Optimalkan Pelayanan Pelanggan, XL Tangani Pengaduan Melalui Jejaring Sosial
"Ke depan costumer service tidak lagi sebatas pelengkap namun ujung tombak, sehingga optimaliasi dan variasi layanan konsumen menjadi prioritas," kata GM Regional Finance and Manage Service XL Axiata, Alfred Pasaribu, di Bandung, Rabu.
Perubahan dan peningkatan kualitas layanan pelanggan operator seluler itu dilakukan melalui program XL-Care yang mengoptimalkan jejaring sosial tweeter.
Menurut Alfred, pelanggan tidak lagi harus mendatangi costumer service atau menelepon, namun cukup melakukannya melalui jejaring sosial.
Inovasi itu meningkatkan kinerja unit layanan konsumen dalam memberikan solusi atas keluhan sekaligus edukasi kepada pelanggan.
"XL-Care diluncurkan dua minggu lalu, diharapkan memberi solusi dan alternatif untuk mengatasi masalah penggunaan gadget," kata Pasaribu.
Lebih lanjut, Alfred menyebutkan pihaknya sudah melalukan 20 inisiatif untuk peningkatan kinerja costumer service, lima di antaranya langsung dengan pelanggan baik dari sisi sistem, sumber daya manusia, dan proses.
Sementara itu Manager Pengembangan XL Central Region, Indra Ardiyanto, menyebutkan upaya mempercantik costumer service itu menjadi salah satu fokus tahunn 2012, disamping perluasan dan penguatan jaringan. Sekitar 80 persen unit layanan operator itu dilakukan perbaikan dan renovasi.
"Layanan XL-Care akan mengatasi masalah melalui jejaring sosial, dan itu terobosan dalam layanan konsumen," kata Indra yang menyebutkan target solusi dilakukan maksimal dalam 10 menit.
Untuk meningkatkan kualitas jaringan, XL pada 2012 menambah 600 BTS baru di seluruh wilayah Jabar, Jateng dan DIY.
"Target penambahan BTS pada 2012 ini sebanyak 600 BTS, sebanyak 192 unit diantaranya sudah eksisting, sisanya akan dilakukan hingga akhir 2012. Saat ini telah ada sekitar 2.400-an BTS di Central Region," kata Indra menambahkan.
• REPUBLIKA.CO.ID
Posted in: Internet,XL
XL Lakukan Uji Jaringan di Sungai

General Manager Network Northern Sumatera XL, Frenky Tobing, mengatakan, “Ini menjadi uji jaringan di sungai yang pertama kali dilakukan di Indonesia. '' Kami melakukan uji kemampuan Hot Rod 3G+. Jika wisata air di sungai-sungai di kota Medan benar-benar terwujud, kami sudah XLangkah Lebih Maju, sudah bisa dan siap berkomunikasi, berinternet ria, bersosial media di atas kapal atau perahu,” kata Frenky.
Ujicoba dilakukan dengan cara melakukan panggilan Video Call dari Sungai Babura (antara Jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Kejaksaan) ke kantor XL di Jl Diponegoro, Medan. Ujicoba kedua dilakukan dengan melakukan browsing di sepanjang Sungai Babura, yang disaksikan langsung di kantor XL oleh wartawan dari berbagai media massa.
Frenky menambahkan, dari pengujian tersebut kecepatan browsing dan internetan di sepanjang sungai Babura paling rendah 430 Kbps, bahkan bisa mencapai 501 Kbps. Dengan kecepatan seperti itu, dipastikan pelanggan dapat mengakses internet sangat cepat. Uji jaringan ini sekaligus menunjukkan bahwa jaringan XL adalah yang terbaik, baik di darat juga di sungai.
Saat ini, jaringan XL didukung oleh 783 BTS di kota Medan. Sebanyak 297 BTS di antaranya adalah BTS 3G. Jaringan HotRod 3G+ bisa diakses di berbagai penjuru kota. Jaringan yang handal tersebut melayani sekitar 1 juta pelanggan di ibu kota Sumatera Utara tersebut.
• REPUBLIKA.CO.ID
Posted in: XL
XL: Layanan Data Ditargetkan Naik 1,5 Kali
Sejumlah sales promotion XL membagikan bunga dan kartu perdana di kawasan bolevard, Makassar, Selasa (14/2). TEMPO/Iqbal Lubis
TEMPO.CO, Jakarta - Operator seluler XL Axiata menargetkan kenaikan pendapatan dari layanan data sebesar 1,5 kali lipat dibanding tahun 2011.
