Loading Website
Tampilkan postingan dengan label Lundin. Tampilkan semua postingan

FOTO KRI Klewang 625 Trimaran

Ilustrasi Trimaran

Spesifikasi KCR Trimaran :

Panjang : 62.53 m

Berat : 53.1 ton

Kec : 16/30 knots

Didesain sebagai kapal modern tiga lambung berbahan komposit dengan kecepatan tinggi yang ekonomis di laut dan berpeluru kendali C-705. Merupakan kapal trimaran berpeluru kendali pertama TNI.

 TNI AL Luncurkan Kapal Cepat Rudal Trimaran

KALIPURO – Proses pembuatan kapal cepat rudal (KCR) Trimaran milik TNI AL sudah rampung. Kapal canggih yang diproduksi PT. Lundin Industry Invest, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi itu akan diluncurkan Jumat besok (31/8).

Dalam peluncuran armada baru TNI AL yang diberi nama KRI Klewang itu akan hadir sejumlah perwira tinggi dari mabes TNI AL. Kapal KCR Trimaran merupakan pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk memperkuat armada TNI AL.

President Director PT. Lundin Industry Invest, Mr. John Lundin menjelaskan, KRI Klewang memiliki desain termutakhir yang dibuat berdasar model Trimaran atau kapal berlunas tiga. Bahan dasar yang digunakan adalah composite material dan memiliki panjang 63 meter.

KRI Klewang, jelas Lundin, tergolong salah satu dari kapal terbesar berlunas banyak yang dibuat di kawasan Asia Tenggara. Dengan bentuk lunasnya yang radikal, kapal itu dapat melaju dengan kecepatan maksimum lebih dari 30 knots. “Kapal ini dapat menembus ombak lautan sampai setinggi enam meter,” jelas Lundin.

Salah satu kemampuan KRI Klewang yang diunggulkan dan dibanggakan adalah stealth. Kapal ini didesain khusus agar tidak terdeteksi oleh radar manapun. Sebab, desain KRI Klewang unik dan bahan dasarnya adalah carbon fiber.

Carbon fiber memiliki karakteristik unik, yaitu tidak menginduksi panas dan lebih kuat daripada baja tapi lebih ringan. “KRI Klewang layak menjadi kebanggaan rakyat Indonesia sebagai salah satu alutsista andalan yang diproduksi industri pertahanan nasional,” tegas Lundin bangga.

Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Letkol Muhammad Nazif menambahkan, KRI Klewang merupakan satu-satunya kapal cepat combatan TNI AL yang menggunakan bahan composite. Tugas utama yang akan diemban kapal itu adalah sebagai kapal cepat rudal yang mampu melaksanakan operasi keamanan laut dan tempur laut. “Tugas tambahannya, patroli keamanan laut, pengamanan sumber daya alam dan objek vital di laut,” katanya.

KRI Klewang bisa melaksanakan patroli keamanan laut dengan kecepatan ekonomis dan operasi terus-menerus di daerah selama 10 hari. Selain itu, KRI Klewang juga mempunyai kecepatan tinggi dan mampu melaksanakan operasi laut gabungan dengan berbagai tipe kapal lain. “Kapal itu juga meiliki peralatan modern dalam rangka klasifikasi target sasaran, observasi, dan identifikasi,” jelasnya.(afi/c1/aif)( Radar Banyuwangi )

Sumber Lundin Fan Page

diposkan Audryliahepburn, Kenyot dan Formil Kaskus

Posted in: Foto,Indonesia Teknologi,Kapal,Lundin

Peluncuran KRI Klewang 625 Trimaran

 Kapal Perang yang Diklaim Terinovatif Diluncurkan di Banyuwangi

Banyuwangi: Sebuah kapal perang yang diklaim terinovatif di dunia diluncurkan PT Lundin Industry Invest di Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (31/8). Kapal bernama KRI Klewang ini diklaim menggabungkan sejumlah kecanggihan teknologi sehingga memiliki berbagai keunggulan. KRI Klewang akan melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI Angkatan Laut.

KRI Klewang diproduksi di Banyuwangi. Pemilik PT Lundin Industry Invest, Lizza Lundin, mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai tempat produksi kapal karena ingin membangun kampung halamannya itu. "Saya orang Banyuwangi. Lokasi ini sangat baik untuk riset pembuatan kapal," kata Lizza.

Bentuk kapal cukup unik. Ini merupakan hasil kolaborasi riset desain dan pengembangan antara PT Lundin dengan arsitek kapal dari Selandia Baru selama dua tahun. Kapal memiliki stabilitas amat baik. Rancangan lambung dibuat dangkal. Kapal didesain untuk bisa berpatroli di pesisir yang panjang.

Bentuk lambung kapal dirancang sedemikian rupa agar kapal dapat melaju dengan kecepatan tinggi namun tetap memperhatikan kemampuan kru. Kapal dapat beroperasi di laut curam dan pendek yang merupakan karakterisktik garis pantai di kepulauan Indonesia.

Kontruksi kapal menawarkan beberapa keunggulan. Di antaranya KRI Klewang ini lebih ringan, efisien biaya perawatan, kemampuan tidak terdeteksi oleh radar, tingkat akurasi geometris yang tinggi, tidak mengandung unsur magnet, tingkat deteksi panas dan suara yang rendah.

KRI Klewang juga menyediakan ruang akomodasi untuk 29 kru kapal pada tiga lantai dek. Kapal dilengkapi fasilitas dan peralatan untuk penerjunan pasukan khusus. Kapal juga dipersenjatai berbagai tipe sistem rudal. Rudal dilengkapi sensor yang dapat ditempatkan di bagian tertinggi atas dek kapal. Ini memberikan kemampuan penglihatan penembakan yang sangat baik. Kesemua hal itu tidak mengurangi stabilitas kapal.

PT Lundin Industry Invest mengaku belum menemukan kendala dalam produksi kapal. Lizza Lundin mengaku memperoleh kemudahan dari pemerintah dalam produksi kapal. KRI Klewang masih mengalami pengembangan dan akan dioperasikan pada 2013 mendatang.(Wtr1)( MetroTv )

 TNI AL Luncurkan Kapal Siluman Tercanggih se-ASEAN

Jakarta - TNI Angkatan Laut akan tampil lebih disegani di lautan dunia. Korps Baju Putih itu akan diperkuat kapal patroli cepat rudal Trimaran bernama KRI Klewang. Hari ini (31/8) kapal itu akan tampil perdana di depan umum.

“Selama ini proses pembuatannya rahasia, karena ini kapal siluman, anti deteksi radar,” ujar Andi Luqman Contract Manager PT Lundin Banyuwangi pada Jawa Pos (Grup Sumut Pos) kemarin.  Kapal perang trimaran sepanjang 63 meter merupakan kapal perang paling canggih dari semua jenis kapal perang yang dikembangkan di Asia Tenggara.

