India siap gandeng Indonesia produksi tablet murah
Tiga orang pelajar memperlihatkan Aakash (langit), yang disebut-sebut sebagai komputer tablet termurah di dunia. (REUTERS/Parivartan Sharma)Jakarta (ANTARA News) - Indian Institute of Technology (IIT) Rajasthan siap membantu Indonesia memproduksi komputer tablet murah seharga 35 dolar AS dengan menyediakan bantuan teknis hingga pengembangan produksi. Siaran pers KBRI New Delhi yang diterima ANTARA di Jakarta Jumat menyebutkan Ketua Tim Pengembang Tablet "Aakhaas", Prof. S. Yadav, yang didampingi penjabat Direktur IIT Rajasthan Prof. B. Ravindra, menyampaikan kesediaan itu kepada Dubes RI untuk India, Letnan Jenderal TNI (Purn) Andi M. Ghalib dalam kunjungannya ke IIT Rajasthan, Jodhpur, India, Rabu (1/2). IIT Rajahstan India baru-baru ini menghebohkan jagad informasi teknologi dunia dengan memproduksi komputer tablet termurah seharga 35 dolar AS. Prof. Yadav menjelaskan bahwa kunci murahnya komputer tablet itu sederhana. "Pertama, komponen harus dipilih yang murah tanpa mengorbankan mutu," katanya. "Kedua, proses produksi harus dioptimalkan, dengan mempertimbangkan aspek lokasi, upah buruh dan distribusi. Yang penting lagi, lanjut dia, adalah jumlah produksi yang harus mencapai jumlah massal sehingga skala ekonominya bisa dicapai. Pemerintah India melalui Kementrian Pengembangan Sumber Daya Manusia (Kementrian Pendidikan) telah menargetkan untuk membagi tablet tersebut kepada 18 ribu sekolah di seluruh India, sehingga jumlah produksinya lebih dari cukup untuk bisa menekan harga. Tablet "Aakaash" ini telah dikembangkan lebih jauh, seperti ditunjukkan dalam kunjungan tersebut. Kalau versi pertama prosesornya hanya 300 MHz, sehingga lambat untuk pemutaran video, maka sekarang telah ditingkatkan hingga 1,2 GHz, sehingga kinerjanya jauh lebih baik. "Memang harganya menjadi 60 dolar," ujar Prof. Yadav. Dalam kunjungan itu Dubes Andi M. Ghalib yang didampingi Atase Pendidikan KBRI New Delhi Dr. Son Kuswadi itu, menyambut baik tawaran tersebut, dan akan mengajak beberapa universitas di Indonesia untuk menyambut tawaran itu. Selain itu Dubes RI akan mengusulkan kepada Mendikbud untuk mengadakan program serupa di Indonesia, dengan menggandeng IIT Rajasthan ini yang telah bersedia memberikan bantuan teknisnya. Kunjungan itu juga bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana IIT Rajasthan yang baru dibangun 2008 telah berkembang begitu cepat. Dubes Andi M. Ghalib sangat terkesan atas konsep pengembangan IIT, yang tidak sekadar hanya memakai pendekatan konvensional. "Mengingat kita akan membangun dua institut teknologi baru di Kalimantan dan Sumatera, maka kita akan ajak para perancangnya untuk melakukan "benchmarking" ke Tanah Air," kata Ghalib. Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) telah ditunjuk pemerintah untuk mengembangkan institut teknologi masing-masing di Sumatera dan Kalimantan. (M016/D009)• ANTARA News 
Posted in: Gadget,Ilmu Pengetahuan,Komputer
Kaleng Bekas Bisa Memperkuat Sinyal WiFi
KOMPAS.com - Rumah Anda sudah dilengkapi dengan jaringan WiFi tetapi seringkali sinyalnya sering turun bahkan hilang, terutama bila laptop Anda berada jauh dari router/access point.Hal ini terjadi kebanyakan karena kualitas router itu sendiri atau terdapat penghalang/tembok yang dapat mengurangi kualitas sinyal WiFi.Berikut ini tips untuk memperkuat sinyal WiFi. Caranya sangat mudah dan hanya Anda cukup menggunakan bahan dari minuman ringan yang terbuat dari kaleng.Alat dan BahanSebelum memulai, siapkan bahan-bahan berikut:
- Gunting
- Pisau "cutter"
- "Double-tape" tebal
- Gelas besar
- Minuman dalam kaleng (sebaiknya minuman tak bersoda)
Alat dan bahan yang diperlukan.Langkah Pengerjaan
1. Cuci kaleng minuman yang telah kosong dan lepaskan kait pembuka pada kaleng. Dengan pisau cutter, potong habis bagian bawah kaleng.
2. Potong juga bagian atas kaleng, tapi sisakan sekitar 1-2 cm di dekat lubang.
Sumber : Rumpitekno
Posted in: Gadget,Ilmu Pengetahuan,Tips n Tricks
• KOMPAS.com
Penguat sinyal yang dibuat dengan cara di atas dapat meningkatkan sinyal minimal 2 baris.
5. Terakhir, selipkan antena router ke dalam lubang dan atur rentang sayap yang tercipta.
4. Pasang "double-tape" di bagian atas kaleng yang sekarang telah berubah menjadi bagian bawah.
3. Potong kaleng secara memanjang dengan gunting.
Telkom Dukung Ekosistem Industri Logistik

JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) TBk dan Telkomsigma memerkenalkan solusi teknologi informasi (TI) bagi pelaku bisnis ekspedisi dan forwarding di Indonesia.
Direktur Utama Telkomsigma, Rizkan Chandra, di talkshow interaktif bertema "Review Logistic Industry 2012" di Jakarta, Selasa (24/04), menyatakan, melalui solusi berbasis TI diharapkan seluruh aktivitas dapat dipercepat dan decision maker dapat menentukan strategi bisnis dengan lebih cepat.
Rizkan menyatakan, TI kini sudah dimanfaatkan sebagai senjata marketing yang ampuh untuk meningkatkan profit perusahaan. Oleh karena itu, teknologi informasi yang dulu hanya dipandang sebagai supporting system dalam dunia bisnis, kini sudah menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari bisnis itu sendiri. Solusi yang ditawarkan untuk bisnis ekspedisi dan forwarding tersebut berupa teknologi GPS (Global Positioning System) dan layanan TelkomCLoud.
Seminar “Review Logistic Industry 2012” yang diselenggarakan bersama Gabungan Perusahaan Freight Forwarding & Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) dihadiri oleh level-C perusahaan yang menjadi ekosistem logistik yang terdiri dari pelaku industri forwarding, ekspedisi dan transportasi.
“Dinamika pasar dan kecepatan pergerakan demand serta supply, membuat proses bisnis harus dapat mengimbangi kecepatan dinamika pasar agar dapat bersaing di industri,” ujar Rizkan Chandra.
Dinamika pasar seperti itu, menurutnya, harus disikapi oleh industri ekspedisi dan forwarder secara tepat. Karena industri ekspedisi dan forwarder memiliki peran penting dalam proses distribusi barang dan jasa.
“Tanpa proses distribusi yang tepat, bisnis utama tidak dapat berjalan dengan lancar. Jika barang atau jasa sampai dengan kondisi yang buruk, jumlah yang salah dan waktu yang terlambat tentu akan merugikan perusahaan,” lanjutnya.
Lantas, bagaimana menjawab tantangan pasar yang semakin kompleks tanpa menaikkan biaya investasi? “Tren GPS merupakan salah satu contoh solusi TI yang diimplementasikan oleh industri distribusi dan transportasi,” jawab Rizkan.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan GPS yang membantu mendistribusikan barang secara merata dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Jika jumlah produk yang didistribusikan jumlah dan jenisnya sedikit, akan sangat mudah untuk dipantau, demikian juga halnya jika jumlah yang diekspedisikan sedikit, akan mudah untuk di tracking.