"Layanan data akan menjadi fokus XL," kata Direktur Service Management XL Ongki Kurniawan di Jakarta, Rabu, 28 Maret 2012.
Peningkatan target pendapatan itu, kata dia, seiring dengan pertambahan jumlah pengguna layanan data XL sejak dua tahun lalu.
Pada 2011 pelanggan XL yang menggunakan layanan data tercatat ada 25 juta pengguna. "Ini setengah lebih dari jumlah total pelanggan XL," kata Ongki.
Pada tahun 2011 lalu, pendapatan XL dari layanan data tumbuh sebesar 61 persen. Jumlah ini melonjak dari tahun sebelumnya yang hanya tumbuh 18 persen.
Dari sisi trafik, penggunaan layanan data oleh pelanggan XL juga meningkat drastis. Tumbuh hanya 43 persen pada 2010 dan melonjak hingga 300 persen pada 2011. "Peningkatan trafiknya memang luar biasa," katanya.
Untuk mendukung target yang telah dipatok pada tahun ini, XL akan kembali membangun 6000 BTS. Dari jumlah tersebut, 4000 BTS akan mendukung layanan 3G. "Jadi dari sisi suplai jaringan juga kami perkuat," katanya.
Ongki mengatakan dari total investasi Rp 7 sampai 8 triliun pada tahun ini, sekitar 60 persennya akan digunakan untuk memperkuat layanan data.(IQBAL MUHTAROM)
• TEMPO.CO
Posted in: XL
Tambah Serat Optik, XL Anggarkan Rp 300 Miliar
KOMPAS/AW SUBARKAH- Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Operator seluler PT XL Axiata Tbk akan menggelar tender pembangunan jaringan serat optik (fiber optic) sepanjang 3.000 kilometer yang membentang di wilayah pantai barat Sumatera, dengan investasi sekitar Rp 300 miliar.
"Saat ini persiapan pembangunan sudah dilakukan, tinggal menunggu penyelesaian proses tender yang akan diikuti sekitar lima perusahaan jaringan," kata Direktur Service Management XL Ongki Kurniawan, di Jakarta, Kamis (29/3/2012) kemarin.
Menurut Ongki, setidaknya lima peserta akan mengikuti tender penggelaran jaringan serat optik tersebut antara lain Huawei, Ericsson dan Alcatel dan dua vendor lainnya.
Ia menjelaskan pembangunannya dilakukan dalam dua jenis yaitu pekerjaan fisik dan pengadaan perangkat yang diharapkan rampung dalam 9 bulan ke depan, atau sekitar awal tahun 2013.
Ongki menambahkan, saat ini XL telah memiliki jaringan serat optik sepanjang 17.000 kilometer yang mengitari sebagian besar wilayah Indonesia.
Dengan penambahan jaringan optik sepanjang 3.000 km tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas bandwith XL terutama untuk mengakses ke jaringan internet internasional.
Ongki menjelaskan XL ingin meneruskan program penguatan redudance ke jaringan internasional melalui Singapura, karena sebagian besar server konten masih berada di luar negeri, sedangkan server lokal masih relatif kecil.
"Kita memperluas cakupan jaringan XL untuk mengirim trafik internet ke Singapura yang kemudian dikirim ke Amerika Serikat di mana hampir semua server berada di wilayah itu," ujarnya.
Tingkatkan data
Dengan penambahan jaringan serat optik tersebut, Ongki menjelaskan semakin memudahkan perusahaan untuk meningkatkan layanan data.
Menurut dia, pada 2012 XL fokus kepada kualitas layanan data demi meningkatkan pertumbuhan pendapatan.
"Kontribusi data terhadap pendapatan baru sekitar 15 persen. Tahun ini rencananya akan dinaikkan menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya (2011) yakni Rp 2,21 triliun," ujarnya.
Menurut dia, pengguna data reguler adalah profil pengguna yang menggunakan media smartphone, modem, dan tablet untuk mengakses data.
Periode Februari 2012, jumlah pelanggan BlackBerry di jaringan XL mencapai 2,5 juta nomor, pelanggan internet via modem 150.000 nomor, iPhone 75.000 nomor, dan pelanggan iPad 40.000 nomor.
