Loading Website
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Panglima TNI Tandatangani MoU Pembuatan Prototipe ke-2 Rantis 4 x 4

KORANBOGOR.COM, (Puspen TNI, 8/2) – Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. bersama delapan mitra pendukung menandatangani Nota Kesepakatan Pembuatan Prototipe ke-2 Kendaraan Taktis (Rantis) 4 x 4 TNI guna memenuhi standarisasi Kendaraan Taktis 4 x 4 TNI (AD, AL dan AU) dengan bentuk working group TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (8/2). Delapan mitra yang mendukung dalam pembuatan Prototipe ke-2 Rantis 4 x 4 ini adalah :

  • PT. Pindad (Persero) sebagai leading sector industri, termasuk pelaksana integrator desain, pengerjaan break system, steering system, serta senjata.
  • PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. sebagai penyedia material baja bahan baku Rantis 4 x 4;.
  • PT. Autocar Industri Komponen sebagai pelaksana penyedia power train / drive line, power pack (engine dan transmisi), electrical AC dan engine, wich, driver set/tool kit, pengerjaan pengecatan body assembling.
  • PT. Yudistira Komponen sebagai pelaksana pengerjaan chassis dan komponen body.
  • PT. Petrodriil Manufaktur Indonesia sebagai pelaksana pengerjaan suspension assy, hub reduction, transfer case dan propeller shaft.
  • CV Indopulley Perkasa sebagai penyedia mounting engine dan transimisi, rubber part, seal, velg dan ban run flat.
  • PT. Gajah Tunggal Tbk. sebagai penyedia ban.
  • PT. Pilarmas Kursindo Persada, sebagai penyedia jok/kursi kompartemen, glass dan griil, body dashboard dan aksesories/interior.

Pada TA. 2009, TNI telah membentuk tim working group yang bekerjasama dengan industri pertahanan nasional untuk membuat Prototipe Rantis 4×4 dengan mengadopsi filosofi humvee Amerika Serikat yang terbukti cukup tangguh dan stabil. Pembuatan Prototipe ke-2 Rantis ini merupakan tindaklanjut dari Rantis Prototipe ke-1 yang telah dipamerkan di PTDI Bandung bersamaan dengan peresmian pesawat CN-235 oleh Presiden RI. Selanjutnya tim working group bersama 8 mitra TNI siap untuk memenuhi tantangan Presiden untuk memproduksi Rantis tersebut.

Saat ini Rantis yang digunakan TNI terdiri dari berbagai tipe dan jenis yang dibuat dari berbagai negara. Dihadapkan dengan medan yang ada dan kondisi yang semakin tua menyebabkan manuver taktisTNI dalam melaksanakan tugas pokoknya kurang maksimal, sehingga diperlukan Rantis pengganti yang dibuat oleh industri dalam negeri disesuaikan dengan kebutuhan operasional serta didukung spesifikasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.

Panglima TNI berharap kepada tim working group dan 8 mitra industri dapat menghasilkan karya nyata terbaik bangsa berupa Rantis 4×4 yang menggunakan komponen dalam negeri dan mengurangi penggunaan komponen luar negeri, guna memenuhi kebutuhan alutsista dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI, khususnya bagi satuan – satuan manuver TNI di lapangan.

Adapun Rantis yang akan dibuat adalah tipe komando dan tipe angkutan personel dengan spesifikasi berat kendaraan 2.500 kg, berat muatan 250 – 1.500 kg, panjang 480 – 540 cm, lebar 200 cm, tinggi 183 cm, jarak bebas dasar 39 cm, lintas kedalaman air 78 cm, Vmaks di jalan raya 120 km/jam, mesin diesel 4200 cc – 6000 cc Turbo Charger Intercooler, sistem kemudi power steering, sistem rem hydraulik dengan cakram depan dan belakang + Anti Blocking System (ABS),Transmisi Automatic, suspensi independen Suspension Modul Portal, daya jelajah 500 km, sistem komunikasi VHF, HF dan Intercom Set.

Turut hadir dalam acara penandatanganan Nota Kesepakatan antara lain, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi, para Asisten Panglima TNI dan Asisten Kepala Staf Angkatan, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E. serta para pejabat TNI dan mitra industri pertahanan nasional.

Presiden SBY mendapat penjelasan prototype rantis 4x4 di bandung, prototype rantis ini sama seperti rantis Garda 4x4 (Foto DETIKFOTO.COM)

Authentikasi : Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl. Ir. Minulyo Suprapto, M.Sc, M.Si, M.A.

• Koranbogor.com

Posted in: Alutsista,Indonesia Teknologi,Kendaraan Militer,Kerjasama,TNI

TNI Terima 3 Heli Bell 412 EP dari PT DI

Jurnas.com | PT Dirgantara Indonesia menyerahkan tiga unit helikopter Bell 412 EP pesanan TNI. Dua unit helikopter Bell 412 EP merupakan pesanan TNI Angkatan Darat, dan pesanan TNI Angkatan Laut satu unit.

Serah terima ketiga helikopter yang akan disaksian Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro ini, dilakukan di pabrik PT DI di Bandung hari ini, Jumat (2/3). "Penyerahan helikopter Bell 412 EP ini merupakan realisasi dari alokasi pengadaan alutsista yang bergerak untuk BUMNIP dengan memprioritaskan produk dalam negeri sebagai komitmen pemerintah dalam memberdayakan BUMNIP,” kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso.

Menurutnya TNI AD berencana meningkatkan kemampuan udaranya terutama Skadron-12 Serbu Pusat Penerbang TNI AD (Puspenerbad) dengan kekuatan 32 unit helikopter, yaitu 24 heli serbu dan 8 unit heli serang.

Penyerahan kedua unit heli Bell ini merupakan awal penyerahan dari rencana tersebut. Helikopter angkut dan serbu yang merupakan jenis heli medium dengan kapasitas 15 personel ini telah dioperasikan Skadron-11/ Serbu dan Skadron-21/ Sena Puspenerbad.

Begitu juga untuk TNI AL, telah mengoperasikan Bell 412 SP dan Bell 412 HP. Helikopter Bell 412 EP ini merupakan generasi terakhir dari jenis helikopter Bell 412 yang masuk armada helikopter Skadron- 400 Pusat Penerbang TNI AL (Puspenerbal).

Penyerahan helikopter ini dilakukan oleh Dirut PT DI Budi Santoso dengan Waaslog KSAD Brigadir Jenderal TNI Nengah Widana serta Aslog KSAL Laksamana Muda TNI Sru Handayanto. Selain disaksikan Menhan, serah terima ini juga disaksikan Aslog Panglima TNI Mayor Jenderal TNI H. Hari Krisnomo, KSAL Laksamana TNI Soeparno dan Wakil KSAD Letnan Jenderal TNI Budiman.

• Jurnas.com

Posted in: Alutsista,DI,Helikopter,TNI

Rompi SAKTI, Modernisasi Agus Yudhoyono di TNI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbSfFifRu92FXKWb69qTEL6n_vBBmGCVxkCrWTWhyjiYnVLrdOE_DE6auVPjy8XI2Y0u2nLO9aR1dVazXfxLmhmsuVvMxUQ3hUVXSnQA2etq7oDUU1EFKGxsIaXV0zA5jrPX4TBTcxQjo/s1600/44855_okezone+kostrad.jpg
Paukan Linud Kostrad dengan Rompi S.A.K.T.I

PARA kesatria (knight) di awal abad pertengahan telah mengenal baju zirah sebagai alat pelindung dalam peperangan. Perkembangan teknologi persenjataan membuat baju zirah menjadi usang sehingga ditinggalkan dan berganti dengan 'body armor' yang lebih fleksibel dan ringan.

Act of Velor (2012), film buatan Hollywood yang skenarionya ditulis oleh Kurt Johnstad dan dibintangi oleh Alex Veadov, Nestor Serrano, menampilkan pasukan khsusus Amerika Serikat (AS) yang sedang melakukan operasi di darat, laut, dan udara. Sepanjang film ini akan terlihat setiap anggota pasukannya mengenakan rompi antipeluru dalam setiap aksinya. Bahkan rompi antipeluru itu terlihat dapat memuat segala jenis peralatan taktis tempur.

Tuntutan alat tempur yang fleksibel dan efektif dibenarkan oleh Kasi 2 Brigif Linud 17/ Kostrad, Mayor (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono. Agus menerangkan bahwa khusus untuk rompi anti peluru, pihaknya telah melakukan proses modernisasi dan pembaharuan untuk kelengkapan alat tempur ini.

