri motor mencapai 7 miliar dolar.
Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi berharap industri sepeda motor terus berkembang, khususnya sebagai penggerak industri non-migas. Indonesia masih tertinggal dari segi penggunaan sepeda motor dibandingkan negara-negara lain di Asia.
© Tempo
Posted in: Motor
Inovasi Motor BBG Karya Siswa SMK
Kramat - Maraknya kasus tawuran pelajar diberbagai daerah, ternyata dapat diantisipasi dengan mudah oleh dewan guru SMK Muhamadiyah Kramat. Ya, dewan guru setempat telah memberikan inovasi dan kreativitas dengan menciptakan motor berbahan bakar gas (BBG).
Kepala SMK Muhammadiyah Kramat, Abdul Wahid SKom mengatakan, sepeda motor berbahan gas tersebut merupakan hasil penelitiannya dengan dua siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yaitu M Rijalul Firdaus dan Ade Prasetya. Penelitian tersebut, berawal sejak satu bulan silam seusai dirinya dilantik menjadi pimpinan sekolah yang berlokasi di Jalan Garuda Kemantran itu.
Dirinya tak menampik, meski terkesan sederhana, namun kendaraan berbahan bakar gas itu, dapat menempuh jarak hingga 170 kilometer. Hal ini terbukti, ketika melakukan uji coba dengan rute Tegal-Semarang. Menurutnya, bahan bakar gas itu, lebih irit dua kali lipat jika dibandingkan dengan bensin.
"Kami menargetkan, dengan gas 3 kilogram ini, bisa menempuh jarak 240 kilometer," cetusnya, Rabu (31/10).
Dia menerangkan, untuk mewujudkan motor ber-BBG, pihaknya membutuhkan sejumlah komponen. Antara lain, vacuum valve dan regulator high pressure serta low pressure (converter kit). Komponen tersebut, direncanakan akan dipatenkan menjadi milik sekolah. Pihak sekolah juga memastikan sepeda motor hasil kreativitas mereka cukup aman digunakan.
Perwakilan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kramat, Radin menjelaskan, dengan hasil inovasi tersebut, diharapkan ada pihak lain, seperti pemerintah maupun swasta yang bersedia membantu pengembangan motor berbahan bakar gas tersebut. "Inovasi ini harus dikembangkan," tegasnya.
Tak heran, dengan adanya inovasi yang dilakukan para pelajar ini, ternyata mendapatkan apresiasi dari warga setempat. Tidak sedikit warga di sekitar sekolah yang sudah mulai melirik inovasi tersebut. Alasannya, BBM dengan menggunakan bahan bakar dari gas adalah solusi atasi kenaikan bensin dikemudian hari.
Salah satu siswa peniliti motor BBG, M Rijalul Firdaus, siswa kelas 3 jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) mengatakan, kalau modifikasi yang ia ciptakan bersama rekannya Ade Prasetyo serta bimbingan kepala SMK Abdul Wahid ini, semata-mata sebagai upaya untuk mensiasati mahalnya bahan bakar minyak seperti bensin.
Untuk bisa beralih dari bensin ke gas hanya butuh biaya tidak kurang dari Rp 400.000. Harga itu merupakan harga untuk converter kit dari bensin ke gas yang mereka ciptakan."Kreatifitas ini untuk mengantisipasi melambungnya harga bensin," ucapnya.
Tidak hanya itu saja, manfaat menggunakan bahan bakar gas, selain ramah lingkungan, sepeda motor jenis apa saja kalau sudah menggunakan BBG akan lebih irit. "Kalau motornya masih baru, itu akan lebih bagus lagi," pungkasnya.(yer)
© Jpnn
Posted in: Energi,Inovasi,Motor
Moge Listrik dari Solo
Surakarta : Sekilas motor itu mirip motor gede buatan Amerika Serikat, Harley Davidson. Bodi motor menjorok ke depan. Tempat duduk agak jauh dari setang dan pijakan kaki krom putih. Berat motor ratusan kilogram dan tanpa kursi pembonceng.
Hanya saja ada perbedaan mencolok dengan Harley Davidson. Motor warna biru dan putih itu tidak mengeluarkan suara dan asap. “Karena ini motor listrik,” ujar Dwi Rahmad, mahasiswa Diploma III Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu, 3 Juli 2013. Dwi merupakan anggota tim pembuatnya. Mereka menyebut timya Harlem atau Harley Electric Motorcycle>
Tim ini terdiri dari 6 mahasiswa DIII Fakultas Teknik UNS. Ada empat orang dari Teknik Mesin dan dua lainnya Teknik Otomotif. Semuanya mahasiswa semester akhir. “Harley listrik ini jadi tugas akhir kami,” kata anggota lainnya, Teguh Widiyanto.
Mereka kesengsem dengan bodi Harley sehingga sengaja meniru. Bagian depan motor yang gambot bukan untuk menampung bahan bakar, melainkan tempat empat aki kering sebagai sumber tenaga penggerak motor listrik. “Kami pakai 4 aki, masing-masing 12 Volt dan 65 Ampere,” ujar Dwi.
Pemakaian empat aki dapat dipakai menjalankan motor listrik selama 5 jam atau 65 kilometer. Kecepatan maksimalnya 80 kilometer per jam. Di bagian setang motor berbobot 110 kilogram tersebut terdapat tiga lampu indikator, hijau, kuning, dan merah. Indikator itu menunjukkan sisa tenaga listrik. “Kalau merah berarti hampir habis,” katanya. Untuk mengisi empat aki yang sudah dijadikan satu rangkaian tersebut butuh waktu 6-7 jam.
Perakitan motor dimulai Maret 2013 dan selesai Juni 2013. Sebagian besar komponen yang dipakai buatan dalam negeri. Kecuali motor listrik yang diimpor dari Cina. “Kami membuat rangka sendiri. Bodi dibuat dari fiber,” ujarnya. Total mereka menghabiskan dana Rp 29 juta untuk Harley listrik.
