Loading Website
Tampilkan postingan dengan label Polri. Tampilkan semua postingan

Presiden Jokowi Apresiasi Jajaran Kepolisian, TNI dan BIN

Natal dan Tahun Baru Aman Pesta kembang api di Jakarta [Antara] ☆

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN). Hal itu terkait kerja keras dalam mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Saya apresiasi terhadap seluruh jajaran kepolisian, TNI, BIN yang kerja keras amankan natal dan tahun baru," kata Presiden saat membuka rapat terbatas (ratas) dengan topik "Keamanan dan HAM", di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (5/1).

Menurutnya, seluruh rakyat Indonesia membutuhkan rasa aman. "Begitu pula rakyat di Papua, Aceh, Poso, juga membutuhkan rasa aman. Negara lewat aparat keamanan, harus hadir berikan rasa aman bagi warga," ujar Presiden.

Pada bagian, Presiden mengatakan, pemerintah menggunakan pendekatan lunak, keras dan tegas dalam menghadapi terorisme serta radikalisme.

Selain itu, masih kata Presiden, pemerintah juga bisa menggunakan pendekatan keamanan maupun hukum. "Mengedepankan pendekatan dialogis, dan termasuk menghadapi kelompok-kelompok bersenjata baik di Aceh, Papua, dan Poso," kata Presiden.

  ☠ Berita Satu

Posted in: Artikel,BIN,Hankam,Polkam,Polri,TNI

Polisi Ungkap Modus Pencurian Kabel yang Menumpuk di Selokan

Puluhan kubik kulit kabel yang ditemukan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, diamankan Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat di gudang penyimpanan. (CNN Indonesia/Lalu Rahadian) ★

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap kasus tumpukan bekas kulit kabel yang menyumbat gorong-gorong di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Polisi membekuk tersangka yang melakukan pencurian kulit kabel yakni STR alias BY (45), MRN alias N (34), SWY alias SM (45), AP alias UC (28) RHM alias GUN (43), dan AT alias TGL (48). Kedua tersangka STR dan MRN diduga sebagai otak pelaku pencurian tersebut. Keduanya pernah ditahan di Polsek Gambir dengan kasus serupa pada 2015.

Kepala Kepolisian Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kelompok ini mencuri berbulan-bulan. Mereka tergiur pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan tembaga.

Pendapatan sehari-hari dari memulung hasilnya kecil. Dengan mencuri kabel, mereka mengambil tembaga dan menjualnya Rp 40 ribu per kilogram dan mengambil timah dan menjual Rp 12 ribu per kilogram," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/3).

Para tersangka memanfaatkan kabel bekas berusia lama yang sudah tidak terpakai. Menurutnya, perusahaan pemilik kabel tidak mengangkat kabel bekas tersebut karena biayanya justru lebih mahal. "Ini mengakibatkan adanya potensi, membuka kesempatan ada 'barang-barang berharga' yang memiliki nilai ekonomis oleh kelompok-kelompok tertentu," ungkapnya.

Komplotan ini dalam melakukan aksinya saling berbagi peran. AP bertugas menunggu di atas saluran dan menjual tembaga, sementara lima tersangka lainnya bertugas memotong dan mengupas kulit kabel.

Lebih lanjut Tito mengungkapkan, para tersangka bisa bertahan hingga dua sampai tiga hari di dalam saluran untuk mengupas kulit kabel.

Mereka menggunakan gergaji besi untuk memotong kabel yang berukuran 30 centimeter hingga dua meter. Setelah itu mereka mengupas kulit kabel dan mengumpulkan batang tembaga dan bungkus timah di dalamnya.

"Mereka masuk ke saluran kemudian membobol kabel dalam tanah. Di situlah mereka kupas kulit kabel dan mengambil isinya," katanya.