Bentuk lambung yang radikal memungkinkan kapal ini menembus gelombang dengan stabil. Kapal ini dibangun menggunakan material komposit serat karbon yang memanfaatkan vacuum infusion process dan resin vinylester. “Metode ini menghasilkan struktur lebih kuat, dengan biaya operasional dan pemeliharaan yang efisen,” jelas Andi.

Arti Trimaran sendiri adalah kapal multihull atau berlambung lebih dari satu. Yaitu terdiri dari lambung utama yang disebut VAKA dan dua lambung kecil atau cadik yang menempel di kanan dan kiri lambung utama yang disebut AMAS.

Jadi memang desain kapal perang Trimaran diambil dari perahu bercadik yang banyak dijumpai di kepulauan Pasifik. Selama ini kapal perang konvensional selalu berlambung tunggal atau monohull yang sulit bila harus berlayar di perairan dangkal dan mudah tenggelam. Namun tidak dengan desain multihull seperti trimaran. Banyak keunggulan yang ditawarkan dengan konsep multihull itu sendiri.

Diantaranya mampu berlayar di laut dangkal, mempunyai kecepatan lebih kencang daripada kapal sejenis yang memakai satu lambung. Lebih ringan, stabil dan tentunya susah untuk tenggelam.(rdl/jpnn)( Sumut Pos )

 Video Peluncuran KRI Klewang :

 Berikut Foto KRI Klewang 625 :

. Foto diposkan oleh formil kaskuser

Posted in: Alutsista,KRI TNI-AL,Lundin

Butuh Rp 114 Miliar Produksi KRI Klewang

KRI Klewang 625 (Foto Formil Kaskuser)

Jakarta – Kapal berlunas tiga, KRI Klewang-625, yang baru saja diluncurkan digadang- gadang bakal menjadi salah satu kapal permukaan andalan TNI Angkatan Laut (AL). Untuk membangun kapal generasi modern tersebut membutuhkan dana sebesar Rp 114 miliar.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati menuturkan, pembuatan satu unit kapal berjenis X3K trimaran class ini menghabiskan dana sekitar Rp 114 miliar. “Dana diambilkan dari anggaran belanja modal devisa tahun anggaran 2009,” paparnya di Jakarta kemarin. Jika dibandingkan dengan kapal dengan jenis kawal cepat rudal (KCR) lainnya produksi dalam negeri seperti KRI Celurit-641, harga ini jelas jauh lebih mahal.

Pembuatan KRI Celurit-641 oleh galangan kapal PT Palindo Marine, Batam, menghabiskan dana sekitar Rp 75 miliar. Namun, kapal itu hanya memiliki satu lambung. Untung mengatakan, KRI Klewang-625 layak untuk menjadi kebanggaan rakyat Indonesia karena merupakan kapal modern yang diproduksi oleh industri pertahanan di dalam negeri. “KRI Klewang-625 layak dibanggakan sebagai salah satu alutsista (alat utama sistem senjata) andalan,” ungkapnya.

Dia menerangkan, kapal yang digagas oleh TNI AL bekerja sama dengan PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, melalui program riset dan pengembangan sejak 2007 ini diproyeksikan menjadi kekuatan pemukul TNI AL yang andal dan menakutkan dilautan. Pasalnya, kapal ini diklaim memiliki kemampuan menginduksi panas dan antiradar (stealth).

KRI Clurit 641 (Foto Formil Kaskuser)
Momentum peluncuran kapal perang KCR pertama X3K trimaran class ini diharapkan bisa menjadi titik awal pembangunan kapal sejenis yang akan mampu meningkatkan kemampuan TNI AL sehingga menjadi salah satu kekuatan yang disegani di kawasan regional. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri militer dalam negeri agar mendapatkan pengakuan internasional. KRI Klewang-625 berbahan dasar komposit serat karbon yang ringan, tapi 20 kali lebih kuat dari baja.

Keberhasilan pembangunan kapal perang canggih ini merupakan yang pertama oleh putra-putri Indonesia di galangan kapal dalam negeri PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi. Menurut Direktur PT Lundin John Lundin dalam siaran persnya, Dispenal Amerika Serikat pernah membuat kapal sejenis dengan panjang 120 meter, tetapi dari bahan alumunium atau baja. “Komposit serat karbon juga telah digunakan untuk pembuatan pesawat Airbus Boeing-777 dan mobil Formula-1. Ketahanannya 20 kali lebih kuat dibandingkan baja,” kata John Lundin.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Susaningtyas Kertopati menyambut baik kelahiran KRI Klewang-625 lantaran kapal produksi dalam negeri ini memiliki kemampuan yang andal. “Saya rasa kita harus memperbanyak alutsista seperti itu,” ujarnya. Susaningtyas menambahkan, dengan kemampuan antiradar yang dimiliki KRI Klewang, ini akan menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga wilayah laut Indonesia.

“Keperluan ALKI (alur laut kepulauan Indonesia) kita akan lebih terlindungi dari ancaman bila memiliki kapal antiradar,” ujarnya. Sebelumnya, pengamat militer dari UI Andi Widjajanto menyatakan, kapal jenis ini juga cocok dengan kondisi perairan Indonesia karena memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan kapal-kapal lain yang berlambung satu.(fefy dwi haryanto)

( Seputar Indonesia )

Posted in: Alutsista,Indonesia Teknologi,KRI TNI-AL,Lundin

PT Lundin Siap Produksi Lagi

Banyuwangi — PT Lundin Industry Invest, produsen KRI Klewang, siap memproduksi lagi kapal serupa sebagai pengganti kapal milik TNI Angkatan Laut yang terbakar pada Jumat (28/9/2012) di Selat Bali.

Direktur Utama PT Lundin Industry Invest Lizza Lundin, didampingi suaminya, John Lundin, mengemukakan, meskipun kapal terbakar habis, tidak akan menghentikan produksi kapal serupa. "Jika dulu butuh lima tahun untuk riset hingga bentuk hampir sempurna, sekarang kemungkinan lebih cepat lagi karena kami tinggal meneruskan dan memperbaiki apa yang kurang," kata Lizza, Sabtu (29/9).

Lizza mengakui, saat pertama kali mendengar kabar itu, keluarga dan krunya sangat terpukul. Beberapa bahkan pingsan dan menangis sepanjang hari. Akan tetapi, pada Sabtu pagi, para kru dan keluarga Lundin menyatakan siap bangkit.

