Loading Website
Tampilkan postingan dengan label Indosat. Tampilkan semua postingan

Indosat-Nokia Siapkan Layanan Khusus Wanita

Kerjasama keduanya diresmikan di sela ajang Mobile World Congress sebagai bagian dari mWomen GSMA Programme yang memiliki tujuan untuk mengurangi kesenjangan gender dalam telepon seluler global.

Kerjasama ini diklaim bakal memberikan kesempatan bagi wanita Indonesia untuk memiliki dan memanfaatkan telepon seluler secara efektif, mengakses informasi dan layanan yang relevan sekaligus memberdayakan wanita untuk meningkatkan kualitas hidup pribadi dan keluarga.

Sebagai realisasinya, pada kuartal II 2012 mendatang, Indosat dan Nokia akan merilis sebuah paket layanan yang khusus tersedia di handset Nokia yaitu 'Info Wanita' yang merupakan layanan Nokia Life service untuk pemberdayaan perempuan.

Terdapat juga paket 'Hebat Keluarga' dari Indosat Mobile untuk memenuhi kebutuhan wanita, mengatur rumah tangga dengan lebih baik sekaligus dapat selalu terhubung dengan anggota keluarga.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, layanan 'Info Wanita' dapat dinikmati secara gratis bagi pelanggan Indosat Mobile di tahun pertama. Pelanggan tinggal mengaktifkan layanan ini melalui menu Nokia Life yang terdapat di handset Nokia agar dapat menerima SMS konten tiga kali dalam seminggu yang berisi topik-topik relevan.

Konten meliputi info kesehatan, perawatan anak, pengelolaan usaha kecil, pengelolaan keuangan hingga keterampilan.

"Kerjasama Indosat dan Nokia ini berfokus pada penanganan isu-isu gender terkait akses pemanfaatan teknologi," demikian disampaikan President Director & CEO Indosat, Harry Sasongko, dalam keterangannya, Sabtu (3/3/2012).

Telepon seluler merupakan alat komunikasi yang paling banyak tersedia di dunia, dimana saat ini 4 dari 5 koneksi seluler terdapat di negara berkembang.

Penelitian menunjukkan bahwa di beberapa negara berkembang, ponsel dapat meningkatkan pendapatan, membuka peluang dan efisiensi bisnis, memberikan akses ke informasi kesehatan serta dapat selalu terhubung dengan teman dan keluarga.

Namun studi yang dilakukan oleh GSMA Development Fund dan the Cherie Blair Foundation for Women menemukan bahwa wanita tidak mendapatkan manfaat yang setara dibanding pria.

Di beberapa negara berkembang, kesempatan wanita memiliki telepon seluler 21% lebih rendah dibandingkan pria sehingga wanita juga memiliki kesempatan kesempatan lebih kecil untuk memperoleh manfaat dari fitur (layanan) yang terdapat dalam telepon seluler.

Keterangan gambar: Presdir dan CEO Indosat Harry Sasongko (kiri) bersama Trina DasGupta, GSMA mWomen Programme Director (tengah) dan Senior Vice President Mobile Phone Services Nokia, Dieter May (kanan) dalam acara Mobile World Congress di Barcelona. ( ash / ash )

• detik

Posted in: Indosat

#Tag : Indosat

Indosat Luncurkan Kartu Internet Rp 25 Ribu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pengguna layanan data di Indonesia, semakin meningkat. Berdasarkan data Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, pada 2012 pelanggan broadband (internet cepat) di Indonesia diprediksi mencapai 30 juta orang, naik lebih dari 200 persen dibanding tahun lalu.

Peluang ini dimanfaatkan oleh operator Indosat, untuk meluncurkan kartu Indosat Internet dengan harga terjangkau, yaitu hanya Rp 25 ribu saja. “Dengan harga terjangkau, kartu ini memudahkan pelanggan untuk dapat menikmati penjelajahan di dunia maya,” ujar Group Head Product Development and Management Indosat, Sumantri Joko Yuwono, dalam siaran pers yang diterima Republika, Kamis (16/5).

Akses internet cepat, kini bisa semakin banyak dijangkau karena harga yang dipatok ini tidak terlalu mencekik. “Untuk menunjang akses data yang mudah dan cepat, kami juga sediakan jaringan 3,5 G,” katanya.

Kartu ini ditujukan kepada pelanggan prabayar yang menginginkan akses internet mudah tanpa batas saat menggunakan komputer, laptop, tablet dan perangkat lainnya. Dengan membeli kartu perdana senilai Rp 25 ribu ini pelanggan akan mendapatkan paket internet unlimited dengan batas pemakaian wajar 200 MB dengan kecepatan hingga 512 Kbps selama 30 hari.

Keunikan paket ini adalah pelanggan dapat memilih berbagai pilihan paket yang ditawarkan, mulai dari 50 ribu, 100 ribu, 150 ribu dan 200 ribu yang didukung dengan kecepatan tinggi. Selain dapat digunakan untuk akses internet, kartu ini juga dapat digunakan untuk Voice dan SMS.

Untuk memudahkan pelanggan, aktivasi Kartu Indosat Internet 25 Ribu dapat dilakukan melalui SMS dan Website. Untuk SMS dapat registrasi ke 4444 melalui handphone, untuk Portal dapat melalui website internet.indosat.com, untuk isi ulang kartu Indosat Internet berlaku sama dengan prabayar Indosat lainnya yaitu IM3,Mentari dan Indosat Mobile.

Pelanggan juga dapat melakukan cek pulsa melalui portal atau tekan *555# dari Handphone. Untuk Setting modem juga sangat mudah untuk dilakukan. Cukup dengan mengisi Dial Number *99# dan Indosat sebagai APN-nya.

• REPUBLIKA.CO.ID

Posted in: Indosat,Internet

#Tag : Indosat Internet

Indosat Pertimbangkan Beri SMS Gratis

Indosat akan memantau SMS lintas operator.

VIVAnews - Pasca pemberlakuan interkoneksi SMS berbasis biaya dengan tarif terminasi Rp23 ke operator penerima SMS, Indosat bersiap menentukan langkahnya.

Meski interkoneksi SMS tidak berpengaruh signifikan terhadap trafik SMS, Indosat akan meninjau SMS keluar operator.

"SMS gratis off nett akan kita review. Kalau yang on nett berjalan biasa," kata Soemantri Joko Yuwono selaku Group Head Product Development and Management Indosat pada peluncuran produk bundling di Paulaner Brauhanus, Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa 5 Juni 2012.

Menurutnya, pihak Indosat sampai saat ini belum ada arah untuk menaikkan tarif SMS. Soemantri mangatakan Indosat memantau trafik SMS mulai dari awal tahun sampai sekarang.

"Kalau setelah interkoneksi, trafik SMS masuk dan keluar sama, berarti ini zero," katanya.

 Perkuat Bundling

Seiring dengan pemberlakuan interkoneksi SMS, Indosat akan terus memperkuat paket bundling untuk pencapaian pendapatan layanan data.

"Semua perangkat kita terbuka, baik itu lokal ataupun internasional. Mereka buat fisiknya, kita sediakan soul-nya," ujar Soemantri.

Soemantri menambahkan untuk tahun ini fokus paket bundling didominasi oleh bundling Android.

"Itu 50 persen. Selebihnya Nokia ataupun BB, dan lainnya," tambahnya.

Dengan paket bundling, Indosat berharap pertumbuhan pelanggan data meningkat dua kali dari tahun lalu. (eh)

VIVAnews

Posted in: Indosat,Seluler

#Tag : Indosat Seluler

Hadapi Lonjakan Trafik, Indonesia Pastikan Siap

Hadapi Lonjakan Trafik, Indonesia Pastikan Siap
Karyawan Indosat memperbaiki Data Distribution Frame (DDF)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Operator telekomunikasi Indosat memastikan jaringannya telah siap menghadapi lonjakan trafik menjelang liburan Ramadhan dan musim mudik Hari Raya Idul Fitri. Chief Technology Officer Indosat, Hans Moritz, di Jakarta, Kamis (28/6) mengatakan, untuk mendukung kualitas layanan selama Ramadhan, perusahaan telah menyiapkan kapasitas dan kualitas jaringan yang memadai.

"Menyambut Ramadhan dan musim mudik 2012, kami telah meningkatkan kapasitas layanan SMS, suara, dan data," katanya. Khusus untuk trafik suara, kapasitas ditingkatkan 140,6 persen dibandingkan trafik reguler di hari biasa, menjadi 924 juta menit/hari.

Sementara untuk SMS, kapasitas ditingkatkan menjadi 1,4 miliar SMS/hari atau meningkat 62,41 persen dibanding trafik reguler hari biasa. "Sedangkan untuk layanan data, pihaknya meningkatkan kapasitas menjadi 120 terabyte/hari yakni meningkat 197,5 persen dibandingkan trafik reguler hari biasa," katanya.

Pada kesempatan yang sama Director & Chief Commercial Officer Indosat, Erik Meijer, menambahkan, penambahan kapasitas jaringan diharapkan dapat mendukung kesiapan jaringan sekaligus kualitas layanan.

"Kami juga menghadirkan berbagai program layanan untuk mendukung aktivitas masyarakat di bulan Ramadhan," katanya. Sejumlah program yang dihadirkan meliputi program gratis telepon, berkah I-Ring Religi, Berkah Info Ramadhan, Berkah Info Senyum, Berkah Mudik, dan Vas Berkah Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID

Posted in: Indosat

#Tag : Indosat

Indosat uji coba Super Wifi di Pekanbaru

Jakarta (ANTARA News) - PT Indosat Tbk (ISAT) telah melakukan uji coba SuperWifi di Pekanbaru, Riau dan rencananya akan dikomersialisasikan pada triwulan ke-III 2012.

"Saat ini baru `trial` di Pekanbaru," kata Presdir dan CEO PT Indosat Tbk (ISAT) Harry Sasongko di Jakarta, Selasa.

Sementara jumlah titik hotspot yang akan dipasang dan alokasi anggaran saat ini masih dalam tahap pembahasan.

"Berapa jumlah hotspot dan budgetnya masih digodok," katanya.

