Panser dan Pesawat N219 Berada di ITB
Teknisi menguji panser Anoa 6x6 di lapangan uji PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/11). Panser tersebut akan melengkapi 165 unit panser yang telah dibeli oleh pemerintah dan negara lain. TEMPO/Prima Mulia
TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah panser Anoa buatan PT Pindad menutup Jalan Ganesha, Bandung, Sabtu, 4 Februari 2012. Mobil komando itu dipamerkan pada ITB Fair yang berlangsung 3-5 Februari 2012.
Posted in: Alutsista,DI,ITB,PINDAD
• TEMPO.CO
Puluhan pengunjung terlihat mengerumuni kendaraan berbahan baja tersebut yang ditempatkan tepat di seberang gerbang kampus ITB. Sebagian memanfaatkan untuk memotret dan menaiki kabin belakang panser yang dibuka.Tak jauh dari situ, PT Dirgantara Indonesia memamerkan purwarupa pesawat N219. Pesawat berpenumpang 19 orang itu dirancang untuk digunakan di daerah terpencil sekaligus sebagai pengangkut barang.ITB Fair merupakan acara rutin dua tahunan. Acara ini menampilkan berbagai karya mahasiswa ITB yang tergabung dalam puluhan himpunan kampus, dosen, juga sejumlah produk BUMN dan swasta.Menurut salah seorang panitia acara, Adelia, beberapa wahana yang bisa dinikmati pengunjung tanpa tiket itu adalah planetarium kecil, gua ITB, dan alunan musik angklung yang dimainkan oleh robot alias Klungbot. "Ada juga festival kuliner mulai jam makan siang nanti," ujarnya, Sabtu, 4 Februari 2012.Acara yang dimulai pukul 10 pagi hingga 10 malam itu tersebar dari depan gerbang hingga tengah kampus. Malam nanti, juga akan digelar Pasar Malam dengan iringan musik. (ANWAR SISWADI)
BUMN Strategis Khusus Produksi Peralatan Perang

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis seperti PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Pindad akan berfokus untuk melayani pesanan dari Kementerian Pertahanan selama dua tahun mendatang. Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan spesialisasi pekerjaan pada ketiga perusahaan pelat merah tersebut hanya sementara. "Nanti kalau sudah lebih bagus, baru boleh mengembangkan bisnis," katanya di Jakarta, Kamis, 23 Februari 2012.
Alasan tersebut diungkapkan Dahlan sehubungan dengan kerugian yang sempat diderita BUMN-BUMN strategis. Kontrak di bidang perniagaan, menurut dia, belum tentu menguntungkan BUMN. "Dulu pernah ada yang pesan kapal ke PT PAL, lalu dibatalkan saat kapal hampir jadi karena kontraknya kurang baik," ujarnya.
PT Dirgantara Indonesia akan memasok enam helikopter untuk Kementerian Pertahanan secara bertahap. Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia Andi Alisjahbana beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa nilai kontrak hingga 2014 antara PT DI dan Kemenhan mencapai Rp 9 triliun.
Tahun ini saja PT DI berencana membuat dua sampai tiga helikopter berjenis N-Bell untuk digunakan oleh Angkatan Laut. Selain itu, tahun ini PT DI juga akan membuat satu pesawat berjenis CN-235 untuk Korean Coast Guard.
Untuk modal pembuatan pesanan pesawat, Dahlan menginstruksikan agar BUMN strategis mengajukan pinjaman perbankan terlebih dahulu. Ia memberi contoh PT DI yang diizinkan mengajukan pinjaman Rp 1 triliun ke Bank BRI. Pinjaman perbankan, kata Dahlan, perlu diajukan agar pesanan bisa segera dibuat karena pencairan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara memakan waktu. "Toh nanti bisa dibayar setelah dana APBN cair," katanya. (ANGGRITA DESYANI)
• TEMPO.CO
Posted in: Alutsista,DI,PAL,PINDAD
Tiga Pesawat Sukhoi Uji Coba Bom Buatan TNI AU dan Pindad

Dalam siaran persnya, TNI AU menyatakan, ketiga pesawat Sukhoi tersebut menguji Bom Tajam Nasional (BTN)-250 dan Bom Latih Asap Practice (BLA P)-50, dengan tujuan untuk mengetahui daya ledak serta ketepatan sasaran. Kepala Penerangan dan Perpustakan (Kapentak) Kapentak Lanud Iswahjudi, Mayor Sutrisno, menuturkan jika uji coba Bom Tajam Nasional (BTN)-250 tersebut sukses sesuai dengan yang diharapkan, serta mendapat sertifikat kelaikan dari Dislitbangau, kemandirian di bidang alat utama sistem senjata atau alutsista akan terwujud.
"Sehingga pesawat TNI-AU, khususnya Sukhoi memiliki bom sendiri tanpa tergantung dari luar negeri," katanya.
Uji coba disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Kadislitbangau), Marsekal Pertama TNI Basuki Purwanto, mulai dari pemasangan bom di body maupun wing pesawat Sukhoi hingga pelaksanaan pengeboman di AWR Pandanwangi, Lumajang. (Nurmulia Rekso Purnomo)
• KOMPAS.com
Posted in: Alutsista,Amunisi,Pesawat,PINDAD,TNI AU
BISNIS SENJATA: Pindad raup penjualan Rp1,5 triliun
Direktur Utama PT Pindad, Adik Avianto Soedarsono kepada bisnis-jabar.com menuturkan jika tahun 2011 lalu perusahaannya kembali meraih keuntungan. “Total penjualan tahun lalu kami mencapai Rp1,5 triliun,” katanya.
Angka penjualan produk terbesar masih dari Tentara Nasional Indonesia. “Itu sampai Rp1,3 triliun,” katanya. Dalam empat tahun terakhir, penjualan alutsista Pindad terus meningkat.
Dalam catatan Adik, trend positif ini terjadi sejak tahun 2008, di mana penjualan alutsista Pindad meraih Rp590 miliar. Jumlah itu meningkat menjadi Rp900 miliar pada tahun 2009, dan Rp1 triliun tahun 2010.
