Lima BUMN jajaki bisnis di Irak

Jakarta (ANTARA News) - Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang tergabung dalam Indonesia Incorporated, tengah mengincar proyek pembangunan di Baghdad, Irak.
Kelima BUMN ini sudah mengunjungi negara tersebut guna menjajaki bentuk kerja sama, kata Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki di Jakarta, Senin.
Suryadi mengatakan, pihaknya menindaklanjuti rencana Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM untuk mendirikan Indonesia Incorporated agar turut berkontribusi dalam pembangunan di Irak.
"Kemarin, kita baru menjajaki bentuk kerja sama dengan komando Dirjen ESDM, Evita Legowo," kata Suryadi dalam pesan singkatnya.
Ia menambahkan PLN sedang mengincar proyek-proyek yang sesuai dengan kompetensi PLN, terutama dalam hal operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik. Sebab, pihak Irak juga menginginkan menjalin kerja sama dengan Indonesia.
"Pihak Irak inginnya bekerja sama dengan Indonesia banyak dalam kelistrikan," ungkapnya.
Adapun lima BUMN itu adalah PT Adhi Karya Tbk, PT Hutama Karya Persero, PT PLN Persero, PT Pertamina Persero, serta PT Wijaya Karya Persero.
Wijaya Karya baru-baru ini tengah menggarap proyek pembangunan rusunami (rumah susun hak milik) di Irak. BUMN konstruksi ini akan membangun fasilitas perumahan dan sekolah di kawasan areal ladang minyak, yang diperkirkan menelan biaya sekitar Rp500 miliar.
Sementara itu, Adhi Karya telah meninggalkan proyek di Timur Tengah karena kondisi di negara tersebut yang dinilai tidak kondusif. Oleh sebab itu, ADHI akan menyasar proyek di Asia Tenggara. Sedangkan Pertamina tengah menjajaki bisnis ke Irak terutama untuk pengeboran lepas pantai, katanya.(ANT)
♣ ANTARA News
Posted in: Bisnis,BUMN
Kementerian BUMN dan DRN sinergikan hasil riset
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta Dewan Riset Nasional (DRN) mengumpulkan berbagai pemikiran dan hasil risetnya untuk disinergikan dengan sektor industri nasional di bawah kementeriannya.
"Kalau ada penemuan untuk masyarakat yang bisa diterapkan di BUMN sampaikan saja," kata Dahlan Iskan usai berbicara di depan seratusan ilmuwan pada Dialog Nasional "Mainstreaming Iptek dalam Pembangunan Nasional" pada Sidang Paripurna DRN di Jakarta, Senin.
Untuk saat ini, ujar Dahlan, pihaknya lebih memprioritaskan pengembangan produk beras, sorgum, gula, sagu dan peternakan sapi, sehingga riset-riset tentang hal-hal tersebut menjadi fokus penerapan.
Dalam kesempatan itu, Dahlan mengingatkan bahwa saat ini 51 persen kekuatan ekonomi ASEAN ada di Indonesia, 49 persen lainnya dibagi rata di antara ke-9 negara ASEAN lainnya, termasuk Singapura yang meski pendapatan perkapita penduduknya mencapai 40 ribu dolar AS namun jumlah penduduknya hanya 2,5 juta jiwa.
"Sebanyak 130 juta penduduk Indonesia masuk di kelas menengah, karena itu segala kebutuhan kelas menengah Indonesia harus makin menjadi perhatian para peneliti juga, misalnya soal kemacetan. Itu berarti transportasi," katanya.
Sementara itu, Ketua DRN, Prof Dr Andrianto Handojo, berharap hubungan riset dengan industri bisa lebih erat. DRN adalah suatu organisasi independen tempat berkumpulnya para pakar yang tugasnya memberi nasihat kepada Menteri Ristek.
"Untuk tahap awal mengkaitkan dengan industri di bawah BUMN yang jumlahnya lebih dari 100 perusahaan dan kebanyakan belum memiliki "link" dengan lembaga riset. Jika sudah ada kontak, maka usulan akan lebih mudah," katanya.
Sementara itu Deputi Menristek bidang Kelembagaan Prof Dr Benyamin Lakitan mengatakan, kontribusi iptek dalam pembangunan nasional masih rendah.
Ini dapat dilihat dari laporan World Economic Forum 2012 yang menyatakan kesiapan teknologi Indonesia hanya menempati ranking 94 dari 142 negara. Kalah dibanding Malaysia (44), Thailand (84), Vietnam (79) bahkan Filipina (83), ujarnya.
"Laporan ini menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih didorong oleh sektor konsumsi dengan potensi pasarnya yang sangat besar, dan pertumbuhan daya serap pasar yang tinggi," katanya.
Karena itu, menurut dia, era perdagangan bebas yang makin membuka peluang masuknya arus produk luar negeri ke pasar Indonesia harus disikapi dengan mendorong industri di dalam negeri memenuhi kebutuhan pasarnya sendiri.
"Caranya selain melindungi industri nasional dengan peraturan pembatasan impor, kebijakan fiskal serta insentif bagi usaha dalam negeri, juga dengan peningkatan daya saing industri nasional dengan pemanfaatan hasil-hasil riset," ujarnya.(D009)
Sumber : Antara
Posted in: BUMN
Dahlan Iskan pesan pembangkit listrik tenaga hampa
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, telah memesan Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH) karya Slamet Hariyanto guna menguji keseriusan dan kebenaran teknologi tersebut.
"Benar, saya sudah memesannya. Untuk menguji keseriusan dan kebenaran teknologinya," katanya melalui layanan pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Menurut Dahlan, selain menguji keandalan PLTH itu, ia pun berkeinginan menyemangati pencipta PLTH agar terus memberikan karya yang bisa membantu masyarakat.
"Saya juga ingin memberi semangat bagi Pak Slamet yang tidak berhenti berpikir dan kreatif," tuturnya.
Dahlan dalam waktu dekat dijadwalkan mengunjungi rumah penemu teknologi PLTH.
Kabarnya, Dahlan sudah memesan 10.000 alat PLTH temuan Slamet Hariyanto yang masing-masing berkapasitas 3 fuse atau setara dengan 6.000 hingga 13.000 watt. Satu fuse diperkirakan menelan dana senilai Rp5 juta per unit.
Seluruh rangkaian dalam PLTH rata-rata berbahan baku bekas alias daur ulang. Hanya kapasitor dalam rangkaian listrik saja yang harus membeli.
Pembangkit listrik yang sudah dirancang itu mampu menghasilkan tenaga listrik maksimal. Satu fuse dan tiga fuse dapat menghasilkan kapasitas listrik sampai 220 volt dengan tegangan 1.000 hingga 6.000 watt. Adapun fuse 3 sanggup menghasilkan 380 fuse dengan kapasitas tegangan di atas 13.000 watt.
Bahan dasar PLTH menggunakan karbon dari batok dan sabut kelapa. Fungsinya, karbon berguna sebagai baterai.(T.KR-IAZ)
Sumber : Antara
Posted in: BUMN,Energi,PLTH
Dahlan: BUMN Strategis Harus Serius Garap Alutsista
BUMN industri strategis disaranka lebih serius memanfaatkan peluang besarnya permintaan pengadaan alutsista dari Kementerian Pertahanan.