Dengan SuperWifi tersebut, para pelanggan ISAT bisa menikmati Internet berkecepatan tinggi di tempat-tempat dengan hotspot SuperWifi ISAT tanpa harus melakukan koneksi ataupun login secara manual.

Sementara jelang Lebaran, ISAT telah mempersiapkan jaringan menuju Mudik dan Lebaran dengan peningkatan kapasitas suara, SMS dan data. Sementara uji coba program tersebut telah dilakukan pada awal Ramadan di beberapa kota.

Sementara pada laporan keuangan konsolidasi ISAT pada semester 1 2012, tercatat laba bersih ISAT mengalami penurunan sebesar 118,2 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu yang disebabkan penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Laba bersih semester 1 2012 turun menjadi Rp131,8 miliar, padahal pada semester 1 2011 mencapai Rp724,5 miliar.

Pendapatan usaha tumbuh sebesar 3,3 persen menjadi Rp10,37 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yakni Rp10,04 triliun dengan pendapatan selular yang tumbuh 3,7 persen menjadi Rp8,5 triliun dan pendapatan non-selular tumbuh sebesar 1,5 persen menjadi Rp1,85 triliun.

Beban usaha mengalami kenaikan sebesar 3,5 persen semester 1 2012 menjadi Rp8,93 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp8,63 triliun. (SDP-46)

(ANTARA News)

Posted in: Indosat,Internet

#Tag : Indosat Internet

Indosat Ganti Nama Jadi Ooredoo?

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/27/1402077p.jpg?1361948919328 Ooredoo Komisaris Utama H.E. Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al-Thani, mengumumkan rencana perubahan nama Qtel Group menjadi Ooredoo di ajang Mobile World Congress 2013 di Barcelona, Spanyol, Selasa (26/2/2013).

JAKARTA | Operator seluler Indosat akan menyandang nama Ooredoo dalam mereknya. Hal ini dikarenakan induk perusahaan Indosat, yakni Qtel Group, akan mengubah mereknya menjadi Ooredoo dan tiap anak perusahaannya di wilayah Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Tenggara, akan mengadopsi merek baru ini pada 2013 dan 2014 secara bertahap.

Indosat adalah salah satu perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki Qtel Group. Presiden dan CEO Indosat Alexander Rusli, mengakui merek Indosat sudah punya kekuatan di Indonesia. Pelanggan dianggap telah memiliki "hubungan" dengan merek tersebut.

"Saat ini kami belum memutuskan bagaimana Indosat akan mengadopsi nama grup tersebut (Ooredoo-red) sebagai bagian dari merek Indosat," kata Alexander dalam siaran pers yang diterima KompasTekno, Selasa (26/2/2013).

Perusahaan lain yang mayoritas sahamnya dimiliki Qtel Group adalah Qtel di Qatar, Wataniya di Kuwait, Nawras di Oman, Tunisiana di Tunisia, Nedjma di Algeria dan Asiacell di Irak. Semuanya akan menyandang nama Ooredoo.

Komisaris Utama Ooredoo, H.E. Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al-Thani, menjelaskan Ooredoo dalam bahasa Arab punya arti "Saya ingin." Arti tersebut merefleksikan aspirasi pelanggan dan keyakinan Ooredoo untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menstimulasikan pertumbuhan bagi komunitas di wilayah operasionalnya.

"Merek baru ini memiliki tujuan yang kuat yaitu meningkatkan dan memperkaya kualitas hidup masyarakat dan menstimulasikan pertumbuhan bagi berbagai komunitas," kata Sheikh Abdullah.

Ooredoo mengklaim, pihaknya merupakan perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tertinggi di dunia dari segi pendapatan sejak 2006 dan nilai perusahaan yang telah meningkat tiga kali sejak 2005.

Perusahaan ini memberi layanan seluler, telekomunikasi tetap, internet broadband dan layanan korporat di berbagai negara operasionalnya.

Ooredoo mengalami pertumbuhan signifikan dalam enam tahun terakhir, bertransformasi dari operator di satu negara yaitu Qatar menjadi perusahaan internasional. Berdasarkan data 30 September 2012, pelanggan globalnya diklaim lebih dari 89,2 juta dan pendapatan konsilidasi sebesar 6,8 miliar dollar AS.

Group CEO Ooredoo Dr. Nasser menyatakan, pihaknya dapat memberi pelayanan yang lebih baik dengan memanfaatkan gabungan sumber daya dan aset yang kuat melalui penyatuan merek secara global.

  ● Kompas

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbuuz_SZ7cKCwhpqa99bDUTs8z7eBdTBJgWOAzt77XI8cD84x5m60kJ97F5cSaRXGxcpzOzYYlOIYFY-3yJVAxLe-NvnjGPY8xy-QDlIMaL_2BIwAgbZjGA-BkFOT_TPB5x3WJfqI7IX0/s35/cinta-indonesia.jpg

Posted in: Indosat

#Tag : Indosat

2016, Indosat Luncurkan Satelit Baru

detail berita JAKARTA - Indosat mengumumkan kerjasama dengan Orbital Sciences Corporation dari Amerika Serikat (AS), untuk merancang, memproduksi, dan meluncurkan PALAPA-E pada 2016. Satelit yang akan mengorbit di slot 150.5 derajat Bujur Timur (BT) bertujuan guna memenuhI kebutuhan telekomunikasi pengguna.

“Rencana peluncuran satelit yang akan ditempatkan di slot orbit 150.5 derajat BT adalah untuk melayani keberlangsungan kebutuhan masyarakat atas layanan telekomunikasi serta mendukung Pemerintah dalam mempertahankan aset negara Republik Indonesia terkait slot orbit 150.5 derajat BT,” tutur President Director & CEO Indosat disampaikan Alexander Rusli melalui keterangan yang diterima Okezone, Minggu (5/5/2013).

Satelit PALAPA-E, akan memiliki kapasitas yang terdiri dari  transponder  C-band standard & extended serta transponder Ku-band (opsional). Satelit tersebut nantinya akan meng-cover wilayah Indonesia, ASEAN dan Regional Asia Pasifik. Satelit ini juga akan menjadi bagian dari jaringan backbone untuk mendukung seluruh layanan Indosat, baik layanan seluler, telekomunikasi tetap, maupun data tetap.

Untuk diketahui, Orbital Sciences Corporation merupakan salah satu perusahaan teknologi luar angkasa terkemuka di dunia, dan merupakan pemimpin pasar dalam desain dan produksi sistem komunikasi satelit geostasioner kelas kecil dan menengah.

Orbital memiliki pengalaman lebih dari 31 tahun dalam melayani kebutuhan dunia akan sistem luar angkasa yang terjangkau dan handal, baik untuk pasar komersial, pemerintahan dan  pertahanan. Saat ini perusahaan tersebut berhasil merancang serta memproduksi sekira 150 satelit.

Saat ini Indosat mengoperasikan Satelit PALAPA-C2 di slot 150.5 derajat BT dan Satelit PALAPA-D di slot 113 derajat BT melalui stasiun bumi nya di Jatiluhur, Jawa Barat. Satelit baru PALAPA-E akan mencakup wilayah Indosia, ASEAN, Regional Asia Pasifik. (fmh)

  ● Okezone

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbuuz_SZ7cKCwhpqa99bDUTs8z7eBdTBJgWOAzt77XI8cD84x5m60kJ97F5cSaRXGxcpzOzYYlOIYFY-3yJVAxLe-NvnjGPY8xy-QDlIMaL_2BIwAgbZjGA-BkFOT_TPB5x3WJfqI7IX0/s35/cinta-indonesia.jpg

Posted in: Indosat,Satelit

#Tag : Indosat Satelit

Indosat, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula..