Ia menjelaskan, pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) data campuran XL mencapai Rp32.000, sementara ARPU pelanggan BlackBerry masih tinggi di kisaran Rp100.000.
Adapun trafik penggunaan data tumbuh sebesar 295 persen dari 2,7 Pentabyte tahun 2011 menjadi 10,6 Pentabyte di tahun 2012.
Saat yang bersamaan XL juga akan mengembangkan layanan 3G hingga di 40 kota, dari sebelumnya di 6 kota besar.
Sumber :ANT
Posted in: XL
Asyik, XL Tawarkan Paket Hemat Telepon dari Luar Negeri

"Kepastian tarif itu masuk dalam promo one tarif roaming international yang berlaku di sembilan negara," kata Manajer Produk XL Redi Rindayani di Hong Kong, Jumat (20/4).
Dalam jumpa pers terkait peningkatan layanan tarif internasional itu, Redi mengatakan selama ini banyak orang Indonesia yang ke luar negeri dihantui kekhawatiran melonjaknya tarif jika mengaktifkan ponsel mereka.
Menurut dia, pada 2011, ada sekitar sejuta orang Indonesia yang ke luar negeri tapi cuma 20 persen yang mengaktifkan ponsel mereka.
"Mereka biasa berpikir bahwa menelpon dari luar negeri sangat mahal. Program hemat menelepon dari luar negeri yang dilakukan XL akan menghapus tingkat kemahalan itu," katanya.
Promo yang berlaku di wilayah Singapura, Malaysia, Hong Kong, Jepang, Sri Lanka, Bangladesh, Kamboja, Taiwan dan Makau itu meliputi biaya gratis pengguna BlackBerry, biaya Rp3.500 per SMS per telepon per menit. "Ke depan promo ini diperluas ke lima benua," katanya.
Di samping memberikan promo hemat untuk bertelepon/SMS dan pemakaian layanan BB, XL juga memberikan tarif hemat untuk akses data sepuasnya dengan biaya Rp25 ribu per hari atau Rp25 per kb.
"Program paket murah bertelepon dari luar negeri itu bisa menghemat ongkos jasa telekomunikasi yang dibayarkan pelanggan hingga 90 persen dibanding sebelum ada promo," katanya. (Ant/OL-9)
• MediaIndonesia
Posted in: XL
XL Dukung Program Internet Sehat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--XL menyatakan siap mendukung program internet sehat di Sulawesi Utara(Sulut) dan seluruh Indonesia guna membantu masyarakat mendapatkan manfaat positif dari internet.
"Semakin luas kalangan masyarakat di Indonesia yang bisa mengakses internet, karena itu XL merasa bertanggung jawab untuk itu melakukan edukasi dan sosialisasi pemanfaatan layanan internet secara positif," kata Chief Technology, Content and New Business Office PT Axiata Tbk, Dian Siswarini pada kegiatan Kominfo Goes to Mall di Manado, Selasa.
Dian mengatakan, saat ini penetrasi internet semakin tinggi dan memasyarakat hingga masuk ke kalangan muda, bahkan anak sekolah usia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.
"Hal ini didukung semakin mudah dan murahnya akses internet melalui ponsel, karena itu XL mengingatkan sekaligus memandu masyarakat untuk mendapatkan manfaat positif dari internet," kata Dian.
Guna memandu masyarakat menggunakan internet secara sehat, kata Dian, maka Xl meluncurkan buku panduannya disertai dengan update konten sesuai dengan perkembangan terbaru edisi baru yang merupakan buku keempat internet sehat.
Buku panduan internet sehat ini bertujuan mengingatkan bahwa perkembangan teknologi infrastruktur telekomunikasi dan internet haruslah dibarengi dengan berbagai upaya menumbuhkan konten yang bermanfaat dan etika berjejaring di dunia maya secara sehat.
Xl bekerja sama dengan ICT Watch telah menerbitkan buku panduan berinternet sehat edisi ketiga, yang rencananya akan didistribusikn secara gratis ke berbagai komunitas pendidikan termasuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dan lembaga terkait lainnya seperti perpustakaan dan kampus.
Kegiatan Goes to Mall berlangsung di Manado menampilkan pembicara dalam talk show insan, Menteri Kominfo RI, Tifatul Sembiring dan para praktisi telekomunikasi dan informatika.