Dosen pembimbing tugas akhir, Sukmaji Indro Cahyono mengatakan masih ada kekurangan di motor listrik. Misalnya ukuran aki yang besar dan waktu pengisian yang lama. “Kami terus menyempurnakan,” katanya. Kelemahan lainnya, Harley listrik tak kuat menanjak tanpa ancang-ancang.
● Tempo

Posted in: Indonesia Teknologi,Motor
Letkol Joko
Pencetus Ide Motor Gas Tentara Rakyat di Aceh Sejumlah personel TNI sibuk menghidupkan sepeda motor dan becak mesin kala Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu datang ke stand mereka. Hanya beberapa kali dinyalakan dengan kaki, motor yang parkir di depan Gedung Balai Teuku Umar, Kodam Iskandar Muda akhirnya hidup.
Motor tersebut memang sedikit berbeda, karena di belakangnya terdapat tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram. Untuk urusan tenaga, tidak kalah dibandingkan sepeda motor pada umumnya yang belum dimodifikasi. Prajurit TNI di Aceh memiliki kemampuan khusus untuk merakit motor sehingga bisa menggunakan gas elpiji.
Adalah Letkol Joko, Perwira Pembantu Madya (Pabandya) inilah yang mengajarkan sejumlah prajurit TNI dapat merakit sepeda motor. Mereka tak butuh waktu lama untuk belajar cara memodifikasi motor agar dapat menggunakan elpiji.
"Hanya dua hari saya ajarkan. Hari pertama teori hari kedua langsung praktik," kata Joko kepada detikcom, Kamis (20/11/2014).
Letkol Joko punya alasan khusus mengapa dirinya mengajarkan prajurit TNI bisa merakit motor yang dinamakan "motor gas tentara rakyat". Menurutnya, jika sewaktu-waktu BBM langka, TNI masih tetap dapat menggunakan motor untuk bepergian.
Selain itu, hal tersebut dilakukan Letkol Joko untuk menjawab keresahan masyarakat terkait kenaikan harga BBM bersubsidi. Dengan menggunakan motor gas, masyarakat maupun TNI dapat berhemat hingga empat kali lipat.
"Gas ukuran tiga kilogram ini bisa digunakan untuk jarak tempuh 500 hingga 600 kilometer. Kalau kita gunakan premium itu sudah 12 liter lebih," jelas Joko.
Untuk merakit motor gas, kata Joko, hanya perlu menggantikan karburatornya saja. Untuk perakitannya hanya berkisar antara satu hingga dua jam permotor.
Ide Letkol Joko merakit motor gas ternyata mendapat sambutan positif dari Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto. Pada Minggu (23/11) mendatang, Kodam IM berencana membuat pameran sekaligus berbagi tips merakit motor kepada masyarakat.
"Kami ingin berbagi kepada masyarakat bagaimana cara membuat motor agar bisa memakai gas," ungkapnya.
Menurut Joko, motor gas tersebut mempunyai tingkat keamanan sesuai dengan motor yang memakai bahan bakar premium. Hanya saja sekarang ia belum memiliki kemampuan untuk memperbagus penampilan motor tersebut.
"Kelihatannya gak bagus motor ini karena ada tabung gas. Ini sedang kita cari cara bagaimana agar motor ini terlihat bagus," jelas Joko.
Motor menggunakan gas baru pertama kali dibuat di Aceh. Sedangkan di sejumlah daerah lain di Indonesia, sudah pernah dibuat sebelumnya.
"Kalau di Aceh, kita pertama kali," tutupnya.Motor Berbahan Bakar Elpiji Rakitan TNI Aceh ini Pikat Menhan Ryamizard Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi Rp 8.500/liter, pasukan TNI di Aceh punya cara khusus untuk berhemat. Mereka merakit motor sehingga menggunakan gas elpiji tiga kilogram sebagai pengganti premium.
Penampilan motor yang diparkir di halaman Kodam IM itu memang masih seperti biasa. Hanya saja di bagiannya terdapat tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram. Motor tersebut hari ini dipamerkan untuk menyambut kedatangan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu ke Kodam.
Sejumlah prajurit TNI menjelaskan kelebihan motor yang sudah dirakit sehingga bahan bakar dapat dikonversi ke gas. Selain motor, juga ada becak mesin yang sudah dirakit menggunakan gas.
"Ini buat sendiri," tanya Ryamizard, Kamis (20/11/2014). "Siap," jawab seorang prajurit.
Perwira Pembantu Madya (Pabandya) Kodam IM, Letkol Joko, mengatakan, kelebihan motor pakai gas yaitu tidak bakal banjir beda dengan sepeda motor yang menggunakan bahan bakar premium. Selain itu, juga tidak butuh biaya besar untuk merakit motor dikonversi ke gas.
"Jadi jarak tempuh satu tabung gas ukuran 3 Kg ini adalah 500 hingga 600 kilometer," kata Joko kepada detikcom.
Sejumlah motor yang sudah dirakit tersebut, masih memiliki kekurangan yaitu tampilannya menjadi tidak menarik. Pasalnya, di belakang terdapat tabung gas sehingga menjadi kurang bagus.
"Cuma itu kekurangannya," jelasnya.
Untuk merakit motor menjadi seperti itu, mereka hanya butuh waktu sekitar satu hingga dua jam. Dibandingkan motor biasa yang menggunakan bahan bakar, kata Joko, motor yang sudah dirakit tersebut menjadi sangat hemat.
"Kalau dibandingkan motor biasa lebih hemat ini sekitar Rp 80 ribu untuk ukuran jarak tempuh 500 hingga 600 kilometer," ungkap Joko.