Kemudian kabel berupa tembaga dan timah tersebut diangkut menggunakan gerobak oleh tersangka lain yang sudah menunggu di atas saluran. Untuk memudahkan tersangka mengangkut isi kabel dari saluran, mereka menyambungkan isi kabel melalui lubang angin trotoar.

"Tersangka yang sudah menunggu di atas saluran ini tinggal narik isi kabel. Orang-orang enggak akan tahu, apalagi dilakukan malam hari," tutur Tito.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mujiyono mengungkapkan, masih ada kelompok pencurian kabel lain yang belum tertangkap. "Kami sudah punya peta pelaku beberapa kelompok. Ada juga penadahnya, tinggal kami kembangkan saja," ucapnya.

Para tersangka, menurut Mujiyono, menjual hasil curian mereka pada pengepul besi tua di kawasan Kemayoran, Senen, Tanah Abang, dan Manggarai. Ia pun memastikan sampai saat ini belum ada unsur sabotase dalam penemuan sampah kulit kabel di Jalan Medan Merdeka Selatan.

"Sampai saat ini belum ditemukan unsur sabotase tapi pencurian dengan pemberatan kabel di bawah tanah," pungkasnya.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 363 Juncto pasal 362 Juncto 55, 56 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan turut serta melakukan tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (yul)

  ★ CNN

Posted in: Artikel,Ilmu Pengetahuan,Polri

Indonesia Pesan Dua Pesawat C295

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr70KqoCXOIEArt0Kjs6yUxMp3CFK0heO_pR1eI84Cx1Ds5dkLd5szMbXbJRzmJow8Syq3opUYeui5NA-HlqpMSwoUsUXaOvlRnLi1LXk3dCLo06O6FuydvovBuCUcMrwmjDclc9URlX-L/s1600/14727516_C295+for+the+Indonesian+Police+ready+for+1st+Industrial+Flight+Test+from+PT+DI.+Credit+to+Hindawan+H..jpg CN295 pesanan Polri di Hanggar PT DI [Hindawan H] ☆

Indonesia memesan dua unit tambahan pesawat Airbus C295. Salah satu pesawat baru akan dikonfigurasi untuk patroli maritim. TNI AU menggunakan sebelumnya beberapa unit pesawat C295 sebagai pesawat transportasi.

Polri memesan satu pesawat C295 baru, sementara TNI AU akan mengoperasikan satu lainnya, ungkap Iwan Krisnanto, kepala pusat desain PT DI.

Krisnanto, dalam tanggapan tertulis terhadap pertanyaan Aviation week, menolak untuk menentukan jenis sistem misi yang akan dipasang di pesawat baru tersebut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIqiBUwmPL_xvppM5AdPgaxgIoW7Ws2cQ-e3QvqCj1UzLX4zGlWQgfrhYJP397sQ36NMjibm3TiyldU3uMBZxXmQY-rXvNFKPtuDSbgz4e1QzzJKdRtM5_CgXXBTMItqFHN9Qgjzu8q74x/s1600/13724697_New+CN-235+MPA+TNI-AU.+Credit+to+Marchel..jpg CN 235 MPA pesanan TNI AU

Krisnanto mengatakan, Dirgantara Indonesia telah memilih Merlin MPA system dari perusahaan AS pada tiga unit pesawat Patmar CN-235 (MPA) sebelumnya, dua di antaranya dioperasikan oleh TNI AL. Dan satu pesawat CN-235 MPA untuk TNI AU, diharapkan akan disampaikan pada akhir tahun. Pesawat C295 merupakan pengembangan pesawat CN-235.

Fitur utama dari Merlin MPA system merupakan electronic surveillance system, electro-optical turret dan Telephonics search radar.