John Lundin menambahkan, hal yang terpenting dalam peristiwa itu adalah keselamatan semua kru mereka. "Kapal akan kami buat lagi, tetapi nyawa tak bisa terganti," katanya. Pada peluncuran KRI Klewang, 31 Agustus 2012, kapal ini diklaim sebagai kapal tercanggih yang akan dimiliki TNI AL. Kapal senilai Rp 114 miliar itu merupakan kapal cepat rudal yang tak terdeteksi radar.

 PT Lundin : KRI Klewang Terbakar Bukan Konseleting Listrik

Surabaya - Direktur Utama PT Lundin Industry Invest, pembuat KRI Klewang, Lizza Lundin membantah kalau KRI Klewang terbakar akibat korsleting arus pendek listrik.

"Tidak benar akibat korsleting listrik," ujar Lizza Sabtu (29/9/2012).

Menurut Lizza kapal tercanggih buatan Indonesia tersebut, sepenuhnya masih dimiliki oleh pihaknya. Pasalnya kapal yang mengambil nama dari senjata khas Madura tersebut, belum diserahkan kepada pihak TNI AL.

Pasca terbakarnya KRI Klewang tersebut, Panglima Armada Timur (Pangartim) TNI AL, Laksamana Agung Pramono mengunjungi sisa-sisa bangkai kapal yang terbaka, sekira pukul 10.00 WIB, di Lanal Banyuwangi.

Usai melakukan kunjungan Pangartim bungkam dan tidak memberikan keterangan apapun terkait terbakarnya KRI Klewang kepada wartawan.

Sebelumnya, KRI Klewang kapal jenis trimaran yang diluncurkan resmi pada 31 Agustus 2012 lalu terbakar di dermaga Pangkalan TNI AL, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kapal yang dibuat PT Lundin Industry Invest merupakan salah satu alutsista andalan TNI AL. Kapal bernomor lambung 625 itu memiliki panjang keseluruhan 63 meter.(ctr).

 PT Lundin: Kapal Siluman Didesain Anti Terbakar

Banyuwangi - PT Lundin Industry Invest, produsen kapal perang siluman KRI KLewang jenis trimaran, menyebut kapal buatannya sudah didesain anti terbakar. Namun pengerjaan kapal senilai Rp 114 miliar itu belum rampung 100 persen.

Direktur PT Lundin, Lizza Lundin menjelaskan, teknologi KRI Klewang sebenarnya dilengkapi springkel yang dapat keluar otomatis bila terjadi kebakaran. Namun  saat terbakar, alat tersebut belum terpasang sepenuhnya di Kapal Cepat Rudal (KCR) yang terbuat dari komposit tersebut.

"Kemarin pekerja masih memasang mesin, elektrik dan lainnya. Karena Kapal belum selesai sepenuhnya," jelas Lizza, saat jumpa pers di kantornya, Sabtu (29/09/2012).

Meski pengerjaannya belum selesai, TNI AL meminta supaya KRI Klewang segera diujicoba, Jumat (28/09/2012) sore kemarin. Sebab itu, PT Lundin mengerahkan sekitar 30 pekerjanya segera memasang sejumlah mesin dan listrik.

Dalam proses pengerjaan itulah akhirnya terjadi kebakaran. Diduga api ditimbulkan karena korsleting saat instalasi listrik dari darat ke kapal. Dari kejadian itu KRI Klewang ludes terbakar sebelum sempat diujicoba. Kejadian ini masih dalam penyelidikan pihak PT Lundin.

© Kompas, Okezone, Detik

Posted in: KRI TNI-AL,Lundin

Pembuatan KRI Klewang Siap dibantu ITS

 Pembuatan KRI Klewang Sempat Dibahas dengan ITS

Surabaya - Anggota Konsorsium Kapal Perang Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Subchan, mengatakan bahwa sebelum PT. Lundin Industry Invest dipercaya membangun KRI Klewang, Departemen Pertahanan pada 2005 silam telah meminta pakar-pakar perkapalan ITS Surabaya mengkaji dan membuat kapal perang anti radar dengan bahan bakar fiber karbon.

"Tapi ndak jelas begitu saja hingga akhirnya ada kabar sudah pesan ke PT Lundin," kata Dr. Subchan, ketika mengikuti diskusi mengenai penyebab terbakarnya KRI Klewang, di Aula Rektorat ITS, Senin siang, 1 Oktober 2012.

Menurut Subchan, bahan fiber karbon memang memiliki keunggulan, yakni bisa memantulkan radar dengan sempurna ketimbang metal atau baja. PT. Lundin memang spesialis dalam membuat kapal berbahan dasar fiber karbon. Tapi, bukan berarti Indonesia tidak bisa membuatnya.

Subchan menjelaskan bahwa Indonesia membuat kapal perang dengan bahan fiber karbon. Adapun yang belum mampu dibuat adalah sistem persenjataan. Hingga saat ini Indonesia hanya mampu membuat satu roket bernama RHAN 122. Itu pun belum berani untuk diaplikasikan di kapal perang yang ada.

Ahli permesinan kapal ITS, Ir. Surjo Widodo Adji, mengatakan fiber karbon memang memiliki banyak keunggulan. Itu sebabnya biaya pembuatan kapal dengan bahan dasar fiber karbon bisa delapan hingga sembilan kali lipat lebih mahal dibandingkan kapal dari baja atau besi. "Memang mahal, tapi kalau dibikin oleh bangsa sendiri saya yakin tidak sampai Rp 114 miliar," ujarnya.

KRI Klewang mengalami kebakaran pada Jumat sore, 28 September 2012, sekitar pukul 15.00 WIB. Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar di galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi.

 ITS siap bantu uji sistem KRI Klewang

Surabaya - Para pakar perkapalan dan kelautan ITS Surabaya menilai terbakarnya KRI Klewang (28/9) akibat kurang didukung dengan uji sistem dan prosedur baku secara laboratoris, karena itu ITS siap membantu kelanjutan program itu.

"Kami memiliki tim konsorsium kapal perang yang bekerja sama dengan Kemhan sejak 2012 dan tim investigasi yang mendapat sertifikasi KNKT," kata pakar transportasi laut ITS Dr RO Saut Gurning ST MSc di Surabaya, Senin.

Dalam diskusi pakar di Rektorat ITS Surabaya itu, ia menjelaskan pihaknya siap membantu untuk melakukan uji sistem kapal dan prosedur baku secara laboratoris serta juga desain kapal ke depan untuk kelanjutan program itu.

"Ke depan, program itu harus dilanjutkan, tapi jangan semata-mata program, melainkan program itu harus berdampak pada dua hal yakni peningkatan kemampuan teknologi bangsa dan penguatan industri perkapalan di sektor hulu," katanya.

Senada dengan itu, anggota Konsorsium Kapal Perang ITS Dr Subchan menegaskan bahwa terbakarnya KRI Klewang hendaknya tidak membuat pemerintah dan TNI menjadi patah arang.

