[Breaknews] Ledakan Guncang Thamrin Jakarta
Kronologi
Polisi berlari menuju Gedung Sarinah untuk mengejar pelaku peledakan. (ANTARA/M Agung Rajasa)
Dua ledakan terjadi di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. Suasana tampak mencekam. Polisi menutup dan mensterilisasi kawasan itu. Jalan Thamrin hingga Bundaran Hotel Indonesia ditutup untuk dua arah.
Berikut pantauan langsung tim CNNIndonesia.com --Aulia Bintang Pratama, Megiza, Abraham Utama, Aghnia Adzkia, Lalu Rahadian, dan Susetyo Dwi Prihadi-- di lokasi kejadian.
Pukul 10.20
Ledakan mengguncang kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. Disusul oleh rentetan ledakan berikutnya.
Pukul 11.00
Tembak-tembakan masih terdengar di Pos Polisi Sarinah, Thamrin Jakarta. Pos polisi hancur. Total terdengar enam ledakan. Polisi datang dengan senjata lengkap.
Satu orang terlihat tergeletak di tengah jalan Pos Polisi Sarinah, sedangkan satu orang lain berkewarganegaraan asing tergeletak di depan Starbucks.
Pukul 11.10
Empat polisi masuk dari Gedung Bangkok Bank ke lokasi kejadian. Tembakan mulai reda.
Pukul 11.11
Polisi mulai menyerbu ke jalan dekat lokasi ledakan dan tembak-menembak yang berada di dekat Starbucks. Masih terdengar suara ledakan.
Pukul 11.12
Puluhan polisi bermotor menuju lokasi kejadian melalui Hotel Sari Pan Pacific.
Pukul 11.13
Polisi bersenjata lengkap laras panjang sudah masuk ke lokasi ledakan.
Dari kesaksian warga, ada sejumlah korban meninggal dunia, namun belum bisa dikonfirmasi dari pihak berwenang.
Pukul 11.15
Polisi menemukan senjata di lokasi.
Pukul 11.16
Kapolda Metro Jaya dan Kabareskrim Polri bergerak menuju pos polisi dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.
Kawasan yang dilanda ledakan di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. (Dok. Istimewa)
Pukul 11.20
Tembak-menembak terdengar berhenti.
Pukul 11.25
Polisi antiteror bergerak ke lokasi dan beberapa dari mereka mengarahkan senjata ke atas Gedung Sarinah.
Di depan Gedung Sarinah juga dipenuhi polisi antiteror. Garis polisi dipasang dari bekas Gedung Kedutaan Australia sampai Kebon Sirih.
Pukul 11.27
Ambulans terlihat masuk ke lokasi kejadian. Ini ambulans kedua yang menuju lokasi setelah beberapaw aktu sebelumnya satu ambulans telah masuk lebih dulu.
Pukul 11.29
Dari video yang ditayangkan TVOne, terlihat bom meledak dua kali di Pos Polisi Sarinah yang menghancurkan pos polisi di perempatan kawasan itu.
Peta lokasi ledakan di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Diolah dari Google Maps/Fajrian)
Pukul 11.30
Polisi melakukan sterilisasi lokasi kejadian, dari perempatan Patung Arjuna sampai Bundaran HI.
Pukul 11.35
Wakil Presiden Jusuf Kalla yang telah rampung bersaksi di persidangan Jero Wacik sempat menunggu setengah jam untuk memastikan jalur yang dilaluinya menuju Istana aman.
Pukul 11.41
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hendro Pandowo tiba di lokasi. Dia membawa pasukan beranggotakan sekitar 30-40 personel. Mereka masuk ke lahan kosong sebelah Wisma Mandiri dan melakukan pemantauan dari lahan rimbun oleh ilalang itu.
Seorang satpam mengatakan ada pelaku yang lari ke arah gedung perkantoran di sekitar Sarinah.
Pukul 11.55
Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan ledakan bukan bom bunuh diri, tapi granat yang dilempar dari motor.
Di atas gedung Djakarta Theater ada kelompok bersenjata yang sedang diburu Tim Brimob, Gegana, dan Densus.
Gedung Djakarta Theater diawasi tim penembak jitu atau sniper.
Pukul 11.58
Gedung Djakarta Theater masih dikepung polisi. Terdengar suara tembakan. Polisi meminta wartawan mundur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya M. Iqbal mengatakan ledakan mengincar pos polisi lalu lintas Sarinah. Jumlah pelaku belum bisa dipastikan, namun lebih dari empat orang.
Petugas melakukan proses evakuasi gedung Skyline dan memburu pelaku ke lantai atas
Pukul 12.00
Tembakan terdengar berulang kali dari arah Gedung Lotus tepat di belakang Starbucks.
Gedung diawasi sniper. Jenazah korban belum diangkat masih menunggu kantung mayat.
Pukul 12.04
Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Rudy Heryanto menetapkan status siaga 1 untuk wilayahnya.
Pukul 12.10
Wartawan CNNIndonesia.com yang berada di Gedung Sarinah mendengar ledakan dari arah Tanah Abang. Sebelumnya juga terdengar tembakan di Gedung Lotus berulang kali dan ada suara pecahan kaca.
Suasana makin mencekam. Polisi berkumpul di pintu masuk Cinema XXI Djakarta Theater. Beberapa polisi terlihat berlarian menuju Pos Polisi Sarinah yang hancur. Polisi mengerahkan water cannon, helikopter.
Pasukan senapan laras panjang tiba.
Polisi dengan rompi antipeluru turun ke lokasi ledakan dan tembak-menembak di pusat Jakarta. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Pukul 12.13
Sebanyak 500 personel polisi diterjunkan ke pusat Jakarta yang diguncang ledakan.
Lima ambulans disiapkan di depan Hotel Sari Pan Pacific.
Pukul 12.19
Tim Gegana beranggotakan belasan orang menyusuri Djakarta Theater. Mereka berpakaian lengkap termasuk rompi antipeluru, dan menyandang senjata laras panjang.
