Pengamat: Esemka Takkan Ganggu Pasar Industri Mobil

Suhari juga membantah, bahwa kehadiran mobil nasional Esemka akan mempengaruhi pasar perusahaan mobil lainnya. "Dalam sebulan saja, kalau jadi, Esemka hanya akan diproduksi 200 unit sebulan. Sedangkan mobil lain mencapai 75 ribu. Jadi tidak mengancam," ucap dia.
• Jurnas.com
Posted in: Ilmu Pengetahuan,Mobil
Mobil Listrik Semar-T

Awal pekan ini, dalam sebuah jumpa pers, Presiden mengungkapkan keinginan agar Indonesia memiliki rencana strategis pembuatan mobil/motor listrik. Hal itu diharapkan meminimalkan konsumsi bahan bakar minyak. Mobil semacam itu sebenarnya telah dikembangkan universitas. Salah satunya, Universitas Sebelas Maret Solo.
Mobil listrik menggunakan motor yang digerakkan tenaga listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan lain. Karena itu, selain menekan konsumsi bahan bakar minyak, mobil listrik tidak menghasilkan gas sisa pembakaran yang merusak lingkungan.
Mobil listrik yang dikembangkan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) Solo itu diberi nama Semar-T (Sebelas Maret Teknologi). Riset mobil ini bertujuan agar tercipta mobil hemat energi dan ramah lingkungan.
Mobil itu menggunakan baterai 36 volt 100 ampere, yang menghasilkan tenaga 3 HP (horse power). Badan mobil didesain menggunakan material komposit. Pembuatan badan mobil dikerjakan secara manual. Bobot total mobil diperkirakan hanya 300 kilogram. Pertimbangannya, makin berat bobot kendaraan, konsumsi energi makin besar.
”Tahun 2009 kami membuat desain mobil dan badannya. Tahun 2010 membuat prototipe dan 2011 menyempurnakan. Baru tahun ini kami memunculkan ke publik,” kata Program Leader Semar-T Prof Muh Nizam di sela-sela Pameran Industri Kreatif yang digelar UNS Solo, Senin (12/3), di Solo.
Ketika mesin dinyalakan, mobil langsung bisa digerakkan maju atau mundur dengan menginjak pedal gas. Hanya ada pedal gas dan rem karena transmisi yang digunakan otomatis.
Gunakan aki
Baterai yang digunakan berupa aki yang diletakkan di bawah lantai di belakang kursi depan. Adapun charger diletakkan di bawah kap depan mobil.
Untuk mengisi kembali baterai, tinggal menghubungkan charger dengan stop kontak listrik. Kecepatan mobil maksimal 30 kilometer-40 kilometer per jam. Mobil dirancang sebagai mobil perkotaan (city car). Mobil ini cocok untuk jalan datar atau jalan dengan tanjakan ringan.
”Jika kondisi baterai bagus dan normal, mobil dapat digunakan selama 1,5 jam-2 jam. Untuk mengisi baterai, dibutuhkan 3 jam-4 jam,” kata Nizam.
Pihaknya sedang mendesain sistem penyimpanan energi yang tahan lama. Mobil Semar-T saat ini masih menggunakan aki yang dijual di pasaran. Tempat penyimpanan ini dapat mengalami penurunan yang mengurangi daya tahan baterai.
”Baterai yang bagus dari material litium ion. Ada yang sudah dijual di pasaran, tetapi harga baterai itu untuk satu mobil masih mahal, Rp 20 juta. Hal semacam ini yang tengah kami kembangkan,” kata Nizam.
Koordinator Program Semar-T Muh Dimyadi mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyempurnakan bagian control unit (kendali logika fuzzy) yang menggunakan sistem mikrokontroler. Kendali ini mengatur penggunaan energi. Penggunaan energi diharapkan bisa semakin irit tanpa mengurangi daya mobil.
Menurut Dimyadi, mobil Semar-T melengkapi inovasi mobil Semar-G (Sebelas Maret Green) yang berbahan bakar bioetanol.
Sebelumnya, Prof Kuncoro Diharjo, Guru Besar Jurusan Teknik Mesin FT UNS, bekerja sama dengan PT INKA membuat badan kereta api dari material komposit. Pembuatan badan kendaraan dari komposit lantas diterapkan untuk pembuatan badan mobil yang kemudian diberi nama Semar-G karena berbahan bakar bioetanol.
Pembuatan badan mobil dikerjakan oleh mahasiswa D-3 dan dikembangkan untuk pembuatan mobil bertenaga listrik. Program ini akhirnya melibatkan semua elemen, mulai dari mahasiswa D-3, S-1, dan S-2, hingga Guru Besar Jurusan Teknik Mesin FT UNS. (Kompas, 22 Maret 2012/ humasristek)
• Ristek
Posted in: Indonesia Teknologi,Mobil,Ristek
Universitas Indonesia Ikut Kompetisi di Kelas Mobil Listrik!

TAHUN ini merupakan kali ketiga Universitas Indonesia (UI) mengikuti kompetisi mobil prototipe Shell Eco-marathon (SEM). Kali ini UI akan menerjunkan tiga kendaraan hemat energi pada 4-7 Juli mendatang di sirkuit Sepang, Malaysia, yang salah satunya adalah mobil listrik.
UI akan mengirimkan dua kendaraan, yaitu Kalabia Evo-2 dan Keris V.3, yang akan berkompetisi di kategori Internal Combustion Engine dengan bahan bakar bensin, dan juga satu kendaraan listrik bertenaga baterai, Keris V.4 untuk kategori mobil listrik.
Kalabia Evo-2 merupakan hasil pengembangan dari versi yang pernah dilombakan tahun lalu. Kalabia memiliki dimensi 2,4 m x 1,25 m x 1,1 m dengan bobot 90 kg dan dilapisi warna putih.
Mobil yang masuk dalam kelas Urban Concept Vehicle itu ditenagai oleh Internal Combustion Engine Gasoline Fuel Injection dan energinya berasal dari Shell U-Lead 95. Kendaraan yang ememiliki sasis dari aluminium alloy dan bodi serat kaca ini mampu meluncur hingga kecepatan 70 km/jam.
Keris V.3 merupakan penerus dari generasi sebelumnya. Mobil berkecepatan maksimal 35 km/jam tersebut diikutkan ke dalam kelas Prototype Combustion Vehicle. Dengan hanya memiliki tiga roda, mobil ini memiliki desain panjang berlekuk sesuai dengan namanya.
Beberapa komponen Keris V.3 menggunakan milik sepeda dan motor listrik. Dimensinya 2,69 m x 9,4 m x 8,16 m dan menggunakan mesin bensin Internal Combustion. Bodinya yang ramping dengan bobot 60 kg diharapkan dapat berjalan hingga 1.000 dengan hanya mengonsumsi bensin 1 liter.
Mobil terakhir yang menjadi inovasi terbaru, yaitu Keris V.4 dengan desain sama seperti V.3 tapi sedikit mengadaptasi model dari burung Garuda. Mobil tersebut masih prototipe di kelasnya dan dengan tenaga baterai berkecepatan maksimal 30 km/jam.
Dimensi, model, dan komponennya identik dengang V.3, tapi dengan tenaga penggerak yang lebih ramah lingkungan. Kendaraan berbodi monocoque terbuat dari fiberglass yang dikerjakan selama enam bulan ini ditargetkan dapat menempuh 350 km/1 kwh dan bisa masuk ke podium di kompetisi nanti.
"Universitas Indonesia sangat bangga dengan prestasi dan pencapaian mahasiswa kami yang mampu berkreasi dan berinovasi dalam upaya merespon dan memberikan solusi kepada kebutuhan akan kendaraan hemat energi di Indonesia. Mahasiswa-mahasiswa ini sungguh mewakili pemikiran cemerlang para pemuda Indonesia yang akan berperan penting dalam menghadapi tantangan energi di masa depan," ujar Rektor UI Gumilar Soemantri.
Selain UI, SEM 2012 Asia juga diikuti oleh delapan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Indonesia lainnya, yaitu Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Politeknik Negeri Pontianak, Universitas Pendidikan Indonesia, Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Negeri Jakarta, dan Universitas SumateraUtara. (mediaindonesia.com/ humasristek)
• Ristek
Posted in: Mobil,UI
ITS Rancang Mobil Listrik

