Loading Website
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

TNI AL Bakal Miliki Pesawat CN 235

BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia (DI) akan menyelesaikan lima pesawat CN 235 pesanan TNI Angkatan Laut (AL) sepanjang tahun 2012.

Humas PTDI, Rohendi Triatna menyebutkan, kontrak PTDI dengan TNI AL sudah dimulai sejak 2009 akhir. "Rencananya akhir tahun ini selesai dikerjakan," kata Rohendi, di Bandung, Selasa (17/4/2012).

Dijelaskannya, TNI AL awalnya memesan tiga pesawat, namun bertambah menjadi lima pesawat CN 235. Kelima pesawat itu pun tengah dalam pengerjaan.

Menurutnya, selama ini, TNI AL belum memiliki CN 235 dan hanya menggunakan pesawat C212 sebanyak tiga unit buatan PT DI.

"Yang sudah memiliki CN 235 baru TNI AU, angkatan lain belum," katanya.

Spesifikasi CN 235 yang dibuat untuk TNI AL tetap sama dengan pendahulunya. Misalnya, pesawat CN235 110 KCG pesanan Badan Penjaga Pantai Korea Selatan atau Korea Coast Guard (KCG). Meski demikian, menurutnya pesawat tersebut memiliki masing-masing keunggulan.

"CN 235 memiliki kelebihan dalam mengarungi wilayah kelautan. Indonesia memiliki wilayah laut yang luas. Diharapkan, kontrol TNI AL dengan adanya CN235 bisa lebih maksimal," tandasnya. (ris)

• Okezone

Posted in: Alutsista,DI,Pesawat,TNI AL

TNI AL Kembangkan Rekayasa Elektronik Pertahanan

CMS PT LEN
Jakarta, InfoPublik - TNI Angkatan Laut dan PT LEN, menandatangani piagam kesepakatan kerja sama saling menguntungkan, untuk mengembangkan kemampuan di bidang penelitian dan pembuatan rekayasa elektronik pertahanan di lingkungan TNI AL.

Penandatanganan dilakukan di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (19/6). Sebagai pihak pertama, PT LEN Industri (Persero) diwakili oleh Wahyuddin Bagenda selaku Direktur Utama, sedangkan TNI AL sebagai pihak kedua diwakili oleh Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut (Asrena Kasal) Laksamana Muda TNI Ade Supandi, S.E.

Asrena Kasal, mengatakan kerja sama antara kedua instansi tersebut antara lain melingkupi, kerja sama dalam bidang penelitian, pengembangan Combat Management System, alat komunikasi militer, alat instruksi atau penolong instruksi, serta peperangan elektronika. Selain itu dalam bidang peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang rekayasa elektronika pertahanan juga menjadi hal pokok pada kerja sama tersebut.

Kerja sama ini merupakan upaya untuk mensinergikan sumber daya yang dimiliki TNI AL dengan PT LEN Industri (Persero), sekaligus dalam rangka mendayagunakan kemampuan industri dalam negeri guna mendukung kemandirian pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI AL dan penguasaan teknologi elektronika pertahanan, ujarnya.

Mengenai waktunya, kerja sama ini kata dia, dipastikan akan berjalan hingga lima tahun kedepan terhitung sejak 19 Juni 2012.

Kami optimis realisasi kerja sama ini dapat mensejajarkan industri pertahanan dalam negeri dengan industri pertahanan di dunia internasional, dan menumbuhkan kemandirian Indonesia akan pemenuhan kebutuhan Alutsista.

“Saya harap seluruh pihak akan segera menindaklanjuti kesepakatan ini dengan penuh rasa tanggung jawab, sesuai dengan peran, fungsi, dan tugas masing-masing,” kata Ade Supandi. Sementara Dirut PT LEN Industri Wahyuddin Bagenda, berharap, kerja sama ini dapat terlaksana dengan baik, dan implementasinya di lapangan dapat diwujudkan secara nyata.(rm)(bipnewsroom)

Posted in: BUMNIS,LEN,TNI AL

#Tag : BUMNIS LEN TNI AL

Kerjasama Produksi Rudal Indonesia-Tiongkok Perkuat TNI AL

Pengamat intelijen Wawan Purwanto dari Lembaga Pengembangan Kemandirian Nasional (LPKN) mengatakan kemitraan Indonesia dan Tiongkok dalam memproduksi peluru kendali, alias rudal, dinilai cukup strategis karena memperkuat kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut dalam melindungi wilayah perbatasan Indonesia.

Menurut Wawan, di samping modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Laut, kerjasama produksi rudal tersebut oleh pihak pemerintah Indonesia dilakukan dengan menekankan mekanisme alih teknologi antar pakar kedua negara.

“Itu sangat konkrit, tampak ada kemajuan-kemajuan. Berbagai kepentingan terkait persenjataan, baik di darat, laut, udara dan Kepolisian didorong untuk 60 persen dipenuhi dari dalam negeri, tentu saja dengan persetujuan rakyat melalui DPR RI,” ujar Wawan di Jakarta pada Jumat (22/6).

Wawan menambahkan kemitraan Indonesia dan Tiongkok secara menyeluruh memiliki nilai strategis dalam mewujudkan stabilitas dan kerjasama pertahanan di kawasan Asia dan Pasifik.

“Di antara negara-negara tetangga, perlu ada suatu transparansi bahwa semua hubungan ini, yang terkait dengan kerjasama pesenjataan (alutsista), yang menyangkut alih teknologi maupun penggunaan sejata itu sendiri, tidak terkait dengan masalah-masalah ekspansi tetapi terkait dengan masalah ketahanan nasional Indonesia,” katanya.

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengatakan, kerjasama produksi rudal Indonesia dan Tiongkok merupakan salah satu butir kesepakatan kemitraan yang lebih menyeluruh dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI.

”Ini penting, agar Indonesia bisa menjaga hubungan dengan banyak negara, dan Tiongkok merupakan mitra strategis di kawasan ini. Kementrian Pertahanan saat ini tengah menyusun mekanisme kemitraan kedua negara terkait kerja sama produksi rudal tersebut,” ujarnya.