Pukul 12.22
Toko-toko di kawasan Sarinah seluruhnya tutup.
Pasukan Detasemen Khusus Antiteror 88 di lokasi ledakan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Pukul 12.25
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan ledakan di Sarinah, Jakarta Pusat, merupakan peringatan untuk siaga satu.
Tjahjo menyatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah mendatangi lokasi ledakan untuk memantau langsung.
Pukul 12.27
Pengamanan Istana Kepresidenan diperketat. Pasukan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) Detasemen Deteksi menurunkan anjing pelacak dan menyisir kompleks Istana.
Pukul 12.31
Satu korban masuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Belum diketahui bagaimana kondisi korban.
Pukul 12.37
Presiden Jokowi kembali ke Jakarta dari kunjungannya ke Cirebon. Dia akan langsung menggelar rapat kabinet terbatas setibanya di ibu kota.
Pukul 12.45
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan yang sedang berkunjung ke daerah perbatasan kembali ke Jakarta untuk mengikuti rapat kabinet terbatas yang dipimpin Jokowi.
Pukul 12.46
Evakuasi dilakukan di bagian belakang Hotel Sari Pan Pacific. Ambulans masuk hotel. Korban yang dievakuasi adalah yang sebelumnya tergeletak di Pos Polisi Sarinah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya M. Iqbal mengatakan korban jatuh berasal dari polisi, pengunjung, dan pelaku. Menurutnya, pelaku dilumuhkan.
Pukul 12.52
Presiden Jokowi menyampaikan duka atas tragedi ledakan bom di Thamrin Jakarta Pusat; mengecam teror tersebut; memerintahkan Kapolri dan Menkopolhukam untuk mengejar dan menangkap pelaku serta seluruh jaringannya. Jokowi juga meminta masyarakat untuk tetap tenang.
Pukul 12.54
Mal Grand Indonesia yang terletak di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, menyatakan tutup sementara karena ledakan di sekitar Sarinah.
Pukul 13.09
Proses evakuasi jenazah sedang berlangsung di sekitar Pos Polisi Sarinah, lokasi ledakan di jantung kota Jakarta. Terlihat empat mobil ambulans, dua dari PMI dan dua lagi dari polisi.
Sedikitnya dua jenazah telah diangkut menggunakan kantong jenazah berwarna oranye dan dimasukkan ke mobil ambulans.
Pukul 13.10
Kabid Humas Polda Metro Jaya M. Iqbal mengatakan empat pelaku berhasil dilumpuhkan dan ditembak mati di jalan dan Menara Cakrawala, Kebon Sirih.
Total ada tujuh korban tewas, pelaku dan dari masyarakat.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dan Wakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan memantau di lokasi kejadian.
Pukul 13.13
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan ledakan hanya terjadi di Sarinah, tak ada di lokasi lain.
Pukul 13.21
Sumber CNNIndonesia.com di RSCM mengatakan ada satu korban ledakan bom yang dibawa ke rumah sakit itu dengan paku di sekujur tubuhnya. Namun polisi belum mengkonfirmasi apakah ledakan ini berasal dari bom paku atau bukan.
Pukul 13.22
Alarm kebakaran di Gedung Skyline terus berdering. Gegana menyisir gedung.
Pukul 13.26
Polisi mengumumkan di lokasi kejadian bakal melakukan olah tempat kejadian perkara. Seluruh tim berkumpul dan melakukan koordinasi.
Pukul 13.30
Puluhan anggota Tim Gabungan Gegana, TNI, dan Polda dengan bersenjata laras panjang dan rompi antipeluru bersiap melakukan olah tempat kejadian perkara di kawasan Sarinah, termasuk Pos Polisi tempat ledakan pertama terjadi.
Mereka berkumpul di satu titik di depan Starbucks untuk berkoordinasi. Sementara Tim Reserse Kriminal Polda Metro Jaya mulai bergabung untuk berkoordinasi.
Pukul 13.40
Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo menegaskan teror di Jakarta menjadi prioritas Jokowi.
Pukul 13.46
Enam korban ledakan tiba di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menggunakan ambulans terpisah. Belum diketahui identitas mereka.
Pukul 13.53
Wakil Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Budi Gunawan mengatakan ada kemungkinan pelaku teror Thamrin adalah kelompok ISIS.
Pukul 14.07
Polisi membawa kantong oranye di atas tandu keluar dari Gedung Cakrawala.
Pukul 14.15
Wakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan menyatakan total ada 16 korban. Dari 16 korban itu, empat ialah pelaku teror. Empat orang teroris itu telah tewas —dua karena bom bunuh diri, dan dua ditembak polisi.
Masih di antara 16 korban, di luar empat teroris yang tewas, tujuh korban lainnya berasal dari masyarakat. Dari tujuh warga itu, dua orang meninggal dunia dan lima orang luka berat. Di antara ketujuhnya, dua merupakan warga asing: satu kini dirawat di rumah sakit, sedangkan satu lagi tertembak teroris di depan Gedung Djakarta Theater. (pit/agk)
♞ CNN

Posted in: Breaknews,Teror
[Foto] Penembakan Polisi di depan Sarinah
Berikut Foto eksklusif dari tempo

♞ Tempo

Posted in: Breaknews,Foto,Teror
[BOM JAKARTA] Polda Metro rilis data 31 korban ledakan bom
Petugas kepolisian mengamankan lokasi ledakan di kawasan Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1). Sejumlah teroris melakukan penyerangan terhadap beberapa gedung dan pos polisi di kawasan Sarinah yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan luka-luka. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal di Jakarta, Kamis sore merilis data korban ledakan bom di Jl Thamrin, Jakarta Pusat yang hingga kini berjumlah 31 orang.
Ia menjelaskan data korban sementara total 31 orang terdiri dari korban luka sebanyak 24 orang dan meninggal dunia sebanyak tujuh orang.
Dari 24 korban luka terdiri dari :
a) lima anggota Polri.
b) empat warga asing terdiri dari satu orang Belanda, satu orang Austria, satu orang Jerman, satu orang Aljazair.
c) 15 warga Sipil.