Namun jika skalanya sudah semakin besar tentu tidak mungkin seluruh kegiatan dilakukan secara manual.Solusi TI bagi bisnis logistik TI akan menjadi bagian krusial bagi bisnis logistik. Penerapan layanan dan solusi TI pada semua aktivitas dapat dipercepat dan decision maker dapat menentukan strategi bisnis dengan lebih cepat.
TelkomCloud menyediakan solusi terintegrasi yang dapat mendukung berbagai aktivitas bisnis perusahaan. Kebutuhan berbagai komponen TI: Software, hardware, network dan infrastruktur data center dapat terpenuhi melalui solusi TelkomCloud. L ayanan TelkomCloud kami dapat dilihat di web site www.telkomcloud.com.
TelkomCloud merupakan layanan dan solusi TI yang berbasis cloud computing yang terdiri dari SaaS (Software as a Services) dan IaaS (Infrastructure as a Services).
Telkom Cloud yang telah diluncurkan sejak pertengahan tahun lalu, kian hari kian kaya dengan berbagai solusi dan layanan sesuai dengan kebutuhan industri yang ada di Indonesia. “Solusi TI yang terintegrasi dari TelkomCloud dapat menjadi pilihan bagi perusahaan di industri forwarding dan ekspedisi, tanpa biaya investasi yang tinggi untuk mengimplementasikan TI.
Perusahaan juga dapat meningkatkan service level kepada pelanggan, selain itu juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas,” ungkap Rizkan.
Solusi terintegrasi TelkomCloudTelkomCloud menawarkan solusi terintegrasi berbasis Cloud Computing dengan biaya investasi yang sangat minimal. Tanpa perlu melakukan CAPEX untuk penyediaan hardware, software, network ataupun struktur serta infrastruktur data center, perusahaan dapat mengimplementasikan TI dengan hanya membayarkan OPEX terhadap penggunaan berbagai komponen TI tersebut.
Selain itu perusahaan tidak perlu dipusingkan oleh masalah TI yang rumit, tanpa harus khawatir dengan kesesuaian dengan regulasi pemerintah dan tidak perlu cemas dengan masalah koneksi jaringan. TelkomCloud memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk fokus dalam pengembangan bisnis, meningkatkan revenue dan meningkatkan efisiensi serta kinerja perusahaan.
“Solusi TI yang terintegrasi dari TelkomCloud dapat menjadi pilihan bagi perusahaan di industri forwarding & ekspedisi, tanpa biaya investasi yang tinggi untuk mengimplementasikan TI, perusahaan dapat meningkatkan service level kepada pelanggan, selain itu juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
TelkomCloud didukung sepenuhnya oleh strategic partner tepercaya yakni, NEC. Pertumbuhan industri menuntut perusahaan–perusahaan yang berada di industri logistik ini menjadikan TI sebagai hal krusial yang dapat membangun keunggulan kompetitif dan meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan revenue yang lebih banyak bagi perusahaan.Melalui informasi yang diolah melalui berbagai modul pada solusi TI tersebut akan aktivitas dapat dipercepat dan decision maker dapat menentukan strategi bisnis dengan lebih cepat. TelkomCloud menyediakan solusi terintegrasi yang dapat mendukung berbagai aktivitas bisnis perusahaan. (boy/jpnn)
• Jpnn
Posted in: Gadget,Telkom
BPPT ikut kembangkan alat penerjemah suara
Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ikut mengembangkan alat penerjemah suara yang disebut "VoiceTra4U-M".
"Aplikasi ini merupakan mesin penerjemah suara atau wicara-ke-wicara," kata Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT, Hammam Riza, pada acara Peluncuran ICT Outlook dan Kreasi Inovasi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, aplikasi itu akan memudahkan orang di dunia saling berkomunikasi tanpa halangan penguasaan bahasa asing.
"Aplikasi ini memungkinkan lima orang untuk berkomunikasi secara simultan dalam 23 bahasa yang berbeda-beda," katanya serta menambahkan aplikasi itu ditargetkan sudah bisa dinikmati masyarakat Indonesia awal tahun 2013.
Ia menjelakan pula bahwa aplikasi tersebut merupakan hasil kerja sama riset internasional Universal Speech Translation Advanced Research Consortium (U-STAR) yang beranggotakan 26 lembaga dari 23 negara, termasuk BPPT.
Dia menambahkan, seluruh anggota U-STAR bekerjasama mengembangkan sistem penerjemah wicara multi-bahasa untuk menyediakan layanan penerjemah melalui aplikasi yang telah dirilis untuk umum.
"Peluncuran sementara pada 24 Juni lalu dirilis untuk iPhone tapi pada awal 2013 ditargetkan semakin luas," katanya.(W004)
♣ ANTARA News
Posted in: BPPT,Gadget
Merek Lokal Masih Berjaya
Jakarta - Terus digempur ponsel branded, rupanya tak membuat ponsel lokal tersisih. Paling tidak untuk pasar featured phone, merek lokal masih berjaya. Ia bahkan mampu mengimbagi brand terkenal seperti Nokia dan Samsung.
Suatu riset yang dilakukan International Data Corporation (IDC) mencatat bahwa, pada semester pertama tahun 2012, dari lima besar ponsel di Indonesia, tercatat dua merek lokal yakni Cross dan Mito.
Dari sisi penjualan, Nokia berada diperingkat pertama, disusul Cross, Samsung, Mito dan Blackberry. Dibandingkan tahun lalu, Blackberry mengalami penurunan peringkat. Penurunan, berdasarkan survei IDC disebabkan oleh terjadinya penurunan pengiriman produk ke Indonesia. Semester pertama tahun 2012 terjadi penurunan hingga 6 persen produk Blackberry ke Indonesia.
Faktor lain yang menjadi pemicu penurunan produk Blackberry adalah makin populernya ponsel dengan sistem operasi Android. Paling tidak ada sepuluh merek--termasuk sejumlah merek lokal, yang mengusung sistem operasi Android di Indonesia. Pangsa pasar Androidpun meningkat menjadi 52 persen.
IDC mencatat, pengiriman ponsel menengah kebawah pada kuartal kedua tahun 2012 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara pengiriman smartphone, dari kuartal per kuartal turun 6 persen, meskipun dari tahun per tahun pengiriman smartphone tumbuh 13 persen.
Analis Pasar Perangkat Klien IDC Indonesia, Darwin Lie mengatakan, pengiriman perangkat ponsel secara keseluruhan di Indonesia tumbuh 10 persen kuartal per kuartal, dan tumbuh 25 persen dari tahun per tahun.
Featured phone, kata Darwin, mencatat pertumbuhan yang tinggi pada saat smartphone mengalami penurunan hingga 6 persen. Diperkirakan pertumbuhan featured phone mencapai 13 persen. Tahun ini diperkirakan masuk 7 juta smartphone baru ke Indonesia.
Namun, angka itu jauh dibawah featured phone. IDC memprediksi feature phone yang masuk ke Indonesia tahun 2012 mencapai 45 juta unit, menyusul terjadinya peningkatan kebutuhan di pinggiran dan pedesaan.
Dua merek lokal, Cross dan Mito diperkirakan akan menjadi pemain utama di sektor featured phone. Ia akan bertempur sengit dengan brand global seperti Nokia dan Samsung yang juga bermain di segmen sama.
Publik Makin Percaya pada Merek Lokal?
Jakarta - Keberhasilan Cross mengungguli pemain besar seperti Samsung dan Blackberry menurut Direktur Marketing Cross Mobile, Janto Djojo tidak lepas dari komitmen untuk membuat produk berkualitas dan melihat kebutuhan konsumen secara riil.
