Universitas Indonesia Ikut Kompetisi di Kelas Mobil Listrik!

TAHUN ini merupakan kali ketiga Universitas Indonesia (UI) mengikuti kompetisi mobil prototipe Shell Eco-marathon (SEM). Kali ini UI akan menerjunkan tiga kendaraan hemat energi pada 4-7 Juli mendatang di sirkuit Sepang, Malaysia, yang salah satunya adalah mobil listrik.
UI akan mengirimkan dua kendaraan, yaitu Kalabia Evo-2 dan Keris V.3, yang akan berkompetisi di kategori Internal Combustion Engine dengan bahan bakar bensin, dan juga satu kendaraan listrik bertenaga baterai, Keris V.4 untuk kategori mobil listrik.
Kalabia Evo-2 merupakan hasil pengembangan dari versi yang pernah dilombakan tahun lalu. Kalabia memiliki dimensi 2,4 m x 1,25 m x 1,1 m dengan bobot 90 kg dan dilapisi warna putih.
Mobil yang masuk dalam kelas Urban Concept Vehicle itu ditenagai oleh Internal Combustion Engine Gasoline Fuel Injection dan energinya berasal dari Shell U-Lead 95. Kendaraan yang ememiliki sasis dari aluminium alloy dan bodi serat kaca ini mampu meluncur hingga kecepatan 70 km/jam.
Keris V.3 merupakan penerus dari generasi sebelumnya. Mobil berkecepatan maksimal 35 km/jam tersebut diikutkan ke dalam kelas Prototype Combustion Vehicle. Dengan hanya memiliki tiga roda, mobil ini memiliki desain panjang berlekuk sesuai dengan namanya.
Beberapa komponen Keris V.3 menggunakan milik sepeda dan motor listrik. Dimensinya 2,69 m x 9,4 m x 8,16 m dan menggunakan mesin bensin Internal Combustion. Bodinya yang ramping dengan bobot 60 kg diharapkan dapat berjalan hingga 1.000 dengan hanya mengonsumsi bensin 1 liter.
Mobil terakhir yang menjadi inovasi terbaru, yaitu Keris V.4 dengan desain sama seperti V.3 tapi sedikit mengadaptasi model dari burung Garuda. Mobil tersebut masih prototipe di kelasnya dan dengan tenaga baterai berkecepatan maksimal 30 km/jam.
Dimensi, model, dan komponennya identik dengang V.3, tapi dengan tenaga penggerak yang lebih ramah lingkungan. Kendaraan berbodi monocoque terbuat dari fiberglass yang dikerjakan selama enam bulan ini ditargetkan dapat menempuh 350 km/1 kwh dan bisa masuk ke podium di kompetisi nanti.
"Universitas Indonesia sangat bangga dengan prestasi dan pencapaian mahasiswa kami yang mampu berkreasi dan berinovasi dalam upaya merespon dan memberikan solusi kepada kebutuhan akan kendaraan hemat energi di Indonesia. Mahasiswa-mahasiswa ini sungguh mewakili pemikiran cemerlang para pemuda Indonesia yang akan berperan penting dalam menghadapi tantangan energi di masa depan," ujar Rektor UI Gumilar Soemantri.
Selain UI, SEM 2012 Asia juga diikuti oleh delapan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Indonesia lainnya, yaitu Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Politeknik Negeri Pontianak, Universitas Pendidikan Indonesia, Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Negeri Jakarta, dan Universitas SumateraUtara. (mediaindonesia.com/ humasristek)
• Ristek
Posted in: Mobil,UI
Empat Universitas Perbarui Teknologi Mobil Listrik

PURWKERTO--MICOM : Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menegristek) Gusti Muhammad Hatta menyatakan mobil listrik yang diusung menjadi mobil nasional sangat dibutuhkan karena bisa menjadi solusi terhadap permasalahan krisis energi yang dihadapi Indonesia.
"Saya, selaku Menteri Negara Riset dan Teknologi selalu mengimbau agar produk yang dibuat anak bangsa harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," kata Gusti dalam pers rilis, Sabtu (26/5).
Selain menjadi solusi, kata dia, mobil listrik karya anak bangsa dari empat perguruan tinggi juga dinyatakan sebagai mobil yang ramah lingkungan.
Ia mengatakan, mobil listrik juga sangat dibutuhkan karena sangat efektif dan efisien menggantikan mobil yang berbahan bakar fosil (BBM) yang semakin hari semakin berkurang.
"Oleh karena itu, kenapa mobil listrik ini sangat dibutuhkan? Karena bisa menjadi solusi terhadap krisis energi, ramah lingkungan, dan efisien. Semoga dengan adanya dukungan dari Presiden mobil ini cepat terealisasi," kata Menegristek.
![]() |
| Marmut LIPI terlupakan |
Menurut dia, produksi massal mobil bertenaga listrik tersebut akan disusun bersama pakar mobil listrik dari empat perguruan tinggi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kementerian Riset dan Teknologi juga akan mengadakan penelitian yang komprehensif agar mobil listrik tersebut siap digunakan, termasuk bagaimana memroduksi baterai dan infrastruktur pengisian listrik yang mesti tersedia dengan baik.
"Infrastruktur stasiun isi ulang baterai harus dibuat. Kalau tidak, bagaimana mobil bisa jalan jauh," kata Gusti. (Ant/OL-9)
• MediaIndonesia
Posted in: ITB,ITS,Mobil,UGM,UI
Solusi Kendalikan BBM Bersubsidi Ala UI

INILAH.COM, Jakarta - Seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) seperti tak terbendung lagi. Hal ini membuat BBM kian langka. Fakultas Teknik UI (FTUI) mencoba berikan solusinya.
Hingga kini, pendistribusian BBM bersubsidi pada masyarakat masih menjadi permasalahan akibat masih adanya penyelewengan dalam pendistribusian. Baik itu di tingkat penyalur maupun pengecer. Hal ini diungkapkan oleh Dekan FTUI, Bambang Sugiarto, pada acara konfrensi pers Pemikiran FTUI Untuk Pengendalian BBM Bersubsidi Nasional, di Jakarta, Senin (4/6).
"Pada tingkat agen atau pengecer, peralatan pengisian BBM yang digunakan sulit digunakan untuk mengendalikan pembatasan pembelian BBM oleh pelanggan," ujar Bambang. Sebagai salah satu solusi, Bambang mengusulkan penggunaan stiker sebagai salah satu upaya nyata dalam membantu pendistribusian BBM Bersubsidi.
Dengan melibatkan pemerintah (melalui Kementerian ESDM dan BPH Migas), Gaikindo, bengkel-bengkel resmi, kepolisian, serta SPBU, stiker pengendalian BBM bersubsidi yang dikeluarkan pemerintah dan stiker informasi spesifikasi RON BBM yang dikeluarkan Gaikindo bisa digunakan.
"Stiker-stiker ini diberikan pada kendaraan yang berhak menggunakan BBM bersubsidi berdasar rekomendasi dan spesifikasi pabrikan dengan mekanisme penggunaan yang diatur Kementerian ESDM," papar Bambang.
Stiker ini sendiri akan menggunakan teknologi Radio-frekuensi Identification (RFID) yang berfungsi sebagai identitas yang akan dipetakan dengan nomor polisi yang berfungsi sebagai password. Selain itu, menurut Bambang, pemerintah bisa melakukan penghematan dana dengan jumlah yang cukup besar, sehingga dana tersebut dapat digunakan untuk mendukung program konversi ke bahan bakar lain.
"Melalui solusi ini, kuota BBM bersubsidi bisa ditekan sebanyak 3,622 juta kiloliter atau setara penghematan Rp11,59 triliun," tutup Bambang. [ikh]
♣ Inilah.com
Posted in: Energi,UI
★ Mobil Hemat Energi Dipamerkan di Istana Negara