Terkait kegiatan ini juga akan digelar peluncuran Boulevard Free Wifi dan pencanangan GEMMA INSAN rekor Muri oleh Menteri Kominfo diikuti 10 ribu peserta terdiri pelajar, mahasiswa serta masyarakat yang bisa langsung mengakses internet secara sehat dan aman.
Seluruh rangkaian acara ini diselenggarakan terkait Pekan Informasi Nasional(PIN) yang akan dimeriahkan dengan berbagai lomba teknologi dan informasi komunikasi.
• REPUBLIKA.CO.ID
Posted in: Internet,XL
Balon Internet Google
2016 Mulai Terbang di Indonesia Project Loon akan segera terbang di Indonesia (Dok. Akun Google Plus Project Loon) ★
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama tiga operator seluler di Indonesia berkunjung ke kantor pusat Google, di California, San Francisco, Amerika Serikat. Salah satu agendanya soal, Project Loon.
"Saya dan 2 CEO operator lainnya hari ini (Rabu, 28 September) menandatangani technical trial agreement (Project Loon)," kata CEO XL Axiata Dian Siswarini, saat berbincang dengan CNN Indonesia, Kamis (29/10/2015). Hal senada juga diungkapkan oleh CEO Indosat Alexander Rusli. "Iya betul, kami baru saja tanda tangan trial teknis."
Dian yang sedang di markas Google, menandatangani kerjasama itu dengan Alexander Rusli dan CEO Telkomsel Ririek Adriansyah disaksikan oleh Menkominfo Rudiantara.
Dilanjutkan olehnya, bahwa Project Google Loon ini sangat cocok untuk membuka akses daerah-daerah di Indonesia agar bisa tersambung dengan jaringan telekomunikasi.
Dian bilang, "Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network."
Setelah kesepakatan ini, Balon Loon ini akan diterbangkan di atas wilayah Indonesia pada tahun depan. "Techincal trial tersebut akan dimulai di tahun 2016. Belum tahu wilayah mana saja yang akan diterbangkan di Indonesia," tandas Dian.
Sebelum di Indonesia, Balon Loon sudah pernah melakukan uji coba di Australia. Cara Project Loon ini bekerja adalah dengan meluncurkan 20 balon udara di bagian barat Quennsland. Google tidak membeli atau menyewa frekuensi di Negeri Kanguru tersebut.
Dalam proyek ini, Telstra memberi izin pada Project Loon untuk mengakses jaringan BTS memanfaatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz. Nantinya, warga akan menerika koneksi Wi-Fi di perangkat komputernya.
Balon udara yang dikembangkan Google ini masih dalam tahap pengembangan dari laboratorium Google X. Ia telah menjalankan uji coba terbang di Amerika Serikat dan Selandia Baru dalam dua tahun terakhir. (eno/tyo)Bagaimana Cara Balon Google Sebarkan Internet? Konsep pengoperasikan Project Loon (dok.Google) ★
Balon udara raksasa Google bernama Project Loon yang punya tugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil akan diuji coba mulai 2016 mendatang di Indonesia.
Balon Loon ibarat menara seluler yang mengangkasa di langit. Loon terbang di ketinggian dua kali lipat dari ketinggian normalnya pesawat komersil berjalan. Lebih tepatnya, Loon akan terbang sekitar 20 kilometer di atas permukaan Bumi di lapisan stratosfer.
Mengapa stratosfer? Dari publikasi resmi di blog Google, angin di stratosfer sifatnya berlapis-lapis, di mana tiap lapisannya memiliki variasi kecepatan dan arah. Nah, dengan bergerak bersama angin, balon Loon dirancang agar bisa membentuk satu jaringan komunikasi yang besar.
Tiap balon akan memancarkan koneksi internet 4G LTE ke permukaan dengan jangkauan 40 kilometer dari tempat balon tersebut berada. Balon itu akan mengantar teknologi Long Term Evolution (LTE) dari perusahaan telekomunikasi yang telah bermitra dengan Google Project Loon, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.
Google dan para operator akan berbagi spektrum seluler agar masyarakat bisa mengakses internet melalui perangkat ponsel pintar dan perangkat yang sudah mendukung teknologi LTE. Balon Loon menggilirkan trafik nirkabel dari perangkat mobile kembali ke internet global menggunakan link berkecepatan tinggi.