"Kami memang terlibat dalam konsorsium perancangan mobil listrik Putra Petir, tapi kami juga merancang city car listrik sebagai alternatif," kata Pembantu Rektor (PR) IV ITS Prof Darminto di Surabaya, Minggu (1/4).
Didampingi PR I ITS Prof Ir Herman Sasongko, ia menjelaskan ITS menyiapkan dana Rp400 juta untuk membuat city car listrik yang diusahakan sudah jadi pada tahun ini.
"Pemerintah sendiri menyiapkan dana Rp100 miliar untuk mewujudkan mobnas (mobil nasional) listrik pada tahun 2014 dengan melibatkan empat universitas yakni UI, ITB, UGM, dan ITS," katanya.
Namun, katanya, ITS akan merancang city car sendiri sebagai alternatif, sebab ITS tidak ingin proyek mobnas listrik yang dirancang pemerintah itu gagal.
"Jadi, city car listrik yang kami rancang itu sebagai alternatif, karena mahasiswa kami sendiri sudah merancang mobil listrik sejak 2011 dan hasilnya sudah dicoba Menteri BUMN Dahlan Iskan (31/3)," katanya.
Menurut dia, ITS sudah berpengalaman terlibat dalam berbagai konsorsium dan produk alternatif itu ternyata dibutuhkan. "Itu kami lakukan saat terlibat dalam konsorsium pembuatan panser Anoa di era Wapres Jusuf Kalla," katanya.
Ia mencontohkan pengalaman lain dari ITS yang terlibat dalam konsorsium yang didanai Pemprov Jatim untuk pembuatan turbin dan
pemanfaatan tenaga mikro hidro, namun akhirnya tidak berhasil.
"Saat ini, kami juga terlibat dalam konsorsium yang melibatkan 16 institusi untuk pembuatan kapal perang rudal yang didanai Kemristek. Proyek itu didanai Rp1,8 miliar dan diharapkan selesai dalam tiga tahun," katanya.
Secara terpisah, pembimbing mobil listrik D3 Teknik Mesin ITS, Dedi Zulhidayat, mengatakan mobil listrik ini 100% dibuat mahasiswa ITS, mulai dari mengelas, merakit, hingga selesai.
"Karya mahasiswa itu semula dimaksudkan untuk mengikuti lomba yang diadakan Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2011, tapi panitia membatalkan dan ke-10 mahasiswa terus melanjutkan hingga jadi," katanya.
Menurut dia, mobil listrik yang diberi nama Nagageni dan sudah dicoba Menteri BUMN Dahlan Iskan pada 31 Maret lalu itu berpenumpang dua orang dan menggunakan empat accu.
"Accu itu di-charge selama tiga jam dan akan dapat digunakan menempuh jarak sejauh 85 kilometer, sedangkan kecepatannya mencapai 30-45 kilometer per jam. Biaya pembuatan dalam bentuk kerangka sekitar Rp7-8 juta," katanya.
Bahkan, para mahasiswa saat ini sedang merancang Nagageni untuk tahap kedua dengan memanfaatkan energi kinetik atau energi yang dihasilkan oleh gerak untuk menjadi energi tambahan agar charge tidak cepat habis. (Ant/Ol-3)
• MediaIndonesia
Posted in: ITS,Mobil
2014 Indonesia Harus Produksi Mobil Listrik

Hal itu disampaikan Gusti seusai menghadiri Sosialisasi Wirausaha Industri Inovatif Ke-3 (Technopreneur Champ) di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/4). "Itu merupakan keinginan Presiden. Beliau ingin pada 2014 sudah ada mobil listrik Indonesia," jelasnya.
Gusti yakin keinginan itu bisa diwujudkan, karena saat ini prototype-nya sudah ada. Hanya tinggal perbaikan dan pengembangan lebih lanjut.
Ia mengatakan, mobil listrik sebetulnya bukan barang baru bagi Indonesia. Salah satunya yang dibuat oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berupa mobil listrik untuk lapangan golf serta mikrobus berkapasitas 16 orang.
Tahun depan rencananya pemerintah akan mulai melibatkan perguruan tinggi. Menurut Gusti, ada empat universitas yang akan diundang untuk keperluan tersebut, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), dan Universitas Indonesia (UI).
"Tahun depan mereka akan kita undang. Sekarang mereka sedang menyiapkan roadmap-nya," jelasnya. Gusti menambahkan, tujuan pengembangan mobil listrik nasional tidak lain untuk mengurangi konsumsi minyak bumi. Oleh sebab itu, tidak tertutup kemungkinan nanti akan diproduksi secara massal.(FR/OL-01)
• MediaIndonesia
Posted in: Indonesia Teknologi,Mobil
4 Prototype Mobil Listrik Siap Diuji Bulan Depan

JAKARTA - Menteri Negera BUMN, Dahlan Iskan mengabarkan bahwa dalam satu bulan ke depan diperkirakan 4 prototype mobil listrik sudah bisa diuji coba. Dahlan mengaku terus memantau perkembangan pembuatan prototype mobile listrik itu.
"Tiga hari lalu saya sudah tinjau satu dari 4 workshop yang membuatnya. Minggu besok saya akan tinjau lagi workshop yang lain. Satu bulan lagi sudah ada yang jadi lah," kata Dahlan Iskan, di kantor Kementrian BUMN, Jumat (11/5).
Bahkan Dahlan berjanji untuk menggunakan mobil listrik itu sebagai kendaraan dinas. Dengan semangat Dahlan memperlihatkan fotonya bersama mobil listrik yang sedang dalam proses pembuatan via telepon seluler miliknya. "Ini mobil listrik yang sedang dibuat," ujar Dahlan kepada wartawan.
Dalam foto itu Dahlan terlihat sedang berpose dekat mobil listrik warna hijau yang parkir di workshop milik salah seorang ahli pembuat prototype.
Berapa harga dan merek apa mobil listrik itu? Dahlan meminta wartawan bersabar. Sebab, yang terpenting prototype mobil listrik itu disiapkan dulu untuk ujicoba. Yang pasti, kata Dahlan, mobil listrik itu asli buatan Indonesia.
Mantan Dirut PLN itu juga membeberkan empat orang ahli pembuat mobil itu. Pertama bernama Dasep dari ITB. Kedua Danet, Sarjana ITS yang pernah 10 tahun bekerja diperusahaan mobil terkenal di Amerika.
Ketiga ada nama Mario, jebolan Inggris yang sudah memiliki prototype untuk motor dan mobil listrik. Terakhir ada Rafi, ahli micro turbin dan motor. "Insyaallah paling lama dua bulan, atau satu bulan lagi sudah ada yang disiapkan oleh ahlinya," tambah Dahlan.(Fat/jpnn)
• Jpnn
Posted in: Mobil
Hybrid murah rencananya seharga Rp 250 juta-an