Dari tujuh meninggal dunia diduga lima diantaranya pelaku, terdiri dari:
a) satu WNA dari Kanada.
b) enam WNI.
Adapun ke 31 korban luka saat ini berada di rumah sakit dengan perincian sebagai berikut :
1. RSCM merawat empat korban yakni satu anggota Polri dan tiga warga sipil.
2. RS Gatot Subroto merawat sembilan korban yakni dua anggota Polri dan lima warga sipil.
3. RS Abdi Waluyo merawat enam korban yakni satu anggota Polri, satu sekuriti Polda, tiga warga sipil dan dua warga asing (Jerman dan Austria).
4. RS Kramat Jati menampung tujuh korban meninggal belum. teridentifikasi masih proses otopsi.
5. RS Husada merawat satu warga.
6. RS Tarakan merawat satu warga.
7. RS MMC merawat tiga orang.
Adapun nama-nama korban adalah:
Di RS. Gatot subroto
1. Aiptu Dodi Maryadi - anggota polantas, luka tembak di perut.
2. Aiptu Budiyono - anggota provost Jakarta Pusat, luka tembak di perut.
3. Aiptu Budi Rachmat, anggota polantas. luka tembak di dada kiri.
4. Anggun Antiasari, luka kaki kanan.
5. Chairul, luka punggung kanan dan tangan kanan.
6. Yohanen Antonius Maria, WNA Belanda, luka tangan kiri patah dan tempurung kaki pecah.
7. Morat Armeswali, WNA Aljazair, luka di dada kiri dan kaki kiri patah.
8. Agus Kurnia, luka di kepala.
9. Permana, luka punggung kiri.
Yang dirawat di RSCM adalah:
1. Aiptu Deni - anggota lantas, luka di kaki.
2. Indah Pustpita Sari, luka di kening sebelah kiri dan perut memar.
3. Mira Puspita, luka kaki kanan dan jilbab terbakar.
4. Venosia Dyah Mavianti, luka robek di kepala belakang.
Korban dirawat Di RS Abdi Waluyo adalah:
1. Aiptu Suhadi - anggota lantas, luka tembak di punggung dua kali.
2. Rais, sekurity kafe Starbucks, luka tembak di kepala.
3. Aldi Tardiansyah, sekuriti kafe Starbucks, luka serpihan di telinga.
4. Afrizal, luka serpihan di dahi dan siku kiri.
5. Stoifl, WNA austria, luka robek pergelangan tangan kanan dan kiri.
6. Frank Feunen, WNA Jerman luka robek di dahi dan leher.
RS Husada merawat:
1. Rititwi Putra, luka punggung kiri belakang.
RS Tarakan merawat:
1. Brigadir Suminto - anggota polantas, luka tembak di tangan sebelah kiri tembus ke ketiak.
RS MMC
1. Adi Saputro, luka kepala bagian kiri.
2. Jhon, trauma.
3. Miss. Meisy Sabartian, luka bagian mata kaki kiri.
Seorang warga Aljazair dirawat di RSPAD
Petugas kepolisian melakukan penyisiran saat pengejaran terhadap pelaku penyerangan di kawasan Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1). Sejumlah teroris melakukan penyerangan terhadap beberapa gedung dan pos polisi di kawasan Sarinah yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan luka-luka. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Seorang warga negara asing asal Al-Jazair bernama Morat Armeswali menjadi salah satu korban yang dirawat di RSPAD Gatot Subroto dalam peristiwa teror di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.
Morat merupakan "Mr-X" yang sebelumnya sempat diberitakan dalam data sembilan korban yang dirujuk di RSPAD Gatot Subroto.
Berdasarkan informasi dari RSPAD Gatot Subroto, Morat mengalami luka di dada kiri dan kaki kiri patah.
Dengan demikian, total RSPAD Gatot Subroto merawat dua warga negara asing (WNA).
Selain Morat, RSPAD juga merawat warga negara Belanda Johannes Antonius Maria yang menderita tangan kiri patah dan tempurung kaki pecah.
Sementara itu, penjagaan di sekitar UGD RSPAD juga masih sangat ketat oleh TNI maupun Polri dengan persenjataan lengkap.
Sampai saat ini, pihak RSPAD belum memberikan informasi terkait dengan kondisi para korban tersebut.
Netizen bersatu lewat #KamiTidakTakut
Masyarakat pengguna internet bersatu lewat tanda pagar #KamiTidakTakut menyikapi ledakan yang terjadi di kawasan Thamrin, Kamis (14/1) siang.
"Semoga ini yang terakhir. Basmi teroris hingga ke akar2nya! #KamiTidakTakut," cuit seorang pengguna Twitter bernama Indra Hydrant.
Tagar #KamiTidakTakut menjadi salah satu trending topic dan ditulis sekitar 77,4 ribu kali.
Netizen Dita Anindia mengapresiasi kerja aparat keamanan yang bertugas sambil menggunakan tagar tersebut.
"Terima kasih aparat dan tim gabungan. Semoga selali diberikan keselamatan dan kesehatan selama bertugas. Respect! #KamiTidakTakut #IndonesiaUnite," kata dia.
"Senang melihat pemerintah kompak dan rakyat juga jadi tidak takut. #KamiTidakTakut," kata @bonapaltius.
Figur terkenal baik penyanyi maupun aktris turut mencuit pesan tersebut untuk menunjukkan mereka tidak menyetujui kejadian tersebut maupun untuk membangkitkan semangat.
Jebolan Indonesian Idol Kamasean Matthews menilai tujuan dari terorisme adalah menyebarkan ketakutan.
"Tujuan terorisme itu menyebarkan teror, membuat kita takut. Bersama, dengan Tuhan, kita tidak terkalahkan. #KamiTidakTakut, # kata @Kamasean07.
Sutradara Joko Anwar meski tidak membubuhkan tagar tersebut, mencuit "we know no fear", yang berarti kami tidak takut, sambil menunggah foto penjaja makanan di jalan.