★ detik

Posted in: Artikel,Energi,Indonesia Teknologi,Inovasi,Motor
Motor Listrik Hingga Robot Buatan Karyawan PLN
Inovasi Anak Bangsa PT PLN (Persero) menggelar pameran dan beberapa seminar kelistrikan. Acara ini sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional ke-69, yang jatuh pada 27 Oktober 2014 mendatang. Acara yang dinamakan KNIFE (Knowledge, Norm Discussion Form, Inovation Contest, Festival, and Exhibition) ini digelar selama 3 hari, 8-11 Oktober 2014 di Kantor Pusat PLN, Jl Trunojoyo, Blok M, Jakarta. "Hari pertama ada knowledge sharing, diskusi panel soal CNG, dan smart greeting yang akan dibawakan dari tamu kita dari Amerika Serikat, ITB dan juga teman kita dari PLN," kata Ketua Panitia KNIFE, Satri Palanu di kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (8/10/2014). Dia juga menyebut, pameran dihadiri oleh 29 peserta, yang memamerkan semua karya inovasi PLN dan anak usaha PLN yang telah melewati beberapa proses penjurian dan pengujian. "Semua karya-karya terbaik dari teman-teman PLN," tuturnya. Di hari kedua, lanjut Satri, juga diadakan perlombaan inovasi yang diikuti oleh karyawan PLN dari Sabang sampai Merauke. Peserta lomba menurut Satri terdiri dari 45 karya inovasi dari para pegawai PLN yang berpotensi. Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta. Dia mengatakan, apa yang sudah dihasilkan dari inovasi-inovasi ini bisa dibuat secara massal. Karena menurutnya, apa artinya inovasi jika tak diproduksi secara massal. "Saya harap ini bisa diproduksi massal. Apakah nanti akan digunakan untuk PLN atau di luar PLN," kata Gusti. Dari pengamatan detikFinance, dipamerkan hasil karya inovasi PLN seperti helikopter untuk mengontrol jaringan transmisi yang dinamai quadkopter, lalu motor listrik, robot, meteran listrik, dan beberapa karya inovasi lainnya.
★ detik

Posted in: Energi,Ilmu Pengetahuan,Inovasi,Motor,Robot
Pakai Motor Listrik, Jarak Tempuh 200 Km Paling Mahal Cuma Rp 9.000
Banyak eksperimen yang menunjukkan menggunakan kendaraan bermotor roda dua bertenaga listrik sangat hemat. Menurut pihak PT PLN (Persero), dengan motor listrik, jarak 200 km hanya butuh biaya Rp 9.000. "Motor atau mobil listrik itu bahan bakarnya sangat-sangat murah, sekali isi baterai, kendaraan bisa menempuh jarak ratusan kilo meter," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN Bambang Dwiyanto ditemui detikFinance di acara Pameran Inovasi PLN di Kantor PLN Pusat, Jumat (10/10/2014). Bambang mencontohkan, seperti sepeda motor buatan Mario Rivaldi dengan merek Betrix, sekali charger (isi baterai) selama 2 jam, sudah dapat menumpuh jarak 200 Km. "Listrik yang dibutuhkan hanya 7-8 kWh saja, dengan harga listrik keekonomian atau tanpa disubsidi sekalipun hanya habis Rp 9.000," ungkapnya. Bambang menambahkan, bila kendaraan listrik makin banyak di jalan tentunya akan sangat membantu pemerintah khususnya dalam mengurangi subsidi BBM. "Bayangkan hanya Rp 9.000 sekali charger, sudah bisa tempuh 200 km, tanpa subsidi lagi, kalau pakai BBM? 1 liter bisa tempuh misalnya 20 km artinya sama dengan 10 liter BBM kali sekarang harga BBM subsudi Rp 6.500 sudah menghabiskan Rp 65.000 apalagi kalau non subsidi Rp 12.000/ liter habis Rp 120.000 untuk 200 km pakai motor listrik hanya Rp 9.000 saja," ungkapnya. Bambang menambahkan untuk masalah pasokan listrik PLN sangat siap, sementara industri yang menyediakan SPBU-nya sudah ada pihak swasta yang siap menyediakan. "PLN siap sama penyediaan listriknya, kendaraanya seperti ini (motor listrik Betrix) sudah ada, mobil listrik juga sudah ada bahkan PLN sudah menggunakan di beberapa tempat untuk operasional," tutupnya.(rrd/hen) ★ detik

Posted in: Artikel,Inovasi,Motor
Mahasiswa IBI Darmajaya ciptakan alat pemanas mesin kendaraan otomatis
Kreasi di Bidang Otomotif
Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Bandarlampung, Harun Yahya, menciptakan alat pemanas mesin kendaraan otomatis. Menurut Harun, di Bandarlampung, Rabu, alat ini dapat digunakan untuk memanaskan mesin kendaraan tanpa harus repot menyalakan mesin secara manual. Kreasi di bidang otomotif ini memanfaatkan rangkaian IC RTC DS1307 yang berfungsi sebagai settingan jam, yang dapat mengatur waktu pemanasan kendaraan sesuai keinginan. Dia menyatakan, alat pengaturan waktu pemanasan mesin ini cukup diset sekali. "Misal kita set waktu pemanasan mesin sepeda motor pukul 06.30 WIB, maka mesin kendaraan akan menyala pada pukul tersebut dengan sendirinya. Jika suhu mesin sudah panas atau mencapai lebih dari 80 derajat Celsius, maka kendaraan akan mati secara otomatis. Hanya diperlukan sekali setting untuk seterusnya," katanya pula. Dia menambahkan, alat pemanas mesin motor otomatis ini bekerja dengan menggunakan beberapa perangkat keras, seperti mikrokontroler atmega 8 yang berfungsi sebagai kendali utama, dan sensor suhu LM35 yang berfungsi untuk mengukur suhu mesin sepeda motor. Untuk penampil waktu dan suhu mesin motor digunakan LCD. "Sebagai kontak dan starter motor, kami menggunakan rangkaian relay. Sedangkan perangkat lunak yang