data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERQTEhQUEhQQGBcUFRQXGBQXGRUUFBUVGBUYGBgYGyYeGBkjGhcXHzAgIygsLy4sFR8xNTAqNiYrMCkBCQoKDgwOGg8PGiwlHyQsLiwuLC0qLCwsKSkyLCopLCwwLCw0KSwuLykpLywsKSwsLCksLCwpLCkpKSwsLCksLP/AABEIAHgBogMBIgACEQEDEQH/xAAcAAEAAgMBAQEAAAAAAAAAAAAABgcEBQgBAwL/xABMEAABAwIBBwQOBQsEAgMAAAABAAIDBBEFBgcSITFBYRNRcYEIIjI0NUJUc5GTobGz0hRSssHTFhcYU2JydJKi0fAlM4LCI+EVJKP/xAAbAQEAAgMBAQAAAAAAAAAAAAAAAwQBAgUGB//EADMRAAICAQICBwcEAgMAAAAAAAABAgMRBBIFIRMxMkFRYYEUM3GRobHRBiLh8CPBQkPx/9oADAMBAAIRAxEAPwC8UREAREQBYGO4u2lp5J36xG29vrOOpretxA61nqs882LWbBTg90TK8cG9qz2lx/4rSyW2LZe4fpvadRGp9TfP4Lmyva/KCeaf6Q6R/KXu1zSRocwZr7UDmV15CZT/AE2lD3W5WM6EoG9wGp1twcNfTcblQam+aTFuTrTET2tSwtt+2y7mn0aY61Tpm1L4ntOM6GFmlbisOCyvh3r5F0IiK+fPQiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCKC4hnNAeWxRaTQbBznW0rbwANQ61+afOj9eDra+/sLfvV32C/Gdv1RzXxTSp43/Rk8RR6gy7pZdReYid0g0f6hdvtW+ilDgC0hwOwggg9YVadU6+Uk0Xa7q7VmEk/gftUVnNruUxGUXuIgyIf8Wgu/qc5XqubcbquVqZ5P1ksjuovJHsVLUPkkes/Tdebpz8Fj5v8Agwlm4HXcjUwy/qpGOPQHDS9l1hIqXUe2lFSi4vqZ0+iwMAq+VpYJNvKRRuPSWAn2rPJXVT7z5JOLjJxfcEWuqsoIY9rw48ze292paybLMeJGTxcQPYAVSt4hpquUpr05/bJPDSXWdmL+33JIii0eWZv20Ytwdr9oUlp5w9rXt2OAI6CttNraNTlVSzgxdprKe2j6IiK4VwiieX2cKLDGMu0yyy30IwdHU213OdY2brA2Ek9ZEeyKz0sq6htPPCIHSnRje12k0uOxrgQC0nYDrudWpSKqbjuS5GjnFPBZqIijNwiIgCIiAIiIAiIgCKp86edOekqPotJoscxrXSSOaHG7xdrWg6gNGxJIO3dbXtc1GcWTEBLDUBvLQgPD2iwewmxu3YHA22ajpbBZSumShv7iPpFu2lhoiKIkCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiw8YxaOlgknlNo4Wlzrazq2ADeSbADnKq2h7IFjpw2WmMcJNtMSaT2j6xbogHiAei++SNcprKRrKaj1lvIvGPBAINwdYPOCvVGbBERAU3lPgppqhzLdo4l0Z52E6h0jZ1cVqVc+UGAsq4ix2pw1sfva77wd4/9Ko8TwySnkMco0XD0EbiDvBXp9FqldHD7S/uTxPEtC9PPdHsvq8vL8GIsqgxOWE3ikcw8DqPSNh61iorzSawzmRk4vMXhk0oM5r2tInYHWae3ZqOoHa06j1WVRxyh2w3Uhr3WikP7DvslQkG2xeV4vpq4zjsWD6f+j+KXQrsdn7llLz7+/wBTcL9RRFxs0EngmAM5V5a/Y0X1ar6wNalEUQaLNAA4Lyuov6F7ccz6ZDWQsgpQJvk1lK6KhgiDbvjbokk6hZzrWA26rL5VmJyS928kc2wegalqcLP/AIx0n3rMXm9Xrb7ZOMpcvDqX9+JwHp64WSko822wiL9RxlxDWgknUAN5VBJt4RJ1H6pqZ0jwxouXGw/v0KxKWnDGNYNjAB6AtdgOCCBuk6xkdtP1RzBbZe44RoHpoOc+1L6Lw/J5rX6pXS2x6l9QiIu0c0qTPfkdPO6KqgY6URsMcjGAuc0Bxc1waNZHbOBtssONoPm6yIqaitgfyUkcUEjJXyOa5otG4O0WkgaTiQBYbL3K6PqKlsbS+RzWMbrc5xDWgc5J1BY2G4zBUAmCaKYN2mN7X26dEmysxvkobcELqTlkzUReOcALnUBtKrEx6i1b8qqMGxqqYEbjNF8y/P5WUfldN66L5lna/AxlG2RYdFjEE1xDNFKRt0Hsfb+UlZiwZCIvlU1bI26Uj2saNrnENHpOpAfVFqfyso/K6b10XzJ+VlH5XTeui+ZbbX4GMooPPH4Xn/dh+Cxb3sf+/KjzI+I1RzOzWMlxWd8b2yMLYrOY4OabRMBsWm21SPsf+/KjzI+I1dGXuPQpx96XqiL41NWyNulI9sbR4znBo9J1LmF0+yLU/lZR+V03rovmT8rKPyum9dF8y22vwMZRtkWNRYnFMCYpY5QNpY9r7fykrJWpkIixq3EooReWSOIHYXuawHrcQgMlFqfyso/K6b10XzJ+VlH5XTeui+ZbbX4GMo2yLXU2UdLI4MjqYHudsa2WNxPQA65WxWGsGQiLXVGUlLG4sfUwMc3UWuljaQeILrhEsg2KLU/lZR+V03rovmX6ZlVRk2FVTEncJovmTa/AxlG0ReNcCLjWDrBXqwZIfnd8D1XRF8eJcznYuiM62UFM/C6qJlRA6Q8mOTbJGX3E8ZI0Qb6gCepc7ldLSrEH8Snf2jrrA+9oPNR/Yas5RzBsrKNtPCDV0wIjjBBmiBBDBcEaWora0OPU8ztGGeGVwFyI5GPIHPZpK57TLSaM5ERamwWtxzAY6qPQkGsdy8d0w8OHON62SLaMnB7ovmaThGcXGSymUxjuT8tK/RkF2nuXjuXD7jwWsV34qyIxOE4aYztDvZbffmtrVNZS4S5pcafSMXMe7A422jo1866MuP0UR23P9/cvH8f3HgcCX6cutnmjsd7fd+f7nxNPiVSCxzAblwI6LqKTU7m7R17luV6GX1WvfdtuuFqeI2aie+aWPDwPV8O0cNDX0dfPPX5s/OSX+4/9z/sFJZp2tF3Gyj/JGkHKWtynaW26PjX9mxfM1Gn219K+/wDzYuPdV09nSLsnpVq3pqlDb+7z7iVYRlJGO0fdgJ1OOzXz8ykQN9Y13VZrd4BXyRkb4t7T7dDmPsVKzg89RLGnWZeH893ryKE+KQpTnqHheP8AHf6cycUlI6RwawXJ9g5ydwU0wbA2wC/dPO13NwbzBfLJisp5Ir0/DTB7sH9r/Lcy3C62h4OtI91vOf2+H5OfqOI+0r/G/wBv3CIi7JQCIiApfsgcSfp0sAJEZa+Ut3OeHBrSeewvb94qCZucRfDidKY3EcpKyJ37TJXBrgeca79IB3KY9kF31S+af9sKC5EeEqL+Jg+K1dSpf4SlN/5Dqu65rzi5wpcQnexry2lY4iOMEgPAP+4/6xO0A7ARvuT0PjbrU05G0RSfYcuRW7FBpIpttkl8mkke2RXdmtzb0U1BHUVEQnknLz2xdZjWyOYAACB4t7nnUv8AzXYZ5JF/X8ymlqYxeMEapbWTmWCdzHB7HFjmm7XNJa4HnBGsFdB5osu318L4pzpT01rv1DlI3XDXH9oEWPSDvVQ5ysnI6HEJIYbiMtZI1pJJaHjW251kAg2vuttUjzBn/UZf4Z/xYEuSnXuFbcZ4Loynx5tFSy1LxcRNuG7NJxIaxt913EC/Fcv5Q5ST1splqHl7j3LfFYPqsbsaP8Nyrzz4u/0s8Zor+lx+5c9Nbc259S00sVt3G18nnB4i6Vw/NJh0cbWOp2yuaAHSPLy5x3k9tYdA1LIOa3DPJI/S/wCZZ9rh4Mx0EjmJWl2P/flR5kfEaofnAwBlFiE1PFfk2aLmAm5Aexr9G++1yL8wCmHY/wDflR5kfEapLXmptGtaxPBb+VWUDaGklqXjS5Jvat2aT3ENY3hdxGvcLlcwY/lFPWymWokMjjsHisH1WN2NH+G5V459Xf6YOM8fuefuXP0bLkDnIHpNlHpYrbuN75POD8oulqHNLhscbWGnbIWixe8vLnHeTrsL8w1L7PzWYYQR9Ej18xkB9IdcJ7XDwZjoJHNVDXSQyNkhe6N7dYe0lpHWPcukc2WWhxGk0pLCeE8nLbUHG12vA3Bw3c4duXP+WGDNpK6op2ElkL7NJ26JAcAecgOtfgrJ7Hk9tWjhB751nUJSr3CptS2k7zkZY/8Ax1GZGWM0p5OIHYHEElxG8NAJ4mw3rmvEMRknkdLM90sjtZe43P8A6HAagre7IY9rRdM/uhVXZKUsUlbTR1FuRfKxslzojRJ2F24HZfimniow3C5tywapF0v+bzCfJ6f+Y/Mn5vMJ8np/5j8ye1R8GOgfic0D3LqnISomfh1K6ouZXRNLi7uiPFLuJbok8SvhS5uMOY4PbSQ3brBILhfcbOJCkqrX3KxJJE1dbh1kfzgVEzMNqnU9xK2MkFvdAXGmRbYQzSN+C5YXY6i9Zm8wxzi59LAHO1nxLnoBAWaLlWmmhZW5nMCWXTH5ucJ8mg/md8yjOcjIfDocNnlghjjlj0C1zHG+uVjSLaRuLOKsx1MW8YZA6WlnJX+brODLh87GOeXUr3ASRkkhgJtyjB4pG0gbQDwIuTOzPK3CpzASD2geW3uIi8CQi2623gSuaDsXXGCdtSwaWvShjvfXe8bb3UeoSjJTN6W5JxOSLIr8zn5FUUOG1M8VNDHK3kyHsaGkF00YNgNQ1EjrVBFWa7FYsohnDa8HqzMGllbUROp9ITB7eS0dumSA0DnudVt910VhGbrDnQQudSQlzo2Emx1ksBJ2rcYVkZRUz+UgpoY3jUHho0hfbYnWOpV5aqPVglVD8TbhF+kXPLYWFieKsgbd2snuWjaT9w4rzFsUbAzSOtx1Nbzn+ygtVVukcXvNyfZwHMFxeJ8TWlWyHOb+n97kdHRaJ3PdLs/c+uI4k+Z2k87NjRsb0f3WKiLxM5ysk5SeWz0kYqK2xXI02M4DHIC8do4ayR43SOfitbBStYO1HXvKk1SO0d+6fco694AuSAOcrpaW2cobWyzpqYZckuZpMrP9tn7/AP1KjMchabg2Uhx+pErQ1nim9zqB1EavSo8+MjaLL1OiWKlGRR4hTONm5rkySYLEJGabhc3Itu1W1+1bda3J5v8A4BxLj7bfctkve8PphVRHasZWX5nxri907NXYpPKTaXkZFBiD4XiSJxY5u8bxzEbxwVo5L5XsqhousyYDW3c620s/ttHHaqmX7hmLXBzSWuabgjUQRsIK31OlheufX4kOi11mlly5x70XuijeR+VYqm6ElhMwa9wePrDjzj/BJF5iyuVUnGXWe2puhdBTg+TCIijJSjeyC76pfNP+2FBciPCVF/EwfFap12QXfVL5p/2woLkR4Sov4mD4rV1KvdehRs94dO473rP5qT7DlyM3Yuucd71n81J9hy5GbsUWk6mSajuOmM0fgel6JfjyqYKH5o/A9L0S/HlUwVOztv4liHZRztnu8Ku81F7nLMzB+EZf4Z/xYFh57vCrvNRe5yzMwfhGX+Gf8WBdB+49Cr/2+pO8+Xgs+ei/7LnyLuh0j3roPPl4LPnov+y58jOsdITS+7MX9o7FCLxpXq5hdObc8fhef92H4LFvex/78qPMj4jVoc8Tv9XqOAhHXyMa33Y/9+VHmR8Rq6cvceiKcfe+pMM+3gwefj+zIqCpe7Z+833hX7n28GDz8f2ZFQNMbPaTucPeE03uzF3bOwgvV4F6uYXTmHOh4WrPOD4bFN+x57qt6IPfMoPnOcDi1ZbX/wCQDrEbAfaFOOx57qt6IPfMulZ7j0RTh70l2dzJB9dRgwjSmpnGRjRte0iz2DjaxHOW23rnJzSCQRYjUQdxG0FdjLQY1kFQ1btOemY952vGkxx6XMILutV6dRsWH1EtlW55RytboS3QulfzP4X5N/8ArP8AiLGxPNDhghkLYCxwY4hwlmJaQ0kEBzyPSFY9qh5kXQSKWyRy6qcPka6J7nRX7eBxOg8b7DxHczh7RqXTWE4mypgjniN2TND289nC9jzEbDxC5CC6UzOuvhFPfcZh1cvItNVBYUjaiTzg0Gd/OPJSkUlK7Qlc3SllG2Nru5a3mcRrvuFrazcUdPO57i57i9ztZc4lxJ4k6ypTnWeTi9Xfc5g6hDHZbjM7kdTV8lR9KYZBC2PRaHOaLvL7k6JBPcjfvKlhtqr3GkszngrqyWXSv5nsL8mPrZ/nUZzj5s6Cmw6aeCIxyRaBaeUldfSkY0gh7iLWcViOpg3jmHTJLJSBXXGT/etP5mL4bVyOV1xk/wB60/mYvhtUer6kb6fvI/nd8D1XRF8eJcznYumM7vgeq6IvjxLmc7FvpOw/ia39pHXWB97Qeaj+w1ZywcD72g81H9hqzlzn1ltdQREWDJX2L4gZpXO3DU0czRs9O3rWGpVVZHAuJY/RB16JF7dBuNS8iyMHjSE9DQPeSvDW8K1tljlKOcvryj00NdpoQST9MMiy+9LQSSGzGF3EbOs7ApnTZOQM8TSPO7tvZs9i2TWgahqAV2j9PyfO6WPJfn/0r28Vivdx+ZFafI4lp5R1iQbNbzkark/2VHzTuce2JJ93VuXTa5ux2k5Kpnj/AFcsjeoPNvZZdb2KnTRXRr17zr/p/VTunYp+WPrn/RgrxzQdR1r1Ch6lpNYZZuT+bsS0EEkb9B72lxa7W06TnEWI1t1W51qsTybqKe/KRu0R447ZvpGzrsrZwKk5Kmgj/VxRtPS1gB9qzl6XTcQtqiovmkfEeI8Lo1N07IftbbfLq5vw/GChUVx4hknTTXL4mgnxm9of6bX61oKrNhGf9uZ7eDg1/u0V1YcTpl2so89bwXUR7GH9PuQKhrXRSNkYbOYbg/ceB2dauvDqwTRMkGoSNDrc1xe3UoVDmu19vPdu8NZYnrLjb0FTekpWxMbGwWawBoHACyocQvqt27HlnU4Tpb9PuViwn3Z7z7IiLlHdKO7IIf8A2aXzT/thQTIjwlRfxMPxWroXLrIOLE4mte4xyREmOUAHR0raQLT3TTYarjYNfPoMiczcdDOKiWb6RJHfkwGaDWkgjSI0iXOsdWwDpta9C+Krw+srSrk55Jvjves/mpPsOXIzdi7Hc0EEHWDqI5wqmrux/jdOXRVLo4Sb8mYw5zR9Vr9IC24EjputNPbGGdxtdByxglWaPwPS9Evx5VMFh4RhUdNDHBENGOFoa0bTYbyd5JuSecrMVabzJsmisJI52z3+FXeai9zlmZg/CMv8M/4sCsfOBmwjxJzJRIYJmDQ09HTa9lyQHNuNYJNiDvO3Vb65AZt4sMD3aZmmlAa6Qt0QGg30WtubC+sknXYbLK27o9Ft7yv0b6TJ7nXwV9ThkzYwXPj0Zg0bTyZu4DnOjpaucLmhdjquMqsyVNUyOlgeaV7yS5oaHxknaQy4LSeBtwWunuUFtkZtrcuaKkoM5OIwxtjjqnhjBZoIjfYDYAXtJsOa6yDnXxTyt38kPyKYfo9SeWM9S78RP0epPLGepd+IrHSUeXyI9lhU1TUuke58ji97yXOc4klzjtJJ2lW/2P8Agrh9JqnAhjg2Fh+sQdJ9uA7QdJPMsnCex/ja8GoqXStHiRs5O/AuLnG3QAeKtOgoI4I2xRMbHHGNFrWiwACivvi47Ym9dTTyyKZ3MFfU4ZKIwXOhLZg0bSIz29uOgXHqXNa7HVbZUZkKapkMtPIaVzyS5oaHxknaQ24LOo24LTT3KC2yM21uXNFT0OcrEYY2xx1Twxgs0ERusBsF3tJsOlfZ+dbEyCPpb9erUyEHqIZcKY/o9SeWM9S78RP0epPLGepd+IrHSUeXyI9lhUkspcS5xLnOJJJJJJJuSSdpJ3q78wWDPZT1FQ4WbUOYxl97YdPScOGk8j/gV5guYGFjw6pqHTtGvk2N5MHg52kXW6LdKtKmpmxsayNoYxgDWtaAA1oFgABsChvvjKO2JvVU08siOdLLV+HUrXQgGad3JsLhcMAaS51t52ADnN91jTJzs4p5W71cH4avvLLJCLEafkZSWEHTjkba7HgEXsdosSCOO42IrQ9j0/y1nqXfiLFM6lH93WZsjNv9pDvzsYp5W7+SD8NfOpzoYlIxzHVTy14LXANiaSCLHW1gI6ipp+j1J5Yz1LvxE/R6k8sZ6l34im6Sjy+RHstKiXUebnBn0uG00Ugs8NL3NO1rpXuk0TxGlbqWhyRzNU1HI2aV5qpWG7NJoaxjhscGXN3DcSTz2urCUGouU+USWqtx5s50z0YM+HE3ykHQqg2Rjt12sax46QWg9DwotgWUtTROc+mldEXjRdYNIcAbi4cCNXPxPOun8o8mYK6Ew1DNJu1pGpzHbnNduPv2G4VYVfY99seSrLN3B8VyOkteAfQFLXfDbtmaTqluzEhP52MU8rd/JB+GsLGMv66qiMM9Q6SNxBczRjaDom4votBIuAbcAp7+j1J5Yz1LvxF63sen311rLcIT+It+kpXh8jXZYVTh+HvnlZDENJ8rgxo4u1ejeTzArrihphHGyMaxG1rAeDQB9yjGRebOmw46bNKacixmfa4B2hjRqYD1nipcqt9qsfLqJqq9q5kRzsxl2EVYAvZrHdTZo3OPUAT1LmZdhzwNe1zHgOa8FrmkXDmuFiCN4IVT4v2P7HSF1NUmJhNxG9nKaPAPDgSOkX4lb6e6ME1I1urcnlFeUmc3EomNjZVPDIwGtBbE6zQLAXcwk6ucrKp872JtcHGp0wD3Lo4i08DZoNughSv9HqTyxnqXfiL60/Y9HSHKVgLd4bFZxHAl5APGx6FM7KPL5Eey0kVFnso3RsdIHte5rS9oaSGuIGkAd4BuLopZR5KUscbI2wx6MbWsFwCbNAAuTtNhtXqp5r8H8yxifibZERQkgREQBUXnOoOTxGU2sJgyUdbdF39TXK9FWuebCbshqAO4Jif0O7ZnVcOH/JQXrMDucBu6LVpP/kmv9r7FVLOwGg5aphi/WSMaf3S4aXsusFTjNHhPKVhmI7WmYTf9uS7W/wBOmepUoLdJI9xrbug087PBfXu+pc6Ii6h8rCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCwcbwltTBJA/uZW2v8AVO1rhxBAPUiI1k2hJwkpR60UFX5MVEVR9HdE8yE2aGtJDx9Zh3t47t9ldWQ+TP0KlDHWMrzpykfWI1NB5miw9J3oir1VqMmz0HFeI2301wfJNbnjveWv9ZJCiIrB50IiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiID/2Q== Jakarta - Ibarat kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah ini cocok untuk menggambarkan kondisi Indosat saat ini. Rugi Rp 1,76 triliun, satelit disadap, dan slot orbit dicabut. Lengkap sudah derita Indosat.