Kementerian Luar Negeri  melalui Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing baru-baru ini menyatakan, kerjasama Indonesia dengan Tiongkok berlandaskan mekanisme alih teknologi teknologi untuk produksi bersama peluru kendali (rudal) jenis C-705 yang akan digunakan TNI Angkatan Laut.

Dari kerjasama tersebut, diharapkan di masa depan Indonesia juga lebih mampu mengembangkan jenis rudal canggih untuk keperluan militer. Menurut kesepakatan kerja sama industri pertahanan antara kedua negara, pembelian senjata tertentu harus dilakukan antarpemerintah dan disertai alih teknologi peralatan militer yang antara lain mencakup cara perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, dan pelatihan.

Indonesia menetapkan anggaran sebesar 72 triliun rupiah untuk kebutuhan pertahanannya melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012.( VoA)

Posted in: Kerjasama,Rudal,TNI AL

TNI AL Manfaatkan Pesawat Intai Tanpa Awak

Jakarta: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut akan memanfaatkan pesawat intai tanpa awak (UAV) milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh itu ditandai dengan penandatanganan Piagam Kesepakatan Bersama yang dilakukan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno dan Kepala LAPAN Bambang S Tejasukmana, di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.

KSAL Laksamana TNI Soeparno, mengatakan, kerja sama yang dilakukannya itu, ada jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendeknya, meningkatkan kapasitas atau kualitas SDM dengan cara pelatihan bersama, saling memberi, saling tukar informasi.

Sementara, jangka panjang memanfaatkan teknologi penginderaan jauh, seperti penggunaan satelit dan pesawat intai tanpa awak (UAV).

"Kerja sama ini dapat membantu tugas TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara, seperti pengawasan kapal-kapal yang melintas di perairan Indonesia. Pulau-pulau terluar juga akan diawasi," kata KSAL.

Menurut dia, kerja sama itu dapat menghemat anggaran yang ada karena bisa memadukan dua instansi yang memiliki keterkaitan.

"Untuk pertama ini, kita akan coba lima tahun. Mungkin nanti ditambah lagi lima tahun. Mungkin setelah 10 tahun sudah tercapai apa yang kita inginkan," katanya seraya berharap melalui kerja sama ini pengamanan laut bisa lebih optimal.

Kepala LAPAN Bambang S Tejasukmana, mengatakan, teknis bantuan yang diberikan LAPAN kepada TNI AL, yakni pesawat intai tanpa awak (UAV) dan satelit sebagai penginderaan jauh untuk melakukan pengamatan di daerah laut.

"Kita akan membangun satelit yang bisa dipakai angkatan laut, umumnya TNI. Kami mencoba membangun kemampuan LAPAN ini yang bisa mendukung kegiatan di TNI AL. Satelit yang akan dibangun membawa sensor sistem identifikasi otomatis," katanya Menurut dia, tidak ada target pencapaian karena antariksa itu infrastruktur penting untuk pertahanan.

"Jadi tidak terbatas. Proyeksi ini akan terus diulang lima tahun dan diulang lagi sampai jelas bentuknya. Lima tahun ini kita lebih fokus ke penginderaan jauh, pemantauan pulau kecil, pemanfaatan satelit untuk kegiatan TNI AL," kata Bambang.

Ruang lingkup kerja sama itu, meliputi bidang penelitian, pengkajian, pengembangan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) kedirgantaraan. Iptek kedirgantaraan itu sendiri mencakup, penginderaan jauh, sains dirgantara dan teknologi kedirgantaraan.

Selain itu, kedua instansi juga bekerja sama dalam bidang pertukaran ilmu pengetahuan, data, informasi, dan tenaga ahli serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam acara itu, juga ditandatangani dua perjanjian kerja sama antara LAPAN-Dinas Pengamanan AL (Dispamal) tentang pendidikan, pelatihan, dan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan LAPAN-Dinas Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Dishidros).

Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh menjadi fokus utama dalam kerja sama itu karena teknologi ini sangat membantu dalam pemantauan dan pengamatan laut. Penginderaan jauh juga dapat memberikan data yang akurat, komprehensif dan dapat diterima setiap saat, sehingga membantu tugas TNI AL.

Sumber: Jurnas

Posted in: Alutsista,TNI AL,UAV

★ Indonesian Navy Ordered Six VITESSE Mark II Class FIB

The fast interceptor boat was designed with airventilated triple step hull, max speed 60 knots (all photos : Navy Recognition)

The VITESSE Mark II is a high speed military delta conic airventilated triple step hull interceptor type vessel made in Indonesia. It is a joint project between PT. Rizki Abadi and PT Royal Advanced Fiber (RAF boats). It was designed following a special request from Indonesian Special Forces for Anti-terror and interception missions.

As per Indonesian Navy requirement, the VITESSE Mark II can sustain speeds of 35 knots in 2 meter high waves. Following some tests, the Indonesian Navy Research & Technical department certified this vessel. Indonesian Navy ordered six VITESSE Mark II class interceptors with the first delivery expected to take place in 2013.

© NavyRecognition

Posted in: Kapal,TNI AL

#Tag : Kapal TNI AL

★ TNI AL Bareng UI Kembangkan Robot Kapal Tanpa Awak

Robot UI-TNI AL Makara-02 (TNI AL)
Jakarta - TNI AL terus mengembangkan dan memperbaharui kemampuan tempurnya untuk mempertahankan kedaulatan NKRI. Salah satunya adalah mengembangkan proyek kapal tanpa awak yang diberi nama SEA GHOST Project.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (20/11/2012), TNI AL bekerja sama dengan Mahasiswa UI yang terdiri dari mahasiswa Teknik Perkapalan (M Hary Mukti/2009, Aditya Meisar/2009), Teknik Mesin(Ricky/2012), Teknik Elektro (Novika Ginanto/2008, Irvan JP Elliika/2008) dan Ilmu Komputer (M Anwar Ma’sum/2009).