Krisnanto mengatakan sembilan unit pesawat C295 yang dipesan pada tahun 2012 telah dikirim ke TNI AU, dan unit terakhir pada bulan Desember 2015. Dua unit sepenuhnya diproduksi oleh Airbus, lima unit lainnya dilengkapi oleh Dirgantara Indonesia di Bandung, dan dua sisanya dirakit dan diuji oleh PT DI. Sebagai bagian dari kontrak senilai $ 325 juta, termasuk pelayanan, pengiriman dan perakitan akhir dilakukan di Bandung. [aviationweek]

  ★ Garuda Militer

Posted in: Alutsista,BUMNIS,DI,Hankam,Ilmu Pengetahuan,Inhan,Pesawat,Polri,TNI AU

Kelompok Abu Sayyaf Beri Batas Waktu Tebusan 10 WNI

Dibayarkan 8 April Ilustrasi: Mindra Purnomo ☆

Kelompok Abu Sayyaf memberikan ultimatum pembayaran tebusan bagi 10 WNI yang disandera. Tebusan mesti dibayarkan paling telat pada 8 April 2016.

Seperti dari dikutip media Filipina, Inquirer, Rabu (29/3/2016), ada video yang diposting di akun Facebook yang memiliki koneksi dengan militan yang menyebutkan bila pembayaran itu tak dilakukan maka sandera akan dibunuh. Para penyandera meminta tebusan 50 juta peso, atau sekitar Rp 15 miliar.

Pemerintah Filipina sendiri sudah menegaskan pihaknya menganut no-ransom policy.

Sementara pemerintah Indonesia sedang mengupayakan penyelamatan 10 WNI ini. Menlu Retno Marsudi menegaskan bahwa prioritas yang utama adalah keselamatan WNI.

10 WNI ini adalah awak kapal tug boat Brahma 12 yang menarik kapal tongkang Anand 12 yang berisi 7.000 ton batubara. Tugboat dilepaskan tetapi kapal Anand 12 dan 10 WNI disandera. (dra/dra) Apa yang Filipina Perlukan Kami Siap infografis ☆

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terus memantau perkembangan kondisi 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. TNI tidak bisa melakukan tindakan sepihak karena kasus ini melibatkan dua negara.

"Kami terus lakukan koordinasi, apa pun yang mereka (Filipina) perlukan kami siap!" tegas Gatot usai menyerahkan SPT Pajak di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Rabu (30/3/2016).

Gatot menegaskan, prioritas pemerintah RI saat ini adalah menyelamatkan 10 WNI yang disandera. Dia juga dapat informasi dari militer Filipina yang mengabarkan pihak militer sudah mengetahui lokasi yang diduga jadi tempat penyanderaan.

"Seperti disampaikan Menteri Luar Negeri, prioritas kita menyelamatkan warga negara. Kemudian sekarang berdasarkan monitor koordinasi militer Filipina, lokasi ada di negara Filipina, mereka sudah tahu tempat. Setiap saat kordinasi saya menyampaikan apa pun yang diperlukan kami siap, siap bagaimana pun ini urusan saya," ujarnya.

Gatot mengatakan pihaknya memiliki hubungan baik dengan militer Filipina. Dengan begitu, kedua negara akan melakukan koordinasi secara tepat untuk menyelamatkan 10 WNI tersebut.

"Kita kerja sama baik, terbuka, selama ini kita baik," ujarnya.

10 WNI disandera dalam perjalanan dari Banjarmasin ke Batangas, tak jauh dari Manila, Filipina. Penyanderaan diduga terjadi pada 26 Maret atau 28 Maret. Mereka membawa kapal tunda Brahma 12 yang menarik kapal ponton Anand 12 yang mengangkut 7.000 ton batubara. Kapal Brahma 12 ditinggalkan pembajak di Tawi-tawi, tapi kapal Anand 12 dan 10 ABK disandera kelompok Abu Sayyaf dengan permintaan tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar. 10 WNI yang disandera adalah:

1. Peter Tonsen Barahama. Alamat Batu Aji, Batam.

2. Julian Philip. Alamat Tondang Utara, Minahasa.

3. Alvian Elvis Peti. Alamat Priok Jakarta Utara.

4. Mahmud. Alamat Banjarmasin Kalimantan Selatan.

5. Surian Syah. Alamat Kendari Sulawesi Tenggara.

6. Surianto. Alamat Gilireng Wajo Sulawesi Selatan.

7. Wawan Saputra. Alamat Malili Palopo.

8. Bayu Oktavianto. Alamat Delanggu Klaten.

9. Rinaldi. Alamat Makassar.

10. Wendi Raknadian. Alamat Padang Sumatera Barat. (rvk/nrl)Polri Tunggu Izin Filipina facebook kapten peter ☆

Pemerintah Indonesia masih berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Pihak kepolisian masih menunggu izin dari pemerintah Filipina untuk ikut melakukan tindakan terhadap Abu Sayyaf.

"Kami sedang menunggu koordinasi-koordinasi, apakah nanti pemerintah Filipina itu membolehkan kami ikut ke sana atau tidak," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Balai Kartini, Jl Gatot Soebroto, Jaksel, Rabu (30/3/2016).

Badrodin menjelaskan sebenarnya yang lebih berwenang untuk melakukan pembebasan 10 WNI yang disandera adalah TNI. Apalagi, para WNI itu disandera di luar negeri.

"Kita sudah ada kesepakatan dengan TNI. TNI yang ke luar wilayah dan yang di wilayah kami. Ini kan adanya di luar wilayah Indonesia, TNI yang koordinasi," jelas Badrodin.

Jenderal bintang empat itu mengungkapkan, informasi yang diterima, para WNI dalam keadaan baik-baik saja. Soal uang tebusan Rp 15 miliyar yang diminta kelompok Abu Sayyaf, Badrodin menuturkan bahwa hal tersebut kewenangan perusahaan yang memperkerjakan para WNI itu.

"Informasi yang kami terima, mereka baik-baik saja. Kami nggak bisa (menebus), saya kira nggak bisa masuk dari situ. Itu serahkan saja pada pihak perusahaan," ungkapnya. (kha/aan)Polisi Cari Celah untuk Menindak Ilustrasi oleh Mindra Purnomo ☆

Polri terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah dan kepolisian Filipina terkait penyanderaan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf terhadap 10 WNI. Polri akan mencari celah untuk bisa menindak Abu Sayyaf.

"Kalau nanti ditangani ini juga bisa. Sudah banyak kasusnya. Hanya penindakannya kalau berada di wilayah luar kan tentu apakah nanti dilaksanakan oleh otoritas Filipina atau kami boleh membantu," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Rabu (30/3/2016).

Namun, Badrodin mengungkapkan polisi tidak bisa langsung datang ke Filipina. Polisi baru bisa datang ke Filipina setelah mendapatkan izin dari pemerintah setempat. "Kita sedang menunggu koordinasi-koordinasi, apakah nanti pemerintah Filipina itu membolehkan kita ikut ke sana atau tidak," jelas Badrodin.

Kelompok Abu Sayyaf telah memberikan ultimatum pembayaran tebusan bagi 10 WNI yang disandera. Tebusan sebesar 50 juta peso atau Rp 15 miliyar mesti dibayarkan paling telat pada 8 April 2016.

Meskipun begitu, Kapolri telah memastikan bahwa ke 10 WNI dalam keadaan baik-baik saja. (kha/aan)Diduga Ada di Pulau Jolo Foto: istimewa ☆

10 WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf atau Abu Sayyaf Group diduga ada di Pulau Jolo, Filipina Selatan. Lokasi itu selama ini memang menjadi salah satu basis kelompok itu.

Informasi yang diperoleh, Kamis (30/3/2016), Pulau Jolo memang menjadi salah satu basis kelompok Abu Sayyaf. Pulau Jolo berada digugusan Kepulauan Sulu. Kawasan ini merupakan daerah otonomi khusus di mana sebagian besar penduduknya Muslim.

Salah seorang keluarga awak kapal Brahma 12 yang disandera sempat diberi informasi kalau para sandera ada di sebuah pulau dan ditempatkan di rumah kosong.