digunakan pada alat ini adalah software arduino SDK yang ditanamkan pada mikrokontroler Atmega 8," kata mahasiswa pencinta futsal tersebut. Harun mengakui, ide membuat pemanas mesin otomatis ini lahir dari pengalamannya selama memiliki kendaraan sepeda motor, yang sering mengalami kerusakan aki dan harus diganti. "Setelah ditelusuri ternyata penyebabnya adalah faktor kebiasaan saya yang sering lupa memanaskan mesin kendaraan. Untuk itu, dengan alat ini diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi para pengendara yang ingin memanaskan mesin kendaraannya," ujar Harun yang mengaku banyak mendapatkan arahan dari Dodi Yudo Setiawan SI MTI selaku dosen pembimbing. Guna memaksimalkan pemanfaatan alat ini, Harun menegaskan dirinya akan terus melakukan pengembangan dan kreasi agar lebih baik. "Alat pemanas mesin kendaraan otomatis ini masih terlalu mahal jika dikomersialkan. Untuk satu alat yang saya buat, saya sudah menghabiskan Rp700 ribu namun saya akan mengupayakan kemasan yang simpel dan harga yang lebih murah. Sedangkan untuk settingan waktu, saya juga berencana mengubahnya dengan SMS. Mudah-mudahan alat ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya pula. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Riset IBI Darmajaya, Envermy Vem MSc, mewakili Rektor IBI Darmajaya, Dr Andi Desfiandi SE MA mengatakan, sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lulusan yang berkompeten di bidangnya dan berwawasan technopreneurship, IBI Darmajaya terus memotivasi mahasiswanya untuk melahirkan karya ilmiah yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat. "Kami bangga pada mahasiswa yang aktif dan kreatif menghasilkan penelitian maupun karya ilmiah, sehingga diharapkan penelitian-penelitian tersebut dapat memberikan sumbangsih tidak hanya bagi perguruan tinggi tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya.(B014/KWR)
★ Antara

Posted in: Indonesia Teknologi,Mobil,Motor
★ Supermoto Sport Listrik Pertama RI Karya Putra Petir
Jakarta ♞ Putra-putri Indonesia sudah bisa menghasilkan produk unggulan di sektor otomotif bertenaga listrik. Salah satunya adalah sepeda motor listrik yang diberi nama eSupermoto.
Sepeda motor sport bertenaga listrik ini besutan Mario Rivaldi yang masuk daftar sebagai ahli kendaraan listrik atau familiar dipanggil pandawa putra petir.
"eSupermoto yang dipakai di jalan cocok untuk jalanan di Indonesia. Ini produksi terbatas," kata Mario pada acara RITECH Expo 2014 di Kantor BPPT Jalan MH Thamrin Jakarta, Sabtu (9/8/2014).
Mario menerangkan eSupermoto ini telah diproduksi dan dipesan oleh Kementerian Perhubungan sebanyak 10 unit. Supermoto ini merupakan asli rancangan Mario. Untuk pengembangan eSupermoto, Mario hanya membutuhkan waktu 8 bulan.
Untuk pengembangan eSupermoto, Mario didukung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, Kementerian Perhubungan, LIPI hingga institusi swasta lainnya.
Mario mengaku eSupermoto karyanya akan diproduksi berdasarkan permintaan masyarakat. eSupermoto dibandrol Rp 39 juta sampai Rp 40 juta per unit.
"Tahun ini mulai diproduksi massal. Jumlahnya tergantung pada permintaan," jelasnya.
eSupermoto yang telah mampu diisi listrik pra bayar ini mampu melaju dengan kecepatan 100 km per jam namun saat ini baru dirancang sampai 70 km per jam. Sekali setrum, eSupermoto mampu melaju hingga 120 km.
"Sekali charger biasa, butuh waktu 8 jam dari kosong. Saya ada charger, bisa 2 jam full," ujarnya.(feb/ang)
● detik

Posted in: Indonesia Teknologi,Motor
Peneliti Indonesia berhasil kembangkan motor BBG
motor dapat dinyalakan dengan mudah dan `langsam` Tim peneliti dari Universitas Surya, Tangerang, telah berhasil mengembangkan motor berbahan bakar gas (BBG) untuk menggantikan fungsi bensin sebagai sumber energi utama pada kendaraan.
"Motor karya kami bekerja dengan konverter kit yang merubah gas menjadi sumber energi baru pada motor," kata Direktur Peneliti Pusat Inovasi dan Sertifikasi Universitas Surya, Pudji Untoro di Serpong, Tangerang, Banten, Senin.
Pudji menjelaskan, Konverter kit adalah rangkaian alat yang berfungsi mengalirkan gas dari tabung ke mesin sesuai dengan kebutuhan motor dan pengemudi.
Meskipun penelitian mengenai motor berbahan bakar gas sudah pernah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, jelas dia, namun pihaknya mengklaim bahwa kinerja motor BBG karya timnya merupakan yang paling sempurna.
"Motor kami telah mengalami penyempurnaan dari penelitian-penelitian sebelumnya, di mana motor dapat dinyalakan dengan mudah dan langsam," katanya.
Selain itu dia menambahkan, motor BBG karyanya juga tidak menemui masalah gas seperti penelitian-penelitian sebelumnya yang mati apabila digas terlalu pelan ataupun digas terlalu kencang.
"Di motor kami, mau gas pelan ataupun kencang tidak ada masalah," katanya.
Ia mengatakan, penelitian motor berbahan bakar gas mulai dikembangkan timnya sejak tahun 2010 dan utamanya menggunakan sumber energi dari gas elpiji.
"Alasan kenapa kami menggunakan elpiji adalah karena gampang ditemui dimana-mana," katanya.