Tiga Mobil Hemat Energi yang diberi nama Pasoepati, Equator dan Keris, karya mahasiswa Tehnik UI dipajang di Kampus UI Depok, Jabar, Jumat, (30/4). ANTARA/Tikka Anggraeni
TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini ada yang berbeda di halaman Istana Negara. Sebanyak 17 mobil hemat bahan bakar dipamerkan di antara pendopo, kantor kepresidenan, dan Istana Negara. Jangan bayangkan bentuknya seperti mobil yang biasa kita lihat di jalanan. Mobil-mobil yang merupakan karya para mahasiswa Indonesia ini lebih menyerupai mobil balap Formula Satu atau mobil mini yang hanya cukup satu orang.
Bulan depan, tepatnya tanggal 4-7 Juli, mobil-mobil ini akan ikut terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, mengikuti kompetisi Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2012. "Harusnya ada 18 mobil yang ikut pertandingan. Tetapi ITB hanya bawa tiga dari empat mobilnya. Yang berbahan bakar FAME (biodiesel) tidak bisa dibawa," kata Sri Wahyu Endah, External Communication and Social Performance Manager PT Shell Indonesia, di Istana Negara, Kamis, 7 Juni 2012.
Warnanya pun beraneka ragam. Ada yang putih, jingga, merah, biru langit, hijau, kuning, hingga perak. Mobil-mobil ini pun diberi nama khas Indonesia, sebut saja Nakoela buatan UI, Antasena buatan ITS, Semar buatan UGM, dan Kanayakan buatan Polman Bandung.
Sebagian ada yang menggunakan mesin sepeda motor, baik berkapasitas 125 maupun 250 cc, dan sebagian merakit sendiri mesinnya. Masing-masing setelah diuji coba bisa melaju dengan kecepatan rata-rata sekitar 30-40 kilometer per jam. Tetapi beberapa tim tampak ambisius mencantumkan target jarak kilometer terjauh yang bisa ditempuh dengan konsumsi satu liter bahan bakar.
Sebut saja Nakoela buatan UI yang ditargetkan bisa membakar satu liter bensin untuk jarak 1.000 kilometer. "Terakhir diuji satu liter masih 200-300 kilometer. Tetapi ini baru ganti mesin dan belum diuji coba," kata Fariz Muryadi, mahasiswa semester VIII Teknik Mesin UI, yang turut merancang Nakoela.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan CEO Royal Dutch Shell Peter Voser ditemani Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan pun menyempatkan diri berkeliling untuk bertanya pada para mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Indonesia (UI), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sumatera Utara (USU), Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), dan Politeknik Manufaktur Bandung (Polman). "Yang menggembirakan, tahun ini yang bertanding tidak hanya dari universitas negeri, tetapi juga swasta. Ada yang baru ikut pertama kali," kata M. Nuh.
Tahun ini, kata Endah, jumlah peserta Indonesia yang ikut bertambah. Setelah 2010 hanya sembilan tim, dan sepuluh tim di 2011, pada 2012 ini ada 18 tim yang ikut berlomba. Total yang akan berlomba di Malaysia adalah 146 tim dari 14 negara di Asia. "Saingan terberat dari Thailand dan Jepang. Thailand karena mungkin industri otomotif lagi maju di sana. Kilometer terjauh tahun lalu dimenangi Thailand," kata Endah.
Ada delapan jenis bahan bakar yang dipakai untuk mobil hemat bakan bakar ini. Selain bensin juga hidrogen, FAME, etanol, dan baterai listrik litium. Shell mensponsori bantuan membangun setiap mobil rakitan mahasiswa ini US$ 2.000. "Kemudian membantu pengapalan ke Malaysia, juga bantuan biaya perjalanan," kata dia.
Tak hanya dipajang, mobil-mobil ini pun sempat melaju sebentar di halaman Istana Negara. Tetapi, karena belum tahu medan, satu tim UGM sempat dimarahi Pasukan Pengamanan Presiden karena nyaris menerobos Istana Merdeka. Maklum, jika tidak ada acara kenegaraan, Istana Merdeka memang tidak boleh dilewati.[ARYANI KRISTANTI]
♣ TEMPO.CO

Seorang pria melihat sejumlah kendaraan hemat energi buatan mahasiwa Indonesia dari berbagai universitas yang terparkir di halaman Istana Negara, Jakarta. FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf

Presiden Susilo Bambang Yudhoyonobersama CEO Royal Dutch Shell Peter Voser didampingi Mendikbud M. Nuh, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri ESDM Jero Wacik meninjau salah satu tim mahasiswa ...

Anggota tim mahasiswa dari ITS (Surabaya) mencoba menyalakan mesin kendaraan hemat energi buatan mereka Sapu Angin 6 di halaman Istana Negara, Jakarta. FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf
Posted in: Indonesia Teknologi,Mobil,UI
UI, ITB, UGM Kampus Favorit di Asia
ITB peringkat 83 dari 100 besar kampus terfavorit di dunia.