"Kami senantiasa mengedepankan kebutuhan konsumen dan sangat menjaga kualitas sehingga mereka trust terhadap Cross," ungkap Janto Djojo. Keberhasilan itu disebutnya juga menggambarkan makin tingginya kepercayaan masyarakat kepada merek lokal.
Selain kualitas produk dan strategi marketing, Janto menyatakan layanan service centre, dan layanan purna jual menjadi perhatiannya. "Service centre kami sangat mudah didapat dimana-mana dan purna jual produk kami juga cukup bagus. Kami memang serius di bisnis ini, bukan pebisnis ponsel musiman," tegas Janto.
Janto menegaskan, selain memiliki komitmen besar terhadap penetrasi pasar feature phone (menengah bawah), Cross melakukan terobosan dengan merilis smartphone Android dengan harga rasional. Salah satu andalannya adalah Cross A7.
Ponsel ini merupakan smartphone Android kelima yang dirilis. A7 menjadi andalan Cross untuk jajaran produk smartphone di tahun 2012 ini .Ponsel pintar tersebut dijual dengan harga kisaran Rp.1.400.000,-"Inilah salah satu kelebihan kami, " ungkap Janto.
Kontribusi A7 kata Janto cukup besar juga terhadap revenue secara keselurahan Cross mobile. "Walaupun secara keseluruahn revenue paling besar datang dari feature phone, Tapi kami yakin setahap demi setahap smartphone Android kami akan merajai pasar tanah tanah air. Kami serius menggarap pasar Android. " ungkapnya.
Janto menambahkan keseriusan Cross menggarap smartphone Android tidak lepas dari keberhasilannya menggarap pasar feature phone. Hingga akhirnya Cross menjadi salah
salah satu brand yang diperhitungkan. " Kami siap bersaing dengan brand global sekalipun," tandas Janto.
Pakar: Fanatisme Pada Merek Global Mulai Melemah
Jakarta - Keberhasilan merek lokal dalam menghadapi persaingan yang semakit ketat di pasar smartphone maupun featured phone menggambarkan makin kaburnya batas antara merek lokal dan merek global
Pengamat pemasaran, Yuswohady menyatakan bahwa persaingan pasar ponsel kian ketat. Ini menyebabkan batas antara brand global atau brand lokal makin lemah. ''Masyarakat juga semakin cerdas dalam menentukan pilihan,'' kata Yuswo mengomentari hasil riset IDC.
Kedua, konsumen sudah tidak lagi fanatik terhadap sebuah brand. Bagi pengguna yang terpenting produk tersebut memiliki kualitas bagus, fungsionalitas mumpuni.
Menurut Yoswohady, yang juga Managing Partner Inventure, kondisi pasar sekarang yang terjadi adalah sejauhmana produk tersebut memberikan benefit lebih kepada konsumen, "Disitu ada istilah value for money" ungkap pakar marketing terkemuka ini.
Yuswo menilai pergeseran persepsi konsumen tersebut tidak lepas juga dari seleksi alam, siapa yang memiliki kualitas bagus dan memberikan harga yang rasional, maka produknya akan eksis di pasar. "Beberapa brand lokal sudah memiliki komitmen kearah itu, seperti Cross Mobile," ungkapnya.
Lebih jauh Yuswo menilai keberhasilan Cross tidak terlepas dari strategi marketing yang kuat dan berani. "Mereka berani mensponsori ajang spektakuler, seperti Indonesian idol. Ini menaikan citra dan positioning brand itu sendiri" ungkapnya.
( Republika )
Posted in: Gadget
RIM dan ITB Resmikan BlackBerry Innovation Center
Bandung - Research in Motion (RIM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi membuka BlackBerry Innovation Center di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Bandung, Kamis (4/10/2012).
Peresmian dilakukan Vice President and Managing Director, South Asia RIM, Hastings Sings, Rektor ITB Akhmaloka, Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB Suhono H Supangkat, dan Dirjen Aplikasi dan Telematika Kominfo Aswin Sasongko.
BlackBerry Innovation Center merupakan hasil kerja sama ITB dengan perusahaan smartphone asal Kanada itu. Program ini terbuka bagi mahasiswa ITB sehingga mereka bisa mengikuti program pendidikan dan riset yang fokus pada pengembangan aplikasi mobile yang ada di BlackBerry Innovation Center.
Hastings mengatakan, BlackBerry Innovation Center bertujuan untuk mempercepat industri komputasi mobile di Indonesia dengan memberikan pendidikan dan pengalaman yang dibutuhkan mahasiswa untuk mendapat pekerjaan dan membangun bisnis di sektor ini.
"RIM terus berkomitmen untuk membangun BlackBerry Innovation Center, untuk menumbuhkan dan mempercepat perkembangan aplikasi mobile dari para mahasiswa berbakat di Indonesia. Acara ini menandai keberhasilan kolaborasi pemerintah, ITB, dan RIM," kata Hastings, dalam sambutan peresmian BlackBerry Innovation Center di ITB, hari ini.
Lanjutnya, BlackBerry Innovation Center di ITB menawarkan berbagai dukungan, keahlian teknis, dan pengalaman praktis yang memungkinkan mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan di bidang komputing mobile.
Sebagai bagian dari kerja sama antara RIM dan ITB, mahasiswa ITB juga mendapat beasiswa untuk riset. Dalam tiap tahunnya untuk lima tahun ke depan, ada 30 mahasiswa yang akan diberi beasiswa riset dengan topik komputasi mobile.
Tahun ini, RIM telah memberikan 16 beasiswa untuk mahasiswa tingkat master (S2) dan sebanyak 14 mahasiswa pascasarjana.
Mahasiswa penerima beasiswa juga akan memperoleh uang kuliah, uang saku penelitian selama masa studi mereka di BlackBerry Innovation Center.
Selain itu, mahasiswa juga menerima pelatihan mendalam pengembangan aplikasi BlackBerry, dan mempersiapkan mereka untuk melakukan sebuah proyek penelitian berjangka waktu satu sampai tiga tahun.
Sementara Suhono H Supangkat menambahkan, para mahasiswa yang mengikuti program BlackBerry Innovation Center dipilih melalui proses wawancara dan evaluasi.
Dia berharap, kerja sama tersebut diharapkan bisa segera terwujud manfaatnya, khususnya bagi ITB.
"Mahasiswa ITB cukup antusias dengan adanya program BlackBerry Innovation Center. Lewat program tersebut, mahasiswa bisa mengalami banyak aplikasi smarphone BB hingga terdorong terus untuk berkreasi," paparnya.
Dia juga berharap BlackBerry Innovation Center dapat menghasilkan wirausahawan di bidang industri komputing mobile di Indonesia.(amr)
@ Okezone
Posted in: Gadget,ITB
Tahun Depan LINE Targetkan 300 Juta Pengguna di Dunia
| ilustrasi jejaring sosial line messenger |
Tahun depan LINE menargetkan lebih banyak pengguna daripada jumlah tahun ini. Karena dalam 15 bulan sejak diluncurkan, LINE sudah memiliki 50 juta pengguna.
"Tahun depan kami targetkan 300 juta pengguna LINE di seluruh dunia," kata Menurut HyunBin Kang, Director of LINE Business Office, NHN Corp di Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Target tersebut bukan tanpa alasan, karena pertumbuhan LINE sangat cepat. HyunBin Kang bilang, di Indonesia saja pertumbuhan LINE mencapai 300 persen dalam periode tiga bulan dari Oktober-Desember 2012.
Namun, saat ini LINE belum memiliki angka pasti pengguna LINE di Indonesia. "Tahun depan kami memprediksi jumlah pengguna LINE di Indonesia mencapai 10 ribu," ujar HyunBin Kang.
Saat ini untuk pengguna LINE terbanyak di pegang oleh Jepang dengan 35 juta pengguna. Sedangkan untuk kawasan Asia Tenggara, Thailand masih yang terbanyak dengan 10 ribu pengguna.