Konsep Road Mapnya adalah tentang Cyber Warfare dalam pertahanan Indonesia, dimana nantinya kapal tanpa awak ini akan dikendalikan melalui komunikasi satelit. Kapal ini digunakan untuk melakukan penyerangan terhadap kapal penyusup.

Jika kapal tanpa awak ini terkena serangan hacker atau virus dalam komunikasi datanya oleh penyusup yang menjadikan gerakan kapal tanpa awak ini menjadi kacau atau tak terkendali, maka PUSINFOLAHTA – Mabes TNI akan melakukan perlawanan terhadap virus atau serangan hacker sehingga kapal tanpa awak ini dapat dikendalikan kembali dan memulai penyerangan terhadap kapal musuh/penyusup kembali.

Prototipe kapal tanpa awak yang dikerjakan oleh para mahasiswa UI ini ditampilkan di stand Mabes TNI pada acara Indo Defence 2012 yang diselenggarakan di Jakarta International EXPO-Kemayoran pada 7-10 November 2012 yang lalu.

Kapal tanpa awal yang diberi nama Makara-02 ini sebelumnya telah meraih penghargaan desain terbaik se-Indonesia dan berhasil melampaui 4 rintangan secara otomatis (fully autonomous) tanpa kendali dibandingkan peserta lain pada Kontes Kapal Cepat Tak Berawak 2012 Kategori Autonomous yang dilaksanakan di Pantai Kartini-Jepara melalui bimbingan Dosen Perkapalan (Dr. Ir. Sunaryo, M.Sc) dan Dekan FTUI (Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng).

Makara-02 merupakan robot kapal tanpa awak yang dikembangkan dari Makara-01, yaitu robot kapal tanpa awak sebelumnya yang dilombakan di Amerika Serikat, Robot kapal tanpa awak ini berdimensi 4.94ft x x 2.96ft 0.73ft dengan sistem kendali otomatis berdasarkan sensor kamera (image processing).

Aspek kunci dari desain Makara-02 adalah desain berteknologi tinggi yang memperhatikan aspek stabilitas dan hambatan yang sangat rendah merupakan perpaduan antara SWATH (Small Waterplane Area Twin Hull) dan teknologi Wave Piercing sehingga kapal jauh memiliki nilai inovasi yang tinggi.

Robot kapal tanpa awak MAKARA-02 ini nantinya akan digunakan sebagai model untuk uji towing tank untuk memprediksi hambatan pada SEA GHOST yang berukuran FLEET CLASS yaitu memiliki panjang kurang lebih 10 m dan memiliki payload lebih dari 2 ton, sehingga stabilitas kapal sangat baik ketika dilengkapi persenjataan dan sistem komunikasi yang canggih. Perkembangan Kapal tanpa awak ini berkembang pesat di Amerika Serikat, Israel dan bahkan telah digunakan di Singapura.

Video:

© Detik

Posted in: Robot,TNI AL,UI

#Tag : Robot TNI AL UI

★ Pangkolinlamil Luncurkan Crew Boat Produksi Lokal

Pangkolinlamil Laksda TNI S.M. Darojatim saat meluncurkan Crew Boat di Galangan PT. Tesco Indomaritim. (Foto: Kolinlamil)

Jakarta - Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI S.M. Darojatim secara resmi meluncurkan crew boat Kolinlamil bertempat di Perusahaan Galangan Kapal, PT. Tesco Indomaritim, Babelan, Kab. Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/11).

Peluncuran crew boat ini diawali dengan acara pemotongan tumpeng oleh Pangkolinlamil, yang menandai secara resmi peluncuran crew boat tersebut untuk dioperasikan. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT. Tesco Indomaritim Dr. Jamin Basuki, pejabat PT. Tesco Indomaritim, serta segenap pejabat teras Kolinlamil.

Sebelum crew boat diluncurkan di air, dilaksanakan tradisi pemecahan kendi ke badan kapal yang dilakukan oleh Dansatlinlamil Jakarta Kolonel Laut (P) Tri Satriya Wijaya, dengan disaksikan Pangkolinlamil, dan para pejabat yang hadir.

Crew boat yang baru diluncurkan tersebut akan dioperasikan untuk kapal antar jemput bagi anak buah kapal, dari mako Kolinlamil ke KRI yang tengah lego jangkar di Teluk Jakarta. Crew boat tersebut merupakan kapal kedua yang diproduksi PT. Tesco Indomaritim untuk Kolinlamil, dengan spesifikasi teknis; panjang 16 meter, lebar 4,5 meter, diawaki empat orang, dan dapat mengangkut 50 penumpang. Kapal tersebut dapat melaju dengan kecepatan maximum 12 knot.

Kolinlamil

Posted in: Kapal,TNI AL

#Tag : Kapal TNI AL

TNI AL – Undip Jalin Kerja Sama Penelitian

TNI AL – Undip Jalin Kerja Sama Penelitian Surabaya � TNI AL dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menjalin kerja sama peningkatan sumber ddaya manusia (SDM) di bidang Hidrografi dan Oseanografi melalui pedidikan, pelatihan, dan penelitian. Hal itu ditandai dengan penandatangangan kerja sama antara Kepala Dinas Hidro-Oseanografi TNI AL (Dishidros) dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/12).

Kepala Dishidros, Laksma TNI Aan Kurnia, mengatakan kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan ini nantinya dapat saling memberikan kesempatan kepada mahasiswa ilmu perikanan dan kelautan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan.

"Kerja sama ini juga untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat), dan untuk meningkatkan SDM dalam bidang hidrografi dan oseanografi," kata dia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Muhamad Zaenuri, mengungkapkan dengan adanya kerja sama ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian tentang ilmu kelautan. "Dari kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk meningkatkan Ilmu pengetahuan di bidang kelautan bagi para mahasiswa," ujar dia.