VIVAnews - Kiprah perguruan tinggi di dunia maya kembali diperbarui oleh 4 International Colleges and Universities (www.4icu.org), yang dikenal dengan World Universities Web Ranking.
Sebanyak 11 ribu perguruan tinggi dari 200 negara dinilai berdasarkan tiga kriteria, yaitu Google Pagerank, Alexa Traffic Rank, dan Majestic SEO yang menggantikan Yahoo Site Explorer mulai edisi Januari 2012. Hasil pemeringkatan dirilis setiap semester, yaitu pada Januari dan Juli.
Berdasarkan data terbaru yang dikutip pada Kamis 19 Juli 2012, tercatat tiga universitas Indonesia masuk dalam daftar universitas terpopuler di Asia. Tiga universitas itu adalah Intitut Teknologi Bandung yang menduduki peringkat ke-13, Universitas Indonesia peringkat 37, dan Universitas Gadjah Mada peringkat 69.
Bahkan ITB masuk dalam 100 besar kampus terfavorit di dunia. ITB menduduki peringkat ke-83 dunia.
Dari 10 besar universitas terfavorit di Indonesia, 9 di antaranya ditempati perguruan tinggi negeri. Universitas Gunadarma menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang masuk 10 besar kampus terfavorit.
Peringkat perguruan tinggi di Indonesia yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gunadarma, Universitas Airlangga, Universita Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Pendidikan Indonesia.
Sedangkan dari 100 universitas di Asia, universitas asal Jepang menduduki peringkat pertama yakni Keio University. Disusul berturut-turut Peking University (China), Shanghai Jiao Tong University (China), National University of Singapore, Fudan University (China), Zhejiang University (China), Wuhan University (China), Nanjing University (China), Xi'an Jiaotong University (China), The University of Tokyo Japan (Jepang).
Sedangkan peringkat 10 besar dunia, Amerika Serikat menempatkan 9 universitasnya dalam peringkat tertinggi. 9 Universitas adalah Massachusetts Institute of Technology, Stanford Univeristy, Harvard University, University of California, Barkeley, The University of Texas at Austin, Cornell University, University of Michigan, University of Pennsylvania, University of Washington. (umi)
© VIVA.co.id
Posted in: ITB,UGM,UI
UI akan tampilkan ratusan hasil riset
"Riset tersebut tentunya akan memaparkan capaian yang dihasilkan UI dalam lima tahun terakhir ini,"
Depok - Universitas Indonesia (UI) akan menampilkan ratusan hasil riset baik karya dosen maupun mahasiswa dalam Gelar Ilmu UI 2012 pada 12-13 September 2012.
"Riset tersebut tentunya akan memaparkan capaian yang dihasilkan UI dalam lima tahun terakhir ini," kata Ketua Panitia Penyelenggara Gelar Ilmu UI 2012, Dr.rer.net Yasman, di Depok, Kamis.
Ia mengatakan dengan adanya Gelar Ilmu UI 2012 diharapkan dapat merefleksikan kinerja riset yang dilakukan dosen dan mahasiswa UI. Riset bermuara pada masyarakat dan industri. Komitmen Universitas Indonesia (UI) sebagai "World Class Research University" diwujudkan dalam penyelenggaraan pameran hasil inovasi riset dan program pengabdian masyarakat para sivitas akademika UI bertajuk "Gelar Ilmu UI 2012".
Menurut dia kegiatan yang bertemakan "Menjadi Universitas Riset : Wujud Sumbangsih Keilmuan Universitas bagi Bagi Bangsa dan Dunia" akan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Mohammad Nuh di Balairung UI, Kampus Depok.
Menurut dia beragam capaian inovasi riset dan pengabdian masyarakat sivitas akademika
UI akan ditampilkan secara interaktif melalui rangkaian kegiatan Gelar Ilmu UI 2012. Seminar dan talkshow, workshop, yang membahas berbagai tema terkait pengembangan riset kampus dan aplikasinya kepada masyarakat dan industri.
Ia mencontohkan pembahasan konsep universitas riset, penerapan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada hasil riset, komersialisasi invensi, dan kegiatan temu bisnis yang mempertemukan periset UI dengan kalangan industri.
Sementara itu Kepala Kantor Komunikasi UI Siane Indriani mengatakan tampilan gelar ilmu UI akan berbeda capaian riset dan program pengabdian masyarakat UI yang dikemas dengan konsep edukasi dikombinasikan dengan konsep hiburan yaitu kegiatan Fun Science.
"Berbagai temuan dan fakta unik dalam bidang sains akan ditampilkan dalam beragam display inovasi riset dan melibatkan interaksi pengunjung melalui kegiatan eksperimen unik, games dan kuis," katanya.
Kegiatan Fun Science juga diramaikan dengan pertunjukan teatrikal "chemical experimental class", demonstrasi eksperimen (fisika, kimia dan biologi) oleh tim Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI beserta Siswa SMU se-Jabodetabek. Konsep Fun Science diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat mengenai dunia riset yang identik dengan hal rumit dan berat menjadi kegiatan riset yang menyenangkan serta menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas.
Kegiatan Students Research Colloquium merupakan kompetisi ilmiah di bidang sosial humaniora yang diharapkan dapat menghasilkan kajian riset untuk diterbitkan dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau pun jurnal ilmiah internasional.
Adapun biaya akomodasi para peserta yang mengikuti kegiatan Students Research Colloquium dibiayai oleh UI. Para pengunjung Gelar Ilmu UI adalah kalangan akademisi yang terdiri dari dosen dan mahasiswa S1 hingga S3, masyarakat dan para siswa SMU.
Lebih lanjut ia mengatakan Gelar Ilmu UI merupakan agenda kegiatan lima tahunan dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007 yang dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir yaitu 2008-2012, hasil capaian riset dan program pengabdian masyarakat UI meningkat secara signifikan.
Dikatakannya UI telah menghibahkan dana kepada 1.587 kegiatan riset, dengan total dana riset mencapai Rp 18,29 Miliar di tahun 2012. Atas pencapaian tersebut, kegiatan Gelar Ilmu UI 2012 diharapkan dapat membuka dan memperluas wawasan masyarakat akan beragam capaian riset dan program pengabdian masyarakat yang dihasilkan UI dalam mendukung penyelesaian berbagai permasalahan bangsa.
"Gelar Ilmu UI diharapkan dapat memberikan dan membagi pengalaman pencapaian research university bagi perguruan tinggi di Indonesia," katanya.(F006/Y008)
( Antara )
Posted in: Ristek,UI
UI Kampus Terhijau ke-25 Sedunia
Jakarta � Universitas Indonesia (UI) menempati peringkat ke-25 sebagai kampus terhijau di dunia.
"Penilaian ini berdasarkan UI GreenMetric ranking of World Universities," kata Wakil Rektor UI bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Muhammad Anis di Gedung Balairung Depok, Selasa (8/1).
Sementara rangking pertama sebagai kampus terhijau yaitu University of Connecticut, Amerika Serikat. Selanjutnya peringkat kedua yaitu University of Nottingham, Inggris, dan posisi ketiga ditempati University College Cork National University of Ireland, Irlandia.
Perguruan tinggi nasional yang berada di 30 besar lainnya, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menempati peringkat ke-27.
Anis mengatakan, UI GreenMetric ranking of World Universities 2012, diikuti 215 perguruan tinggi dari 49 negara. Jumlah tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 178 perguruan tinggi.
Beberapa negara yang ikut serta adalah Cina, Fiji, Finlandia, Yunani, Hong Kong, Meksiko, Chile, Afrika Selatan, Palestina, Vietnam, Inggris, Amerika Serikat dan lainnya.
UI GreenMmetric World University Ranking merupakan lembaga pemeringkatan perguruan tinggi terbaik di dunia yang memiliki komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus.
UI GreenMetric telah diterima sebagai anggota IREG Observatory (International Ranking Expert Group) secara resmi pada Konferensi IREG-6 bulan April 2012 di Taipei. IREG merupakan lembaga internasional yang berperan sebagai penjamin mutu lembaga pemeringkatan yang ada di dunia.
Pemeringkatan UI GreenMetric World University 2012 dilandasi tiga filosofi dasar yaitu enviroment, economic, dan Equity. Metodologi dan survei dilakukan oleh tim UI GreenMetric salah satunya dengan mengembangkan bobot indikator penilaian yang terdiri dari statistis kehijauan kampus (15 persen).
Selanjutnya pengelolaan sampah (18 persen), energi dan perubahan iklim (21 persen), penggunaan air (10 persen), tranportasi (18 persen), dan pendidikan (18 persen).
ۥ Republika

Posted in: Awards,UI
★ TNI AL Bareng UI Kembangkan Robot Kapal Tanpa Awak
| Robot UI-TNI AL Makara-02 (TNI AL) |
Dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (20/11/2012), TNI AL bekerja sama dengan Mahasiswa UI yang terdiri dari mahasiswa Teknik Perkapalan (M Hary Mukti/2009, Aditya Meisar/2009), Teknik Mesin(Ricky/2012), Teknik Elektro (Novika Ginanto/2008, Irvan JP Elliika/2008) dan Ilmu Komputer (M Anwar Ma’sum/2009).
Konsep Road Mapnya adalah tentang Cyber Warfare dalam pertahanan Indonesia, dimana nantinya kapal tanpa awak ini akan dikendalikan melalui komunikasi satelit. Kapal ini digunakan untuk melakukan penyerangan terhadap kapal penyusup.
Jika kapal tanpa awak ini terkena serangan hacker atau virus dalam komunikasi datanya oleh penyusup yang menjadikan gerakan kapal tanpa awak ini menjadi kacau atau tak terkendali, maka PUSINFOLAHTA – Mabes TNI akan melakukan perlawanan terhadap virus atau serangan hacker sehingga kapal tanpa awak ini dapat dikendalikan kembali dan memulai penyerangan terhadap kapal musuh/penyusup kembali.
Prototipe kapal tanpa awak yang dikerjakan oleh para mahasiswa UI ini ditampilkan di stand Mabes TNI pada acara Indo Defence 2012 yang diselenggarakan di Jakarta International EXPO-Kemayoran pada 7-10 November 2012 yang lalu.
Kapal tanpa awal yang diberi nama Makara-02 ini sebelumnya telah meraih penghargaan desain terbaik se-Indonesia dan berhasil melampaui 4 rintangan secara otomatis (fully autonomous) tanpa kendali dibandingkan peserta lain pada Kontes Kapal Cepat Tak Berawak 2012 Kategori Autonomous yang dilaksanakan di Pantai Kartini-Jepara melalui bimbingan Dosen Perkapalan (Dr. Ir. Sunaryo, M.Sc) dan Dekan FTUI (Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng).
Makara-02 merupakan robot kapal tanpa awak yang dikembangkan dari Makara-01, yaitu robot kapal tanpa awak sebelumnya yang dilombakan di Amerika Serikat, Robot kapal tanpa awak ini berdimensi 4.94ft x x 2.96ft 0.73ft dengan sistem kendali otomatis berdasarkan sensor kamera (image processing).
Aspek kunci dari desain Makara-02 adalah desain berteknologi tinggi yang memperhatikan aspek stabilitas dan hambatan yang sangat rendah merupakan perpaduan antara SWATH (Small Waterplane Area Twin Hull) dan teknologi Wave Piercing sehingga kapal jauh memiliki nilai inovasi yang tinggi.
Robot kapal tanpa awak MAKARA-02 ini nantinya akan digunakan sebagai model untuk uji towing tank untuk memprediksi hambatan pada SEA GHOST yang berukuran FLEET CLASS yaitu memiliki panjang kurang lebih 10 m dan memiliki payload lebih dari 2 ton, sehingga stabilitas kapal sangat baik ketika dilengkapi persenjataan dan sistem komunikasi yang canggih. Perkembangan Kapal tanpa awak ini berkembang pesat di Amerika Serikat, Israel dan bahkan telah digunakan di Singapura.
Video:
© Detik
Posted in: Robot,TNI AL,UI
★ Makara-02, Kapal Pengintai Buatan TNI AL dan Mahasiswa UI
Kapal ini memiliki dimensi 4,94 kaki x 0,73 kaki.
| Makara-02, prototype kerjasama TNI AL dan UI |
Saat ini TNI Angkatan Laut Indonesia (AL), bekerjasama dengan mahasiswa teknik perkapalan Universitas Indonesia (UI), sedang menjalani kerjasama dan pengembangan sebuah proyek bernama Sea Ghost Project.
Proyek ini tergolong istimewa lantaran merupakan proyek kapal perang tanpa awak. Konsep road mapnya adalah Cyber Warfare untuk pertahanan Indonesia. Kegunaannya adalah untuk melakukan pengintaian dan penyerangan terhadap para kapal penyusup. Cara pengendalian kapal ini sendiri akan menggunakan sistem teknologi komunikasi satelit dan sensor kamera.
Saat ini Sea Ghost Project telah dibuat prototype dan diberi nama Makara-02. Kapal ini memiliki dimensi 4,94 kaki x 0,73 kaki. Prototype ini juga telah dipamerkan di stan Mabes TNI pada acara Indo Defence 2012, November lalu.
Meski belum diujicobakan sebagai kapal perang sungguhan, prototype Makara-02 sudah sering mengikuti lomba di Amerika. Tujuannya yakni untuk memperbaiki segala kekurangan yang masih dimiliki.
Para mahasiswa yang terlibat adalah, M Hary Mukti dan Aditya Meisar dari teknik perkapalan. Mereka juga dibantu Ricky (Teknik Mesin), Novika Ginanto (Teknik Elektro), Irvan JP Elliika (Teknik Elektro), serta mahasiswa Ilmu Komputer yakni M Anwar dan Ma'sum.
● Berita Satu