Tahun ini Pindad menargetkan penjualan mencapai angka Rp2 triliun. “Saya harapkan totalnya jadi Rp2 triliun,” katanya. TNI tetap akan menjadi penyumbang penjualan terbesar. “Dari TNI diharapkan menjadi 1,5 triliun,” tutur Adik.
Dari pengadaan amunisi untuk TNI saja, tahun lalu Pindad berhasil menjual hingga Rp700 miliar.(yri)
• bisnisjabar.com
Posted in: Alutsista,PINDAD
Roket buatan Indonesia ujicoba penembakan di Sumsel
Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenristek, Anny Sulaswatty, dalam penjelasannya menyebutkan bahwa Roket R-Han 122 itu merupakan produksi hasil kerja sama anak bangsa Indonesia, diwujudkan melalui penelitian bersama PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Dahana, didukung penuh Kemenristek.
Ujicoba dan demo penembakan Roket R-Han 122 itu dipusatkan di Puslatpur TNI AD Baturaja, Kabupaten OKU, Sumsel, merupakan bagian dari program pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI yang didukung industri strategis di Indonesia.(B014)
• ANTARA News
Posted in: Alutsista,PINDAD,Roket
PT. Pindad Siap Penuhi Program Revitalisasi Alutsista Nasional
Kepala Divisi Persenjataan PT. Pindad, Ade Bagja, menilai, program revitalisasi tersebut menjadi tantangan sendiri bagi pihaknya untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional. ”Revitalisasi adalah program Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang merupakan program pemerintah juga dan sebetulnya dengan adanya program ini kami ditantang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada,” ujar Ade usai pertemuan dengan perwakilan negara sahabat di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta, Kamis (5/4).
Ade mengungkapkan, dalam program ini, PT Pindad yang bergerak dalam industri peralatan militer memang diberikan kesempatan untuk memenuhi sejumlah porsi dari program revitalisasi Alutsista.
Sehingga nantinya sambung Ade, PT Pindad akan melakukan pengkajian terhadap peralatan senjata yang dibutuhkan untuk mendukung revitalisasi tersebut. ”Sehingga PT Pindad bisa membantu kemandirian pertahanan nasional,” katanya.
• Jurnas.com
Posted in: Alutsista,PINDAD
Malaysia akan pesan 32 panser Rimau PT Pindad
"Malaysia mau gunakan panser 6 x 6 dan kini kami menantikan closing deal", kata Direktur Utama PT Pindad, Adik A Soedarsono, di sela-sela pameran Defence Services Asia (DSA) 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin.
Menurut dia, saat ini pihaknya juga sedang melakukan penjajakan dengan sejumlah negara di Timur Tengah, Eropa termasuk dengan sesama anggota Asean seperti Brunei Darussalam.
Bahkan, lanjut dia, pada saat ini ada rencana Sultan Brunei yang hadir dalam pameran DSA 2012 itu akan mengunjungi panser Rimau yang juga dihadirkan dilokasi pameran tersebut.
Ketertarikan Malaysia terhadap panser buatan pindad tersebut sudah disampaikan oleh Panglima Angkatan Tentera Diraja Malaysia, Jenderal Tan Sri Datu Sri Zulkifli Mohammad Zein, saat berkunjung ke Indonesia tahun lalu.
Hal itu disampaikan Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, usai pertemuan Zein dengan Presiden Susilo Yudhoyono di kantor Presiden, Selasa (5/7). "Tadi disinggung soal panser 6x6, malaysia yang berkeinginan untuk membeli, akan terus dilanjutkan," ujar Suhartono.
Sementara itu, semenjak 9 April 2010, sebanyak 13 buah Anoa telah digunakan untuk mengawal misi perdamaian PBB di Lebanon bersama Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL. Panser ANOA 6x6 maupun 4x4 biasa digunakan untuk pengawalan kegiatan-kegiatan penting negara.
Pada 15 November 2011 ANOA varian 6x6 yang menggunakan persenjataan senapan mesin berat 7.62 mm digunakan sebagai kendaraan tempur untuk patroli dan penjagaan ring pada acara KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali.
Panser jenis ini juga dipakai oleh Paspampres untuk pengawalan kunjungan-kunjungan presiden. Selain kegiatan resmi, ANOA juga dipakai untuk pengamanan car-free day di Bundaran HI. (N004)
• ANTARA News
Posted in: Kendaraan Militer,PINDAD
Kendaraan Taktis Komodo
Memenuhi Tantangan Presiden

PRODUSEN alutsista Indonesia, PT Pindad, menyatakan siap untuk memenuhi tantangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Tantangan berupa konsep kendaraan taktis kelas dunia sedang dipersiapkan dan bakal rampung dua bulan kemudian. Kendaraan itu diharapkan bisa dipergunakan tentara semua angkatan dan juga bisa dipakai di negara lain.
Hal itu dikemukakan Direktur Utama PT Pindad Adik Afian Soedarsono di PT Dirgantara Indonesia (DI), Rabu (26/10/2011). "Saya optimistis bisa merampungkan konsep dan menyiapkan purwarupa dalam dua bulan kemudian diproduksi dalam setahun," kata Adik.
Presiden SBY meminta agar Pindad bisa merampungkan rantis kelas dunia agar menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Dia bahkan mengaku sudah menyiapkan nama khusus bila nanti sudah rampung.
Adik mengaku sudah memiliki kendaraan yang dipakai sebagai dasar untuk membuat konsep dengan bobot tiga perempat ton dengan mesin merek Renault. Nantinya model itu bakal bisa bersaing dengan merek "Hummer".
Indonesia sedang mengembangkan produksi kendaraan taktis (Rantis) dalam negeri di PT Pindad, Bandung. Diharapkan Rantis lokal ini bisa sejajar dengan Hummer produksi Amerika Serikat (AS).
“Kita akan mengembangkan industri kendaraan taktis, ya kayak Hummer. Ini sudah dikerjakan oleh Pindad. Kita harapkan dalam waktu beberapa bulan ini selesai. Itu joint production,” ujar Menhan Purnomo Yusgiantoro usai rapat soal alutsista di Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2011).