"Yang namanya tahap awal itu selalu ada kecelakaan, karena itu program itu harus terus dilanjutkan, apalagi teknologi yang dimiliki KRI Klewang itu hanya dimiliki 3-4 negara," katanya.

Namun, katanya, terbakarnya KRI Klewang itu harus memberi pelajaran berharga yakni pentingnya "SOP" sejak dari tahap desain, pemilihan material, pengerjaan, hingga uji coba kapal itu.

"Saya yakin prosedur mungkin sudah benar, tapi prosedur yang dilakukan itu kurang didukung uji laboratoris secara memadai, sehingga ada tahapan atau bagian yang tak sesuai standar," katanya.

Hal itu dibenarkan ahli permesinan kapal ITS Ir Surjo Widodo Adji MSc FIMarEST yang juga praktisi galangan kapal. "Kapal non-sipil memang memiliki tingkat kerahasiaan tertentu, tapi saya kira proses pengerjaannya harus sesuai `SOP`," katanya.

Ia mencontohkan bahan komposit karbon pada KRI Klewang yang memiliki keunggulan tidak terdeteksi oleh radar musuh itu memang "flammable" (mudah terbakar), tapi kalau proses pembuatannya sesuai "rules" maka tidak mungkin api akan cepat menjalar hingga ludes dalam waktu kurang dari dua jam.

Pandangan senada diungkapkan Ketua Pusat Studi Kelautan ITS Aries Sulisetyono ST MA Sc PhD. "Belum ada kebakaran kapal secepat itu, karena sebelumnya memang rasanya tidak mungkin badan kapal bisa terbakar begitu cepat," katanya.

Oleh karena itu, katanya, seharusnya dipastikan bahwa pemilihan material sudah sesuai "rules" dan diuji sebelumnya. "Kalau diminta, kami dari ITS siap melakukan uji material dan kelaikan, karena kami memiliki laboratorium untuk itu," katanya.

Tidak hanya itu, peneliti Laboratorium Kehandalan dan Keselamatan Kapal ITS Dr Trika Pitana menilai kebakaran yang terjadi juga menunjukkan tidak adanya koneksi antarkabel dari darat ke galangan dan dari galangan ke kapal.

"Koneksi air dari galangan ke kapal juga tidak cepat, karena itu SOP untuk perencanaan keselamatan dalam pengerjaan kapal itu tidak jalan," katanya, didampingi ahli keselamatan dan kebakaran ITS, Ir Alam Baheramsyah MSc FIMarEST.

© Tempo.Co, Antara

Posted in: ITS,KRI TNI-AL,Lundin

★ KRI Klewang Terbaru Berbahan Baja

Jakarta - Insiden terbakarnya KRI Klewang membuat TNI Angkatan Laut berpikir ulang memesan kapal dari bahan komposit karbon. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Soeparno mengatakan bahwa KRI Klewang yang baru bakal dibuat dari bahan yang lebih kuat.

"Jelas bahannya harus lebih kuat. Jangan komposit kayak KRI Klewang yang kemarin. Bisa terbakar lagi gara-gara korsleting listrik," kata Soeparno, Kamis (11/10).

Soeparno menambahkan , pembuatan KRI Klewang bakal ditanggung asuransi dan ganti rugi atas kebakaran kapal yang diklaim antiradar tersebut.

Jika diganti berbahan baja solid apakah akan membuat kemampuan antiradar kapal hilang? Soeparno menjamin bahwa antiradar bakal menjadi fitur yang harus dipertahankan kendati bahan pembuat kapal sudah berganti. Sebab, teknologi antiradar masih bisa digunakan kendati bahan kapal dari baja.

Seperti diketahui, KRI Klewang milik TNI AL yang baru diluncurkan pada 31 Agustus 2012 lalu dari galangan kapal PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, ludes terbakar pada Jumat 28 September lalu. Tidak ada barang yang tersisa dari kapal tersebut. Kapal tersebut terbakar setelah ada korsleting listrik yang menimbulkan api.

Api dengan cepat dan lahap memakan semua bodi kapal hingga tak bersisa. Untungnya, kapal tersebut sudah diasuransikan. PT Lundin juga mengaku siap bertanggungjawab terhadap kapal tersebut.

"KRI Klewang sudah kobong (terbakar, Red). Sudah habis nggak perlu dibicarakan lagi. Yang penting nanti Klewang yang baru lebih kuat," kata Soeparno.

© JPNN

Posted in: KRI TNI-AL,Lundin

★ Mobil Listrik 'Imut' Made In Banyuwangi

http://images.detik.com/content/2013/08/30/1036/mobillistriklucu.jpg Jakarta - Tren mobil listrik terlihat mulai berkembang di Indonesia. Mulai dari Menteri BUMN Dahlan Iskan, hingga kini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ikutan memproduksi mobil.

Kini perusahaan asal Banyuwangi tak mau ketinggalan.

PT Lundin Industry Invest memproduksi mobil listrik murah berkapasitas 3 orang penumpang. Salah satu Direksi, Per Brandt mengungkapkan, mobil ini termasuk mobil yang hemat dan tergolong murah.

"Kita tidak tahu harga pastinya, karena batereinya masih impor. Tapi sekarang dengan mengimpor baterai, harganya Rp 80-90 juta. Kalau bisa diproduksi di Indonesia batereinya dan diproduksi massal, saya yakin akan bisa lebih murah," kata Brandt saat ditemui detikFinance di Pameran Hakteknas di TMII, Jaktim, dikutip Jumat (30/8/2013).

Mobil ini memiliki desain aerodinamis, unik, dan sangat cocok untuk kendaraan keluarga yang sederhana, meski terlihat agak mewah. Mobil ini mampu digenjot hingga kecepatan maksimal 50 kilometer/jam, dan tergolong sangat mudah untuk mengoperasikannya.

"Sangat mudah untuk mengisi batereinya, karena ada kabel yang terintegrasi langsung dan tinggal menghubungkannya ke stop kontak. 2-3 jam waktu mengisi sampai full, dan bisa menembus 60 kilometer," paparnya.

Mobil yang diberi nama Z-bee ini memiliki berat 200 kilogram, dan hemat energi dalam konsumsi listriknya. Hanya memerlukan daya 40 watt dalam 1 jam pengisian batrei. Selain itu, dalam beberapa waktu ke depan, Brandt akan menemui Kementerian Perhubungan untuk melakukan uji dari mobil yang disebut kendaraan paling ekonomis di dunia ini.

"Mobil ini juga telah diterima di lalu lintas di Eropa. Dalam beberapa minggu kita akan melakukan uji di Kementerian Perhubungan," ujarnya.