Yang jelas, jika satu balon sudah mulai terbang ke luar jalur, maka balon Loon lainnya akan bergerak menggantikan posisinya.
"Kami harap proyek ini bisa membantu operator lokal untuk memperluas jangkauan jaringan mereka yang sudah ada dan koneksi Internet yang bisa betul-betul mencapai area terpencil," tulis Vice President Project Loon Google, Mike Cassidy.
Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus tanpa lemot.
Ide utama dari kesepakatan antara Google dan Telkomsel, XL Axiata, serta Indosat selaku tiga operator besar Indonesia berangkat dari sulitnya menjalankan kabel serat optik atau mendirikan menara seluler di kawasan terpencil yang penuh dengan gunung dan hutan.
XL, Telkomsel, dan Indosat telah menandatangani kerjasama Loon di markas Google di Mountain View, California dan disaksikan oleh Menkomindo Rudiantara.
"Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network," kata CEO XL Axiata, Dian Siswarini.
Dilanjutkan olehnya, bahwa Project Google Loon ini sangat cocok untuk membuka akses daerah-daerah di Indonesia agar bisa tersambung dengan jaringan telekomunikasi, namun ia mengaku belum tahu wilayah mana saja di yang akan kebagian koneksi dari Loon. (eno)Balon Internet Google Pakai Spektrum 900 MHz Tiga Operator Dari kiri ke kanan: VP Project Loon Google Michael Cassidy, Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli, Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, dan Pendiri Google Sergey Brin, dalam acara penandatanganan kesepakatan uji coba Project Loon, di kantor pusat Google di Mountain View, California, AS, Rabu, 28 Oktober 2015. (Dok. XL Axiata) ★
Proyek percobaan penyelenggaraan akses Internet dengan balon udara milik Google di Indonesia akan didukung oleh tiga operator seluler mulai 2016, dan bakal memanfaatkan spektrum 900 MHz.
Ketiga operator yang terdiri atas Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata, sepakat mengizinkan balon udara yang disebut Project Loon tersebut memakai spektrum 900 MHz mereka.
“XL akan melakukan integrasi dengan Project Loon melalui 4G LTE di frekuensi 900 MHz,” demikian pernyataan tertulis XL Axiata, Kamis (29/10).
Kesepakatan antara tiga operator seluler besar tersebut berlangsung di kantor pusat Google di Mountain View, California, AS, Rabu (28/10), yang disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta pendiri Google Sergey Brin.
Dalam uji coba nanti tahun depan, balon udara ini akan mengudara di ketinggian sekitar 20 kilometer di atas permukaan laut yang berfungsi seperti menara pemancar sinyal.
Menurut rencana, balon bakal digunakan untuk memberi akses Internet ke daerah pelosok yang sejauh ini belum terjangkau oleh infrastruktur darat operator seluler.
Dengan operator Telkomsel, Project Loon akan diuji pada lima titik di atas Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Mereka memakai infrastruktur backbone milik Telkom dan Telkomsel, antara lain sistem jaringan Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). Sementara operator Indosat dan XL berencana memanfaatkan balon udara itu di kawasan timur Indonesia.
“Telkomsel melihat Project Loon sebagai salah satu inovasi teknologi terkini yang dapat bermanfaat untuk memperluas penyebaran Internet di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan memiliki kerapatan penduduk yang rendah,” ujar Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah.
Jika uji coba sukses, bisa saja Project Loon yang memakai tenaga matahari ini dipakai sebagai pelengkap infrastruktur telekomunikasi, namun semua itu kembali pada kesepakatan antara operator seluler dengan Google pada dua sampai tiga tahun mendatang.
Dari sudut pandang Indosat, perusahaan menilai kesepakatan uji coba ini dapat mendukung Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019.
CEO Indosat Alexander Rusli, yang juga Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, berharap balon udara Google dapat “merangkul mereka yang belum terlayani konektivitas.”