Dalam laporan keuangan terbarunya, kerugian Indosat semakin membengkak. Dari rugi Rp 231,2 miliar di semester pertama, terus memburuk jadi Rp 1,766 triliun di kuartal ketiga 2013.

Kondisi keuangan yang morat-marit ini melengkapi derita Indosat yang sebelumnya dipastikan tak lagi mengelola slot orbit satelit di 150.5 BT. Anak usaha Ooredoo ini hanya berhak numpang di slot orbit tersebut sampai satelit Palapa C2 habis masa edarnya di 2015 nanti.

Imbasnya, kerugian yang ditaksir bisa mencapai USD 250 juta atau sekitar Rp 2,9 triliun dari biaya persiapan satelit Palapa E yang semula direncanakan untuk suksesor Palapa C2 tadi.

Satelit Penyadap

Sudah (kinerja keuangan) jatuh, masih tertimpa tangga (masalah satelit) pula. Derita Indosat soal satelit belum berakhir. Satelit Palapa punya Indosat ini belakangan disebut-sebut sebagai satelit tunggangan untuk penyadapan.

Kabar ini juga telah sampai ke telinga para petinggi di Kementerian Kominfo. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto pun mengatakan akan segera mengklarifikasi isu penyadapan satelit Palapa yang beredar di media massa belakangan ini.