LINE memiliki fitur unik didalamnya seperti layanan terjemahan instan, 'Official Accounts' yang dapat membuat pengguna berinteraksi langsung dengan artis favorit mereka. Selain itu LINE juga memiliki 'Timeline and Home' yang membuat pengguna dapat berbagi cerita terkini dengan teman terdekat.
'Shake it' yang merupakan cara sederhana dan menyenangkan untuk menambah teman juga tersedia di LINE Messenger. Untuk mengekspresikan emosi, LINE memiliki 'Emoji/Sticker/Emoticons' sebuah alat komunikasi unik yang membuat para pengguna ekspresikan emosi secara lebih luas ketika chatting. (*)
Tribunnews
Posted in: Gadget
Menkominfo Dukung Kadin Buat Tablet
Surabaya | Menkominfo Tifatul Sembiring mendukung rencana pengurus Kadin memproduksi perangkat tablet yang akan dipasarkan kepada masyarakat pada tahun ini dengan harga Rp 600 ribu.
"Kadin merencanakan produksi massal mulai tahun ini, tapi produksi awal mungkin 50.000 unit dulu," katanya dalam kuliah umum di Graha ITS Surabaya, Jumat.
Di hadapan ribuan mahasiswa ITS yang memadati gedung berkapasitas 3.000-an itu, ia menegaskan bahwa pihaknya mendukung gagasan Kadin dengan membeli sejumlah tablet untuk diberikan kepada mahasiswa.
"Kami akan berikan beberapa kepada mahasiswa secara gratis. Selain itu, kami juga akan membantu Kadin dengan mencarikan pasar ke negara lain," katanya.
Menurut dia, masyarakat dapat memanfaatkan tablet buatan Indonesia yang relatif murah itu untuk berbagai kepentingan, di antaranya e-health, e-learning, e-governmet, dan e-commerce.
"Dengan merancang aplikasi yang sesuai kebutuhan orang Indonesia, maka kita akan dapat merebut pasar IT, sehingga pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, sebab IT berperan 11 persen lebih dalam perekonomian," katanya.
Dalam sesi dialog, politisi PKS itu sempat ditanya upaya pemerintah dalam menangkal dampak negatif IT, seperti halnya "toko online" yang dimanfaatkan untuk menjual bayi, masjid, dan sebagainya.
"Kami sudah menyiapkan UU ITE untuk mencegahnya, tapi kami tidak bisa bekerja sendirian, karena itu kami berharap masyarakat untuk melapor kepada kami lewat laman www.aduankonten.co.id," katanya.
Ia menjelaskan UU ITE sudah mengatur enam dampak negatif IT yakni kekerasan, pornografi, ancaman/teror, penghinaan bernuansa SARA, judi online, dan pencemaran nama baik.
"Tapi, kami tidak bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan masyarakat dalam bentuk laporan, karena kami tidak mungkin memelototi internet terus menerus. Saat ini, kami menerima satu juta laporan," katanya.
Menyikapi laporan masyarakat itu, ia menempuh dua langkah yakni melakukan blokir untuk jaringan internet dari luar negeri dan meminta bantuan polisi menindak secara hukum untuk jaringan internet dari dalam negeri.
"Jadi, laporkan saja. Tapi, bagi mahasiswa, tentu internet sebaiknya dimanfaatkan untuk menciptakan software, animasi, dan peluang bisnis lainnya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Menkominfo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat PTN yakni ITS, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dan Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar.
Penandatangan MoU ini terkait kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengembangan di bidang komunikasi dan informasi. Beberapa kerja sama yang dilakukan meliputi pertukaran tenaga ahli, pendidikan dan pelatihan, serta pertukaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
MoU yang berlaku selama tiga tahun itu ditandatangani Rektor ITS, Pembantu Rektor IV UNS Dr Widodo Muktiyo SE M Kom, Rektor USU Prof Syahril Pasaribu dan Wakil Rektor I Unhas Prof Dr Eng Dadang Ahmad Suriamiharja MEng.(*)
● Antara

Posted in: Gadget,Ilmu Pengetahuan
Baterai Gadget Tahan Lama dari ITS
JAKARTA - Saat ini, gadget seakan menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Apalagi inovasi terbaru dalam dunia gadget sangatlah cepat Akan tetapi, pesatnya pertumbuhan gadget tersebut tidak diimbangi dengan daya tahan baterai.
Hal tersebut diakibatkan oleh keterbatasan daya tahan baterai Lithium. Fenomena ini kemudian menginspirasi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Ahmad Fauzan Adzimaa dan tim untuk menciptakan bahan dasar baterai hemat energi.
Baterai hemat energi besutan Fauzan menggunakan campuran lithium dan besi. Campuran ini lalu diproses dengan menggunakan metode Flame Spray Pyrolysis. ''Metode ini semacam metode penguapan dan pembakaran dua zat tersebut,'' ujar Fauzan, seperti dikutip dari ITS Online, Jumat (19/7/2013).
Setelah melalui proses tersebut, tercipta serbuk padatan yang digunakan sebagai bahan dasar baterai berteknologi nano. Dengan menggunakan teknologi nano, arus dapat bersifat bolak-balik sehingga lifetime dari baterai menjadi lebih tahan lama.
Selain unggul dalam lifetime, baterai ini juga tidak beracun mengingat bahan dasar baterai yang berupa besi. Unsur tersebut dapat mengurangi sifat toksin dari baterai yang diakibatkan oleh cobalt.
Adanya campuran besi juga berefek luasnya penyimpanan energi. Dengan begitu, energi yang tersimpan lebih banyak. ''Perbandingan lifetime baterai biasa dengan baterai berteknologi nano bisa 1:3. Kalau baterai biasa hanya satu jam, baterai ini bisa tahan sampai tiga jam,'' paparnya.
Berbicara tentang harga, baterai ini juga lebih unggul. Harga baterai berbahan baku besi ini hanya sepertiga dari harga baterai biasa. Meskipun begitu, Fauzan berharap penelitian tersebut dapat terus dikembangkan. Pasalnya, sampai sekarang, penelitian ini masih berupa bahan dasar baterai, yaitu serbuk padatan.
Dengan penelitian inilah mereka bisa didanai DIKTI dalam Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P). ''Saya berharap penelitian ini bisa mendapatkan perhatian khusus dari lembaga riset nasional seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) agar tercipta baterai yang sesungguhnya,'' pungkas mahasiswa asal Magetan itu.(ade)
● Okezone

Posted in: Energi,Gadget,ITS
Pasar aplikasi ini "Indonesia banget"
Jakarta - SPC Store kini hadir sebagai pasar aplikasi yang "sangat Indonesia" untuk lebih dari 160 konten lokal, antara lain jadwal perjalanan KRL, resep-resep makanan Indonesia dan tentu saja me-Tune yang adalah tempat mengunduh lagu-lagu Indonesia,
Untuk sementara SPC Store hanya tersedia di ponsel SPC Mobile dan meski mengaku ponsel asli Indonesia dengan mengusung pasar aplikasi Indonesia, pabrik SPC Mobile justru berada di China.
"Sebenarnya pabrik pertama kita di Cibitung tapi karena banyak komponen yang tidak tersedia di sini maka sejak 2008 kita pindah pabrik ke China," kata Chief Operating Officer SPC Mobile Raymond Tedjokusumo di Jakarta, Rabu.
Leonard Tan, Business Development Director Maxitech yang menjadi mitra SPC Mobile dalam mengembangkan SPC Store mengatakan SPC Store menyediakan beragam aplikasi murah sesuai kebutuhan.
"Hanya dengan Rp1.000 kita bisa mengunduh aplikasi yang sesuai kebutuhan kita, kalau di pasar aplikasi lain kadang-kadang kan tidak sesuai kebutuhan kita," katanya.