Posted in: Kapal,TNI AL,UI
Mapala UI Ke Puncak Trikora
Mapala UI Buka Jalur Baru ke Puncak Trikora
| Ilustrasi |
Jakarta | Di tengah euforia masyarakat awam mendaki gunung, jauh dari ingar-bingar pemberitaan, sebuah catatan manis dibuat Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI). Tepat pada 27 Januari 2013, tim Mapala UI berhasil menuntaskan ekspedisi Puncak Trikora, Papua. Mereka berhasil membuat jalur baru ke Puncak Trikora melalui jalur panjat (direct climbing).
Ekspedisi ke Puncak Trikora yang berketinggian 4.750 meter di atas permukaan laut itu dilakukan enam anggota Mapala UI. Mereka adalah Fandhi Achmad (Mapala senior), Agung Rudiarto (Fakultas Hukum angkatan 2010), M. Rinanda (Fakultas MIPA, 2010), Satrya Alfandi (Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2010), Ridwan Hakim (Fakultas MIPA, 2010), dan Ina Diana (program ekstensi UI, 2011).
"Pendakian ke Puncak Trikora dengan cara panjat ini adalah yang pertama kali dilakukan orang. Sebelumnya, pendaki mencapai Puncak Trikora menggunakan jalur normal," kata Agi, sapaan Fandhi, yang bertindak sebagai ketua tim ekspedisi, Selasa, 12 Februari 2013, di Sekretariat Mapala UI, gedung Pusgiwa, Depok, Jawa Barat.
Dalam upaya mencapai Puncak Trikora, tim menggunakan teknik memanjat Himalaya. "Cara ini dilakukan dengan alasan lebih aman dan lebih menjamin keberhasilan," kata Agi, yang sudah dua kali ke Puncak Trikora dan enam kali ke Puncak Carstensz Pyramid.
Dalam teknik Himalaya, pemanjatan dilakukan secara bertahap, yang bisa memakan waktu beberapa hari. Begitu tim meraih ketinggian tertentu, mereka akan kembali ke kamp untuk istirahat dan dilanjutkan keesokan harinya. Ini berbeda dengan teknik Alpen, di mana pemanjat tidak kembali ke kamp, tapi menggantung di tali.
Ekspedisi yang dimulai pada Sabtu, 19 Januari 2013, ini akhirnya berbuah manis. Pada Minggu, 27 Januari 2013, sekitar pukul 13.30 waktu setempat, tim akhirnya sukses menuntaskan ekspedisi. Agi, Agung, dan Rinanda sampai ke pucuk Trikora dan kembali ke kamp lewat jalur normal. Sedangkan tiga lainnya bertugas sebagai tim cleansing yang membersihkan jalur pemanjatan dari tali-tali dan peralatan panjat lainnya. "Meskipun sempat dihantam badai salju berhari-hari, kami bersyukur tim ini berhasil menuntaskan tugasnya," kata Agi.
Di Puncak Trikora, Mapala UI Dihantam Badai Es
| Puncak Jaya |
Kuku-kuku jari kaki Satrya Alfandi menghitam. Mulai dari jempol hingga jari kelingking semuanya berwarna gelap. Seperti semacam darah yang membeku. Tapi bukan itu yang bikin anggota Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) ini pusing. "Rasanya nyeri sekali," kata Satrya pada Tempo, Selasa, 12 Februari 2013, di Sekretariat Mapala UI, Depok, Jawa Barat.
Tapi untunglah kondisi yang dialami mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat angkatan 2010 ini menunjukkan tanda-tanda perbaikan. "Untungnya bukan frosbite, baru gejala-gejalanya saja," kata Satrya, lalu merintih. Frostbite adalah membekunya sebagian organ tubuh yang terpapar oleh suhu dingin yang berlebihan.
Satrya terkena gejala tersebut saat dirinya berada di Puncak Trikora, Papua, pada Januari lalu. Dia adalah salah satu dari enam anggota Mapala UI yang tergabung dalam ekspedisi Mapala UI ke Puncak Trikora. Selain Satrya, tim ini terdiri dari Fandhi Achmad (Mapala senior), Agung Rudiarto (Fakultas Hukum angkatan 2010), M. Rinanda (Fakultas MIPA, 2010), Ridwan Hakim (Fakultas MIPA, 2010), dan Ina Diana (program ekstensi UI, 2011). Mereka berhasil mencapai puncak berketinggian 4.750 meter di atas permukaan laut itu dengan cara memanjat (direct climbing).
Suhu yang teramat dingin di ketinggian adalah penyebab utama frosbite. "Apalagi saat kami memanjat, sering terjadi hujan es," kata Satrya. Kalau saja dia sampai terkena frosbite, mau tak mau jari-jarinya harus diamputasi. "Bila tidak, saraf-saraf yang membusuk akan menyebar ke bagian tubuh lain. Dan itu lebih membahayakan," kata Fandhi, ketua tim ekspedisi.
Sebenarnya, hujan es di Puncak Trikora jarang terjadi. "Berbeda dengan Carstensz Pyramid, yang selalu diliputi salju, Puncak Trikora ini jarang diliputi es," kata Agi, sapaan Fandhi. Agi sudah pernah ke dua puncak tersebut sebelumnya. Dia enam kali ke Carstensz Pyramid dan dua kali ke Puncak Trikora. "Saat pertama kali ke Trikora dulu, saya enggak nemu es. Enggak tahu kenapa sekarang nemu," kata pria 30 tahun itu.
Upaya tim Mapala UI membuka jalur baru baru melalui panjat memang tidak mudah. Selain hujan es saat pemanjatan, beberapa kali mereka juga dihantam badai es. Puncaknya adalah Selasa dinihari, 26 Januari 2013, saat badai meluluhlantakkan kemah-kemah mereka. Namun, berbekal semangat pantang menyerah, mereka terus melanjutkan ekspedisi.
Ternyata, bukan cuma Satrya yang merasakan sakit khas pegunungan, Agi pun mendapatkannya. Tepat saat dia berhasil meraih Puncak Trikora keesokan harinya, pria 30 tahun ini mengalami snow blind alias buta salju. Ternyata dia lupa pakai kacamata. Tak pelak, angin yang bertiup kencang, yang mengandung salju, di puncak sana membuat matanya perih luar biasa. "Dibuka perih, ditutup perih, enggak bisa melihat apa-apa. Hampir seharian mata saya kedip-kedip," Agi menceritakan.
Begini Persiapan Mapala UI Memanjat Puncak Trikora
| Ilustrasi |
Melakukan ekspedisi ke Puncak Trikora, Papua, bukan perkara gampang. Selain sebagai puncak tertinggi kedua di Indonesia setelah Carstensz Pyramid, metode memanjat (direct climbing) yang dipilih tim ekspedisi Puncak Trikora Mapala UI sudah pasti harus dipersiapkan secara matang. Tak heran jika ekspedisi ini dipersiapkan berbulan-bulan.
Menurut ketua tim ekspedisi, Fandhi Ahmad, persiapan ke puncak berketinggian 4.750 meter di atas permukaan laut itu dilakukan sejak Oktober 2012. Di antara sejumlah persiapan lainnya, persiapan personel tim ekspedisi yang akan berangkat juga cukup penting. Kesiapan fisik dan kemampuan panjat tebing adalah syarat utama untuk bergabung dalam tim.
Pada tahap awal, anggota Mapala UI yang berlatih mencapai sekitar 20 orang. "Namun, karena pertimbangan anggaran dan kesiapan personel, akhirnya tim yang diberangkatkan enam orang," kata Agi, sapaan Fandhi, Selasa, 12 Februari 2013, di Sekretariat Mapala UI, gedung Pusgiwa, Depok, Jawa barat.
Selain Agi, tim ekspedisi terdiri dari Agung Rudiarto (Fakultas Hukum angkatan 2010), M. Rinanda (Fakultas MIPA, 2010), Ridwan Hakim (Fakultas MIPA, 2010), dan Ina Diana (program ekstensi UI, 2011). Persyaratan ketat dilalui keenam orang tersebut.
Latihan fisik dimulai dari menguji ketahanan (endurance) dan kekuatan (power). Dengan latihan yang terukur dan teratur, mereka jogging, pull up, sit up, dan latihan-latihan fisik lainnya. Salah satu parameter yang digunakan dalam penentuan personel tim adalah VO2 Max minimal. "Untuk laki-laki, VO2 Max minimalnya adalah 52, sementara untuk perempuan minimal 48," kata Agi.
VO2 Max merujuk kepada banyaknya jumlah oksigen selama eksersi (aktivitas fisik) maksimum. Semakin tinggi VO2 Max seseorang, semakin lama orang tersebut merasa kelelahan ketika beraktivitas.
Selain kesiapan fisik, kemampuan panjat tebing juga dipersiapkan. "Karena ekspedisi ini dilakukan dengan cara panjat, grade kemampuan panjat tim minimal 5.10," kata Agi. Grade ini mengukur kemampuan panjat seseorang pada tingkat kesukaran tebing.
Mereka pun berlatih pada sejumlah tebing di Jawa Barat. "Di antaranya tebing di Ciampea dan Citatah," Agung menambahkan.
Dengan persiapan-persiapan yang matang, mereka pun bertolak dari Jakarta ke Papua pada 19 Januari 2013. Tepat pada 27 Januari sekitar pukul 13.30 waktu setempat, mereka berhasil mencapai Puncak Trikora dengan memanjat. "Mencapai Puncak Trikora dengan memanjat ini adalah yang pertama dilakukan di dunia," kata Agi.
● Tempo