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perindustrian dan PT Toyota Astra Motor (TAM) belum mencapai kata sepakat untuk melaksanakan tes pasar mobil jenis hibrida atau hybrid di Indonesia.
"Kementerian menginginkan tes pasar dilaksanakan dalam waktu satu tahun, sementara Toyota menginginkan dua tahun. Ini yang belum bisa kami sepakati," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat usai pertemuan dengan Toyota di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa.
Namun, lanjut Hidayat, kementerian dan Toyota sama-sama sepakat untuk mengembangkan mobil yang mampu mengurangi emisi karbon di Indonesia.
Hidayat mengungkapkan ada beberapa pilihan mobil ramah lingkungan yang bisa digunakan di tanah air, antara lain mobil hybrid, mobil elektrik, advanced diesel engine dan biofuel.
"Jenis yang paling memungkinkan untuk dikembangkan di Indonesia dalam waktu dekat adalah mobil listrik atau elektrik. Akan tetapi, mobil jenis ini terkendala oleh infrastruktur," kata Hidayat.
Hidayat menuturkan penggunaan mobil listrik akan membutuhkan banyak tempat untuk mengisi ulang energi, layaknya telepon genggam.
"Seperti telepon genggam saja, butuh colokan atau saklar untuk mengisi ulang baterainya. Ini berarti harus membangun infrastruktur baru," kata Hidayat.
Hidayat mengungkapkan penghematan yang mampu dilakukan oleh mobil hybrid membutuhkan teknologi sedemikian rupa, sehingga harganya menjadi mahal.
"Dalam pertemuan tadi, Toyota menginginkan agar diberikan kemudahan impor, seperti keringanan pajak," kata Hidayat.
Hidayat juga mengatakan usai diskusi tersebut, Toyota juga memiliki niat untuk mengembangkan mobil ramah lingkungan yang sekiranya akan laris di Indonesia.
"Mobil hybrid yang selama ini dijual oleh Toyota dinilai masih terlalu mahal. Jadi, rencananya, Toyota akan membuat mobil hybrid sejenis MVP yang harganya bisa dijangkau oleh masyarakat Indonesia. Bukan Prius, tetapi yang harganya sekitar Rp250 juta," kata Hidayat.
Hidayat menambahkan ada perbedaan antara mobil hybrid dengan Low Cost Green Car (LCGC), terutama pada segmen yang menjadi sasaran kedua jenis mobil tersebut.(R027)
• ANTARA News
Posted in: Mobil
Mendikbud: prototipe mobil listrik nasional jadi 2013

Surabaya (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyatakan prototipe mobil listrik nasional akan jadi pada tahun 2013 karena "roadmap" mobil itu sudah selesai.
"Mei ini, roadmap mobil listrik itu sudah selesai. Itu sesuai janji kepada Presiden pada dua bulan lalu," katanya di sela-sela pembukaan Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) 2012 di Surabaya, Jumat.
Didampingi Rektor ITS Prof.Dr.Ir. Triyogi Yuwono DEA yang juga masuk tim mobil listrik bersama UI, UGM, dan ITB itu, dia menjelaskan tim empat universitas itu kini ditambah dengan LIPI, BPPT, dan sejumlah BUMN.
"BUMN yang terlibat, antara lain PTDI, Inka, Pindad, dan sejenisnya. Jadi, kami serius dan bukan membuat mobil listrik nasional sebatas assembling (perakitan)," katanya.
Menurut mantan Rektor ITS Surabaya itu, prototipe mobil listrik yang akan jadi pada tahun 2013 itu akan menjalani penyempurnaan pada tahun 2014, dan diharapkan sudah memulai produksi massal pada tahun 2015.
"Prosesnya agak lama karena bukan assembling itu tadi. Kalau assembling akan membuat kita tergantung pada komponen, tapi produk kita kali ini sudah lengkap dengan kebutuhan komponen dipenuhi sendiri," katanya.
Mantan Menkominfo itu menegaskan bahwa proses pengembangan mobil listrik nasional yang bukan asal comot sana-sini itu memang didasarkan pada riset atau "research base". "Kalau comot sana-sini mungkin sudah jadi dalam tahun ini, tapi karena kita bersifat research base, maka prosesnya mulai dari pondasi, riset, dan seterusnya guna menghindari ketergantungan komponen," katanya.(E011/D007)
• ANTARA News
Posted in: Mobil
SBY Tes Mobil Listrik Esemar Buatan UGM
Yogyakarta - Keinginan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mendorong putra-putra bangsa mengembangkan teknologi mobil listrik dan hybrid sudah kuat. Sebagai tanda dukungan, SBY pun mengetes mobil listrik Esemar hasil rancangan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Hal itu dilakukan SBY pada Jumat (22/5) sore. Bersama Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Menpora Andi Alifian Mallarangeng, SBY menaiki mobil listrik itu berkeliling halaman Gedung Agung, Yogyakarta, dimulai dari samping Wisma Negara hingga depan Gedung Utama.
Naik mobil listrik Esemar berkeliling Gedung Agung ini dilakukan seusai Presiden SBY melakukan rapat koordinasi membahas isu mobil ramah lingkungan. Ini merupakan rapat kedua sejak Presiden pertama kali mengangkat isu mobil ramah lingkungan di bulan Maret.
Presiden SBY menyadari kebutuhan energi dunia yang terus meningkat, termasuk di Indonesia, sedangkan cadangan sumber daya semakin menurun. Efek penggunaan energi fosil juga tidak baik, hal ini mendorong kebutuhan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
"Bicara energi kita tahu bahwa persoalannya bukan hanya mismatch antara suply dengan demand, tetapi juga dampak energi bagi lingkungan," kata Presiden SBY dalam rakor mobil ramah lingkungan seperti detikOto kutip dari situs Preside RI, Jumat (25/5/2012).
"Tahun-tahun mendatang ini pemerintah akan membantu pengembangan mobil-mobil listrik dan hybrid," tambah SBY.
Untuk sementara, kendaraan hemat energi dan ramah lingkugan, seperti mobil listrik Esemar buatan UGM, tersebut bisa digunakan dalam lokalitas terbatas, misalnya di lingkungan militer atau pemerintah daerah. Jika sudah teruji, baru masuk ke mainstream transportasi publik.
"Kita yang menentukan policy-nya, kita yang menentukan arah dari riset dan development ini, dan kemudian --harapan kita semuanya-- menjadi solusi," lugasnya.( syu / ddn )
• detik
Posted in: Mobil,UGM
Mobil Hybrid dan Listrik
SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
Yogyakarta - Presiden SBY saat ini sedang mengembangkan mobil listrik untuk menekan penggunaan BBM di dalam negeri. Ada lima ahli yang diundang mengembangkan mobil listrik, tapi modelnya masih dirahasiakan.
"Ada banyak yang harus kita jaga kerahasiaannya. Sebab banyak juga lembaga lain kembangkan. Tentu banyak yang harus kita jaga kerahasiaannya karena kompetisi ini sangat tinggi. Banyak negara lain yang juga mengembangkan," jelas SBY di Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (25/5/2012).
Tujuan merahasiakan ini bukan apa-apa, SBY mengatakan ingin melindungi pengambang dan inovator mobil listrik ini agar bisa sah masuk ke dunia bisnis dan industri dalam negeri.
Dalam kesempatan tersebut, SBY mengumpulkan para rektor, dan ahli dari berbagai universitas, serta petinggi BUMN untuk membicarakan soal pengembangan mobil listrik.
Selain mobil listrik, pemerintah juga akan menggalakkan penggunaan mobil hybrid di Indonesia yang lebih hemat BBM.
"Saya juga senang ada 5 ahli kita, putra bangsa yang relatif muda yang akan mengembangkan teknologi dan industri di negeri kita," jelas SBY.
"Saya senang karena ada timeline, roadmap yang akan kita tempuh. Riset serta inovasi untuk hadirkan mobil listrik, motor listrik, transportasi itu memerlukan konsentrasi dan pekerjaan yang sungguh-sungguh," papar SBY.(dnl/hen)
SBY Akan Siapkan Regulasi Khusus Mobil Hybrid dan Listrik
Yogyakarta - Tekad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk lepas dari cengkeraman bahan bakar minyak (BBM) sudah bulat dengan beralih ke kendaraan listrik dan hybrid. Pemerintah menurut SBY akan membuat regulasi khusus terkait hal tersebut.
SBY yang hari ini mengumpulkan menteri, rektor universitas, dan pimpinan BUMN di Gedung Agung Yogyakarta untuk mengadakan rapat koordinasi membahas pengembangan mobil elektrik dan juga hybrid di Indonesia menjelaskan kalau langkah pemerintah untuk masuk ke era kendaraan ramah lingkungan sudah di depan mata.
Sudah ada 5 putra bangsa yang menurutnya akan membantu Indonesia masuk ke era ramah lingkungan tersebut.
"Lalu ada regulasi. Ada policy dan kebijakan yang itu menjadi domain pemerintah yang juga akan kita lakukan," ungkapnya di Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (25/5/2012).
Lebih lanjut SBY menjelaskan kalau teknologi-teknologi yang nantinya akan dikembangkan putra bangsa tersebut haruslah dirahasiakan karena persaingan teknologi yang ketat di era sekarang sangat rawan.
"Manakala hasil penelitian dan pengembangan itu harus ikut wilayah industri, wilayah bisnis dan digunakan masyarakat luas, dan itu tentu membutuhkan investasi," tambahnya.
"Tentu ada sisi investasinya, dunia usaha. Semua itu dikolaborasikan sehingga jelas progress dan roadmapnya nyata dan dengan waktu tidak terlalu lama, negara kita tidak sepenuhnya selalu gunakan kendaraan yang BBM dan sebagian sepenuhnya pakai listrik," harapnya lagi.
Untuk memasuki era kendaraan ramah lingkunga itu, Indonesia bisa memulainya dalam skala yang kecil terlebih dahulu.
"Apa yang kita lihat tadi dan apa yang saudara sudah saksikan itu bentuk sederhana. Bisa digunakan angkutan dalam kampus, bisa digunakan di tempat-tempat olah raga, di instansi-instansi yang tidak terlalu luas, dan itu semuanya menggunakan listrik," jelasnya.
"Dari model sederhana untuk kepentingan khusus itu, ada banyak yang harus kita jaga kerahasiaannya. Sebab banyak juga lembaga lain kembangkan. Tentu banyak yang harus kita jaga kerahasiaannya karena kompetisi ini sangat tinggi. Banyak negara lain yang juga mengembangkan," tegas SBY.
"Kita harus lindungi pengembang atau arah inovator itu secara sah masuk ke dunia bisnis dan industri kita," tuntasnya.( syu / lh )
SBY: 5 Putra Bangsa Siap Bantu Kembangkan Mobil Hybrid dan Listrik
Yogyakarta - Niat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membawa Indonesia masuk dalam era kendaraan hybrid dan listrik nampaknya makin kuat. SBY mengatakan ada 5 putra bangsa yang siap membantu mewujudkannya.
SBY yang hari ini mengumpulkan menteri, rektor universitas, dan pimpinan BUMN di Gedung Agung Yogyakarta untuk mengadakan rapat koordinasi membahas pengembangan mobil elektrik dan juga hybrid di Indonesia menjelaskan kalau langkah pemerintah untuk masuk ke era kendaraan ramah lingkungan sudah di depan mata.
"Baru saja saya melaksanakan pertemuan dengan para rektor perguruan tinggi, staf dan para ahli di perguruan tinggi masing-masing, dan jajaran BUMN. Ada 5 putra bangsa yang selama ini mengembangkan transportasi elektrik di beberapa negara dan ingin menyumbangkan apa yang dia miliki untuk negeri kita," katanya tanpa menjelaskan siapa saja putra bangsa yang dimaksud.
"Ini pertemuan yang kedua sejak 19 maret saya undang mereka ke Jakarta. Bersama-sama bangun tekad agar negara kita hadirkan transportasi yang hemat energi dan kemudian ramah lingkungan. Solusinya dua yang dikenal di dunia, yaitu mengembangkan kendaraan yang sangat hemat bahan bakar minyak tapi sekaligus menggunakan listrik, yaitu sistem hybrid. Ini yang sudah mulai dikenalkan di Indonesia," paparnya.
SBY lalu mengatakan untuk kendaraan hybrid sudah hampir pasti akan menggantikan kendaraan berbahan bakar minyak di masa depan. "Secara bertahap menggantikan kendaraan yang sepenuhnya menggunakan BBM," imbuhnya.
"Saudara tahu, subsidi BBM amat tinggi, volume penggunaan juga sangat tiggi, membebani negara dan mencemari lingkungan kita. dengan sistem hybrid lebih hemat, sebab kendaraan itu sekaligus menggunakan BBM dan listrik dan itu bisa diisi ulang.
Itu ada mekanisme saling mengisi, kémudian nantinya tidak mnggunakan BBM," jelas SBY.
"Transportasi elektrik yang kita bahas dan itu dikembangkan di PT seperti Pindad dan BUMN yang terus dikembangkan. Saya juga senang ada 5 ahli kita, putra bangsa yang relatif muda yang akan mengembangkan tekno dan industri di negeri kita," ujarnya.
"Saya senang karena ada timeline, roadmap yang akan kita tempuh. Tentu saja riset and development serta inovasi untuk hadirkan mobil listrik, motor listrik, transportasi itu memerlukan konsentrasi dan pekerjaan yang sungguh-sungguh. Itu tentang tekno," pungkasnya.( syu / lh )
• detik
Posted in: Indonesia Teknologi,Mobil
Tim Mobile Health ITB ke Final Kejuaraan Dunia