Keseluruhan pembuatan dibuat di Banyuwangi, Jawa Timur dan sedikit mengadopsi teknologi dari Swedia. Brandt menuturkan, dirinya sempat beberapa kali bertemu dengan Pemprov DKI Jakarta dalam memperkenalkan mobil ini.(zul/dru)

  ● detik

Posted in: Indonesia Teknologi,Lundin,Mobil

[Video] SAAB & P.T Lundin Bonefish USV concept

Indodefence 2014

http://www.saabplanet.com/wp-content/uploads/Bonefish-USV-saab.jpg

Saab and P.T Lundin unveiled the BONEFISH at Indo Defence Expo 2014– a concept demonstration Unmanned Surface Vessel (USV) to gauge market interest. The platform combines a trimaran hull with remote and autonomous control systems. It is integrated with radar, acoustic and electro-optical sensors and multiple communication systems.

 ★ Youtube

Posted in: Alutsista,Kapal,Lundin,Video

★ Kapal Cepat Rudal TNI AL Diproduksi di Banyuwangi

//images.detik.com/content/2014/10/24/4/kapalsiluman.jpg Ilustrasi KRI KlewangTNI Angkatan Laut terus melengkapi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Terbaru adalah pembuatan Kapal Cepat Rudal (KCR) berlambung tiga (Trimaran) 63 meter. Kapal tersebut diproduksi oleh PT Lundin Industry Invest yang berbasis di Banyuwangi. Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr Marsetio meninjau proses pembuatan kapal tersebut di Pantai Cacalan, Banyuwangi. Turut mendampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto, Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Mangapul Hutajulu, dan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi I Made Parma. "Ini merupakan salah satu kunjungan ke galangan kapal kebanggaan nasional karena di sinilah Kapal Trimaran dibuat. Ini juga menjadi kebanggaan bagi warga Banyuwangi, karena ternyata daerah di ujung timur Pulau Jawa ini menjadi salah satu produsen alat pertahanan negara,” kata Marsetio, Jumat (24/10/2014). Marsetio mengatakan, Kapal Trimaran yang terbaru ini merupakan yang pertama di Asia. Selain bekerja sama dengan Swedia, dalam pembuatan desain Trimaran, TNI Angkatan laut juga melibatkan BUMN yang bergerak di bidang industri pertahanan nasional seperti PT PAL (Persero) dan PT Pindad (Persero). "Untuk tahap pertama, TNI AL memesan empat kapal. Sekarang di sini sedang dibuat yang pertama," ujar Marsetio. Desain KCR Trimaran yang terbaru ini sedikit berbeda dengan Kapal Trimaran yang sebelumnya. Kapal terbaru ini akan terbuat dari bahan tahan api dan anti-radar. "Kapal ini tidak hanya akan dipakai di dalam negeri, tapi akan menjadi salah satu produk pertahanan unggulan yang akan dijual ke luar negeri. Seperti kapal LPD yang diproduksi PT PAL sudah dipesan oleh Angkatan Laut Filipina. Nanti kapal ini juga akan kita jual ke luar negeri," imbuh Marsetio. Bupati Anas mengaku bangga karena kapal canggih itu diproduksi di Banyuwangi dengan sinergi swasta dan BUMN di bidang industri pertahanan. "Industri pertahanan adalah industri strategis bagi bangsa. Banyuwangi ikut bangga," katanya.

  ♞ detik

Posted in: Alutsista,BUMNIS,Inhan,KRI TNI-AL,Lundin,PAL

★ Bangladesh Beli Kapal Buatan Indonesia

X12 High Speed Produksi PT Lundin Ilustrasi X38 PT Lundin

Pemerintah Bangladesh memesan 18 unit kapal patroli jenis X12 High Speed ke PT Lundin Industry Invest yang pabriknya berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Penandatanganan proyek itu dilakukan oleh Wakil Direktur Jenderal Bangladesh Komodor Yahya Syed dan pemilik PT Lundin, John Ivar Alan Lundin, di Banyuwangi, Selasa, 28 Oktober 2014. "Nilai kontraknya Rp 75 miliar," kata Lizza, Direktur PT Lundin.

Lizza menjelaskan kapal patroli X12 High Speed tersebut merupakan produk baru yang dibuat PT Lundin. Kapal berbahan karbon komposit itu memiliki panjang 11,7 meter dan kecepatan 35 knots. PT Lundin akan mengerjakan proyek tersebut dalam setahun ke depan.

Lundin mengenal Bangladesh pada pameran kapal perang yang berlangsung di berbagai negara sejak dua tahun lalu. Kemudian PT Lundin mengikuti tender dengan peserta dari perusahaan kapal perang dari 17 negara. "Ternyata kami menang," kata istri John Ivar ini.

PT Lundin merupakan perusahaan pembuat kapal militer asal Banyuwangi yang baru berdiri tahun 2001. Perusahaan ini kini menjadi andalan nasional karena mampu menciptakan kapal-kapal perang canggih berkelas dunia.

Setiap tahun PT Lundin rata-rata memproduksi 12 kapal dengan kategori kapal militer, komersial, rekreasi, dan untuk kepentingan SAR. Seluruh produknya ini diberi nama: North Sea Boats. Produk PT Lundin telah dipesan TNI AL Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika.

Nama perusahaan ini baru melambung setelah menciptakan kapal cepat rudal berlunas tiga (trimaran) KRI Klewang 625 yang diluncurkan TNI AL akhir Agustus lalu. Kapal berbiaya Rp 114 miliar dari APBN 2009-2011 ini, diklaim pertama di dunia yang mengaplikasikan bahan komposit karbon yang tidak mampu terdeteksi radar atau disebut kapal siluman. Namun kapal ini terbakar ludes sebelum diserahkan ke TNI AL.

Kepada wartawan, Yahya Syed, mengatakan Bangladesh mulai memperkuat perairan negaranya sejak 1995. Kapal jenis X12 High Speed bisa diproduksi di Eropa, tapi Bangladesh memilih bekerja sama dengan Indonesia. "Kami ingin bekerja sama dengan Indonesia yang jumlah muslimnya juga besar," kata Yahya.

Kapal patroli tersebut, kata Yahya, akan dilengkapi senjata dengan amunisi berukuran 20-40 milimeter. "Sebagai kapal patroli, tidak ada senjata khusus yang kami tempatkan," katanya.

  ★ Tempo

Posted in: Indonesia Teknologi,Kapal,Lundin

Bangladesh Navy has ordered 18 High Speed Patrol Boat from Indonesia

This is the First Time Bangladesh is buying military items from Indonesia. These Ships may be used for Coast guard

These 18 Boats will cost $6 Million altogether. There is a possibility to get Technology Transfer. X12 High Speed ​​Patrol Boat :

Length : 11.7 meters

Beam : 3.54 meters

Speed : 35 knots

After the Navy ordered ships in the form of advanced fast ship missiles Trimaran, this time turn the Bangladesh Navy ordered 18 coast guard as a complementary tool to the security of the country one of the shipbuilding industry in Banyuwangi, namely PT Lundin Industry Invest.