"Bahwasanya satelit dapat disadap sesungguhnya bukan isu baru. Sejauh ini Kominfo belum minta klarifikasi ke Indosat, nanti ada direktorat yang menangani soal itu," jelasnya saat berbincang dengan detikINET, Jumat (1/11/2013).

Dasar hukum meminta klarifikasi adalah Pasal 21 UU Telekomunikasi No. 36/1999, yang intinya penyelenggara telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan yang bertentangan dengan keamanan, ketertiban, kepentingan umum dan kesusilaan.

Sesuai Pasal 21 tersebut, seperti ditegaskan Gatot, ada kewajiban dari operator untuk memastikan bahwa satelitnya memiliki early warning report jika terjadi intersepsi.

Target Intelijen

Kominfo diminta tanggapannya terkait kabar beredar tentang Badan Keamanan Nasional AS (NSA) yang bekerja sama dengan Direktorat Sandi Australia dalam memantau dan menyadap komunikasi sejumlah negara di Asia Pasifik.

Target utama kedua badan intelijen itu ialah Satelit Palapa milik Indonesia yang menyediakan layanan telepon seluler dan komunikasi radio di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Papua Nugini.

Pemantauan itu dilakukan melalui Kedutaan Besar AS dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta. "Kami menggunakan kedutaan besar di kawasan kami untuk memantau komunikasi lokal, khususnya percakapan telepon bergelombang mikro," ungkap pakar intelijen Australia, Des Ball, kepada Australian Broadcasting Corporation.

Ball mengatakan keempat fasilitas spionase tersebut dapat memantau komunikasi sipil serta militer dari kawasan Pasifik tengah hingga wilayah Samudra Hindia.

Gatot menjelaskan, isu penyadapan sudah menjadi perhatian bersama baik regulator, operator satelit dan konsumen itu sendiri, khususnya lembaga-lembaga strategis. Menurutnya, hal yang menjadi masalah adalah dibutuhkan suatu sistem aplikasi tersendiri untuk mengubah enskripsi materi yang dikomunikasikan.

"Hal yang justru kami khawatirkan bukan apakah Indosat sudah buat aplikasi atau belum. Tetapi kami khawatir jika ada pihak-pihak tertentu yang menggunakan aplikasi untuk menyadap satelit. Selain harga terjangkau, juga karena sulit mengontrolnya," katanya.

Indosat sendiri berdasarkan catatan memiliki dua satelit yakni Palapa C-2 dan Palapa D. Palapa C-2 sudah habis nilai ekonomisnya. Sebanyak 65% saham Indosat dikuasai oleh Ooredoo. Dalam laporan keuangan di triwulan ketiga 2013, Ooredoo melaporkan Indosat memiliki 53,8 juta pengguna seluler.

  ● detik

Posted in: Ilmu Pengetahuan,Indosat

Tiga Satelit Meluncur pada 2016

Foto ilustrasi satelit. Jakarta ♞ Tiga operator bakal meluncurkan tiga satelit baru pada 2016-2017, yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Indosat Tbk, dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Ketiga satelit itu diperkirakan menelan investasi tak kurang dari US$ 600 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun.

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Muhammad Budi Setiawan mengatakan, saat ini Indonesia memiliki enam satelit yang dikelola oleh empat operator, yakni Telkom dengan satelit Telkom-1 dan Telkom-2, Indosat (Palapa D), Asia Cellular Satellite/Aces (Garuda-1), dan Indovision (Indostar II). Sedangkan PT PSN baru akan meluncurkan satelit PSN VI pada 2016.

“Enam satelit ini baru memenuhi 60% kebutuhan transponder nasional untuk telekomunikasi dan penyiaran, sedangkan 40%- nya dipasok dari satelit asing. Sebetulnya kalau kita komit menggelar jaringan kabel serat optik secara merata, beban satelit itu akan berkurang. Tapi satelit masih dibutuhkan secara mutlak untuk berbagai keperluan,” jelas Muhammad Budi Setiawan yang akrab disapa Iwan, di Jakarta, belum lama ini.

Iwan menerangkan, pemerintah berusaha mendukung operator satelit nasional dengan menjaga, mendaftarkan, dan memperjuangkan izin pengelolaan orbit satelit. Izin pengelolaan orbit satelit tidak di tangan otoritas Indonesia, tapi di otoritas global, yakni International Telecommunication Union (ITU).

  ● Investor

Posted in: Indosat,Satelit,Telkom

Menanti ketegasan Tifatul terhadap Singtel dan Indosat

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring telah melontarkan pernyataan yang akan menutup operator pelaku penyadapan.

Kominfo secara tegas menyatakan akan menutup operator telekomunikasi yang terbukti menjual atau membocorkan data-data ke pihak asing. Dari perkembangan informasi yang mencuat, mulai terkuak adanya jejak Singapura Telecommunication dan Indosat yang membantu penyadapan yang dilakukan Australia.

"Kita lihat motifnya, kalau memang ada keterlibatan secara kuat ini melanggar UU, bisa ditutup usaha telekomunikasinya," kata Tifatul seusai memanggil operator telekomunikasi membahas isu penyadapan dan memberikan waktu seminggu kepada operator untuk membuktikan bahwa mereka tidak terlibat.

"Pemerintah tengah meminta data-data dari seluruh operator telekomunikasi. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah operator telepon telah menjalankan bisnisnya sesuai dengan UU yang berlaku. Kewenangan Kominfo adalah memeriksa secara teknis, apakah sudah sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku. Kita akan koordinasikan dengan pihak operator dan menunggu jawaban dari teman-teman operator," kata Tifatul.

Informasi terbaru dilontarkan Menteri Pemuda dan Olah Raga yang juga pengamat multimedia Roy Suryo. Poltikus Partai Demokrat ini menegaskan bahwa operator telekomunikasi Indosat berada di belakang isu penyadapan yang saat ini mengemuka dengan tersadapnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara Ani Yudhoyono, dan para Menteri. Karena itu, Roy mendesak Indosat harus bertanggung jawab.

Menurut Roy, Indosat memiliki infrastruktur telekomunikasi paling lengkap, mulai dari jaringan serat optik, satelit hingga BTS seluler dan FWA. Diungkap oleh Roy, sejak satelit Palapa bukan milik Indonesia, sejak itulah penyadapan dilakukan. "Itu sudah sering saya sampaikan dalam makalah-makalah dan sudah beberapa kali dimuat di media Australia, bahwa penjualan Indosat menjadi awal upaya penyadapan Australia terhadap Indonesia," ungkap Roy.

Sementara itu, bocoran terbaru dari Edward Snowden begitu mengejutkan dalam relasi hubungan antarnegara Asean. Singapura selama 15 tahun terakhir ini melakukan penyadapan bersama Australia bukan hanya terhadap Indonesia, tapi juga negara tetangga mereka Malaysia. Dan peran itu dilakukan oleh Singtel yang merupakan operator milik pemerintah Singapura.

Dalam laporan yang disampaikan The Age, keterlibatan Singtel dikarenakan Singtel dimiliki secara mayoritas oleh Temasek Holding, yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah Singapura dalam hal investasi. Temasek di Indonesia pernah memiliki Indosat melalui Singapore Technologies Telemedia (STT) sebelum sahamnya kemudian dijual ke Qatar Telecom, serta SingTel yang memiliki 35% saham di Telkomsel yang merupakan operator terbesar di Indonesia saat ini.

Dalam bocoran Snowden disebut bahwa Singtel memiliki hubungan yang dekat dengan agen intelijen. Hal itu terlihat dari Wakil Pemerintah Singapura di Singtel, yang merupakan Kepala Layanan Publik Singapura, Peter Ong. Ong sendiri sebelumnya bertugas mengkoordinasikan keamanan nasional dan intelijen di kantor Perdana Menteri Singapura.

Pakar Intelijen Australia dari Australian National University, Professor Des Ball, menjelaskan bahwa kemampuan intelijen Singapura merupakan yang terdepan di Asia Tenggara. Singapura telah menjalin kerja sama dengan Australia sejak 15 tahun lalu. Bahkan, Indonesia dan Malaysia telah menjadi target kerja sama intelijen Australia dan Singapura sejak 1970-an. Dan sebagaimana diketahui, sebagai besar trafik telekomunikasi dan internet Indonesia diarahkan melalui Singapura.(mdk/dzm)

Indosat gerah dituding Roy Suryo andil soal penyadapan Australia

PT Indosat Tbk merasa gerah dengan tudingan pengamat multimedia yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo bahwa operator tersebut merupakan pihak yang paling bertanggungjawab dalam penyadapan Australia dengan Indonesia.

"Ya dasarnya apa? Orang-orang yang disadap juga bukan pakai nomor Indosat. Cek lagi deh nomor siapa saja yang disadap dan mereka pakai nomor apa?" ujar President Director and CEO Indosat Alexander Rusli kepada merdeka.com, belum lama ini.

Dia juga mempertanyakan kepada Roy Suryo dasar tuduhan kepada Indosat itu apa. Seperti diketahui, Menpora Roy Suryo mengeluarkan pernyataan mengejutkan bahwa Indosat merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam penyadapan Australia kepada Indonesia.

Menurut dia, file-file presentasinya 10 tahun yang lalu sebenarnya sudah mengupas soal-soal yang diributkan saat ini.

"Setelah Indosat dijual saat itu, saat presidennya siapa, secara otomatis terjual pula satelit Palapa (Satelindo), kabel laut (Sisindosat), VSAT (Lintasarta), yang semuanya di bawah Indosat. Jadi, penjualan Indosat itu bukan hanya kebodohan besar, tetapi juga kerugian secara intelijen dan kerahasiaan negara," katanya.

Roy mengaku mendukung upaya pencabutan slot orbit 150,5 BT dari Indosat karena terbukti hanya untuk memata-matai, termasuk keluarnya Timor Timur dari Indonesia.

Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring menegaskan akan menutup penyelenggara telekomunikasi yang terbukti melakukan penyadapan terhadap sejumlah pejabat di Indonesia.

Menkominfo memberikan waktu sampai akhir pekan ini kepada operator untuk memeriksa jaringannya apakah ada penyusup atau karyawan yang membocorkan rahasia negara, termasuk mitra outsourcing atau manage services.