TEMPO.CO , Jakarta- Tim Institut Teknologi Bandung menjadi salah satu finalis di kompetisi University Mobile Health Challenge, yang diselenggarakan oleh The Berkeley Mobile International Collaborative (BMIC).
Tim asal Bandung ini terdiri dari Arga Ariadarma, Royana Afwani, Raidah Hanifah, Berlian al-Kindhi, dan Astri Maria dengan pembimbing Prof. Suhono Harso Supangkat.
Mereka membuat aplikasi layanan bergerak bernama “Maternal and Neonatal MobiTile Services”. Aplikasi ini akan dipresentasikan di babak final yang akan diselenggarakan di Cape Town, Afrika Selatan, pada 28-30 Mei 2012.
Maternal and Neonatal Mobile Services adalah sebuah sistem pelayanan kesehatan berbasis mobile yang dapat membantu ibu dan petugas kesehatan dalam pengelolaan periode maternal (kehamilan) dan neonatal (kelahiran bayi).
Sistem ini merupakan sistem e-health yang dapat digunakan oleh petugas kesehatan dalam merekam dan mengelola data medis pasien ibu hamil sampai melahirkan, juga data bayi sampai sebelum balita.
Selain petugas kesehatan, sistem ini dapat digunakan oleh para ibu sebagai pencatat digital riwayat medis ibu hamil dan bayinya, sebagai reminder hal-hal penting seperti konsultasi ulang dan imunisasi.
Berikut ini adalah 10 finalis yang terpilih dan akan mempresentasikan karyanya di Cape Town, Afrika Selatan, pada 29 Mei 2012.
1. Bandung Institutes of Technology, Indonesia
2. Jordan University, Jordan
3. Massachusetts Institute of Technology and Federal University of Rio Grande do Norte, AS and Brazil
4. Notre Dame University, Lebanon Pace University, AS
5. University of British Columbia, Canada
6. UC Berkeley, AS; UC San Francisco, AS
7. Universite de Thies, Senegal
8. University of Oxford, Team BabeeMon, United Kingdom
9. University of Pennsylvania, AS
10. USF, AS
Posted in: ITB,Mobil
Menristek: Mengapa RI Butuh Mobil Listrik