Menurut Purnomo, Rantis ini nantinya akan digunakan oleh pasukan khusus Indonesia maupun brigade-brigade tempur TNI. Pemerintah saat ini terus berusaha mengembangkan BUMN strategis untuk mencukupi kebutuhan alutsista TNI dan Polri. Berbagai cara dilakukan, mulai dari penyertaan modal negara hingga mengembangkan pasar untuk menjual alutsista buatan Indonesia.
“Bagaimana kita mendorong agar terjadi pergeseran yang tadinya impor kemudian produksi bersama kemudian juga bisa jadi produksi dalam negeri,” jelas Purnomo.
Kendaraan Taktis Pindad
Untuk kendaraan taktis kali ini Pindad memperkenalkan kendaraan berpenggerak 4x4 dengan nama Komodo dan dibuat dalam 2 versi : panser dan kendaraan pendobrak. Prototipe rantis Komodo sementara ini diperuntukan Polisi Indonesia dan masa tahap promosi. Konon ini merupakan ide proyek Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sjafrie Sjamsoeddin.
Komodo


![]() |
| Panser 4x4 |
![]() |
| Panser Pendobrak Pindad |
(foto audreyliahepburn)
<♆>
Posted in: Alutsista,Kendaraan Militer,PINDAD
Mandiri dengan R-Han 122
☮ Roket Pertahanan
Memiliki wilayah luas dengan belasan ribu pulau yang terpencar, Indonesia mengembangkan sistem pertahanan yang strategis untuk mengamankannya. Salah satu sarananya adalah roket. Kemandirian di bidang peroketan mulai dibangun dengan merintis pembuatan roket pertahanan R-Han 122.

Rancang bangun dan rekayasa roket pertahanan merupakan upaya Indonesia membangun kemandirian dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan. Rintisan dimulai lewat prototipe roket pertahanan sistem balistik berdiameter 122 milimeter disebut R-Han 122.
Roket pertahanan ini merupakan derivasi roket eksperimen rancangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), D230 tipe Rx 1210.
Roket eksperimen (Rx) dikembangkan untuk misi nonmiliter, seperti pemantauan cuaca, pemantauan pelayaran, pertanian, bencana, dan observasi untuk perencanaan tata ruang. Roket dimuati radio, kamera, dan sensor. Adapun roket untuk pertahanan (R-Han) dipasang bahan peledak, demikian paparan Hari Purwanto, Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bidang Hankam.
Sebagai sarana yang dapat digunakan untuk tujuan militer, penguasaan teknologi peroketan tak mudah. Penyebarannya dipagari dengan beberapa aturan, antara lain, missile technology control regime dan center for information on security trade control.
Saat ini teknologi hankam tersebut hanya dimiliki negara tertentu. Di Asia negara yang tergolong maju dalam teknologi ini antara lain China, India, Korea Selatan, dan Korea Utara.
Kemampuan rekayasa dan rancang bangun peroketan sampai batas tertentu dimiliki oleh BPPT, Balitbang Kemhan, dan PT LEN Industri. Dengan kemampuan masing-masing lembaga, kata Gunawan Wibisono, Asisten Deputi Menristek Bidang Produktivitas Riset Iptek Strategis, terbentuk Konsorsium Roket Nasional tahun 2007.
Konsorsium terdiri dari Kementerian Ristek, Kementerian Pertahanan, TNI AL, lembaga riset (BPPT dan Lapan), perguruan tinggi (ITB, ITS, UI, UGM, dan Undip), serta industri strategis PT DI, Krakatau Steel, LEN Industri, Pindad, dan Perum Dahana. Konsorsium inti terdiri atas beberapa plasma yang menangani riset material, mekatronika, dan sistem kontrol atau kendali.
Kementerian Ristek menyediakan dana insentif untuk pembuatan prototipe roket. PT DI melaksanakan pengembangan struktur dan desain roket. PT Krakatau Steel menyediakan material untuk tabung dan struktur roket. Bahan bakar roket, yakni propelan, disediakan PT Dahana.
Bagian PT DI adalah membangun sarana peluncur roket dan sistem penembaknya dengan laras sebanyak 16. Kendaraan yang digunakan sebagai anjungan untuk peluncuran adalah jip GAZ buatan Rusia, Nissan Jepang, dan Perkasa buatan Tata, India.
☮ Muatan teknologi
Meski bentuk roket sederhana, tabung bermoncong lancip, pembuatannya tidak sederhana. Di dalamnya termuat berbagai komponen berteknologi mutakhir, seperti material maju, mekatronika, dan propulsi.

Dibandingkan roket generasi lama, R-Han 122 mengalami beberapa pengembangan desain dan material. Pada roket eksperimen menggunakan baja. Pada R-Han digunakan aluminium dan karbon yang dua kali lebih ringan. Bahan itu lebih tahan panas. Untuk menjaga kestabilan dan daya jangkau yang tinggi, material yang digunakan harus tahan terhadap suhu 3.000 derajat celsius, kata Ketua Program Penggabungan Roket Nasional Sutrisno.
Pengembangan lain pada konstruksi roket, pada versi terdahulu, roket menggunakan sirip tetap. Untuk meluncurkan, roket harus ditumpangkan pada peluncur dilengkapi rel. Pada roket generasi baru dipasang sirip lipat yang dilengkapi pegas yang akan menegakkan sirip secara otomatis setelah keluar dari tabung peluncur.
Pada roket terdahulu, tabung propelan diisi langsung dan terikat permanen di tabung roket. Kini tabung propelan dibuat terpisah dan diberi lapisan isolasi termal. Saat ini bahan propelan masih diimpor. Untuk membangun kemandirian, pabrik propelan akan dibangun PT Dahana.
Untuk wahana peluncur, dilakukan modifikasi kendaraan jip berbobot 2,5 ton dan truk berkapasitas 5 ton. Dirancang pula bangun unit peluncur yang memuat 16 roket dan mampu meluncurkan secara otomatis sejumlah roket tersebut dengan hanya menekan satu tombol.
☮ Uji peluncuran
Adi Indra Hermanu, Kepala Subbidang Analis Teknologi Hankam Kementerian Ristek, menyatakan, uji coba peluncuran roket R-Han 122 dilaksanakan akhir Maret di Baturaja, Sumatera Selatan. Sebanyak 50 roket diluncurkan di hutan lindung itu. ”Roket R-Han 122 yang diluncurkan rata-rata mampu melesat dengan kecepatan 1,8 mach atau 2.205 km per jam,” ujarnya.