Bendera Indonesia Koran Jakarta

Posted in: Kerjasama,TNI AL,Undip

TNI AL Kerahkan Kendaraan Amfibi di Pantai Mutiara

Jakarta � TNI AL mengerahkan kendaraan amfibi untuk membantu warga di Pantai Mutiara dan kawasan Kapuk, Jakarta Utara. Satgas banjir TNI AL masih menggelar posko satgas banjir di beberapa wilayah Jakarta dengan menambah sejumlah perahu karet di lokasi banjir dan empat Kapa (Kendaraan Angkut Pasukan) di lokasi banjir Pantai Indah Kapuk.

"Kapa dan perahu karet khususnya yang ditempatkan di lokasi banjir Pantai Muara Indah Kapuk untuk membantu evakuasi dan dapat lebih banyak mengangkut korban banjir bagi masyarakat yang masih terjebak di rumah," kata Kepala Dinas Penerangan Armada RI Kawasan Barat (Armabar) Letnan Kolonel Laut (KH) Agus Cahyono, Minggu (20/1/2013) di Jakarta.

Keberadaan empat Kapa jenis amfibi ini sangat efektif untuk mengangkut masyarakat dalam kegiatan evakuasi di pantai Mutiara Indah Kapuk. Kendaraan itu mulai dioperasikan Sabtu (19/1/2013) malam.Satgas banjir TNI AL yang dikoordinasi oleh Komando Armabar telah menempatkan personel, sejumlah perahu karet dan ambulans untuk membantu di lokasi banjir wilayah Jakarta. Satgas melibatkan personel Komando Armabar, Korps Marinir, Komando Lintas Laut Militer, Sekolah Staf dan Komando TNI AL, Pangkalan Utama TNI AL III, dan Dinas Hidro Oseanigrafi tersebut sampai saat ini masih bertugas di posko banjir TNI AL.

● Kompas

Posted in: TNI AL

#Tag : TNI AL

★ Makara-02, Kapal Pengintai Buatan TNI AL dan Mahasiswa UI

Kapal ini memiliki dimensi 4,94 kaki x 0,73 kaki.

Makara-02, prototype kerjasama TNI AL dan UI

Saat ini TNI Angkatan Laut Indonesia (AL), bekerjasama dengan mahasiswa teknik perkapalan Universitas Indonesia (UI), sedang menjalani kerjasama dan pengembangan sebuah proyek bernama Sea Ghost Project.

Proyek ini tergolong istimewa lantaran merupakan proyek kapal perang tanpa awak. Konsep road mapnya adalah Cyber Warfare untuk pertahanan Indonesia. Kegunaannya adalah untuk melakukan pengintaian dan penyerangan terhadap para kapal penyusup. Cara pengendalian kapal ini sendiri akan menggunakan sistem teknologi komunikasi satelit dan sensor kamera.

Saat ini Sea Ghost Project telah dibuat prototype dan diberi nama Makara-02. Kapal ini memiliki dimensi 4,94 kaki x 0,73 kaki. Prototype ini juga telah dipamerkan di stan Mabes TNI pada acara Indo Defence 2012, November lalu.

Meski belum diujicobakan sebagai kapal perang sungguhan, prototype Makara-02 sudah sering mengikuti lomba di Amerika. Tujuannya yakni untuk memperbaiki segala kekurangan yang masih dimiliki.

Para mahasiswa yang terlibat adalah, M Hary Mukti dan Aditya Meisar dari teknik perkapalan. Mereka juga dibantu Ricky (Teknik Mesin), Novika Ginanto (Teknik Elektro), Irvan JP Elliika (Teknik Elektro), serta mahasiswa Ilmu Komputer yakni M Anwar dan Ma'sum.

Berita Satu

Posted in: Kapal,TNI AL,UI

#Tag : Kapal TNI AL UI

TNI AL Bantu Pengembangan Potensi Maritim Sabang

TNI AL Perkuat Jaga Kepulauan Sabang Jakarta | TNI Angkatan Laut akan membantu pengembangan potensi maritim di kawasan Sabang dan pengoperasian "Hyperbaric Chamber" di Rumah Sakit AL J Lilipory Sabang, Provinsi Aceh.

Rencana itu terungkap ketika Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang juga selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS) melakukan penandatangan Piagam Kesepakatan Bersama di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (28/2) dikutip dari Antara.

KSAL Laksamana TNI Marsetio mengatakan kerja sama antara TNI AL dan DKS itu berupa layanan kesehatan dan pemgembangan maritim di kawasan Sabang.

Menurut dia, kawasan Sabang yang memiliki keindahan laut cukup menawan membuat para wisatawan asing datang ke Sabang untuk melakukan penyelaman (diving), namun bila terjadi kecelakaan laut akibat penyelaman belum ada sarana untuk melakukan pemulihan.

"DKS memiliki sarana peralatan "Multiplace Hyperbaric Chamber", sementara TNI AL memiliki dokter-dokter berkualitas di RSAL di Sabang. Karena itu, ini kami kerja samakan. Alat kesehatan itu untuk memulihkan kesehatan penyelam," kata Marsetio.

TNI AL, kata dia, akan concern terhadap pengembangan potensi maritim di kawasan Sabang, pasalnya Sabang memiliki potensi yang cukup bagus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Kita miliki Lantamal I di Sabang. Mereka bisa membantu pengembangan maritim di Sabang," katanya.

Marsetio menambahkan, Sabang merupakan pintu masuk bagi kapal-kapal internasional yang akan masuk ke Selat Malaka, namun TNI AL bisa melakukan pemantauan di wilayah itu melalui radar yang dimilikinya.

"Kita punya 12 radar di perlintasan Selat Malaka. Kita bisa lihat bila ada kapal yang melintas di Selat Malaka," katanya.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah, mengatakan, dalam pengelolaan kawasan Sabang perlu kerja keras dan kerja sama dengan semua pemangku kepentingan, salah satunya TNI Angkatan Laut karena kawasan Sabang memiliki nilai strategis seperti aspek geografis dimana letak Sabang yang berbatasan langsung dengan dunia internasional yang miliki potens besar.

Dari aspek pertahanan negara, posisi Sabang berdekatan dengan Internasional, dimana ada pulau terluar yang dimiliki Indonesia, yakni Pulau Rondo.