VIVAnews - Pemerintah mengusung mobil listrik karya anak bangsa dari 4 universitas yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November dan Institut Teknologi Bandung menjadi mobil nasional.
Mobil ini diharapkan bisa menjadi solusi krisis energi yang dihadapi Indonesia saat ini. Selain menjadi solusi, mobil tersebut juga dinyatakan sebagai mobil yang ramah lingkungan.
“Saya, selaku Menteri Negara Riset dan Teknologi selalu mengimbau agar produk yang dibuat anak bangsa harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," kata Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, dalam siaran pers yang diterima VIVAnews, Sabtu 26 Mei 2012.
"Kenapa mobil listrik ini sangat dibutuhkan? Pertama, karena bisa menjadi solusi terhadap krisis energi. Kedua, ramah lingkungan, dan ketiga, efisien," kata Gusti. "Semoga dengan adanya dukungan dari Presiden mobil ini cepat terealisasi,” kata Gusti Muhammad Hatta.
Menurut Gusti produksi massal mobil bertenaga listrik tersebut akan disusun bersama pakar mobil listrik dari empat perguruan tinggi.
“Agar mobil itu siap digunakan, kami juga akan mengadakan penelitian yang komprehensif, termasuk bagaimana memproduksi baterai dan insfrastruktur pengisian listrik yang mesti tersedia dengan baik. Infrastruktur stasiun isi ulang baterai harus dibuat. Kalau tidak, bagaimana mobil bisa jalan jauh," kata Menristek.
Mobil listrik yang efektif dan efisien ini diharapkan menggantikan mobil yang berbahan bakar fosil (BBM) yang semakin hari semakin berkurang. “ Yang dibutuhkan Indonesia saat ini dan ke depannya adalah mobil bertenaga listrik. Karena efisien dan ramah lingkungan jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Dan, yang paling utama adalah mobil listrik tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor,” kata Gusti. (umi)
• VIVAnews
Posted in: Mobil
Empat Universitas Perbarui Teknologi Mobil Listrik

PURWKERTO--MICOM : Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menegristek) Gusti Muhammad Hatta menyatakan mobil listrik yang diusung menjadi mobil nasional sangat dibutuhkan karena bisa menjadi solusi terhadap permasalahan krisis energi yang dihadapi Indonesia.
"Saya, selaku Menteri Negara Riset dan Teknologi selalu mengimbau agar produk yang dibuat anak bangsa harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," kata Gusti dalam pers rilis, Sabtu (26/5).
Selain menjadi solusi, kata dia, mobil listrik karya anak bangsa dari empat perguruan tinggi juga dinyatakan sebagai mobil yang ramah lingkungan.
Ia mengatakan, mobil listrik juga sangat dibutuhkan karena sangat efektif dan efisien menggantikan mobil yang berbahan bakar fosil (BBM) yang semakin hari semakin berkurang.
"Oleh karena itu, kenapa mobil listrik ini sangat dibutuhkan? Karena bisa menjadi solusi terhadap krisis energi, ramah lingkungan, dan efisien. Semoga dengan adanya dukungan dari Presiden mobil ini cepat terealisasi," kata Menegristek.
![]() |
| Marmut LIPI terlupakan |
Menurut dia, produksi massal mobil bertenaga listrik tersebut akan disusun bersama pakar mobil listrik dari empat perguruan tinggi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kementerian Riset dan Teknologi juga akan mengadakan penelitian yang komprehensif agar mobil listrik tersebut siap digunakan, termasuk bagaimana memroduksi baterai dan infrastruktur pengisian listrik yang mesti tersedia dengan baik.
"Infrastruktur stasiun isi ulang baterai harus dibuat. Kalau tidak, bagaimana mobil bisa jalan jauh," kata Gusti. (Ant/OL-9)
• MediaIndonesia
Posted in: ITB,ITS,Mobil,UGM,UI
Mobil "hijau" diproduksi dua tahun lagi
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah menargetkan produksi mobil murah dan ramah lingkungan atau "low cost and green car" (LCGC) dapat dilakukan sekitar satu hingga dua tahun ke depan.
"Saya rasa satu sampai dua tahun lagi mobil LCGC sudah siap dibuat dan dipasarkan di Indonesia," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo usai pertemuan dengan pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, Rabu.
Sedangkan Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin, Budi Darmadi mengatakan pemerintah akan mempercepat regulasi bagi mobil LCGC.
"Proses legalnya akan dipercepat dan memberikan insentif berupa pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Beberapa prinsipal seperti Honda akan mempercepat pembangunan pabrik untuk mendukung program LCGC ini," katanya.
Menurutnya, investor otomotif akan menanamkan modalnya pada program LCGC ketika regulasinya sudah keluar.
"Saat ini, lima prinsipal menyatakan ketertarikannya untuk memproduksi mobil LCGC," ujarnya(ANT-IAZ)
♣ ANTARA News
Posted in: Mobil
UGM Rakit Mobil Balap ala Formula 1

TEMPO.CO, Yogyakarta -- Tim mobil formula kelas mahasiswa Bimasakti Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pekan ini mulai melakukan tahap perakitan. Tim ini juga menyiapkan dokumen jelang perlombaan "The 10th Student Formula SAE Competition of Japan" di Aino City, Shizuoka-ken, Jepang, 3-7 September 2012.
Ketua Tim Bimasakti, Akmal Irfan Majid mengatakan sudut pandang pengembangan mobil formula mencakup sisi teknis dan manajerial. “Dari sebuah mobil formula ini, kami mahasiswa bisa belajar bagaimana merancang dan membuat keputusan seputar masalah engineering,” kata Akmal, Rabu 6 Juni 2012.
Akmal menuturkan, mobil formula Bimasakti adalah hasil manufaktur sekumpulan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Industri UGM. Mulai dari konsep, desain, dan proses. Mobil ini merupakan terobosan riset dalam bidang otomotif dan manufaktur pengembangan mobil formula 600 cc.
“Kendala yang masih kami hadapi pada tahap persiapan kali ini tim masih perlu menjalin kemitraan demi meningkatkan akomodasi perlombaan tim di kompetisi Jepang nanti,” kata dia.
Sponsorship Officer Bimasakti UGM Jiwandono Agung mengatakan manajemen tim masih dalam tahap pengumpulan dana dari para sponsor dan donatur sehingga tim Bimasakti masih terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kebetulan saat ini kami sudah berpartner dengan Federal Oil yang memberikan engine CBR 600RR. Kemudian, Achilles Radial sebagai official Tyre Support, dan GDP Venture,” kata dia.
Kendaraan formula Bimasakti didesain dengan spesifikasi mesin CBR 600RR dengan student built modifications pada air intake sytem, fuel supply, dan exhaust, dimensi kendaraan 2.500 mm x 1.100 mm x 1.050 mm menggunakan chain-drive system, air-liquid cooling system dan body fiberglass yang buatan sendiri.
Komponen yang digunakan merupakan kombinasi produk lokal dan impor sehingga cukup menghabiskan dana dalam riset dan manufaktur.
Tim Bimasakti terdiri dari 18 mahasiswa yang dibimbing tiga pengajar UGM yakni Fauzun, Agung Bramantya, dan Budi Dharma. Ini kedua kalinya mahasiswa UGM ikut kompetisi Formula SAE Japan.[PRIBADI WICAKSONO]
Posted in: Mobil,UGM
★ Mobil Hemat Energi Dipamerkan di Istana Negara