Upaya pembebasan para sandera kini tengah dilakukan. Penyandera meminta tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar.

Pemerintah Indonesia sudah menegaskan akan memprioritaskan keselamatan para sandera. (dra/dra)

  ☠ detik

Posted in: Artikel,Hankam,Polri,Teror,TNI

Telegram Picu Aksi Teror 'Lone Wolf'

Telegram [telegramgeeks] Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan aplikasi percakapan Telegram sulit disadap dan banyak digunakan oleh teroris untuk wadah berkomunikasi. Kecanggihan Telegram ini, kata Tito, memicu terjadinya bibit teroris 'lone wolf' alias teror seorang diri. Tito mengatakan, aplikas Telegram tersebut memiliki beberapa keunggulan dari aplikas percakapan lainnya. Yang paling utama yakni percakapan di media itu tidak bisa disadap. Akibatnya, banyak yang memanfaatkan aplikasi ini untuk menyebarkan paham yang radikal yang tidak dideteksi oleh pihak keamanan. "Mereka (teroris-red) semua berkomunikasi dengan Telegram, karena banyak fitur. Satu di-enkripsi, sehingga sulit untuk disadap. Dan kedua mampu menampung grup sampai 10 ribu, dan mampu menyebarkan paham-paham di sana," kata Tito saat ditemui usa acara peresmian Akademi Bela Negara (ABN) di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017). Akibatnya, kata Tito, banyak terjadi pendoktrinan melalui aplikasi Telegram tersebut, tanpa melakukan tatap muka. Penyebaran paham ini disebut Tito sebagai 'lone wolf radicalitation'. "Akhirnya terjadilah sekarang fenomena yang disebut dengan lone wolf self radicalitation, yaitu radikalisasi melalui media online termasuk Telegram. Jadi tidak perlu ketemu-ketemu lagi," katanya. Tito juga mengatakan, pemblokiran tersebut juga merupakan salah satu usulan dari Polri, yang berasal dari hasil analisa intelijen yang cukup lama. "Jadi sekarang ini ya perubahan dan kita sudah berkali-kali menyampaikan terorisme pada dasarnya ada dua macam, yang satu terstruktur, yang kedua tak terstruktur. Maka kita kekuatan intel yang jadi nomor 1, yaitu untuk memetakan struktur mereka sampai sedetil-detilnya, memonitor dan melakukan tindakan untuk mencegah atau kalau sudah terjadi bisa diungkap," katanya. "Yang kedua, non struktur yang tadi disampaikan leaderless jihad, jihad tanpa pemimpin atau self radicalitation atau lone wolf," tambah mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini.