"Saat ini momentum bagi BUMN industri strategis untuk memenuhi pesanan-pesanan peralatan persenjataan dari TNI. Anggaran pemerintah pengadaan alutsista bisa mencapai Rp7 triliun. Ini harus dapat digarap BUMN," kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan, di Jakarta, Selasa, (7/8).
Menurut Dahlan, BUMN industri strategis seperti mendapat darah baru karena kontrak pengadaan alat utama sistem kesenjataan (alutsista) dari Kementerian Pertahanan sangat besar. Pengadaannya pun berjangka waktu panjang.
PT Pal Indonesia sedang menyelesaikan produksi 3 unit kapal cepat rudal (KCR-60 meter) dan dua unit mendapat pesanan pembuatan kapal dan 2 unit kapal tunda 2.400 HP pesanan TNI AL.
Pesanan tersebut diselesaikan pada semester I 2013, dengan nilai lebih dari Rp400 miliar. Dahlan juga menyebutkan, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari mendapat kepercayaan membangun dua kapal perang landing ship tank (LST) atau kapal pengangkut tank pesanan TNI-AL.
Masa pembangunan LST tersebut selama 22 bulan, atau ditargetkan selesai pada pertengahan 2014.
"PT DI juga demikian, mendapat kontrak pembuatan pesawat untuk TNI AU," ujarnya. TNI memesan sebanyak 9 unit pesawat jenis CN-295, di mana sebanyak 3 unit akan selesai dan diserahkan pada tahun 2012, sisanya bertahap pada tahun 2013 dan 2014.
Meski demikian, Dahlan mengingatkan bahwa BUMN strategis yang mendapat kontrak tersebut harus lebih serius menyelesaikan pesanan-pesanan tersebut. "Jangan terlambat penyelesaiannya. Mutu juga harus dijaga," katanya.
(Republika)
Posted in: Alutsista,BUMN
BUMN Patungan Bangun Rumah Sakit Buruh
4 BUMN Patungan Bangun Rumah Sakit Buruh
Nilai investasi pembangunan rumah sakit yang dibangun di lahan milik KBN seluas 2,1 ha ini diproyeksikan berkisar Rp 200 miliar
| Ilustrasi Rumah Sakit |
Empat perusahaan negara PT Jamsostek, PT Askes, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan PT Pelni menjalin kerja sama membangun Rumah Sakit Pekerja dan masyarakat di Cakung, KBN .
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, hari ini.
Direktur Utama Jamsostek Elvyn G Masassya mengatakan, nilai investasi pembangunan rumah sakit yang dibangun di lahan milik KBN seluas 2,1 ha ini diproyeksikan berkisar Rp 200 miliar.
"Studi kelayakan pembangunan RS Pekerja ini akan rampung sebelum akhir 2012, sehingga diharapkan rumah sakit tersebut bisa beroperasi pada akhir 2013," kata Elvyn.
Studi kelayakan termasuk untuk menentukan tarif pengobatan yang akan dikenakan kepada para pekerja dan masyarakat di sekitar rumah sakit tersebut.
"Yang pasti tarifnya jauh lebih murah dibanding rumah sakit yang ada," ujarnya.
Ia menjelaskan, pendanaan investasi akan diperoleh dari tiga pihak yaitu Jamsostek, KBN dan Askes. Sedangkan PT Pelni ditugasi sebagai pengelola rumah sakit. "Porsi pendanaan akan disesuaikan dengan hasil akhir studi kelayakan," ujarnya.
Sementara itu, Dirut KBN Raharjo Aryosiswoyo mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Pekerja ini sudah dirancang sejak 2010 sejak Menteri BUMN Dahlan Iskan mengunjungi langsung lokasi KBN.
"Saat ini KBN memiliki pekerja setidaknya 80.000 orang. Dengan jumlah tersebut sudah sangat layak untuk didirikan sebuah rumah sakit yang tarifnya dapat terjangkau namun berkualitas," kata Raharjo.
Menurutnya, dengan pembangunan rumah sakit tersebut diharapkan para pekerja tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapat akses rumah sakit, sehingga juga dapat meningkatkan produktivitas pekerja.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan pembangunan RS Pekerja merupakan arahan langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Peletakan tiang pancang pertama (groung breaking) pembangunan segera dilakukan oleh Presiden. Kita tinggal menunggu waktu Presiden untuk meresmikan pembangunan RS Pekerja tersebut," kata Dahlan.
Menurut Dahlan, ide pembangunan RS Pekerja tersebut datang dari Kepala Negara yang merupakan seorang tentara. "Presiden ketika dalam suatu kunjungan kerja ke Batam, meminta saya untuk segera merealisasikan adanya rumah sakit untuk para buruh," ujarnya.
Dahlan menambahkan, dengan sinergi empat BUMN ini (Jamsostek, Askes, KBN, dan Pelni) diharapkan Rumah Sakit Pekerja di kawasan industri lainnya dapat direalisasikan.
"Ini salah satu langkah pemerintah untuk dapat meningkatkan kapasitas suatu kawasan industri menjadi kawasan bertaraf internasional," ujarnya.
Dahlan Iskan Bahagia BUMN Bangun Rumah Sakit
Dahlan mengatakan hal itu usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan RS Pekerja
| Dahlan Iskan |
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku senang karena pembangunan Rumah Sakit Pekerja segera terwujud pada akhir tahun 2013.
"Saya tidak menyangka empat BUMN yaitu PT Jamsostek, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Askes, dan PT Pelni langsung menindaklanjuti arahan saya untuk mendirikan rumah sakit untuk para buruh di Cakung, Jakarta Utara," kata Dahlan, hari ini.
Dahlan mengatakan hal itu usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan RS Pekerja, di Kantor Kementerian BUMN.
Menurut Dahlan, ide pembangunan RS Pekerja sesungguhnya datang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menginginkan adanya rumah sakit khusus bagi para buruh terutama di suatu kawasan industri.
"Presiden dalam satu kunjungan ke kawasan industri di Batam, meminta saya untuk segera mewujudkan pembangunan RS Pekerja. Arahan itu saya sampaikan kepada BUMN ini, dan ternyata segera dapat diwujudkan," ujarnya.
Dahlan menuturkan, saat ini masa persiapan pembangungan sudah dilakukan dengan terlebih dahulu menyelesaikan studi kelayakan.
"Investasi diperkirakan mencapai Rp 200 miliar, yang akan dipenuhi tiga pihak yaitu Jamsostek, Askes dan KBN. Sedangkan Pelni akan menjadi pengelola rumah sakitnya," kata Dahlan.
Direncanakan RS Pekerja tersebut akan dibangun enam lantai di lahan seluas 2,1 ha milik KBN. Saat ini diketahui terdapat sebanyak 80.000 buruh yang bekerja di KBN.
Menurut Dahlan, pembangunan Rumah Sakit Pekerja tersebut akan menjadi contoh bagi daerah lainnya untuk menyediakan fasilitas kesehatan bagi para buruh.
"Pembangunan RS Pekerja merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan kepada buruh, sekaligus dapat mendorong suatu kawasan industri menjadi bertaraf internasional," ujarnya.