Tiga Mobil Hemat Energi yang diberi nama Pasoepati, Equator dan Keris, karya mahasiswa Tehnik UI dipajang di Kampus UI Depok, Jabar, Jumat, (30/4). ANTARA/Tikka Anggraeni
TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini ada yang berbeda di halaman Istana Negara. Sebanyak 17 mobil hemat bahan bakar dipamerkan di antara pendopo, kantor kepresidenan, dan Istana Negara. Jangan bayangkan bentuknya seperti mobil yang biasa kita lihat di jalanan. Mobil-mobil yang merupakan karya para mahasiswa Indonesia ini lebih menyerupai mobil balap Formula Satu atau mobil mini yang hanya cukup satu orang.
Bulan depan, tepatnya tanggal 4-7 Juli, mobil-mobil ini akan ikut terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, mengikuti kompetisi Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2012. "Harusnya ada 18 mobil yang ikut pertandingan. Tetapi ITB hanya bawa tiga dari empat mobilnya. Yang berbahan bakar FAME (biodiesel) tidak bisa dibawa," kata Sri Wahyu Endah, External Communication and Social Performance Manager PT Shell Indonesia, di Istana Negara, Kamis, 7 Juni 2012.
Warnanya pun beraneka ragam. Ada yang putih, jingga, merah, biru langit, hijau, kuning, hingga perak. Mobil-mobil ini pun diberi nama khas Indonesia, sebut saja Nakoela buatan UI, Antasena buatan ITS, Semar buatan UGM, dan Kanayakan buatan Polman Bandung.
Sebagian ada yang menggunakan mesin sepeda motor, baik berkapasitas 125 maupun 250 cc, dan sebagian merakit sendiri mesinnya. Masing-masing setelah diuji coba bisa melaju dengan kecepatan rata-rata sekitar 30-40 kilometer per jam. Tetapi beberapa tim tampak ambisius mencantumkan target jarak kilometer terjauh yang bisa ditempuh dengan konsumsi satu liter bahan bakar.
Sebut saja Nakoela buatan UI yang ditargetkan bisa membakar satu liter bensin untuk jarak 1.000 kilometer. "Terakhir diuji satu liter masih 200-300 kilometer. Tetapi ini baru ganti mesin dan belum diuji coba," kata Fariz Muryadi, mahasiswa semester VIII Teknik Mesin UI, yang turut merancang Nakoela.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan CEO Royal Dutch Shell Peter Voser ditemani Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan pun menyempatkan diri berkeliling untuk bertanya pada para mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sumatera Utara (USU), Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), dan Politeknik Manufaktur Bandung (Polman). "Yang menggembirakan, tahun ini yang bertanding tidak hanya dari universitas negeri, tetapi juga swasta. Ada yang baru ikut pertama kali," kata M. Nuh.
Tahun ini, kata Endah, jumlah peserta Indonesia yang ikut bertambah. Setelah 2010 hanya sembilan tim, dan sepuluh tim di 2011, pada 2012 ini ada 18 tim yang ikut berlomba. Total yang akan berlomba di Malaysia adalah 146 tim dari 14 negara di Asia. "Saingan terberat dari Thailand dan Jepang. Thailand karena mungkin industri otomotif lagi maju di sana. Kilometer terjauh tahun lalu dimenangi Thailand," kata Endah.
Ada delapan jenis bahan bakar yang dipakai untuk mobil hemat bakan bakar ini. Selain bensin juga hidrogen, FAME, etanol, dan baterai listrik litium. Shell mensponsori bantuan membangun setiap mobil rakitan mahasiswa ini US$ 2.000. "Kemudian membantu pengapalan ke Malaysia, juga bantuan biaya perjalanan," kata dia.
Tak hanya dipajang, mobil-mobil ini pun sempat melaju sebentar di halaman Istana Negara. Tetapi, karena belum tahu medan, satu tim UGM sempat dimarahi Pasukan Pengamanan Presiden karena nyaris menerobos Istana Merdeka. Maklum, jika tidak ada acara kenegaraan, Istana Merdeka memang tidak boleh dilewati.[ARYANI KRISTANTI]
♣ TEMPO.CO

Seorang pria melihat sejumlah kendaraan hemat energi buatan mahasiwa Indonesia dari berbagai universitas yang terparkir di halaman Istana Negara, Jakarta. FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf

Presiden Susilo Bambang Yudhoyonobersama CEO Royal Dutch Shell Peter Voser didampingi Mendikbud M. Nuh, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri ESDM Jero Wacik meninjau salah satu tim mahasiswa ...