 Dimanfaatkan Banyak Teroris  Pemerintah memutuskan untuk memblokir aplikasi percakapan Telegram. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, pemblokiran tersebut karena aplikasi yang dibikin pemuda dari Rusia tersebut banyak digunakan oleh teroris. Tito mengatakan, aplikasi percapakapan tersebut banyak digunakan oleh teroris, terutama saat melakukan aksi teror di berbagai tempat di Indonesia. "Pemblokiran Telegram ini lebih banyak karena sistem komunikasi ini banyak digunakan oleh teroris, mulai dari kasus-kasus sebelumnya seperti kasus bom Thamrin Jakarta, kemudian di Medan, di Bandung, kemudian mereka semua berkomunikasi dengan Telegram," kata Tito saat ditemui usa acara peresmian Akademi Bela Negara (ABN) di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017). Tito mengatakan, aplikasi itu dimintai karena fitur yang disediakan, terutama aplikasi ini diyakini tidak bisa di-enkrispi (disadap). "Karena banyak fitur, satu di-enkripsi, sehingga sulit untuk disadap. Dan kedua mampu menampung grup sampai 10 ribu, dan mampu menyebarkan paham-paham di sana. Akhirnya terjadilah sekarang fenomena yang disebut dengan lone wolf self radicalitation, yaitu radikalisasi melalui media online termasuk Telegram. Jadi tidak perlu ketemu-ketmu lagi," katanya. "Ini berbahaya karena kalau ketemu, didoktrin, itu kita akan bisa dideteksi oleh intel. Tapi kalau aplikasi berbahaya nanti tiba-tiba meledak di sana-sini," tambah mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Oleh karena itu, lanjut Tito, ada beberapa cara untuk meredam peredaran paham radikalisme tersebut. "Caranya nomor 1, kita memperkuat deteksi terhadap media online, internet, aplikasi. Yang kedua menegakkan langkah-langkah penegakan hukum. Termasuk upaya lain seperti penutupan atau kita bisa menutup jalur itu atau masuk dan menyamar. Masalahnya kalau kita menyamar, mereka mengerti teknik itu, dan salah staunya adalah melakukan atau meminta untuk penutupan. Tapi, masalah pro-kontra sekali lagi biasa, dan kita akan bahas," katanya. (jor/fjp)  Demi Keamanan Negara  Pemerintah memutuskan untuk memblokir media sosial Telegram, yang disinyalir banyak digunakan oleh kelompok terorisme. Presiden Jokowi mengatakan pemerintah sudah lama memperhatikan media Telegram tersebut hingga akhirnya memutuskan untuk diblokir. "Pemerintah kan sudah mengamati lama, mengamati lama, dan kita kan ini mementingkan keamanan, keamanan negara, keamanan masyarakat, oleh sebab itu keputusan itu dilakukan," ujar Jokowi saat ditemui wartawan usai dirinya meresmikan Akademi Bela Negara (ABN) di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017). Jokowi mengatakan, ada ribuan yang dikategorikan mengganggu keamanan negara yang terdapat di media Telegram tersebut. "Kalau memang tidak hanya satu, dua, tiga, empat, lima, enam, ribuan yang ada di situ yang dikategorikan akan menganggu keamanan negara ini, menganggu keamanan masyarakat. Dan kita lihat aplikasi-aplikasi yang lain yang bisa digunakan," katanya. Sebelumnya diberitakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Telegram karena dianggap memuat banyak konten soal radikalisme. Pemblokiran Telegram hanya dilakukan pada versi web. "Yang kita blokir itu pada aplikasi di web," kata Menkominfo Rudiantara di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/7/2017). Pada web Telegram, pihaknya mendapati banyaknya konten yang terkait dengan terorisme. Rudi menyebut ada sekitar 700 halaman terkait konten tersebut. "Ada ajakan membuat bom, bergabung dengan organisasi teroris," ujarnya. Salah satu alasan beberapa kelompok radikal berpindah ke Telegram adalah aplikasi pesan itu susah terlacak. "Fitur dari Telegram banyak, yang kami tutup versi web di komputer," ucapnya. (jor/knv)   ♘ detik

Posted in: Artikel,BNPT,Hankam,Ilmu Pengetahuan,Internet,Polri

Polisi Dipersenjatai Dengan Produk Pindad

Polantas dan Sabhara akan Dipersenjatai untuk Cegah Teror Pistol G2 produk Pindad [Pindad] ★

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Polri siap mempersenjatai anggotanya dengan senjata api, terutama untuk para bintara yang bertugas langsung di lapangan.

"Terutama untuk bintara karena bintara ini yang berhadapan langsung. Makanya saya minta nanti pengadaan itu diletakkan di SPN (Sekolah Polisi Negara), tempat penggodokan para bintara," ujar Tito di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/7).

Hal itu dilakukan sebagai tindakan preventif bagi anggota Polri yang tengah bertugas di lapangan, khususnya dari Lantas dan Sabhara, pasca maraknya penyerangan oleh pelaku terorisme.