Kerja sama yang dilakukan oleh TNI AL, kata Ketua DKS ini, agar potensi maritim di kawasan Sabang bisa dikelola dengan baik. Tak hanya itu, kerja sama yang dilakukannya dalam terapi oksigen, di mana TNI AL memiliki rumah sakit yang memadai di Sabang.

"Kami memiliki alatnya dan TNI AL memiliki rumah sakit yang memadai. Terapi oksigen ini diperlukan untuk pemulihan bagi wisatawan yang suka menyelam," katanya.

Ia mengatakan kerja sama berlangsung selama lima tahun.(*/hrb)

  ● Investor

Posted in: Kerjasama,TNI AL

#Tag : Kerjasama TNI AL

TNI AL Masuk Tim Eskavasi Gunung Padang

  Bantuan awal adalah ikut membersihkan situs dari timbunan tanah.

TNI Angkatan Laut (TNI AL) ikut membantu Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang yang terdiri dari arkeolog, geolog, arsitek dan pakar di bidangnya dalam melakukan proses eskavasi terhadap bangunan purba yang terkubur di situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat.

Seperti disampaikan Kadispen TNI AL, Laksma TNI Untung Suropati dalam seminar di Universitas Indonesia "Teknologi Perkapalan dan Sejarah Peradaban Indonesia" bahwa bantuan awal kepada masyarakat adalah ikut membersihkan situs dari timbunan tanah.

"Pada prinsipnya TNI AL selalu siap dilibatkan," ungkap Untung kepada VIVAnews, Kamis, 11 April 2013.

Untung Suropati yang datang mewakili KSAL Laksamana Madya TNI Marsetio dalam acara tersebut juga turut mendengarkan paparan dari arkeolog UI, DR Ali Akbar yang tergabung dalam Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang tentang temuan terbaru dalam sejarah peradaban Indonesia.

Prof Dr Hasjim Djalal yang turut hadir, mengungkapkan sejarah peradaban suatu bangsa juga menjadi penting, karena dalam pengalamannya di era Presiden Soekarno sampai sekarang sebagai Wakil Indonesia dalam meja perundingan batas-batas negara, temuan sejarah merupakan bukti pendukung utama dalam menentukan batas-batas negara.

"Saya mengikuti paparan Pak Ali Akbar dan tim sudah beberapa kali, Gunung Padang bukan sekadar artefak sejarah. Sudah bagus pemerintah mau membantu peneliti, selama ini kesannya para peneliti dibiarkan bekerja sendiri," katanya.

Sebelumnya Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam telah mengungkapkan apresiasinya kepada para ilmuwan yang terlibat di dalam Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang dan berharap apa yang telah dihasilkan penelitian tersebut dapat dijadikan inspirasi bagi intelektual lainya untuk menghasilkan karya-karya atau temuan-temuan nyata yang bermanfaat untuk bangsa indonesia.

"Intelektual kita banyak, kalau berkontribusi semua, maka akan baik untuk Indonesia," ujar Dipo Alam.

Sebagai informasi, para peneliti Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang terdiri dari berbagai ilmuwan terbaik Indonesia seperti ahli kebumian, Dr. Danny Hilman Natawijaya, mantan Ketua Umum IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) paleosedimentolog, Dr. Andang Bachtiar, Pendiri MARI (masyarakat arkeologi Indonesia) yang juga arkeolog UI, Dr. Ali Akbar, ahli budaya FIB UI.

Kemudian ada juga Dr. Lily Tjahjandari, praktisi arsitek dan kawasan, Pon Purajatnika, ahli kompleksitas dan astronomi dari BFI, Hokky Situngkir, ahli permodelan sipil BPPT, Dr Budianto Ontowirjo, ahli petrografi ITB, Dr Andri S Subandrio, ahli administrasi negara, Prof DR Zaidan Nawawi dan sebagainya.

Tim yang dibentuk atas inisiasi Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, merupakan pendalaman terhadap temuan ikutan dalam penelitian kebencanaan purba, sebagai salah satu bagian utama dari mitigasi terhadap katastropik (bencana sangat besar) yang mengulang.

Dibentuknya tim ini merupakan satu bentuk fasilitasi pemerintah terhadap keinginan para ilmuwan multi disipilin memberikan sumbangsih kepada negara.

Tim Terpadu Riset Mandiri ini sendiri menggunakan berbagai metode non konvensional dalam penelitianya seperti penggunaan geolistrik, georadar, maupun geomagnetik, serta dan alat bantu geofisika lainnya.

Selain itu juga menggunakan citra satelit, foto IFSAR, kontur dan peta model dijital elevasi (DEM). Dari berbagai data yang dihasilkan itu, serta ditambah dengan pembuktian paleosedimentasi di beberapa titik bor sampling, serta analisa petrografi.

Keberhasilan tim untuk berkerja sejauh ini sampai pada hasil membuktikan hasil hipotesa mereka dengan melakukan penggalian arkeologi beberapa titik bahwa ada bangunan utama berukuran 15 hektar atau setara dengan 10 kali dari Candi Borobudur di Gunung Padang yang tertimbun, serta luas total kompleks bangunan sebesar 75 hektar ini bukan semata capaian di bidang arkeologi dan kebudayaan.

Tim Terpadu Riset Mandiri selain fokus pada rencana eskavasi bertahap, juga menerjunkan tim untuk meneliti intensif mata air yang ada di sekitar Gunung Padang. Sampai saat ini, setidaknya telah ditemukan tiga sumber mata air lain selain air Cikahuripan di sekitar situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. (umi)

 ● Vivanews

Posted in: Situs,TNI AL

#Tag : Situs TNI AL

Alutsista Baru TNI AL Berdatangan

Surabaya • Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio mengatakan kekuatan TNI AL meningkat pada akhir 2014, seiring kedatangan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) yang sebelumnya dipesan.

"Alutsista yang sedang dibangun di dalam dan luar negeri, akan datang secara bertahap, baik itu kapal perang, pesawat, helikopter maupun tank," kata Marsetio usai memimpin gelar pasukan menjelang Latihan Gabungan TNI tahun 2013 di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jumat.