Pada kesempatan itu mantan Direktur Utama PLN ini juga menuturkan, sambil menunggu pembangunan RS Pekerja di kawasan lainnya, Jamsostek dengan kemampuan pendanaannya juga akan membangun poliklinik plus di sekitar 200 titik yang merupakan konsentrasi para buruh.
"Untuk tahap awal 200 titik poliklinik plus tersebut dapat mengakomodasi kebutuhan kesehatan para buruh tidak saja di KBN, tetapi di sentra-sentra industri lainnya," ujarnya.
( Berita Satu )
Posted in: BUMN,Ilmu Pengetahuan
Senjata RI Laris, Dahlan Ingin Markas BUMN di Irak
Markas di Irak ini untuk BUMN persenjataan dan energi
Melihat antusiasme pasar Irak pada produk persenjataan produk Indonesia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, berkeinginan membangun "markas" BUMN di negara tersebut. Markas itu nantinya menjadi basis bagi BUMN masuk ke pasar kawasan tersebut.
"Rencana selanjutnya membuka (markas baru) di Irak untuk BUMN," ujar Dahlan Iskan di kantornya, Jakarta, Rabu, 5 September 2012.
Dahlan menjelaskan, markas baru BUMN di Irak ini nantinya bisa digunakan oleh perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang persenjataan dan energi.
Besarnya antusiasme pasar Irak terhadap produk senjata Indonesia, sebelumnya disampaikan Dahlan usai kunjungan Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Syamsuddin ke Irak dan Uganda beberapa waktu lalu.
Pemesanan senjata serta pesawat dari Irak dan Uganda membuktikan kualitas produksi senjata Indonesia. Semua pesanan, akan diterima oleh tiga perusahaan BUMN tersebut.
Markas Myanmar
Sementara itu, terkait ambisi Kementerian BUMN membuka kantor cabang di Myanmar terpaksa harus ditahan dahulu. Penundaan itu tak terlepas dari mencuatnya kasus kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di negara yang semula bernama Burma itu.
"Untuk kantor dan orang-orangnya sudah dapat, tinggal diresmikan. Namun, terpaksa ditunda karena ada kasus Rohingya," katanya.
Peresmian kantor BUMN baru kemungkinan baru bisa dilaksanakan usai kondisi Myanmar dianggap kondusif. Namun, Dahlan memperkirakan penundaan peresmian kantor BUMN ini akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Walau belum bisa memastikan waktu peresmian, Dahlan justru telah memasang target agar dalam enam bulan usai dibuka. Tiga BUMN yang membuka cabang di Myanmar, yaitu PT Wijaya Karya Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Pertamina harus sudah mendapatkan proyek di Myanmar.
Awal yang cepat ini dianggap harus segera ditempuh BUMN Indonesia agar perusahaan bisa mulai bersaing dengan perusahaan asing lainnya di Myanmar. Alasan lain adalah perekonomian Myanmar ke depan diprediksi terus tumbuh. (art)
© VIVA.co.id
Posted in: Alutsista,BUMN,PINDAD
Markas BUMN di Irak, Ini Para Peminatnya
Menteri BUMN Dahlan mengaku tertarik membuka markas BUMN di Irak.
Usai mencanangkan pembangunan markas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Myanmar, Menteri BUMN Dahlan Iskan mulai melirik negara yang baru saja menghadapi pergolakan, Irak. Pemicunya, konsumen dari Irak dan Uganda ternyata menyukai produk senjata asal Indonesia.
Masuknya radar Irak sebagai pangsa pasar baru untuk produk barang dan jasa dari perusahaan pelat merah sebetulnya sudah lama diketahui.
Dari catatan VIVAnews, sedikitnya terdapat lima BUMN yang dikabarkan mulai mengincar proyek-proyek di negara yang pernah dipimpin Saddam Hussein itu. Kelima BUMN yang tergabung dan Indonesia Incorporated itu adalah:
1. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Kepala Divisi BBM dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki, pernah menyatakan, perusahaan dapat berkontribusi untuk pembangunan di Irak yang sangat menjanjikan. Salah satu bidang yang dibidik adalah proyek berkaitan operasi dan perawatan pembangkit listrik.
2. PT Pertamina
Pertamina sebetulnya telah mempunyai satu blok di Irak yang masih berhenti eksplorasinya, karena situasi di Irak yang belum kondusif.
Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, menyatakan Pertamina telah masuk ke Irak sejak 2002 dengan mendapat Blok 3-Western Dessert. Namun, eksplorasi blok ini terhenti karena invasi Amerika Serikat ke Irak.
Selain Blok 3-Western Dessert, Pertamina juga mengincar pengoperasian lapangan Tuba di Irak.
Langkah Pertamina masuk ke Irak tampaknya tak terlalu sulit. Deputi Perdana Menteri Bidang Energi Republik Irak, Hussain Al-Shahristani, pada Juni lalu pernah menawarkan Pertamina untuk berinvestasi di lapangan-lapangan migas di negaranya, khususnya lapangan minyak super raksasa.
Untuk gas, Irak menawarkan tiga lapangan, yaitu Akkas, Mansuriyah, dan Siba. Rencananya, gas yang dihasilkan untuk pembangkit listrik dan industri petrokimia.
Sementara itu, untuk minyak, Irak menawarkan lima lapangan super raksasa, salah satunya adalah lapangan Majnoon. Majnoon merupakan salah satu lapangan super besar dengan cadangan 39 miliar barel dan diproyeksikan dapat memproduksi 1,8 juta barel per hari.
3. PT Wijaya Karya Tbk
Kendati masih rencana, perusahaan konstruksi pelat merah ini pernah mengungkapkan adanya ketertarikan dari Irak agar Wijaya Karya membangun pabrik beton di negaranya. Bahkan, delegasi Irak pernah menyempatkan diri melihat pabrik beton milik Wijaya Karya.
Dengan teknologi yang dikuasai Wijaya Karya, BUMN karya ini mengaku siap membangun pabrik semacam itu di Irak. Namun, pabrik itu nantinya akan menjadi milik Irak setelah Wijaya Karya menjualnya.
4. PT Hutama Karya
Sama seperti Wijaya Karya, perusahaan pemerintah ini juga bergerak di bidang konstruksi. BUMN ini diperkirakan juga tertarik berinvestasi di negara kawasan Timur Tengah.
5. PT Adhi Karya Tbk
Walaupun mengutarakan niatnya hengkang dari aktivitas investasi di Timur Tengah, Adhi Karya termasuk salah satu BUMN yang pernah memiliki banyak proyek di kawasan kaya minyak itu.
Beberapa proyek Adhi Karya di Timur Tengah antara lain pembangunan rumah susun hak milik (rusunami) di Libya, pembangunan perumahan di Arab Saudi, dan pengembangan kawasan tambang di Irak.(art)
© VIVA.co.id
Posted in: Bisnis,BUMN,Ilmu Pengetahuan
Ingin Mendunia, Pertamina Jual Oli Sampai ke Jepang
Pertamina mengaku sudah menguasai 60% pasar produk pelumas Indonesia.
“Pertamina memiliki visi menjadi world class energy company yang mengintegrasikan bisnis upstream dan downstream termasuk bisnis pelumas. Tentunya bisnis pelumas kami juga harus berstandar world class,” kata Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiwan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 6 Oktober 2012.