"Tuntutan teman-teman di lapangan yakni yang di Lalu Lintas lalu Sabhara yang jadi korban kemarin (kasus terorisme) di Kampung Melayu misalnya. Atau di Tuban, polisi diserang oleh teroris, tetapi mereka tidak dilengkapi dengan alat bela diri yang cukup khususnya senjata api," ungkap Tito.

Namun, Tito belum merinci kepolisian daerah mana saja yang akan mendapat bantuan senjata. Namun, daerah yang kerap mendapat serangan teror akan menjadi prioritas.

"Di antaranya beberapa daerah yang ada di Jawa yang kita anggap di situ ada potensi serangan teror," jelas Tito.

Untuk pengadaan senjata, Tito menjelaskan, Polri sudah melakukan kontak dengan PT Pindad. "Minggu lalu direktur Pindad datang, kebetulan Wakapolri adalah komisaris. Jadi kita juga meminta mereka nanti untuk menjadi mitra kita dalam pengadaan kita ada budget untuk itu sekaligus juga untuk mendorong industri senjata dalam negeri," kata Tito.

Tito menjelaskan, nantinya Polri akan memberikan senjata laras pendek untuk anggotanya di lapangan. Tito meminta PT Pindad menyiapkan sekitar 10 ribu pucuk senjata laras pendek G2 untuk anggotanya. "Bukan senjata panjang, tapi senjata pendek untuk perorangan nantinya. Saya kemarin tanya kepada PT Pindad bisa mereka punya persediaan 5.000 (pucuk) tapi kita mintanya kalau bisa di atas 10.000 (pucuk) ya," ucap Tito.

  ♞ Kumparan

Posted in: Alutsista,BUMNIS,Hankam,Ilmu Pengetahuan,Inhan,PINDAD,Polri

[Foto] Garuda di Belantara Konfik Dunia

✈ Serba-serbi kontingen Garuda di Luar negeri

UN Friedenstruppen im Libanon

Terimakasih Pada Dunia. Kontingen Garuda awalnya adalah sebuah tanda terimakasih Soekarno terhadap dunia internasional yang telah mendukung kemerdekaan Indonesia. Sejak pertamakali bertugas tahun 1957 untuk menjaga perbatasan Mesir, TNI hingga kini telah bertugas di setidaknya 70 misi perdamaian PBB.

UN Friedenstruppen im Libanon

11 Kontingen di Libanon. Salah satu operasi terbesar TNI di luar negeri adalah mengawal perdamaian di Libanon pasca serangan Israel tahun 2006 silam (UNIFIL). Untuk misi pelik tersebut TNI menurunkan hingga 11 kontingen yang menggabungkan kekuatan udara, laut dan darat.

UN Friedenstruppen im Libanon

Srikandi TNI. Untuk misi di Libanon TNI tidak segan membawa prajurit perempuan. Tampak dalam gambar adalah Sri Sulistyowati yang ditugaskan sebagai perawat di klinik milik UNIFIL di kota Taibe. Seluruhnya TNI menugaskan 13 perempuan untuk mengawal masa damai di Libanon.

UN Friedenstruppen Schiff vor der libanesischen Küste

Taring Laut. Pasukan Garuda yang paling spektakuler adalah kontingen 28H. Dalam misi tersebut TNI AL mengirimkan 107 prajurit beserta kapal fregat jenis terbaru milik TNI, KRI Bung Tomo-357, untuk mengawasi perairan Libanon.

UN Friedenstruppen im Libanon

Pasukan Lintas Negara. Sebelum mengirimkan KRI Bung Tomo, TNI juga pernah menempatkan kapal korvet kelas Sigma buatan Belanda, KRI Sultan Iskandar Muda, di Libanon. Di sana TNI bergabung bersama angkatan laut negara lain dari Jerman, Brazil dan Turki untuk mencegah penyelundupan senjata oleh kelompok Hizbullah di Libanon Selatan.