Marsetio mengatakan, beberapa alutsista yang akan datang tahun ini, antara lain 37 unit tank BMP-3F asal Rusia untuk Korps Marinir, dan kapal perang. Sebelumnya, Marinir sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah lagi 37 unit.

"Tahun depan, sejumlah pesanan alutsista lain datang lagi," ujarnya.

Mabes TNI AL telah memesan sejumlah peralatan tempur dari industri strategis di dalam dan luar negeri, antara lain tiga kapal selam dari Korea Selatan, empat LST (Landing Ship Tank) dari PAL, dan kapal fregat dari Inggris.

Selain itu, masih ada kapal cepat rudal, kapal hidrografi, helikopter antikapal selam, dan kapal latih Kadet AAL pengganti KRI Dewaruci.

"Kekuatan tempur TNI AL, baik untuk kapal Marinir maupun pangkalan udara akan dilengkapi secara bertahap sesuai program MEF (kekuatan pokok minimum)," tambah KSAL.

Pengadaan peralatan tempur baru itu untuk mendukung tugas-tugas TNI AL yang semakin berat dan kompleks dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada Latgab TNI Tingkat Divisi 2-5 Mei di Situbondo, Jatim, TNI AL mengerahkan 42 kapal perang dari berbagai jenis, tank amfibi, helikopter, pesawat Cassa dan Bolcow, serta roket dan meriam, sedangkan jumlah personel TNI AL yang terlibat adalah lebih kurang 6.500 prajurit, dari total 16.745 prajurit TNI yang ikut Latgab.

  ● Antara

Posted in: Alutsista,TNI AL

#Tag : Alutsista TNI AL

Uji Coba CN235-220 Patmar TNI AL

Jakarta • PTDI melakukan serangkaian uji coba untuk pesawat barunya yang dipesan TNI AL pada Kamis ( 11/7/ 2013) lalu. Uji terbang yang dilakukan meliputi uji bank to bank, steady heading sideslip, dan uji roll out selama dua jam penuh. Hasilnya, menurut Capt. Ester sebagai Chief Test Pilot, performa pesawat turboprop ini sudah mendekati sempurna. "Apa yang kita ujikan tadi hasilnya sesuai dengan rencana para perancang," jelasnya.

Selain menguji performa fisiknya, PT DI juga menguji performa winglet CN235-220. Seperti kita ketahui, CN235-220 versi terbaru ini merupakan inovasi anak bangsa, dimana PT DI menambahkan winglet di bagian sayapnya. Winglet tersebut berguna untuk mengurangi daya hambat yang dihasilkan oleh Flir dan radar tambahan di bagian bawah pesawat.

"Setelah dites ternyata winglet ini membantu performa pesawat, hingga menyamai versi basic-nya sebelum ditambah radar dan flir," ujarnya kepada Angkasa.

Setelah lolos uji fisik ini, PT DI akan melanjutkan dengan uji stall character. Tujuannya, untuk melihat bagaimana respon CN235-220 jika terjadi stall. PT DI menargetkan rangkaian uji terbang ini akan rampung akhir Juli mendatang. Setelah semua selesai, pesawat tersebut akan diserahterimakan kepada Skuadron 800 Penerbal TNI AL.

  ● Angkasa

Posted in: DI,Pesawat,TNI AL

#Tag : DI Pesawat TNI AL

[Foto] Sulap Menyulap Helikopter AKS

Bandung ☆ Beberapa waktu lalu, kita para penggemar militer disuguhkan atraksi dari korps penerbang Angkatan Laut, yaitu berupa demonstrasi heli Anti Kapal Selam. Heli yang ditampilkan pun saat itu terbilang kinyis-kinyis. Sekilas, yang terlihat adalah Helikopter Panther yang memang diperuntukan untuk aksi anti kapal selam. Kemunculan heli "panther" itu tentu mengejutkan. ARC yang mencoba mengkonfirmasi ke PT.DI tidak mendapat jawaban memuaskan. Walau sebenarnya pada saat itu ARC telah mendapatkan informasi mengenai jenis sesungguhnya heli tersebut, namun tetap saja ada keraguan. Plastidip sendiri adalah "removable rubberised paint" yang dapat diapplikasikan untuk berbagai materi seperti plastik, besi, kayu, dll. Yang membuat produk ini menjadi unik adalah lapisan cat yang diapplikasikan akan berubah menjadi lapisan karet (rubberised). Lapisan ini dapat dengan mudah dihilangkan. Pengguna hanya perlu mengkupas bagian yang tidak diinginkan dengan mudah. Tidak lengket, tidak perlu susah payah membersihkan dan yang terutama tidak merusak lapisan dasar dimana cat tersebut diapplikasikan. Nah, entah apa motivasi TNI-AL sendiri? kami tidak dapat memastikan. Mungkin saja TNI-AL sudah sangat ingin memiliki heli AKS sehingga terpaksa melakukan "modifikasi" heli pinjaman. Semoga saja nantinya heli AKS sesungguhnya bisa cepat dimiliki oleh TNI-AL.

Berikut Foto Peliputannya dari plastidip-id :

http://www.plastidip-id.com/images/gallery/projects/Heli/Heli_dipped_01.jpg

http://www.plastidip-id.com/images/gallery/projects/Heli/Heli_dipped_02.jpg

http://www.plastidip-id.com/images/gallery/projects/Heli/Heli_dipped_03.jpg

http://www.plastidip-id.com/images/gallery/projects/Heli/Heli_dipped_05.jpg

http://www.plastidip-id.com/images/gallery/projects/Heli/Heli_dipped_06.jpg

  ★ ARC

Posted in: Foto,Helikopter,TNI AL

Peletakan Lunas PKR-105 Di PT. PAL

Sementara itu 2 modul lainnya dibuat di Vlissingen http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/16%20pangarmatim%20dampingi%20kasal%20hadiri%20peletakan%20lunas%20pkr%20%201.jpg Surabaya ☆ Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut  Laksamana TNI Dr. Marsetio menghadiri peletakan lunas (keel Laying) 4 modul kapal Perusak Kawal Rudal (PKR-105)/ Frigate No. 1, yang berlangsung di Divisi Kapal Perang PT. PAL Indonesia Ujung, Surabaya, Rabu (16/4).