This was revealed by Commodore Syed Yahya, Deputy Director General of Bangladesh Coast Guard, during a visit in Banyuwangi, on Tuesday (10/28/2014). He explained that the ship industry in Banyuwangi chosen because it is considered to have advanced technology that is not owned by many similar industries in other countries.

"Here, ships are manufactured using the fiber is strong and corrosion resistant. The producing boats using fiber so far only in Europe," said Syed.

He explained that such cooperation is also used as the transfer of technology between Bangladesh and Indonesia in the field of shipping, that the company staff involved six ships of Bangladesh in the shipbuilding process.

"We also have seen a company profile, and believe that the company will be the best in the world," said Syed.

Meanwhile, Lizza Lundin, Director of PT Lundin Industry Invest, say, ordering 18 patrol boats of Bangladesh is valued at USD 75 billion. Process of ships is done by parallel systems until all orders will be completed within one year, as targeted.

"This is our new product that we originally Include in maritime exhibition in Jakarta. Apparently, his speech was very good, and Bangladesh became the first foreign country that ordered the ship of this type," says Lizza.

Meanwhile, 18 vessels were ordered by the Navy Bangladesh is a type of X12 High Speed ​​Patrol Boat monohold (single hull), with an overall length of 11.70 meters specs, bow length 9.60 meters long, 3.54 meters beam, the hull is submerged in water of 0.84 meters, a maximum speed of 35 knots, fuel capacity of 2 x 675 liters, and has two main engines.

"Before being sent to Bangladesh, will these ships going through the test tanks in Indonesia, Australia, and New Zealand," says Lizza.

He explains, it has been a lot of fulfilling orders ship from various countries, such as America, Russia, Australia, Malaysia, Brunei, Thailand, Sweden, Hong Kong, and the Middle East.

  ★ defencebd

Posted in: Indonesia Teknologi,Kapal,Lundin

Kapal Laut Tanpa Awak

Curi Perhatian Menhan Ryamizard Kapal Trimaran Lundin [joedhie2k]

Produsen alat pertahanan nasional, PT Lundin tengah dalam proses pembuatan Kapal laut tanpa awak. Bekerja sama dengan perusahaan asal Swedia, SAAB, PT Lundin masih dalam tahap membangun kapal bernama Autonomous Surface Vessel (USV) Bonefish.

"Kita bekerja sama dengan SAAB. Mereka yang kerjakan teknologinya. Kita yang buat platformnya," ujar salah satu staf PT Lundin di Indo Defence 2014 Expo&Forum yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakpus, Rabu (5/11/2014).

Kapal ini dilengkapi dengan rudal RBS15 Mk3 yang berkecepatan subsonik. Rudal ini memiliki hulu ledak HET seberat 200 kg. Selain itu kapal ini juga dipersenjatai dengan naval gun 40 Mk4.

Tak hanya itu, radar Sea Giraffe 1X 3D yang memiliki berat 150 kg terpasang USV Bonefish ini. Radar ini disebut mampu mereduksi efek lengkung bumi.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu didampingi KSAL Laksamana Marsetio sempat mengunjungi stan yang menunjukkan prototype kapal tanpa awak ini. Ke depan, PT Lundin berharap agar bisa benar-benar produk unggulan itu secara mandiri.

"Kan kita ada transfer teknologi supaya teknisi kita bisa buat sendiri," kata petugas yang sama.

  ★ detik

Posted in: Alutsista,Artikel,Indonesia Teknologi,Kapal,Lundin

Pabrik Kapal Asal Banyuwangi Bikin 'Tank Laut' Pertama di Dunia

[Feby Sutianto]☆

PT Lundin Industry Invest, pabrik kapal militer yang bermarkas di Banyuwangi Jawa Timur, sedang mengembangkan konsep kapal militer terbaru. Setelah menciptakan kapal perang siluman yakni Kapal Cepat Rudal Trimaran atau KRI Klewang, Lundin kembali menggagas ide membangun kombinasi boat atau kapal dengan tank berat atau heavy tank.

Kapal in diberi nama tank boat atau mirip dengan konsep tank laut. Kombinasi ini diklaim pertama kali dibuat dan belum ada di pasar senjata dunia.

"Kita melihat ini dapat dipakai untuk operasi di laut dan sungai. Heavy tank memiliki kendala untuk operasi di pendalaman dan juga daerah kepulauan. Maka kita kembangkan kombinasi boat dan tank guna mendukung pendaratan amfibi namun dilengkapi senjata berat," kata Presiden Direktur PT Lundin, John Lundin, di sela acara Armored Vehicle Asia (AVA) Conference 2015, Hotel Crowne, Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Untuk bahan baku, kapal bernama X18 Tank Boat akan memakai material komposit. Material ini dinilai lebih kuat 10 kali dari baja namun juga 10 kali lebih ringan dari baja. John menjamin komposit material untuk Tank Boat tahan api. Ia memastikan tidak akan terulang kembali musibah serupa yang menimpa KRI Klewang karena memakai bahan serupa.

"Persoalan sudah diselesaikan. Material komposit memang memiliki masalah soal daya tahan terhadap api. Ini masalah di dunia. Sekarang teknlogi material komposit sudah dipakai di kereta dan pesawat. Teknologi terbaru dari material komposit 100% tahan api," jelasnya.

John bercerita, kombinasi tank berat dan boat ini pernah dibuat oleh Rusia saat perang dunia ke-2 serta saat perang Vietnam oleh Amerika Serikat. Meski dikembangkan, produk boat tank belum berhasil untuk diproduksi karena kendala teknologi. Kini, material komposit membantu menyelesaikan persoalan beban.

"Saat ini, turret dari bahan alumunium. Mau tembak dari laut, butuh kestabilan tinggi. Namun dahulu nggak bisa. Ini produk ringan karena pakai komposit. Yang mungkin 5-15 tahun lalu susah dibuat," jelasnya.

PT Lundin berancana menggandeng PT Pindad (Persero) untuk mengembangkan tank laut ini. Sementara untuk pembuatan turet dengan kaliber 105 MM, Lundin menggandeng CMI Defence, sedangkan Bofors asal Swedia digandeng untuk pengembangan sistem senjata. John mengaku TNI merespon positif konsep tank laut ini.

"Mereka sangat berkesan. Cuma 5-10 tahun lalu produk ini belum ada jadi belum masuk rencana mereka jadi kita kerja keras untuk kembangkan," jelasnya.