Pada tahap peluncuran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berperan mengoperasikan sistem radar untuk memantau posisi jatuh roket. ITB memasang sistem kamera nirkabel untuk merekam gambar saat roket meluncur sampai di lokasi sasaran.
Dalam penggunaannya, R-Han 122 pada tahap awal akan menjadi senjata dengan sasaran target di darat yang berjarak tembak 15 km. Roket ini akan digunakan TNI AL untuk pengamanan pantai.
Menurut Sonny S Ibrahim, Asisten Direktur Utama PTDI, tahun ini tahap pengembangan teknis selesai. Persiapan industrialisasi saat ini sudah 80 persen.
(Kompas, 31 Mei 2012/ humasristek)
Posted in: Alutsista,BPPT,DI,LAPAN,LEN,PINDAD,Roket
Afsel Ingin Gandeng RI Kembangkan Industri Strategis
![]() |
| Panser Pindad (foto audryliahepburn) |
JAKARTA, suaramerdeka.com - Afrika Selatan berkeinginan menggandeng Indonesia untuk mengembangkan kerjasama industri strategis. Keinginan itu mencuat dalam kunjungan Paramount Group, sebuah perusahaan berskala global yang bergerak dalam bidang industri pertahanan berbasis di Afrika Selatan, ke Indonesia (5-6/6).
“Kunjungan Paramount Group ke Indonesia bertujuan untuk menjajaki kemungkinan terbentuknya kerja sama dan kemitraan di bidang industri strategis dengan pihak Indonesia serta membentuk kerja sama bisnis dan teknik yang saling menguntungkan melalui proses alih teknologi dan penelitian dan pengembangan,” demikian rilis yang dikeluarkan Direktorat Afrika Kemlu, Jumat (8/6).
Delegasi Paramount Group diwakili oleh direksi dan pimpinan manajerial, yang dipimpin oleh John Craig, Under CEO, Paramount Group.
Dalam kunjungan ke PT. Pindad dan PT. Dirgantara Indonesia, delegasi Paramount Group yang didampingi oleh Direktorat Afrika dan pejabat fungsi ekonomi KBRI Pretoria menyatakan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk memperdalam dan memperluas bisnis dalam produk industri peralatan militer dan keamanan. Selain itu dinyatakan bahwa Indonesia juga terlibat aktif dalam kegiatan peace keeping forces untuk perdamaian global.
Dengan modalitas demikian, Paramount Group memiliki keinginan untuk memperluas jaringan akses kerja sama industri dan teknologi dengan Indonesia. Lebih lanjut, Paramount Group juga ingin menjadikan Indonesia sebagai basis pengembangan produk industrinya di kawasan Asia Tenggara.
Menanggapi tawaran kerja sama dari Paramount Group tersebut, direksi PT. Pindad dan PT. Dirgantara Indonesia mengemukakan bahwa Paramount Group menawarkan kontinuitas kerja sama yang bersifat jangka panjang melalui mekanisme pendanaan yang teratur dan tidak menekankan hanya pada proses jual-beli serta profit semata.
Oleh karena itu, kunjungan ini merupakan sarana dan wadah yang baik untuk memulai langkah awal kerja sama, sehingga ke depan Indonesia dapat mengembangkan sayap lebih jauh melalui kemitraan strategis dengan pihak yang tepat dan berdaya guna optimal. ( Rifki / CN34 / JBSM )(suaramerdeka)
Posted in: Alutsista,DI,Kerjasama,PINDAD
Pindad Diminta Pasok Motor Listrik untuk Mobil Nasional
TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengungkapkan, perusahaannya diminta pemerintah mempersiapkan diri untuk memasok mesin motor listrik untuk proyek mobil listrik nasional. ”Kemarin kita dapat penugasan dari Kementerian BUMN, motor listriknya harus kami produksi,” kata dia di Bandung, Jumat, 8 Juni 2012.
Adik mengatakan, untuk itu, Pindad diminta untuk menguasai teknologi pembuatan mesin motor listrik untuk proyek mobil listrik nasional. ”Kita disuruh menguasai teknologinya dulu, Reasearch and Development disuruh start, hari ini (mesin motor listriknya) masih impor, tapi kita disuruh siapkan impor substitusinya,” kata dia.
Dengan instruksi itu, suatu saat, ketika teknologi itu dikuasai, Pindad diminta memproduksi mesin motor listrik. Adik menuturkan Pindad diminta karena sudah memiliki pengalaman membuat generator listrik sejak tahun 1980.
Kala itu Pindad sempat membeli lisensi teknologi pembuatan generator pembangkit listrik dari Siemen hingga diputuskan untuk menghentikan kerja sama itu pada 1999, bersamaan dengan krisis moneter.
Adik mengatakan Pindad saat ini tengah mencari teknologi yang cocok karena motor listrik yang dibutuhkan berbeda dengan motor untuk pembangkit listrik. ”Dulu (jenis magnetnya untuk) motor induksi (untuk pembangkit listrik), sekarang motor (dengan magnet) permanen,” kata dia.
Dia masih tutup mulut saat ditanya kapan target produksi motor listrik itu bisa dimulai Pindad. ”Rahasia,” kata Adik. ”Masak baru belajar ngaji sekarang maunya sudah bisa baca tajwid dan sebagainya, itu perlu waktu latihan segala.”
Adik mengatakan, dalam proyek mobil listrik nasional itu, Pindad akan mengambil porsi sebagai pemasok motor listrik. ”Integratornya bukan kami,” kata dia.
Menurut Adik, program itu akan digarap oleh Divisi Komersial Pindad. Divisi itu saat ini sudah memproduksi sejumlah barang di luar produksi senjata, di antaranya peranti rem untuk kereta api, dech maschinarry kapal, hingga memasok diesel pembangkit lsitrik untuk kereta api untuk PT INKA. ”Dulu under-license semua, sekarang sudah murni (buatan) Pindad,” kata dia.[AHMAD FIKRI]
♣ TEMPO.CO
Posted in: Mobil,PINDAD
Dahlan Iskan Gandeng Pindad Produksi Mobil Listrik

BANDUNG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan, PT Pindad akan memproduksi motor penggerak untuk mobil listrik. Kemungkinan besar, motor listrik buatan Pindad ini yang akan dipadukan dengan mobil listrik rancangan Dahlan.