“Kita menyadari bahwa dunia itu mengalami perubahan cepat, situasi yang terjadi di negara lain,” ujar Agus saat berbincang dengan detikcom saat mempersiapkan Pameran Alutsista dalam rangka HUT ke-67 TNI di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2012).

http://farm9.staticflickr.com/8033/8055687909_ee3583d438_c.jpg
Rompi S.A.K.T.I (gunge32)

Dari semangat untuk melakukan perubahan dan modernisasi di tubuh TNI, selain dukungan KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo yang meminta untuk dilakukan modernisasi kelengkapan prajurit tempur lintas udara, Agus bersama rekan-rekannya membuat rompi antipeluru yang khusus bagi tentara Indonesia.

“Kebetulan waktu itu kami yang mengawaki dan mendapatkan angin segar dan kesempatan yang luar biasa untuk berbuat sesuatu,” kata Agus.

Rompi itu kemudian diberi nama SAKTI (Sistem Angkut Kelengkapan Tempur Individu). Rompi ini didesain khusus untuk keperluan tempur TNI AD. Agus menyebutkan bahwa rompi ini terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama adalah Rompi Angkut Sakti (RAS) dan yang kedua adalah Rompi Balistik Sakti (RBS). Dengan Rompi ini, Agus ini berharap keselamatan prajurit di lapangan dapat ditingkatkan.

“Karena kita tidak punya nyawa cadangan,” ujar anak pertama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Lalu apa yang membedakan rompi SAKTI ini dengan rompi yang lain? Agus menjelaskan, secara keseluruhan rompi ini mirip dengan rompi yang dimiliki oleh negara-negara lain. Pembuatan rompi ini disesuaikan dengan kebutuhan prajurit TNI di lapangan seperti kondisi alam Indonesia dan kelompok yang bertugas.

“Ciri khasnya kan warna kita yang sesuai dengan vegetasi kita,” ucapnya.

Butuh setengah tahun untuk mendesain rompi SAKTI ini. Bahkan untuk desainnya saja, Agus menyebut timnya melakukan perombakan sebanyak sepuluh kali. Agus juga tidak segan-segan melibatkan tim dari luar untuk meminta masukan.

“Saya punya prinsip kita tidak bisa maju sendiri dan butuh masukan dari luar dan berdiskusi dengan teman-teman dan itu saya rasakan sangat baik,” terangnya.

Warna rompi SAKTI terlihat berbeda dengan warna seragam TNI pada umumnya. Warnanya mirip hijau muda dengan dasar agak putih. Setiap Rompi Balistik Sakti (RBS) dengan posisi setiap prajurit yang berbeda-beda semisal prajurit medis, prajurit telekomunikasi. "Warnanya akan mengarah ke sini nantinya,” ujarnya.(yid/nrl)

@ Detik

Posted in: Alutsista,TNI

#Tag : Alutsista TNI

TNI Rilis Layanan SMS Keluhan Masyarakat di Nomor "1978"

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono TNI bekerjasama dengan empat pengusaha penyedia jasa telekomunikasi (provider) luncurkan sms gateaway pengaduan dan laporan masyarakat.

TNI bersama dengan provider akan melayani laporan atau pengaduan dari seluruh masyarakat melalui layanan pesan pendek dengan kode akses '1978' secara mudah dan cepat.

Dengan adanya sistem baru tersebut, diharapkan masyarakat dapat melaporkan setiap tindakan prajurit TNI yang melanggar ketentuan berlaku.

"Sistem ini akan memantau setiap tindakan prajurit TNI yang melanggar ketentuan yang berlaku," kata Inspektur jenderal (Irjen) TNI Letnan Jenderal TNI Geerhan Lantara, mewakili Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, sesaat setelah penandatanganan perjanjian kerjasama di Mabes TNI Cilangkap, Selasa (30/4).

Dijelaskan, keempat provider akan dapat mentransfer informasi dari masyarakat ke server milik TNI. Keempat provider tersebut, masing-masing PT Telekomunikasi Seluler Tbk, PT Indosat Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan PT XL Axiata Tbk.

"Kami bertujuan untuk membuka akses kontrol sosial. Setiap permasalahan yang muncul di luar dan dilaporkan masyarakat, akan kami bahas dan dipastikan akan diselesaikan berdasarkan kebenaran," kata Geerhan.

Menurutnya, Panglima TNI sangat konsern menuntaskan suatu permasalahan yang terjadi yang melibatkan anggotanya. Penyampaian informasi yang benar juga sangat dibutuhkan untuk menuntaskan suatu permasalahan.

Lebih jauh, Geerhan mengharapkan, layanan Single number kode akses '1978' kedepannya dapat menampung banyak partisipasi masyarakat dalam rangka pengawasan terhadap kinerja TNI secara khusus.

MoU itu sendiri akan berlaku selama tiga tahun untuk kemudian diperbaharui sesuai dengan perkembangan teknologi.

  ● Berita Satu

Posted in: TNI

#Tag : TNI

TNI AU Waspadai Kemungkinan Perang Siber

Jakarta •TNI AU ke depan akan terus mewaspadai perkembangan teknologi terbaru, untuk mengantisipasi cyber war (perang siber). Hal ini dilakukan karena siapa yang menguasai perkembangan teknologi baru, dialah yang akan keluar menjadi pemenang.

"Kita juga harus menjaga kondisi keamanan udara yang solid dari cyber war. Karena ada pepatah mengatakan siapa yang menguasai teknologi baru, dialah yang akan memenangi peperangan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Kolonel Supriyadi, saat acara pisah-sambut Kadispenau, di Jakarta, Jumat (26/4). Pisah-sambut dari Marsekal Pertama TNI Azman Yunus kepada Supriyadi.

Supriyadi menjelaskan dalam sistem pertahanan ada dua jalur informasi yang akan digunakan TNI AU, yakni perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat lunak yang dimaksud itu adalah dunia maya, sedangkan perangkat kerasnya adalah alat utama sistem senjata (alutsista). "Karena itu, sinergisitas antara media massa dan TNI harus terus terjalin, baik agar informasi yang diterima masyarakat luas tak menyimpang dari fakta," ujarnya.

Kolonel Supriyadi adalah mantan kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi TNI AU. Dia mendapat julukan "Jupiter 727" pada saat bertugas menjadi instruktur sekolah penerbang TNI AU karena dedikasinya. Supriyadi diangkat menjadi Kadispenau berdasarkan keputusan Panglima TNI Nomor Kep/292/ IV/2013 tanggal 16 April 2013, sedangkan Azman Yunus telah diangkat menjadi Wakil Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI AU (Waasrena Kasau).

 Tetap Membantu

Walaupun sudah tak menjabat sebagai kadispenau, Azman berjanji tetap membantu Dispenau. Azman juga berharap kadispenau bisa membawa Dispenau menjadi lebih baik lagi. "Mudah-mudahan akan lebih baik lagi dalam memberikan informasi mengenai kegiatan TNI AU ke depan," tegasnya. Secara terpisah, Kepala Staf TNI AL (Kasal), Laksamana TNI Marsetio, mengemukakan TNI AL akan memiliki kekuatan tempur yang signifi kan pada akhir 2014.

Hal itu terwujud seiring kedatangan sejumlah alutsista yang sebelumnya telah dipesan. "Alutsista yang sedang dibangun di dalam dan luar negeri akan datang secara bertahap, baik itu kapal perang, pesawat, helikopter, maupun tank," kata Kasal didampingi Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksamana Muda TNI Agung Pramono, di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jumat (26/4).

Ditemui seusai memimpin gelar pasukan sekaligus inspeksi kesiapan unsur tempur laut menjelang Latihan Gabungan TNI tahun 2013, Kasal mengatakan pengadaan alutsista itu merupakan program TNI AL untuk menuju pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF). Beberapa alutsista yang direncanakan datang pada tahun ini, antara lain 37 unit tank BMP-3F asal Rusia untuk pasukan Korps Marinir dan kapal perang.

"Sebelumnya, Korps Marinir sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah lagi 37 unit. Tahun depan, sejumlah pesanan alutsista lain datang lagi," ujarnya.[nsf/SB/Ant/P-3]

● Koran Jakarta

Posted in: Cyber,TNI

#Tag : Cyber TNI

Integrated Maritime Surveillance System (IMSS) di Tanjung Mangkalihat

 IIMS TNI-AL (Foto Dentusbol)
Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) merupakan kawasan strategis dan padat lalu lintas kapal. Mulai kapal yang keluar masuk melalui Selat Malaka (ALKI I), Selat Makassar (ALKI II), hingga perairan Papua (diproyeksikan sebagai ALKI III).

Untuk kepentingan strategis tersebut, Kementerian Pertahanan RI bersama TNI AL menempatkan piranti khusus di berbagai titik pantau strategis. Salah satunya di Tanjung Mangkalihat, bagian paling timur dari Pulau Kalimantan.

Piranti tersebut dinamakan Integrated Maritime Surveillance System (IMSS).

IMSS merupakan suatu sistem pengawasan maritim yang terintegrasi antara Coastal Surveillance Station (CSS) atau stasiun pengawas di darat dengan sentra pengawasan lainnya.