Rapper JFlow mengunggah meme berupa tulisan "jauhi mall karena belum gajian" sambil memberi tagar #KamiTidakTakut #jakartatersenyum dan #jakartanyanteaje.
Figur publik lainnya tidak mencantumkan tagar tersebut namun juga menyatakan semangat mereka menyikapi serangan tersebut.
Aktor dan penyanyi Pandji Pragiwaksono menggunakan tagar #jakartaberani sambil mengunggah gambar yang memuat tulisan yang sama.
"Kami Indonesia, kami bersatu dan tidak takut," cuit aktris Olga Lydia.
Personel Slank Ridho Hafieds menulis tidak boleh takut terhadap teroris.
"Negara dan rakyat gak boleh kalah dengan aksi teror, tetap waspada ya," kata dia.
WNA korban ledakan Thamrin berpaspor Kanada
Kabid Pusdokkes Mabes Polri Kombes Pol Anton Castillani (kiri) dan Wakil Kepala RS Bhayangkari Polri Kramatjati Kombes Pol Rusdianto (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan terkait tujuh jenazah korban ledakan kawasan Sarinah di Jakarta, Kamis (14/1/2016). (ANTARA News/Gilang Galiartha)
Wakil Kepala RS Bhayangkara Tk. I Said R. Sukanto, Kombes Pol Rusdianto, mengungkapkan bahwa salah satu jenazah korban rangkaian peristiwa ledakan di kawasan Sarinah Thamrin merupakan warga negara Kanada.
"Untuk yang WNA, dari paspornya diketahui bahwa yang bersangkutan berasal dari Kanada," kata Rusdianto di RS Polri, Kramatjati, Jakarta, Kamis.
Sementara itu enam jasad korban lainnya merupakan WNI meski pihak RS bersama tim DVI Laboratoriun Forensik Mabes Polri masih melakukan identifikasi terhadap keenam jasad tersebut.
Rusdianto juga menyampaikan bahwa seluruh jenazah yang dibawa ke Instalasi Forensik RS Polri berjenis kelamin laki-laki.
"Di enam jenazah terdapat KTP tetapi masih kami pastikan apakah datanya sesuai dengan jasadnya," kata Rusdianto.
Ketujuh jenazah yang dibawa ke RS Polri itu tiba dalam tiga gelombang, yakni empat jenazah pada pukul 13.45 WIB, dua jenazah pada pukul 13.55 WIB dan satu jenazah terakhir pada pukul 14.38 WIB.
♞ Antara

Posted in: Artikel,Breaknews,Foto,Teror
[Foto] Ada 5 Bom yang Meledak
Bom Sarinah
lokasi Bom Sarinah [CNN]
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ada lima bom yang meledak di lokasi kejadian Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1).
Hal itu dikatakan Luhut dalam keterangan pers di lokasi kejadian. Ia mengatakan, akibat ledakan bom tersebut lima orang tewas. Di antara korban tewas tersebut terdapat seorang warga negara Belanda.
Dikatakan, kelima bom yang meledak tersebut tersebar di beberapa lokasi di antaranya di Starbucks, pos polisi, dan di daerah sekitar Sarinah lainnya.
Luhut mengatakan, situasi Jakarta sejauh ini masih aman-aman saja dan diharapkan masyarakat tidak panik dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Aparat keamanan, ujarnya, telah diperintahkan oleh Presiden untuk melakukan pengamanan dan tetap siaga.
Luhut juga mengatakan, pihak keamanan selama ini juga sudah melakukan siaga. "Aparat keamanan sudah mengetahui ada gerakan-gerakan itu tetapi kita tidak tahu mereka mau ke mana," paparnya sebagaimana disiarkan Beritasatu TV.
Mengenai bom yang meledak tersebut apakah berkekuatan tinggi atau rendah, ia mengatakan masih harus menunggu hasil uji labolatorium Puslabfor Mabes Polri yang baru bisa diketahui besok. "Nanti keterangan resminya besok setelah dapat informasi dari Puslabfor Mabes Polri," tandasnya. [Berita Satu]
Berikut foto urutan Bom Sarinah :
Bom pertama meledak di Starbuck Coffee di Lokasi Jakarta Theater. [Vivanews/reuters]

Bom kedua terjadi pada pos polisi diseberang Gedung Sarinah, Jakarta. [Liputan 6/merdeka]
Bom yang dilemparkan teroris kepada petugas di lapangan, di jalan Thamrin.
Bom terakhir terdiri dari 2 bom ransel yang meledak di parkiran Jakarta Theater. [CNN]
Foto Terduga Teroris !!! Foto dibawah terduga teroris yang akhirnya tewas akibat bom ransel yang dibawanya meledak. [Foto dari def.pk]
♞ Berbagai sumber

Posted in: Breaknews,Foto,Teror
Pemerintah Upayakan Pembebasan 10 WNI
Yang Disandera Teroris di Perairan Filipina Abu Sayyaf, pimpinan IS yang mengurusi perdagangan gelap (Reuters)
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi membenarkan informasi adanya pembajakan kapal dan penculikan 10 warga negara Indonesia (WNI) awak kapal di perairan Filipina. Pemerintah saat ini terus mengupayakan proses pembebasan 10 WNI tersebut lewat komunikasi dengan berbagai pihak terkait termasuk otoritas Filipina dan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Manila.
“Informasi faktual seperti yang teman-teman sudah ketahui. Kami terus bekerja dan berkoordinasi, namun detil tidak dapat kami sampaikan,” kata Retno lewat pesan singkat kepada SP di Jakarta, hari Selasa (29/3).
Pada Senin (28/3), sejumlah media melaporkan adanya pembajakan dua kapal berbendera Indonesia dan penyanderaan 10 WNI awak kapal di perairan Filipina. Aksi pembajakan itu dilaporkan dilakukan oleh kelompok teroris Abu Sayyaf.
Saat diminta konfirmasi lebih lanjut, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, kepada SP, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran dan komunikasi dengan pemilik kapal dan sejumlah pihak di Indonesia dan Filipina. Dia mengatakan pembajakan terjadi atas kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang membawa 7.000 ton batu bara dan 10 orang awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.