Project Loon pertama kali diuji di Selandia Baru pada Juni 2013 memanfaatkan spektrum 2.600 MHz. Nantinya, warga dapat menerima koneksi nirkabel Wi-Fi pada perangkat mereka dan dapat dipakai guna mengakses Internet. (adt/eno)Balon Internet Google Tak Ganggu Jaringan Seluler Indonesia Menkominfo Rudiantara bersama Direktur Utama Telkomsel, CEO XL Axiata Dian Siswarini dan Presiden Direktur Indosat Alex Rusli (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma) ★
Tiga operator asal Indonesia, Telkomsel, XL Axiata dan Indosat sepakat untuk melakukan uji coba Project Loon buatan Google. Kendati tujuannya membuka akses internet di kawasan yang susah dijangkau di Tanah Air, balon internet ini masih menimbulkan pro dan kontra.
Ada kekhawatiran bahwa teknologi balon internet ini akan men-disrupt telekomunikasi karena mem-bypass langsung. Menurut Presiden Direktur dan CEO Indosat Alexander Rusli hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.
"Tidaklah. Ini kan pakai frekuensi kita (operator). Jadi seperti vendor BTS saja," kata Alex--sapaan akrabnya, yang ikut mengunjungi ke kantor pusat Google, di California, Amerika Serikat, kepada CNN Indonesia. Alex yang juga Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menganalogikan, "Anggap saja si Google Loon ini (seperti) BTS-nya Ericsson, Huawei atau Nokia."
Alex juga mengatakan ada bagusnya bila balon internet Google ini nantinya sukses digelar di Indonesia, khususnya dari para operator. "Kalau bagus, less Capex dan obiquotus coverage of LTE."
Hal senada juga diungkapkan oleh CEO XL Axiata Dian Siswarini. Dalam perbincangan terpisah dengan CNN Indonesia, sejauh ini balon internet Google masih dalam tahap uji teknis, jadi operator masih meraba skema teknologi dan bisnisnya, sampai diputuskan komersial.
Dian pun tidak khawatir bila balon internet ini sampai men-disrupt jaringan telekomunikasi miliknya. "Kan tergantung bisnis modelnya. Kalau nanti bisnis modelnya kurang cocok, ya tidak perlu sampai komersial," sebutnya.
Baik Alex dan Dian juga sepakat balon udara Google ini mulai dilaksanakan uji cobanya pada tahun 2016. Namun belum diketahui kawasan mana terlebih dahulu yang akan menjadi daerah pertama untuk percontohan.
"Kan tadi semua (tiga operator) yang sign. Nanti kita yang tentuin daerahnya," tandas, Alex.
Sebelum di Indonesia, Balon Loon sudah pernah melakukan uji coba di Australia. Cara Project Loon ini bekerja adalah dengan meluncurkan 20 balon udara di bagian barat Quennsland. Google tidak membeli atau menyewa frekuensi di Negeri Kanguru tersebut.
Dalam proyek ini, Telstra memberi izin pada Project Loon untuk mengakses jaringan BTS memanfaatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz. Nantinya, warga akan menerika koneksi Wi-Fi di perangkat komputernya. (eno/tyo)Proyek Google di Indonesia Bukan Cuma Balon Internet Menerbangkan balon Internet bukanlah satu-satunya proyek Google untuk menyebarkan Internet di Indonesia. (Antara/Yudhi Mahatma) ★
Project Loon dari Google terdengar begitu canggih dan menarik perhatian karena tujuannya yang ingin menyebarkan koneksi internet dari angkasa meggunakan balon udara. Balon pintar ini bukanlah satu-satunya proyek Google ke Indonesia yang berkaitan dengan jaringan internet.
Vice President Project Loon, Mike Cassidy mempublikasikan tulisannya di dalam blog resmi Google tentang Project Loon. Di sana, ia juga menyebutkan bahwa pihak perusahaan telah mengerahkan sejumlah upaya untuk membantu mencapai pemerataan internet di Indonesia.
"Untuk membuat internet tak hanya mudah diakses namun juga berguna, banyak yang harus dilakukan. Kami memiliki sejumlah upaya di Indonesia demi mencapainya," tulis Cassidy.
Ia melanjutkan, "salah satunya program Android One yang membuat ponsel pintar harga murah namun berkualitas tinggi dan memberi pengalaman akses internet kepada masyarakat menengah ke bawah."
Cassidy yang menyebutkan, perusahaan telah mengembangkan fitur yang bisa digunakan apabila koneksi internet sedang lemah atau lemot, seperti Search Lite dan fitur offline untuk video di YouTube.
"Ada juga bahasa Indonesia dan bahasa Sunda di dalam Google Translate yang bisa menjadi alat pembantu masyarakat saat berselancar di internet," sambung Cassidy.