Namun dia menjelaskan, motor BBG bisa berjalan menggunakan seluruh energi gas, baik itu elpiji, Liquid Natural Gas (LNG), Compressed Natural Gas (CNG) ataupun gas lain.
"Karakteristik bahan bakar gas semuanya sama, hanya perlu merubah sedikit setelan, tergantung kebutuhan mesin dari gas yang digunakan," katanya.
Ia mencontohkan, sama seperti BBM, ada premium, pertamax dan lain-lain yang memiliki perbedaan karateristik, namun pada dasarnya memiliki sistem kerja yang sama.
Ke depan, dia mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan energi biogas, yang berasal dari sampah maupun kotoran untuk bisa menjadi bahan bakar kendaraan motor BBG.
"Kami harapkan sampah juga bisa menjadi sumber energi bagi kendaraan bermotor," katanya.(*)Motor BBG lebih hemat biaya Berdasarkan penelitian yanng dilakukan Universitas Surya, Tangerang, motor dengan bahan bakar gas (BBG) dapat menghemat biaya energi bila dibandingkan dengan menggunakan bensin.
"Motor gas dapat menempuh jarak 300 kilometer hanya dengan satu tabung gas elpiji tiga kilogram atau yang sering disebut dengan tabung melon," kata Peneliti Pusat Inovasi dan Sertifikasi Universitas Surya, Arbi Dimyati di Serpong, Tangerang, Banten, Senin.
Arbi menjelaskan, dengan motor gas, jarak tempuh 300 kilometer hanya memakan biaya seharga Rp15.000 sesuai harga elpiji tiga kilo di pasaran. Sementara, dengan menggunakan bensin, untuk mencapai 300 kilometer membutuhkan 7,1 liter seharga Rp48.750 sehingga teknologi ini disebutnya lebih hemat.
"Perhitungan dilakukan dengan asumsi sepeda motor pada umumnya memiliki perbandingan 1:40 atau satu liter untuk 40 kilometer," katanya.
Penelitian itu dilakukan melalui uji coba pada tahun 2013 dengan motor Honda Beat yang dipasang "konverter kit" untuk mengubah gas menjadi energi bakar dan menempuh rute dari Jakarta ke Denpasar, Bali pulang pergi.
"Untuk motor jenis lain akan sedikit berbeda, karena tergantung dari besaran cc mesinnya," katanya.
Nilai oktan elpiji sebesar 106 juga jauh lebih tinggi dari nilai oktan pada bensin yang hanya sebesar 88, karena itu dia mengatakan, pembakaran akan lebih sempurna, mesin lebih bersih dan pada akhirnya akan mengurangi biaya perawatan.
Selain lebih hemat, dia mengatakan, penggunaan LPG pada sepeda motor juga dapat mengurangi polusi karena menghasilkan emisi gas Nitrogen Oksida dan Karbondioksida (CO2) lebih sedikit dari pada premium, sehingga gas emisi yang dibuang lebih sedikit mengandung polutan.
"Motor berbahan bakar elpiji juga lebih ramah lingkungan jika di bandingkan motor bensin," katanya.
Tim peneliti dari Universitas Surya, Tangerang, berhasil mengembangkan motor berbahan bakar gas (BBG) guna menggantikan fungsi bensin sebagai sumber energi utama pada kendaraan.(*)
★ antara

Posted in: Artikel,Motor
4 Alat Pengaman Kendaraan SMKN 8 Bandung
Inovasi Siswa
[Tya Eka Yulianti] ★
Selain membuat perangkat pengaman motor dengan sidik jari, siswa-siswa SMKN 8 Bandung yang tergabung dalam Ekskul Robotika ternyata telah membuat tiga perangkat hebat lainnya. Itu berarti dalam waktu sekitar enam bulan, mereka telah sudah membuat empat alat. Keren!
Kepala Sekolah SMKN 8 Bandung, Euis Purnama menuturkan bahwa awal mula pembuatan alat-alat pengaman kendaraan ini karena saat itu siswa melihat maraknya aksi pencucian sepeda motor dan juga begal.
"Mereka kemudian memiliki keinginan dan kretivitas untuk mengamankan kendaraan motornya sendiri. Dengan bimbingan dari gurunya, Iwa Karniwa, mereka memikirkan dan mengerjakan bersama proyek-proyek ini," ujar Euis di SMKN 8 Bandung, Jalan Kliningan, Senin (7/3/2016).
Chandra Ramadhan (16), Ketua Ekskul Robotika menjelaskan alat-alat yang telah dibuatnya bersama teman-temannya. Yang pertama adalah pengaman berbasis android lengkap dengan aplikasi 'Anti Begal'.
"Kan sekarang hampir semua orang punya android, jadi kita punya ide pengaman motor lewat android," ungkap Chandra soal ide awalnya.
Aplikasi 'anti begal' ini diprogram nyambung dengan motor pemiliknya melalui jaringan bluetooth. Dari handphone android masing-masing, pemilik bisa mengendalikan motornya, bahkan tanpa kunci kontak.
"Jadi, misalnya lupa taruh kunci, kita tetap bisa menyalakan motor dengan android," terangnya.
Begitu juga untuk mematikan motor. Sehingga seandainya terjadi pembegalan dimana motor diambil oleh pelaku, maka kita bisa menghentikan motor yang dibawa tersebut dengan mengaturnya lewat android.
"Jadi pas motor kita dibawa begal, kita tinggal matikan lewat android," kata Chandra.
Namun karena menggunakan bluetooth jangkauan alat ini terbatas hanya sekitar 10 meter. Namun berbeda jika motor juga dilengkapi dengan GPS. Maka sejauh apapun, pemilik bisa mengendalikan motornya.
Setelah pengaman dengan aplikasi anti begal di android, tim ini juga membuat pengaman dengan sistem password dan juga menggunakan remote.