"CSS terintergrasi dengan Kapal Perang Indonesia (KRI), Regional Command Center (RCC) atau pusat pengendalian regional, dan Fleet Command Center (FCC) atau pusat pengendalian armada," kata Komandan Lanal Sangatta, Letkol Laut (E) Yudhi Bramantyo, didampingi Komandan Pos TNI AL Tanjung Mangkalihat, Letda Laut (P) Machfudz Azhari.

Fungsi IMSS adalah untuk kewaspadaan di bidang maritim (maritime domain awareness), yaitu mengamankan wilayah perairan Indonesia, khususnya yang berada di daerah yang padat untuk melintas kapal-kapal yang keluar masuk Selat Malaka (ALKI I) dan Selat Makassar (ALKI II), dan perairan wilayah Indonesia (melalui KRI) Untuk kawasan Tanjung Mangkalihat, IMSS mulai difungsikan tahun 2010. Berbagai peralatan yang berada di IMSS antara lain Radio Detection and Ranging (RADAR) yang berfungsi sebagai deteksi kontak yang berada di atas permukaan laut (kapal-kapal).

IMSS TNI-AL (Foto: Dentusbol)

"Ada pula Automatic Identification Station (AIS) yang berfungsi sebagai pemberi informasi tentang nama kapal dan nama panggilan kapal, nomor IMO, dimensi dan tipe kapal, draft kapal, waktu keberangkatan dan kedatangan kapal, tujuan kapal, posisi Lintang Bujur, halu kapal, dan kecepatan kapal," kata Danlanal.

Data-data tentang kapal selalu diperbarui dalam periode tertentu pada skala internasional. Sehingga kapal-kapal yang tidak terdaftar bisa didefinisikan sebagai kapal tak dikenal. Kapal rakyat pun tetap terdeteksi dalam radar ini.

IMSS dilengkapi dengan VHF Radio yang berfungsi sebagai alat komunikasi dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar stasiun pengawas di darat. Plus HF Radio yang berfungsi sebagai backup data komunikasi ke RCC apabila VSAT tidak bisa digunakan dan juga sebagai alat komunikasi dengan RCC ataupun dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar CSS.

Ada pula Day Camera (kamera siang hari) dan FLIR camera (kamera malam hari) yang berfungsi untuk mengambil gambar (memotret) kapal-kapal yang melintas di sekitar CSS. "Kamera tersebut bisa digerakkan langsung dari RCC maupun FCC tanpa memberi tahu CSS," kata Machfudz.

Sarana pendukung lain di IMSS adalah Nobletec yang berfungsi sebagai monitor posisi kapal-kapal yang melintas di sekitar CSS dan sebagai alat komunikasi dengan RCC dan FCC melalui text message application. "Adapun sumber tenaga sistem CSS berasal dari dua buah diesel generator 15 Kwh," katanya.

IMSS merupakan salah satu piranti teknologi militer yang mutakhir. Banyak negara di dunia yang menggunakannya sebagai salah satu perangkat sistem pertahanan dan keamanan negara.

Saat ini Indonesia memiliki 20 buah Coastal Surveillance System (CSS). 10 buah berada di Selat Malaka dan 10 buah berada di Selat Makassar. Juga 11 KRI yang dilengkapi IMSS. Tiga KRI di bawah Komando Armada RI Kawasan Barat, dan delapan KRI di bawah Komando Armada RI Kawasan Timur.

Indonesia juga memiliki dua Regional Command Center, yaitu RCC Batam dan RCC Manado, dua Fleet Command Center, yaitu FCC Jakarta dan FCC Surabaya, serta satu Headquarters (HQ), yaitu HQ Cilangkap.

IMSS TNI-AL (Foto: Dentusbol)

Mengamankan perairan di ujung timur Pulau Kalimantan juga menyisakan berbagai cerita. Machfudz mengatakan, mereka tetap berjuang untuk mengemban tugas negara secara maksimal dalam segala keterbatasan.

"Yang paling terasa adalah akses menuju lokasi yang sangat sulit. Setelah menggunakan speed boat dari Sangkulirang menuju Manubar, perjalanan harus dilanjutkan dengan kapal rakyat menuju Tanjung Mangkalihat selama beberapa jam," katanya.

Saat ini Mako Lanal Sangatta menugaskan empat personel di Pos TNI AL Tanjung Mangkalihat. Mereka harus apel di Mako Lanal dalam dua bulan sekali. Dalam kondisi ini, Machfudz mengatakan mereka berupaya mengemban tugas dengan sebaik baiknya.

Yang menarik, karena belum ada BTS tower, mereka hanya bisa berkomunikasi dengan pesan singkat. "Untuk mencari sinyal, kami harus naik motor tujuh kilometer. Itu pun sinyalnya terputus-putus. Jadi komunikasi dengan Mako Lanal lebih banyak lewat SMS. Kami mengecek dua hari sekali," katanya.

Karena merasakan sendiri kendala yang dialami, Machfudz menyampaikan beberapa kebutuhan mendasar kawasan yang dihuni sekitar 300 KK tersebut. "Yang utama adalah jalan darat. Selama ini kami harus lewat laut atau memutar ke arah Berau melalui Teluk Sulaiman. Jalan tembus ke Manubar sangat diperlukan," katanya.

Selain itu, pasokan listrik masih mengandalkan genset. Kalaupun ada genset, masih mengandalkan pasokan solar dari Sulawesi. "Masyarakat banyak tergantung pada pasokan dari Sulawesi. Baik pangan maupun BBM," katanya.

Salah satu solusi untuk mengatasi problem listrik adalah dengan penggunaan solar cell atau pembangkit listrik tenaga surya. Hal ini perlu diupayakan secara serius. "Di kawasan tersebut juga belum ada dermaga. Perjalanan harus disambung dengan kapal kecil sampai ke tepian," katanya.

Selaku personel TNI yang juga berposisi sebagai masyarakat, Machfudz pun berharap agar geliat pembangunan bisa ditularkan secara proporsional di kawasan tersebut. Sehingga mampu menjadi "pelepas dahaga" bagi para warga yang terpisah jarak ratusan kilometer dengan ibukota kabupaten.

  ● Tribunnews

Posted in: Radar,TNI

#Tag : Radar TNI

PTDI Teken Kontrak 3 Pesawat CN235 Kurang dari Rp 1 triliun

Ilustrasi industri pesawat di Indonesia Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, tahun ini sudah menandatangani kontrak pembuatan pesawat CN 235 yang merupakan pesanan TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

Direktur Teknologi PTDI Andi Alisyahbana menuturkan bahwa pesawat yang dipesan AL tersebut akan dipergunakan untuk patroli maritim, tetapi baru akan dikirim pada 2015 atau 2016 mendatang.

"Ada tiga pesawat, satu untuk AU dan dua AL. Nilainya, saya tidak ingat tetapi kurang dari Rp 1 triliun," ujarnya di Jakarta, Senin (20/5).

Adapun target untuk kontrak baru tahun ini diharapkan dapat mencapai Rp 3 triliun.

"Itu kontrak baru yang selalu kita targetkan bisa didapat setiap tahunnya. Tahun ini sendiri, kita ada backlog kontrak yang harus dikirim mencapai Rp 8 triliun. Dan itu harus diselesaikan. karena merupakan combined sampai 2015 yang tidak hanya dalam negeri tapi juga luar negeri," terang Andi.

Untuk pemesanan pesawat ini, lanjutnya merupakan kontrak multiyears, sehingga beberapa pesawat yang akan dikirim pada tahun ini merupakan kontrak yang telah ditandatangani pada 2011 atau 2012.

Sementara itu, Andi juga mengakui bahwa pihaknya sedang membidik kontrak besar di tahun ini, akan tetapi ia masih enggan membuka kontrak yang dimaksudnya tersebut.

Siapkan Perawatan Boeing dan Airbus

PTDI yang merupakan perusahaan nasional bergerak dibidang aero, sudah memulai untuk merawat pesawat jenis Boeing dan Airbus.

"Kita kan ada divisi aircraft services dan ditargetkan untuk bisa memelihara pesawat yang bukan produk kita karena ini dalam keahlian kami, sehingga kami akan me-maintenance," kata Andi.

Andi mengatakan juga kalau market di Indonesia untuk perawatan pesawat, besar sekali.

"Airlines untuk perawatan bisa sampai Rp 8 hingga 9 triliun tiap tahun dan kebanyakan diperbaiki ke luar negeri. Kita ingin tangkap pasar itu. Saat ini perawatan pesawat yang paling baik adalah GMF dan dari Rp 8 triliun diambil oleh GMF dan kami ada Rp 3 triliun," terangnya.

Meskipun PTDI sedang menyiapkan untuk perawatan pesawat di luar pesawat yang mereka produksi, namun masih ada beberapa sertifikasi kualifikasi yang belum dimiliki seperti landing gear belum bisa di dalam negeri. Andi mengakui pihaknya masih membangun kemampuan, kalau belum mendapatkan kualifikasi untuk training maka belum bisa.