Posted in: Ilmu Pengetahuan,UI
[Foto] Mahasiswa UI Siapkan Mobil untuk Balapan di Sirkuit Sepang
Depok • Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia mengecek mesin mobil Keris RV dan Kalabia evo-3 di sela peluncuran mobil hemat energi, ramah lingkungan dan ultra efisien di Balai Sidang UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (21/3). Rencananya kedua mobil itu akan dilombakan dalam ajang Shell Eco Marathon Asia 2013 di Sirkuit Sepang, Malaysia pada 4-7 Juli 2013.
● Metrotv

Posted in: Foto,Mobil,UI
Empat Universitas Beradu Mobil Berbahan Bakar Alternatif
| Mobil Listrik UNY EVO Tim Garuda |
"Ada tujuh mobil dari UGM, Politeknik Negeri Bandung, UI, dan ITS yang bertanding. Mereka umumnya menggerakkan mobil dengan reaksi kimia dari alat pemutih lumut di toilet atau kamar mandi," kata Ketua Panitia Chem-E-Car Hanif Mubarok.
Didampingi Ketua "Chernival Chemical Engineering Innovation Festival" (festival yang di dalamnya ada even Chem-E-Car), Raymond Vensky Rattu, ia menjelaskan Chem-E-Car tahun 2011 diikuti 11 tim, tapi tahun 2013 hanya tujuh tim dari empat universitas.
"Tahun 2011 cukup banyak, karena ada peserta dari luar negeri, tapi tahun ini tidak ada karena bersamaan dengan kegiatan serupa di negera lain seperti Malaysia, Thailand, dan sebagainya, sedangkan kompetisi tingkat dunia di Australia pada Juni mendatang," katanya.
Tentang penilaian, ia mengatakan hal itu ditentukan studi kasus dengan dua undian yakni undian beban dan undian jarak. "Beban akan diberikan dalam kisaran 0-20 persen dari bobot mobil, lalu berat beban itu yang menentukan undian jarak yang harus dicapai," katanya.
Bagi pemenang, panitia akan menyiapkan bantuan dana Rp10 juta untuk juara pertama, Rp7 juta untuk juara kedua, dan Rp4 juta untuk juara ketiga. "Khusus juara pertama akan difasilitasi Aptekindo untuk beradu ke kegiatan tingkat dunia," katanya.
Dari tujuh tim peserta itu, UGM mengeluarkan tiga mobil yakni mobil "Sugriwa III" yang berbahan bakar Asam Chlorida (HCl) untuk sistem rem dan Magnesium untuk sistem penggerak. "Itu merupakan alat pemutih lumut di toilet atau kamar mandi," katanya.
Selain itu, UGM juga mengeluarkan mobil "Subali IV Car" yang berbahan bakar Hydrogen Peroxida sebagai penghasil gerak. "Hydorgen Peroxida itu alat pemutih yang lebih ampuh lagi, tapi mobil Subali itu juga Bejana Tekanan yang merupakan penggerak," katanya.
Mobil berbahan bakar alternatif yang lain dari UGM adalah "Anjani" yang menggunakan penggerak "fuel cell" dari Zodium Peroksida.
Sementara tim dari Politeknik Negeri Bandung ada dua yakni tim mobil "Sangkuriang" dan tim mobil "The Warrior". Sangkuriang memakai "fuel cell" buatan sendiri dari zinc dan asam sulfat, sedangkan The Warrior menggunakan baterai alumunim yang menghasilkan listrik.
"Untuk mobil Spektronics 5 dari ITS juga menggunakan reaksi kimia dari alat pemutih, lalu reaksi itulah yang mengisi Bejana Tekanan mirip tabung gas yang akhirnya menggerakkan mobil," katanya.
Tahun 2011, alat pemutih yang sama juga digunakan, tapi reaksi kimia yang ada menggerakkan piston, bukan turbin. "Kalau dengan turbin tidak ada energi yang terbuang," katanya.
Ia menambahkan tim UI juga mengeluarkan satu mobil yakni "Altair 1.0". Bahan bakar yang digunakan dari elektroda alumunium yang bisa menghasilkan gas bila bereaksi dengan udara, lalu reaksi itu menghasilkan listrik yang diubah jadi energi penggerak," katanya. (E011/T007)
● Antara