"Tahun depan Pindad produksi motor penggerak mobil listrik. Produksinya mencapai ribuan unit," kata Dahlan, usai membuka Konferensi Rotary Club di Hotel Grand Royal Panghegar, Bandung, Jumat 22 Juni 2012.
Dahlan menjelaskan, pemerintah memilih PT Pindad karena industri senjata dalam negeri ini memikiki kemampuan untuk memproduksi motor penggerak mobil listrik. Indonesia saat ini memiliki empat jenis mobil listrik yang bisa diproduksi dalam negeri. Satu jenis mobil listrik ini yang dikerjasamakan dengan Pindad.
"Satu varian akan bekerja sama dengan Pindad. Kita kan punya empat jenis mobil listrik, dan tiga varian lainya biar dipegang pihak swasta," tambah mantan Direktur PLN ini.
Pihaknya akan mendatangkan ahli motor listrik dari Jepang ke proyek pembuatan mesin listrik di Pindad tersebut. Rencananya, dalam kurun satu setengah bulan, Pindad akan bisa membuat mobil listrik model hatchback, dan juga model MPV (multi purpose vehicle).
Pemerintah akan menggandeng dua perusahaan BUMN untuk memproduksi motor, yakni Pindad dan PT Inka. Namun, Pindad dinilai lebih siap dari PT Inka. Meski begitu, kerja sama dengan Inka tidak dilepas.
"PT Inka tetap kita minta untuk mematangkan timnya dalam dua tahun ke depan. Memang saat ini, Pindad lebih siap dibandingkan dengan Inka," tutup CEO Jawa Pos Group ini.(zwr)
♣ Okezone
Posted in: Mobil,PINDAD
Pindad Siap Produksi Ribuan Mobil Listrik

MERDEKA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan PT Pindad akan memproduksi motor penggerak untuk mobil listrik. "Tahun depan produksi mesinnya ribuan," kata Dahlan, usai membuka Konferensi Rotary Club di Hotel Grand Royal Panghegar beberapa waktu lalu.
Mantan Dirut PLN itu mengatakan jika pemerintah memilih PT Pindad karena industri senjata dalam negeri ini memikiki kemampuan untuk memproduksi motor penggerak mobil listrik.
Dahlan menjelaskan, Indonesia memiliki empat jenis mobil listrik yang bisa diproduksi dalam negeri. Nah, satu jenis mobil listrik ini yang dikerjasamakan dengan Pindad."Kitakan punya empat jenis mobil listrik, tiga lagi biarlah swasta," katanya.
Lanjut dia pihaknya akan mendatangkan ahli motor dari Jepang ke proyek pembuatan motor di Pindad tersebut."Ahli dari Jepang itu akan membikin motor di Pindad juga," terangnya.
Rencananya dalam satu bulan setengah Pindad akan bisa membuat mobil listrik sejenis sedan Jazz. Dan dua minggu lagi akan memproduksi mobil sejenis Avanza. Rencananya, pemerintah akan menggandeng dua BUMN untuk memproduksi motor, yakni Pindad dan PT Inka.(tie)
♣ Jpnn
Posted in: Mobil,PINDAD
Wamenhan Menguji Coba Recon Vehicle 4x4 Produksi PT. Pindad
Jakarta, DMC - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (5/7) melakukan uji coba kendaraan tempur Recon Vehicle 4x4 produksi PT. Pindad (Persero) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam uji coba ini, Wamenhan menjajal secara langsung mengemudikan kedaraan tersebut satu putaran di halaman depan kantor Kemhan. Hadir dalam uji coba ini Direktur Utama PT. Pindad (Persero) Adik A. Soedarsono. Selain Recon Vihicle 4x4, PT. Pindad juga menampilkan kendaraan tipe Armoured Personnel Carrier (APC) yaitu Jungle Warfare BRIMOB 4 x 4. (BDI/SR)
(DMC)
Posted in: Kendaraan Militer,PINDAD
Panser Produksi Indonesia Perkuat Pasukan UNIFIL
LEBANON, Kompas.com - Suatu kehormatan bagi Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL untuk menggunakan kendaraan tempur (ranpur) Anoa yang merupakan sebuah kendaraan tempur militer lapis baja, dan merupakan salah satu hasil karya terbaik anak bangsa yang diproduksi secara langsung oleh PT Pindad-Indonesia.
Salah satu kelebihan yang ada pada Anoa adalah sistem perlindungan yang diberikan oleh lapisan baja dan rangka, yaitu memiliki tingkat STANAG 3 level 3. Ini berarti, ranpur tersebut bisa menahan peluru kinetis hingga 7,62x51 mm Armor Piercing standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/s, serta bisa menahan ledakan ranjau hingga massa 8 Kg di bagian roda gardan dan di tengah-tengah badan.
Selain itu, Anoa dibekali sistem navigasi terbaru dan alat komunikasi anti jamming. Kendaraan tempur tersebut bisa digunakan untuk bermacam fungsi, mulai dari sebagai pembawa pasukan, kendaraan komando, hingga rumah sakit berjalan, di medan tempur.
Persenjataan yang terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automatic Grenade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri. Untuk pertahanan diri, Anoa dilengkapi dengan pelontar tabir asap 2x3 66 mm.
Saat melakukan test drive Anoa beberapa waktu lalu, ranpur ini mampu dipacu hingga 100 km/jam. Anoa juga mampu melompati parit selebar 1 meter dan melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat. Seluruh bodi Anoa dilapisi baja tahan peluru. Apabila diberondong senapan AK-47 atau M-16 sih dijamin tidak bakal tembus.
Pengiriman 7 unit Ranpur Anoa ke Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL ini merupakan program pemerintah Indonesia, dalam hal ini Mabes TNI, dalam rangka menggantikan APC VAB - NG buatan Perancis yang sudah sejak 2006 telah menjadi bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan misi PBB di UNIFIL.