Acara ini juga dihadiri pejabat pejabat Kementerian Pertahanan, perwakilan Belanda dan Dirut PT. PAL Indonesia M. Firmansyah Arifin beserta jajaran Direksi dan Komisaris. Proyek jangka panjang Kementerian Pertahanan melalui Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) terkait pembuatan kapal ini, memberikan manfaat  bagi PT. PAL Indonesia yang turut andil melalui program Transfer of Technology (ToT) di Belanda.

Sementara itu 2 modul lainnya dibuat di Vlissingen, Belanda. Kapal berteknologi tinggi ini nantinya dilengkapi dengan anti serangan udara, anti serangan bawah laut dan anti serangan permukaan, peperangan elektronika dll.

Seusai menghadiri keel laying PKR-105, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio dengan didampingi Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum beserta pejabat TNI AL lainnya meninjau Stasion Bantu (Sionban) Kapal Selam Fasharkan Surabaya di Koarmatim Ujung.

  ★ Kelanakota

Posted in: KRI TNI-AL,PAL,TNI AL

PT LEN melengkapi Pesawat TNI AL dengan sistem pengintaian

Tes berhasil sukses dan sekarang beroperasi penuh [ BUMN PT Len bidang elektronik pertahanan telah berhasil melengkapi pesawat patroli maritim (MPA) dengan sistem pengawasan dan pengintaian Retimax 2000. Sistem ini terdiri dari konsol misi, konsol display kokpit dan gimbal dengan tiga sensor yang berbeda, dipasang pada pesawat NC-212 MPA TNI AL pada bulan Desember. Ia telah menjalani beberapa tes yang sukses dan sekarang beroperasi penuh, PT LEN mengatakannya kepada IHS Jane di DSA 2014 pameran pada tanggal 16 April. "This is the first MPA equipped as a trial to fulfill the TNI-AL's requirement for a high-definition real-time surveillance system," kata Yudiansyah Lubis, Insinyur sistem kontrol perusahaan.   ★ Janes

Posted in: LEN,Pesawat,TNI AL

#Tag : LEN Pesawat TNI AL

PTDI Serahkan 1 Unit CN235 Patroli Maritim ke Pemerintah

CN235 MPA TNI AL (Kaskus)

Bandung - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan satu unit pesawat CN235 Patroli Maritim (Patmar) pada Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam upacara serah terima di Hanggar PT DI, Jalan Pajajaran, Rabu (2/10/2013).

Penyerahan ditandai dengan penandatanganan dokumen serah terima pesawat yang ditandatangani Direktur Utama PTDI Budi Santoso, Kepala Badan Sarana dan Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Rachmad Lubis, Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Joko Sriwidodo dan Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Sri Handayanto dengan disaksikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Satu Unit CN235 Patmar ini merupakan pesawat pertama dari 3 unit pesawat pesanan Kemhan yang kontrak jual belinya ditandatangani pada Desember 2009. "Dua lagi sedang diselesaikan dan akan diserahkan secara bertahap," ujar Dirut PT DI Budi Santoso.

Pesawat CN235 Patmar ini akan dioperasikan oleh TNI AL dan akan menjadi CN235 pertama yang digunakan dalam mengawasi dan melindungi laut Indonesia. Selain CN235 Patmar, TNI AL telah lebih dulu mengoperasikan NC212 Patmar yang juga produksi PT DI.

CN235 Patmar ini disebutkan Budi ditenagai oleh sepasang engine CT7-9C yang masing-masing berkekuatan 1750 daya kuda. Pesawat ini dilengkapi peralatan canggih antara lain, Search Radar, Flir, IFF Transponder, Tactical Navigation, Tactival Computer System dan Bubble Window.

"CN235 Patmar untuk TNI AL ini sudah menerapkan teknologi aerodinamika yang baru dengan memasang unit wing let di kiri dan kanan ujung luar sayap untuk meningkatkan stabilitas dan kemantapan saat terbang," tuturnya.

Budi menyampaikan penghargaan pada Kementrian Pertahanan, Panglima TNI, Kepala Staf AL dan Kepala Staf AU yang terus menerus memberikan kepercayaan dan dukungan pada PTDI untuk melakukan revitalisasi dan restrukturisasi agar bisa tumbuh dan maju.

"PTDI juga sangat terbantu dalam pemasaran dan penjualan di luar negeri karena sekarang pemerintah mendukung langsung pemasaran produk PTDI di luar negeri, terutama di Asia. Sehingga saat ini PT DI bisa bersaing dengan produsen pesawat dari negara-negara maju dalam posisi yang setara," tutur Budi.

Kepercayaan dan dukungan yang terus menerus pada PTDI itu dikatakan Budi akan dijawab dengan komitmen dan kerja keras untuk menghasilkan produk yang berkualitas, tepat harga dan tepat waktu untuk memuaskan pelanggan, khususnya untuk pertahanan Indonesia.

"Kami berharap tugas-tugas TNI AL yang semakin berat dapat didukung penuh CN235 Patmar produksi PT DI untuk mengatasi semua tantangan. Kami juga berharap bahwa PT DI terus diberi kepercayaan untuk mengisi kebutuhan pesawat Patmar yang cukup banyak untuk pertahanan laut Indonesia," harap Budi.

Budi menjelaskan, CN235 Patmar adalah pesawat patroli kelas medium yang cocok dan unggul untuk mengemban misi patroli maritim karena mampu mengawasi dan menjaga laut yang luas.