Posted in: ITS,Mobil,UGM,UI,UNY
Peneliti UI Temukan Bukti Kerajaan Sriwijaya di Jambi
JAKARTA � Peneliti dari Universitas Indonesia menemukan bukti-bukti bahwa Kerajaan Sriwijaya berada di kawasan Muaro Jambi, Jambi, bukan di Palembang.
"Meski terkenal sebagai pusat berkembangnya Kerajaan Sriwijaya, Palembang ternyata tidak memiliki banyak bukti peninggalan," kata Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia, Profesor Agus Aris Munandar, dalam siaran persnya, Minggu (14/7).
Asumsi Agus tersebut didasarkan atas penemuan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Sriwijaya serta petirtaan berupa sumur di Situs Kedaton, Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi, oleh 43 mahasiswa dan 5 dosen pembimbing yang tergabung dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Arkeologi Universitas Indonesia (UI) pada 16 hingga 28 Juni 2013 lalu.
Tim Arkeologi UI melakukan metode ekskavasi yang bertujuan menemukan kembali sisa-sisa kegiatan manusia masa lalu dengan cara penggalian. Proses ekskavasi dilakukan di 14 kotak gali di Situs Kedaton, Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi. Kawasan tersebut berada sekitar 20 kilometer dari Kota Jambi atau 30 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Muaro Jambi.
Ditaklukkan
Lebih lanjut, Agus mengatakan sebenarnya masih banyak bagian kawasan cagar budaya tersebut yang belum dijamah, termasuk yang berada di seberang Sungai Batanghari. Arca-arca lepas yang ditemukan di Palembang bertuliskan ancaman-ancaman, maka dapat diartikan bahwa Palembang merupakan kota yang telah ditaklukkan oleh Sriwijaya.
Dosen arkeologi UI, Cecep Eka Permana, mengatakan tim menemukan sumur yang terletak di arah timur laut, yang merupakan arah yang paling baik bagi agama Buddha. Menurut Cecep, sumur tersebut pada masanya digunakan sebagai sumber mata air. "Sumur yang ditemukan tersebut baru digali sedalam 1,5 meter," ujar Cecep.
Di sekitar sumur, tim juga menemukan sisa pecahan tembikar, keramik, dan stoneware (barang pecah belah lainnya). Selain sumur, ditemukan struktur persegi di pinggir sumur yang diidentifikasi sebagai lantai di sekitar sumur.
Ada juga struktur lain yang berbentuk bangunan yang terlihat dari pola letak, halaman tengah, dan halaman luarnya. Pada struktur luar, ditemukan fragmen-fragmen yang berbentuk besar dan kasar. Sementara itu, semakin ke dalam, fragmen yang ditemukan semakin halus teksturnya. "Dalam konteks keagamaan, biasanya makin ke (ruangan bagian) dalam akan makin suci," ujar Cecep.
Departemen Arkeologi UI, bersama pemerintah setempat, saat ini tengah bekerja sama menjadikan Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi sebagai laboratorium penelitian sehingga dapat dimanfaatkan untuk penelitian arkeologi, baik oleh dosen maupun mahasiswa arkeologi.
● Koran Jakarta

Posted in: Situs,UI
Mahasiswa UI Raih 7 Penghargaan di Belanda
Den Haag - Sebanyak tujuh mahasiswa Universitas Indonesia (UI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang The European International Model United Nations (TEIMUN) di The Hague, Belanda.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (1/8) disebutkan, tujuh penghargaan yang diperoleh delegasi UI yang dipimpin Gea Larissa Kuncoro (FISIP UI) itu yakni, Honorable mentions of the General Assembly oleh Okky Oktaviani (FISIP), Best delegate dalam United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) oleh Anbar Jayadi (FH), Best delegate dalam United Nations Security Council oleh Gea Larissa Kuncoro (FISIP) dan Benjamin Harahap (FH), Outstanding Delegate dalam European Council oleh Terry Muthahahari (FISIP), dan Outstanding delegate dalam Ecosoc oleh Boy Al Idrus (FH).
TEIMUN 2013 diikuti lebih dari 300 peserta dari 80 negara seperti Belanda dari Leiden University dan Groningen University, Belgia, Mesir, Australia, dan Jerman. Delegasi UI berhasil menyandang gelar juara umum sama seperti pada 2011 dan 2012 lalu.
TEIMUN merupakan forum internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk memperluas wawasan tentang pola kerja organisasi internasional seperti PBB dan NATO. Mereka harus memainkan peran mereka sebagai diplomat dari berbagai negara dan membahas isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan di dalam PBB baru-baru ini.
Sebagai contoh, salah satu isu yang diperbincangkan di dalam General Assembly di TEIMUN tahun ini adalah “The role of Media in Changing World”. Isu ini menyentuh keputusan beberapa negara untuk melakukan sensor terhadap beberapa media di negara mereka. Dan juga alasan mengapa beberapa negara tersebut melakukan sensor terhadap media mereka yaitu karena untuk melindungi warga negaranya.
Okky Oktaviani, yang juga mahasiswi komunikasi UI yang kebetulan mendapat peran sebagai delegasi dari Swedia ikut berperan besar dalam pembuatan resolusi General Assembly mengenai isu ini.
Menurut Okky, Swedia merupakan negara yang memiliki kebebasan pers yang patut di contoh oleh negara-negara lain. Sebab, Swedia menjunjung tinggi Hak Asasi dari warga negara-nya yaitu untuk dapat mengekspresikan opini dan pendapat mereka termasuk di dalamnya untuk memperoleh informasi dalam berbagai bentuk tanpa intervensi dari siapapun.
Kebebasan pers di dalam suatu negara juga merupakan salah satu bentuk legitimasi dari suatu pemerintahan yang demokratis dari warga negaranya. Sebab, jika warga negara dapat mengungkapkan pendapat mereka tentang pemerintahannya dan dapat mengkritisi pemerintahnya tanpa merasa terancam, maka demokrasi benar-benar dijunjung tinggi di negara tersebut. Tentu saja, kebebasan mengungkapkan pendapat tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab. Oleh karena itu, suatu negara perlu membuat badan independen yang mengurusi masalah pers mereka sebagai self-regulatory body seperti Dewan Pers di Indonesia
● Berita Satu

Posted in: Awards,UI
Keris UI Tembus Rekor
JAKARTA - Dua tim dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menyumbangkan prestasi di tingkat nasional. Karya mereka yang berbentuk mobil prototype bensin dan listrik ini didapuk sebagai juara pertama dalam ajang Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2013. Tim yang bernama Nakoela Hore berhasil mencetak rekor Indonesia dengan pencapaian satu liter bensin untuk 1.027 km.
Tidak hanya Nakoela Hore saja, UI juga mengirimkan tim yang lain yaitu Arjuna Hore dengan mobil prototype listrik dengan nama yang sama yakni Keris EV. Tim Arjuna Hore berhasil meraih juara pertama dengan pencapaian 252 km/kWh. Pencapaian tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yaitu 165 km/kWh.
Menyusul di peringkat dua untuk kategori prototype Listrik adalah Tim Bumi Siliwangi 3 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan pencapaian 236,9837 Km/kWh. Sedangkan pada kategori prototype bensin, peringkat kedua diraih oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dengan pencapaian 677,9639 km/L.
Tim Nakoela Hore terdiri dari 11 mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UI dan satu mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI angkatan 2010. Sedangkan tim Arjuna Hore terdiri dari sembilan mahasiswa FTUI, satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, dan satu mahasiswa Fakultas Farmasi (FF) UI. Kedua tim tersebut tergabung dalam "UI Supermileage Vehicle" yang merupakan sebuah perkumpulan automotif bentukan mahasiswa UI dengan moto "We design, build and race the best vehicles with the best efficiency".
General Manager (GM) Tim UI Supermileage Vehicle Muhammad Fikri yang juga tergabung dalam tim Arjuna Hore mengatakan, keunggulan yang ditawarkan tim Nakoela maupun Arjuna Hore ada pada desain mobil yang aerodinamis dan ringan. Serta teknik pembuatan menggunakan sandwich fiber dengan metode hand lay-up dan mesin dengan kompresi tinggi dan dua busi.
"Para anggota tim melakukan transmisi yang pas, serta desain dan struktur vehicle yang presisi dan balance," ujar mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2010 itu, seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (21/11/2013).
Hebatnya lagi, UI Supermileage Vehicle juga akan mengirimkan wakilnya untuk kategori prototype bensin dan urban concept gasoline di ajang Shell Eco Marathon Asia 2014 di Filipina pada Februari 2014. Mau enggak mau, UI harus mengikuti zaman yang serba modern melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berbasis teknologi demi kemajuan bangsa Indonesia.
Diharapkan, melalui mobil karya mahasiswa tersebut, dapat menjadi solusi akan kebutuhan transportasi Indonesia yang irit bahan bakar, efisien, dan ramah lingkungan. (ade)
● Okezone