Untuk sistem password, alat dipasang di motor, kemudian saat akan ditinggalkan pemilik memasukkan password dan saat akan kembali menggunakan maka password harus dimasukkan lagi. Jika tidak cocok, maka motor tidak akan mau menyala atau bisa juga disetting berbunyi.
"Passwordnya bisa 2 sampai 10 digit. Terserah maunya sepanjang apa," tuturnya.
Sementara menggunakan remote, sistemnya mirip dengan android hanya saja perintah hanya melalui sensor remote.
Dari empat alat yang mereka ciptakan ini, rata-rata menghabiskan Rp 1,2 juta - Rp 2,1 juta. Yang termahal adalah yang menggunakan sidik jari.
Mereka berharap, perangkat pengaman ini nantinya bisa diaplikasikan oleh siapapun sesuai dengan kebutuhan dan selera masing-masing pemilik kendaraan.
"Jadi tinggal dipilih saja, dari 4 alat itu, mana yang paling enak," jelas Chandra. (tya/ern)
SMKN 8 Bandung Akan Patenkan Alat Pengaman Kendaraan
Hasil karya siswa-siswa SMKN 8 Bandung yaitu empat alat pengaman sepeda motor bakal segera didaftarkan ke Kementrian Hukum dan HAM. Setelah mendapatkan hak paten, SMKN 8 Bandung berharap ada yang ingin menggandeng mereka untuk memproduksi peralatan ini secara massal.
Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMKN 8 Bandung Euis Purnama di kantornya, Jalan Kliningan, Senin (7/3/2016). "Saat ini kita sedang proses hak paten ke Kemenkum HAM untuk empat hasil ciptaan anak-anak ini," ujar Euis.
Untuk mendapatkan hak paten, sekolah harus memenuhi berbagai syarat. "Kita nanti akan diundang, ada proses yang harus diisi, dilengkapi dan dibuat untuk dapat hak paten itu," katanya.
Euis menyatakan, sekolah akan mendukung dan memfasilitasi kegiatan positif siswa-siswanya. "Harus terus dikembangkan ini. Kita selalu support seperti mendanai inovasi mereka ini supaya mereka jangan sampai keluar uang sendiri," tutur Euis.
Ketua Ekskul Robotika SMKN 8 Bandung Chandra Ramadhan (16) mengaku senang dengan kegiatannya bersama dengan enam teman lainnya itu. Ia berharap, peralatan yang dibuatnya itu bisa bermanfaat bagi masyarakat.
"Semoga yang kita buat ini bisa mengurangi angka pencucian dan pembegalan," katanya.
Ia juga berharap ada pihak ketiga yang tertarik dengan inovasi yang mereka buat untuk mengembangkannya menjadi lebih baik. "Kita ingin juga supaya bisa dipakai sama orang-orang, diproduksi massal," tutur Chandra.
Untuk perangkat keamanan kendaraan, tim Robotika SMKN 8 Bandung mengaku sudah cukup puas dan akan mencari ide lainnya. "Untuk pengamanan motor sudah sampai 4 saja. Kami inginnya sih setelah ini mau buat robot, masa tim Robotika tapi enggak punya robot," candanya. (tya/ern)
✈️ detik

Posted in: Artikel,Ilmu Pengetahuan,Inovasi,Motor
★ Motor Listrik Gesits
Jadi Perangsang Industri Komponen Lokal Motor Listrik Gesits ★
Kehadiran motor listrik nasional Gesits rakitan Universitas Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kerja sama dengan Garansindo dinilai akan memberikan dampak positif bagi majunya industri otomotif di Indonesia.
Muhammad Al Abdullah, CEO Garansindo menjelaskan, hal ini mengingat komponen lokal Gesits yang saat ini mencapai 90 persen. Keyakinan ini semakin bertambah setelah Garansindo bergabung dalam Industri Otomotif Indonesia (IOI).
“Kami berkomitmen untuk membesarkan Tier 2 dan Tier 3, karena komponennya Gesits yang diproduksi dalam negeri kebanyakan menggandeng UKM,” kata pria yang akrab disapa Memet ini di Jakarta, Rabu, 29 Juni 2016.
Sedangkan motor listrik yang ada di Indonesia, semuanya masih impor dari luar. “Jadi baru kami yang satu-satunya mempunyai motor listrik rakitan lokal, dengan begitu, harapan kami yang menjadi anggota pertama dari IOI adalah Gesits,” ujarnya berharap.
Pengaruh kehadiran Gesits ini juga dirasakan Memet dengan banyaknya motor-motor listrik yang mulai berdatangan dari luar negeri.
100 Persen Asli Indonesia
Gesits, motor listrik lokal racikan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya hingga sekarang komponen lokalnya 90 persen, untuk 10 persen sisanya masih impor. Barang yang diimpor adalah baterai, dan kini tengah coba dikembangkan.
Saat ini, Garansindo dan pemerintah sudah menunjuk dua universitas terkemuka di Indonesia untuk meracik baterai secara utuh. Hal itu diungkapkan langsung oleh Muhammad Al Abdullah, chief executive officer (CEO) Garansindo.
Ia menjelaskan, sesuai arahan menteri dan presiden, akhirnya Garansindo bekerja sama dengan dua universitas di luar ITS untuk mengembangkan baterai. “Jadi, habis Lebaran kami akan tanda tangan MoU soal pengembangan cell baterai Gesits,” kata Abdullah, Rabu 29 Juni 2016.
Seperti diketahui, cell dari baterai Gesits masih impor, sehingga hanya boks modulnya buatan lokal. “Kalau cell baterai kami masih impor dari Panasonic untuk saat ini, yang kami belum mampu kan membuat cell-nya, makanya menggandeng dua universitas tersebut,” katanya.