Anggota tim mahasiswa dari ITS (Surabaya) mencoba menyalakan mesin kendaraan hemat energi buatan mereka Sapu Angin 6 di halaman Istana Negara, Jakarta. FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf
Posted in: Indonesia Teknologi,Mobil,UI
Pindad Diminta Pasok Motor Listrik untuk Mobil Nasional
TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengungkapkan, perusahaannya diminta pemerintah mempersiapkan diri untuk memasok mesin motor listrik untuk proyek mobil listrik nasional. ”Kemarin kita dapat penugasan dari Kementerian BUMN, motor listriknya harus kami produksi,” kata dia di Bandung, Jumat, 8 Juni 2012.
Adik mengatakan, untuk itu, Pindad diminta untuk menguasai teknologi pembuatan mesin motor listrik untuk proyek mobil listrik nasional. ”Kita disuruh menguasai teknologinya dulu, Reasearch and Development disuruh start, hari ini (mesin motor listriknya) masih impor, tapi kita disuruh siapkan impor substitusinya,” kata dia.
Dengan instruksi itu, suatu saat, ketika teknologi itu dikuasai, Pindad diminta memproduksi mesin motor listrik. Adik menuturkan Pindad diminta karena sudah memiliki pengalaman membuat generator listrik sejak tahun 1980.
Kala itu Pindad sempat membeli lisensi teknologi pembuatan generator pembangkit listrik dari Siemen hingga diputuskan untuk menghentikan kerja sama itu pada 1999, bersamaan dengan krisis moneter.
Adik mengatakan Pindad saat ini tengah mencari teknologi yang cocok karena motor listrik yang dibutuhkan berbeda dengan motor untuk pembangkit listrik. ”Dulu (jenis magnetnya untuk) motor induksi (untuk pembangkit listrik), sekarang motor (dengan magnet) permanen,” kata dia.
Dia masih tutup mulut saat ditanya kapan target produksi motor listrik itu bisa dimulai Pindad. ”Rahasia,” kata Adik. ”Masak baru belajar ngaji sekarang maunya sudah bisa baca tajwid dan sebagainya, itu perlu waktu latihan segala.”
Adik mengatakan, dalam proyek mobil listrik nasional itu, Pindad akan mengambil porsi sebagai pemasok motor listrik. ”Integratornya bukan kami,” kata dia.
Menurut Adik, program itu akan digarap oleh Divisi Komersial Pindad. Divisi itu saat ini sudah memproduksi sejumlah barang di luar produksi senjata, di antaranya peranti rem untuk kereta api, dech maschinarry kapal, hingga memasok diesel pembangkit lsitrik untuk kereta api untuk PT INKA. ”Dulu under-license semua, sekarang sudah murni (buatan) Pindad,” kata dia.[AHMAD FIKRI]
♣ TEMPO.CO
Posted in: Mobil,PINDAD
Dasep Ahmadi Berlomba Melawan Waktu untuk Selesaikan Mobil Listrik Nasional
Bikin Tiga Varian agar Harga Terjangkau Rakyat
| Dasep Ahmadi |
AHMAD BAIDHOWI, Jakarta
BANGUNAN di pinggir Jalan Jatimulya, Kampung Sawah, Depok, itu tidak terlalu besar untuk ukuran sebuah pabrik, hanya sekitar 20 x 40 meter persegi. Di tembok depan yang bercat biru terdapat papan nama perusahaan: PT Sarimas Ahmadi Pratama.
Masuk ke bangunan utama, terdapat ruang tamu sederhana dengan meja kaca dan empat kursi. Di samping kiri terdapat sebuah ruang pertemuan. Di sisi kanan adalah ruangan yang difungsikan untuk kantor. Beberapa karyawan yang rata-rata berusia muda dengan seragam abu-abu tampak serius bekerja di depan layar komputer.
Di ruang tamu tampak penuh dengan piagam penghargaan yang diterima Dasep. Misalnya, Teknopreneur Award 2009, Penghargaan Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie 2009 dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Adhicipta Rekayasa 2010 dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
Ada satu lagi penghargaan yang cukup mencolok dengan foto Dasep menerima ucapan selamat dari Presiden SBY. Yakni, Penghargaan Rintisan Teknologi 2010 dari Kementerian Perindustrian RI.
"Di tempat inilah kami mendesain dan mengembangkan mobil listrik nasional," ujarnya mengawali pembicaraan dengan Jawa Pos Senin (28/5) lalu.
Kesan pertama yang bisa ditangkap dari sosok Dasep, dia tampak cerdas. Gaya bicaranya cepat, tapi tetap runtut dan detail. Sepintas agak mirip dengan gaya bicara mantan Presiden B.J. Habibie, namun dengan aksen Sunda yang masih terdengar.
Dasep yang oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dijuluki "Putra Petir" itu lalu bercerita tentang perjalanan hidupnya. Lahir dan besar di Sukabumi 46 tahun silam, Dasep mengaku sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau sains. Pelajaran kimia dan fisika yang biasanya menjadi momok bagi kebanyakan siswa justru menjadi kegemaran Dasep. Karena itu, tidak mengherankan bila nilai sempurna (10) sering dia raih untuk dua mata pelajaran eksakta itu.
Cita-cita Dasep mendalami ilmu sains makin besar tatkala diterima di Jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan spesialisasi robotik. "Di ITB saya banyak belajar tentang ilmu mekanika dan elektronika," cerita dia.
Salah satu prestasi yang berhasil diukirnya semasa kuliah adalah ketika memimpin tim Pusat Teknologi Tepat Guna (Pustena) Masjid Salman ITB meraih gelar juara I Lomba Inovasi Robotika Tingkat Nasional 1987.
Lulus pada 1990, Dasep kemudian bekerja di PT Pindad. Di BUMN yang memproduksi alat perang itu Dasep masuk sebagai staf engineer di bagian machine tool production otomation. Tak lama kemudian, pada 1992, Dasep pindah ke PT Astra International sebagai senior engineer.
Karir di raksasa otomotif Indonesia tersebut mengantarkan Dasep mendapat beasiswa untuk menuntut ilmu mekanika dan otomotif di Trumpf Maschinenfabrik, Stuttgart, Jerman. Beasiswa itu berasal dari VODEMA, gabungan industri dan pabrik asal Jerman.
Pada akhir 1994, Dasep kembali ke Indonesia dan masuk ke Daihatsu Astra Motor sebagai chief engineer. Di perusahaan itulah Dasep beberapa kali mendapat kesempatan belajar teknik pembuatan mesin mobil ke Tada Plant Daihatsu Motor Corporation di Osaka, Jepang. "Pada 1998, saya keluar dari Daihatsu karena meneruskan perusahaan orang tua di bidang produksi mesin pertanian," ujar laki-laki yang mahir berbahasa Inggris, Jerman, dan Jepang itu.
Gairah untuk terus berkreasi akhirnya mendorong Dasep mendirikan perusahaan sendiri, PT Sarimas Ahmadi Pratama, pada 2004. Melalui perusahaan itu, Dasep memproduksi mesin-mesin industri. Misalnya, mesin perancangan dan pembuatan jig serta special purpose machine untuk perusahaan otomotif PT Astra Daihatsu Motor.
Di luar itu Dasep memasok mesin yang diperlukan untuk proses produksi mobil di PT Honda Prospect Motor (HPM), Yamaha Group, dan PT Yamaha Part Manufacturing Indonesia. Selain memasok keperluan industri, Dasep menyuplai kebutuhan mesin untuk praktik di Politeknik Negeri Jakarta serta beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK).
Tak puas di dalam negeri, Dasep mengembangkan sayap bisnisnya ke mancanegara. Langkah fenomenal dicapai pada 2006. Dia berhasil mengekspor mesin untuk pembuatan mobil kepada Perodua Engine Manufacturing Sdn Bhd. Perodua adalah perusahaan otomotif lokal Malaysia. Meski lokal, Perodua bukan perusahaan sembarangan. Perusahaan itu memproduksi dan mendistribusikan beberapa produk Daihatsu di Malaysia. Perusahaan tersebut juga merupakan mitra lokal Daihatsu dan Toyota di Malaysia.
Hingga kini, Dasep sudah berkali-kali mengekspor mesin perkakas ke Perodua. Pekan lalu dia juga mengunjungi pabrik Perodua untuk mengecek kondisi mesin-mesin produksinya. "Mesin yang kami kirim pada 2006 hingga sekarang kondisinya masih baik lho," ujarnya, lantas tersenyum.
Lalu, kapan mulai menggeluti mobil listrik? Dasep mengatakan, sejak 2007 dirinya mulai merancang dan membuat produk otomotif seperti mobil gokar. Selain itu, dia pernah membuat prototipe (purwarupa) mobil jenis city car dengan kapasitas mesin 150 cc. Mobil tersebut diberi nama Mobira (Mobil Rakyat). Namun, Dasep baru mulai menggarap mobil listrik pada 2010. Itu pun masih berupa ide.
Menurut Dasep, ada banyak alasan mengapa dirinya tertarik mengembangkan mobil listrik. Pertama, mobil listrik belum dikembangkan di Indonesia, bahkan di negara-negara ASEAN yang lain. Kedua, mobil listrik ramah lingkungan karena bebas polusi atau emisi karbon. Ketiga, hemat bahan bakar. Jika dibandingkan dengan biaya untuk membeli BBM, biaya mobil listrik hanya 1/5 (seperlima) dari mobil ber-BBM.
Soal perawatan, mobil listrik juga lebih mudah. Sebab, mobil listrik tidak membutuhkan banyak onderdil berupa filter sebagaimana mobil BBM. Selain itu, mobil listrik lebih sedikit fast moving part (onderdil yang mudah aus). "Ibaratnya, kalau mobil BBM setiap 10 ribu kilometer harus ke bengkel, mobil listrik mungkin baru ke bengkel setelah 50 ribu kilometer," jelasnya.
Dasep menyebutkan, teknologi mobil listrik yang menggunakan baterai juga unik. Misalnya, saat menanjak, mobil akan menyerap energi dari baterai. Namun, begitu menurun, mobil listrik punya kemampuan mengubah energi potensial mekanis (energi gerak) menjadi energi listrik.
Tak hanya itu, saat akselerasi (kecepatan bertambah), mobil listrik akan menyerap energi dari baterai. Namun, ketika kecepatan mobil berkurang, gerak perlambatan itu bisa diubah menjadi energi yang masuk ke baterai. Baterai yang digunakan memiliki kapasitas daya 21 kilowatt hour (kwh). "Itu yang membuat mobil listrik sangat hemat energi," ujarnya.
Bagaimana pengisian baterainya? Menurut Dasep, ada dua cara pengisian. Pertama, pengisian melalui alat charger yang di-install di rumah, pabrik, atau kantor. Setiap pengisian membutuhkan waktu 4-5 jam. Itu mampu digunakan untuk jarak tempuh sekitar 140 kilometer.
Selain itu, ada sistem fast charging atau pengisian baterai dengan waktu singkat, hanya 30 menit. Bahkan, ada teknologi yang lebih singkat lagi, 10 menit. Jika mobil listrik berkembang, instalasi fast charging bisa dipasang di beberapa titik tempat publik sehingga bisa diakses oleh pemilik mobil listrik.
Dasep juga menuturkan, prototipe mobil listrik membutuhkan sepuluh tahap. Yakni, pengembangan front body, side body and door, rear body, upper body, interior, bracket (motor and transmission), finishing, assembling, inspection, dan test drive. "Nah, sekarang mobil kami memasuki tahap akhir assembling," ujarnya.
Menurut Dasep, dua tahap selanjutnya, yakni inspection dan test drive, tidak akan membutuhkan waktu lama. Karena itu, dia berani menargetkan Juli nanti semua sudah selesai. "Target kami Agustus nanti sudah bisa dilakukan test drive resmi," ucapnya.
Dasep kemudian mengajak Jawa Pos ke ruang bengkel di bangunan bagian belakang untuk melihat prototipe mobil listrik kreasinya. Namun, dia mewanti-wanti agar tidak memublikasikan foto prototipe mobil itu karena memang masih rahasia dan bakal di-launching pada saat test drive resmi Agustus mendatang.
Enam mekanik berseragam abu-abu tampak mengelilingi mobil bercat dasar hijau muda. Mereka sibuk meng-install beberapa peralatan dan mesin dalam mobil. Sekilas bentuknya mirip Toyota Avanza, namun lebih kecil. Sebagai gambaran, Toyota Avanza memiliki dimensi panjang 4,120 mm, lebar 1,630 mm, dan tinggi 1,695 mm. Sedangkan mobil listrik kreasi Dasep memiliki dimensi panjang 3,450 mm, lebar 1,490 mm, dan tinggi 1,600 mm.
Dasep mengatakan, mobil listriknya memang didesain sebagai city car dengan empat tempat duduk (empat seat), sehingga bentuknya lebih kecil. Untuk dapur pacu, Dasep akan membenamkan mesin dengan kekuatan 50 horse power (HP) continue, atau setara dengan mesin berkapasitas 900 cc. "Dengan mesin itu, mobil ini bisa melaju hingga 100 atau 120 kilometer per jam," ujarnya bangga.
Rencananya, Dasep merilis tiga varian mobil listrik. Yakni, varian standar, grand, dan lux. Warna yang dipilih hitam dan putih, serta satu warna lagi dirahasiakan. "Mobil ini nanti tidak dijual mahal. Makanya, kami bikin tiga varian agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen," katanya.
Dasep memperkirakan, bila mobil karyanya secara resmi diterima pemerintah, dirinya perlu waktu dua tahun lagi untuk menyiapkan produksi masal. Itu berarti pada 2014 mobil listrik tersebut sudah bisa dinikmati masyarakat.
Untuk mendukung obsesinya itu, Dasep menyiapkan dua pabrik di Depok dan Bogor. Selain itu, sekitar 300 perusahaan anggota Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMA) siap mendukung pengembangan mobil listrik itu. "Kebetulan, saya ketua GAMA," ujarnya.
Dasep optimistis, mobil listrik bisa sukses dikembangkan di Indonesia. Meski demikian, dia tetap membutuhkan support dari pemerintah, terutama dalam hal regulasi maupun insentif pajak. Sebab, masih ada beberapa komponen yang belum bisa diproduksi di dalam negeri sehingga harus diimpor.
Karena itu, dia sangat gembira ketika Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan dukungan penuh atas proyek mobil listriknya. Bahkan, Dasep mendapat kesempatan mempresentasikan karyanya di hadapan Presiden SBY dan para menteri di Jogjakarta pekan lalu. "Pak Dahlan sendiri sudah dua kali berkunjung ke pabrik kami," katanya.
Menurut Dasep, jika proyek mobil listrik sukses, itu merupakan lompatan besar dalam sejarah industri otomotif Indonesia. "Mudah-mudahan mobil listrik ini benar-benar bisa menjadi mobil nasional. Apalagi, diproduksi di dalam negeri oleh putra-putri sendiri," tandas dia. (*/c4/ari)
♣ Jpnn
Posted in: Artikel,Mobil
Mobnas listrik diproduksi massal 2013