Untuk merayu konsumen Negeri Sakura, Pertamina bahkan sengaja mengundang Presiden Director of Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Masahiro Nanomi. Bos produsen mobil tersebut diminta memberikan penjelasan dan pengalaman Toyota selama menggunakan produk Pertamina.
Selama ini, untuk pelumas retail, Pertamina telah menjalin kerjasama dengan Inoa Shouji sebagai exclusive country distributor. Bersama-sama dengan country distributor-nya, Pertamina sudah memasok 10 cabang department store NAFCO yang berlokasi di selatan Jepang.
Karen mengklaim, Pertamina telah menjadi pemimpin pangsa pasar di dalam negeri dengan menguasai 60 persen pasar produk pelumas. Dengan kondisi itu, perusahaan kini tengah bergerak agresif ke luar negeri.
Selain Jepang, pelumas Pertamina telah tersebar ke 22 negara, seperti Australia, Uni Emirat Arab, China, Singapura, Myanmar, dan Pakistan.
"Berdasarkan pengalaman kami selama dua tahun terakhir, pasar Jepang sangat menjanjikan untuk produk pelumas Pertamina,” kata Karen.
© VIVA.co.id
Posted in: Bisnis,BUMN,Pertamina
BUMN Bangun 3 Proyek Besar di Papua
"Pembangunan jalan tol di Sumatera dapat ditangani New Hutama Karya."
| Menteri BUMN Dahlan Iskan |
Sejumlah perusahaan BUMN akan ikut membangun 3 proyek besar di kawasan Papua. Tiga proyek besar itu yakni pembangunan PLN di Wamena, pembangunan pabrik sagu di Sorong, dan pembangunan pelabuhan di Sorong.
"Untuk pembangunan pelabuhan di Sorong akan ditangani oleh Pelindo IV. Pembangunan pabrik sagu akan dilaksanakan oleh PT Perhutani," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam acara pengarahan kepada jajaran BUMN oleh Presiden RI di Yogyakarta, Rabu 10 Oktober 2012.
Kementerian BUMN, kata Dahlan, juga membuat PT New Hutama Karya yang bergerak dalam bidang pembangunan jalan raya yang selama ini ditangani oleh Jasa Marga. PT New Hutama Karya ini diharapkan menjadi solusi bagi pembangunan jalan raya seperti jalan tol yang secara ekonomis nilainya kurang sehingga perusahaan swasta enggan untuk menanganinya.
"Pembangunan jalan tol di Sumatera misalnya dapat ditangani oleh New Hutama Karya karena secara ekonomis kurang menguntungkan bagi perusahaan swasta," jelasnya.
Kementerian BUMN melalui perusahaan BUMN yang bergerak dalam kelompok strategis khususnya pangan juga siap untuk melakukan investasi di bidang pangan. Jika tidak ada saling jegal di antara BUMN yang bergerak dalam bidang pangan maka pada tahun 2012 ini ditargetkan musim tanam kali ini mencapai 3,2 juta hektar lahan padi. "Kementerian BUMN akan membantu petani dalam hal benih, pengadaan pupuk dan juga pendampingan kepada para petani," jelasnya.
Khususnya penambahan lahan pertanian sebanyak 100 ribu hektar di kawasan Kalimantan Timur gagal dilaksanakan dan dialihkan di Kalimantan Barat yang hitungan biayanya jauh lebih murah daripada menggunakan lahan di Kalimantan Timur.
"Kita gagal mendapatkan lahan itu karena kalah cepat dan Pemerintah Kalimantan Timur juga menginjinkan tanah tersebut untuk dikembangkan tanaman kelapa sawit," ujarnya.
Dahlan mengaku perbaikan manajemen pada perusahaan BUMN khususnya pabrik gula di Indonesia yang berjumlah 52 buah sudah terlihat hasilnya. Jika sebelumnya masih ada 22 perusahaan gula yang merugi maka dengan perbaikan manajemen hingga saat ini sudah membaik dan tinggal 1 perusahaan gula di Sulawesi Selatan yang masih merugi.
"Kalau dulu memimpin perusahaan gula harus melalui jenjang tertentu sehingga pemimpin pabrik gula sudah usia tidak muda lagi namun saat ini anak mudapun bisa memimpin perusahaan gula," ujarnya.
Secara keseluruhan kata Dahlan BUMN yang berjumlah 141 dengan rincian 110 BUMN yang sehat dan sisanya ada yang mati suri dan bahkan ada yang menjadi mayat dan harus dikubur. "Yang mati suri coba kita hidupkan kembali. Namun kalau terpaksa tidak bisa maka mayat tersebut harus dikubur atau ditutup," ujarnya.(eh)
Hadiah Dahlan Iskan Untuk SBY
New Hutama Karya akan garap proyek non profit.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memberikan hadiah khusus kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Hadiah itu berupa sebuah BUMN baru yakni PT New Hutama Karya, sebuah BUMN khusus pengelola dan pengembang jalan tol.
Dahlan mengatakan, perusahaan BUMN New Hutama Karya itu dibangun dan siap menerima penugasan dari Presiden SBY untuk mengerjakan proyek jalan tol strategis. Namun tidak menarik dari hitungan bisnis.
"Kami ubah New Hutama Karya untuk proyek jalan tol. Nanti tidak IPO dan 100 persen dimiliki negara, maka pak Presiden bisa menyuruh mengerjakan proyek yang tidak ekonomis, dan Jasa Marga tidak mau," Kata Dahlan disela-sela Rapat Kerja Badan Usaha Milik Negara di Sahid Rich Hotel, Yogyakarta, Rabu 10 Oktober 2012.
Dahlan menuturkan, hadiah tersebut untuk mengurangi beban utang luar negeri dalam membiayai proyek jalan tol dan juga mempercepat program MP3EI. Proyek terdekat New Hutama Karya adalah pengembangan jalan tol ruas Sumatera.
"HK siap membuat 5 ruas jalan tol sumatera. Ini dicoret pinjaman luar negeri, HK tinggal menunggu penugasan pak SBY. Kalau akhir 2012 bisa penugasan. Akhir 2014 beberapa ruas sudah selesai," jelasnya.(eh)
© VIVA.co.id
Posted in: BUMN
BUMN Didorong Ambil Alih 7% Saham Divestasi Newmont
JAKARTA - Penguasaan sisa saham PT Newmont Nusa Tenggara sebesar 7 persen yang akan dilakukan pemerintah dikhawatirkan pupus. Hal itu disebabkan waktu pengambilalihan saham tinggal menghitung hari. Perpanjangan perjanjian jual-beli sahan (SPA) antara pemerintah dan Newmont akan berakhir pada 25 Oktober mendatang atau kurang dari dua pekan.
Direktur Eksekutif KATADATA, Metta Dharmasaputra, mengatakan sebelumnya Mahkamah Konstitusi pada 31 Juli lalu telah memutuskan bahwa rencana pembelian saham Newmont oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) harus seizin DPR. Metta mengusulkan pemerintah perlu membuat langkah terobosan dengan menjajaki alternatif pembelian saham Newmont melalui badan usaha milik negara (BUMN).
Sayangnya, langkah alternatif ini tidak mudah dilakukan mengingat BUMN harus yang memiliki dana yang cukup dan mampu melakukan pembelian saham Newmont. "Kecuali sejumlah BUMN bergabung dan menyiapkan skema pendanaannya," kata dia kepada Koran Jakarta, Selasa (9/10).