● Antara

Posted in: Aplikasi,Gadget
Pengembang lokal buat aplikasi baru BlackBerry
| Ilustrasi |
Aplikasi yang dapat diunduh gratis ini berfungsi untuk membuat catatan teks serta merekam suara dan memungkinkan pengguna untuk meneruskan pesan itu kepada kontak-kontak lain.
"Yang menjadikan aplikasi ini unik adalah fitur auto-save. Pengguna tidak perlu khawatir apabila catatan mereka sudah disimpan (save) atau belum," kata BlackBerry dalam siaran pers, Sabtu.
Swift Notes! Dapat dibagikan melalui BBM, BBM Group, SMS, BBM Channel, Twitter serta NFC dan dapat diunduh secara gratis melalui BlackBerry World.(*)
● Antara

Posted in: Aplikasi,Gadget
Smartphone 4G Buatan Indonesia
Membedah Smartphone 4G Pertama Buatan Indonesia Indonesia baru saja kehadiran telepon seluler pintar atau smartphone 4G pertama sepanjang sejarah. PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) dan PT Tata Sarana Mandiri adalah dua perusahaan yang mewujudkan impian tersebut.
Presiden Direktur PTSN Abidin mengatakan ponsel jenis ini merupakan kebutuhan masyarakat beberapa waktu ke depan. Setelah sekarang berkembang smartphone untuk frekuensi data 3G dan 2G.
"Kini kita memasuki era baru yakni smartphone 4G. Untuk itu kita memproduksi dengan PT TSM," ungkapnya saat peluncuran smartphone 4G Ivo di Batam, seperti dikutip detikFinance, Senin (7/7/2014).
Dilihat dari bentuk fisik, tidak jauh berbeda dari yang beredar di tengah masyarakat. Menggunakan layar sentuh dan berukuran sekitar 5 inci serta berat sekitar 150 gram. Masih bisa digenggaman satu tangan.
Ditelusuri lebih jauh, ponsel ini didukung oleh Qualcomm Snapdragon 400 chipset, menggunakan processor Quad Core 1.2 GHz, RAM 1 GB, Storage 8 GB, Camera 8 MP, dan Dual-simcard.
"Ponsel ini menggunakan operating system (OS) android," sebut Abidin.
Smartphone 4G ini juga dapat bekerja pada berbagai frekuensi LTE lain seperti 1800Mhz, 2300Mhz, 2600Mhz, termasuk frekuensi data 3G dan 2G, sehingga dapat beroperasi di berbagai negara.
Abidin menambahkan, teknologi 4G memang baru ada di wilayah Jakarta. Akan tetapi kedepan ini akan berkembang pada wilayah lain. Mengingat aktivitas internet yang dibutuhkan masyarakat terus meningkat.
"Memang baru ada di Jakarta. Tapi ke depan akan menjadi teknologi yang dibicarakan orang banyak. Bila memang tidak ada 4G, maka ponsel akan tersambung ke frekuensi 3G, 2G atau GSM," paparnya. (mkl/ang)TurungHasil Karya Putra-Putri Bangsa Telepon seluler pintar atau smartphone 4G (fourth generation) memang belum banyak bereder di tanah air. Bahkan frekuensinya baru tersedia di wilayah Jakarta. Namun ke depan, ponsel jenis ini diprediksi akan menyebar dengan cepat ke daerah-daerah lainnya, seiring perkembangan internet di Indonesia.
Dua perusahaan di dalam negeri, yakni PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) dan PT Tata Sarana Mandiri (TSM) memproduksi ponsel ini lebih awal. PTSN bergerak dari sisi manufaktur dan TSM untuk desain.
Direktur TSM Sam Ali mengatakan ponsel ini didesain khusus oleh putra putri Indonesia. Pihaknya bekerjasama dengan Pusat Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pusat Unggulan Inovasi BWA ITB.
"Kita kan kerjasama dengan pusat mikroelektronika ITB dan pusat unggulan inovasi di ITB," ujarnya seperti dikutip detikFinance, Senin (7/7/2014).
Para putra-putri Indonesia ini menggarap kustomisasi perangkat lunak (software), operating system (OS), desain user interface, desain produk, hingga desain tata letak sirkuit (PCB). Sam menyebutkan hal itu sudah sebagian besar dari smartphone 4G.
Untuk OS memang ada kerjasama dengan salah satu perusahaan di Tiongkok. Sebab ponsel ini menggunakan OS Android yang belum dapat diproduksi di dalam negeri. Mengingat nilai teknologi yang sangat mahal.
"Untuk development OS memang masih dari luar negeri. Karena masih rumit dan mahal untuk teknologinya dibawa ke Indonesia. Sebenarnya bisa dilakukan ke depannya, tapi akan bertahap," jelasnya.
Sebagai informasi, PT TSM sudah ada sejak tahun 2003 yang fokus pada layanan mobile solution, mobile payment, serta produk hardware & software inovatif lainnya. TSM juga berkerja sama dengan sister company IDEA International Development Ltd Hong Kong.(mkl/ang)Harga Smartphone 4G Buatan Indonesia PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) dan PT Tata Sarana Mandiri (TSM) selaku produsen telepon seluler pintar atau smartphone 4G (fourth generation) belum melemparkan produknya ke pasar. Kira-kira berapa harga yang akan ditawarkan?
Presiden Direktur PTSN Abidin mengaku belum menetapkan harga pasti dari produk tersebut. Namun, smartphone yang bernama Ivo tersebut diperkirakan harganya tidak melebihi Rp 2 juta per unit.
"Kita belum launch ke pasar, mungkin nggak terlalu lama lagi. Tapi harganya nggak lebih dari Rp 2 juta," ungkap Abidin seperti dikutip detikFinance, Senin (7/7/2014).
Ia menyebutkan, pasar yang akan dituju oleh produknya adalah kalangan menengah dan sedikit ke atas. Ini mengingat teknologi yang dimiliki berfungsi untuk memenuhi kebutuhan kelas tersebut.
"Kami menyasar kalangan menengah dan sedikit ke atas," tegasnya.
Seperti misalnya untuk eksekutif muda. Kecenderungan yang dibutuhkan adalah transfer data. Sehingga dibandingkan harus membeli produk dengan harga sekitar Rp 5-7 juta, maka diberikan alternatif pilihan harga yang lebih murah.
"Jadi sekarang animo untuk membeli barang yang lebih mahal itu karena merk dan lifestyle. Padahal ada harga lebih murah," ujar Abidin.
Seperti diketahui, ponsel ini didukung oleh Qualcomm Snapdragon 400 chipset, menggunakan processor Quad Core 1.2 GHz, RAM 1 GB, Storage 8 GB, Camera 8 MP, dan Dual-simcard serta OS Android.(mkl/ang) 70% Komponen Smartphone 4G Buatan Indonesia Masih Impor Telepon seluler pintar atau smartphone 4G (fourth generation) yang untuk pertama kalinya diproduksi di dalam negeri dinilai cukup membanggakan. Tapi sayang, 70% dari komponennya masih diimpor.
Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) Abidin mengakui keterbatasan produksi dari komponen smartphone 4G. Sehingga baru 30% porsi komponen lokal di dalam produknya.
"Baru 30% untuk komponen lokal," kata Abidin saat peluncuran smartphone 4G Ivo di Batam, seperti dikutip detikFinance, Senin (7/7/2014).
Sementara itu, komponen lainnya berasal dari Tiongkok dan Malaysia. Abidin menyatakan, pengurangan komponen impor ini akan dilakukan secara bertahap. Perusahaannya akan mencoba untuk meningkatkan komponen lokal dari dalam negeri.
"Dari impor itu ada Tiongkok dan Malaysia. Kan secara bertahap nanti diproduksi dalam negeri," jelasnya.