Direktur Indosat Fadzri Sentosa membantah hal itu seraya mengatakan Indosat sudah sesuai prosedur. "Kita juga sudah amankan semua jaringan kita, namun begitu, sesuai dengan Instruksi yang dikeluarkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Indosat juga tetap akan melakukan pengecekan dan memeriksa jaringannya dalam waktu hingga seminggu ke depan," tuturnya.

Menurut informasi yang disampaikan Sydney Morning Herald, komunikasi Indonesia ternyata selama ini disadap Singapore Telecom (SingTel), operator telekomunikasi milik Pemerintah Singapura. Sepuluh tahun yang lalu, Indosat juga masih dimiliki Temasek lewat STT Telemedia, induk usaha Singtel.(mdk/dan)

  ● Merdeka

Posted in: Cyber,Hankam,Indosat

Indosat luncurkan satelit Palapa-E 2016

http://cdn.klimg.com/merdeka.com/resized/670x670/i/w/news/2013/11/29/285596/996x498/penuhi-deadline-indosat-siap-luncurkan-satelit-palapa-e.jpg Jakarta Perusahaan telekomunikasi Indosat siap meluncurkan Satelit Palapa-E pada 2016, setelah memenuhi tenggat waktu dari Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pemanfaatan slot orbit satelit.

"Indosat menyampaikan surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika berisi laporan penandatanganan kerja sama Palapa-E in Orbit Delivery Contract dengan Orbital Science pada tanggal 27 November 2013," demikian siaran pers President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli, yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, kontrak kerja sama itu merupakan wujud komitmen Indosat untuk melengkapi dan memenuhi persyaratan yang diminta pemerintah sesuai tenggat waktu yang diberikan dan merupakan tindak lanjut rencana Indosat dalam mempersiapkan peluncuran satelit Palapa-E pada tahun 2016.

Satelit Palapa-E akan menggantikan satelit Palapa-C2 yang mengorbit di slot 150.5 derajat Bujur Timur (BT). Satelit Palapa-E yang akan dikendalikan dari Stasiun Bumi Jatiluhur ini menggunakan platform Satelit GEOStar-2 dari Orbital Sciences Corporation.

Satelit tersebut juga akan menjadi bagian dari jaringan tulang punggung (backbone) pendukung seluruh layanan Indosat, baik layanan seluler, telekomunikasi tetap maupuan data tetap.

"Orbital Sciences siap mendukung Indosat sebagai pelanggan kami dalam rencana desain, produksi serta peluncuran satelit yang merupakan proyek yang penting bagi Indonesia," demikian penjelasan EVP & GM Orbital Sciences, Michael E. Larkin, dalam keterangan pers yang sama.

Selain itu, ia mengemukakan, "Dengan seluruh kapasitas yang dimilikinya, satelit GEOStar-2 dari Orbital Sciences adalah solusi optimal guna memenuhi kebutuhan satelit Indosat."

Layanan Satelit yang disediakan Indosat antara lain adalah "Transponder Lease" sebagai layanan dasar untuk memenuhi kebutuhan konektivitas korporasi dan pemerintahan, serta "DigiBouquet" dan "Telecast Service" untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan layanan penyiaran.

Saat ini satelit Palapa-D di lokasi orbit 113 derajat BT telah menyiarkan 55 saluran TV dan 5 saluran radio tidak berbayar dari dalam maupun luar negeri termasuk di dalamnya sebagian besar TV-TV nasional dan dinikmati oleh sekitar 15 juta pesawat penerima (TVRO) di wilayah Indonesia.

Satelit Palapa-D juga menjadi andalan sarana penyiaran bagi 3 operator TV berbayar nasional dengan jumlah total saluran berbayar sebanyak 200 saluran.

Adapun layanan "Telecast Service" digunakan untuk melayani berbagai macam kebutuhan siaran acara-acara tertentu seperti siaran langsung Liga Super Indonesia, Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dan PBB, SEA Games, dan lain-lain.

Selain itu, Indosat Grup memanfaatkan Satelit Palapa-D dan Palapa-C2 sebagai bagian dari jaringan "backbone" untuk mendukung seluruh layanan Indosat Grup, baik layanan seluler, telekomunikasi tetap, maupun data tetap dan juga anak perusahaan.(*)

  ● Antara

Posted in: Indosat,Satelit

#Tag : Indosat Satelit

BIN Minta Indosat dan Telkomsel Kooperatif

BIN: Bisnis Rokok dan Udang Jadi Alasan Penyadapan   Jakarta ☆ Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Marciano Norman mengatakan sedang mendalami kasus penyadapan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Indonesia. Ia berharap dua operator seluler, yakni Indosat dan Telkomsel, mau terus bekerja sama. "Kami mengharapkan keberpihakan keduanya, Indosat dan Telkomsel, untuk terus membantu kami," kata Marciano ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 24 Februari 2014. Dia juga mengatakan terus berkoordinasi dengan mitra BIN yang ada di Amerika dan Australia terkait penyadapan ini. Namun Marciano enggan membongkar hasil penelusuran terkait kasus penyadapan ini. Menurut Marciano, negara akan terus memperbarui alat pengamanan, sehingga dapat mencegah penyadapan. Dia juga meminta pengamanan di alur masuk dan keluar data serta informasi. BIN juga menjalin kerja sama dengan lembaga intelejen dan pengamanan lain, seperti Lembaga Sandi Negara. Dua pekan lalu, New York Times dan Canberra Times melaporkan dugaan penyadapan 1,8 juta pelanggan Telkomsel dan Indosat oleh NSA dan badan intelijen Australia. Laporan ini didasarkan pada bocoran mantan anggota NSA, Edward Snowden, yang menyebutkan ada spionase massal dan pengumpulan data dari dua operator tersebut. Tulisan tersebut membuat DPR terperanjat serta berencana memanggil Telkomsel dan Indosat. Kalangan pengusaha meminta pemerintah mengusut laporan tersebut. Pemerintah mengancam menutup operator seluler yang terbukti terlibat dalam penyadapan ilegal.

 Bisnis Rokok dan Udang Jadi Alasan Penyadapan

Kepala Badan Intelijen Negara Letnan Jenderal Purnawirawan Marciano Norman mengatakan, dari hasil deteksi penyadapan yang dilakukan institusinya, diketahui beberapa motif. Salah satu motif adalah persaingan bisnis rokok kretek dan udang antara Indonesia dengan Amerika Serikat dan Australia.

”Salah satu yang disadap adalah biro hukum yang mewakili pemerintah Indonesia dalam sengketa rokok dan udang dengan Negara Abang Sam itu. Memang tak sedikit pula intelijen dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis," kata Marciano ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 24 Februari 2014.

Menurut Marciano, untuk perdagangan besar, semua perusahaan pasti punya intelijen untuk mengantisipasi langkah bisnis kompetitornya. Asosiasi udang dan rokok Indonesia memang diwajarkan menyewa biro hukum Amerika. Biro hukum ini bertugas mempermudah perusahaan Tanah Air menghadapi pengadilan yang berjalan di Amerika.

Berdasarkan informasi dari mantan pegawai National Security Agency, Edward Snowden, biro hukum yang dipakai Indonesia itulah yang disadap. Firma hukum itu bernama Mayer Brown. "Di sini mereka menggunakan jasa firma hukum itu. Menurut Snowden, dalam tanda kutip, (firma hukum) itu yang disadap. Apa yang mereka lakukan (intelijen) terkait dengan permintaan dari dua badan usaha itu," kata Marciano.

Lagi, Indonesia terkait dengan skandal penyadapan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat. Kabar penyadapan itu dimuat The New York Times pada Sabtu, 15 Februari 2014. Sejumlah biro hukum disadap, termasuk Mayern Brown yang mewakili pemerintah Indonesia dalam sengketa terkait dengan rokok, tembakau, dan udang.

  ♞ Tempo

Posted in: Hankam,Indosat,Telkomsel

Disadap Australia, Indosat mengaku punya audit sistem keamanan terstandar

http://img.antaranews.com/new/2015/02/ori/20150218antarafoto-fasilitas-data-center-indosat-180215-sgd-5.jpg Ilustrasi - Fasilitas Data Center Indosat (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Manajemen operator telekomunikasi Indosat menanggapi isu penyadapan yang dilakukan Australia dengan menegaskan telah memiliki audit atas sistem keamanan jaringan dengan standar internasional ISO 27001 dan ISO 31000.

"Kami juga mematuhi ketentuan lawful interception sesuai ketetuan dan kami menyatakan dengan tegas tidak memiliki kerja sama dengan pihak asing yang bertujuan untuk melakukan penyadapan," kata President Director & CEO Indosat Alexander Rusli dalam siaran pers yang diterima ANTARA, di Jakarta, Sabtu.

Alex dalam siaean pers yang diterbitkan Jumat (6/3) juga menegaskan sistem jaringan publik perusahaannya telah menggunakan standar seperti yang ditentukan oleh pemerintah.

"Dan satu-satunya tindakan penyadapan yang diizinkan adalah yang dilakukan oleh lembaga resmi negara berdasarkan aturan hukum yang berlaku," katanya.

Sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, operator telekomunikasi itu hanya menyediakan fasilitas penyadapan kepada aparat penegak hukum.

Seluruh perangkat operator juga telah memiliki sertifikat dari Kementerian Komunikasi dan Informatika sesuai Peraturan Menkominfo Nomor 29 Tahun 2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi.

Alex menambahkan, operator itu memiliki standar audit yang meliputi penerapan kendali keamanan, proses bisnis, kepatuhan terhadap kebijakan serta pengujian teknis terhadap kerentanan jaringan, sehingga keamanan jaringan tetap terpelihara.

Oleh karena itu, Indosat secara tegas menyatakan bahwa tidak ada kerja sama penyadapan dengan pihak luar terutama dengan pihak asing.

"Karena jelas hal tersebut melanggar undang-undang yang berlaku serta merugikan kepentingan negara dan bangsa Indonesia sendiri," tukas Alex.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara meminta operator telekomunikasi Telkomsel dan Indosat untuk memeriksa jaringan masing-masing menyusul penyadapan badan intelijen asing terhadap sejumlah pejabat Indonesia sejak 2009.

Penyadapan oleh badan intelijen Australia dilakukan terhadap sejumlah pejabat, termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya Ani Yudhoyono serta Presiden (saat ini) Joko Widodo.