Lanjut Metta, ada alternatif lainnya dengan mengedepankan BUMN lembaga keuangan bukan bank (LKBB) dalam pengembilalihan saham Newmont. "Dari empat BUMN LKBB yang dimiliki penuh pemerintah seperti Danareksa, Bahana, PPA, dan Pegadaian, yang memiliki peluang untuk melakukan pengambilalihan saham Newmont ini adalah Danareksa dan PPA," terang dia.[pas/E-7]
© Koran Jakarta
Posted in: BUMN,Investasi
Dahlan: BUMN Siap Beli Newmont
Keuangan BUMN, bahkan siap untuk merealisasikan hal tersebut.
| Dahlan: BUMN Siap Beli Newmont |
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyambut baik jika diberi amanat pemerintah untuk membeli divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NTT). Keuangan BUMN bahkan siap untuk merealisasikan hal tersebut.
"Saya sedang memikirkan usulan itu dan dari segi kemampuan BUMN, mampu. Dari segi kebaikan, rasanya BUMN juga baik membeli itu. Saya pikirkan dengan serius, usul itu sangat positif, daripada misalnya itu tidak diambil," kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2012.
Dia menjelaskan, idealnya hal tersebut dilakukan oleh perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang keuangan. Sebab, saham yang akan dimiliki adalah saham minoritas.
"Sebaiknya begitu. Jadi, bukan Antam (PT Aneka Tambang Tbk) dan Timah. Pokoknya, bukan perusahaan BUMN pertambangan," katanya.
Meski tidak spesifik akan diamanatkan ke perusahaan pelat merah mana, Dahlan hanya menyebutkan beberapa yang dimungkinkan. Antara lain, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), PT Danareksa (persero), atau anak usaha perusahaan tersebut lainnya. (art)
© VIVA.co.id
Posted in: BUMN,Investasi,Tambang
★ 5 Pesawat Tanpa Awak Buatan Indonesia
Pesawat tanpa awak yang duji dapat untuk kepentingan sipil / militer
5 Pesawat tanpa awak dipamerkan di Bandara Halim Perdanakusuma. Boleh berbangga karena pesawat-pesawat ini asli buatan Indonesia.
Pesawat-pesawat itu merupakan hasil riset Balitbang Kemenhan yang bekerjasama dengan BPPT. Pesawat-pesawat ini berfungsi antara lain sebagai pesawat pengintai, pemotretan udara pada area yang sangat luas, pengukuran karakteristik atmosfer, dan pemantauan kebocoran listrik pada kabel listrik tegangan tinggi. Pesawat-pesawat ini cocok digunakan di daerah perbatasan.
Kelima pesawat tanpa awak itu baru prototipe dan baru akan diproduksi.
"Setelah teruji kita akan serahkan ke industri. Bisa dimodifikasi tetapi kaidah desainnya harus sama. Saat ini ada PT DI dan LAPAN, yang akan memproduksinya," kata insinyur rekayasa di BPPT, Ir Adrian Zulkifli.
Adrian sangat berharap pesawat ini diproduksi oleh pabrikan teknologi BUMN dan bukan swasta. "Karena kita akan mengontrol pembuatannya," kata dia.
Berapa harganya? "1 Pesawat harganya kira-kira 2 miliar. Dan riset ini menggunakan dana DIPA. Untuk engine, kita ambil dari Jerman. Kalau kamera bisa pakai dari Taiwan," imbuh Zulkifli.
Prototipe pesawat itu dipamerkan dan 1 pesawat Wulung telah diuji coba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2012). Lima pesawat ini adalah:
1. Puna Sriti

Pesawat ini berwarna putih. Sriti adalah wahana udara nirawak jarak dekat dengan konfigurasi desain playing wing menggunakan catapult (pelontar) sebagai sarana take off dan jaring sebagai sarana landing.
"Sriti untuk surveilance. Karena bisa take off dengan peluncuran dan landing di jaring maka bisa dipakai untuk melengkapi Angkatan Laut pada peralatan di KRI. Sriti ini bisa melihat ke depan sejauh 60-75 km. Jadi bisa dikatakan sebagai mata KRI," papar Chief Engineer BPPT, Muhamad Dahsyat di lokasi.
Yang kedua, imbuh Dahsyat, untuk memenuhi kebutuhan pengamanan lokal area seperti bandara. Bisa juga dipakai untuk tindakan SAR di gunung-gunung, jadi lebih efektif.
Spesifikasi pesawat:
- wingspan 2.988 mm
- MTOW (Maximum Take Off Weight) 8,5 kilogram
- cruise speed 30 knot
- endurance 1 jam
- range 5 nautical mile
- altitude 3.000 feet
- catapult 4.500 mm
- catapult bungee chords.
2. Puna Alap-alap

Pesawat ini bermotif loreng dengan warna hijau tua dan hijau muda tentara. Alap-alap adalah wahana udara nirawak jarak menengah dengan konfigurasi desain inverted V-tail dan double boom menggunakan landasan sebagai sarana take off.
"Alap-alap didesain long race. Untuk kebutuhan surveilance saja," kata Dahsyat.
Spesifikasi pesawat:
- wingspan 3.510 mm
- MTOW (Maximum Take Off Weight) 18 kilogram
- cruise speed 55 knot (101,86 km/jam)
- endurance 5 jam
- range 140 kilometer
- altitude 7.000 feet
- payload = gymbal camera video.
3. Puna Gagak

Pesawat ini bermotif loreng dengan warna oranye dan putih.
Gagak adalah wahana udara nirawak jarak jauh dengan konfigurasi desain V-tail, low wing dan low boom, menggunakan landasan sebagai sarana take off - landing.
"Puna Gagak ini sama dengan Pelatuk tetapi berbeda misi. Kalau Gagak untuk misi rendah-naik-rendah lagi. Dan bisa digunakan untuk Angkatan Laut," tutur Dahsyat.
Spesifikasi pesawat:
- wingspan 6.916 mm
- MTOW (maximum take off weight) 120 kilogram
- cruise speed 52 - 69 knot (96,3 - 127,8 km/jam)
- endurance 4 jam
- range 73 km
- altitude 8.000 feet
- payload=gymbal camera video.
4. Puna Pelatuk

Pesawat ini bermotif loreng dengan warna putih, abu-abu dan krem.
Pelatuk adalah wahana udara nirawak jarak jauh dengan konfigurasi desain V-tail inverted high wing dan high boom, menggunakan landasan sebagai take off - landing.
"Kalau Pelatuk itu low-high-low, menukik ke bawah, kemudian naik lagi," jelas Dahsyat.
Spesifikasi pesawat:
- wingspan 6.916 mm
- MTOW (Maximum Take Off Weight) 120 kilogram
- cruise speed 52 - 69 knot (96,3 - 127,8 km/jam)
- endurance 4 jam
- range 73 km
- altitude 8.000 feet
- payload=gymbal camera video.
5. Puna Wulung

Pesawat ini bermotif loreng hijau tosca dan abu-abu.
"Wulung ini medium. Terbang bisa mencapai waktu 4 jam. Dan muatannya cukup hingga bisa dipakai untuk membuat hujan buatan maupun penyebaran benih," tutur Dahsyat.