Jakarta (ANTARA News) - Jika tidak ada aral melintang Indonesia segera memproduksi secara massal mobil listrik nasional pada April 2013.
"Mudah-mudahan jika semua lancar, mobil listrik dapat diproduksi massal mulai April 2013 dengan jumlah produksi awal sebanyak 10.000 unit," kata Dahlan usai meninjau PT Nipress Tbk produsen baterai (accu), di Narogong, Cileungsi, Jawa Barat, Selasa.
Menurut Dahlan, prototipe mobil listrik nasional akan diluncurkan pada 10 Agustus 2012 bertepatan dengan Hari Kembangkitan Teknologi Nasional.
Ia menjelaskan empat varian mobil listrik yang akan diproduksi yaitu, kendaraan sekelas Carry, Avanza, Yaris, dan kelas premium Ferrari.
"Prototipe empat varian mobil listrik tersebut sudah selesai, tinggal meminta kesiapan pasokan baterai jenis lithium ferro posphate," kata Dahlan.
Menurutnya, baterai merupakan unsur terpenting dalam industri mobil listrik yang perannya bisa mencapai 40 persen. "Tiga minggu lagi, saya akan menaiki mobil listrik itu," katanya.
Saat ini pembangunan mobil listrik nasional tersebut "dikeroyok" lima orang pemuda yang disebut Dahlan sebagai "Pendawa Putra Petir", yang masing-masing memiliki keahlian dan pengalaman dalam sebuah industri otomotif global.
Meski begitu Dahlan tidak menyebut perusahaan atau pihak mana yang akan ditunjuk dalam memimpin konsorsium proyek mobil listrik nasional tersebut.
"Belum ada yang ditunjuk. Tapi kita akan melibatkan PT INKA (Persero) dan PT LEN (Persero). Selain BUMN saya juga mengimbau pihak swasta juga ikut memproduksi mobil listrik ini," ujarnya.
Dahlan merupakan sosok yang sangat gencar untuk melahirkan industri mobil nasional.
Ia pun mempertemukan "Pendawa Putra Petir" dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, di Istana Negara Jogjakarta, Yogyakarta pada 25 Mei 2012, saat membahas mobil nasional.
Menurut Dahlan, saat ini baterai mobil listrik didesain untuk jarak tempuh 150 kilometer sekali pengisian, namun seiring perkembangan teknologi bisa ditingkatkan untuk 300 kilometer.
Mantan Dirut PT PLN itu optimistis masa depan mobil listrik nasional menjanjikan, karena selain negara bisa menghemat bahan bakar minyak (BBM), juga harga kendaraan ini tidak akan terlalu mahal karena selalu akan ada temuan baru.
"Bukan hanya pemerintah yang diuntungkan karena terkait dengan penghematan penggunaan BBM dalam APBN, tapi juga masyarakat yang dapat menghemat pengeluaran," ujarnya.
Mobil listrik menghabiskan biaya sebesar Rp1.000 per 10 kilometer, sedangkan mobil ber-BBM sekitar Rp10.000 per 10 kilometer.(R017)
♣ ANTARA News
Posted in: Mobil
Dahlan Pesan 2 Mobil Listrik Sekelas Ferrari
| SUTARMI/K56-12 Menteri BUMN Dahlan Iskan pesan dua unit mobil listri sekelas Ferrari, Rabu (16/6/2012). |
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan memesan dua buah mobil listrik buatan dalam negeri sekelas mobil berlogo kuda jingkrak Ferrari. Mobil listrik luxury sport pesanan Dahlan Iskan berwarna merah dan biru.
"Mobil ini akan jadi paling lambat akhir Juli dan akan jadi kendaraan saya gunakan ke kantor," kata Dahlan, Rabu (13/6/2012).
Sebelumnya, Selasa (15/6/2012) Dahlan Iskan mengunjungi pabrik yang merakit mobil kelas Eropa yang akan digadang menjadi mobil nasional di Kadipaten, Kota Yogyakarta, sekitar 17.00 WIB.
Mobil rancangan Danet ini, special edition, sekelas 4000 cc luxury sport. Mobil ini mampu melaju dengan kecepatan 220 km/jam.
Sementara, Direktur PT SMS Indoputra Amal Al Ghazali, mengatakan, dirinya juga telah memesan tiga unit mobil ini. "Perusahaan tempat saya juga pesan tiga unit. Harganya diatas Rp1 miliar," Kata Amal.
♣ KOMPAS.com
Posted in: Mobil