Berarti, dua perguruan tinggi itu memiliki tugas masing-masing. “Satu dari mereka ada yang mengembangkan cell baterai Lithium, satu lagi sudah menyiapkan recycle baterainya,” katanya.
“Jadi, saat mulai produksi ketiganya terjawab, karena dukungan pemerintah cukup signifikan. Sementara itu, ITS juga lagi digenjot agar baterai yang sudah ada ini bisa waterproof. Mereka lagi uji coba terus, baterai direndam ke air,” katanya.
★ Vivanews

Posted in: Indonesia Teknologi,Motor
Wakil Dubes AS Puji Motor Listrik ITS
[Logo ITS]
Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Brian McFeeters, memuji mobil dan motor listrik ITS saat mengunjungi dua dosen ITS yang menerima hibah penelitian Partnerships for Enhanced Engagement in Research (PEER) di Rektorat ITS Surabaya, Selasa.
Kehadiran Brian McFeeters tidak hanya mengunjungi dosen tersebut, tapi dia juga menyempatkan diri berkunjung ke Bengkel Mobil Listrik Nasional (Molina) ITS untuk melihat mobil dan motor listrik ITS.
"Luar biasa, saya berharap teknologi Indonesia akan terus maju lewat ITS," katanya memberi pujian kepada Rektor ITS Prof Joni Hermana.
Bahkan, McFeeters juga mempunyai harapan agar motor/mobil listrik ITS itu dapat dikomersialkan. "Saya harus berfoto di sini (di depan motor dan mobil listrik), sehingga nanti jika motor ini laris di pasaran, saya punya kenangan pernah berfoto di sini," katanya berkelakar.
Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan oleh civitas akademika ITS, termasuk penelitian dalam program PEER dapat dimanfaatkan untuk kepentingan nasional yang lebih besar dan sekaligus dapat dikomersialkan.
Dua penelitian yang menerima Program PEER 2016 yakni penelitian tentang Proses Sidementasi Bengawan Solo oleh Dr Ria Asih A. Soemitro M.Eng dkk dan penelitian tentang Permodelan Cuaca Ekstrem oleh Dr Heri Kuswanto. Masing-masing menerima dana penelitian 200 ribu dollar AS.
Rektor ITS Prof Joni Hermana mengatakan, melalui program PEER, ITS ingin membangun jejaring penelitian dengan beberapa perguruan tinggi di Amerika, sekaligus mencari pengalaman berkolaborasi dalam sebuah penelitian.
"Kami berharap penelitian ini akan menghantarkan ITS untuk menuju world class university," katanya.
PEER adalah program hibah melalui proses seleksi yang memberikan dukungan kepada para ilmuwan dari 63 negara untuk mendapatkan dana penelitian yang menjawab berbagai prioritas pembangunan.
Di Indonesia, program ini meningkatkan manfaat penelitian bersama antara ilmuwan Amerika yang didanai oleh pemerintah dan para ilmuwan Indonesia untuk melakukan penelitian yang akan berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.
Lima siklus penerimaan proposal program PEER sebelumnya telah memberikan dana sekitar 2,6 juta dollar AS untuk peneliti Indonesia.
Pada tahun 2016, PEER memberikan dana untuk enam penelitian yang menjawab permasalahan mitigasi perubahan iklim, penyakit menular, dan pendidikan ilmu pengetahuan sehingga jumlah seluruh penelitian yang didanai di Indonesia menjadi 43 buah.
Amerika Serikat merasa gembira dapat mendukung kemitraan antara peneliti Amerika dan Indonesia yang menjawab tantangan penting di bidang kesehatan, lingkungan, dan lainnya.
"Penelitian bersama akan mencari solusi terobosan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk memajukan pencapaian tujuan pembangunan Indonesia," kata Brian McFeeters.
✈ Antara

Posted in: Indonesia Teknologi,Inovasi,ITS,Mobil,Motor,Transportasi
★ Motor Listrik Nasional Bersiap Mengaspal
Gesits, Motor Listrik Buatan ITS dan Garasindo [CNN Indonesia/Andry Novelino] ☆
Motor listrik yang digarap Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) bekerjasama dengan Garasindo atau yang dikenal Gesit (Garansindo Electric Scooter ITS), bersiap untuk melangkah lebih jauh.
Gesits bersiap untuk melakukan uji coba kemampuan dan kehandalan teknologi listrik dari motor buatan anak bangsa tersebut.
"Dukungan luar biasa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia membuktikan komitmen pemerintah dalam mengapresiasi hasil karya anak bangsa dan mengurangi pencemaran polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermesin konvensional selama ini, juga akan membuktikan kemampuan sumber daya bangsa Indonesia yang tentunya akan mengangkat harkat dan martabat Negara dan bangsa Indonesia di mata dunia Internasional," ujar Muhammad Al Abdullah selaku CEO Garansindo Group di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Senin (7/11).
Gesit merupakan sepeda motor listrik dengan daya motor 5KW yang dapat menempuh jarak sejauh 80-100 kilometer dalam satu pengisian baterai, dengan kecepatan maksimal sampai dengan 100km perjam atau setara dengan motor skuter bermesin konvensional 125cc.
Karena sepeda motor ini menggunakan tenaga listrik, maka pengisian baterai membutuhkan sekitar 1.5 - 3 jam untuk sekali pengisian.
Muhammad Al Abdullah juga menegaskan mengenai infrastruktur baterai yang mulai dipasarkan di wilayah Jawa terlebih dahulu.
Motor Listrik Nasional Bersiap Mengaspal [CNN Indonesia/Andry Novelino]
“Memang di Jawa paling besar ya tapi kalau kita berhasil berkerja sama dengan seluruh SPBU Pertamina, ya berarti hampir sempurna, tabung batrei si Gesit juga lebih mudah dijumpai, nanti juga ada motor-motor listrik lain buatan Indonesia, kalau bisa jangan sampai import lagi, kita juga berharap ada prototipe lain," ujarnya.