"Kalau Wulung ini misi terbangnya itu high-high-high. Ke depan kita akan eksplorasi lagi untuk kebutuhan lain," imbuh dia.
Spesifikasi pesawat:
- wingspan 6.360 mm
- MTOW (maximum take off weight) 120 kg
- cruise speed 60 knot (111.12 km/jam)
- endurance 4 jam
- range 120 KM
- length 4.320 mm
- height 1.320 mm
© Detik
Posted in: BPPT,BUMN,Indonesia Teknologi,UAV
5 BUMN Akan Diprivatisasi Tahun Depan
Jakarta � Direktur Privatisasi dan Restrukturisasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pandu Djajanto mengatakan, akan ada lima privatisasi BUMN yang masuk program privatisasi di 2013.
"Terdapat 5 BUMN dalam program 2012 yang belum diselesaikan karena belum mendapat izin dari DPR, dan akan di carry over tahun depan," kata Pandu di Jakarta, Jumat (28/12/2012).
Selain itu, akan ada initial public offering (IPO) PT Waskita Karya dan secondary public offering PT BTN yang semula masuk program tahun 2012, kemudian ditunda jadi tahun 2013
Sayangnya, Pandu tidak menjelaskan secara gamblang, BUMN apa saja yang siap dilepas ke bursa tersebut. Ia hanya mengatakan, salah satunya adalah PT PLN Batam yang akan melantai di bursa di tahun depan. "Selain itu juga kita akan minta anak usaha PLN dan Pertamina lainnya untuk melantai di bursa," kata Pandu.
Selain proses IPO, kegiatan privatisasi lain yang direncanakan adalah, menjual PT Industri Sandang Nusantara dan PT Iglas. "Ini harus diambil alih oleh BUMN atau swasta yang memiliki usaha sejenis," kata Pandu.
Tidak hanya itu, BUMN juga sedang membicarakan dengan Gubernur DKI Jakarta untuk mengalihkan aset perusahaan transportasi PPD. "Dua hari lalu kamu terima surat dari Pemprov Jakarta untuk mengambil PPD. Tapi ini masih proses," terang Pandu.
Wahyu menambahkan, jumlah BUMN saat ini sudah mulai menurun. Tahun lalu, jumlah BUMN rugi sebanyak 22 BUMN. Tahun ini, jumlah BUMN yang merugi turun menjadi 11 BUMN. "Jumlahnya berkurang dari tahun lalu," kata Wahyu.
Meski begitu, jumlah BUMN rugi tersebut tidak mencapai target. Pasalnya, targetnya hanya 4 BUMN rugi tahun ini.
» Tribunnews

Posted in: BUMN
16 BUMN Merugi Rp 1,49 Triliun pada 2012
Namun, jumlah itu masih di bawah kerugian pada tahun sebelumnya.
Jakarta ¤ Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Wahyu Hidayat, mengatakan, sebanyak 16 perusahaan pelat merah merugi sepanjang 2012. Kerugian yang diderita mencapai Rp 1,49 triliun.
Namun, Wahyu tidak menyebutkan secara lengkap BUMN mana saja yang merugi itu. Namun, ada beberapa BUMN yang menjadi perhatian kementeriannya.
"Yang rugi itu di antaranya PT Energy Management Indonesia, PT Industri Sandang Nusantara, PT Industri Soda Indonesia, dan Perum Film Nasional," kata Wahyu di kantornya, Jakarta, Jumat 28 Desember 2012.
Menurut Wahyu, jumlah BUMN yang merugi tahun ini tidak sebanyak tahun lalu. Begitu pula total kerugiannya. Berdasarkan hasil audit tahun lalu, ada 22 BUMN yang mengalami kerugian dengan total senilai Rp 3,54 triliun. "Jadi, turun sekitar 42 persen," ujar dia.
Wahyu menambahkan, tidak tercapainya target laba pada 2012, karena sejumlah faktor. Salah satunya disebabkan turunnya harga komoditas akibat krisis ekonomi global.
Faktor itu, menurut dia, memengaruhi bisnis BUMN di bidang komoditas. "Karena, komoditas pertambangan seperti batu bara, CPO (crude palm oil), produksinya tidak turun, namun harga di pasar turun," ungkapnya.
Faktor lain, dia menjelaskan, karena adanya penurunan laba salah satu BUMN raksasa di bidang energi, yaitu PT Perusahaan Listrik Negara tahun ini. Penurunan itu, menurut dia, disebabkan terus melemahnya nilai mata uang rupiah yang memengaruhi biaya produksi perseroan.
Seperti diberitakan sebelumnya, setoran laba PLN ke Kementerian BUMN menurun pada tahun ini. PLN hanya menyetorkan laba sebesar Rp 2,9 triliun, jumlah tersebut menurun dari tahun sebelumnya yaitu Rp 7,1 triliun. (art)
© VIVA.co.id

Posted in: BUMN
PTBA dan PLN Garap Pembangkit 1.200 Mw
Sinergi BUMN
Jakarta - PT Bukit Asam Tbk dan PT Perusahaan Listrik Negara kembali memperkuat sinergi. Keduanya sepakat menandatangi joint development agreement (JDA) proyek PLTU dengan kapasitas 800 sampai 1200 Megawatt di Riau. Proyek itu juga melibatkan perusahaan asal Malaysia, Tenaga Nasional Berhad. Ketiganya menandatangani JDA di Nusa Dua Bali, Senin (15/10).
Menurut Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono, kesepakatan JDA ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan MoU untuk proyek PLTU tersebut pada Juni lalu. "Dalam JDA ini menyebutkan sebagian dari energi listrik diekspor ke Malaysia melalui kabel bawah laut dari lokasi PLTU di Peranap, Indragiri Hulu, Riau," papar dia dalam keterangan tertulis, Senin (15/10).
Dia juga menambahkan, secara umum PTBA akan bertanggung jawab dalam penyiapan pengembangan tambang batu bara. Lantas, PLN mendapat porsi dalam pengembangan PLTU Mulut Tambang dan pihak TNB dari Malaysia menyiapkan pembangunan jaringan listrik menuju Telok Gong, di Melaka, Malaysia.
Ketiga pihak juga memperkuat komitmen dengan rencana membentuk tiga perusahaan patungan yang bergerak di tiga bidang usaha, yaitu pertambangan, PLTU, dan pembangunan transmisi listrik. "Dari ketiga perusahaan itu, PTBA menempati pemegang saham mayoritas untuk perusahaan patungan di sektor pertambangan dan penyediaan batu bara," ulas Joko.
Perseroan juga mempersiapkan sebagian wilayah tambang di Peranap untuk memasok kebutuhan batu bara pembangkit tersebut. PTBA memperhitungkan volume batu bara yang dibutuhkan per tahunnya mencapai 5-6 juta ton.
PTBA wilayah Peranap memiliki sumber daya batu bara sebesar 792 juta ton dan cadangan tertambang sebesar 367 juta ton. "Ini merupakan bagian dari total sumber daya batu bara yang dimiliki PTBA sebesar 7,29 miliar ton dan cadangan tertambang 1,99 miliar ton. PTBA mencatat, jenis kalori di Peranap termasuk rendah dan saat ini paling ekonomis untuk memasok pembangkit.