“Prioritas saat ini adalah keselamatan 10 WNI yang disandera. Pihak perusahaan sejauh ini telah menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga 10 awak kapal yang disandera,” kata Arrmanatha atau biasa disapa Tata, hari Senin.
Tata mengungkapkan pembajakan terjadi saat perjalanan kedua kapal dari Sungai Puting (Kalimantan Selatan) menuju Batangas (Filipina Selatan). Namun, tidak diketahui waktu persis kapal dibajak.
“Pihak pemilik kapal baru mengetahui terjadi pembajakan tanggal 26 Maret 2016, saat menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf,” kata Tata.
Tata menambahkan kapal Brahma 12 sudah dilepaskan dan berada di tangan otoritas Filipina. Tapi, kapal Anand 12 beserta 10 WNI awak kapal masih berada di tangan pembajak.
“Mereka belum diketahui persis posisinya,” ujar Tata.
Tata mengakui lewat komunikasi telepon dengan perusahaan pemilik kapal, pembajak atau penyandera menyampaikan tuntutan sejumlah uang tebusan. Sejak tanggal 26 Maret 2016, pihak pembajak sudah dua kali menghubungi pemilik kapal.
“Menlu RI terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di Indonesia dan Filipina, termasuk dengan Menlu Filipina,” katanya.
Kelompok Abu Sayyaf yang dikenal atas penculikan, pemenggalan kepala, pengeboman, dan pemerasan, adalah salah satu kelompok militan Islam garis keras di wilayah selatan Filipina. Kelompok Abu Sayyaf terkait dengan kelompok teroris Al Qaeda, namun mereka belum lama ini mendeklarasikan janji setia kepada Negara Islam (IS). Kelompok tersebut masih menyandera sejumlah warga asing dan Filipina di wilayah Sulu.
Masih Pertimbangkan Tebusan
Kelompok Militan Abu Sayyaf. Wajah dilingkari diduga adalah pemimpin kelompok ini yang bernama Kaddafi Janjalani. (lazamboangatimes.com)
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan pemerintah tengah berkoordinasi guna membebaskan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga disandera oleh kelompok separatis Filipina, Abu Sayyaf.
Bahkan, secara tidak langsung Pramono mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok separatis tersebut untuk membaskan 10 WNI yang disandera tersebut.
"Pemerintah sedang mengkoordinasikan juga untuk segera bisa dilakukan penangkapan kepada kelompok yang melakukan penyanderaan karena bagaimanapun mereka telah melakukan tindakan kriminal di wilayah kesatuan RI," ungkap Pramono ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (29/3).
Untuk itu, Pramono mengungkapkan sejumlah pihak sedang bergerak. Di antara, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) diberdayakan untuk mengumpulkan data. Kemudian, Kepolisian dan TNI dikoordinasikan guna membantu upaya pembebasan sandera.
Sementara itu, terkait permintaan uang tebusan, Pramono mengatakan pemerintah akan mempelajarinya dengan hati-hati. Mengingat, jumlah uang jaminan yang diminta tidak sedikit, yaitu mencapai 50 juta peso atau setara dengan Rp 15 miliar.
Namun, Pramono mengatakan belum ada instruksi khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait upaya pembebasan 10 WNI yang disandera tersebut.
"Terus terang itu (instruksi ke Panglima TNI dari Presiden) belum dilakukan tetapi yang jelas kami sudah mengkoordinasikan baik kepolisian, TNI, kemudian juga Kementerian Luar Negeri untuk melakukan tindakan untuk segera bisa menyelamatkan sandera yang terjadi," ungkap Pramono.
Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso telah membenarkan ada kapal Indonesia, yaitu Brahma 12, yang dibajak oleh kelompok separatis Abu Sayyaf.
Bahkan, Sutiyoso mengungkapkan kelompok separatis tersebut meminta uang tebusan ke pemerintah Indonesia sebesar 50 juta peso.
Abu Sayyaf Beda dengan Separatis Moro
Pasukan Moro Islamic Liberation Front (Guardian)
Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen (Purn) TNI Tubagus Hasanuddin menilai Pemerintah melakukan pendekatan lunak kepada Kelompok Abu Sayyaf yang menyandera WNI melalui kapal tongkang di perairan sekitar Laut Sulawesi.
Dia juga mengatakan kelompok Abu Sayyaf hanya satu dari sejumlah kelompok garis keras yang aktif di Filipina dan berbeda dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF).
Dijelaskan Hasanuddin, wilayah sekitar laut Sulawesi sampai dengan Pantai Cotabato di Mindanao Selatan memang merupakan daerah rawan dari kegiatan penyelundupan dan perompakan.
"Di sekitar wilayah Mindanao itu memang banyak faksi-faksi perjuangan. Seperti kelompok National People Army di bagian utara yang merupakan sempalan faksi komunis, lalu MNLF (Moro National Liberation Front) dan MILF. Dan juga ada kelompok bersenjata Abu Sayyaf," jelas Hasanuddin, Selasa (29/3).
Kata dia, semua kelompok itu punya teritorial masing-masing, dengan tujuan masing-masing, dan sulit dikontrol oleh Angkatan Perang Filipina.
Politikus PDI-P itu menilai tindakan yang dilakukan pemerintah sudah tepat dalam rangka membebaskan 10 orang WNI tersebut. Dia hanya menekankan, agar upaya pencarian dan penyelamatan WNI tersebut dilakukan juga dengan upaya lain.
"Yakni melalui mendekatan lunak lewat koordinasi dengan aparat intelejen setempat atau melalui tokoh warga negara Indonesia yang sudah tahunan berada di wilayah tersebut sebagai pelintas tradisional," jelasnya.
Uang Tebusan Abu Sayyaf Tak Usah Diberikan
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menegaskan agar Pemerintah Indonesia tak perlu menuruti keinginan Kelompok Separatis Abu Sayyaf memperoleh tebusan Rp 15 miliar untuk membebaskan 10 warga negara Indonesia yang mereka sandera.