Menurutnya, impor komponen terjadi karena mempertimbangkan kualitas dari smartphone itu sendiri. Komponen impor memang sudah teruji kualitasnya. Sedangkan dari lokal, perlu diuji secara bertahap.
"Kita akan uji coba satu per satu dulu. Karena kalau ini kan komponen agak rumit. Jadi memang secara bertahap," ujar Abidin.
Direktur PT Tata Sarana Mandiri (TSM) Sam Ali menambahkan komponen lokal memang belum banyak diproduksi. Di antaranya adalah charger, tata letak sirkuit (PCB), kustomisasi perangkat lunak (software), earphone dan casing.
"Memang masih sedikit untuk komponen yang diproduksi sekarang," ungkap Sam pada kesempatan yang sama.(mkl/ang)Nilai Investasi untuk Membuat Smartphone 4G Made in RI PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) telah berhasil memproduksi telepon seluler pintar atau smartphone 4G (fourth generation) pertama di Indonesia bersama PT Tata Sarana Mandiri (TSM). Presiden Direktur PTSN Abidin mengatakan nilai investasi yang dibutuhkan adalah sebesar US$ 6 juta. Namun karena sebagian infrastruktur sudah tersedia, maka investasi yang dikeluarkan hanya US$ 1 juta.
"Investasi kami untuk produk ini kecil. Sekitar US$ 1 juta," ungkapnya saat peluncuran smartphone 4G Ivo di Batam, seperti dikutip detikFinance, Senin (7/7/2014).
PTSN sudah berkecimpung dalam sektor manufaktur elektronika sejak 1990. Oleh karena itu, perseroan sudah memiliki pabrik dan mesin-mesin untuk memproduksi smartphone.
Abidin menyebutkan, bila harus menghitung secara keseluruhan, maka investasinya bisa mencapai US$ 6 juta. Ini masih di luar dari biaya birokrasi seperti izin dan lokasi lahan untuk membangun pabrik. "Total bisa 6 juta US$," sebutnya.
Sedangkan untuk PT TSM membutuhkan investasi sebesar US$ 20 juta. Lebih besar dari PTSN, karena terkait dengan desain produk. Investasinya pun berlaku untuk jangka waktu yang panjang.
"Kita bicara semua perlu US$ 20 juta," kata Direktur TSM Sam Ali pada kesempatan yang sama.
Investasinya lebih tertuju kepada penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D). Sebab, dari produk yang dihasilkan untuk pertama kali akan terus berkembang.
"Itu sangat mahal. Harus ada investasi kepada technical skill dan pengalaman. Misalnya Apple keluarkan 5s, itu kan nggak langsung sempurna. Perlu di-upgrade. Kemudian ada support dan aplikasi software. Itu berjalan terus," paparnya.(mkl/hds)Mampu Produksi 100.000 Unit/Bulan PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) memproduksi telepon seluler pintar atau smartphone 4G (fourth generation) sebanyak 100.000 unit per bulan. Perseroan mempekerjakan 150 orang.
"Kapasitas produksi kami 100.000 unit per bulan dengan tenaga kerja 150 orang," kata Presiden Direktur PTSN Abidin saat peluncuran smartphone 4G Ivo di Batam, seperti dikutip detikFinance, Senin (7/7/2014).
Selama setahun, perusahaan bisa memproduksi sekitar 1,2 juta unit smartphone. Menurut Abidin, produksi tersebut mampu untuk mengurangi beban impor ponsel.
Ia mencatat, selama 2013 ada 16.470 ton ponsel impor yang masuk ke dalam negeri atau senilai US$ 2,8 miliar (Rp 34,1 triliun). "Impor ponsel setiap bulannya mencapai Rp 3 triliun. Dengan adanya perakitan ini tentunya tak perlu impor lagi," jelas Abidin.
Produksi pun ke depan akan ditingkatkan secara bertahap mengingat kebutuhan masyarakat yang begitu tinggi dan terus meningkat. Namun, perseroan tetap akan mempertimbangkan respons dari pasar dari produknya.
Sebagai informasi, smartphone 4G buatan Indonesia yang didukung oleh Qualcomm Snapdragon 400 chipset, menggunakan prosesor Quad Core 1.2 GHz, RAM 1 GB, media penyimpanan berkapasitas 8 GB, kamera 8 MP, dan dual SIM card yang didesain khusus untuk kebutuhan Indonesia.
Smartphone 4G ini juga dapat bekerja pada berbagai frekuensi LTE lain seperti 1.800 Mhz, 2.300 Mhz, 2.600 Mhz, termasuk frekuensi data 3G dan 2G. Jadi, ponsel ini bisa beroperasi di berbagai negara.(mkl/hds)Tanpa 2 Hal Ini, Industri Ponsel Sulit Berkembang di RI Industri telepon seluler (ponsel) di dalam negeri masih sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan konsumen. Impor pun menjadi pilihan untuk mencukupi kebutuhan tersebut.
Direktur PT Tata Sarana Mandiri (TSM) Sam Ali mengatakan, industri ini sangat bergantung pada 2 hal untuk berkembang. Pertama adalah dukungan dari pemerintah agar harga produk lebih kompetitif.
Caranya bisa dengan pemberian berbagai insentif untuk perusahaan lokal, seperti pajak dan bea masuk. Sam mengakui saat ini biaya yang dikeluarkan perusahaan masih besar sehingga tidak bisa menetapkan harga yang kompetitif.
"Kalau misalnya harga yang diproduksi di dalam negeri harganya sama dengan impor, kan nggak kompetitif. Tentunya investasi jadi tidak menguntungkan," tegas Sam di sela-sela peluncuran smartphone 4G Ivo di Batam, seperti dikutip detikFinance, Senin (7/7/2014).
Faktor kedua, lanjut Sam, adalah animo masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri. Dia mengatakan, paradigma masyarakat akan produk lokal berkualitas rendah masih ada.
"Jadi kan bagaimana animo masyarakat soal produk dalam negeri. Kan paradigmanya kualitas lebih rendah, tapi harganya sama. Jadi dengan tidak ada demand, maka supply-nya sedikit," jelasnya.(mkl/hds)Masih Impor Komponen dari Malaysia, Smartphone 4G RI Sudah Dipatenkan Produk smartphone 4G yang diproduksi pertama kalinya di Indonesia sudah dipatenkan oleh produsennya. Sebanyak 70% komponen ponsel masih diimpor dari Malaysia dan Tiongkok.
Pemerintah akan mendorong produk smartphone 4G yang diproduksi di Batam, Kepulauan Riau, agar kandungan lokal produk ponsel pintar itu bisa ditingkatkan 30% menjadi 60%.
Dua perusahaan di dalam negeri, yakni PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) dan PT Tata Sarana Mandiri (TSM) memproduksi ponsel ini. PTSN bergerak dari sisi manufaktur dan TSM untuk desain.
"Desain produk dan rangkaian elektronik HP 4G ini dibuat dan dipatenkan oleh PT Tata Sarana Mandiri dengan dibantu oleh ahli-ahli teknik elektro ITB," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat kepada detikFinance, Senin (7/7/2014).
Smartphone 4G buatan Indonesia yang didukung oleh Qualcomm Snapdragon 400 chipset, menggunakan prosesor Quad Core 1.2 GHz, RAM 1 GB, media penyimpanan berkapasitas 8 GB, kamera 8 MP, dan dual SIM card yang didesain khusus untuk kebutuhan Indonesia.
Smartphone 4G ini juga dapat bekerja pada berbagai frekuensi LTE lain seperti 1.800 Mhz, 2.300 Mhz, 2.600 Mhz, termasuk frekuensi data 3G dan 2G. Jadi, ponsel ini bisa beroperasi di berbagai negara.