Pembangkit Banko Tengah
Sebelum JDA ini diteken, PTBA juga menjalin kesepakatan dengan PLN. Pertengahan September lalu, anak usaha perseroan, PT Huadian Bukit Asam Power, menandantangai power purchase agreement atau perjanjian jual beli listrik dengan PLN. Huadian Bukit Asam bakal membangun PLTU 2 x 620 MW di Banko Tengah, Tanjung Enim, Sumatra Selatan.
PTBA siap memasok kebutuhan batu bara 5,4 juta ton per tahun ke pembangkit senilai 15 triliun rupiah ini. Bukit Asam juga tengah memacu proses akuisisi satu unit tambang batu bara. Sejauh ini sudah ada pembicaraan akuisisi tambang yang telah mengerucut.
Perseroan memastikan bakal menggunakan dana internal dalam memuluskan aksi non-organik ini. Keyakinan ini ditopang dengan posisi kas dan setara kas per 30 Juni 2012 yang mencapai 4,26 triliun rupiah.[nig/E-7]
© Koran Jakarta
Posted in: BUMN,Energi,PLN
DPR dan Pemerintah Sepakati Privatisasi 3 BUMN
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui privatisasi tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Ketiga perusahaan itu adalah PT Primissima, PT Sarana Karya, dan PT Kertas Padalarang.
"Setelah disetujui fraksi, berarti sudah bisa diambil keputusan," kata Wakil Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, Zulkieflimansyah, dalam rapat dengar pendapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu malam, 24 Oktober 2012.
Keputusan diambil dalam rapat dengar pendapat antara Komisi Keuangan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN. Privatisasi ketiga perusahaan itu merupakan carry over PTP tahun 2010 yang telah mendapat arahan dari komite privatisasi melalui keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Privatisasi telah dikonsultasikan oleh Menteri Negara BUMN dan Menteri Keuangan.
Dalam keputusan tersebut, PT Sarana Karya 100 persen sahamnya akan dilepas oleh negara dan akan diambil oleh PT Wijaya Karya. PT Kertas Padalarang, sebesar 7,74 persen saham negara akan dilepas dan selanjutnya akan diambil alih oleh Perum Peruri.
PT Primissima 52,79 persen sahamnya akan dilepas dan diprioritaskan kepada pemegang saham lainnya yaitu GKBI dengan penilaian wajar oleh tim penilai independen berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, sebelum melakukan privatisasi ketiga perusahaan itu telah dievaluasi terlebih selama satu tahun setengah oleh Kementerian BUMN. Selain itu, evaluasi juga dilakukan oleh Komite Privatisasi yang salah satunya adalah Kementerian Keuangan.
Berdasarkan evaluasi tersebut, kinerja operasional dan keuangan ketiga perusahaan itu tidak sehat. Hal itu terlihat dari kondisi keuanganya yang terus merugi hingga lima tahun berturut-turut. Selain itu, kondisi permodalannya juga sudah defisit. "Kemudian diusulkan untuk memprivatisasi. Kami dari Kementerian Keuangan merekomendasikan agar privatisasi ini disetujui," kata Agus.
Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, Laurens Bahang Dama berharap setelah dilakukannya privatisasi ketiga perusahaan BUMN tersebut bisa berjalan dengan sehat dan tidak mengalami kerugian lagi. "Privatisasi supaya menyehatkan. Perusahaan jangan tidak sehat lagi. Saya rasa ketiga perusahaan itu masih punya peluang," katanya.
© Tempo.Co
Posted in: BUMN,Ilmu Pengetahuan
Merpati, PT DI, Pindad jadi sasaran palak anggota DPR?
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan BUMN yang mendapatkan suntikan dari APBN berupa penyertaan modal negara (PMN) 2012 menjadi sasaran pemerasan oknum DPR.
Dahlan mengakui beberapa BUMN yang pernah diminta untuk memberikan upeti kepada anggota DPR antara lain PT Merpati Nusantara Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Pindad Persero.
"BUMN penerima PMN 2012 bukan 2013. Anda pasti sudah tahu siapa BUMN itu," kata Dahlan seperti dilansir kantor berita Antara, saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis. (1/11).
Berdasarkan dokumen Kementerian BUMN, Menteri BUMN melalui surat No. S-579/MBU/2011 tanggal 31 Oktober 2011 telah menyampaikan usulan kepada Menteri Keuangan tentang alokasi dana PMN untuk BUMN strategis tahun anggaran 2012.
Adapun usulannya, antara lain PT PAL Indonesia mendapatkan PMN sebesar Rp 600 miliar, PT Pindad Persero Rp 300 miliar, PT Dirgantara Indonesia Persero Rp 400 miliar, PT Industri Kapal Indonesia Persero Rp 200 miliar, PT Merpati Nusantara Airlines Persero Rp 200 miliar, PT Garam Persero Rp 100 miliar, dan PT Kertas Leces Persero Rp 200 miliar.
Sesuai dengan surat Menteri Keuangan No. S-318/MK.06/2012 tanggal 7 Mei 2012, alokasi dana PMN kepada BUMN strategis diberikan kepada PAL Rp 600 miliar, PT Pindad Rp 300 miliar, PT DI Rp 600 miliar, PT IKI Rp 200 miliar, PT Merpati Rp 200 miliar, dan PT Garam Rp100 miliar. Sementara, Kertas Leces tidak mendapatkan suntikan dana.
Dahlan membenarkan bahwa Merpati Nusantara, Pindad, serta PT PAL pernah dimintai jatah oleh anggota dewan. "Iya mereka (BUMN) itu sering, makanya prosesnya (persetujuan) lambat," ujarnya.
Dahlan mengakui, BUMN yang akan mati sekalipun tidak lepas dari tekanan pemerasan oknum dewan, padahal BUMN tersebut termasuk kategori lemah. Bahkan, ada anggota yang kerap menelepon BUMN hingga 20 kali untuk meminta jatah. "Ada juga yang mengajari direksi agar dana bisa keluar dari vendor BUMN, bukan dari perusahaan," katanya.
Praktek meminta upeti, kata Dahlan, sudah lazim terjadi. anggota dewan tidak pandang bulu mau BUMN besar atau BUMN kecil. Berdasarkan laporan direksi BUMN, seorang oknum DPR biasanya meminta ditemui di hotel atau kafe di sekitar Senayan.(mdk/arr)
© Merdeka
Posted in: BUMN
BUMN Dilibatkan dalam Proyek Jembatan Selat Sunda
BUMN tersebut akan melebur dalam PT Graha Banten Lampung Sejahtera.
| BUMN ikut serta dalam proyek Jembatan Selat Sunda. |
Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menyatakan bahwa nantinya Badan Usaha Milik Negara akan diikutsertakan dalam pembangunan Jembatan Selat Sunda. BUMN tersebut akan melebur dalam PT Graha Banten Lampung Sejahtera.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan bahwa pemerintah masih membuka kemungkinan pengerjaan proyek jembatan sepanjang 29 kilometer itu oleh salah satu BUMN.
Selanjutnya, pihak Graha Banten Lampung Sejahtera, selaku pemrakarsa proyek jembatan raksasa ini, sebelumnya adalah satu-satunya pihak yang akan menjalankan proyek ini. Graha Banten Lampung Sejahtera adalah perusahaan patungan antara taipan Tommy Winata bersama Pemda Lampung dan Banten.