Posted in: Mobil,UI
★ Daftar Mobil Buatan Mahasiswa Indonesia
Jakarta ★ Selain siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), para mahasiswa di Indonesia juga tidak ingin kalah dalam membuat mobil. Buktinya banyak mobil yang dirakit oleh mahasiswa-mahasiswi dari berbagai Universitas yang ada di seluruh Indonesia. Bedanya dengan SMK, para mahasiswa ini merakit mobilnya lebih kearah mobil untuk bertanding diajang Shell-Eco Marathon yang digelar setiap 1 tahun sekali. Nah, mau tahu deretan mobil yang dirakit oleh para mahasiswa itu? Yuk simak ulasannya di bawah ini! Biko1. Keris RV dan Kalabia Evo-3 Universitas Indonesia (UI) kembali menunjukkan inovasi dengan meluncurkan dua mobil hemat energi, ramah lingkungan dan ultra-efisien karya para mahasiswa Fakultas Teknik (FT) bernama Keris RV dan Kalabia evo-3. Mobil tersebut mewakili 2 kategori, pertama Kategori prototype yang kendaraannya berbentuk futuristik yang bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar melalui elemen desain yang inovatif. Sedangkan kategori urban concept lebih memerhatikan desain kendaraan konvensional roda empat yang hemat bahan bakar, sesuai dengan kebutuhan pengemudi saat ini. Keduanya dirancang untuk tujuan yang sama, menempuh jarak terjauh dengan satu liter bahan bakar.2. Mobil Bimasakti
Selain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada juga memiliki mobil hasil rakitan mahasiswanya. Ya, mobil hasil raitan mahasiswanya bernama Bimasakti UGM. Mobil dengan kapasitas 1 penumpang ini pernah ikut serta dalam ajang Studen Formula Japan pada tahun 2013 lalu. Bimasakti didesain dengan spesifikasi mesin Honda CBR 600RR dengan modifikasi pada air intake sytem, fuel supply, dan knalpot. Dimensi kendaraan 2.500 mm x 1.100 mm x 1.050 mm menggunakan chain-drive system, air-liquid cooling system dan bodi serat fiber yang dibuat sendiri. Mobil balap itu pernah ikut lomba akselerasi di Jepang (uji kecepatan mobil dalam jarak 75 meter trek lurus. skidpad (uji kemampuan cornering dalam linkaran menyerupai angka 8), autocross (uji kemampuan dalam melewati 1 lap dengan trk lurus dan slalom), endurance dan fuel ecomony (uji ketahanan dalam 22 lap serta konsumsi bahan bakar).3. Sapu Angin, Mobil dari ITS
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memiliki 2 mobil yang dipamerkan di ajang Shell Eco-marathon (SEM) yakni Urban dan Prototype. Mobil tersebut diberinama Sapu Angin. Sapu Angin yang bergaya urban memiliki mesin diesel dengan Frame terbuat dari 100 persen Acid Methyl Ester. Mobil ini lah didesain sedemikian rupa sehingga bisa menembus angka 1 liter bensin untuk 1.000 kilometer.4. 4 Mobil Karya ITS
Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) akan unjuk gigi sekaligus mencoba performace 4 mobil hasil karya mahasiswanya dengan menjalani tes jalan ± 700 km. Keempat mobil yang akan menjalani tes yakni, Empat mobil yang akan mengikuti Tour de Java Mobil Listrik Nasional (Molina), Ezzy 1, Ezzy 2 (mobil listrik), 1 mobil tenaga surya dan Lowo Ireng. Ezzy 1 Mobil listrik buatan ITS yang pernah terbakar dalam perjalanan ke Jakarta tahun lalu kembali menjalani test. "Kelebihan sisi teknologi listrik merah (Ezzy 2) dan putih (Ezzy 1) kita kerjasama dengan Oxford University yang memberikan 1 unit high performance motor yang beratnya ringan tapi dayanya cukup besar 100 KW dengan beratnya 25 Kg dibandingkan dengan motor biasa dengan tenaga 2 kali lipat," kata ketua tim Tour de Java Molina, Nur Yuniarto. Ezzy 2 Dua mobil listrik yang akan menjalani tes performa mampu melahap 100 Km dengan kekuatan baterai yang dimiliki kendaraan. Sedangkan kemampuan charge baterai hanya 3 jam. "Kalau dari spesifikasinya bisa lari 150 Km/jam," imbuh Nur Yuniarto yang juga dosen pembimbing mobil listrik. Mobil Tenaga Surya Kalau yang mobil tenaga surya dari hasil tes performa mampu berjalan maksimal 90 Km/jam. Lowo Ireng "Secara teori bisa 250 Km/jam dengan tenaga hampir 300 Hp yang dihasilkan dari mesin 2500 cc ex Mitshubisi. Seluruh disain dan modifikasi kita yang melakukan termasuk ECU yang merupaka hasil karya anak ITS," pungkas Nur.
★ detik

Posted in: ITS,Mobil,UGM,UI
Mahasiswa UI Rancang Mobil Baru Bertenaga Kimia
Chem E Car mengajukan dua mobil bernama Rhino dan Nayaka Tim Chem-E-Car UI bersama Prototipe Rhino (mobil warna merah) dan Nayaka (Bisnis)
Jakarta □ Konsep mobil ramah lingkungan terus digalakkan. Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia, merancang mobil energi reaksi kimia. Sumber energi untuk prototipe mobil ramah lingkungan itu digagas oleh sekelompok mahasiswa Departemen Teknik Kimia UI. "Tujuan mengembangkan prototipe mobil ramah lingkungan dan biaya mungkin," kata Ketua Chem E Car UI 2014 Andreas seperti yang dikutip dari laman ui.ac.id, Senin, 12 Mei 2014. Kelompok mahasiswa tersebut menamakan diri sebagai Chem E Car, kependekkan dari Chemical Engineering Car UI. Dibentuk untuk mengikuti kompetisi pembuatan prototipe mobil dengan memanfaatkan reaksi kimia. Chem E Car mengajukan dua mobil bernama Rhino dan Nayaka. Kedua prototipe mobil diajukan dari empat mobil yang dikembangkan. Mobil Rhino merupakan electric car yang memanfaatkan zat hidrogen peroksida, tembaga, dan magnesium sebagai elektroda untuk menghasilkan listrik. Gas yang dihasilkan oleh reaksi kimia akan ditampung dan dialirkan untuk menggerakkan mobil. Sedangkan mobil Nayaka merupakan pressure car yang digerakkan dengan tekanan yang dihasilkan dari gas. Gas oksigen yang dihasilkan dari reaksi hidrogen peroksida dengan kalium permanganat akan menekan vessel dan menghasilkan tekanan hingga 10 bar. Dengan idenya, tim Rhino berhasil menempati peringkat 5 disusul tim Nayaka yang berada di peringkat 6. Pada 2013 tim ini telah mengikuti kompetisi di Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) dengan membawa mobil bernama Altair dan meraih peringkat 5. Mobil Altair memakai sumber energi kimia dengan bahan alumunium dan oksigen dari udara. Kriteria penilaian kompetisi di ITS di antaranya meliputi desain mobil, sifat ramah lingkungan, dan sistem kerja mobil. Dalam kompetisi tersebut, peserta juga mempertarungkan kecepatan mobil. Kelebihan prototipe mobil rancangan mahasiswa UI adalah sifatnya yang tidak menimbulkan polusi. Hal tersebut disebabkan oleh proses kerjanya yang tidak melalui proses pembakaran melainkan memanfaatkan tekanan yang dihasilkan oleh gas. Haris, anggota Chem E Car UI mengakui, masih banyak zat yang melimpah dan dapat dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif. Lebih lanjut, klub tersebut menargetkan dapat mengikuti kompetisi di tingkat internasional pada 2015. Mereka juga berencana terus mengembangkan mobil rancangannya, antara lain dengan menggunakan sensor cahaya. "Harapannya jadi tantangan buat kita, agar nggak selamanya bergantung sama bahan bakar fosil terus. Bahan bakar dari fosil bisa kita reduksi juga penggunaannya," kata Haris. Klub yang pertama kali dibentuk pada 2012 ini didirikan atas inisiatif dari mahasiswa Departemen Teknik Kimia angkatan 2008 ini untuk mengembangkan energi baru. Hal ini dikarenakan pengembangan energi terbarukan menjadi solusi menipisnya sumber daya alam. Salah satu alternatif pengganti bahan bakar minyak adalah dengan menggunakan reaksi kimia sebagai sumber tenaga.
★ Tempo