Untuk menyiapkan perawatan pesawat Boeing dan Airbus tersebut, PTDI menggunakan sebagian dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang didapatkannya pada akhir tahun lalu sebesar Rp 1,4 triliun serta dari pinjaman bank.

"Tetapi saya lupa berapa persis dananya yang digunakan dan dipinjam dari bank. Untuk perawatan ini, dana yang kami keluarkan tidak lebih dari Rp 1 triliun karena kita sudah punya hanggar yang mampu menampung tiga unit pesawat jenis Boeing 737 ataupun Airbus A320. Yang perlu kami lakukan adalah, tinggal menambahkan kemampuan saja," ucapnya.

  ● Berita Satu

Posted in: DI,Pesawat,TNI

#Tag : DI Pesawat TNI

Presiden Minta Perwira Kuasai Pengetahuan dan Teknologi

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono menekankan pentingnya peran teknologi komunikasi dan informasi (ICT) bagi para perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian RI (Polri).

Sebagai seorang perwira, ilmu pengetahuan melalui sarana-sarana teknologi yang ada saat ini merupakan kekuatan untuk membangun dan mengembangkan kemampuan.

“Pahami betul konsep dari modernisasi menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi. Betul-betul kuasai pengetahuan dan teknologi mulai dari sekarang, jangan tunggu besok atau lusa,” kata Presiden saat memberikan Pembekalan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI-Polri Tahun 2013 di Gedung Graha Samudera Bumimoro Morokrembangan, Komplek Kodikal, Surabaya, (1/7).

Pembekalan langsung dari Presiden SBY ini, merupakan acara pembuka sebelum pelantikan capaja yang akan digelar Selasa (2/7) di Mako Akademi Angkatan Laut. Hadir dalam pembekalan tersebut Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M.Nuh, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Mensesneg Sudi Silalahi.

Presiden mengatakan, seorang perwira harus terus mengasah pengetahuan dan wawasannya meski sudah lulus dari akademi angkatan. Penguasaan keterampilan di bidang teknologi, bukan berarti menjadi generasi video game. Generasi jenis ini justru akan membuat perwira tidak bisa berinteraksi, berkomunikasi, dan bersosialisasi.

“Itu tidak boleh terjadi perwira kepolisian dan militer. Perang yang sesungguhnya jauh lebih komplek, rumit, dan berbahaya dibandingkan dengan hanya bermain dalam simulasi video game,” kata Presiden.

Selain peka terhadap teknologi informasi yang sedang berkembang, Kepala Negara juga memberi sembilan nasihat atau instruksi lain. Peka terhadap perkembangan teknologi merupakan pesan yang ketiga. Pesan pertama, menjaga idealisme sebagai perwira Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian RI.

Kedua, kerjakan tugas sebaik mungkin dengan menguasai masalah teknis di lapangan tidak hanya teori. Keempat, berkompetisi secara sehat. Kelima, menjaga etika dan perilaku. Keenam, bermental tangguh, ulet, dan pantang menyerah. Ketujuh, percaya pada diri sendiri.

“Kalau mau berhasil, sukses, belajarlah dengan baik. Kalau mau jabatan ya tunjukkan prestasi dan kemampuan. Saya sering mendengar banyak sekali sekarang ini, perwira yang cari sponsor kesana-kesini, gantolan ke kanan kiri, itu tidak abadi, yang abadi kalau punya kemampuan sendiri, berupaya sendiri, berjuang sendiri,” kata Presiden.

Kedelapan, jangan memilih-milih tugas dan jabatan. Kesembilan, bertahan terhadap godaan harta, tahta, dan wanita. Kesepuluh, senantiasa dekat dengan Tuhan YME. “Saya hampir 30 tahun bertugas di TNI, lima tahun menjadi menteri, sembilan tahun ini jadi presiden. Perjalanan panjang saya juga alami, banyak tantangan permasalahan ujian dan cobaan, kadang-kadang begitu berat. Apakah saya mampu, saya berikhtiar,” ujar SBY.

Kapolri Timur Pradopo dalam kata penutupnya mengatakan, rintangan yang dihadapi perwira ke depan akan semakin kompleks dan dinamis karena kemajuan teknologi dan informasi. Karena itu, perwira wajib mengembangan potensi diri, mengembangkan kompetensi teknis manajerial di bidang masing-masing.

“ Pesan Pak Presiden mengenai kebersamaan satu kesatuan yang utuh, mendukung TNI-Polri dalam menghadapi tantangan kami jadikan landasan untuk meningkatkan kualitas menjadi perwira yang tangguh dan professional,” ujar Kapolri.

Sementara Agus mengatakan, ada 735 capaja TNI dan Polri yang akan dilantik menjadi Letnan Dua. Dengan perincian 238 orang taruna akademi militer, 105 taruna akademi angkatan laut, 108 taruna akademi angkatan udara, dan 284 orang taruna akademi kepolisian, dan 48 di antaranya adalah taruna.

  ● Jurnas

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Polkam,TNI

"Cyber army" antisipasi "cyber warfare"

http://timesofindia.indiatimes.com/photo/6260507.cms

Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) tak hanya dituntut profesional dan mahir dalam memiliki dan menggunakan alat utama sistem senjata (alutsista) tetapi juga harus canggih dan tidak "gaptek" menghadapi ancaman di dunia maya (cyber space).

Untuk itu Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro segera membentuk satuan khusus tentara siber (cyber army) untuk menangkal serangan di dunia siber yang dapat mengganggu kedaulatan negara dan pertahanan negara.

Pembentukan "cyber army" merupakan bagian dari pembangunan Pusat Pertahanan Siber (Cyber Defence) yang meliputi pertahanan sistem komunikasi dan informasi Kementerian Pertahanan. "Cyber army" terdiri atas kalangan militer yakni TNI AD, TNI AU, dan TNI AL hingga kalangan sipil.

"Serangan cyber yang dapat mengganggu kedaulatan bangsa saat ini cukup terbuka lebar. Cyber Army dibentuk untuk menangkal serangan tersebut," ucap Purnomo baru-baru ini.

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan membantu tata kelola, infrastruktur, peralatan, dan sumber daya manusianya.

Perang di dunia maya (cyber warfare) menjadi ancaman di berbagai belahan dunia ini di samping perang konvensional yang saling mengungguli dalam penggunaan alutsista. "Cyber warfare" berkembang dari "cyber crime" yang memiliki arti bentuk-bentuk kejahatan yang ditimbulkan karena pemanfaatan teknologi internet jaringan komputer seperti menyebar virus yang merusak akses informasi, membajak atau mencuri informasi, mengubah informasi secara ilegal, hingga memata-matai akses informasi.

"Cyber army" dibutuhkan untuk menangkis segala serangan di dunia maya yang setiap saat bisa mengganggu pertahanan kedaulatan RI. Selain menangkis dan bertahan, "cyber army" juga dituntut memiliki kemampuan untuk menyerang.

Menurut Menteri Pertahanan, "cyber army" juga memiliki tugas khusus menelusuri siapa saja yang mencoba mengoyak siber di Tanah Air dan menguak motif penyerangan tersebut.

"Potensi gangguan saat ini sudah ada tetapi kadang-kadang tidak kita rasakan," kata Purnomo.

Pengamat militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jaleswari Pramodhawardani sangat mendukung rencana Menteri Pertahanan itu.

"Itu sangat penting. Jangan dilupakan Indonesia juga memiliki peretas-peretas tangguh," ungkapnya.

Menurut Jaleswari, dari beberapa kali diskusi bersama petinggi TNI dan Kemhan, Indonesia memiliki sumber daya peretas yang tangguh bahkan sangat diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara. Peretas-peretas ini memiliki strategi efektif untuk melumpuhkan pertahanan lawan dan mampu membaca taktik secara tepat.

"Cyber army" menjadi bagian dari kebijakan peningkatan kualitas pertahanan negara, selain industri strategis seperti produksi alat utama sistem persenjataan dan peningkatan pelatihan personel.

Sandi negara

Sebenarnya pemerintah telah memiliki institusi khusus yang turut menangani persoalan ancaman itu yakni Lembaga Sandi Negara yang berdiri sejak 4 April 1946. Lembaga Sandi Negara kini dikepalai oleh Mayor Jenderal TNI Dr Djoko Setiadi, MSi.

Lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab kepada Presiden ini berfungsi mengatur, mengkoordinasi dan menyelenggarakan hubungan persandian secara tertutup dan rahasia antara aparatur negara baik di Pusat maupun daerah dan hubungan persandian ke luar negeri.