"Menurut saya, jangan didengar. Karena kalau ini dibolehkan, ini akan membuka ruang berikutnya mereka main sandera. Alangkah menyusahkannya dan tidak menghormati kedaulatan Indonesia," tegas Hidayat, Selasa (29/3).
Menurut Politikus PKS itu, Indonesia tidak perlu mendengarkan soal tebusan, dan lebih baik melakukan lobi-lobi melalui jalur manapun yang memungkinkan.
"Kalau tebusan diikuti Indonesia, akan menjadi preseden berikutnya. Akan banyak masalah yang mencederai kedaulatan Indonesia," tandas Hidayat.
Sarankan Pemerintah Tak Penuhi Permintaan Tebusan WNI
Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddik, menyarankan Pemerintah Indonesia tak perlu memenuhi keinginan kelompok teroris Abu Sayyaf yang menyandera sejumlah warga negara Indonesia (WNI). Cara-cara pemerasan demikian tak perlu dituruti.
"Kelompok Abu Sayyaf saat ini makin terdesak dan kesulitan pendanaan. Mereka lakukan cara-cara pemerasan antara lain melalui penyanderaan. Pemerintah tidak perlu memenuhi permintaan tersebut," kata Mahfudz Siddik, Selasa (29/3).
Dia menyarankan lebih baik pihak Indonesia membangun kerja sama bersama otoritas Filipina untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Koordinasikan dengan pemerintah Filipina untuk pembebasan sandera WNI," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso telah membenarkan ada kapal Indonesia, yaitu Brahma 12, yang dibajak oleh kelompok separatis Abu Sayyaf. Bahkan, Sutiyoso mengungkapkan kelompok separatis tersebut meminta uang tebusan ke pemerintah Indonesia sebesar 50 juta peso.
♘ Berita Satu

Posted in: Artikel,Hankam,Teror
Indonesia Siagakan Kekuatan Penuh di Tarakan
10 WNI Disandera Pemberontak Filipina BAHAS PERSIAPAN OPERASI PEMBEBASAN SANDERA: Komandan Guspurla koarmatim Laksamana Pertama TNI. IN.G. Ariawan SE bersama Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama Wahyudi H Dwiyono usai tiba di bandara Juwata Tarakan.
Angkatan perang Republik Indonesia (RI) kini siaga satu di Tarakan, Kalimantan Utara, untuk persiapan operasi pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang ditawan kelompok pemberontak Filipina pimpinan Abu Sayyaf.
Untuk unsur laut, TNI Angkatan Laut menyiapkan lima kapal perang dilengkapi dengan pasukan elit Angkatan Laut. "Kita akan melaksanakan operasi pembebasan. Khusus aspek laut, saya dapat perintah untuk mengkoordinir semua aspek kekuatan. Dimana untuk unsur laut ada lima unsur, ada sea Reader dan pasukan katak yang sementara ini akan terbang," ujar Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Wilayah Timur (Guspurla koartim) Laksamana Pertama TNI. IN.G. Ariawan SE, kepada pewarta usai tiba di bandara Juwata Tarakan, Selasa (29/3).
Selain unsur laut, Ariawan juga mengungkapkan, pihak TNI juga menyiapkan armada udara dan pasukan angkatan darat untuk terlibat dalam operasi ini. (*/mrs/uki)
Kronologi Penyanderaan 10 kru kapal Indonesia Oleh Kelompok Abu Sayyaf
Kapal tug Boat yang bertolak dari Banjarmasin menuju Filipina pada tanggal 15 Maret 2016 mengangkut muatan coal in bulk (batubara) dengan 10 kru Kapal, dilaporkan dibajak pada hari Sabtu (26/3/2016).
Kasus ini terungkap usai salah satu kru kapal yaitu nakhoda kapal TB Brahma 12, Peter Tonsen menghubungi Reza atasan PT. Patria Maritime Line cabang Banjarmasin, yang beralamat di Sei Jingah Besar kecamatan Tabunganen Batola, Banjarmasin, bahwa mereka sedang diculik. Para penculik meminta tebusan sebesar 50 juta peso atau setara Rp 14,2 miliar.
Kapal dengan call sign YDB-4731 ini sampai di sekitar Pulau Languyan, Provinsi Tawi-Tawi, Filipina, kemudian dibajak oleh kelompok bersenjata. Kapal Brahma 12 selanjutnya ditinggalkan begitu saja di tengah laut hingga ditemukan oleh aparat kepolisian Filipina pada Senin (28/3) sore waktu setempat, dalam keadaan tak berawak.
Seperti yang diungkapkan Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Wilayah Timur (Guspurla koartim) Laksamana Pertama TNI. IN.G. Ariawan SE “Benar adanya peristiwa Penyanderaan 10 kru kapal Indonesia yang diduga dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf,” ungkapnya. (*/ima/uki)
Daftar 10 WNI yang Disandera Oleh Kelompok Abu Sayyaf
Dari data Indonesia Liason Officer TNI, diperoleh 10 nama kru kapal yang disandera sebagai berikut:
1. Peter Tonsen Barahama,tahuna/08 Nopember 1985/kristen/perum MK. Paraoise blok J. No.8 rt.8/01 kelurahan bukit tempayan kecamatan. Batu aji, Batam.
2. Julian Philip, Bitung/27 Juni 1966/kristen/jl. Lingk. IV kelurahan Sasaran kecamatan Tondang utara, kabupaten Minahasa.
3. Alvian Elvis Peti, airmadidi/11 Agustus 1983/kristen/jl. Swasembada barat 17 no 25 rt.03 kelurahan Kebon bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
4. Mahmud, batu/12 Juni 1984/islam/jl. Cempaka raya kelurahan Telaga biru no. 15 A rt. 08 banjarmasin, Kalimantan Selatan.