"Produk smartphone 4G tersebut adalah produk 4G pertama yang dibuat di Indonesia oleh PT Sat Nusapersada Tbk di Batam. Pabrik ini yang mempekerjakan 3.000 orang juga membuat produk-produk komponen elektronika lain untuk merek-merek multinasional guna keperluan ekspor," katanya.
Hidayat mengatakan saat ini komponen lokalnya masih sekitar 30%, selanjutnya akan ditingkatkan lebih banyak Tingkat Kandungan Komponen Dalam Negeri (TKDN).
"TKDN produk dan engineering design nya hampir 100%, TKDN manufakturingnya sekitar 30% tahun ini, dan akan ditingkatkan menjadi 60% tahun depan," katanya.
Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) Abidin mengakui keterbatasan produksi dari komponen smartphone 4G. Sehingga baru 30% porsi komponen lokal di dalam produknya.
"Baru 30% untuk komponen lokal," kata Abidin saat peluncuran smartphone 4G Ivo di Batam pekan lalu.
Sementara itu, komponen lainnya berasal dari Tiongkok dan Malaysia. Abidin menyatakan ini memang akan dilakukan secara bertahap. Perusahaannya akan mencoba untuk meningkatkan komponen lokal dari dalam negeri.
"Dari impor itu ada Tiongkok dan Malaysia. Kan secara bertahap nanti diproduksi dalam negeri," jelasnya.Alasan Indonesia Belum Punya Pabrik Komponen Ponsel Telepon seluler pintar atau smartphone 4G yang diproduksi di dalam negeri belum sepenuhnya memakai komponen Indonesia. Sebanyak 70% komponen di dalamnya masih diimpor dari Tiongkok dan Malaysia.
Direktur PT Tata Sarana Mandiri (TSM) Sam Ali mengatakan untuk kondisi dalam waktu dekat memang sulit mengharapkan produsen komponen smartphone. Sebab membutuhkan investasi yang sangat mahal.
Akan tetapi ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk merealisasikannya. Ini bisa dimulai dengan memperbanyak produsen perakitan ponsel yang sekarang baru ada enam perusahaan dengan kapasitas produksi sekitar 7 juta unit per tahun.
"Kalau produksi lokal itu tinggi, otomatis kita akan bisa meminta supply change kita untuk membuka pabrik di indonesia. jadi impor dulu, nanti bisa diajak mereka ke sini. kan kalau ada yang rusak bisa langsung bisa diperbaiki di sini," ungkap Sam seperti dikutip detikFinance, Senin (7/7/2014).
Ia membicarakan konsep seperti industri otomotif, dimulai dari produsen perakitan dan kemudian berlanjut sampai ke produsen komponen.
"Jadi sama seperti otomotif. kan dimulai dari impor, assembly, kalau kebutuhan naik mereka bangun di sini. Jadi bertahap," jelasnya.
Mahalnya investasi untuk pabrik komponen, menurut Sam dapat diukur dari teknologinya. Ia menilai sulit bagi perusahaan lokal menghadirkan teknologi secanggih di negara lain. Kemudian juga dari sisi pengembangan komponen yang diproduksi.
"Cost untuk biaya pabrik itu lebih besar dari pada kita impor komponen," ujarnya.
Di samping itu ada berbagai risiko yang dihadapi. Terutama kemungkinan investasi yang dikeluarkan dalam jumlah besar tidak balik modal.
"Betul karena untuk investasi capex di manufacturing dan desain itu besar. Desain saja minimun 6 bulan. Jadi desain 6 bulan, sedangkan lifestyle-nya handphone sangat pendek. jadi tidak bisa besar, kalau dialokasikan RnD (Research and Development) terlalu lama kan biayanya besar," papar Sam.(mkl/ang)
♞ detik

Posted in: Artikel,Gadget
Asing Berharap Indonesia Tidak Mandiri
Indonesia masuk target asing agar tidak mandiri. Pasalnya, Indonesia sudah dijadikan pasar produk-produk asing.
“Edward Snowden (mantan kontraktor Agen Keamanan Nasional, NSA, AS) mengingatkan itu saat saya berdiskusi dengannya (Snowden),” ujar Pratama D Pershada kepada wartawan, kemarin (23/4).
Direktur Communication & Information System Security Research Center (Cissrec) itu menjelaskan kondisi Indonesia demikian dilihat dari ketergantungan Indonesia atas produk asing. Mulai produk isi kamar mandi, peralatan rumahtangga, hingga kecanggihan teknologi informasi (TI) seperti media sosial. Semua itu dilacak negara asing melalui kecanggihan TI melalui penyadapan.
Padahal, ia mencontohkan, Indonesia pernah punya media sosial secanggih Google dan Yahoo seperti Koprol dibuat oleh Witoelar. “Tetapi segera dibeli untuk dimatikan oleh pemilik medsos ternama dunia, sedangkan teknisi asal Indonesia dikaryakan ke bagian lain,” ujar ketua tim Lembaga Sandi Negara Pengamanan IT KPU itu.
Sebenarnya ada satu solusi bagi kondisi tersebut, katanya. Yaitu goodwill pemerintah Indonesia untuk membangkitkan nasionalisme dengan memberdayakan anak bangsa yang diakui potensial kecerdasan intelektualnya (IQ Smart).
“Buka lomba mengadopsi teknologi Enkripsi, yang memanfaatkan algoritma enkripsi untuk meminimalisasi pencurian data. Saya yakin anak bangsa kita mampu, seperti dipuji Snowden.”(rinaldi)
★ Poskota

Posted in: Gadget,Ilmu Pengetahuan
Melihat Inovasi Teknologi Indonesia di Ritech Expo 2015
Peserta pameran mempersiapkan robot peraga pada pameran riset dan teknologi Ritech Expo 2015 di Senayan, Jakarta, 7 Agustus 2015. Pameran tersebut diikuti 83 instansi dan lembaga untuk menampilkan hasil karya terbaik anak bangsa. Tempo/Tony Hartawan
♡ Tempo

Posted in: Alutsista,Foto,Gadget,Indonesia Teknologi,Robot
Teknologi Ini Bisa 'Menjinakkan' Angkot yang Ugal-ugalan
Teknologi Endripilot
Cibiran tidak membuat Endri Rachman berhenti membuat suatu karya membantu kemajuan teknologi dalam negeri. Pria kelahiran Bandung, 13 November 1967 itu mengembangkan Endripilot untuk digunakan pada angkot.
"Bandung itu macet, salah satunya karena angkot yang tidak disiplin. Jadi Endripilot ini akan di masukan ke dalam angkot, nanti perilaku supir itu akan dikontrol dan dikendalikan oleh Endripilot. Saya akan coba itu dengan harapan satu saat nanti angkot-angkot itu akan berjalan dengan tertib," ucap mantan karyawan IPTN (sekarang PT DI) kepada Liputan6.com di rumahnya, Sarijadi, Bandung, Jawa Barat.
"Saya kasih contoh, kalau ditentukan angkot dilarang melaju dengan kecepatan 100 km/jam, meskipun sopir tekan gasnya maksimal, tetap saja di bawah 100 km/jam. Kalau dia mau nyalip ke kiri, Endripilot ini akan memaksa si angkot ini ke kanan lagi. Seperti Fly By Wire pada pesawat.”Lalu apa itu Endripilot? Endripilot adalah autopilot atau sebuah system mekanikal, elektrikal atau hidraulik yang memandu kendaraan tanpa campur tangan dari manusia. Pria yang pernah meraih penghargaan tertinggi medali emas pada pameran Malaysian Technology Expo 2006 atas penemuan Small Flight Control Simulator (Ironbird) untuk F-16 ini mengaku sistem ini ia buat sendiri melalui reverse engineering.