Laporan adanya penyadapan terkuak dari dokumen mantan intelijen Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat Edward Snowden.(A062)

  ♞ Antara

Posted in: Indosat

#Tag : Indosat

Balon Internet Google

2016 Mulai Terbang di Indonesia http://images.cnnindonesia.com/visual/2015/10/16/adb8a37a-c971-4c9b-a9a7-4fff876417aa_169.jpg?w=650 Project Loon akan segera terbang di Indonesia (Dok. Akun Google Plus Project Loon) ★

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama tiga operator seluler di Indonesia berkunjung ke kantor pusat Google, di California, San Francisco, Amerika Serikat. Salah satu agendanya soal, Project Loon.

"Saya dan 2 CEO operator lainnya hari ini (Rabu, 28 September) menandatangani technical trial agreement (Project Loon)," kata CEO XL Axiata Dian Siswarini, saat berbincang dengan CNN Indonesia, Kamis (29/10/2015). Hal senada juga diungkapkan oleh CEO Indosat Alexander Rusli. "Iya betul, kami baru saja tanda tangan trial teknis."

Dian yang sedang di markas Google, menandatangani kerjasama itu dengan Alexander Rusli dan CEO Telkomsel Ririek Adriansyah disaksikan oleh Menkominfo Rudiantara.

Dilanjutkan olehnya, bahwa Project Google Loon ini sangat cocok untuk membuka akses daerah-daerah di Indonesia agar bisa tersambung dengan jaringan telekomunikasi.

Dian bilang, "Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network."

Setelah kesepakatan ini, Balon Loon ini akan diterbangkan di atas wilayah Indonesia pada tahun depan. "Techincal trial tersebut akan dimulai di tahun 2016. Belum tahu wilayah mana saja yang akan diterbangkan di Indonesia," tandas Dian.

Sebelum di Indonesia, Balon Loon sudah pernah melakukan uji coba di Australia. Cara Project Loon ini bekerja adalah dengan meluncurkan 20 balon udara di bagian barat Quennsland. Google tidak membeli atau menyewa frekuensi di Negeri Kanguru tersebut.

Dalam proyek ini, Telstra memberi izin pada Project Loon untuk mengakses jaringan BTS memanfaatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz. Nantinya, warga akan menerika koneksi Wi-Fi di perangkat komputernya.

Balon udara yang dikembangkan Google ini masih dalam tahap pengembangan dari laboratorium Google X. Ia telah menjalankan uji coba terbang di Amerika Serikat dan Selandia Baru dalam dua tahun terakhir. (eno/tyo)Bagaimana Cara Balon Google Sebarkan Internet? http://s18.postimg.org/xf3zkk35l/loon.png Konsep pengoperasikan Project Loon (dok.Google) ★

Balon udara raksasa Google bernama Project Loon yang punya tugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil akan diuji coba mulai 2016 mendatang di Indonesia.

Balon Loon ibarat menara seluler yang mengangkasa di langit. Loon terbang di ketinggian dua kali lipat dari ketinggian normalnya pesawat komersil berjalan. Lebih tepatnya, Loon akan terbang sekitar 20 kilometer di atas permukaan Bumi di lapisan stratosfer.

Mengapa stratosfer? Dari publikasi resmi di blog Google, angin di stratosfer sifatnya berlapis-lapis, di mana tiap lapisannya memiliki variasi kecepatan dan arah. Nah, dengan bergerak bersama angin, balon Loon dirancang agar bisa membentuk satu jaringan komunikasi yang besar.

Tiap balon akan memancarkan koneksi internet 4G LTE ke permukaan dengan jangkauan 40 kilometer dari tempat balon tersebut berada. Balon itu akan mengantar teknologi Long Term Evolution (LTE) dari perusahaan telekomunikasi yang telah bermitra dengan Google Project Loon, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

Google dan para operator akan berbagi spektrum seluler agar masyarakat bisa mengakses internet melalui perangkat ponsel pintar dan perangkat yang sudah mendukung teknologi LTE. Balon Loon menggilirkan trafik nirkabel dari perangkat mobile kembali ke internet global menggunakan link berkecepatan tinggi.

Yang jelas, jika satu balon sudah mulai terbang ke luar jalur, maka balon Loon lainnya akan bergerak menggantikan posisinya.

"Kami harap proyek ini bisa membantu operator lokal untuk memperluas jangkauan jaringan mereka yang sudah ada dan koneksi Internet yang bisa betul-betul mencapai area terpencil," tulis Vice President Project Loon Google, Mike Cassidy.

Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus tanpa lemot.

Ide utama dari kesepakatan antara Google dan Telkomsel, XL Axiata, serta Indosat selaku tiga operator besar Indonesia berangkat dari sulitnya menjalankan kabel serat optik atau mendirikan menara seluler di kawasan terpencil yang penuh dengan gunung dan hutan.

XL, Telkomsel, dan Indosat telah menandatangani kerjasama Loon di markas Google di Mountain View, California dan disaksikan oleh Menkomindo Rudiantara.

"Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network," kata CEO XL Axiata, Dian Siswarini.

Dilanjutkan olehnya, bahwa Project Google Loon ini sangat cocok untuk membuka akses daerah-daerah di Indonesia agar bisa tersambung dengan jaringan telekomunikasi, namun ia mengaku belum tahu wilayah mana saja di yang akan kebagian koneksi dari Loon. (eno)Balon Internet Google Pakai Spektrum 900 MHz Tiga Operator http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpg Dari kiri ke kanan: VP Project Loon Google Michael Cassidy, Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli, Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, dan Pendiri Google Sergey Brin, dalam acara penandatanganan kesepakatan uji coba Project Loon, di kantor pusat Google di Mountain View, California, AS, Rabu, 28 Oktober 2015. (Dok. XL Axiata) ★

Proyek percobaan penyelenggaraan akses Internet dengan balon udara milik Google di Indonesia akan didukung oleh tiga operator seluler mulai 2016, dan bakal memanfaatkan spektrum 900 MHz.

Ketiga operator yang terdiri atas Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata, sepakat mengizinkan balon udara yang disebut Project Loon tersebut memakai spektrum 900 MHz mereka.

XL akan melakukan integrasi dengan Project Loon melalui 4G LTE di frekuensi 900 MHz,” demikian pernyataan tertulis XL Axiata, Kamis (29/10).

Kesepakatan antara tiga operator seluler besar tersebut berlangsung di kantor pusat Google di Mountain View, California, AS, Rabu (28/10), yang disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta pendiri Google Sergey Brin.

Dalam uji coba nanti tahun depan, balon udara ini akan mengudara di ketinggian sekitar 20 kilometer di atas permukaan laut yang berfungsi seperti menara pemancar sinyal.

Menurut rencana, balon bakal digunakan untuk memberi akses Internet ke daerah pelosok yang sejauh ini belum terjangkau oleh infrastruktur darat operator seluler.

Dengan operator Telkomsel, Project Loon akan diuji pada lima titik di atas Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Mereka memakai infrastruktur backbone milik Telkom dan Telkomsel, antara lain sistem jaringan Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). Sementara operator Indosat dan XL berencana memanfaatkan balon udara itu di kawasan timur Indonesia.

Telkomsel melihat Project Loon sebagai salah satu inovasi teknologi terkini yang dapat bermanfaat untuk memperluas penyebaran Internet di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan memiliki kerapatan penduduk yang rendah,” ujar Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah.

Jika uji coba sukses, bisa saja Project Loon yang memakai tenaga matahari ini dipakai sebagai pelengkap infrastruktur telekomunikasi, namun semua itu kembali pada kesepakatan antara operator seluler dengan Google pada dua sampai tiga tahun mendatang.

Dari sudut pandang Indosat, perusahaan menilai kesepakatan uji coba ini dapat mendukung Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019.

CEO Indosat Alexander Rusli, yang juga Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, berharap balon udara Google dapat “merangkul mereka yang belum terlayani konektivitas.

Project Loon pertama kali diuji di Selandia Baru pada Juni 2013 memanfaatkan spektrum 2.600 MHz. Nantinya, warga dapat menerima koneksi nirkabel Wi-Fi pada perangkat mereka dan dapat dipakai guna mengakses Internet. (adt/eno)Balon Internet Google Tak Ganggu Jaringan Seluler Indonesia http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpg Menkominfo Rudiantara bersama Direktur Utama Telkomsel, CEO XL Axiata Dian Siswarini dan Presiden Direktur Indosat Alex Rusli (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma) ★

Tiga operator asal Indonesia, Telkomsel, XL Axiata dan Indosat sepakat untuk melakukan uji coba Project Loon buatan Google. Kendati tujuannya membuka akses internet di kawasan yang susah dijangkau di Tanah Air, balon internet ini masih menimbulkan pro dan kontra.

Ada kekhawatiran bahwa teknologi balon internet ini akan men-disrupt telekomunikasi karena mem-bypass langsung. Menurut Presiden Direktur dan CEO Indosat Alexander Rusli hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

"Tidaklah. Ini kan pakai frekuensi kita (operator). Jadi seperti vendor BTS saja," kata Alex--sapaan akrabnya, yang ikut mengunjungi ke kantor pusat Google, di California, Amerika Serikat, kepada CNN Indonesia. Alex yang juga Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menganalogikan, "Anggap saja si Google Loon ini (seperti) BTS-nya Ericsson, Huawei atau Nokia."

Alex juga mengatakan ada bagusnya bila balon internet Google ini nantinya sukses digelar di Indonesia, khususnya dari para operator. "Kalau bagus, less Capex dan obiquotus coverage of LTE."

Hal senada juga diungkapkan oleh CEO XL Axiata Dian Siswarini. Dalam perbincangan terpisah dengan CNN Indonesia, sejauh ini balon internet Google masih dalam tahap uji teknis, jadi operator masih meraba skema teknologi dan bisnisnya, sampai diputuskan komersial.

Dian pun tidak khawatir bila balon internet ini sampai men-disrupt jaringan telekomunikasi miliknya. "Kan tergantung bisnis modelnya. Kalau nanti bisnis modelnya kurang cocok, ya tidak perlu sampai komersial," sebutnya.