Penggunaan Ranpur Anoa oleh Satgas Indo FPC adalah untuk menunjang tugas pokok Satgas, antara lain dalam pelaksanaan patroli keamanan wilayah Markas UNIFIL (Green Hill) dan sekitarnya, pengawalan UNIFIL HoM dan Force Commander dalam rangka Tripartite Meeting antara LAF (Lebanes Armed Force), IDF (Israel Defence Force) dan UNIFIL, serta latihan – latihan gabungan dengan Pasukan dari Negara Asing yang tergabung dalam UNIFIL. (*)
Sumber : Kompas
Posted in: Alutsista,Kendaraan Militer,PINDAD
PT Pindad Uji Mobil Listrik Buatannya

€Jakarta - PT Pindad berencana menguji coba motor yang menjadi mesin penggerak mobil listrik buatannya pada Rabu, 8 Agustus 2012 di kantor Pertamina, Jakarta Pusat.
"Uji coba ini untuk membuktikan cara kerja dan kualitas motor tersebut," ujar Direktur Utama PT Pindad, Adik Avianto Sudarsono, Senin, 6 Agustus 2012. Uji coba dilakukan dengan menggunakan mobil prototipe yang khusus dibuat oleh perusahaan itu.
Jika kerja mesin dinilai baik, nantinya Pindad akan menjadi produsen motor bagi mobil listrik tersebut. "Kami menargetkan bisa memproduksi 6.000 sampai 10.000 mesin per tahunnya," Adik mengatakan. Hingga kini baru satu motor yang telah dibuat.
Jika industri motor listrik berjalan, Adik berharap Indonesia tidak perlu lagi mengimpor mesin penggerak. Namun demikian, ia mengakui bahwa bahan dasar motor masih diimpor. "Kami masih membeli bahan bakunya dari Cina," ujarnya.
Motor berkapasitas 50 KW itu telah diuji coba terlebih dahulu oleh PT Pindad dan konsorsium. Adik menambahkan, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan sudah meninjau ke pabrik untuk mengetahui kesiapan mesin. "Pak Dahlan memastikan apakah motor sudah siap diluncurkan," ujar Adik.
Bulan Juni lalu Dahlan meminta PT Pindad untuk menjadi produsen mesin penggerak mobil listrik. Perusahaan penghasil senjata dan peralatan perang tersebut ditunjuk karena Pindad dinilai berhasil dalam memproduksi generator listrik pada 1980-an.
«Tempo.co»
Posted in: Mobil,PINDAD
Irak Percayai Kualitas Senjata RI

PEMESANAN senjata dari pemerintah Irak kepada Pindad dinilai sebagai pembuktian bahwa kualitas produk Indonesia dapat memenuhi standar global.
Terkait hal ini, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan menyatakan senang atas hal ini. “Saya dengar kunjungan wakil menteri pertahanan (wamnehan) sukses sekali, dan Irak percaya sekali dengan senjata buatan indonesia,” katanya ditemui usai acara silaturahmi pasca Lebaran 2012, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (27/8).
Beberapa waktu lalu, Wamenhan Sjafrie Syamsuddin tandang ke Irak dan Uganda dan hasilnya berupa kepercayaan kedua negara ini untuk memesan persenjataan buatan Indonesia.
Dahlan menuturkan, keberangkatan Wamenhan itu selayaknya tenaga marketing andal utamanya bagi PT DI, Pindad, dan Dahana.

Semua pesanan yang diterima RI dari Irak akan ditangani ketiga perusahaan BUMN tersebut. “Kita terima semua pesanan yang ada. Saya senang sekali karena Wamenhan kita ke Irak menjadi tenaga marketing yang baik untuk PT DI, Pindad dan Dahana, "ucap dia.
Keberangkatan Sjafrie Sjamsoeddin ke Irak, Uganda, dan Kongo didampingi oleh Dirut Pindad, Adik Avianto.
Ketika di Irak, para delegasi RI membawa persenjataan buatan Indonesia seperti kendaraan ringan lapis baja, Anoa, serta senapan SS-2.
Sebagai kelanjutan pemesanan ini, maka Dahlan mengimbuhkan, delegasi militer Irak akan datang pada 5 Oktober 2012 mendatang untuk mengunjungi pabrik senjata Indonesia.
Selain senjata, Irak pun berminat beli pesawat CN-235 dan NC-212 yang akan ditangani PT Dirgantara Indonesia (DI).
( Jurnas )
Posted in: Alutsista,DI,Indonesia Teknologi,PINDAD
SBY Harus Jadi Marketing CN-235 dan Senjata
"Apalagi VIP di Korea Selatan dan Malaysia juga pakai CN-235."
![]() |
| C-295 (Foto Airliners) |
Sejak dulu, produk Pindad sebenarnya sudah banyak diminati, namun marketingnya kurang bagus. "Senjata SS-2 itu ketika diadakan pertandingan internasional memang bagus, jadi relevan sekali mereka membeli produk itu," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2012.
TB mengatakan, khusus senapan, pasukan TNI dan Polri sudah memakai senjata buatan dalam negeri. Senjata buatan Indonesia juga banyak diminati di Timur Tengah, Afrika, kemudian Asia Selatan, dan Asia Tenggara.
Untuk itu, TB meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menggunakan pesawat dalam negeri CN-235. Sebagai bentuk dukungan pada produk dalam negeri.
"Kalau perlu Presiden pakai CN-235 karena VIP di Korea Selatan dan Malaysia juga pakai CN-235," kata dia.
Ke depan, industri pertahanan di Indonesia akan diperkuat dengan RUU Industri Pertahanan. "Kita akan meningkatkan dari CN-235 menjadi CN-295, dan TNI sudah pesan 10 pesawat."
Untuk keuntungan dari penjualan senjata ke luar negeri, kata dia, bisa dicek langsung ke Kementerian BUMN. "Kalau itu bukan tugas Komisi I, kalau sudah jual beli itu sudah masuk ke BUMN uangnya," tambah dia.(umi)
Senjata RI Dibeli Irak, Pesawat oleh Spanyol
Bukan tak mungkin suatu saat Indonesia produksi tank sekelas Leopard.