Lembaga Sandi Negara mempunyai tugas pokok yaitu menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan di bidang persandian negara sesuai dan berdasarkan kebijaksanaan umum pemerintah: mengatur, mengkoordinasikan dan mengendalikan hubungan persandian dan kegiatan-kegiatan badan-badan persandian terutama dalam pengamanan dan pemberitaan rahasia negara; menyelenggarakan pendidikan khusus persandian; menyelenggarakan penelitian dan pengembangan persandian; menyelenggarakan koordinasi penggunaan personel maupun materiil persandian.

Selain memiliki tugas mengamankan informasi rahasia negara, Lembaga Sandi Negara juga memiliki tugas lain yaitu memperoleh informasi melalui analisis informasi rahasia pihak asing.

Informasi tersebut diperoleh dengan melakukan kegiatan intelijen sinyal. Kegiatan memperoleh informasi asing tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan salah satu fungsi intelijen yaitu fungsi penyelidikan sehingga Lembaga Sandi Negara memiliki dua misi utama yaitu penjaminan keamanan informasi dan intelijen sinyal.

Kepala Lembaga Sandi Negara Djoko Setiadi ketika acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Rektor Institut Teknologi Bandung pada 7 November tahun lalu mensinyalir adanya ancaman terhadap dunia maya sehingga harus disikapi oleh negara secara serius.

Ia mengatakan jaminan keamanan informasi sektor pemerintah atau swasta maupun masyarakat sudah mendekati ancaman keamanan informasi yang semakin mengkhawatirkan sehingga Lembaga Sandi Negara perlu melakukan gerakan. Ia menyebut contoh jadwal penerbangan pesawat Garuda pernah tidak teratur akibat diretas oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Kepala Lembaga Sandi Negara juga menyatakan bahwa perlu peningkatan kemitraan global dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman kejahatan dunia maya. Potensi kejahatan dunia maya makin meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kebocoran berbagai informasi yang bersifat rahasia terjadi di berbagai belahan dunia.

Pada sebuah seminar internasional pada 2011 di Jakarta tentang kejahatan dunia maya dan keamanan sistem informasi dunia, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan ancaman bagi banyak negara tidak hanya berwujud ancaman militer tetapi juga ancaman nonmiliter, antara lain kejahatan siber. Sistem informasi negara harus dilindungi dari gangguan dan ancaman kejahatan dunia maya tersebut.

Menhan Purnomo Yusgiantoro sedang memaksimalkan tugas dan fungsi Lembaga Sandi Negara terutama dalam memberikan proteksi pada sistem informasi negara yang tengah dikembangkan. Contohnya sistem informasi pertahanan negara itu mendapatkan proteksi.

Indonesia pada 2008 telah memiliki Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagai salah satu upaya penegakan hukum menghadapi berbagai ancaman kejahatan dunia maya.

Harus diwaspadai

Di balik kemudahan mengakses jaringan internet dalam perkembangan teknologi informasi saat ini, harus diwaspadai ancaman yang tak hanya menghantui orang per orang tetapi juga simbol-simbol kenegaraan. Kementerian Pertahanan suatu negara kerap menjadi sasaran untuk diserang karena menyimpan berbagai informasi penting yang setiap saat diintip oleh pihak lawan.

Jaringan yang terhubung antara komputer di seluruh dunia melalui internet biasanya terpusat di AS sehingga negara adidaya itu dapat dengan mudah mendapat informasi dari negara-negara lain. Terlebih internet pertama kali memang dikembangkan di AS dan kini dipakai di seluruh dunia.

Hal yang perlu diingat pula adalah mengakses data melalui internet rentan dengan penyadapan atau peretasan dari pengguna jaringan internet yang tidak bertanggung jawab. Jaringan internet juga bisa dipakai untuk mematai-matai negara lain selain digunakan untuk propaganda.

Untuk itu kesiapan Indonesia menangkal berbagai ancaman di dunia maya menjadi keniscayaan.

Meskipun menurut Menteri Pertahanan ancaman serius terhadap kedaulatan melalui dunia maya belum tampak dan belum bisa dikategorikan sebagai ancaman pertahanan negara namun kewaspadaan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan.

  ● Antara

Posted in: Artikel,Cyber,Internet,TNI

TNI luncurkan perangko seri Kontingen Garuda

Jakarta - Mabes TNI meluncurkan perangko seri Kontingen Garuda dalam visi Pemeliharaan Perdamaian Dunia (PBB) sebagai simbol penghormatan dan kebanggaan terhadap Prajurit TNI yang bertugas di berbagai negara.

Peluncuran perangko seri Kontingen Garuda itu ditandatangani oleh Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko yang disaksikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informasi (Dirjen PPI) Kemenkominfo Sukri Batubara, Direktur SDM dan Umum PT Pos Indonesia Entis Sutisna serta Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul di lapangan parkir GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat.

Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, dengan peluncuran perangko ini masyarakat akan mengetahui peran serta TNI dalam misi Pemeliharaan Perdamaian Dunia.

Moeldoko mengutip penyataan Proklamator Presiden Soekarno yakni jangan sekali-kali meninggalkan sejarah alias jas merah.

"Jangan sekali-kali meninggalkan jas merah, jangan lupakan jas merah, jangan lupakan sejarah. Kita bisa dikenal dulu karena ada perangko. Itu juga menjadi sejarah kita," kata Moeldoko.

Perangko seri Kontingen Garuda ini diluncurkan berkat kerjasama dengan PT Pos Indonesia dan Kemenkominfo. Peluncuran prangko ini merupakan yang kedua kalinya setelah peluncuran seri perjuangan Trikora tahun 2010.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa pada hari ini, TNI akan melakukan upaya restorasi kebangsaan dan nasionalisme melalui penggalakan kembali penggunaan benda pos yang bernama perangko, yang memiliki dua dimensi fungsi selain tanda pelunasan porto, juga merupakan wahana untuk menyampaikan pesan mengenai berbagai kepentingan masyarakat, pesan-pesan kebangsaan dan perluasan wawasan ke-Indonesia-an.

  ● Antara

Posted in: TNI

#Tag : TNI

5 Rencana TNI Bikin Pertahanan di Jakarta

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman dan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin beberapa waktu lalu bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Mereka menyampaikan rencana TNI tentang strategi pertahanan yang tepat untuk Jakarta.

Dalam pandangan TNI, sistem pertahanan nasional bukan hanya di daerah-daerah perbatasan dan daerah-daerah hutan tetapi daerah pada penduduk seperti DKI Jakarta juga harus dijaga ketat. Alasannya, Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan pusat perekonomian nasional.

TNI AD telah melakukan kerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait tata ruang wilayah pertahanan di Jakarta. Selain itu, TNI AD juga akan menempatkan alat pertahanan di kota-kota besar sesuai dengan demografis wilayahnya. Berikut 5 rencana TNI untuk menjadikan Jakarta aman dari sisi pertahanan seperti dirangkum merdeka.com, Sabtu (2/11).

1. Penangkis serangan udara di gedung tinggi

TNI AD berencana memasang sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) atau senjata penangkis serangan udara di atas gedung-gedung tinggi di Jakarta.

"Pada gedung tinggi bisa digunakan. Gedung yang ditentukan tempatnya bisa buat rata, sehingga bisa ditempatkan senjata penangkis udara," ujar KSAD Jenderal Budiman dalam acara operasi katarak dan bibir sumbing gratis memperingati hari Juang Kartika di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (01/11).

2. Gedung tinggi zona pendaratan helikopter

TNI berharap di gedung-gedung tertentu di Jakarta dapat juga digunakan sebagai zona pendaratan helikopter logistik yang membawa alat berat seperti radar dan sebagainya.

"Sehingga gedung tinggi ini harus dibuat kokoh, bisa dilandasi helikopter radar dan penembakan penangkis serangan udara," kata KSAD Jenderal Budiman.

Menurut dia, perang masa depan tidak seperti dulu, di hutan atau ditentukan di suatu daerah. Oleh sebab itu, Jakarta sebagai pusat pemerintahan perlu dijaga.

3. Pangkalan tank di bawah Monas

TNI berencana membangun pangkalan tank di bawah Monas. Diperkirakan luas pangkalan militer plus parkir bawah tanah dan pusat souvenir di bawah Monas sekitar 160 hektar. Namun detail bangunan seperti apa belum bisa disampaikan.

"Pembangunan dimulai 2014 nanti. Di bawah monas nanti ada underpass strategi pertahanan saat kondisi darurat, yang saling berhubungan," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan (Kemhan) Sjafrie Sjamsoeddin menemui Jokowi. Keduanya membicarakan singkronisasi antara strategi penataan ibu kota dengan strategi pertahanan negara.

Apalagi, September dan Oktober lalu, militer Indonesia bakal menerima ratusan tank berat. Tank itu bakal masuk Jakarta, lalu disebarkan di satuan operasional. Selain itu, militer juga bakal menerima roket jarak jauh untuk mengamankan ibu kota, serta sejumlah pesawat tempur dan puluhan tank amfibi.