Saat beroperasi, X18 Tank Boat mampu membawa 4 kru dan 20 personil. Di atas air, kapal buatan Banyuwangi ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 40 knots. Kapal ini memiliki panjang 18 meter dengan lebar 6,6 meter.(feb/rrd)

  ★ detik

Posted in: Alutsista,Kapal,Lundin

Tank Boat Lundin

⚓️ Solusi atau Masalah Baru? Desain Tank Boat Lundin

Negeri Indonesia yang terdiri dari ribuan kepulauan memang menghadirkan tantangan tersendiri soal pertahanan dan keamanan. Dengan alur perairan yang sempit, membawa pasukan dan dukungan ofensif ke pedalaman merupakan hal yang sulit. Kapal besar tidak masuk, jalan darat pun tidak ada. Apa solusinya?

Pendekatan yang dilakukan oleh PT Lundin Industry Invest sebagai spesialis pembuat kapal berbahan komposit terhitung ekstrim dan tak tanggung-tanggung: membuat kapal cepat yang mengusung kanon tank, ini merupakan gebrakan teknologi pertama di dunia yang mampu menggentarkan lawan.

Di dunia ini hanya Rusia dengan Tral class dan Korea Utara dengan Sariwon Class yang melakukannya. Keduanya digolongkan sebagai korvet. Dihadirkan dalam konferensi AVA (Armored Vehicle Asia) 2015 di Jakarta, PT Lundin menghadirkan maket konsep yang disebut X18 tank boat. Kapal yang mampu mengangkut 20 personel dan diawaki 4 orang ini menggunakan konsep desain catamaran dengan lunas kembar dan paralel untuk membelah ombak dan memberikan kestabilan yang pasti. Material yang digunakan adalah komposit, yang didasarkan pada pengalaman Lundin membangun KRI Klewang, kapal tempur TNI AL pertama yang menganut prinsip kasat radar alias stealth.

Yang paling istimewa dari kapal yang memiliki panjang sekitar 18 meter ini adalah senjata utama yang digunakan. Sistem kubah CMI CT-CV 105mm yang sejatinya merupakan kubah untuk tank medium dipasang saja di atas superstruktur X18, langsung di belakang anjungan. Kubah CT-CV memang istimewa, memiliki sudut dongak sampai 45o sehingga dapat digunakan untuk memberikan bantuan tembakan pada pasukan kawan yang tengah melakukan pendaratan. Untuk pertempuran melawan kapal yang lebih besar juga mumpuni, mengingat CT-CV 105 sudah memiliki sistem komputer balistik dan stabilisasi untuk memberikan solusi dan koreksi atas sudut penembakan. Yang jadi pertanyaan, apakah mungkin konsep ini diwujudkan? Dari sudut lokasi, pemasangan di atap kapal yang notabene menjauhkan beban dari titik berat (CoG) kapal berpotensi menimbulkan ketidakstabilan, apalagi pada saat dilakukan penembakan pada sudut 90o. Belum lagi bobot kubah dan meriam, yang dapat mencapai 7-8 ton.

Solusi memangkas bobot dapat dilakukan dengan mengganti kubah dari bahan baja menjadi alumunium, tetapi tentu tidak banyak pula penghematannya. Soal kedua, masalah stabilisasi. Mengandalkan sistem stabilisasi untuk permukaan tanah dengan dua sumbu tentunya tak sebanding dengan ganasnya ombak di perairan Indonesia, sehingga efektifitas meriam 105mm di laut lepas cukup diragukan. Kemungkinan terbesar meriam ini baru akurat saat Tank Boat berada di perairan litoral atau bahkan sangat dekat dengan pantai, plus alur sungai. Selebihnya, Tank Boat mungkin perlu senjata sekunder seperti kanon 25/30/35mm untuk mengusir lawan yang menghadang dari permukaan laut.

Biarpun baru merupakan maket dan gambar di atas kertas, PT Lundin sendiri berencana menggandeng PT Pindad, Bofors Defense sebagai integrator sistem kendali penembakan, dan CMI sebagai pembuat kubah CT-CV 105 sebagai pemasok kubah.

  ⚓️ ARC

Posted in: Kapal,Lundin

#Tag : Kapal Lundin

Apa Kabar Klewang II

⚓️ Rancangan Kapal Trimaran di Singapura Maket Trimaran KRI Klewang II di Singapura [Tinhte.vn]

Bagaimana kabarnya kelanjutan kapal trimaran produksi PT Lundin? Baru-baru ini di pameran militer dan pertahanan IMDEX di Singapura 2015, nampak maket kapal trimaran rancangan PT Lundin di stand SAAB.

Yang menarik dari stand tersebut, SAAB yang mempunyai andil dalam penawaran disana. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa PT Lundin dalam penyelesaian kapal KRI Klewang II telah bekerjasama dengan SAAB.

Dalam kerjasama tersebut kapal trimaran pesanan TNI AL pun ada perubahan alutsista dari pertama yang akan dipasok dari negeri naga berubah dengan sistem alutsista, radar produk SAAB Swedia.

Selain itu, sistem alutsista yang ditawarkan SAAB cukup menarik, meriam utama yang nampak di gambar terlihat menggunakan kubah siluman kaliber 40 mm (Bofors 40 Mk4) dan rudal yang awalnya akan diisi produk China berubah menggunakan rudal terbaru RBS 15 Mk3, maka sistem senjata dan radar pun akhirnya mencomot produk yang dibuat oleh SAAB.

Untuk rudal anti kapal, kapal trimaran Klewang II akan dibekali 4 unit peluncur rudal RBS-15 Mk3. Dari spesifikasi yang ada, RBS-15 Mk3 termasuk rudal jelajah dengan pola operasinya fire and forget. Ada perubahan desain Rancangan desain awal kapal trimaran PT Lundin

Dari gambar diatas dan samping, terlihat ada perubahan desain kapal trimaran produksi PT Lundin dari awal sampai sekarang.

Nampak penempatan meriam utama tidak berada diatas lagi melainkan berada di depan. Mungkin penempatan ini untuk meminimalkan getaran meriam pada kapal trimaran tersebut.

Perubahan lain dengan tiang penyangga radar pun lebih tinggi. Bentuk pertama bulat berubah menjadi segi enam dan terlihat lebih pas dengan penyangga di badan kapal tersebut.Proses masih panjang Proses pembuatan kapal trimaran PT Lundin [Audrey]

Minggu lalu beredar foto jepretan Audrey perihal kapal trimaran produksi PT Lundin.

Dari gambar di sebelah terlihat proses kapal masih membutuhkan waktu yang akan lama, prediksi asal nebak dari gambar menunjukan produksi kapal tidak akan selesai tahun ini.

Sayangnya tidak ada informasi yang jelas, mengapa proses kapal Klewang II ini berbeda dengan proses produksi pertama, pada produksi pertama, PT Lundin lebih cepat dalam penyelesainnya.