Baik Alex dan Dian juga sepakat balon udara Google ini mulai dilaksanakan uji cobanya pada tahun 2016. Namun belum diketahui kawasan mana terlebih dahulu yang akan menjadi daerah pertama untuk percontohan.

"Kan tadi semua (tiga operator) yang sign. Nanti kita yang tentuin daerahnya," tandas, Alex.

Sebelum di Indonesia, Balon Loon sudah pernah melakukan uji coba di Australia. Cara Project Loon ini bekerja adalah dengan meluncurkan 20 balon udara di bagian barat Quennsland. Google tidak membeli atau menyewa frekuensi di Negeri Kanguru tersebut.

Dalam proyek ini, Telstra memberi izin pada Project Loon untuk mengakses jaringan BTS memanfaatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz. Nantinya, warga akan menerika koneksi Wi-Fi di perangkat komputernya. (eno/tyo)Proyek Google di Indonesia Bukan Cuma Balon Internet http://images.cnnindonesia.com/visual/2015/10/29/b4f62b85-7683-49fb-b63d-06c14ac2efa9_169.jpg?w=650 Menerbangkan balon Internet bukanlah satu-satunya proyek Google untuk menyebarkan Internet di Indonesia. (Antara/Yudhi Mahatma) ★

Project Loon dari Google terdengar begitu canggih dan menarik perhatian karena tujuannya yang ingin menyebarkan koneksi internet dari angkasa meggunakan balon udara. Balon pintar ini bukanlah satu-satunya proyek Google ke Indonesia yang berkaitan dengan jaringan internet.

Vice President Project Loon, Mike Cassidy mempublikasikan tulisannya di dalam blog resmi Google tentang Project Loon. Di sana, ia juga menyebutkan bahwa pihak perusahaan telah mengerahkan sejumlah upaya untuk membantu mencapai pemerataan internet di Indonesia.

"Untuk membuat internet tak hanya mudah diakses namun juga berguna, banyak yang harus dilakukan. Kami memiliki sejumlah upaya di Indonesia demi mencapainya," tulis Cassidy.

Ia melanjutkan, "salah satunya program Android One yang membuat ponsel pintar harga murah namun berkualitas tinggi dan memberi pengalaman akses internet kepada masyarakat menengah ke bawah."

Cassidy yang menyebutkan, perusahaan telah mengembangkan fitur yang bisa digunakan apabila koneksi internet sedang lemah atau lemot, seperti Search Lite dan fitur offline untuk video di YouTube.

"Ada juga bahasa Indonesia dan bahasa Sunda di dalam Google Translate yang bisa menjadi alat pembantu masyarakat saat berselancar di internet," sambung Cassidy.

Pihak Google menyadari bahwa masih banyak penduduk dunia, khususnya di Indonesia yang belum mendapat akses internet, namun perusahaan sendiri mengaku sedang berkembang dan berupaya memenuhi itu.

"Jika semua berjalan lancar, jutaan penduduk Indonesia akan bisa berbagi ide, kultur, dan bisnis secara online tanpa batas," Cassidy menutup tulisan blog.

Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mencicipi program ponsel pintar murah Android One. Google menunjuk tiga produsen ponsel lokal yang ikut program Android One tahap awal. Ketiganya adalah Evercoss melalui produk One X, lalu Nexian dengan produk Journey, dan Mito dengan Impact.

Ketiga ponsel yang dibanderol tak lebih dari Rp 1 juta ini memakai spesifikasi teknis yang sama persis. Mereka dibekali layar berukuran 4,5 inci jenis FWVGA, prosesor quad-core 1,3 GHz, RAM 1GB, memori internal 8 GB yang disertai slot kartu memori eksternal, fitur kartu SIM ganda jenis Micro SIM, baterai 1.700 mAh, kamera utama 5 MP dan kamera depan 2 MP.

Android One memang terdengar seperti misi mulia Google untuk menghubungkan penduduk dunia dengan internet melalui ponsel pintar murah. Karena, menurut mereka, saat ini 4 miliar penduduk dunia yang belum terkoneksi internet.

Sementara Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus tanpa lemot.

"Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network," kata CEO XL Axiata, Dian Siswarini setelah menandatangi perjanjian di markas Google di Mountain View, California, AS. (eno/eno)Balon Internet Google Pernah Dikritik Bill Gates http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpg Pendiri Microsoft Bill Gates (REUTERS/Francois Lenoir) ★

Misi sosial atau murni bisnis, niat Google mengembangkan Project Loon agar balon internet ini bisa menjangkau wilayah yang sulit ditembus. Tujuan mulia ini tak selalu mendapat respon bagus, seperti kritikan yang dilontarkan oleh pendiri Microsoft Bill Gates.

Inisiatif Project Loon Google yang ingin memberikan akses intenet ke wilayah yang susah ditembus dan negara berkembang dari jaringan balon yang terbang di lapisan stratosfer tak membuat Gates tertarik.

"Ketika Anda sedang sekarat karena malaria, dan kemudian melihat ke atas dan melihat balon itu, saya yakin itu tidak akan membantu Anda. Ketika anak-anak menderita diare, tidak ada situs yang bisa menguranginya," katanya dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Business Week.

Namun bukan berarti Gates tidak percaya bahwa menghubungkan semua orang dengan internet akan membawa perubahan positif, dia yakin akan keniscayaan tersebut.

"Tentu saja aku sangat percaya dalam revolusi digital, seperti menghubungkan pusat kesehatan, sekolah itu hal yang baik. Tapi tidak bagi negara yang berpenghasilan rendah, kecuali jika Anda langsung mengatakan kepada kami soal malaria," sebut pria paling kaya di kolong jagat itu.

Gates yang memang dikenal sebagai philantropis mempertanyakan komitmen Google untuk proyek-proyek di negara berkembang melalui Google.org.

"Google mengatakan akan melakukan sesuatu yang luas. Mereka menyewa Larry Brilliant (Doktor dan ahli filantropi) dan mereka mendapat publisitas yang fantastis. Dan kemudian mereka menutup semuanya," kritik Gates.

Di Indonesia, Project Loon mendapat ruang. Tiga operator seluler lokal sepakat untuk menyisihkan spekturm mereka di frekuensi 900 MHz untuk dijajal balon internet Google.

Dalam postingannya, Google menyediakan itu semua agar bisa membantu operator lokal untk memperluar jaringan ke area yang bahkan sangat terpencil.

"Kami harap proyek ini bisa membantu operator lokal untuk memperluas jangkauan jaringan mereka yang sudah ada dan koneksi Internet yang bisa betul-betul mencapai area terpencil," tulis Vice President Project Loon Google, Mike Cassidy.

Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus atau lambat. (eno/tyo)

  ★ CNN

Posted in: Artikel,Ilmu Pengetahuan,Indosat,Internet,Kerjasama,Teknologi Informasi,Telkomsel,XL

Indosat-PSN Beli Satelit Palapa-N1

Dari perusahaan China http://img.antaranews.com/new/2017/05/ori/20170517antarafoto-pembelian-satelit-palapa-n1-170517-agr-3.jpg Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (ketiga kanan) berjabat tangan dengan Vice President of China Aerospace Science and Technology Corporation Yang Baohua (kiri), didampingi CEO Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso (kanan) dan CEO PT Indosat Alexander Rusli (kedua kanan) seusai penandatanganan kesepakatan pada acara Asia Pasific Satellite Communications System International Conference (APSAT) 2017 di Jakarta, Rabu (17/5/2017). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) ★

PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melalui perusahaan patungan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) menandatangani kontrak pembelian satelit dengan produsen satelit asal China, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC) di Jakarta, Rabu.

Penandatanganan kontrak pembelian senilai sekitar 220 juta dolar AS itu disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di sela Asia Pacific Satellite Communications System International Conference (APSAT) 2017.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli mengatakan satelit baru yang diberi nama Palapa Nusantara 1 atau Palapa-N1 itu akan diposisikan sebagai generasi penerus dari satelit Palapa-D pada slot orbit 113 derajat Bujur Timur.

"Ini satelit keempat yang pernah diluncurkan slot tersebut. Sudah financial close, jadi 2020 sudah ada satu pengganti sehingga layanan yang diberikan kepada pelanggan berjalan lancar," katanya.

Alex menuturkan satelit Palapa-N1 akan mengoptimalkan sumber daya spektrum yang ada untuk menyediakan layanan penyiaran (broadcast) dan pita lebar (broadband) di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan teknologi baru yakni High Throughput Satellite (HTS).

Ia menambahkan bahwa pembelian satelit baru itu juga menegaskan sebagai penyedia layanan satelit sekaligus komitmen perusahaan untuk mempercepat proses penetrasi "broadband" di Indonesia.

"Target kami adalah untuk memastikan semua pelanggan eksisting mendapatkan layanan yang lancar. Kami harap dengan teknologi HTS, kami bisa menjadi bagian dari solusi broadband di Indonesia," katanya.

Alex menuturkan, dengan nilai pembelian mencapai ssekitar 220 juta dolar AS, biaya tersebut mencakup pembangunan, asuransi dan peluncuran satelit yang ditargetkan sebelum Juli 2020.

Pemilihan produsen satelit asal China dilakukan berdasarkan proses lelang dengan tiga kriteria, yakni teknis, waktu dan harga.

PSNS nantinya akan melakukan pengadaan dan pengoperasian satelit Palapa-N1 sebagai pengganti Palapa-D.

CEO Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso dalam kesempatan yang sama, berharap kerja sama tersebut mampu memecahkan masalah kesenjangan digital yang ada di masyarakat.

"Sekaligus mempercepat penetrasi akses internet ke seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Menkominfo Rudiantara menyambut positif penandatanganan kontrak pembelian satelit Palapa-N1 karena menjadi salah satu cara untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

"Dengan ditandatangani ini, ada security. Bisnis satelit itu bukan bisnis yang kita ngomong sekarang, besok keluar. Kalau ingin satelit ada di atas Indonesia butuh waktu tujuh sampai delapan tahun."

"Bangun satu satelit sendiri butuh 30-36 bulan. Maka sekarang guyur dulu Indonesia dengan infrastruktur, nanti permintaan akan tumbuh sendiri," pungkasnya.

  ♞ Antara

Posted in: Artikel,Indosat,Internet,Satelit