4. Kemayoran untuk pendaratan pesawat tempur

Gubernur Jokowi akan menindaklanjuti koordinasi dengan Kementerian Pertahanan sehubungan penyediaan ruang bagi masuknya peralatan militer. Salah satu perubahan yang akan dilakukan adalah jalan di kawasan Kemayoran bisa dimanfaatkan untuk pendaratan pesawat tempur dengan sedikit mengubah tata ruangnya.

"Di Kemayoran bisa untuk pendaratan pesawat. Karena ada fly over nya itu nanti dipindah menjadi underpass sehingga nanti untuk pendaratan bisa dipakai darurat," kata Jokowi.

5. Marunda untuk jalur peralatan tempur TNI AL

Kawasan Marunda juga dibidik untuk membantu pertahanan melalui laut. Menurut Jokowi, ada lahan seluas 200 hektar di kawasan Marunda yang bisa digunakan untuk peluncuran amfibi. "Di Marunda itu luasnya lebih dari 200 hektar, sebagian wilayah pantainya itu juga nanti bisa digunakan untuk meluncurnya amfibi ke laut. Memang, hal-hal tersebut harusnya sudah kita rancang," kata Jokowi.

  ♞ Merdeka

Posted in: Metro,TNI

#Tag : Metro TNI

Usir Nyamuk, Pasukan Kostrad Pergunakan Lotion Daun Tembelek

Tembelek merupakan tanaman liar yang banyak ditemui dan mudah ditanam di Indonesia. Daun dan bunga tembelek berpotensi sebagai insektisida nabati.

Usir Nyamuk, Pasukan Kostrad Pergunakan Lotion Daun Tembelek Yogyakarta ♞ MAHASISWA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan menguji coba lotion antinyamuk ke prajurit Batalyon Infanteri 412/Raider Kostrad yang sedang bertugas di Papua.

Rencananya Batalyon Infanteri 412/Raider Kostrad akan membawa 400 botol lotion menggunakan bahan dasar daun tembelek (Lamtara Camara) hasil karya mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNY.

“Pasukan raider 412 yang bertugas dipapua telah membawa dan menguji coba hasil temuan berdasarkan hasil penelitian kami mahasiswa di UNY,” kata Maisel Priskila selaku ketua tim UNY distand pameran Konferensi ICSEI yang kami tulis (6/1/2014).

Dia mengatakan, Batalyon Infanteri 412/Raider Kostrad yang bermarkas di Purworejo akan bertugas di Papua yang wilayah tugasnya kebanyakan daerah rawa sehingga banyak nyamuk.

Dalam mengembangkan dan membantu pemasaran Lotion yang diberi merk “Lamtara Camara” itu Maisel berharap ada bantuan dalam memperoleh izin pemasaran.

"Tembelek merupakan tanaman liar yang banyak ditemui dan mudah ditanam di Indonesia. Daun dan bunga tembelek berpotensi sebagai insektisida nabati," jelasnya lagi.

Menurut dia, daun dan bunga tembelek mengandung lantadene A, lantadene B, lantanolic acid, lantic acid, humule (minyak atsiri), b caryophyllene, g terpidene, a pinene, dan rcymene.

"Serangga tidak menyukai itu, sehingga tanaman tembelek berpotensi sebagai penolak serangga," kata Dwi Handayani anggota Tim MIPA UNY menimpali.

  ● Pelita

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbuuz_SZ7cKCwhpqa99bDUTs8z7eBdTBJgWOAzt77XI8cD84x5m60kJ97F5cSaRXGxcpzOzYYlOIYFY-3yJVAxLe-NvnjGPY8xy-QDlIMaL_2BIwAgbZjGA-BkFOT_TPB5x3WJfqI7IX0/s35/cinta-indonesia.jpg

Posted in: TNI,UNY

#Tag : TNI UNY

TNI Akan Memiliki Rantis Buatan Dalam Negeri

Jakarta ♼ Sebagai bangsa yang besar Indonesia sudah mampu membangun alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang tidak kalah dengan bangsa lain.

Salah satu karya anak bangsa yang dapat diandalkan adalah kendaraan taktis (Rantis) 4X4 yang akan digunakan oleh TNI.

Kalagiat Rantis 4x4 TNI, Kolonel Kavaleri Rihananto, menjelaskan, kendaraan tersebut merupakan kendaraan taktis (rantis) militer yang pertama lulus uji coba dari semua parameter teknis untuk kendaraan taktis yang telah ditetapkan oleh TNI. Dan kendaraan ini nantinya yang disiapkan untuk dijadikan kendaraan standart Operasional TNI.

"Kendaraan ini sudah diuji coba melebihi kendaraan lainnya, kemana saja seperti pulau Jawa, Madura. Kendaraan ini diuji habis-habisan. Dan kenyataanya performancenya tinggi," kata Rihananto, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (8/1/14).

Program pengembangan Rantis ini merupakan wujud kekuatan pokok TNI dan sesuai dengan arahan Presiden RI agar karya anak bangsa dapat dimanfaatkan.

"Mabes TNI telah melakukan langkah-langkah strategis dalam rangka memenuhi kemandirian alutsista, dengan bekerjasama dan memberdayakan industri pertahanan nasional, guna mengurangi ketergantungan kebutuhan alutsista pada negara lain," terangnya.

Menurutnya, prototipe rantis ini semua komponen bodinya dirancang dan dibuat di dalam negeri.

Dalam kesempatan yang sama, koordinator mitra industri TNI, Riky Tampinongkol berharap ada dukungan terkait program pengembangan dan produksi Rantis TNI ini.

"Karena program yang dijalankan sudah menjadi sebuah gabungan dari tingkatan yang kecil (UKM) sampai yang besar (industri)," imbuhnya.

Program Rantis yang dicanangkan oleh TNI tersebut, dapat berdampak pada kemajuan karya anak bangsa lainnya. Hal tersebut juga sesuai dengan instruksi presiden.

Kedepan diharapkan, jenis prototipe ini akan memiliki konsorsium sendiri untuk bisa diproduksi massal. Selain itu juga direncanakan semua komponennya akan di produksi dalam negeri secara bertahap dan akan melibatkan berbagai komponen bangsa dari tingkat UKM, industri nasional, dan lembaga pendidikan.

"Kita berharap akan ada kebijakan pemerintah dan DPR khususnya Komisi I untuk memberikan dukungan anggaran terkait produksi Rantis tersebut sebagai program ke depan," ujarnya.

Menurut Riky, pihaknya sudah menyiapkan dua jenis prototipe. Ia juga mengaku menghabiskan biaya Rp5 miliar untuk pembuatan Rantis tersebut.

"Dan kendaraan ini sudah berhasil memenuhi spek TNI. Panglima TNI juga sudah memberi rekomendasi begitu juga dengan Menteri Pertahanan," pungkasnya.

  ♞ Okezone

Posted in: Kendaraan Militer,TNI

Wamenhan Meninjau Kesiapan PT IAMI

Bekasi ★ Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI selaku Ketua High Level Comitte (HLC) Sjafrie Sjamsoeddin didampingi sejumlah pejabat dari Kemhan dan Mabes TNI, melaksanakan kunjungan kerja ke PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di Pondok Ungu, Bekasi, Jumat (17/1), untuk melihat kesiapan pembuatan truk angkut militer yang akan digunakan oleh TNI.

Selama berada di PT IAMI, Wamenhan diterima Vice Presiden Direktur Isuzu Yohanes Nangoi dan mendapat penjelasan seputar kemampuan perusahaan serta kesiapan pembuatan truk-truk yang didesain untuk kepentingan militer tersebut, dan berkesempatan melihat secara langsung fasilitas-fasilitas yang dimiliki Isuzu termasuk dua unit truk prototipe.

Menurut Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, program kerja sama dengan PT IAMI ini sebagai salah satu upaya mendukung percepatan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI, yang telah disusun dalam dua rencana strategis (renstra).

Dan saatnya nanti, sejumlah alutsista yang sudah diterima TNI akan diperlihatkan kepada Rakyat Indonesia, pada Hari Ulang Tahun (HUT) TNI pada 5 Oktober 2014 mendatang.

Sedangkan dalam penjelasannya kepada Wamenhan, Vice Presdir Isuzu mengatakan, bahwa sebanyak 965 unit pesanan Kemhan/Mabes TNI akan segera dimulai pembuatannya. Dari jumlah total tersebut, 665 unit truk angkut militer dengan type NPS 75 dapat diselesaikan selama 15 bulan dan 300 unit lainnya type FVZ 34P diselesaikan selama 2 tahun pembuatan.

Truk Isuzu type NPS 75 memiliki spesifikasi menggunakan mesin 4HK1-TCN, Direct Injection, Intercooled Turbo 150 PS/ 2006 RPM, 5.193 cc handling 4 x 4, yang mampu bergerak di segala bentuk medan.