UN Friedenstruppen im Libanon

Keberatan Israel. Israel sempat mengutarakan keberatan ketika PBB berniat menunjuk Indonesia sebagai komandan baru angkatan laut UNIFIL buat menggantikan Italia. Pemerintah negeri Yahudi itu berdalih, sikap Indoensia yang menolak mengakui kedaulatan Israel bisa mempersulit kerjasama antara pasukan kedua negara di lapangan.

UN Friedenstruppen im Sudan

Damai di Tanah Darah. Misi besar lain TNI adalah mengawal damai di kawasan Sudan yang remuk dilanda perang, Darfur (UNAMID). Hingga setengah juta orang kehilangan nyawa dalam perang antara pemerintah dan pasukan pemberontak. Militer Sudan berulangkali melanggar resolusi PBB dengan melancarkan serangan udara yang kebanyakan menewaskan warga sipil.

UN Friedenstruppen im Sudan

Pasukan Spesial. Di Sudan TNI/Polri bertugas mengawal bantuan kemanusiaan dan melindungi warga sipil dari pertempuran. Awal 2015 silam Indonesia mengirimkan sekitar 800 pasukan yang dilengkapi dengan 24 Panser ANOA, 30 truk angkut dan 34 kendaraan ringan. Kontingen tersebut terhitung spesial karena dididik khusus untuk mengemban misi damai di Darfur.

UN Friedenstruppen im Sudan

Bahaya Maut Mengintai. Prajurit TNI dan anggota Polri tidak cuma ditugaskan mengawal pengiriman bantuan kemanusiaan, tetapi juga ikut turun ke lapangan untuk membangun fasilitas kesehatan dan pendidikan. Bertugas di Darfur bukan tanpa bahaya. Sejak pertama kali diterjunkan, sudah sebanyak 192 prajurit UNAMID yang tewas saat bertugas.

UN Friedenstruppen im Sudan

Kenyang Menjaga Damai. Kontingen Garuda termasuk yang paling rajin ditugaskan dalam misi damai PBB. Selain Darfur, TNI pernah mengirimkan kontingen besar ke Mesir, Kongo dan Kamboja. Secara keseluruhan hampir 30.000 prajurit TNI pernah terlibat dalam misi menjaga perdamaian di seluruh dunia. [Penulis: rzn/ap dari berbagai sumber]

  ✈ DW

Posted in: Foto,Hankam,Ilmu Pengetahuan,Polri,TNI

[Foto] Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express

Petugas dari Badan SAR Nasional (Basarnas) melakukan pencarian korban kebakaran kapal penumpang Zahro Express menggunakan perahu karet di perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Senin (02/01/2017). Tim gabungan dari Basarnas, Polri dan TNI AL terus melakukan pencarian terhadap 17 orang penumpang kapal Zahro Express yang terbakar pada Minggu (01/01) kemarin. (rat)

Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express-0

Petugas dari Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) melakukan pencarian korban kebakaran kapal penumpang Zahro Express menggunakan perahu karet di perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Senin (02/01/2017).

Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express-1

Petugas gabungan melakukan pencarian korban kebakaran kapal Zahro Express di perairan Pulau Untung Jawa.

Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express-2

Petugas gabungan melakukan pencarian korban kebakaran kapal Zahro Express di perairan Pulau Untung Jawa.

Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express-3

Petugas gabungan melakukan pencarian korban kebakaran kapal Zahro Express di perairan Pulau Untung Jawa.

Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express-4

Basarnas mengerahkan kapal SAR dalam proses pencarian korban kebakaran kapal Zahro Express di perairan Pulau Untung Jawa.

  ★ SINDOnews

Posted in: BNPP,Foto,OMSP,Polri,TNI AL

[Video] Proses Pengawalan Presiden Jokowi

Pasukan pengawalan Presiden Jokowi, saat dalam perjalanan tidak melakukan penutupan jalan dan tidak menyalakan sirine, santun mengawal RI-1.

  ★ Youtube

Posted in: Hankam,Ilmu Pengetahuan,Polri,TNI,Video