“Iya kita buat sendiri (enkripsi), electroniknya buat sendiri, softwarenya buat sendiri. Buat sendiri dalam proses ATM (Asynchronous Transfer Mode) itu, di mana-mana teknologi itu ATM,” tuturnya.
Pria lulusan TU Braunschweig, Jerman ini bercerita, awal pengembangan Endripilot banyak yang pesimis dan meragukan kemampuannya. Selain itu, ia pun mendapat tertawaan dan ocehan atas apa yang ia lakukan.
"Endripilot saya buat diketawain, untuk apa buat begitu? Lebih baik beli kata mereka. Saya bilang, kalau masalah canggih-canggihanan saya sudah pernah terlibat pada autopilot yang Rockwell Collins gitu ya pesawat N-250 Fly By Wire pada tahun 1996. Saya sudah pakai dan pasang tapi kan gak puas karena beli. Nah sekarang siapa yang mau buat, kalau mau buat maka harus dari dasar,” kenangnya.
Meski mengakui teknologi autopilot yang ia kembangkan masih tergolong “lawas”, tapi pendiri dan Direktur PT Globalindo Technology Services Indonesia (GTSI) ini bangga karena ini dibuat oleh tangannya sendiri dan anggaran sendiri. Saat ini, teknologi autopilot sudah menggunakan kemampuan pemrosesan diatas 32 bit.
"Sekarang sudah mau masuk ke 16 bit, tapi progress dulu dari 8 lalu ke 16 kemudian ke-32 bit. Alhamdulillah dari softwarenya tinggal tunggu waktu saja. Kalau ada dukungan dana mungkin bisa lebih cepat lagi saya bisa merangkul mahasiswa yang tertarik pada control dari berbagai universitas. Tapi karena Indonesia susah harus jadi dulu produknya, jadi saya dibantu beberapa mahasiswa saya," kata dia.
Dalam pengembangan ini, Endri mengajak sejumlah ilmuwan lainnya seperti Ricky Elson dan tim Kupu Kupu Malam yang sudah terkenal dengan mobil listrilk buatannya. Ia berharap, karya ia dan sejumlah ilmuwan ini bisa mengurangi kemacetan yang terjadi di tanah air. Kota Bandung menjadi tempat pertama rencana pengujian teknologi ini.
"Saya fokuskan autopilotnya dulu rencana mau kerjasama dengan Ricky Elson. Nah nanti beliau mengurusi motor dan modul listriknya saya mengurusi autopilot dan rencana mau kerjasama dengan tim kupu-kupu malam juga," cakapnya. Lalu ada rencana mengajak Pemda Bandung untuk Program ini? "Jadi saya buat dulu konsepnya kemudian kalau sudah berjalan baru setelah itu ditawarkan ke Pemda. Minimal 50% dulu berjalan program ini baru saya akan tawarkan ke Pemda,” jawab Endri.
Selain akan digunakan di mobil, Endri telah melakukan pengujian di Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau UAV dan Roket pada ajang Komurindo 2014 kemarin. Meski buat sendiri, ia menuturkan, komponen masih banyak didatangkan dari luar negeri.
"Nah ke depan saya akan buat autopilot dari UAV, sebab saya sudah mengembangkan UAV dari tahun 2000-an, kendala terbesar adalah dari segi elektronik, hampir semua diimport dari luar. Contohnya motornya, batere, autopilot, sensornya juga sampai GPS semuanya dari luar. Kadang-kadang saya kritik, itu anak elektro buat apa? Tapi karena mentality kita beli saya coba buat sendiri meski basic saya bukan orang elektro dan Alhamdulillah bisa," katanya. (Ein)
♞ Liputan 6

Posted in: Gadget,Indonesia Teknologi,UAV
[Foto] Pria Lulusan SD Ini Punya Perusahaan Televisi Skala Rumahan
Televisi dari Tabung Komputer Bekas
Muhammad Kusrin, 37 Tahun, memperlihatkan televisi hasil rakitannya, di rumahnya di Karanganyar, Semarang, Jawa Tengah, 14 Januari 2016. [TEMPO/Ahmad Rafiq]
Muhammad Kusrin membersihkan sejumlah tabung monitor komputer yang menjadi bahan baku pembuatan televisi buatannya di Karanganyar, Jawa Tengah, 14 Januari 2016. Kusrin merupakan pembuat televisi rakitan dengan bermodalkan ijazah SD. [TEMPO/Ahmad Rafiq]
Pekerja merakit televisi di industri perakitan televisi rumahan milik Muhammad Kusrin di Karanganyar, Jawa Tengah, 14 Januari 2016. Tempat produksi itu pernah digerebek polisi pada tahun lalu lantaran tidak memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia. [TEMPO/Ahmad Rafiq]
Sejumlah tabung monitor komputer dijadikan oleh Muhammad Kusrin sebagai bahan baku pembuatan televisi rakitan di Karanganyar, Jawa Tengah, 14 Januari 2016. [TEMPO/Ahmad Rafiq]
Pekerja mencuci tabung monitor komputer yang menjadi bahan baku pembuatan televisi di Karanganyar, Jawa Tengah, 14 Januari 2016. [TEMPO/Ahmad Rafiq]
Tumpukan televisi rakitan Muhammad Kusrin yang sudah dikemas menumpuk di usaha rumahan UD Hanif di Karanganyar, Jawa Tengah, 14 Januari 2016. Televisi hasil rakitan pria lulusan SD ini dijual dengan harga rata-rata Rp 380 ribu. [TEMPO/Ahmad Rafiq]
★ Tempo

Posted in: Bisnis,Ekonomi,Foto,Gadget,Ilmu Pengetahuan,Inovasi
Mau Pakai Google Map Tanpa Online?
Begini Caranya ... Google luncurkan fitur Indoor Maps. google.com ☆
Kehilangan koneksi internet saat sedang bepergian bisa membuat frustasi. Terutama ketika anda bergantung pada aplikasi peta di ponsel untuk memberi tahu ke mana anda harus pergi.
Masalah seperti ini bisa anda antisipasi dengan menggunakan peta yang bisa digunakan tanpa koneksi internet alias peta offline di Google Map. Seperti yang dilansir di situs time.com, Jumat 15 Januari 2016, fiitur ini memungkinkan anda mendapatkan arah dan melihat titik-titik lokasi yang anda cari dari suatu wilayah tanpa koneksi internet.
Begitu sebuah area disimpan untuk akses offline, pengguna bisa mencari destinasi, mendapat navigasi belokan-demi-belokan, dan menemukan informasi tentang destinasi tersebut, seperti jam operasional, nomor telepon, dan ratingtanpa membutuhkan koneksi Internet.
Tapi penting diketahui bahwa peta offline ini akan kadaluarsa nantinya karena Google harus memperbaruinya untuk memastikan keakuratannya. Untuk melihat area yang anda simpan dan kapan area tersebut kadaluwarsa, buka Google Map, tekan ikon menu dan pilih Offline areas.
Berikut langkah mengunggah peta offline:
1. Pasang Google Map di hp Android kamu atau di Iphone. Pastikan kamu telah masuk ke akun Googlemu.
2. Cari wilayah atau kota yang ingin kamu unggah.
3. Klik kotak bagian bawah layar dengan nama tempat yang baru saja kamu cari.
4. Klik tombol yang bertuliskan download.
5. Google akan menunjukankmu peta area dan menanyakan apakah kamu ingin mendownloadnya. Klik download sekali lagi untuk konfirmasi.
Namun perlu diingat, saat berjalan dalam mode offline, maka Google Maps tidak akan bisa menampilkan informasi lalu lintas, kemacetan, kecelakaan dan sebagainya. Selain itu mengunduh peta juga akan memakan sebagian memori internal ponsel pengguna.
☠ Tempo

Posted in: Gadget,Ilmu Pengetahuan,Tips n Tricks