Sementara truk dengan type FVZ 34 memiliki spesifikasi Panjang hingga 11,480 meter dengan beban berat dan volume besar (GVW 26 ton), yang di topang mesin 6HK1 - TCN, 7,790 cc, Inline Six Silinder, Direct Injection Diesel, dengan tenaga 240 ps/2.400 rpm.

  ● DMC

Posted in: Kendaraan Militer,TNI

LAPAN Kembangkan Teknologi Alutsista bersama TNI

 TNI AD Anggarkan Rp 3,5 M Untuk Pembangunan Pesawat Tanpa Awak & Roket LAPAN JAKARTA TNI AD bakal memborong alutsista di akhir masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Paling lambat Agustus tahun ini, TNI AD menargetkan bisa mendatangkan 60 sampai 80 persen alutsista yang sudah masuk daftar pembelian. Selebihnya, akan dicicil hingga 2017.

Tahun ini, anggaran keseluruhan TNI AD mencapai Rp 15 Triliun. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman mengungkapkan, cukup banyak unit alutsista yang akan dibeli TNI AD tahun ini. Sebagian besar merupakan unit bergerak berupa tank dan helikopter taktis.

Salah satu pembelian terbesar tahun ini adalah main battle tank (MBT) Leopard 2A4 Revolution. Sedikitnya 52 unit Leopard anyar akan melengkapi kekuatan TNI AD.

"Masih ada sekitar 71 lagi Leopard dan Marder yang didatangkan setelah 2014," ujarnya usai penandatanganan MoU penelitian dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Mabes AD kemarin.

Selain itu, TNI AD juga membeli 81 rudal anti serangan udara, serta meriam Caesar 155 mm dan Multi Launcher Rocket System (MLLRS) masing-masing dua batalion. TNI AD juga membeli sejumlah helikopter, seperti Eurocopter Fennec 12 unit dan Bell Helicopter 16 unit. "Apache juga akan didatangkan tapi tahun 2017," lanjutnya.

Penandatanganan MoU dengan LAPAN sendiri bakal memperkuat TNI AD di bidang penelitian. Beberapa manfaat menggandeng LAPAN, TNI AD bisa lebih cepat dalam mengembangkan teknologi penerbangan, roket, penginderaan jarak jauh, hingga pemetaan wilayah.

Hasil kerjasama itu nantinya akan membuat teknologi pertahanan makin canggih. Teknologi satelit penginderaan jauh misalnya, bisa digunakan untuk memetakan setiap sudut wilayah NKRI, terutama perbatasan. Teknologi itu bisa juga digunakan untuk menanggulangi bencana.

Budiman mengatakan, pengembangan alutsista saat ini memberi porsi cukup besar pada penelitian. Kerjasama tidak hanya dilakukan dengan LAPAN, namun juga BPPT dan sejumlah Universitas. Untuk penelitian awal yang bekerjasama dengan LAPAN, telah disediakan anggaran Rp 3,5 miliar.

"Overall, termasuk kerjasama dengan BPPT dan lainnya telah dianggarkan hingga Rp 56 miliar," tambahnya. Bahkan, secara keseluruhan, Kementerian Pertahanan menganggarkan antara Rp 200-300 miliar untuk keperluan research and development.

Kepala LAPAN Bambang S Tedjasukmana mengungkapkan, pihaknya telah membuat sebuah konsorsium roket nasional. Anggotanya termasuk Pindad dan Kementerian Pertahanan. Konsorsium tersebut telah menghasilkan Roket dengan jangkauan 15 dan 23 kilometer.

"Saat ini, kami sedang mengembangkan yang jangkauan 36 kilometer, serta memulai pengembangan untuk daya jangkau 70 dan 100 kilometer," terangnya kemarin. Jika pengembangan tersebut selesai, barulah LAPAN mengembangkan roket dengan jangkauan hingga 300 kilometer seperti Yakhont milik Rusia.

Kerjasama dengan militer akan membuat LAPAN memiliki lebih banyak peran dalam industri pertahanan. Terutama, dalam hal pengembangan teknologi pertahanan dan persenjataan. "Hasil kerjasama nanti hanya akan berupa prototipe. Jika akan diproduksi masal, maka akan digarap oleh industri," ucapnya.

  ● JPNN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbuuz_SZ7cKCwhpqa99bDUTs8z7eBdTBJgWOAzt77XI8cD84x5m60kJ97F5cSaRXGxcpzOzYYlOIYFY-3yJVAxLe-NvnjGPY8xy-QDlIMaL_2BIwAgbZjGA-BkFOT_TPB5x3WJfqI7IX0/s35/cinta-indonesia.jpg

Posted in: Alutsista,LAPAN,TNI

TNI Kebut Persiapan Skadron Pesawat tanpa Awak

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-P4KSoE2PxAymnvB-PDF7DeOqw3CpDJxn9u1QByBhkmeyLlOIqaRvbuKbSOhJFHqBP_4WZeIxU8GV_2wn7ZxTqOUMJwVeC_nObSc0yjl2fQfuXwuJ5TbzNvbG-B8HUDrb4qLspKe1cN5T/s320/puna-wulung-mampu-terbang-200-km.jpg Jakarta Panglima Komando Operasi Angkatan Udara Satu Marsekal Muda Muhammad Syaugi mengaku tidak sabar untuk segera memiliki skadron khusus pesawat tanpa awak yang rencananya berlokasi di Pangkalan Udara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Karena itu, Angkatan Udara saat ini sedang mempercepat persiapan infrastruktur pendukung skadron tersebut.

"Targetnya tahun ini jadi," kata Syaugi kepada wartawan di Markas Komando Operasi Angkatan Udara Satu, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 24 Januari 2014.

Selain infrastruktur, TNI AU juga mempersiapkan sisi teknologinya. Para teknisi TNI AU sudah mulai mempelajari teknologi dan seluk-beluk pesawat tanpa awak.

"Ternyata tak mudah, kami pun mempelajari (teknologi) tersebut dari negara tetangga yang sudah bisa," kata dia. "Tak perlu malu, yang penting kami belajar."

Saat disinggung soal pesawat tanpa awak jenis apa yang bakal digunakan TNI AU, Syaugi belum mau menjawab detail. Dia hanya menyebutkan pesawat tanpa awak hasil riset dari Kementerian Riset dan Teknologi serta Badan Penerapan dan Pengembangan Teknologi, yakni PUNA Wulung. "Selain itu, Kementerian Pertahanan yang tahu," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan membeli belasan unit pesawat tanpa awak dari Filipina, selain buatan dalam negeri, yang akan dialokasikan untuk TNI Angkatan Udara.

Skadron pesawat nirawak ini diharapkan mampu mengemban misi mata-mata dan pengamatan jarak jauh. Pesawat ini ditargetkan mampu memberikan gambaran awal suatu daerah di Tanah Air setelah terjadinya bencana alam.

  ● Tempo

Posted in: TNI,UAV

#Tag : TNI UAV

★ TNI Pesan 3 Pesawat Tanpa Awak Canggih Buatan BPPT

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-P4KSoE2PxAymnvB-PDF7DeOqw3CpDJxn9u1QByBhkmeyLlOIqaRvbuKbSOhJFHqBP_4WZeIxU8GV_2wn7ZxTqOUMJwVeC_nObSc0yjl2fQfuXwuJ5TbzNvbG-B8HUDrb4qLspKe1cN5T/s640/puna-wulung-mampu-terbang-200-km.jpg
UAV BPPT
Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) berhasil mengembangkan pesawat tanpa awak canggih buatan dalam negeri. Sebanyak 3 pesawat yang diberi nama Puna Wulung itu telah dipesan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk keperluan pengawasan.

Chief Engineer BPPT Muhammad Dahsyat menjelaskan, pesawat ini bisa bertahan terbanga selama 4 jam dengan radius hingga 120 Km, dan mencapai ketinggian hingga 12.000 kaki. Pesawat tersebut dikendalikan dengan sensor remote kontrol yang canggih.

"Tahun depan kita mampu sampai 6 jam, kita berinovasi terus," kata Dahsyat saat ditemui detikFinance di Pameran Hari Teknologi Nasional, di Taman Mini Indonesia Indah, Kamis (29/8/2013).

Menurutnya, pesawat ini bisa digunakan untuk keperluan pengawasan daerah perbatasan dengan negara tetangga.

"Dibuat untuk hujan buatan juga bisa. Di sayapnya masing-masing dipasang 2 kg flare yang setara dengan 1 ton NACL (Natrium Chlorida) garam. Jadi 4 kantong flare bisa dipasang maksimum," katanya.

Selain itu, BPPT terus mengembangkan pesawat tanpa awak dengan teknologi yang lebih canggih. Dahsyat mengatakan suatu hal yang membanggakan bagi Indonesia, anak bangsa terus mampu berinovasi terhadap teknologi.