5. Surian Syah, Kendari/27 Agustus 1982/islam/jl. Ade Nasution belakang BTN Bukit Kartika rt.005/003 kelurahan Watubangga kecamatan Baruga Kabupaten Kendari, Sulawesi Tengah.
6. Surianto, Gilireng/21 Agustus 1985/islam/ gilireng wajo Sulawesi Selatan.
7. Wawan Saputra, palopo/30 Desember 1993/islam/jl. Ahmad yani rt.01 kelurahan Puncak indah kecamatan Malili, Palopo.
8. Bayu Oktavianto, Klaten/16 Oktober 1993/islam/Klaten, miliran mendak, Delanggu.
9. Rinaldi, Wotu/26 April 1991/islam/jl. Tinumbu LR 132 2/12 RT. 03/06 Makasar.
10. Wendi Raknadian/Padang/03 Oktober 1987/islam/jl. DR M. Hatta rt.01/01 kelurahan Pasar. Ambacang, Padang, Sumatra Barat. (uki)
Negosiasi Bebaskan Sandera Gagal, Siap Baku Tembak
Pasca ditunjuknya Tarakan sebagai pangkalan untuk operasi pembebasan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditawan pemberontak Filipina pimpinan Abu Sayap, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedang mempersiapkan skenario pembebasan.
Komandan Gugus Tempur Laut Armada RI Wilayah Timur (Guspurlatim) Laksamana Pertama TNI I.N.G Ariawan SE mengungkapkan, TNI masih merembukkan strategi apa yang akan dipersiapkan TNI untuk operasi ini.
“Ini yang akan masih kita rapatkan,” ujar Ariawan kepada pewarta, usai tiba di Bandara Juwata Tarakan, Selasa (29/3).
Namun, khusus untuk unsur laut, pihaknya sudah menyiapkan kekuatan penuh, termasuk lima kapal perang dan pasukan elite yang dilengkapi persenjataan lengkap.
“Kita sudah menyiapkan kekuatan pemukul laut, kemudian unsur atas air, unsur atas udara, berikut pasukan khusus dilengkapi SEA Reader,” cetus perwira TNI AL bintang satu ini.
Fokus operasi, imbuhnya, adalah penyelamatan sandera dengan pola negosiasi. Namun, pihak TNI sudah siap dengan risiko baku tembak jika pemberontak menolak melepas sandera. “This my Job,” tegas Airawan.
Selain unsur laut, TNI juga melibatkan unsur darat dan udara. Dari unsur darat, puluhan pasukan Angkatan Darat disiagakan membantu operasi ini. Sementara unsur udara, sejumlah pesawat maupun helikopter militer juga disiapkan.
“Jadi cukup besar mengerahkan personel ini karena kita tidak bisa berbicara hanya dari kekuatan satu aspek. Belum lagi dari kekuatan TNI AD dan TNI AU,” cetusnya. (*/mrs/uki)
♘ prokal

Posted in: Artikel,Hankam,Teror
Kelompok Abu Sayyaf Beri Batas Waktu Tebusan 10 WNI
Dibayarkan 8 April Ilustrasi: Mindra Purnomo ☆
Kelompok Abu Sayyaf memberikan ultimatum pembayaran tebusan bagi 10 WNI yang disandera. Tebusan mesti dibayarkan paling telat pada 8 April 2016.
Seperti dari dikutip media Filipina, Inquirer, Rabu (29/3/2016), ada video yang diposting di akun Facebook yang memiliki koneksi dengan militan yang menyebutkan bila pembayaran itu tak dilakukan maka sandera akan dibunuh. Para penyandera meminta tebusan 50 juta peso, atau sekitar Rp 15 miliar.
Pemerintah Filipina sendiri sudah menegaskan pihaknya menganut no-ransom policy.
Sementara pemerintah Indonesia sedang mengupayakan penyelamatan 10 WNI ini. Menlu Retno Marsudi menegaskan bahwa prioritas yang utama adalah keselamatan WNI.
10 WNI ini adalah awak kapal tug boat Brahma 12 yang menarik kapal tongkang Anand 12 yang berisi 7.000 ton batubara. Tugboat dilepaskan tetapi kapal Anand 12 dan 10 WNI disandera. (dra/dra) Apa yang Filipina Perlukan Kami Siap
infografis ☆
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terus memantau perkembangan kondisi 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. TNI tidak bisa melakukan tindakan sepihak karena kasus ini melibatkan dua negara.
"Kami terus lakukan koordinasi, apa pun yang mereka (Filipina) perlukan kami siap!" tegas Gatot usai menyerahkan SPT Pajak di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Rabu (30/3/2016).
Gatot menegaskan, prioritas pemerintah RI saat ini adalah menyelamatkan 10 WNI yang disandera. Dia juga dapat informasi dari militer Filipina yang mengabarkan pihak militer sudah mengetahui lokasi yang diduga jadi tempat penyanderaan.
"Seperti disampaikan Menteri Luar Negeri, prioritas kita menyelamatkan warga negara. Kemudian sekarang berdasarkan monitor koordinasi militer Filipina, lokasi ada di negara Filipina, mereka sudah tahu tempat. Setiap saat kordinasi saya menyampaikan apa pun yang diperlukan kami siap, siap bagaimana pun ini urusan saya," ujarnya.
Gatot mengatakan pihaknya memiliki hubungan baik dengan militer Filipina. Dengan begitu, kedua negara akan melakukan koordinasi secara tepat untuk menyelamatkan 10 WNI tersebut.
"Kita kerja sama baik, terbuka, selama ini kita baik," ujarnya.