Rencana nya pada hari Senin (7/11) siang ini, beberapa rider dari ITS akan melakukan touring sebagai uji jalan mulai dari Jakarta sampai Bali dari tanggal 7 sampai 12 November 2016, jarak yang ditempuh sekitar 1.200 kilometer. (tyo)
Dijual Kurang dari Rp 20 Juta
Uji coba motor listrik nasional, Gesits (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Gesits (Garansindo Electric Scooter ITS) adalah motor bertenaga listrik produk riset hasil kerja sama antara ITS dengan PT. Garansindo Surabaya. Bila dijual ke pasaran harganya bisa mencapai Rp 20 juta.
Informasi yang didapat dari Mohammad Al Abdullah selaku CEO Garansindo Group bahwa kemungkinan harga jual untuk motor listrik Gesits ini adalah kurang dari Rp 20 juta.
"Kalau masalah harga kita tetap pada rencana awal, bahwa Gestis akan dijual di pasaran dengan angka di bawah Rp 20 juta, tetapi secara global itu bisa menghemat 30-50 persen," ujarnya.
Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian laboratorium dan pengujian di jalan raya.
"Gesits dijadwalkan akan diproduksi massal oleh Garansindo pada pertengahan tahun 2017. Sudah selayaknya Indonesia memiliki sepeda motor hasil rancang bangun anak bangsa terbaik di Indonesia," katanya.
Dalam rangka mendukung program "hilirisasi" hasil riset Perguruan Tinggi tersebut akan dijadikan sebuah industri.
Prototipe hasil kerjasama tersebut mendapatkan aliran dana dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) sebesar Rp 5 miliar dan telah ditampilkan ke publik pada tanggal 3 Mei 2016 secara langsung oleh Menristek Mohammad Nasir.
"Dana Rp 5 miliar yang dialokasikan dari Kemenristekdikti kepada ITS yang mengerjakan inovasi tentang motor Gesits kita lakukan karena produk ini tidak mungkin tanpa ada pendampingan dan pembiayaan," ungkap Mohammad Nasir di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Senin (7/11).
Lewat bantuan hibah riset Kemenristekdikti tersebut, telah dihasilkan 5 unit sepeda motor listrik Gesit yang siap diuji kehandalan dan unjuk kerjanya.
Jadi 'Ancaman' Pasar Roda Dua
Motor listrik pertama buatan dalam negeri Gesits. (gesits.co.id)
Diam-diam Institut Teknologi Surabaya (ITS) tengah menggarap motor listrik, bahkan telah memasuki tahap penyelesaian dan akan segera dipasarkan. Pengenalan motor listrik nasional yang diberi nama Gesits ini akan diuji coba mengarungi perjalanan 1.000 km dari Jakarta menuju Bali, pada 7-13 November 2016.
Presiden Joko Widodo direncanakan akan melepas uji coba di Jakarta. Selain dukungan Jokowi, bakal dilepas dan diproduksinya massal Gesits juga mendapat dukungan penuh dari Menristekdikti, M Nasir.
Motor listrik nasional Gesits akan mulai diproduksi pada awal 2017. Di tahap awal motor akan diproduksi sebanyak 100.000 unit.
Angka produksi yang tergolong banyak itu pastinya untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat Indonesia dan perusahaan. PT Telkom merupakan salah satu pemesan terbanyak dengan angka 5.000 unit.
Nama Gesits adalah kependekan dari Garansindo Electric Scooter ITS atau kolaborasi yang dilakukan antara ITS dan Garansindo.
Tadinya motor akan diproduksi tahun 2017 dengan rencana penjualan tahun 2018. Namun Garansindo kemudian memutuskan untuk mempercepatnya menjadi tahun 2017.
"Gesits ada sinyal bisa maju produksi di awal 2017 dan mulai dijual pertengahan 2017," ujar CEO Garansindo Muhammad Al Abdullah.
Motor listrik yang memiliki kecepatan maksimum sekitar 100 km per jam ini rencananya akan dijual seharga Rp 15 juta.
Kabar soal motor listrik nasional yang dikembangkan ITS-Garansindo ternyata menarik perhatian Amerika Serikat.
Perwakilan Amerika di Indonesia melalui Wakil Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Brian McFeeters dan Konsul Jenderal Heather C. Variava mengunjungi ITS dan menyempatkan diri melihat Gesits. Keduanya lalu berpose dengan Rektor ITS Joni Hermana.
"Kami sangat senang dan bangga atas perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh Kedubes Amerika terhadap Gesits, yang merupakan calon motor listrik buatan anak bangsa Indonesia pertama," ujar Al Abdullah. (pit)
☠ CNN

Posted in: Artikel,Ilmu Pengetahuan,Indonesia Teknologi,Inovasi,ITS,Motor
Honda Tiger Buatan Purwokerto Mendunia
Lima Silinder `Racikan` Purwokerto Jadi Sorotan Dunia Modifikatornya menggunakan body work material simless pipe 4 mm, sementara konsep body works artistnya spiecehacker cat [Rio Apinino/Liputan6)] ☆
Modifikasi Honda Tiger yang berlaga di Yokohama masih jadi bahan pembicaraan banyak orang.
Motor `Naga Lima`, yang memperoleh titel modifikasi terbaik di gelaran Suryanation Motorland 2016, berhasil mencuri perhatian builder internasional, di Yokohama Hot Rod Custom Show ke-25, di Jepang.
Salah satunya adalah Yaniv Evan, builder Amerika Serikat (AS) sekaligus tamu kehormatan di ajang modifikasi internasional ini. Menurutnya, di antara banyak motor modif yang dipajang, Naga Lima adalah salah satu yang paling disukainya.
☠ Liputan 6

Posted in: Artikel,Ilmu Pengetahuan,Motor