Senjata buatan RI ternyata laris di luar negeri. Diminati sejumlah negara Timur Tengah, salah satunya Irak, juga Uganda, negeri nun jauh di Benua Afrika.
Ini adalah pertanda baik. Anggota Komisi I DPR, Max Sopacua menilai laris manisnya senjata buatan Indonesia di Irak sebagai sebuah kemajuan di bidang teknologi persenjataan.
"Kalau Pindad maupun perusahaan Dirgantara Indonesia bisa memproduksi itu kenapa tidak. Artinya ketika kualitas yang kita ciptakan dihargai oleh bangsa lain itu sebuah kemajuan," kata Max di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2012.
Max berharap dengan rencana Irak dan Uganda yang akan memesan senjata dan pesawat dari Indonesia, akan ada peningkatan kerja, sehingga ke depan sumber daya manusia di Indonesia bisa memproduksi senjata dan pesawat yang lebih banyak lagi.
"Kita kan belum bisa memproduksi Leopard dan Sukhoi. Yang kita produksi di sini baru sebatas senjata-senjata ringan, ada tank tapi baru beberapa, tapi tidak menutup kemungkinan kita meningkatkan itu," kata dia, optimistis.
Max mengatakan, kemajuan teknologi di Indonesia pernah dialami ketika kepemimpinan BJ Habibie. Saat itu Spanyol memesan pesawat CN-235.
"CN-235 itu Spanyol pesan, berarti kita sudah dihargai di negara-negara Eropa. Ketika zaman Pak Habibie memimpin, itu saya kira sudah sebuah jalan yang bagus ke internasional, tinggal bagaimana kita menindaklanjuti dengan sumber daya manusia yang ada sekarang ini," ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pertahanan, Tubagus Hasanuddin mengisahkan sebuah ironi. Senjata buatan dalam negeri banyak dilirik negara asing, tapi justru jarang dipakai oleh pemerintah.
Misalnya, senjata tipe SS-2 buatan PT Pindad yang bahkan pernah menjadi juara dalam pertandingan menembak di Asia Pasifik. Karena akurasinya.(umi)
Kenapa Senjata Buatan RI Laris di Luar Negeri
Sejumlah negara mengakui keunggulan senjata buatan RI itu. Akurat.
Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin, mengungkapkan bahwa senjata buatan anak negeri ini sesungguhnya tidak kalah dengan buatan luar negeri. Namun, senjata buatan dari dalam negeri ini jarang dipakai oleh pemerintah.
Menurut Tubagus, salah satu senjata yang mendapat reputasi baik di kancah internasional adalah senjata tipe SS-2. Senjata buatan PT Pindad itu bahkan menjadi juara dalam pertandingan menembak di Asia Pasifik.
"SS-2 itu memang senjata yang cukup akurat. Waktu dipakai pertandingan menembak di wilayah Asia Pasifik saja kita juara," kata Tubagus kepada VIVAnews, Selasa 28 Agustus 2012.
Tubagus menjelaskan bahwa sejumlah negara mengakui senjata SS-2 itu adalah senjata yang simpel untuk postur Asia. "Dilengkapi dengan alat bidik yang akurat dan peluru ringan. Itu cocok dipakai satuan darat, kavaleri, dan lintas udara," ujarnya. Lantaran simpel, akurat dan cocok untuk semua satuan itu, senjata ini laris di sejumlah negara.
Selain senjata, lanjut Tubagus, pesawat buatan RI CN-235 pun sudah diakui internasional. Pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia dikenal dapat diandalkan. "CN-235 itu termasuk pesawat yang bandel. Setahu saya sampai sekarang baik di Spanyol maupun di Indonesia belum ada CN-235 yang jatuh," ujarnya.
Menurut Tubagus, CN-235 dapat juga dipakai untuk mengangkut pasukan sampai 2 peleton. "Bisa juga dipakai untuk menerjunkan pasukan. Pesawat serbaguna lah. Landasannya juga cukup pendek," ujarnya.
Tubagus mengaku tidak begitu terkejut ketika mendengar Meneg BUMN Dahlan Iskan begitu gembira lantaran senjata buatan Indonesia laris di luar negeri. Sebab, katanya, sudah lama senjata dan pesawat buatan Indonesia diminati sejumlah negara di Timur Tengah.
"Beberapa negara memang minat, termasuk Irak. Sebetulnya Iran juga minta senjata SS-2 itu tapi sedang diproses di Kemenhan dan Kemenlu. Mungkin karena ada berbagai faktor politik luar negeri, saya juga tidak tahu," ujarnya.
Keberhasilan menjual produk dalam negeri ke pasar internasional, menurut Tubagus, harus didukung terus dan diharapkan akan terus meningkat.
"Menurut hemat saya kita harus tetap bersyukur. Harus diteruskan ekspansi ini untuk mampu menghasilkan bukan hanya buatan Pindad atau PT DI, tapi juga PT PAL. Kita dengan Cina juga sudah bekerja sama membuat kapal cepat rudal. Rudalnya nanti dibuat oleh Cina dan Indonesia. Dapat menjangkau hingga 100 kilometer. Kapal cepatnya nanti dibuat PT Pelindo," kata Tubagus.
Prestasi semacam ini juga mestinya didukung oleh kebijakan pemerintah. Karena pemerintah lemah dalam memasarkan produk senjata dan juga jarang memakai produk dalam negeri.
"Prestasi ini termasuk bagus. Tapi memang kita harus akui kita lemah dalam marketing. Lemahnya kenapa, justru para pejabat kita pada tidak mau pakai produk dalam negeri. Misalnya para pejabat Korea dan Malaysia pakai CN-235, tapi Presiden kita mana mau. Coba kalau Presiden kita mau pakai CN-235 dan para menteri juga pakai pesawat itu, pasti orang lain menjadi yakin," jelasnya.
© VIVA.co.id
Posted in: Alutsista,DI,PINDAD
PT Pindad Mau Produksi Massal Motor Listrik
Jakarta -PT Pindad Persero menyatakan produksi massal bagi motor listrik (mesin) bagi mobil listrik dilaksanakan tahun depan. "Harapan kami sekitar Oktober 2013,"ujar Direktur Utama Pindad, Adik Avianto, Sabtu, 1 September 2012.