10 WNI disandera dalam perjalanan dari Banjarmasin ke Batangas, tak jauh dari Manila, Filipina. Penyanderaan diduga terjadi pada 26 Maret atau 28 Maret. Mereka membawa kapal tunda Brahma 12 yang menarik kapal ponton Anand 12 yang mengangkut 7.000 ton batubara. Kapal Brahma 12 ditinggalkan pembajak di Tawi-tawi, tapi kapal Anand 12 dan 10 ABK disandera kelompok Abu Sayyaf dengan permintaan tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar. 10 WNI yang disandera adalah:
1. Peter Tonsen Barahama. Alamat Batu Aji, Batam.
2. Julian Philip. Alamat Tondang Utara, Minahasa.
3. Alvian Elvis Peti. Alamat Priok Jakarta Utara.
4. Mahmud. Alamat Banjarmasin Kalimantan Selatan.
5. Surian Syah. Alamat Kendari Sulawesi Tenggara.
6. Surianto. Alamat Gilireng Wajo Sulawesi Selatan.
7. Wawan Saputra. Alamat Malili Palopo.
8. Bayu Oktavianto. Alamat Delanggu Klaten.
9. Rinaldi. Alamat Makassar.
10. Wendi Raknadian. Alamat Padang Sumatera Barat. (rvk/nrl)Polri Tunggu Izin Filipina facebook kapten peter ☆
Pemerintah Indonesia masih berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Pihak kepolisian masih menunggu izin dari pemerintah Filipina untuk ikut melakukan tindakan terhadap Abu Sayyaf.
"Kami sedang menunggu koordinasi-koordinasi, apakah nanti pemerintah Filipina itu membolehkan kami ikut ke sana atau tidak," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Balai Kartini, Jl Gatot Soebroto, Jaksel, Rabu (30/3/2016).
Badrodin menjelaskan sebenarnya yang lebih berwenang untuk melakukan pembebasan 10 WNI yang disandera adalah TNI. Apalagi, para WNI itu disandera di luar negeri.
"Kita sudah ada kesepakatan dengan TNI. TNI yang ke luar wilayah dan yang di wilayah kami. Ini kan adanya di luar wilayah Indonesia, TNI yang koordinasi," jelas Badrodin.
Jenderal bintang empat itu mengungkapkan, informasi yang diterima, para WNI dalam keadaan baik-baik saja. Soal uang tebusan Rp 15 miliyar yang diminta kelompok Abu Sayyaf, Badrodin menuturkan bahwa hal tersebut kewenangan perusahaan yang memperkerjakan para WNI itu.
"Informasi yang kami terima, mereka baik-baik saja. Kami nggak bisa (menebus), saya kira nggak bisa masuk dari situ. Itu serahkan saja pada pihak perusahaan," ungkapnya. (kha/aan)Polisi Cari Celah untuk Menindak Ilustrasi oleh Mindra Purnomo ☆
Polri terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah dan kepolisian Filipina terkait penyanderaan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf terhadap 10 WNI. Polri akan mencari celah untuk bisa menindak Abu Sayyaf.
"Kalau nanti ditangani ini juga bisa. Sudah banyak kasusnya. Hanya penindakannya kalau berada di wilayah luar kan tentu apakah nanti dilaksanakan oleh otoritas Filipina atau kami boleh membantu," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Rabu (30/3/2016).
Namun, Badrodin mengungkapkan polisi tidak bisa langsung datang ke Filipina. Polisi baru bisa datang ke Filipina setelah mendapatkan izin dari pemerintah setempat. "Kita sedang menunggu koordinasi-koordinasi, apakah nanti pemerintah Filipina itu membolehkan kita ikut ke sana atau tidak," jelas Badrodin.
Kelompok Abu Sayyaf telah memberikan ultimatum pembayaran tebusan bagi 10 WNI yang disandera. Tebusan sebesar 50 juta peso atau Rp 15 miliyar mesti dibayarkan paling telat pada 8 April 2016.
Meskipun begitu, Kapolri telah memastikan bahwa ke 10 WNI dalam keadaan baik-baik saja. (kha/aan)Diduga Ada di Pulau Jolo Foto: istimewa ☆
10 WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf atau Abu Sayyaf Group diduga ada di Pulau Jolo, Filipina Selatan. Lokasi itu selama ini memang menjadi salah satu basis kelompok itu.
Informasi yang diperoleh, Kamis (30/3/2016), Pulau Jolo memang menjadi salah satu basis kelompok Abu Sayyaf. Pulau Jolo berada digugusan Kepulauan Sulu. Kawasan ini merupakan daerah otonomi khusus di mana sebagian besar penduduknya Muslim.
Salah seorang keluarga awak kapal Brahma 12 yang disandera sempat diberi informasi kalau para sandera ada di sebuah pulau dan ditempatkan di rumah kosong.
Upaya pembebasan para sandera kini tengah dilakukan. Penyandera meminta tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar.
Pemerintah Indonesia sudah menegaskan akan memprioritaskan keselamatan para sandera. (dra/dra)
☠ detik

Posted in: Artikel,Hankam,Polri,Teror,TNI
Kapal Indonesia Dibajak di Malaysia, 4 WNI Diculik
Kembali terjadi Pembajakan 2 kapal berbendera Indonesia kembali terjadi di perairan perbatasan Malaysia-Filipina. Dilaporkan 4 orang warga negara Indonesia (WNI) diculik.
"Kapal membawa 10 orang ABK WNI. Dalam peristiwa tersebut 1 orang ABK tertembak, 5 orang selamat dan 4 orang diculik," demikian bunyi siaran pers resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI yang diamini oleh juru bicara Kemenlu RI, Armanatha Nasir, seperti yang diterima detikcom, Sabtu (16/4/2016).
Pembajakan 2 kapal itu terjadi pada pukul 18.31 waktu setempat, Jumat (15/6/2016). Dua kapal yang dibajak yaitu Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi. Kapal tersebut dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan.
Namun tidak disebutkan secara jelas siapa pihak yang menculik serta melukai WNI dalam kapan tersebut.
Sebelumnya, 10 WNI diculik oleh kelompok Abu Sayyaf. Militer Filipina pun sempat menyerbu kelompok itu namun 10 WNI masih belum terselamatkan.
Kabar terkini yang didapat adalah kondisi kesepuluh WNI dalam keadaan sehat. Kini pemerintah RI masih terus melakukan komunikasi secara intensif ke semua jaringan terkait. (dhn/dhn)
☠ detik

Posted in: Artikel,Hankam,Teror