Posted in: Mobil,UI
UI Kembangkan Kapal Tanpa Awak
![]() |
| Makara 02 |
"Kapal yang diberi nama dengan Makara-03 adalah sebuah USV yang dikembangkan dari Makara-01 dan Makara-02, yaitu USV sebelumnya," kata Humas Fakultas Tehmik UI, Tika Anggraeni, di kampus UI Depok, Jumat (29/11).
Ia mengatakan, Makara-03 didesain khusus untuk dapat bermanuver dan berotasi dengan cepat selain itu, desain "planning-hull" yang mengadopsi teknologi "axe bow" diaplikasikan pada makara-03 guna mendukung kemampuannya untuk melaksanakan operasi SAR.
Kapal tanpa awak ini didesain oleh Mahasiswa UI yang terdiri dari mahasiswa Teknik Perkapalan (M Hary Mukti/2009, Aditya Meisar/2009), Teknik Mesin(Riki/2012), Teknik Elektro (Novika Ginanto/2008, Uli/2010, Irvan JP Elliika/2008) yang dibimbing oleh Dosen Departemen Teknik Mesin UI Dr Ir Sunaryo MSc.
Konsep kapal tanpa awak untuk operasi SAR ini adalah ketika Tim Basarnas tidak dapat menjangkau wilayah-wilayah yang berbahaya yang dapat mengancam keselamatan Tim Basarnas itu sendiri di laut maka, kapal tanpa awak akan digunakan untuk melakukan operasi pencarian.
Misalnya, cuaca yang sangat buruk atau kondisi perairan yang dangkal dengan bebatuan yang curam yang dapat merobek kapal BASARNAS, maka kapal tanpa awak ini akan mencari lokasi aktual korban sebelum tim turun ke lokasi. "Kapal tanpa awak ini akan dikendalikan melalui komunikasi satelit dan digunakan untuk melakukan penyerangan terhadap kapal penyusup," katanya.
Ia menjelaskan untuk dapat melakukan tugasnya itu Prototipe kapal tanpa awak yang dikerjakan oleh para mahasiswa UI ini memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh kapal tanpa awak pada umumnya, seperti mampu kembali ke posisi semula jika kapal tersebut terbalik (self-righting boat), dan dilengkapi dengan baterai Litium Polymer yang disusun sistematis dengan Microcontroller sehingga kapal dapat beroperasi dalam waktu yang cukup lama.
♼ Republika

Posted in: Kapal,UI
Kalabia Evo-4 tim Sadewa Otto UI pecahkan rekor Asia
Mobil Hemat Energi. Mahasiswa Fakultas Teknik UI melakukan pengecekan akhir saat test drive peluncuran mobil Keris RV dan Kalabia evo-3 di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Kamis (21/3). Mahasiswa Fakultas Teknik UI meluncurkan dua mobil hemat energi, ramah lingkungan, dan ultra efisien untuk dilombakan dalam ajang "Shell Eco-Marathon Asia 2013" yang akan diselenggarakan di Sirkuit Sepang, Malaysia pada 4-7 Juli mendatang. (FOTO ANTARA/Indrianto Eko Suwarso) ()
Depok ♞ Tim Sadewa Otto mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil memecahkan rekor Asia dengan pencapaian satu liter bensin untuk 301 kilometer per liter pada kategori urban concept melalui mobil bernama Kalabia Evo-4.
"Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan tim Sadewa Otto menjadi Juara satu pada ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2014 di Luneta Park Manila, Filipina, 6-9 Februari 2014," kata Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia Farida Haryoko di Depok, Jawa Barat, Selasa.
Ia mengatakan Kalabia Evo-4 berhasil meningkatkan performanya dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang baru mencapai jarak tempuh 152,3 km per liter.
Selain unggul pada kategori Urban Concept, UI juga meraih peringkat empat besar pada kategori Prototype dengan bahan bakar bensin di ajang yang sama melalui tim Nakoela dengan nama mobil Keris RV berjarak tempuh 342,48 km per liter.
"Keberhasilan dua tim perwakilan UI untuk Indonesia ini tidak lepas dari peran para dosen pendamping yaitu Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng (Tim Sadewa Otto) dan Dr.Ario Sunar Baskoro, ST, MT, M.Eng (Tim Nakoela) yang keduanya berasal dari Fakultas Teknik UI," katanya.
Sementara itu Team Manager Sadewa Otto Pither Supermando (mahasiswa jurusan Teknik Mesin 2010) sangat bangga dapat mewakili UI khususnya dan Indonesia untuk mengikuti ajang bergengsi serta bertemu dan berkompetisi dengan tim dari negara lainnya di Asia.
Ke depannya lanjut dia, kami bersama UI-SMV akan terus mengembangkan disain mobil menjadi lebih aerodinamis dan irit bahan bakar.
Tim Sadewa Otto maupun Nakoela adalah bagian dari UI Supermileage Vehicle (UI-SMV) yang merupakan sebuah perkumpulan otomotif bentukan mahasiswa UI lintas fakultas dengan moto "We design, build and race the best vehicles with the best efficiency."
Pada ajang SEM Asia 2014, tidak kurang 100 tim dari 15 negara di Asia mengikuti kompetisi merancang dan membangun kendaraan yang paling hemat energi ini.
Pemenangnya adalah kendaraan yang dapat bergerak terjauh dengan menggunakan bahan bakar atau energi paling sedikit.(*)
● Antara

Posted in: Indonesia Teknologi,Mobil,UI
Mahasiswa UI presentasikan riset thalasemia di London
Tiga mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia akan mempresentasikan hasil riset terkait Thallasemia dalam London International Youth Science Forum (LIYSF) ke 56 di Inggris.
Anastasia Michelle Pratanata, Diannisa Paramitha Susantono dan Michelle Audrey Darmadi adalah mahasiswa semester 5 fakultas kedokteran UI.
Mereka akan memaparkan hasil penelitian berjudul "Hubungan antara penumpukan zat besi berlebih dengan potensi gagal tumbuh pada penderita thalassemia usia 10-18 tahun."
Diannisa di Jakarta, Minggu, menjelaskan Thalassemia merupakan penyakit genetik yag berhubungan dengan darah, dimana kandungan hemoglobin dalam darah penderita mudah pecah, dan menimbulkan gejala seperti anemia.
Namun dalam tahapan yang lebih parah, Thallasemia dapat menyebabkan gagalnya pertumbuhan pada anak.
"Terutama di usia 10-18 tahun. Itulah kenapa riset ini kami lakukan pada anak di usia tersebut," jelas Diannisa.
Anastasia menambahkan, tidak hanya gagal tumbuh, sejumlah organ seperti liver, dan limpa dapat membengkak. Penderita Thallasemia dapat hidup normal jika secara rutin melakukan transfusi darah.
Namun transfusi darah ini ternyata seperti pisau bermata dua, di satu sisi dapat membantu penderita hidup normal. Tapi di sisi lain dapat menyebabkan penumpukan besi berlebih di organ-organ tubuh penderitanya.
Penumpukan besi berlebih ini dapat dikurangi dengan mengkonsumsi obat tepat waktu dan tepat dosis.
"Besi berlebih yang menumpuk di organ-organ tubuh inilai yang menjadi riset kami. Ternyata kelebihan besi ini dapat menyebabkan gagal tumbuh pada penderitanya," ujar Anastasia.
Forum yang berlangsung di London, Inggris tersebut akan menampilkan presentasi hasil riset dari 400 ilmuwan muda usia 17-21 tahun dari 60 negara di seluruh dunia.
"Salah satunya adalah tim kami, mewakili UI, mewakili Indonesia. Sebenarnya kami ada lima orang dalam satu tim, tapi yang akan mempresentasikan di London hanya kami bertiga," kata Michelle.
Sebagian yang hadir adalah para ilmuwan muda berprestasi yang telah memenangkan sejumlah kompetisi, baik dari tingkat nasional maupun internasional.
Michelle mengatakan, dirinya sangat senang mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil riset timnya tersebut di hadapan audiens internasional.
"Terlebih lagi mereka adalah para ilmuwan muda internasional, kami sangat antusias," tambahnya.
Selama dua minggu, para mahasiswa tersebut tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil risetnya tentang Thallasemia. Mereka juga berkesempatan untuk berkeliling sejumlah kampus-kampus terkenal yang unggul dalam bidang penelitian."Kami juga akan diperkenalkan juga belajar budaya setempat," tutup Michelle.
Dalam LIYSF tersebut akan hadir sejumlah pembicara kunci, Professor Peter Jenni, pendiri ATLAS collaboration, dan Profesor Roy Anderson dari London.
★ Antara

Posted in: Ristek,UI