Lamanya waktu yang dibutuhkan oleh perseroan disebabkan karena sebelum memproduksi massal dibutuhkan beberapa kali uji coba mesin. "Apalagi bahan baku komponennya masih impor, kami belum bisa memproduksi sendiri," ujarnya. Kini pihaknya masih mematangkan konsep sebelum memulai produksi massal.
Motor listrik berfungsi sebagai mesin penggerak mobil listrik yang terdiri dari baterai lithium dan magnet. Bahan baku magnet diimpor dari Cina dan lithiumnya berasal dari Amerika Serikat. Sekalipun bahan bakunya impor, motor liatrik diproduksi sendiri oleh Pindad.
Adik mengakui hambatan perusahaannya adalah importir Cina yang menolak menjual bahan baku magnet secara massal. "Mereka (importir) maunya menjual eceran, kami masih memikirkan solusi untuk ke depannya," ia mengatakan.
Pada awal Agustus lalu, uji coba dikakukan bersama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menggunakan prototip mobil buatan Pindad. Kata Adik, hal yang perlu dievaluasi adalah jenis baterai yang digunakan. Saat itu mesin masih menggunakan komponen aki lokal. Bobot baterai yang mencapai 289 kilogram, dinilai terlalu berat. Oleh karena itu diganti dengan lithium yang beratnya tak sampai 100 kilogram.
Uji coba berikutnya dilaksanakan pada 10 September mendatang. Namun dalam uji coba nanti, Pindad tidak turut mendampingi. "Kami hanya mengantarkan mesin beserta prototipnya ke kementerian," kata Adik.
Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menunjuk PT Pindad yang merupakan produsen alutsista itu untuk memproduksi motor listrik, pada Juni lalu. Perusahaan itu dinilai berhasil memproduksi generator listrik pada 1980-an.
(Tempo.Co)
Posted in: Mobil,PINDAD
Irak Akan Borong Senjata dari Indonesia
Irak Akan Borong Senjata Pindad, PAL dan PT DI
Industri pertahanan Irak-RI mulai dibahas insentif pada 2008.

Senjata produksi Indonesia sesungguhnya sudah diakui dunia. Banyak negara yang membeli termasuk Irak, negeri 1001 malam yang masih bergolak sepeninggal Sadam Hussein. Proses penjajakan jual beli senjata dengan negeri itu sudah dimulai semenjak masa pendudukan Amerika berakhir pada 2003 lalu. Sesudah melewati proses yang panjang, Irak akhirnya memutuskan siap memborong senjata produksi Indonesia.
Kisah penjajakan jual beli senjata dengan Irak itu dituturkan Direktur Utama PT Pindad, Adik Afianto kepada VIVAnews.com. Komunikasi dengan pemerintah Irak, katanya, sudah berlangsung lama. "Komunikasi saat itu baru sebatas penjajakan tentang kerjasama berbagai hal," katanya. Adik menjadi Ketua Tim Koordinator Kerjasama Industri Pertahanan ini dengan Irak.
Puncak dari negosiasi itu adalah ketika Perdana Menteri Irak berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. Dia datang untuk memastikan penjajakan kerjasama itu. Sesudah itu negosiasi kemudian dilakukan di level teknis.
Adik dan timnya baru pulang dari Irak empat hari sebelum Lebaran kemarin.
"Alhamdulilah Irak serius dan tidak hanya dengan Pindad, melainkan dengan seluruh industri militer di Indonesia," kata Adik.
Irak memang berencana membeli alutsista dalam jumlah besar dari sejumlah industri strategis di Indonesia. Tidak hanya Pindad, tapi PT PAL Indonesia (Persero), PT Dirgantara Indonesia, serta beberapa sentra industri kemiliteran lain.
Berapa jumlah senjata yang akan diborong? Adik belum bisa mempublikasikannya. Tapi jenis senjata yang akan dibeli sudah ada dalam daftar. Adik sendiri yakin Irak akan berpaling ke Indonesia dalam hal kerjasama industri militer.(umi)
Alasan Irak Taksir Senjata Buatan Indonesia
Produk-produk Pindad secara khusus dilirik oleh Irak dan Iran.
Industri pertahanan Indonesia mulai menggeliat dan menjadi perhatian sejumlah negara di dunia. Tak hanya negara di Asia Tenggara, kini senjata serta beberapa produk dari PT Pindad mulai masuk ke sejumlah negara di Afrika Asia Timur.
Hal itu diungkapkan secara khusus oleh Direktur Utama PT Pindad Adik Afianto dalam perbincangan dengan VIVAnews pekan lalu. Adik mengatakan, saat ini PT Pindad gencar melakukan program promosi ke sejumlah negara di benua Afrika.
Program promosi ini dilakukan sejalan dengan kegiatan pemerintah Indonesia yang mempromosikan produk dalam negerinya ke negara-negara itu.
"Kegiatan promosi kami lakukan dengan pemerintah. Karena pemerintah juga sekalian melakukan promosi ke beberapa negara terkait industri pertahanan yang ada di Indonesia," kata Adik.
Adik menyatakan, produk-produk Pindad secara khusus dilirik oleh Irak dan Iran. Apa alasannya, itu dikarenakan produk PT Pindad sangat sederhana serta berbobot lebih ringan dibanding produk lain sejenis.
"Dibandingkan dengan produk-produk Eropa, karakteristiknya berat di badan dan tidak ringan. Irak melihatnya bahwa senjata dari Indonesia ringan dan santai dibawanya," ungkap Adik. Penjajakan dengan negara Irak sebenarnya sudah dilakukan sejak pendudukan Amerika berakhir tahun 2003 lalu.
Tapi rupanya, tidak hanya Irak dan Iran yang sudah menaksir produksi buatan Indonesia. Uganda dan Timor Leste bahkan sudah masuk tahap penjajakan intensif.
"Kalau untuk Iran sejauh ini belum ada deal apapun, baru sebatas proses. Sedangkan yang sudah penjajakan intensif serta uji coba alat yakni Uganda dan Timor Leste. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan deal," kata Adik. (eh)
© VIVA.co.id
Posted in: Alutsista,DI,PAL,PINDAD