"Namanya tetap Graha Banten Lampung Sejahtera, dan saham kedua pemda tersebut tetap lima persen," ujar Djoko ketika ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat 9 November 2012.
Menurut Djoko, sebelumnya memang ada anggapan bahwa BUMN yang akan mengerjakan proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda itu sendiri. Tetapi, nantinya BUMN yang ditunjuk akan bersinergi bersama swasta.
Dengan masuknya BUMN, menurut Djoko, komposisi kepemilikan saham akan berubah, sehingga penguasaan pihak swasta akan berkurang. "Kalau swasta yang sekarang, berapa pun dia tidak keberatan. Mau hanya 5 persen, 50 persen, 80 persen, atau 90 persen mereka tidak keberatan," ujarnya.
Dia menjelaskan, proses pembangunan jembatan yang akan menjadi salah satu jembatan terpanjang di dunia itu tetap dilaksanakan, meski terdengar berita kurang sedap di luar. "Yang jelas, proses pembuatannya terus berjalan, dan mengenai keterlibatan BUMN nanti akan dibahas bersama menteri BUMN," ujar Djoko menirukan Hatta. (art)
© VIVA.co.id
Posted in: BUMN
Pemerintah Memberikan Suntikan Dana Kepada 8 BUMN
Jakarta | Menjelang penutupan tahun lalu, Presiden SBY menyetujui suntikan modal negara untuk 8 BUMN yang jumlah totalnya mencapai triliunan rupiah. BUMN apa saja yang dapat?
Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Kamis (10/1/2013), suntikan modal untuk BUMN tersebut telah disetujui melalui peraturan pemerintah (PP) yang diteken SBY di akhir tahun.
Adapun daftar BUMN yang mendapat suntikan modal dari APBN-P 2012 yang disetujui di akhir-akhir tahun tersebut adalah:
• PT Askrindo sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2012 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 Desember 2012, mendapatkan tambahan modal negara sebesar Rp 831 miliar. Tambahan modal negara ini diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012.
• Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2012 tertanggal 24 Desember 2012 memperoleh tambahan penyertaan modal negara sebesar Rp 1,169 triliun, yang dananya bersumber dari APBN 2012;
• PT PAL memperoleh tambahan penyertaan modal negara Rp 600 miliar dari APBN 2012 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 110 Tahun 2012 tertanggal 24 Desember 2012;
• PT Pindad sebesar Rp 2 triliun dari APBN 2012 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 111 Tahun 2012 tertanggal 24 Desember 2012;
• PT Industri Kapal Indonesia memperoleh Rp 200 miliar dari APBN 2012 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 112 Tahun 2012 tertanggal 24 Desember 2012;
• PT Garam memperoleh Rp 100 miliar dari APBN 2012 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 113 Tahun 2012 tertanggal 24 Desember 2012; dan
• PT DI sebesar Rp 400 miliar dari APBN 2012 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 116 Tahun 2012 tertanggal 28 Desember 2012.
• PT Damri sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 115 Tahun 2012 tertanggal 27 Desember 2012 memperoleh tambahan penyertaan modal negara sebesar Rp 11,048 miliar.
Tambahan penyertaan modal negara bukan kepada Damri tidak berupa uang tunai sebagai BUMN-BUMN lainnya, tambahan modal negara kepada Damri dalam bentuk pengalihan barang milik Kementerian Perhubungan berupa 37 unit bus Hyundai HD Mighty 136-B yang pengadaannya bersumber dari APBN 2010.
ۥ Detik

Posted in: BUMN
BUMN Navigasi beroperasi tahun depan
Jakarta � Pemerintah telah membentuk sebuah BUMN baru berstatus Perusahaan Umum (Perum) yang akan mengatur sistem lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC) secara lebih terintegrasi. Nantinya BUMN ini akan mengontrol lalu lintas udara di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, mengatakan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Perum Navigasi, siap beroperasi tahun depan.
"Sudah dibentuk sekarang lagi dalam proses penguatan institusinya secara bertahap," ujarnya saat ditemui di kantor KementerianKoordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (17/12).
Lembaga baru ini akan berada di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun Kementerian Perhubungan juga turut mensupervisi. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan pemilihan dewan direksi dan secara bertahap diteruskan sampai ke tingkat bawah.
"Dari kemenhub dan AP (Angkasa Pura), nanti diserahkan direksinya. Gedungnya ada, alatnya ada baru bedol desanya terjadi," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan, selama ini ATC di Indonesia dikelola oleh dua BUMN, yaitu Angkasa Pura I untuk wilayah Indonesia timur dan Angkasa Pura II untuk wilayah Indonesia Barat.
Padahal Indonesia harus menganut single air trafic provider. Untuk itu perlu dibuat BUMN baru yang khusus untuk mengatur sistem lalu lintas udara (ATC) secara lebih terintegrasi guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang penerbangan.
"Indonesia harus menganut single air traffic provider, sekarang masih double dan belum terintegrasi. Untuk itu, perlu dibuat perusahaan baru yang khusus mengatur ATS," kata Dahlan beberapa waktu lalu.
Dahlan menjelaskan, BUMN baru tersebut nantinya akan berstatus perusahaan umum (Perum) yang nantinya akan berdaulat penuh terhadap udara Indonesia.
AP I dan II nantinya harus merelakan seluruh aset, sumber daya manusia, peralatan, hingga pendapatannya untuk BUMN baru ini. Menurut dia, ketua dewan pengawas terbentuknya BUMN tersebut berasal dari Dirjen Perhubungan Udara.
Sedangkan anggota pengawas terdiri dari anggota dewan direksi AP I dan II. Sedangkan dewan direksi BUMN tersebut akan diusul oleh dewan pengawas.
"Tugas pokoknya adalah menyelesaikan kekhawatiran para ahli dan bagaimana agar pemerintah Indonesia dapat berdaulat penuh di udara. Karena, saat ini Indonesia belum berdaulat di udaranya sendiri," tegasnya.
Dengan terbentuknya BUMN baru ini diharapkan Indonesia akan siap mengambil alih seluruh pengelolaan sistem layanan penerbangan terintegrasi di Indonesia dalam 1-2 tahun mendatang.
Selama ini kontrol udara ada di pengawasan Singapura. Hal ini disebabkan pemerintah masa lalu yang menyerahkan kontrol udara kepada negara lain karena Indonesia belum mampu mengontrolnya sendiri.
"Kontrol udara yang diserahkan itu ada di Batam, Palembang, Bangka Belitung, Pontianak yang diserahkan ke Singapura," paparnya.
Saat ini, AP I bahkan sudah mengekspor ATC buatannya ke Malaysia. Hal ini meyakinkan bahwa Indonesia mampu mengawasi seluruh kontrol udaranya.
"Tetapi apakah nanti di seluruh Indonesia, ATC-nya nanti akan menggunakan produk AP I, kita serahkan ke manajemen Perum nanti.
Dengan terbentuknya Perum ini, maka pergerakan udara sekitar 2.400 dari saat ini 1.200 pergerakan per hari di Cengkareng," tambah Dahlan.(mdk/noe)
● Merdeka

Posted in: BUMN,Ilmu Pengetahuan