  ● detik

Posted in: DI,Pesawat,TNI AL

#Tag : DI Pesawat TNI AL

Commodore Inspection dari MABES TNI-AL

Setelah menyerahkan Kapal Tunda Galunggung pada September 2013 yang lalu, PT PAL Indonesia (Persero), kembali menerima kunjungan Team Commodore Inspection dari MABES TNI-AL untuk pembangunan Kapal Tunda Anjasmoro pesanan TNI AL. Kedua jenis kapal, sama-sama mempunyai mesin 2400 Horse power atau tenaga kuda.

Pada agenda commodore inspection Kapal Tunda Anjasmoro yang dipimpin KADISLAIKMATAL Laksma TNI Harry Pratomo, KADISADAL Laksma TNI Agus Setiadji didampingi oleh Direktur Produksi, meninjau teknis kapal.

Kapal Tunda Anjasmoro pada kondisi normal melaju dengan kecepatan 12 knots ini mampu menampung 10 awak. Dan pada kekuatan 100 persen MCR dapat menarik beban seberat 30,20 Ton. Keunggulan kapal Tunda dengan standar BKI Class ini sedikit sekali vibrasi yang dirasakan. Sekaligus perputaran kecepatan kapal, tidak menurun jika berputar maupun berbalik arah.

Pada commodore inspection ini Team meninjau kelengkapan kapal, dan menyaksikan uji kelengkapan lain yakni Ship reversing test, Anchoring demonstration, Ship turning dan Fire fighting test, yang mempertontonkan daya jangkau penyemprotan yang mampu mencapai 107 meter dengan kapasitas 473 m3/h.

Setelah melakukan inspeksi, para pejabat tim commodore inspection Kapal Tunda Anjasmoro, melakukan penanda tanganan Berita Acara inspeksi oleh kedua belah pihak. Dan kedepan semoga hasil karya anak bangsa dapat memperkokoh dan memperkuat TNI dalam menjaga Kedaulatan Negara.

  ♞ PAL

Posted in: Kapal,PAL,TNI AL

#Tag : Kapal PAL TNI AL

Pemenang Lomba KCT HUT TNI 2013 dipamerkan dalam Pameran Alutsista TNI

Tanggap, tanggon dan trengginas mutlak diperlukan sebagai persayaratan mendasar prajurit profesional, dihadapkan pada tuntutan perkembangan lingkungan strategis yang begitu dinamis terutama kemajuan teknologi harus disikapi oleh kemampuan prajurit TNI yang memiliki wawasan teknologi.

Prajurit KRI Ahmad Yani - 351 dari jajaran Satkor Koarmatim yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T. telah membuktikan hal tersebut dengan keberhasilan sebagai juara dalam Lomba Karya Cipta Teknologi Bidang Alutsista dalam rangkaian HUT TNI 2013 yang lalu.

Karya Cipta berupa “ Pemanfaatan Data Global Positioning System (GPS) Furuno GP 31 sebagai input data Master Clock System di KRI type Van Speijk” tersebut diikutsertakan dalam ajang Pameran Alut Sista bersamaan Rapim TNI Tahun 2014 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur.

Sejumlah produk unggulan produk industri pertahanan dalam negeri penopang kebutuhan TNI dan Polri dipamerkan dalam ajang tersebut yang dihasilkan oleh industri strategis pertahanan seperti PT. PAL, PT. LEN, PT. DI, PT Pindad serta swasta nasional lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan RI, DR. Purnomo Yusgiantoro beserta Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan yang didampingi para Pangkotama TNI dari ketiga matra berkesempatan meninjau seluruh stand yang berada di indoor maupun out door arena pameran alutsista yang berada di Kompleks Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur.

Dari lingkungan internal TNI maupun Kementerian Pertahanan menampilkan berbagai hasil penelitian dan pengembangan yang dapat mendukung kemandirian produk – produk Alutsista (alat utama sistim senjata) TNI hasil karya prajurit TNI.

Stand Dislitbangal sebagai salah satu peserta pameran menampilkan sejumlah produk penelitian unggulan diantaranya : alat pengirim data melalui link data system yang menggunakan media frekuensi radio, senjata perorangan bawah air, Weapon system penembakan RBU untuk Parchim, Electronic Chart display dan alat GPS jammer.

Berbeda dari pameran alpahan TNI sebelumnya, sejumlah prajurit pengawak KRI dengan menggunakan pakaian dinas lapangan harian (PDLH) terlihat berada di stand Dislitbangal. Mereka didatangan ke Jakarta dari Surabaya karena telah berhasil sebagai pemenang dalam lomba karya cipta teknologi dalam HUT TNI tahun 2013.

Komandan KRI Ahmad Yani - 351 selaku ketua kelompok yang merancang peralatan “Automatic Master Clock System” yang saat ini telah terpasang di KRI Ahmad Yani - 351 memaparkan kepada Menteri Pertahanan RI, DR. Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI, Para Kepala Staf Angkatan dan para pejabat TNI peserta Rapim TNI.

Peralatan tersebut memanfaatkan out put data yang dihasilkan oleh GPS Furuno GP 31 yang relatif sudah tidak banyak digunakan lagi karena merupakan GPS generasi pertama, namun berkat kejelian Tim memanfaatkan peralatan yang ada.

Barang tersebut menjadi lebih berguna dan memiliki nilai strategis dalam penunjukkan waktu dengan tingkat akurasi yang tinggi yang mendukung kegiatan operasi militer dengan memanfaatkan data outputnya yang diproses menggunakan CPU dengan software Delphi 7 hasil rancangan sendiri.

Rangkaian system memanfaatkan seven segment monitor yang terpasang di anjungan, Ruang komandan dan Combat Information Center tidak lagi memerlukan pencocokan waktu saat melintas zona waktu yang berbeda namun akan secara automatic berubah.

kreatifitas para prajurit TNI AL tersebut mendapatkan apresiasi positif dari Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI DR. Marsetio dan sejumlah pejabat tinggi TNI lainnya karena peralatan tersebut dapat menunjang tugas operasi terutama jika di instalasi di Alutsista TNI yang bergerak secara dinamis melewati zona waktu yang berbeda.(Dispenarmatim)

  ● Koarmatim

Posted in: Alutsista,TNI AL

#Tag : Alutsista TNI AL