Apapun alasannya mari kita nantikan kapal trimaran pertama kebanggaan Indonesia ini kedepan.Ocean Eagle 43MH Maket Trimaran Perancis [Janes]

Pada Pameran IMDEX 2015 di Singapura, terlihat maket kapal trimaran produk Perancis.

Galangan kapal Perancis, Constructions Mécaniques de Normandie (CMN) memperkenalkan kapal trimaran penyapu ranjau dengan sebutan Ocean Eagle 43MH.

Sumber CMN diberitakan akan menargetkan angkatan laut India dan Indonesia, sebagai pembeli potensial untuk menggantikan kapal penyapu ranjau (MCM) mereka yang sudah tua.

Kapal Ocean Eagle 43MH memiliki panjang keseluruhan 43,6 m, lebar 15,7 m, dan draft maksimal 2 m. Didukung oleh dua mesin diesel, kapal ini bisa mencapai kecepatan tertinggi 19 knot dan menjelajah sejauh 2.500 nautical mil pada kecepatan 14 knot. Fitur lambung dan suprastruktur yang terbuat dari bahan komposit, menjanjikan pendeteksian magnetik dan akustik yang rendah.

Kapal yang ringan ini dipersenjatai dengan satu meriam 20 mm remote-control dan dua senjata mesin 12,7 mm sebagai senjata tambahan. Kapal trimaran produk Perancis ini membawa satu perahu karet untuk operasi di laut.

Dari gambaran dua tipe kapal trimaran ini, terlihat kapal trimaran produksi PT Lundin lebih menjanjikan, dibandingkan kapal produk Perancis. Selain produksi bangsa sendiri, tentunya pesenan TNI AL ini akan memajukan produk nasional Indonesia.

Apalagi bila penawaran ini bisa dimaksimalkan dengan harga lebih murah dari produk luar. Dan pasti sistem pendukungnya PT Lundin harus bisa kerjasama dengan produk luar untuk memaksimalkan kapal trimaran ini, bila nantinya TNI AL berminat untuk akuisisi kapal penyapu ranjau seperti yang ditawarkan Perancis. [Berbagai sumber]

  ⚓️ Garuda Militer

Posted in: Kapal,Lundin,TNI AL

[World] DEW completes keel-laying for eight Bangladesh Navy high-speed patrol boats

Under Licensed PT Lundin An artist's illustration of the BN's X12 high-speed patrol boat to be built by DEW Narayanganj (DEW)★

Dockyard and Engineering Works (DEW) Narayanganj, the Bangladesh Navy (BN)-owned shipyard, announced recently that it held a keel-laying ceremony for eight high-speed patrol boats for the BN.

The boats are being built to the X12 design under a technology transfer arrangement with Indonesia's PT Lundin (North Sea Boats), which secured a contract to supply 18 boats to the BN and the Bangladesh Coast Guard in 2014. The contract is valued at IDR75 billion (USD6 million), according to Indonesian media reports. IHS Jane's reported in November 2014 that this contract also has an option clause for 10 more boats.

The fully composite X12 design is based on PT Lundin's X15 patrol boat concept, itself derived from the Swedish Combat Boat 90 (CB90) concept. The use of advanced composites in constructing the high-speed patrol boats to Bureau Veritas classification rules will be a first for DEW.

PT Lundin's X12 design (what is perhaps a new monohull design) is being built in two variants for Bangladesh - a 'combat boat' version for the navy and a full cabin variant for the coastguard. PT Lundin confirmed to IHS Jane's that two X12 craft for the Bangladesh Coast Guard were completed earlier this year at its facility in Banyuwangi, Indonesia.

A graphic of the patrol boats, released by DEW, shows a full cabin superstructure instead of the truncated superstructure arrangement on the X15. At the same time, ceremonial banners and data boards from the keel-laying ceremony on 24 May clearly show the 'combat boat' variant of the X12.

The X12 boats are 11.7 m long and 3.5 m in beam, draw 0.835 m of water, displace 10.2 tonnes fully loaded, and have a top speed of 35 kt. They have a waterjet propulsion system powered by two Volvo Penta engines producing 320 kW at 3,500 rpm, which drive the waterjets through ZF gearboxes. Electrical power is provided by two 6 kW Cummins diesel generators. The boats are equipped with two 765-litre fuel tanks.

The boats are likely to be fitted with two or more machine guns - one mounted amidships atop the cabin and the other(s) mounted aft on the deck. The DEW graphic also shows a small mast-mounted radar.

While the DEW release did not provide details on delivery schedules, Indonesian media reports (citing PT Lundin sources) suggest that the boats will likely be completed in about 12 months or so, using a parallel construction approach.

  ♞ IHS Janes

Posted in: Kapal,Lundin

#Tag : Kapal Lundin

Bonefish akan Diujicoba di Indonesia

Ilustrasi Bonefish

Pada Indo Expo, pameran alutsista terbesar di Indonesia, Saab meluncurkan konsep kapal permukaan tanpa awak yang dilengkapi dengan radar, sensor dan sistem komunikasi canggih.

Kapal Bonefish dikembangkan oleh Saab dan pembuat kapal Indonesia PT Lundin. PT Lundin bertanggung jawab untuk platform, sementara Saab mengembangkan sistem kontrol kemudi dan subsistem lain yang terkait dengan persyaratan khusus.

Jika operasional nanti, Bonefish akan menjadi kapal multi-guna. Sebagai contoh, dapat digunakan untuk patroli, pengawasan, pencarian dan penyelamatan dan perlindungan lingkungan kerja.

Bonefish akan diuji selama satu tahun. Kemudian kita akan mengevaluasi apakah akan mengambil langkah berikutnya untuk meluncurkan produk, “kata Kepala Saab Indonesia, Peter Carlqvist, 10/06/2015. [Saab Indonesia]

  ★ JKGR

Posted in: Kapal,Lundin,UAV

#Tag : Kapal Lundin UAV

Indonesia Halts Klewang-class Stealth Attack Craft Programme

Indonesia has indefinitely suspended a stealth trimaran programme known as the Klewang class. Klewang Class [Padang Ekspres] ☆

Halt may signal a shift in acquisition priorities for the new navy chief who assumed command in December 2014.

The Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Laut, or TNI-AL) has suspended the 63m stealth fast attack craft programme known as the Klewang class and will not be making further acquisitions beyond the single vessel that is currently under construction.

Vice-president and head of Saab Indonesia, Peter Carlqvist, told IHS Jane's at the 2016 Singapore Airshow that the company's weapons and systems will now also not be fitted onboard the vessel that is under construction at Indonesian shipbuilder PT Lundin's premises in Banyuwangi, East Java.

  ☆ IHS Janes

Posted in: Artikel,Ilmu Pengetahuan,Kapal,KRI TNI-AL,Lundin