"Nanti pun bisa dibuat autopilot, auto take off dan auto landing," jelasnya.(zul/hen)

  ● detik

Posted in: BPPT,TNI,UAV

#Tag : BPPT TNI UAV

Kendaraan operasional TNI mulai gunakan BBG

http://static.liputan6.com/201302/spbg130205b.jpg PT Pertamina (Persero) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) sepakat untuk bekerjasama memanfaatkan bahan bakar gas (BBG) 'Pertamina Envogas' sebagai bahan bakar kendaraan operasional di lingkungan TNI. Penggunaan BBG ini sebagai permulaan akan dilakukan di Jakarta dan Surabaya terlebih dahulu.

Hadir dalam acara tersebut Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Menteri ESDM Jero Wacik, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, dan Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan penggunaan BBG ini merupakan langkah penting dalam rangka pengalihan beban konsumsi bahan bakar transportasi. Estimasi total konsumsi bahan bakar gas yang dibutuhkan di sektor ini dinilai cukup signifikan.

"Penggunaan energi ramah lingkungan ini pernah digerakkan sebelumnya merupakan program yang berkesinambungan dengan program diversifikasi BBM ke BBG yang dicanangkan pemerintah melalui Peraturan Presiden No.64 tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga BBG CNG (compressed natural gas) untuk transportasi," ujar dia di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (2/9).

Dengan diluncurkannya program penggunaan BBG di lingkungan TNI, diharapkan ke depannya kebutuhan bahan bakar transportasi bagi armada TNI dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Langkah TNI ini juga diharapkan dapat memotivasi institusi dan lembaga-lembaga lainnya untuk beralih dari BBM ke BBG.

Menurutnya, penggunaan BBG bermanfaat agar udara lebih bersih, keberlanjutan pasokan bahan bakar dari ketersediaan gas yang berlimpah, serta mendukung program dunia dalam menahan laju pemanasan global. "Tentunya, Pertamina juga akan terus melakukan upaya serius untuk mengembangkan SPBG dan infrastruktur yang diperlukan guna mendukung program diversifikasi ini," ungkapnya.

Untuk menyukseskan program diversifikasi BBM ke BBG, ketersediaan infrastruktur adalah salah satu faktor kunci kesuksesan. Saat ini, penyebaran SPBG telah ada di Jabodetabek, Palembang, Surabaya.

Sebagai informasi, tahun ini, Pertamina akan membangun 6 (enam) unit SPBG baru di wilayah Jabodetabek dengan alokasi gas khusus transportasi sebesar 35.5 juta standar metrik kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dalam pelaksanaannya, Pertamina bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Pemprov DKI Jakarta sebagai pusat konsumsi BBM nasional, Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian dalam pengadaan dan pendistribusian converter kit.(mdk/bmo)

  ● Merdeka

Posted in: Energi,Pertamina,TNI

Simulasi mobil pengangkut radioaktif ditabrak truk pasir

Bahan nuklir berhamburan di Bandung, 6 orang jadi korban - Simulasi mobil pengangkut radioaktif ditabrak truk pasir - Tim terpadu Penggangulangan Tanggap Darurat Bencana Bahaya Radioaktif sangat sigap memberi pertolongan dini terhadap korban. Kecelakaan lalu lintas antara mobil pengangkut bahan nuklir radioaktif dengan truk pengangkut pasir terjadi tepat di depan Gedung Sate/ lapangan Gasibu Bandung. Akibatnya, 6 orang menjadi korban.

Dua orang korban di antaranya langsung dilarikan ke RS Hasan Sadikin Bandung, karena menderita luka parah.

Baca juga: Radiasi nuklir Fukushima terus meningkat, Jepang bangun dinding es dan Pangkostrad tutup Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi

Akibat kecelakaan itu, bahan nuklir radioaktif berhamburan di jalan mengeluarkan asap. Bahkan sempat terdengar suara ledakan sebanyak dua kali. Melihat kejadian itu, masyarakat khawatir dampak negatif dari radioaktif tersebut.

Warga di TKP (Tempat Kejadian Perkara) langsung segera menolong korban, dan menghubungi aparat kepolisian dan BPBD Jabar. Berkat koordinasi dan komunikasi yang tepat, dalam waktu yang singkat kecelakaan tidak berdampak membahayakan.

Semua itu, lantaran tim terpadu dalam waktu relatif singkat sudah berada di TKP. Tim terpadu Penggangulangan Tanggap Darurat Bencana Bahaya Radioaktif itu terdiri dari unsur badan pengawas tenaga nuklir ( Bapeten), Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri (PTNBR) – BATAN Bandung serta berbagai instansi terkait seperti BPBD Jabar, Polda Jabar, Dinas pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Dinas Kesehatan, TNI AD dan rumah sakit.

Kejadian ini merupakan simulasi dari gladi lapang penanggulangan kecelakaan radiasi dalam transportasi sumber radioaktif, di depan Gedungsate Bandung, Kamis (5/9/2013).

Acara gladi lapang itu merupakan kerjasama antara BAPETEN dengan BPBD Jabar yang melibat berbagai unusur, seperti PTNBR, Batan, Polda Jabar, TNI AD, Dishub, Dinssor, Dinkes, RSHS dan Diskar Bandung serta ormas relawan penanggulangan Bencana Alam.

Menurut Kepala Bapeten As Natio Lasman kepada wartawan, bahwa latihan ini penting untuk memberikan penguatan kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan dan kewaspadaan semua pemangku kepentingan. “Ini untuk memastikan sikap tanggap yang dapat terjadi setiap saat. Sehingga nantinya dapat memberikan keamanan dan keselamatan bagi pekerja, masyarakat dan lingkungan.”

Latihan kesiapsiagaan tanggap darurat ini merupakan amanat PP No 54 Tahun 2012 tentang Keselamatan dan Keamanan Instalasi Nuklir yang mewajibkan pemegang izin untuk menyelenggarakan pelatihan dan gladi kedaruratan nuklir oleh pemegang izin. “Geladi di tingkat provinsi paling sedikit 1 kali dalam 2 tahun dengan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan instansi terkait serta di tingkat nasional paling sedikit 1 kali dalam 4 tahun,” jelas Natio Lasman.

Natio Lasman juga mengatakan, tujuan latihan untuk menguji kemampuan instansi dan SKPD terkait dalam merespon adanya kecelakaan radiasi, akibat kecelakaan transportasi sumber radioaktif.

Sementara itu, Kepala BPBD Jabar Udjwalaprana Sigit mengatakan, sesuai amanah UU 24 tahun 2007, sekecil apa pun musibah bencana harus cepat direspon dan dilakukan penanganan sesuai prosedur demi menghindari jatuhnya korban jiwa.

Bila musibah itu setingkat Provinsi, lanjutnya, maka Gubernur secepatnya mengambil sikap dan menentukan perlu segera dilakukan tanggap darurat bencana. Penentuan tanggap darurat tentunya mengandung konsekuensi, yaitu harus menyiapkan anggaran, personel dan peralatan. “Untuk itu perlunya kerjasama dalam membuat Standar Operasi Prosedure (SOP), sehingga antara instansi terkait, saling mendukung dan bekerjasama,” tegasnya.

Sekda Jabar Wawan Ridwan, usai menyaksikan gladi lapang tersebut, mengatakan, atas nama Pemprov Jabar, dirinya mengapresiasi dan memberikan penghargaan atas terselenggaranya gladi lapang kecelakaan transportasi bahaya Radioaktif.

“Melalui gladi ini, diharapkan masyarakat tidak perlu gugup dan takut atas bahaya Nuklir, juga tidak perlu dijadikan momok/ hantu bila mendengar nama nuklir,” pintanya.@husein

LensaIndonesia

Posted in: BATAN,TNI

#Tag : BATAN TNI

ssst ... Juara umum udah didepan mata

AARM 2014 di Hanoi Hasil sementara perolehan mendali [Leomar]

Memasuki beberapa hari pertandingan kontingen Indonesia menunjukan tajinya dengan meemperoleh 34 mendali (17 Emas, 12 Perunggu, 5 Perak)

Kembali Pasukan TNI menunjukan kebolehannya, dengan menggunakan senjata standar NATO, SS2 produksi PT Pindad, Kontingen Indonesia meraih banyak mendali.

Tak hanya si Arjuna, Srikandi kita seolah tak mau kalah sambil menggunakan pistol produksi Pindad tentunya, menunjukan keahliannya dengan menambahkan beberapa mendali.  Malah ada satu sesi Srikandi Indonesia menyapu bersih mendali untuk bumi pertiwi tercinta .. Bravo ...

Berikut penampakan foto peralihan mendali diposkan Leomar :

  ☆ Garuda Militer

Posted in: Alutsista,Artikel,Ilmu Pengetahuan,PINDAD,TNI