Pihak Google menyadari bahwa masih banyak penduduk dunia, khususnya di Indonesia yang belum mendapat akses internet, namun perusahaan sendiri mengaku sedang berkembang dan berupaya memenuhi itu.
"Jika semua berjalan lancar, jutaan penduduk Indonesia akan bisa berbagi ide, kultur, dan bisnis secara online tanpa batas," Cassidy menutup tulisan blog.
Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mencicipi program ponsel pintar murah Android One. Google menunjuk tiga produsen ponsel lokal yang ikut program Android One tahap awal. Ketiganya adalah Evercoss melalui produk One X, lalu Nexian dengan produk Journey, dan Mito dengan Impact.
Ketiga ponsel yang dibanderol tak lebih dari Rp 1 juta ini memakai spesifikasi teknis yang sama persis. Mereka dibekali layar berukuran 4,5 inci jenis FWVGA, prosesor quad-core 1,3 GHz, RAM 1GB, memori internal 8 GB yang disertai slot kartu memori eksternal, fitur kartu SIM ganda jenis Micro SIM, baterai 1.700 mAh, kamera utama 5 MP dan kamera depan 2 MP.
Android One memang terdengar seperti misi mulia Google untuk menghubungkan penduduk dunia dengan internet melalui ponsel pintar murah. Karena, menurut mereka, saat ini 4 miliar penduduk dunia yang belum terkoneksi internet.
Sementara Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus tanpa lemot.
"Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network," kata CEO XL Axiata, Dian Siswarini setelah menandatangi perjanjian di markas Google di Mountain View, California, AS. (eno/eno)Balon Internet Google Pernah Dikritik Bill Gates Pendiri Microsoft Bill Gates (REUTERS/Francois Lenoir) ★
Misi sosial atau murni bisnis, niat Google mengembangkan Project Loon agar balon internet ini bisa menjangkau wilayah yang sulit ditembus. Tujuan mulia ini tak selalu mendapat respon bagus, seperti kritikan yang dilontarkan oleh pendiri Microsoft Bill Gates.
Inisiatif Project Loon Google yang ingin memberikan akses intenet ke wilayah yang susah ditembus dan negara berkembang dari jaringan balon yang terbang di lapisan stratosfer tak membuat Gates tertarik.
"Ketika Anda sedang sekarat karena malaria, dan kemudian melihat ke atas dan melihat balon itu, saya yakin itu tidak akan membantu Anda. Ketika anak-anak menderita diare, tidak ada situs yang bisa menguranginya," katanya dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Business Week.
Namun bukan berarti Gates tidak percaya bahwa menghubungkan semua orang dengan internet akan membawa perubahan positif, dia yakin akan keniscayaan tersebut.
"Tentu saja aku sangat percaya dalam revolusi digital, seperti menghubungkan pusat kesehatan, sekolah itu hal yang baik. Tapi tidak bagi negara yang berpenghasilan rendah, kecuali jika Anda langsung mengatakan kepada kami soal malaria," sebut pria paling kaya di kolong jagat itu.
Gates yang memang dikenal sebagai philantropis mempertanyakan komitmen Google untuk proyek-proyek di negara berkembang melalui Google.org.
"Google mengatakan akan melakukan sesuatu yang luas. Mereka menyewa Larry Brilliant (Doktor dan ahli filantropi) dan mereka mendapat publisitas yang fantastis. Dan kemudian mereka menutup semuanya," kritik Gates.
Di Indonesia, Project Loon mendapat ruang. Tiga operator seluler lokal sepakat untuk menyisihkan spekturm mereka di frekuensi 900 MHz untuk dijajal balon internet Google.
Dalam postingannya, Google menyediakan itu semua agar bisa membantu operator lokal untk memperluar jaringan ke area yang bahkan sangat terpencil.
"Kami harap proyek ini bisa membantu operator lokal untuk memperluas jangkauan jaringan mereka yang sudah ada dan koneksi Internet yang bisa betul-betul mencapai area terpencil," tulis Vice President Project Loon Google, Mike Cassidy.
Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus atau lambat. (eno/tyo)
★ CNN

Posted in: Artikel,Ilmu Pengetahuan,Indosat,Internet,Kerjasama,Teknologi Informasi,Telkomsel,XL